Penulis: admin berimbang

Depok

Usai Dilantik, Rusdi Nurdiansyah Akan Gelar Uji Kompetensi dan Benahi Fasilitator PWI Depok

BERIMBANG com, Depok – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok resmi dilantik. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PWI Jawa Barat, Ilman Hidayat ditandai dengan penyerahan bendera serta Surat Keputusan (SK) susunan kepengurusan dari ketua PWI Jawa Barat yang diterima oleh ketua PWI Kota Depok Rusdi Nurdiansyah.

Dalam sambutannya, Rusdi Rusdiansyah meminta dengan adanya pelantikan ini, para wartawan yang tergabung di PWI Kota Depok bisa lebih aktif lagi dalam menulis.

Selain itu Rusdi juga mengungkapkan bahwa program pertama dirinya yaitu
membenahi fasilitas PWI Kota Depok dan meningkatkan kompetensi wartawan dengan menggelar UKW.

” Saya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak dan rekan-rekan wartawan. Mari bantu saya jangan hanya sampai disini, tapi kedepan harus saling mendukung,”ujarnya saat menyampaikan sambutan pelantikan PWI Kota Depok di Gedung Balai Rakyat, Pancoran Mas, Kota Depok. Jumat (18/7/2021).

Sementara itu Ketua PWI Jawa Barat, Iman Hidayat mengingatkan kepada pengurus yang baru dilantik agar selalu mengingat sumpah.

“Anda sudah bersumpah akan menaati peraturan pers. Jangan sampai lupa, Kode etik jurnalistik itu intinya jangan bohong dan membuat berita fitnah tanpa data dan fakta,”ujarnya.

Menurutnya menjadi wartawan sesuai dengan aturan harus kompeten yaitu tidak menulis tanpa berdasarkan data.

” Saya tidak ingin mendengar anggota PWI menulis tanpa data. Jika masih ada itu adalah tugas ketua baru membenahi,”katanya.

Ia juga mengungkapkan profesi pers sangat luar biasa yaitu mengkritisi dan mengontrol bukan menzalimi.

” Makanya harus profesional kritik boleh tapi harus tetap membangun hubungan baik. Makanya PWI harus membina seluruh wartawan,”katanya.

Ia juga berharap agar setelah pelantikan tidak lagi ada faksi dan kelompok. Apapun yang terjadi pada saat pemilihan anggap sebuah dinamika organisasi.

“Harus kompak jangan lagi ada kelompok dan faksi. Mari saling merangkul memajukan PWI ke depan,”pungkasnya.

Bogor

Sat Pol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 153 Bangli Ditanah Irigasi

BERIMBANG.com 153 bangunan liar (Bangli) yang berdiri di atas tanah irigasi, di Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Jumat (18/6). ditertibkan  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah menjelaskan, kegiatan penertiban ini penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku di Kabupaten Bogor.

Camat Kemang, Kepala Desa Parakan Jaya, Kapolsek, serta perwakilan dari Koramil dan Lanud Atang Sanjaya hadir dalam Penertiban bangunan liar.

“Kegiatan hari ini adalah bagian dari penegakan Perda. Di sini ada 153 bangunan yang berdiri di pinggir-pinggir jalan, di atas tanah irigasi,” terang Agus.

“Lahan irigasi ini harus kita kembalikan lagi pada fungsi nya. Irigasi di sini sudah menyempit dan banyak sumbatan, kalau tidak segera kita lakukan tindakan, akan menimbulkan persoalan, salah satunya potensi banjir,” tandas Agus.

Kemudian, lanjut Agus, setelah penertiban ini, pemerintah daerah akan berupaya untuk menata kawasan hijau.

Lahan yang akan ditanami pohon-pohon, kemudian juga akan ada trotoar sekitar satu kilometer, sehingga, kata Agus, diharapkan daerah ini akan menjadi area baru bagi masyarakat, menjadi area yang lebih nyaman.

“Banyak sekali daerah-daerah yang memang bangunannya itu menggunakan tanah-tanah perbatasan dengan sungai, perbatasan jalan, yang tentunya ini sangat mengganggu ketertiban umum. Selain pengguna jalan terganggu, juga aliran sungai terganggu,” tandas Agus.

Ia menambahkan, selanjutnya akan menertibkan wilayah puncak, dengan harapan bisa berjalan dengan lancar,

“Kemudian nanti juga akan ada kerja sama (penertiban) dengan Satpol PP Kota Bogor di perbatasan, yakni di Villa Bogor Indah. Di sana juga banyak pelanggaran,” katanya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Daerah

Panglima TNI, Kapolri serta Menkes Pantau Pelaksanaan Vaksinasi di Madiun

BERIMBANG.com Panglima TNI, Kapolri, Menteri Kesehatan RI dan Kepala BNPB, Didampingi Forkopimda Jawa Timur, pantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Guna memastikan pelaksanaan vaksinasi dan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) pengendalian covid-19 berjalan dengan baik. Berlangsung di Ngrowo Bening, Madiun, pada Jumat (18/6/2021).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito,

didampingi Forkopimda Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta,

beserta Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya dan Pejabat Utama Polda Jatim, melakukan pengecekan jalannya vaksinasi yang berlangsung di Ngerowo Bening, Madiun.

