Penulis: admin berimbang

Bogor

Empat Agenda Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bogor

BERIMBANG.com Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan menghadiri Rapat Paripurna DPRD dengan 4 agenda yakni penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan APBD tahun anggaran 2021,

Penyampaian tanggapan Bupati terhadap Raperda Prakarsa DPRD tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dasar,  pengumuman anggota pansus DPRD pembahas Raperda,

Serta penetapan persetujuan bersama DPRD Kabupaten Bogor dengan kepala daerah terhadap tiga peraturan daerah, di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, pada kemarin Rabu, (18/11/2020).

Wabup mengatakan  Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyelesaikan penyusunan Rancangan APBD tahun anggaran 2021, Rancangan APBD ini disusun sesuai Permendagri Nomor 64 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021.

“Proses penyusunan Rancangan APBD tahun 2021 ini telah disinkronisasi dengan program prioritas Pancakarsa,” kata Iwan.

Gambaran umum Rancangan APBD tahun anggaran 2021 pendapatan daerah pada tahun 2021, ditargetkan sebesar 6,379 trilyun rupiah, dan belanja daerah direncanakan sebesar 7,230 triliun, “Defisit belanja akan ditutup oleh pembiayaan netto,” tambahnya.

Wabup sangat mendukung Raperda yang diprakarsai oleh DPRD tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dasar demi terwujudnya layanan dan kemudahan serta kualitas pendidikan yang bermutu.

Rapat paripurna ini juga menetapkan 3 Perda yaitu Perda Pembentukan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Perumda Pasar Tohaga dan Perda Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Jabodetabek

Ketum Depok Begaya : Pradi Akan Bangkitkan Ekonomi Melalui Pembangunan Pasar Dan Peningkatan Kualitas

BERIMBANG.com, Depok – Ketua Umum Depok Begaya H. Acep Azhari mengungkapkan Calon Walikota Depok Pradi Supriatna akan membangkitkan ekonomi. Salah satu programnya adalah pembangunan Pasar dan revitalisasi pasar tradisional yang berdaya saing. Menurutnya, upaya tersebut sangat baik dalam membela ekonomi rakyat.

“Dengan pembangunan dan revitalisasi pasar tradisional, maka diharapkan mendorong ekonomi masyarakat. Terlebih lagi, dengan penataan yang baik tidak kalah saing dengan pasar modern. Konsep ini tentu menjawab kebutuhan masyarakat,”ujarnya di RM. Gabus Pucung, Pancoran Mas.

Menurutnya, saat ini Kota Depok sudah memiliki pasar tradisional. Hanya saja, perlu pembangunan dan peningkatan kualitas pasar tradisional. Melalui pembangunan pasar sehat dan
renovasi desain serta layout pasar. Tujuannya agar semakin modern, bersih dan dicintai warga.

“Dengan penataan yang baik, maka Pasar tradisional akan hilang dari kesan kumuh, becek, kotor dan lainnya. Mengedepankan konsep modern, maka akan banyak mendatangkan konsumen untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari,”paparnya.

Sementara itu, dirinya menyebut potensi ekonomi cukup tinggi. Diantaranya: munculnya pasar kue shubuh setiap hari Minggu di Ramanda, Detos, Cinere. Selain itu, adanya pasar kaget setiap Minggu pagi di berbagai wilayah Depok. Belum lagi, lanjutnya, munculnya pasar malam juga berbagai tempat yang biasanya di jalan atau gang.

“Kondisi seperti ini dengan penataan yang baik, tentunya bisa menjadi pendongkrak ekonomi rakyat. Apalagi, omset di pasar kue shubuh, pasar kaget, pasar malam omsetnya cukup besar. Dengan kehadiran Pemerintah yang turut serta mendampingi maka akan menjadi kekuatan ekonomi dan daya tarik bagi warga luar Depok,”jelasnya.

