Penulis: Admin Berimbang

Depok

Jelang RAT Tahun 2015-2016 Koperasi KPPD Depok Jaya Digugat Anggota

sistem-managementkoperasi

BERIMBANG.COM, Depok – Menjelang Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2015/2016 KPPD (Koperasi Pedagang Pasar Depok Jaya) , pengurus dan pengawas Koperasi pasar di gugat oleh  anggota, hal ini terjadi di duga adanya kepentingan .

Menurut seorang anggota koperasi KPPD yang namanya tak mau di sebutkan kepada berimbang.com mengatakan, dua minggu Setelah pelaksanaan RAT, masa bakti kepengurusan habis dan akan di lakukan pemilihan ketua dan pengawas baru.

“Bisa saja gugatan perdata yg di tujukan kepada pengawas dan ketua di lakukan untuk menjegal pengurus dan pengawas mencalonkan diri maju pada Pemilihan Ketua Koperasi KPPD yang akan datang, rapat anggota tahunan di laksanakan dalam beberapa hari kedepan,” ucapnya.Selasa (23/2/2016).

Berkaitan dengan gugatan yang di lakukan  anggota koperasi KPPD, Nasrih Shaleh (53thn) Pengawas KPPD ketika di konfirmasi berimbang. com di ruang kerjanya menyampaikan, gugatan perdata dan pidana sudah pernah di lakukan dan dinyatakan oleh Pengadilan Negeri bahwa pihak tergugat secara seluruhnya  bebas dari segala tuntutan berdasarkan putusan perkara perdata nomor : 182 /Pdt.G/2014/PN. Dpk , dan Perkara  Pidana no 231/ pid/B/2014/PN Dpk .

Di tempat yg sama Ketua KPPD, Abdul wahab mengatakan, akan melakukan yang terbaik.

Seperti diketahui, laporan pengurus Koperasi berkaitan dengan seluruh kegiatan dan aktifitas Koperasi akan dilaporkan dan dipertanggung jawabkan pada rapat tahunan anggota seperti yang telah di atur dalm UU no 25 tahun 1992 tentang koperasi dan berdasarkan AD/ART yg telah di di bakukan yang  menjadi pedoman dasar dalam pelaksanaan Koperasi

Sebagaimana tersebut di dalam peraturan Mentri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia nomor 10/PER/M.KUKM/XII/2011 tentang Pedoman Penyelenggaraan Rapat Anggota bab II tentang tujauan dan sasaran, Pasal 2 tentang Pedoman Penyelenggaraan Rapat Anggota Koperasi adalah untuk memberikan panduan kepada pejabat pemerintah, Pemerintah Propinsi/ Kabupaten/Kota dalam rangka meningkatkan partisipasi dan pengawasan atas pengelolaan Koperasi.(Rahmat budianto)

BogorJabodetabek

Wabah DBD Hantui Warga Cigombong

050114900_1447215891-dbd

BERIMBANG.COM, Bogor – Wabah Demam Berdarah (DBD) di wilayah Selatan Kabupaten Bogor kembali memakan korban jiwa. Kali ini, virus yang ditularkan oleh nyamuk ini membawa duka bagi warga Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Kamis (25/02/16), Asep (20) warga Kampung Babakan RT 1 RW 11 Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, meninggal dunia akibat tertular virus DBD.

Menurut keluarga korban, sebelumnya Asep sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi selama satu malam. Namun, karena kondisi kesehatannya semakin memburuk, pihak RSUD Ciawi merujuknya ke Rumah Sakit Cibeurum, Cisarua.  Namun malang, belum sempat dirawat di Rumah Sakit tersebut, nyawa Asep tak tertolong lagi.

“Saat kami sampai di rumah sakit cibeureum, ruang perawatan disana katanya sudah penuh sampai akhirnya asep meninggal sebelum dirawat oleh dokter”, ungkap salah satu keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya kepada sejumlah awak media.

Suasana dukapun menyelimuti keluarga korban saat ambulan yang membawa jenazah Asep dari Rs Cibeureum tiba dirumah duka. Setelah disemayamkan, jenazah Asep dimakamkan pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa, Kecamatan maupun Upt Puskesmas Cigombong, belum bisa dimintai keterangan.

