Penulis: admin berimbang

Bogor

Dana Hibah 80,9 Milyar Untuk Kabupaten Bogor Dari Kemenparekraf

BERIMBAMG.comRapat Finalisasi Rencana Kerja Dana Hibah Pariwisata Tahun Anggaran 2020, Kabupaten Bogor, dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda), Burhanudin, di Auditorium Bappenda, Rabu (04/11/2020).

Burhan mengatakan, harus siap dengan dana hibah yang diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Kita mendapat hibah dari Kemenparekraf sebesar 80,9 miliar yang diperuntukan untuk pariwisata.”

“Dimana 70 persen untuk industri hotel dan restoran, 30 persen untuk pemerintah daerah sebagai bagian program penanganan dampak ekonomi dan sosial dari Pandemi Covid-19 terutama pada sektor pariwisata.”

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua, di Jawa Barat dari 27 kabupaten kota, hanya empat daerah yang menerima hibah ini, yaitu Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor,” kata Burhan.

Lanjut Burhan menekankan empat kriteria penerima bantuan hibah pariwisata ini. “Industri pariwisata hotel dan restoran yang menerima bantun hibah ini,”

“diantaranya, pertama hotel dan restoran sesuai database wajib pajak hotel dan restoran tahun 2019 di daerah penerima hibah. Kedua hotel dan restoran yang masih berdiri dan masih beroperasi hingga pelaksanaan dana hibah pariwisata pada bulan Agustus tahun 2020.”

“Ketiga hotel dan restoran yang memiliki perizinan berusaha yaitu TDUP yang masih berlaku dan keempat hotel dan restoran yang membayarkan dan memiliki bukti pembayaran PHPR pada tahun 2019,” terangnya.

Burhan juga meminta agar usulan kegiatan yang  dibuat harus sesuai sasaran. “Kaji ulang secepatnya usulan kegiatan, program kegiatan harus mendukung pemulihan sektor pariwisata, memberikan dampak signifikan terhadap hotel, restoran dan tempat-tempat wisata lainnya,” pintanya.

(Derima/Rizki/Tim Humas Diskominfo Kab. Bogor)

Jabodetabek

Depok Begaya Yakin, Pengangguran Dapat Diatasi Bila Pradi Afifah Menang

BERIMBANG.com, Depok – Masalah pengangguran masih menjadi permasalahan klasik, salah satu solusinya melalui pembukaan lapangan pekerjaan. Paslon nomor 1 Pradi-Afifah Supriatna-Afifah Alia memiliki program pembukaan peluang 100.000 tenaga kerja baru melalui peningkatan Kompetensi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Depok Begaya H. Acep Azhari mengaku optimis program tersebut bakal tercapai. “Terkait program bang Pradi membuka 100 ribu tenaga kerja baru yang berkompeten, kita optimis bisa tercapai. Tentunya, Pemerintah bisa melibatkan pihak swasta seperti pelaku usaha UMKM, Apindo, Asperindo, dan lainnya, ” ujar H. Acep Azhari seusai acara soft launching RM. Gabus Pucung Batavia Resto & Seafood, Kelurahan Grogol, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, (04/11/2020).

Menurut H. Acep, dari bidang UMKM saja dengan serius memberikan perhatian akan menciptakan lapangan kerja. Ia mencontohkan, saat ini sebanyak 150 ribu UMKM dan usaha Mikro sebanyak 950 sedang mengurus perizinan.

“Kalau ini berkembang pesat semua, maka berapa pekerja yang akan tertampung. Belum lagi, dari pemanfaatan marketing online. Dengan pelatihan khusus, bisa membuka lapangan kerja baru. Apalagi, sekarang eranya jual beli online,” paparnya.
Jiacep biasa disapa mengungkapkan, pembukaan badan usaha milik Daerah (BUMD) Kota Depok bisa ditambahkan. Ia mencontohkan, Pradi pernah menyebut banyaknya stasiun dan pasar di Depok dalam pengelolaan parkir dilakukan BUMD diyakini juga menciptakan peluang kerja.