Saat ini Kota Depok telah memiliki sejumlah pasar seperti; Pasar Kemiri Muka, Pasar Dewi Sartika, Pasar Depok Jaya, Pasar Cisalak, Pasar Agung, dan lainnya. Hanya saja, pasar di wilayah Barat Depok belum ada.*

Depok

YPJI Bersama DMC Bagikan Paket Sembako Dari Kemensos RI Untuk Wartawan

BERIMBANG.com, Depok – Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) lahir dari keprihatinan para Jurnalis Hiburan atas kondisi pandemi COVID-19 yang berdampak pada sesama rekan Jurnalis. Berawal dari sebuah Gerakan Peduli Jurnalis (GPJ) dengan membagikan paket sembako kepada para Jurnalis selama bulan Ramadhan lalu hingga menjadi Yayasan dengan cita-cita menyediakan Ambulance Pewarta.

Pembagian paket sembako yang diberikan Kementerian Sosial RI melalui Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) kepada beberapa jurnalis di Jabodetabek direspons positif.

Ketua Pembina DMC Rusdy Nurdiansyah sangat mengapresiasi pemberian paket sembako dari Kementerian Sosial RI melalui Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) untuk para rekan Jurnalis yang tergabung di Depok Media Centre (DMC).

“Saya sangat mengapresiasi bantuan sembako dari Kemensos RI melalui YPJI untuk rekan-rekan wartawan yang bertugas meliput di Depok dan tergabung dalam DMC. Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat bagi rekan-rekan wartawan,” tutur Rusdy Nurdiansyah didampingi Ketua DMC Adie Rakasiwi, Rabu (18/11/2020).

Musa jurnalis dari media FemIndonesia.com mengatakan, bantuan sembako ini sangat bermanfaat dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ini. “Apa yang dilakukan YPJI bisa membantu untuk sementara kehidupan para jurnalis yang terdampak Covid-19. Terima kasih juga DMC yang telah memfasilitasi pembagian sembako ini,” ujarnya.

Sementara Ketua Depok Media Centre (DMC) Adie Rakasiwi mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) yang sudah memperhatikan dan peduli kepada rekan-rekan jurnalis yang ada dan bertugas meliput kegiatan di Kota Depok.

“Salut dengan apa yang telah dilakukan YPJI untuk membantu rekan-rekan jurnalis dalam kondisi pandemi Covid-19. Dengan bantuan sembako ini setidaknya dapat meringankan kehidupan para jurnalis yang terdampak Covid-19,” pungkasnya.**

Bogor

Utamakan Protokol Kesehatan, Prosesi Anugerah PWI Kota Bogor

BERIMBANG.com Bogor – Jelang prosesi penganugerahan PWI Kota Bogor, berbagai persiapan mulai digeber panitia pelaksana Anugerah PWI Kota Bogor 2020. Event yang direncanakan berlangsung di Museum Peta, Jl. Sudirman, Kota Bogor pada 11 Desember 2020, mendatang.

Acara ini dirancang dengan kemasan bertema spirit kemanusiaan dan kesetiakawanan sosial, selain mengusung nilai optimisme dan harapan untuk membangun kembali Kota Bogor menuju zona hijau.

Itu sebabnya, demi memastikan alur prosesi dan kesesuaian rancangan acara, Tim Kreatif dan Produksi Selasa (17/11/2020) kemarin,

Panitia melakukan survey venue untuk mengakomodasi berbagai simulasi detail terkait layout venue, kebutuhan produksi event, mobilisasi audience hingga pematangan konten.

Sekretaris Panitia Anugerah PWI Kota Bogor 2020, Rifki Setiadi menjelaskan pelaksanaan prosesi penganugerahan akan dirancang secara online dan offline.

Ia menegaskan, panitia penyelenggara mengutamakan pemberlakuan protokol kesehatan dalam setiap alur acara, mulai dari kedatangan, pengisian buku tamu hingga lokasi tempat duduk tamu dan undangan.