Sebagai tambahan informasi, seperti dilansir dalam pemberitaan di sejumlah media, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr Camelia W. Sumaryana mengatakan bahwa jumlah pasien DB akibat gigitan nyamuk yang terjadi di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kasus DB memang terus meningkat. Tercatat sebanyak 81 penderita meninggal dalam tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Dia mengatakan peningkatan jumlah penderita DB akibat serangan gigitan nyamuk mulai terpantau pada 2013, dengan jumlah penderita 1.324 orang dan korban meninggal 25 orang. Pada 2014, jumlahnya mengalami peningkatan cukup tinggi, yakni 1.834 orang. “Jumlah korban meninggal penderita DB pun mengalami peningkatan, yakni 29 orang,” tuturnya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Bangunan Kelas Nyaris Roboh, Siswa SD Negeri Ciadeg 5 Terancam

IMG-20160225-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan siswa kelas 4, 5 dan 6 di Sekolah Dasar (SD) Negeri Ciadeg 5 di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terpaksa harus mempertaruhkan keselamatannya dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pasalnya, tiga ruang kelas yang selama ini digunakan kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan dan rawan ambruk.

Sungguh miris kondisi bangunan di sekolah ini. Tampak jelas dari sisi luar bangunan, atap sekolah ini sudah miring karena kuda – kuda kayu penahan atap gentingnya rapuh dan patah di beberapa bagian. Kondisi itu lebih jelas terlihat di bagian dalam ruangan.  Karena plafond ruang kelas sudah roboh tak tertahan oleh kasau penahan yang lapuk.

Menurut Wakil Kepala SD Negeri Ciadeg 5, Sumiati, kondisi ini sudah berlangsung selama setahun terakhir. Sehingga, saat hujan turun, pihak sekolah terpaksa mengalihkan KBM ke lokal ruang kelas lain yang kondisinya layak secara bergantian.

“Kondisi ini sudah berlangsung selama setahun. Kami terpaksa mengalihkan KBM secara bergantian karena saat hujan turun ruang kelas ini banjir”, tutur Sumiati, wakil Kepala Sekolah bergelar S. Pd itu kepada berimbang.com.

Lebih lanjut, Sumiati mengatakan, kepala sekolah sebelumnya sudah mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi bangunan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor. Namun hingga kini belum juga ada realisasinya.

“Kepala Sekolah yang sebelumnya sudah mengajukan bantuan tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Tapi Kepala Sekolah yang baru juga sedang melakukan upaya yang sama”, tambah Sumiati.

Pihak sekolah berharap, Pemerintah segera memberikan bantuan rehabilitasi bangunan, sebelum terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Tehnis Pendidikan (UPT P) 38 Kecamatan Cigombong, Jenudin, mengatakan sudah berkoordinasi dengan anggota DPRD Dapil III agar mendorong permohonan bantuan yang diajukan jajarannya. “Saya sudah berkoordinasi dengan anggota dewan agar membantu mendorong aspirasi dari warga terutama di bidang pendidikan”, tandas kepala UPT Pendidikan Cigombong. (Raden Supriyadi)

Depok

Baru Sehari Menjabat, Walikota Depok Cabut Program ODNR Dan ODNC

IMG-20160223-WA0000

BERIMBANG COM, Depok – Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad yang baru sehari menjabat Wali Kota Depok mencabut program One Day No Rice (ODNR) dan One Day No Car (ODNC). Alasan pencabutan program yang diusung wali kota terdahulu itu karena dinilai tak efektif.

“Mulai besok, Selasa (23/2), program ONDR dan ODNC tidak berlaku lagi, itu program menurut sudah tidak efektif lagi, ” kata Idris pada awak media, usai serahterima jabatan Wali Kota Depok dari Pj Wali Kota Depok, Arifin Harun Kertasaputra ke Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok terpilih Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna di Balaikota Depok, Senin (22/2).

Program ODNR dan ODNC yang diberlakukan di Balaikota Depok setiap hari Selasa merupakan salah satu program yang diandalkan Wali Kota Depok sebelumnya, Nur Mahmudi Ismail. Menurut Idris, pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap program ODNR dan ODNC dan ternyata tidak efektif. “Kami mendukung program Ketahanan Pagan, tapi bukan melarang orang makan nasi. Kami juga mengajak masyarakat untuk mempertahankan lahan pertanian,” tutur Idris.