“Depok itu kan kota Jasa dan Perdagangan. Artinya, dalam sisi bisnis dan usaha bisa digali dari hal tersebut. Belum lagi bidang lain yang memiliki potensi digarap dengan baik. Apalagi, bang Pradi punya basic seorang pengusaha,” terang tokoh Wirausaha kuliner sukses ini.

Dikatakannya, dalam peningkatan kualitas agar berkompeten dan punya daya saing harus melalui pelatihan. Ia mengungkapkan, Depok tidak memiliki Balai Latihan Kerja (BLK).

“Ini bukan masalah, sebab selama ini ada 17 BLK berbasis Komunitas Pesantren di Depok. Bidang pelatihan berupa IT, otomotif, garmen. Tentunya, bisa bekerjasama dengan Lembaga Perekonomian NU Depok untuk menjalankan program pelatihan. Disini, bisa dicetak tenaga kerja yang siap pakai dan bersaing,” pungkasnya.*”

Bogor

Perhumas Bogor Bakal Gelar Seminar City Branding di Era Pandemi

BERIMBANG.com Bogor – Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Bogor akan menggelar seminar dengan tema “City Branding In Pandemic Era”.

Seminar rencananya dilaksanakan secara daring pada Jumat (13/11/2020) mendatang. Hal ini dikatakan Wakil Ketua BPC Perhumas Bogor, Mey Cresentya Rahail.

“Penutupan tempat wisata akibat pandemi Covid-19 tak hanya di Indonesia tapi juga di dunia telah berdampak pada terpuruknya industri pariwisata.”

“Namun, pelan-pelan dunia pariwisata berupaya bangkit tentunya dengan menerapkan berbagai strategi menyesuaikan protokol kesehatan yang ada,” terang Mey, kemarin Senin (03/11).

Mey menambahkan, kondisi pariwisata saat ini dan ke depan telah menuntut peran pemimpin dan humas yang adaptif, inovatif dan kolaboratif melalui branding daerahnya.

Terutama dalam upaya menggerakkan kembali pariwisata dan penerapan kegiatan wisata di era adaptasi kebiasaan baru (AKB) Indonesia dengan segala keterbatasan akibat pandemi.

“Perhumas BPC Bogor dan Perhumas Muda Bogor akan menyelenggarakan kegiatan seminar daring yang akan membahas mengenai peran, kapabilitas dan strategis city branding pimpinan dan humas dalam menggelorakan pariwisata di Indonesia secara umum,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan seminar ini nantinya bisa menjelaskan mengenai tantangan yang harus dihadapi oleh para humas dan pemimpin Indonesia dalam memulihkan dan menggelorakan kembali pariwisata di Indonesia to melalui city branding.

Seminar itu memberikan pemahaman mengenai pentingnya posisi dan peran pemimpin dan humas dalam mendorong membangun city branding di era adaptasi kebiasaan baru yang aman bagi wisatawan.

“Selanjutnya, mendiskusikan kontribusi yang dapat diberikan oleh masing-masing pemimpin dan humas untuk menjalin kerjasama dan inisiatif antar pemangku kepentingan dalam menguatkan city brnading pada era adaptasi kebiasaan baru yang aman bagi wisatawan,” ungkap Mey.

Seminar tersebut nantinya akan diisi pembicara diantaranya, Bupati Bogor Ade Yasin, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Insfrastruktur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Dr .Wawan Gunawan, dan Ketua Umum Perhumas Indonesia Agung Laksamana.

Target peserta seminar adalah Pengurus, Anggota Perhumas dan Perhumas Muda. Mahasiswa dan peminat masalah komunikasi, public relations, dan pemangku kepentingan pariwisata. Praktisi, akademisi, pakar serta konsultan Humas dan pelaku pariwisata. 