“Event ini tetap harus adaptif terhadap beberapa ketentuan, seperti protokol kesehatan, physical distancing dan kondisi venue yang kita pilih,”

“Karena itu tim Kreatif dan Produksi merancang agar event ini bisa disaksikan secara online dan offline, baik itu di channel video maupun media sosial,” ungkapnya.

Rifki juga memaparkan, sisipan pertunjukan juga dikemas tanpa melibatkan banyak performer, tetapi didukung dengan multimedia baik itu video maupun audio.

“Insert performing tetap ada sebagai konten pendukung prosesi penganugerahan. Tetapi kita kreasikan dengan menggabungkan perangkat video atau audio. Semua dikemas untuk merespon pemberlakuan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, bentuk-bentuk pertunjukan seperti musikalisasi puisi, tayangan video, solo performing hingga dialog akan dihadirkan dengan kemasan menarik dan bernilai.

“Setiap segmen konten memiliki nilai dan makna bagi rasa kemanusiaan, solidaritas sosial dan semangat membangun harapan,” terang Rifki.

Anugerah PWI Kota Bogor 2020 merupakan program penutup akhir tahun berupa penganugerahan kepada para pejuang pandemi Kota Bogor, sekaligus menjadi bagian dari penanda Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN).

Selain kategori Pejuang Kesehatan, Pejuang Kemanusiaan dan Pejuang Filantropi, ajang persembahan dari wadah resmi wartawan Kota Bogor, juga akan memberikan anugerah kepada Pejuang Pandemi di Kabupaten Bogor dan penghargaan bagi wartawan di Kota Bogor.

Penghargaan bernama Cipta Panita Biwara itu merupakan apresiasi PWI Kota Bogor bagi jurnalis yang telah berjasa membangun nilai informasi penting, berharga dan berpengaruh dalam membangun semangat kemanusiaan pada masa pandemi. (**)

Depok

H Acep Ingatkan Para Barisan Relawan Pradi Afifah Dihimbau Untuk Terus Bergerak

BERIMBANG.com, Depok – Ketua Umum ‘Depok Begaya’ H. Acep Azhari mengingatkan para barisan relawan Pradi-Afifah diimbau untuk terus bergerak. Meskipun saat ini pasangan nomor urut Satu Pradi-Afi fah selalu unggul dalam hitungan survei. Harus semakin bersemangat dan jangan terlena dengan angka-angka survei.

“Maksimalkan semua pergerakan, amankan basis-basis dukungan Pradi-Afifah agar jangan sampai tercecer dan dikondisikan oleh pihak lawan. Pencoblosan pilkada hanya tinggal menghitung hari. Semangati terus masyarakat untuk datang ke TPS pada 9 Desember mendatang,” tegas H. Acep, Rabu (18/11/2020)

Menurut H. Acep, perjuangan dan kerja keras barisan relawan sudah terlihat hasilnya. Di berbagai wilayah hingga ke pelosok kampung, masyarakat sangat antusias menyambut ajakan relawan untuk bersama-sama mewujudkan suasana baru dan membenahi Kota Depok untuk menjadi lebih baik.

“Pelan tapi pasti kawan-kawan relawan berhasil meyakinkan dan mengajak masyarakat untuk mewujudkan perubahan dan suasana baru di Kota Depok. InsyaAllah keinginan masyarakat tersebut dapat diperjuangkan di TPS dengan mencoblos pasangan nomor Satu, Pradi-Afifah,” ujarnya.

H. Acep mengaku senang menyikapi hasil survei yang memposisikan Pradi-Afifah selalu unggul. Namun dia berharap barisan relawan tidak lantas terlena dengan raihan kemenangan yang dirilis oleh lembaga survei.
“Hasil survei tentunya kami respons positif, karena itu bagian dari penilaian obyektif dari kerja keras para relawan dan kader-kader parpol koalisi. Tapi unggul di survei tidak lantas membuat kami terlena. Justru menjadi pemicu semangat, agar kami lebih maksimal memperjuangkan Pradi-Afifah menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok,” ucapnya.