Selanjutnya, Idris mengungkapkan program ODNC juga tak efektif. “Banyak masyarakat yang ada keperluan ke Balaikota Depok merasa kesulitan karena tak boleh membawa mobil dan akhirnya parkir di badan jalan di depan Balaikota Depok sehingga menimbulkan kemacetan,” katanya.

Dengan Program ODNR dan ODNC di berlakukan setiap hari Selasa kendaran tidak boleh masuk ke dalam lingkungan Balaikota Depok. Untuk mendukung program ODNC, Nur Mahmudi beberapa kali naik angkutan umum ke kantor Balaikota Depok. Kadang naik motor dan naik sepeda.

Pada setiap Selasa, juga di dalam lingkungan Balaikota Depok dilarang makan nasi dan diganti dengan paganan singkong dan nasi jagung yang di jual di Kantin Balaikota Depok. Karena program ODNR itu pula, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pernah meraih sertifikat atau piagam Ketahanan Pangan oleh Pemprov Jawa Barat (Jabar).

Kabar dicabutnya aturan program ODNR dan ODNC mendapat sambutan dan dukungan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Depok. Ini terdengar saat pembacaan sambutan Idris mengenai pencabutan aturan ODNR dan ODNC disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan yang sebagian besar dihadiri pejabat Pemkot Depok. “Tak lagi efektif, memang lebih baik di cabut aja,” tuturnya (Adi)

Depok

Tak Mau Pindah Ke TPS, Pedagang Daging Sapi Pasar Cisalak Diambil Paksa Dagangannya

Ilustrasi
Ilustrasi

BERIMBANG.COM, Depok – Baru saja buka jualan daging sapi tiba – tiba sekelompok orang datang menghampiri tempat dagangan yang langsung mengambil paksa daging sapi  seberat satu kwintal didepan umum disaksikan para pedagang lainnya dan pembeli dipasar koja Cisalak pada Kamis dini hari (18/2/2016) pukul 03:30 belum lama ini.

Kejadian tersebut berlalu tanpa perlawanan demi mempertahankan daging sapi yang digondol gerombolan orang.

Korban yang bernama Jatu Kusuma Ningrum membeberkan peristiwa usai melapor ke Polres Depok

”Saya sudah laporkan kepada pihak kepolisian dengan tuduhan  pencurian dengan pemberatan sesuai pasal 363 KUHP dimana salah satu unsurnya pencurian dua orang atau lebih bersama –sama dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Karena itu menurut Ningrum, para pelaku yang diperkirakan hampir dua puluh orang pantas dihukum sesuai aturan yang berlaku.

”Mereka mengambil paksa dagangan daging sapi yang siap dijual, dilakukan dengan berkelompok tanpa saya bisa berbuat apa – apa begitupun para pedagang lain yang menyaksikan kejadian tersebut merasa takut untuk membela saya,”tukas Ningrum dengan nada kesal saat dijumpai dikantor Polres kota Depok sore harinya.

Ia berharap dengan melapor kepihak kepolisian dapat ditindak lanjuti secepatnya agar komplotan yang dianggapnya mencuri tidak melakukan perbuatan sewenang –wenang.

” Kita sudah lengkapi lapor sekaligus alat bukti berupa foto dan rekaman saat mereka beraksi, dan semoga dapat secepatnya ditindak lanjuti oleh pihak yang berwenang,”harap ningrum.

Informasi lain yang berhasil dihimpun para pelaku yang berkomplot itu merupakan para pedagang daging sapi pasar cisalak yang berasal dari gedung A yang ditempatkan dipenampungan AURI, diduga merasa terganggu kepentingan penjualan sapinya, sehingga mereka para pedagang sapi berkomplot itu melakukan intimidasi dengan pengambilan paksa dagangan daging sapi milik Ningrum. Padahal penjualan daging sapi dipasar koja Cisalak baru dimulai 3 hari yang lalu, dan hanya Ningrum seorang yang berjualan daging sapi.