(Rido/Diskominfo)

Jabodetabek

Ketum Depok Begaya : Pradi Afifah Menang, Pelajar Di Depok Dapat Beasiswa

BERIMBANG.com, Depok – Ketua Umum Depok Begaya H. Acep Azhari mendukung program unggulan Paslon Pradi Supriatna-Afifah Alia. Program unggulan Paslon yang akan bertarung di kontestasi Pilkada 9 Desember 2020 ini memiliki program pemberian beasiswa berbasis prestasi akademik dan minat atau bakat. Menurutnya, upaya tersebut bagian dari perhatian pemerintah dalam bidang Pendidikan di Kota Depok. Ia mengaku banyak pelajar di Depok yang mempunyai prestasi dan membutuhkan perhatian dari Pemerintah.

“Program Paslon nomor 1 dalam pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi sangat berdampak positif di pendidikan. Kita menyadari adanya anak pelajar Depok yang memiliki prestasi, namun masih membutuhkan perhatian dari Pemerintah,” ujar H. Acep Azhari tokoh Pendidikan Depok dan Owner rumah makan ini, Selasa (03/10/2020).

Menurutnya, dengan pemberian beasiswa pelajar melalui presentasi berbasis akademik akan memberikan dampak positif bagi pelajar dan sekolah. Ia menambahkan, pelajar akan terpacu untuk meningkatkan prestasinya. Hal serupa dengan pihak sekolah akan berusaha meningkatkan kualitas pendidikannya.

“Tentunya untuk tataran teknisnya Diknas nanti bisa melibatkan organisasi kependidikan seperti BMPS dan lainnya,” paparnya.

Acep mengungkapkan, pemberian beasiswa bagi minat atau bakat juga sangat berarti. Mereka yang memiliki prestasi dalam bidang olahraga, seni, budaya dan lainnya serta turut mengharumkan nama Depok. Menurutnya, para pelajar yang memiliki prestasi dalam bidang minat atau bakat akan tetap fokus pada prestasinya dan jadi pemicu kesuksesan.

“Ini akan menjadi pemicu semangat dalam belajar dan meningkatkan prestasi sesuai minat dan bakatnya masing-masing,” ungkapnya.

Sejumlah permasalahan pendidikan masih dijumpai di Depok. Keberadaan sekolah swasta dan Negeri diharapkan semakin maju serta saling berkompetisi dalam kualitas. “Melalui janji kampanye pasangan Pradi-Afifah, diharapkan membawa arah perubahan dan kebangkitan bagi Kota Depok,” pungakasnya.**

Jabodetabek

Alasan H Acep Dukung Pradi Karena Dekat Dengan Siapapun

BERIMBANG.com, Depok – Calon Wali Kota Depok nomor urut 1, Pradi Supriatna dengan tegas mengatakan, dirinya bersama calon Wakil Wali Kota Depok Afifah Alia tidak main main untuk membuktikan programnya termasuk berkantor di kelurahan secara bergantian, agar aspirasi masyarakat mudah di serap.

Hal tersebut disampaikan Pradi Supriatna saat menghadiri acara syukuran hari jadi Perand (Persatuan Anak Depok) di Jl. Pendowo, Kecamatan Limo, Depok yang dihadiri Ketum Depok Begaya H. Acep Azhari yang juga Pembina Perand, Ketua Sohib Bang Pradi H. Purnomo, anggota DPRD Kota Depok H. Babai Suhaemi, H. Tajudin Tabri, Mohammad HB, Ketua Perand Nisan dan para anggota komunitas pemenangan Pradi-Afifah, Minggu (01/11/2020).

“InsyaAllah saya bersama Ibu Afifah Alia tidak main main dan akan membuktikan 10 program Pradi-Afifah. Salah satunya saya akan secara bergantian dengan ibu Afifah ngantor ditiap tiap kelurahan,” tegas Pradi Supriatna.

Ketua Umum Depok Begaya H. Acep Azhari salut dan mengapresiasi sambutan yang Bang Pradi sampaikan dihadapan pendukungnya. “Saya harus banyak belajar dari kerendahan hati calon ini (red-Pradi), makna sambutan yang disampaikannya sangat riil dan terasa,” ujar H. Acep.