Seperti diketahui, Lembaga Pemantau Pemilu, Democracy And Electoral Empowerment Patnership (DEEP) kembali merilis survei calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang ‘bertarung’ di Pilkada Depok 2020.

Hasilnya, tingkat keterpilihan di survei DEEP, pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia unggul 49,6 persen. Sedangkan 47,8 persen responden menyatakan memilih pasangan Muhammad Idris-Imam Budi Hartono. Lalu sebanyak 1,9 persen responden menyatakan tidak tahu dalam memilih.

Diikuti 0,7 persen responden menyatakan tidak akan memilih pasangan manapun.
Rentang waktu survei tersebut dimulai pada 24 Oktober hingga 4 November 2020. Responden yang mengikuti survei sebanyak 2.684 orang yang berdomisili dan tersebar di 11 wilayah kecamatan di Kota Depok.**

Jelajah Desa

Babinsa Desa Cipicung Kecamatan Cijeruk Dampingi Penyaluran BLT DD Tahap Empat

BERIMBANG.COM, Bogor – Pemerintah Desa (Pemdes) Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor salaurkan Bantuan Tunai Langsung (BLT) Dana Desa (DD) tahap empat tahun 2020.

Penyaluran BLT DD tersebut yang langsung diberikan oleh pihak Pemerintah Desa Cipicung yang didampingin PKM Kecamatan Cijeruk, BPD, Babinsa, serta Satpol PP yang bertempat di Kantor Desa Cipicung, Kecamtan Cijeruk, rabu (18/11/2020) pagi tadi

U.Holik Sekretaris Desa Cipicung mengatakan, Turunnya Dana Desa tahap empat pada tahun 2020 pihaknya langsung merealisakannya dengan berupa Bantuan Tunai Langsung (BLT) DD kepada 386 Keluarga Penerima Manpaat (KPM) dengan sesuai ketentuan.

“Hari ini Pemerintahan Desa Cipicung menyalurkan BLT Dana Desa Tahap Empat Tahun 2020 sebanyak 386 KPM, untuk BLT tahap empat ini masing – masing KPM menerima Tiga Ratus Ribu Rupiah. Mudah – mudahan dengan turunnya bantuan ini warga kami sangat terbantu untuk mengurangi beban dimasa Covid19 ini,” ujar Sekdes kepada berimbang.com.

(Na)

Jabodetabek

Ketum Depok Begaya : Pradi Afifah Menang, UMKM Bakal Menjadi Program Unggulan

BERIMBANG.com, Depok – Sosok Pradi Supriatna yang juga berasal dari pengusaha tentunya paham dengan ekonomi. Terlebih lagi, dari tim ahli, relawan atau pendukungnya juga banyak berasal dari pelaku UMKM.

Hal itu dibenarkan Ketua Umum Depok Begaya H. Acep Azhari. Dirinya optimis Paslon nomor 1 Pradi-Afifah akan memberikan perhatian dan mendorong ekonomi kerakyatan serta UMKM.

“Kita mengapresiasi Pradi-Afifah yang maju dalam Pilkada dengan program unggulannya. Mendorong ekonomi kerakyatan dan UMKM dengan membangun pusat logistik dan bekerjasama dengan online marketplace. Ini adalah aspirasi para pelaku UMKM yang dijadikan program unggulan,” ujar H. Acep Azhari yang juga pemilik RM. Gabus Pucung ini, Selasa (17/11/2020).

H. Acep menuturkan, ekonomi kerakyatan dan UMKM perlu mendapat dukungan kuat dari Pemerintah. Pasalnya, melalui kebijakan Pemerintah akan memperkuat produk lokal dan pelaku usaha.

“Saat ini adalah era perdagangan online. UMKM bisa berdaya dan maju dengan bimbingan serta dukungan dari Pemerintah. Tentunya, selain produk yang dihasilkan berkualitas juga pelaku UMKM juga menguasai teknologi dengan melakukan penjualan melalui Marketing Online,” terang wirausahawan sukses kuliner ini.