Sementara itu kerugian dagangan daging sapi yang diambil paksa tersebut diperkirakan seberat 1 kwintal bila dirupiahkan diperkirakan hampir 10 juta rupiah. (Sy)

BogorJabodetabek

Warga Kecamatan Cijeruk Inginkan Pos Pelayanan Polisi

IMG-20160217-WA0013BERIMBANG.COM, Bogor – Sejak dimekarkan dari wilayah Kecamatan Cigombong pada tahun 2006 silam, hingga kini wilayah Kecamatan Cijeruk belum juga memiliki fasilitas pelayanan Sektor Kepolisian (Polsek).  Untuk mendapatkan pelayanan dari Kepolisian, warga sejumlah desa di Kecamatan Cijeruk terpaksa harus menempuh perjalanan yang cukup jauh ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) yang berada di Kecamatan Cigombong. Warga meminta kepada pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan Polsek di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan sejumlah Kepala Desa (Kades) Cijeruk kepada Kepala Unit Reserse dan Kriminal (kanit Reskrim) Polsek Cijeruk-Cigombong, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ma’ruf Murdianto yang hadir mewakili Kapolsek, dalam forum rapat Minggon yang dilaksanakan di aula kantor desa Palasari, Rabu (16/02/16) siang.

Menanggapi aspirasi warga yang disampaikan para Kades di Kecamatan Cijeruk itu, Kanit Reskrim Polsek Cijeruk-Cigombong AKP Ma’ruf Murdianto, mengatakan, akan melaporkan aspirasi masyarakat tersebut kepada Kapolsek. “Saya akan sampaikan aspirasi masyarakat ini kepada Komandan saya”, kata AKP Ma’ruf dalam sambutannya dihadapan para Kepala Desa, Camat Cijeruk, Kepala Upt Pendidikan dan Upt Puskesmas yang hadir dalam rapat Minggon.

Lebih lanjut, Ma’ruf mengakui bahwa wilayah tugas Polsek Cijeruk-Cigombong terlalu luas, karena meliputi dua wilayah kecamatan.  Yakni Kecamatan Cigombong dan Kecamatan Cijeruk. Terlebih, dengan keterbatasan personel yang ada. “Bayangkan saja, wilayah tugas kami sangat luas, Cigombong dan Cijeruk, sementara anggota kami saat ini hanya 39 personel”, imbuh Ma’ruf.

Dalam kesempatan itu juga Kanit Reskrim Polsek Cijeruk memberikan berbagai arahan dan pemahaman kepada para Kepala Desa. Salah satunya tentang antisipasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Sementara itu, Camat Cijeruk, Hidayat mengatakan, pihaknya akan menggandeng para pengusaha maupun investor di Cijeruk untuk turut andil dalam merealisasikan harapan masyarakat untuk lahan bakal kantor Polisi dan Koramil. “Kami akan menggandeng CSR dari para investor di Cijeruk untuk pengadaan lahannya. Sambil melihat lihat dimana lokasi yang strategis untuk pembangunan kantor Polisi dan Koramil”, tandas Camat Hidayat alias Kang Ibing, kepada berimbang.com. (Raden Supriyadi)

Depok

Walikota Depok Dan Wakil Walikota Depok Resmi Dilantik

IMG-20160217-WA0009

BERIMBANG.COM, Bandung – Walikota Depok dan Wakil Walikota Depok Periode 2016 -2021 resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang pemberhentian penjabat bupati/walikota sementara, dilanjutkan dengan pengangkatan bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota terpilih.

Pelantikan berlangsung di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung, Rabu (17/02/16) pagi. Pelantikan tersebut bersamaan dengan lima Bupati dan Wakil Bupati di Jawa Barat. Orang pertama di Jawa Barat mengatakan, pelantikan keenam pasangan kepala daerah tersebut merupakan hasil pilkada serentak tahun 2015 lalu. “Selamat kepada Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang telah dilantik. Selamat mengemban amanah dan menjalankan tugas. Tempatkan diri sesuai dengan fungsinya sehingga dwitunggal kepemimpinan bisa berjalan sebagaimana mestinya,” tutur Ahmad Heryawan.