H. Acep ungkapkan, dirinya bantu Pradi Supriatna berjuang untuk jadi Walikota bukan karena partai pendukung dan pengusung, karena idiologi semua partai yang ada di dua paslon tidak akan mampu mengalahkan idiologi dan nilai nilai yang saya pegang dalam menjalani kehidupan saya untuk pribadi, keluarga, bisnis, agama serta untuk masyarakat tempat dimana dirinya tinggal.

“Saya pilih Pradi karena dia dekat dengan siapapun,” ucapnya.

Sedangkan Ketua Perand (Persatuan Anak Depok) Nisan menambahkan, ini acara yang kedua Perand yang dihadirkan langsung oleh calon Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, sebelumnya Perand sudah mendeklarasikan untuk 100 persen dukung dan pilih Pradi-Afifah.

“Semoga peranan Perand dalam memenangkan pasangan Pradi-Afifah khususnya diwilayah kecamatan Limo sudah tidak diragukan lagi dalam raihan suara pada 9 Desember mendatang. Terima kasih atas kehadiran Bang Pradi, dan menjadi semangat buat Perand,” pungkasnya.**

Bogor

Buka OKK PWI Kota Bogor, Bima Arya: Wartawan dan Politisi Sama

BERIMBANG.comWali Kota Bogor Bima Arya membuka Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor di Ballroom Hotel Bogor Valley, kemarin, Sabtu (31/10/2020).

Bima Arya menguraikan tentang politisi dan wartawan yang memiliki persamaan tantangan. bahwa politisi dan wartawan dibagi menjadi dua orientasi, yakni mata pencaharian dan pengabdian, dalam sambutannya.

“Tapi irisannya seringkali tidak hitam putih seperti itu. Ada pekerjaan yang orientasinya mata pencaharian, tetapi ada komponen pengabdian. Sebaliknya, ada juga yang sebetulnya semangatnya pengabdian, tapi muncullah mata pencaharian disitu,” ujar Bima.

Menurut Bima, ada tiga tantangan dan godaan utama yang kerap menghampiri politisi dan wartawan. “Pertama adalah tantangan untuk menjaga nurani. Politisi senior, founding father kita,”

“dan wartawan senior semuanya adalah orang-orang yang berhasil istiqomah menjaga nurani. Dari mulai kiprah awal sampai menutup mata, nuraninya betul-betul terjaga. Jauh dari pragmatisme,” kata Bima.

“Wartawan dan politisi sama. Godaannya adalah terjebak pada kepentingan owner. Kalau politisi, siapa ownernya, ya Ketum (Ketua Umum) partai. Kalau ketum partai bilang A padahal nurani kita B, maka kemudian nurani kita tergadaikan. Kepentingannya apa? Bisa kepentingan politik, bisa kepentingan bisnis.”

“Teman-teman wartawan juga begitu. Wartawannya idealis tapi kalau ownernya pragmatis disitulah pertarungannya. Makanya kemudian banyak politisi yang membangkang. Banyak wartawan yang keluar. Wartawan tidak mungkin membangkang, karena (kalau membangkang) dikeluarkan,” jelas Bima.

Kemudian, lanjut Bima, ada kesamaan lain dari politisi dan wartawan. Di mana, dahulu itu tidak mudah jadi politisi dan wartawan. “Karena semua tersortir oleh seleksi alam pengabdian tadi.”

“Hari ini menjadi politisi, ibarat kayak daftar kerja. Mau Pilkada, kumpulin modal, daftar, jadi politisi. Pencalegan, daftar, jadi politisi, padahal seumur-umur tidak pernah menyentuh politik, tetapi karena proses singkat, masuk dia jadi politisi,” terangnya.

“Sama wartawan juga begitu. Dulu tidak mudah, ada proses ini, proses itu, pelatihan, sertifikasi,  jadi kalau sudah melewati itu semua, teruji. Hari ini kan gampang.”