Menurutnya, dalam program tersebut Pradi dinilai bukan baru rencana saja. Bahkan, lanjutnya, terkait program ini merupakan langkah nyata dan sedang diperjuangkan oleh UMKM.

“Ekonomi kerakyatan dengan Bela dan Beli produk lokal melalui dukungan Pemerintah. Pembangunan pusat logistik, secara pribadi saya juga sudah menyiapkannya di Daerah Cimanggis. Sedangkan, untuk bekerjasama dengan Online Marketplace ini juga sudah kita komunikasikan dan tinggal menjalankan,” tandasnya. *

Jabodetabek

Pilkada Disamakan Adu Ayam, Idris Tidak Mencerminkan Sebagai Calon Walikota Depok

BERIMBANG.com, Depok – Istilah pilkada adu gagasan bukan adu ayam yang dilontarkan calon Wali Kota Depok Mohammad Idris pada pemberitaan diharian lokal Depok membuat Sekjen DPC Gerindra Kota Depok, Hamzah angkat bicara.

“Sombong Idris, gak pantas bicara seperti itu. Udah kepedean menang, padahal belum tentu Idris bisa menang. Kenapa demikian, karena kata-katanya di media tidak terkontrol dan tidak mencerminkan seorang calon pemimpin. Dari mulai pasangannya menghembuskan isu santet samapi isu menyamakan pilkada dengan adu ayam,” tegas Hamzah yang juga anggota DPRD Kota Depok fraksi Gerindra, Senin (16/11/2020).

Hamzah mengatakan, seorang calon pemimpin itu harus elegan dan omongannya harus bisa menjadi panutan rakyat. “Kalau omongan pemimpin seperti itu dengan mengucap pilkada adu ayam, jelas omongan tersebut tidak elok dan tidak baik,” katanya.

Dikatakan Hamzah, dia (Idris-red) lupa kalau jabatan itu hanya titipan dan untuk meraih jabatan perlu bantuan banyak orang, dan yang pasti jabatannya pasti diminta pertanggung jawaban di dunia dan akherat.

“Kalau semasa dia meraih dan mejabat dzolim, nanti pasti ada balasannya,” ucap Hamzah.

Sementara Sekjen DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Ikravany Hilman yang juga anggota DPRD Kota Depok dari fraksi PDI Perjuangan Kota Depok menilai ucapan pilkada adu ayam, silakan aja berucap seperti itu. “Yang gak pantas itu kalimat itu keluar dari pihak yang bawa-bawa isu santet dalam pilkada. Terlalu gegabah kalau soal mistik dihubungkan langsung dengan pilkada,” paparnya.

Ikra sapaan akrabnya juga menyikapi fenomena mistik di pilkada Depok ini mengatakan, didalam agama memang ada alam ghaib tetapi dalam agama juga kita diperintahkan untuk menggunakan akal, jadi jangan sedikit sedikit ghaib nanti kita akan tersesat.

“Warga Depok sudah sangat cerdas, pilkada jangan disibukan dengan mikirin mistik, terampil gunakan akal sehat kalau tidak mau tersesat,” pungkasnya. (*)

Bogor

Libatkan Masyarakat, Pejuang Pandemi Bakal Raih “Anugerah PWI Kota Bogor 2020”

BERIMBANG.com Bogor – Banyaknya korban akibat COVID-19 yang mematikan. Perjuangan tanpa lelah bagi mereka yang terlibat langsung memutus mata rantai paparan virus patut di apresiasi dan diberi penghargaan.

Atas dasar itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor bakal mengganjar penghargaan bagi mereka yang berjuang melawan pandemi COVID-19, layaknya pahlawan.

Event yang dinamakan, “Anugerah PWI Kota Bogor 2020”, menjadi agenda akhir tahun organisasi pers tertua di Indonesia. Penerima pemghargaan akan diumumkan pada 11 Desember 2020 nanti.