Sempat berdialog antara Panglima TNI & Kapolri dengan petugas kesehatan terkait dengan pelaksanaan Prokes yang diterapkan dalam vaksinasi ini sudah berjalan dengan baik.

Sementara vaksin yang digunakan kali ini adalah vaksin Astrazeneca, dan masyarakat Madiun yang mengikuti vaksinasi sebanyak 721 orang, sedangkan yang sudah melaksanakan vaksinasi sebanyak 568 orang.

Usai melakukan pengecekan, Rombongan Panglima TNI, Kapolri, Menkes, dan Kepala BNPB serta di dampingi Forkopimda Jatim melanjutkan kunjungan ke Pos PPKM Mikro di desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Vaksinasi ini merupakan program Presiden RI, dalam memaksimalkan percepatan penanganan covid-19 di Indonesia, dengan meningkatkan herd immunity kepada masyarakat, dan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat.(***)

Cianjur

Satgas TMMD Reguler ke-111/Kodim 0608/Cianjur Himbau Warga Terapkan Prokes

BERIMBANG.com Cianjur – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Himbau terapkan Protokol kesehatan (Prokes), di Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Anggota Satgas TMMD Reguler ke-111/Kodim 0608/Cianjur, Kopda Didin Kamaludin tak henti-hentinya mengingatkan warga Desa Ciandam, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, agar menerapkan Prokes.

Dalam giat pelaksanaan TMMD di desanya. Babinsa Ciandam menggelar apel pagi, sebelum melaksanakan kerja bakti membantu Satgas TMMD mengerjakan pembangunan infrastruktur yang menjadi sasaran pokok. kemarin, Kamis, (17/06/21).

“Di masa pandemi kami sebagai aparat TNI (Babinsa) di luar tugas pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan program TMMD, kami juga mempunyai tanggung jawab untuk menghimbau dan menertibkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar,” kata Kopda Dindin

Hal ini, kata dia, dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Desa Ciandam yang merupakan tempat pembangunan infrastruktur jalan program Satgas TMMD 111 Kodim 0608/Cianjur.

“Ini merupakan wujud nyata kepedulian para Satgas TMMD ke 111 Kodim 0608/Cianjur kepada warga agar selalu sehat dan aman dimasa Pendemi sekarang ini,” tegasnya.

(Tatang/pendim.0608)

Jakarta

Merasa Korban PHK BRI, Ketum Organisasi Pers: Desak Pemerintah Bela Rakyatnya

BERIMBANG.com Jakarta – Pengakuan dari 9 mantan pegawai yang merasa di putuskan hubungan kerjanya atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. (Persero) Cabang BRI Medan, Sumatera Utara.

Mereka mendatangi Kantor Pusat BRI Jakarta, bermaksud menuntut keadilan atas nasibnya yang merasa diperlakukan semena-mena oleh pimpinan BRI Cabang Medan,

Aksi damai dan simpatik itu disampaikan pada pukul 09.00 WIB. beberapa hari lalu pada Rabu, 16 Juni 2021, didepan Kantor Pusat BRI, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Berlangsung tertib, aman dan lancar.

Didampingi atau dikawal oleh organisasi masyarakat (Ormas) Relawan AKAR dan Padamu Negeri, ke 9 eks BRI Medan melakukan orasi dengan membentangkan spanduk yang berisi pernyataan dan keluh-kesahnya.

Koordinator dan sekaligus juru bicara para eks pegawai BRI Medan ini, Tri Novalina dan Rita Kardina, mengungkapkan permasalahan yang menimpa mereka.

“Setelah dipekerjakan lebih dari 10 tahun sebagai petugas teller yang merupakan tugas utama sebuah perbankan di BRI Cabang Medan,” kata Tri Novalina.

“Kami di-PHK sepihak oleh manajemen BRI sejak Oktober 2020, dan belum mendapatkan keadilan yang kami harapkan, sementara keadaan ekonomi yang begitu sulit,” keluh Tri.

Dalam orasi, keluhan mereka telah diadukan ke beberapa pihak di Medan, termasuk ke DPRD Kota Medan, namun hingga saat ini belum ada hasil apa-apa. “Kami sudah mengadukan nasib kami,” kata Tri Novalina.