“Banyak juga yang ngaku pers, kalau jawabannya dari pers sudah tahu berarti ini abal-abal. Biasanya kalau wartawan ditanya langsung disebut medianya. Karena ada kebanggan korps tadi. Banyak yang instan sekarang ini, baik politisi maupun wartawan,” tandas Bima.

Tantangan yang kedua, lanjut Bima, menjaga akurasi dan presisi. “Politisi bisa asal ngomong, kemudian menjadi hoaks, memicu kerusuhan. Wartawan juga sama, dituntut deadline, harus setor berita sekian per hari, kejar setoran, dan akurasi nomor sekian. Ini tidak mudah.”

“Sekarang ini eranya post-truth. Apa itu? Ketika keyakinan mengalahkan kebenaran. Fakta dinomorduakan. Politisi dan wartawan itu sama. Kita ini diancam oleh kebangkitan sektarian, kebangkitan primordia, kebangkitan SARA. Tidak hanya di masa Pilkada, tapi di masa-masa biasanya juga begitu. Tidak ada presisi, tidak ada akurasi, terbawa oleh sentimen emosi,” ujar Bima.

Tantangan terakhir, menurut Bima, adalah bagaimana kita bisa melakukan inovasi. Karena di era sekarang, setiap orang yang memiliki smartphone seperti menjadi pemimpin redaksi melalui kanal sosial media mereka.

“Jadi netizen ini kreasinya, inovasinya luar biasa. Merambah semua kanal. Kalau teman-teman wartawan tidak mampu berkreasi dan berinovasi maka kita akan dimakan oleh arus mainstream hari ini. Politisi juga sama. Kalau pakem lama, model lama, komunikasi lama, gaya lama, copy paste APBD, business as usual, tidak bisa.”

“Jadi tantangan kita sama. Menjaga nurani, membangun akurasi dan melakukan inovasi,” kata Bima.

Menutup sambutan, Bima Arya memberikan saran kepada wartawan untuk menjadi pilar demokrasi, penguatan kapasitas, hingga membangun kesejahteraan. “Insya Allah Pemkot Bogor siap bersinergi selama berlandaskan nurani,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulton Bukhawan mengapresiasi keaktifan PWI Kota Bogor dalam menggelar berbagai agenda organisasi, salah satunya Orientasi Kewartawanan dan Keanggotaan (OKK) ini.

“OKK PWI memang sudah hampir jarang. Hanya beberapa daerah yang melakukan OKK. Ini untuk perbaikan organisasi, kita mencoba membenahi di internal organisasi dulu. Dan upaya-upaya baru untuk kita bisa mengembalikan marwah wartawan yang profesional. Setelah itu kita mulai bangkit lagi dengan kegiatan-kegiatan yang ada,” ujar Tantan.

Menurut Tantan, PWI mempunyai peran penting bagi identitas wartawan Indonesia saat ini. “Tadi sempat ngobrol sama Kang Ari (Ketua PWI Kota Bogor Arietha Surbakti). Bahwa PWI sempat masuk dalam masa PWI yang ‘kucel’. Orang hanya tau wartawan itu PWI.”

“Sementara dengan identitas PWI-nya, kadang-kadang disalahgunakan. Ada juga yang mengaku anggota PWI, tapi mereka tidak mau bangga dengan identitas asal media dia bekerja dimana. Dan PWI selalu dijadikan tameng,” terang Tantan.

“Ini mungkin menjadi tanggung jawab besar teman-teman calon anggota PWI, untuk menjadi wartawan yang baik, wartawan yang mempunyai idealisme, untuk menjadi wartawan pilar demokrasi tentunya kita harus mengetahui apa yang menjadi dasar kita sebagai jurnalis, yang pertama adalah kode etik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti mengungkapkan bahwa OKK di Kota Bogor baru lagi digelar, sejak 3 periode ketua sebelumnya.