Harapannya, Anugerah PWI dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat Kota Bogor khususnya, bisa bersama-sama melawan pandemi COVID-19, agar cepat berakhir dan kehidupan masyarakat kembali normal.

“Penanganan pandemi ini.. kan.. bukan tugas pemerintah semata, tapi butuh dukungan masyarakat,” kata Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti, beberapa waktu lalu.

Masyarakat yang telah berjibaku membantu pemerintah melawan pandemi patut diberi penghargaan, “Anugerah PWI Kota Bogor untuk para pejuang COVID-19,”

“Tujuannya hanya satu, yakni untuk mengapresiasi saudara-saudara kita yang berjuang tanpa lelah selama pandemi ini,” tuturnya.

Dukunganpun mengalir, diantaranya, “dari Wali Kota Pak Bima Arya dan Wakil Wali Kota Pak Dedie A. Rachim yang merangkap Kasatgas Percepatan Penanganan Covid -19 Kota Bogor,” terang Ari, sapaan akbranya.

Bagi mereka yang akan mendapat penghargaan pejuang pandemi yang ditetapkan sebagai penerima, bukanlah asal tunjuk. Hal itu dijelaskan Tegar Bagja selaku Ketua panitia Anugerah PWI Kota Bogor 2020.

Tegar mengatakan, proses penjaringan, konfirmasi dan verifikasi hingga sidang penetapan calon penerima Anugerah, “Dalam tahapan yang kami susun, masyarakat juga dilibatkan,”

“Tahap usulan calon penerima anugerah sudah mulai kita buka bertepatan dengan Hari Pahlawan. Selanjutnya, masyarakat juga akan kembali terlibat dalam tahap penentuan melalui jejak pendapat yang nanti akan kita buka,” terang Tegar.

Anugerah PWI ini akan diberikan kepada masyarakat umum/perorangan, komunitas/organisasi/perkumpulan/kelompok masyarakat, yayasan/badan usaha/perusahaan/wiraswasta, karyawan/pegawai negeri dan swasta, tenaga profesional/pengusaha, juga penghargaan khusus bagi pewarta Kota Bogor.

Dibagi dengan Katogeri Tenaga Kesehatan, Kategori Kemanusiaan dan Kategori Filantropi. “Mereka adalah subjek dan objek penerima anugerah. Mereka bisa mengusulkan dan berkemungkinan untuk memperoleh penghargaan ini,” katanya.

“Perjuangan, upaya dan pengorbanan panjang mereka di tahun 2020 itu, menjadi catatan penting dan tidak boleh kita lupakan. Anugerah ini adalah penanda dan penghormatan atas keterlibatan mereka,” kata Tegar.

Sebagai saksi peristiwa dari perjalanan besar masa pandemi di Kota Bogor, kepedulian para jurnalis dibawah naungan PWI Kota Bogor ini tergerak dan berharap agar bentuk penghargaan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Untuk para jurnalis, PWI Kota Bogor juga akan memberikan penghargaan jurnalistik bagi wartawan yang berjuang di masa pandemi dengan karya tulisnya yang bernilai kemanusiaan dan sosial melalui penghargaan Cipta Panita Biwara.

“Banyak rekan wartawan yang saat itu tetap meliput, menyajikan berita meski taruhannya adalah nyawa. Mereka karyanya menanamkan harapan bahwa kita sanggup menghadapi masa gelap pandemi,” kata Tegar.

“Jangan sia-siakan perjuangan mereka. Kita juga patut bangga dan takzim (amat hormat dan sopan) atas pengorbanan mereka,” pungkasnya.

Proses penetapan pemenang Anugerah PWI Kota Bogor dilakukan 5 tahap. Tahap awal adalah penerimaan usulan dari publik.

Tahap kedua, melakukan identifikasi, memilah kategori dan melakukan verifikasi data usulan yang masuk. Tahap ketiga, menentukan unggulan bagi setiap kategori,

Dilanjutkan tahap berikutnya, membuka jejak pendapat bagi masyarakat melalui website www.anugerahpwibogor.com dan media sosial yang disediakan oleh panitia.