Walikota Depok, M Idris Abdul Shomad memanjatkan rasa syukur atas pelantikan yang berjalan lancar dan sesuai dengan harapan Gubernur Jawa Barat. “Kami siap bekerja dan segera melaksanakan program-program yang dicanangkan saat kampanye lalu,” tegas pria kelahiran Jakarta. Beliau menyatakan, hal pertama yang akan dilakukan adalah melaksanakan penyesuaian antara janji kampanye dengan DIPA yang sudah disahkan APBD-nya tahun 2016.

Senada, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna merasa senang karena pelantikan berjalan lancar. “Perasaan senang ini akan menjadi awal yang baik untuk bekerja. Karena kita bekerja dengan senang hati. Untuk pembagian tugas, akan berjalan normatif,” tutur Pradi menambahkan, hal pertama yang akan dilakukan adalah menyesuaikan diri karena dirinya dan siap bekerja konkrit.

Pelantikan disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi, unsur Muspida Pemprov Jabar, Dirjen Otda Kemendagri, KPU Jabar, Bawaslu Jabar dan Sekretaris Daerah serta pimpinan OPD Kota dan Kabupaten di Jawa Barat.

 

Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Depok, M Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna ke Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika NO65, Sumur Bandung, Bandung Jawa Barat (Jabar), bakal aman.

IMG-20160217-WA0008

Pasalnya, selama keberangkatan dan pulang akan dikawal puluhan anggota gabungan. Asisten Tata Praja Kota Depok, Dudi Mi’raz mengatakan, proses pelantikan sepenuhnya akan dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Namun, Pemerintah Kota Depok akan memberlakukan pengawalan terhadap Idris-Pradi mulai dari Depok.

“Proses pelantikan akan berbarengan dengan enam kepala daerah lainnya di Jawa Barat,” ujar Dudi kepada Wartawan, menggelar jumpa pers terkait mekanisme dan format acara pelantikan Jumat (12/2/2016).

Lebih lanjut, Dudi menjelaskan, keberangkatan dan kepulangan walikotawakil walikota akan menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Depok. Mereka akan dikawal dari Polres, Satpol PP, Humas dan Protokol.

Setiba di Bandung pada Selasa siang, lanjutnya, walikota-wakil walikota akan melakukan persiapan untuk gladi yang akan dimulai pada pukul 16.00 WIB.

Gladi tersebut, kata Dudi, harus dilakukan karena Gubernur Jawa Barat menginginkan pelantikan berjalan sukses tanpa ekses.

“Ketika walikota-wakil walikota sudah tiba di Bandung, itu akan menjadi tanggungjawab Polda Jawa Barat dan Polwiltabes Bandung, dari mulai gladi kemudian bermalam dan besoknya ketika menuju Gedung Merdeka,” paparnya.

Setelah pelaksanaan pelantikan, sambungnya semua sudah difasilitasi oleh Pemerintah Kota Depok dari mulai atribut PDUB, tanda pangkat dan tanda jabatan semua itu tanggungjawab Pemerintah Kota Depok.

“Termasuk kendaraan dinas dan ajudan beserta pengawalan. Dengan demikian, walikota-wakil walikota sudah melekat tugas dari pemerintah kota untuk memfasilitasi semuanya. Sampai kembali ke Depok itu menjadi tanggungjawab kami,” tegasnya.

Ketika ditanya terkait besaran anggaran untuk pelantikan tersebut. Dia menyatakan, semua anggaran pelantikan dibebankan dari APBD Provinsi Jawa Barat.

“Depok tidak mengeluar uang, semua APBD Provinsi, karena dibarengi dengan enam kepala daerah lainnya di Jawa Barat,” ucapnya.

Sementara itu, Pj Walikota Depok, Arifin H Kertasaputra mengungkapkan, permohonan maafnya dikarenakan undangan yang disediakan terbatas. Dalam hal ini Kota Depok hanya mendapatkan 250 undangan.

“Kami berharap prosesi pelantikan dari pergi hingga kembali ke Depok dalam keadaan aman dan lancar. Kami juga telah berkoordinasi dengan tim Humas agar informasi terkait prosesi pelantikan juga bisa dapat oleh media,”tandasnya.(*)

BogorJabodetabek

Tabrakan Beruntun Terjadi Di Puncak, 1 Orang Tewas

IMG-20160214-WA0010

BERIMBANG.COM, Bogor – Diduga mengalami rem blong, sebuah bus pariwisata bernomor polisi F 7575 MW, yang meluncur dari arah Puncak menuju Bogor kehilangan kendali di Tanjakan Selarong, Cipayung, Puncak Bogor, hingga memicu terjadinya tabrakan beruntun, Minggu (14/02/2016). Satu orang korban dilaporkan tewas dan tiga korban lainnya mengalami luka berat.