“Alhamdulillah kita tetap bisa menggelar, itu semua berkat support Pemkot Bogor juga. Salut untuk calon anggota PWI. PWI Kota Bogor sebelumnya sempat mengalami masa suram, tapi itulah kondisinya. Di mana secara organisasi, ibarat kopi tinggal ampas saja,”

“Alhamdulillah ketika saya berprinsip bagaimana ini supaya terisi kembali, harus diisi air bersih secara terus menerus. Dan teman-teman yang menjadi peserta OKK adalah air bersih yang akan membersihkan PWI ke depan,” pungkasnya.

(prokompim)

Bogor

Konsolidasi dan Koordinasi DPC GAAS Kabupaten Bogor

BERIMBAMG.comKabupaten Bogor memiliki potensi wilayah yang sangat strategis, selain luas wilayah, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Kabupaten Bogor menjadi keunggulan yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bogor yang maju dan sejahtera.

Terkenal dengan berbagai lokasi wisata alam indah di Kabupaten Bogor, serta ragam kulinernya yang lezat memanjalan lidah. Selain sebagai kota industri, perdagangan dan bisnis yang penting di Indonesia.

Kota ini juga merupakan wilayah penyangga Ibukota Negara Republik Indonesia yang memiliki peranan sangat penting dalam menjaga lingkungan sehingga harus selalu dilibatkan dalam setiap kebijakan yang terkait dengan wilayah Megapolitan Jabodetabek.

Keistimewaan dan Keindahan Kabupaten Bogor sangat membuat masyarakatnya bangga. uraian diatas menjadi harapan sebuah organisasi Dewan Perwakilan Cabang Gerakan Advokat Dan Aktivis (DPC GAAS) menjadi kebanggan warga Kabupaten Bogor,

Disampaikan Ketua DPC GAAS Kabupaten Bogor M. Roihan Lubis, dalam acara pertemuan koordinasi dan konsolidasi antara para pengurus DPC Kabupaten Bogor dan DPP GAAS,

Menurutnya kerja keras serta semangat memajukan DPC GAAS Kabupaten Bogor harus bisa bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, ormas-ormas yang ada di Kabupaten Bogor serta stake holder yang ada di wilayah ini.

“Dengan hadirnya ormas Gerakan Advokat dan Aktivis (GAAS) di Kabupaten Bogor semoga bisa turut menjadi kebanggaan juga untuk masyarakatnya,” ujar pria yang akrab disapa Roi ini. Sabtu (31/10/2020). di salahsatu cafe di Kota Bogor,

Pertemuan tersebut membahas berbagai hal terkait Kepengurusan dan program-program prioritas yang akan dilaksanakan oleh DPC GAAS Kabupaten Bogor atas arahan dan koordinasi dengan pengurus DPP GAAS.

“Harapannya semoga kepengurusan DPC GAAS Kabupaten Bogor cepat terealisasi agar bisa menjalankan program-program kerja yang telah di rencanakan dan dapat cepat bersinergi dengan masyarakat dan stake holder yang ada di Kabupaten” pungkas Roi Lubis kepada awak media.

(Yus)

Bogor

PWI Kota Bogor Gelar OKK, Walikota: Pemkot Bogor Siap Bersinergis

BERIMBANG.comPersatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Hotel Bogor Valley pada Sabtu (31/10/2020). Dengan tema “Memahami produk jurnalistik, menjalankan kode etik ditengah kemerdekaan pers”. OKK diikuti puluhan wartawan Kota/Kabupaten Bogor. Jawa Barat.

Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti mengatakan, hari ini baru kali pertama digelar kembali OKK oleh Kota Bogor dan di masa pandemi, mudah-mudahan tidak mengurangi secara kualitas, karena nanti ke materi yang akan tampil secara esensi berkaitan dengan organisasi PWI dan dengan dengan organisasi profesi wartawan tidak diisi oleh orang-orang yang dalam tanda kutip.

“Karena itu ada ujian yang harus dijalani dan merupakan syarat mutlak. Saya harap teman-teman yang ditunjuk saat ini dan ikut serta teman-teman yang sudah bekerja di media mainstream. Sehingga tidak kesulitan dalam menulis berita. Semoga teman-teman tidak ada kesulitan dalam OKK,” ungkap Ari.