Tahap akhir, dilakukan penilaian oleh Tim Panelis dari berbagai pihak baik itu dinas terkait, kalangan pendidikan hingga komunitas.

Koordinator Assesment dan Komunikasi pada Panitia Anugerah PWI Kota Bogor, Rizky Multri Prayasa mengajak masyarakat turut berperan menentukan penerima anugerah bagi pejuang pandemi Kota Bogor.

“Saat ini semua pihak boleh menyampaikan usulan hingga tenggat waktu penutupan usulan pada 25 November 2020 mendatang. Selain turut mengisi poling yang akan kami buka di website resmi kami mulai 30 November hingga 1 Desember 2020 mendatang,” jelas Rizky.

Turut terlibat sebagai tim penjaringan calon penerima anugerah, kata Rizky, sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bogor diantaranya Universitas Djuanda,STKIP Muhammadiyah Bogor, Institut Ummul Quro Al-Islami, Universitas Pakuan, dan Politeknik AKA.

Tim ini juga akan membantu melakukan verifikasi di lapangan dan mendokumentasikan setiap tahap yang berlangsung dalam penetapan calon penerima anugerah.

“Mereka bagian dari tim independen untuk menguatkan objektivitas proses penetapan calon penerima anugerah, termasuk melakukan verifikasi di lapangan,” pungkasnya. (**)

Jabodetabek

Berikan Pelayanan Prima, Disdukcapil Depok Serahkan Akte Kelahiran Bayi Kembar

BERIMBANG.com, Depok – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok terus melakukan terobosan seperti layanan jemput bola dengan memberi pelayanan prima untuk pembuatan akta kelahiran. Terbaru, pihaknya sudah menyerahkan akta kelahiran bayi kembar di RT 05 RW 03, Kelurahan Rangkapan Jaya.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Nuraeni Widayatti mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan akta kelahiran ke rumah warga pemilik bayi kembar di RT 05, RW 03, Rangkapan Jaya, pada Sabtu (14/11) kemarin.

“Akta kelahiran bayi kembar tersebut kami yang menyerahkan ke rumah orang tua bayi kembar tersebut. Ini merupakan bentuk pelayanan yang prima bagi masyarakat. Kami berupaya memudahkan pelayanan dokumen kependudukan,” kata Nuraeni, Minggu (15/11/20).

Dikatakanya, pelayanan seperti ini bukan hanya kali ini dilakukan oleh Disdukcapil. Pasalnya, sudah berulang kali pihaknya memberikan kemudahan kepada masyarakat, terlebih untuk warga yang kesulitan mengambil dokumen kependudukannya.

“Bagi kelompok rentan setelah kami melakukan jemput bola, dokumen kependudukannya kami antarkan langsung karena warga tersebut kesulitan mengambilnya. Sama seperti hari ini, kami mengantarkan langsung akta kelahiran kepada bayi kembar, asal Rangkapan Jaya,” terangnya.

Sementara itu, ayah bayi kembar, Lutfi mengaku terbantu dengan terobosan jemput bola Disdukcapil Depok. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat dalam mengurus akta kelahiran karena tidak perlu lagi ke kantor hanya untuk mengurus dokumen kependudukan cukup lewat WhatsApp.

“Terima kasih kepada Disdukcapil terutama ibu Kepala Disdukcapil yang telah  telah mengantarkan akta kelahiran anak saya ditambah dengan Kartu Keluarga terbaru serta Kartu Identitas Anak (KIA). Saya berharap program ini  terus berjalan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, kinerja Disdukcapil sangat baik dan patut menjadi contoh,” jelasnya.

Untuk diketahui, seluruh pelayanan administrasi kependudukan di Kota Depok tidak dipungut biaya atau gratis. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam  memberikan pelayanan terbaik bagi warganya. **