Kecelakaan beruntun yang terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat itu melibatkan lima unit mobil dan dua unit sepeda motor. Menurut saksi mata di lokasi kejadian, bus pariwisata Mulya Sari Pratama yang mengangkut rombongan santri itu diduga mengalami rem blong hingga tak terkendali saat memasuki jalan menurun di Selarong, lalu menabrak mobil Honda City dengan no polisi F 1078 KU, kemudian menabrak mobil Kijang Inova bernomor polisi B 1132 CGY, kemudian menabrak mobil Kijang Grand bernomor polisi 1569 EMH.

“Setelah menabrak beberapa mobil, bus itu oleng ke kanan lalu menabrak motor beat yang sedang parkir, kemudian nabrak lagi motor supra yang dari arah bawah. Kemudian bus itu nabrak lagi truk yang dari arah bawah”, Kata alek, warga setempat yang mengaku menyaksikan saat kecelakaan terjadi.

Pasca kecelakaan, Aparat Kepolisian menutup sementara jalur lalu lintas dikawasan ini hingga kemacetan panjangpun terjadi.  Kecelakaan di kawasan ini bukan pertama kali terjadi, namun kerap terjadi karena kondisi jalan yang cukup curam untuk dilalui. (Raden Supriyadi)

Depok

Turap Jebol Di Taman Laguna Cimanggis, Anak-Anak Nyaris Tertimpa Longsor

IMG-20160212-WA0017
Tanah longsor di kolam renang, Jalan Radar Auri, Cimanggis, Depok. (Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Hujan lebat di sebagian Kota Depok mengakibatkan tanah longsor menimpa kolam renang Taman Laguna di Jalan Radar Auri, Cimanggis Kota Depok. Tidak ada korban jiwa terkait kejadian tersebut. Jum’at (12/2/2015) kemarin.

Menurut pengelola kolam renang, Nur mengatakan hujan deras menyebabkan turap menjadi jebol ke arah kolam renang, biasanya walaupun hujan deras belum pernah jebol dan air mengalir seperti biasanya tanpa ada tetesa air kebawah, padahal masih Nur, turap baru dibuat tahun 2013.

” Untung saja tidak membahayakan anak-anak yang sedang berenang karena arah longsor persis kebawah kolam renang hingga anak – anak nyaris tertimpa longsor ,” ujar Nur kepada berimbang.com kepada berimbang.com di area kolam renang.

Nur juga mengatakan akan menyelidiki penyebab terjadinya longsor dan akan memeriksa aliran air.

” Kami akan selidiki penyebabnya, soalnya biasanya juga tidak seperti ini, air mengalir seperti biasanya,” Pungkasnya. (Yuli Efendi)

Depok

Drainase buruk, TPS Pasar Cisalak Kebanjiran

IMG-20160212-WA0001

BERIMBANG.COM, Depok – Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Cisalak yang berada di lokasi di Jalan Auri, Cimanggis mengalami kebanjiran. Jum’at (12/2/2016)

Air menggenangi setiap lantai  toko sehingga menyulitkan para pedagang untuk beraktifitas seperti biasanya. Para pedagangpun sibuk menguras air yang berada didalam toko.

Salah satu pedagang, Astiah Winata mengatakan, buruknya drainase mengakibatkan disetiap musim penghujan. Apalagi dengan hujan deras, lantai tokonya selalu kebanjian dan dagangannya terendam air.

” Setiap hujan deras, saya dan pedagang lain selalu mengalami kebanjiran, tingginya air di tengah sebatas dengkul orang dewasa, di depan semata kaki dan di tempat sayuran sebatas betis,” Ujar Astiah.

Astiah mengharapkan Pemerintah Kota Depok segera memperbaikinya  karena menghambat aktifitas pedagang.

” Kami pedagang menginginkan TPS nyaman berdagang sehingga tidak merepotkan kami untuk berjualan,” ucap Astiah. (Iik)