Ari menambahkan, sehingga nantinya teman-teman wartawan mengetahui apa itu manfaat dan untuk apa di PWI Kota Bogor. Jadi tidak asal masuk, yang terpenting adalah teman-teman mengetahui adanya Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT).

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, dirinya ingin sedikit fokus pada ulasan tentang persamaan atap antara wartawan dan politisi. Karena pekerjaan itu terbagi dua, yaitu satu orientasinya pada pencaharian dan pekerjaan pengabdian.

“Sepanjang sejarah politisi dan wartawan masuk dalam pengabdian. Saat orang bercita-cita menjadi politisi dan wartawan orientasi sejatinya kepada pengabdian. Dalam sejarah terjadi irisan politisi menjadikan jurnalis menjadi sarana perjuangan. Tidak sedikit juga jurnalis menjadi politisi dan berkiprah dipolitik,” ungkap Bima.

Bima menjelaskan, dalam perjalanan banyak hal berbeda karena tantangan yang cenderung bergeser kepada mata pencaharian. Dari mulai kiprah awal dari pendahulu politisi dan wartawan marwahnya dijaga sampai diujung.

“Karena mereka berhasil menjaga idealisme dan pragmatisme, wartawan idealisme tapi owner-nya Politisi karena bisanjadi wartawan hatinuraninya A tapi perintah owner B bertentangan dengan owner. Kadang juga ada kejadian karena kerabat, teman sodara dan kolega. Mereka menitip berita karena kepentingan dan cair,” jelasnya.

Bima memaparkan, tidak mudah sekarang politisi dan wartawan diancam sektarian, promodia serta Suku, Adat, Ras dan Agama (SARA). Banyak politisi memainkan isu SARA, tetapi harus ada kemampuan media menjadikan edukasi secara presisi.

“Jangan sampai yang penting eksis dahulu. Masalah akurasi dan fakta belakangan. Kalau tidak mampu berkreasi termakan arus, bagaimana dunia digital mengancam televisi besar ini menunjukkan inovasi kreasi. Bagaimana mana ada Narasi televisi saat ini,” paparnya.

Bima juga mengusulkan, dengan adanya OKK ini bisa menjadikan bagaimana media menjadi pilar demokrasi. Kalau ada kepala dinas manipulasi asal base nya nurani dirinya dukung temen-temen kritis, tetapi kalau teman-teman wartawan bermain saya bela kepala dinas.

“Insya Allah godaan, tantangan dan peluang sama antara politisi serta wartawan. Karena itu ada penguatan kapasitas PWI Kota Bogor, sama hal nya seperti lurah, camat dan kepala dinas diupgrade. Makanya kompetensi ideal itu 40 persen dan karakter 60 persen. Karena itu saya selalu bercerita tokoh-tokoh pemimpin saat briefing staff,” tuturnya.

Bima berharap kedepan wartawan Kota Bogor menjadi wartawan idealis. Dirinya apresiasi dibawah Arihta Utama Surbakti bukan sekedar berdiri, tapi berlari kelihatan dari aktivitas dan kegiatan yang ada.

“Mudah-mudahan Kota Bogor akan mengorbitkan legenda jurnalis. Pemkot Bogor siap bersinergis,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, dirinya secara pribadi memberikan pandangan bahwa wartawan yang ada dan sebagai salah satu penyampai informasi bagi masyarakat dalam bentuk berita tapi bisa mengedukasi dan mengubah pemikiran masyarakat.

Menjaga norma-norma moral, bahwa seorang wartawan harus bisa mengemas bahasa agar informatif dan tidak menyinggung yang kurang berkenan dimasyarakat.

“Harus menjaga kesehatan dan keselamatan, selamat menempuh OKK,” tuturnya. (*)

Jabodetabek

Petugas Gabungan Tertibkan Cafe Yang Jual Miras, Salah Satunya Cafe Sebrang Hotel Uli Artha

BERIMBANG.com, Depok -Dalam rangka memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat, petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub Kota Depok melaksanakan kegiatan penertiban dibeberapa tempat yang disinyalir menjual miras.

Cafe yang terletak didepan Hotel Uli Artha menjadi sasaran razia petugas, sebanyak 75 personil gabungan diterjunkan dalam razia kali ini. Pasalnya keberadaan cafe yang membuat warga resah karena penjualan miras dan diduga tidak memiliki izin.

Ditemui disela kegiatan, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok, Topik menyampaikan, Hari ini kegiatan razia penertiban cafe dan panti pijat yang beberapa waktu lalu rame diberitakan media

“Kami saat ini kami sita KTP seluruh pegawai yang ada di TKP dan kita sita seluruh miras yang ada, nanti dikantor kita proses. Untuk para pegawai, yang kedapatan tidak kami kumpulkan satu titik mengingat masih dalam pandemi Covid-19.” ujar Topik. Kamis (30/10/2020)

Terkait perijinan, Topik menjelaskan pihaknya akan mendalami ada tidaknya ijin operasional

“Kami akan tidak lanjuti lebih mendalam dikantor terkait izin usaha baik cafe dan panti pijat, saat ini pengelolanya tidak ada disini cuma ada pegawai dan pelayan cafe dan kita minta tutup,” pungkasnya.

Topik berharap tidak ada lagi yang berjualan miras dan melebihi jam operasional

“Harapan kami, cafe tersebut tidak lagi berjualan miras dan jam operasionalnya tidak melewati jam yang sudah ditentukan apalagi saat pandemi covid-19,” harapnya.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui dilokasi mengaku senang dengan adanya razia seperti ini

“Alhamdulillah mas, akhirnya dirazia juga. Soalnya cafe itu kalau buka sampai menjelang subuh dan sering ada keributan disitu dan saya mengapresiasi petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP Kota Depok,” tutur salah satu warga yang menyaksikan razia.

Pada saat petugas merazia ditemukan ratusan botol miras yang disembunyikan pengelola cafe didalam salah satu mobil yang terparkir dihalaman cafe tersebut.(Novo)

Jabodetabek

Relawan Depok Begaya sasar Kaum Milenial Menangkan Pradi Afifah

BERIMBANG.com, Depok – Tak dapat dipungkiri, kalau perhelatan Pilkada Depok tahun 2020 ini banyak pemilih pemula dari kaum milenial yang cukup besar jumlah pemilihnya. Hal tersebut diperkuat DPT dari KPU Kota Depok jumlah pemilih muda/pemula.

Tentunya peluang inilah yang disasar oleh kekuatan Relawan Divisi Pendidikan ‘Depok Begaya’ untuk dapat merebut simpatik pemilih pemula dari kaum milenial yang memang menginginkan suatu perubahan di Kota Depok.

H Acep Azhari selaku ketua umum “Saya telah membekali tim kerja untuk segera melakukan gerakan memenangkan dan menjadikan Pradi Supriatna sebagai Wali Kota yang membawa perubahan lebih maju lagi,” tutur Ketua Umum Depok Begaya, H. Acep Azhari, Sabtu (31/10/2020).

Hal senada juga dikatakan Budiyanto Ketua Tim Divisi Pendidikan ‘Depok Begaya’ yang siap mengawal janji paslon nomor urut 1, Pradi-Afifah yakni akan mensejahterakan guru dan tenaga pendidikan manakala memenangi Pilkada 9 Desember.

“Kami bukan hanya memenangi tapi kami akan mengawal janji Bang Pradi Supriatna untuk mensejahterakan guru dan tenaga pendidikan,” tegas Budiyanto.

Mewakili kaum milenial, Rusman menambahkan, Bang Pradi itu orangnya asik dan gaul banget. Meski jarang sekali bisa langsung bicara tatap muka, tapi Bang Pradi perhatian banget dengan kegiatan anak-anak muda di Depok.

“Dengan Depok Begaya, saya yakin dapat meraih suara terbanyak dari kaum milenial dan siap memperjuangkan kesejahteraan para guru dan tenaga pendidik,” pungkasnya. “”