“Kami sudah dimediasi oleh pihak DPRD Kota Medan, dan Pimpinan DPRD sudah memberikan masukan kepada BRI Cabang Medan agar tidak melakukan PHK terhadap kami bersembilan orang, namun hal tersebut kelihatannya tidak digubris oleh pihak BRI,” keluh Tri Novalina dengan nada sedih.

Terpantau, aksi penyampaian aspirasi, sempat mengundang simpati dan rasa haru dari para pengguna jalan yang melewati jalur Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Karena mereka merasa sulit mendapatkan perhatian dari pihak BRI Cabang Medan dan pemerintah setempat, ikhtiar dan doa mereka, semoga pihak Direksi BRI Pusat dapat mendengarkan aspirasi dan tuntutan keadilan.

“Kami datang ke Jakarta sejak 6 Juni lalu, berharap dapat bertemu berbagai pihak yang sekiranya dapat membantu kami mendapatkan keadilan,” ucap Tri.

“Kami sangat berharap semoga jajaran Direksi BRI Pusat dapat mendengarkan kesedihan kami dan memberikan keadilan yang kami tuntut selama ini,” imbuh Tri Novalina.

Keluh kesah mereka beraksi mendapat perhatian ketua umum (Ketum) organisasi pers Nasional, Wilson Lalengke selaku Ketum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, yang sering terdengar memperjuangkan hak-hak Warga.

Tanggapan Wilson, bahwa mereka memperjuangkan haknya sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia yang patut didukung dan diperjuangkan

Upaya menyampaikan aspirasi, kata dia, keluh-kesah, dan tuntutan keadilan yang dilakukan oleh para korban PHK itu merupakan hak yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan.

“Pelaksanaan aksi damai di ruang publik yang ditujukan kepada para pihak terkait adalah hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang,” kata Wilson Lalengke, yang merupakan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

“Pada prinsipnya kita mendukung penyampaian aspirasi dan tuntutan keadilan yang dilakukan oleh sembilan eks pegawai BRI Cabang Medan yang menjadi korban PHK sepihak itu,” ujar Wilson.

Dirinya berharap agar BRI sebagai perusahaan perbankan milik negara dapat mendengarkan jeritan hati para eks pegawainya itu.

Bagaimanapun, Wilson berujar, mereka adalah bagian dari jajaran pekerja yang sudah berkontribusi membesarkan dan memajukan BRI selama ini.

Informasi yang ia dapatkan, “Saya dengar mereka termasuk pegawai yang cukup berprestasi selama bekerja sebagai teller di BRI Cabang Medan,” ujarnya.

“Teller adalah unit kerja di perbankan yang memerlukan ketekunan dan ketelitian kerja yang sangat tinggi. Jika bukan orang yang berkualitas bagus di unit ini, bank bisa mengalami ketekoran setiap saat karena salah hitung jumlah uang yang diterima maupun yang dikeluarkan atau dibayarkan,” terang Wilson.

“Jadi, mereka ini pasti para pekerja handal di BRI Cabang Medan dengan masa kerja yang terbilang lama. Sangat layak untuk diperhatikan tuntutan mereka,” tegas lulusan program pasca sarjana bidang Etika Global dari Universitas Birmingham, Inggris.

Persoalan yang dihadapi warga, seperti yang dialami sembilan eks pegawai BRI ini, lanjut Wilson, Pemerintah harus hadir membela rakyatnya. Apalagi BRI adalah salah satu Bank yang mengendalikan Pemerintah melalui Kementerian BUMN.

“Saya mendesak Presiden Joko Widodo, melalui jajaran Kementerian terkait, agar segera hadir di tengah rakyatnya yang diperlakukan tidak adil oleh jajaran pimpinan BRI Cabang Medan tersebut,”

“Pemerintah semestinya memfasilitasi penyelesaian yang adil bagi mereka sebagai wujud tanggung jawab negara sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi kita yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945,” ujar mantan Kepala Sub Bidang Program pada Pusat Kajian Hukum Sekretariat Jenderal DPD RI ini menutup keterangannya.

Penulis: APL (WL)
Editor: Tengku Yusrizal

Jakarta

Kasatpol PP Jakbar Dinilai Tidak Serius Tangani Covid 19

BERIMBANG.com, Jakarta – Kasatpol PP Jakarta Barat tidak tegas menindak pelanggaran protokol kesehatan Covid 19, dengan meningkatnya penyebaran ditempat hiburan sepertinya penegak perda tidak serius dilakukan, hal ini dapat meningkatkan cluster cluster yang sangat rentan terhadap virus.

“ Adapun nyatanya di lapangan masih banyak ditemukan tempat usaha yang melakukan pelanggaran Protokol Kesehatan Covid 19 dan pelanggaran lainnya seperti tempat hiburan, panti pijat ++ dan bahkan yang menjual minuman alkohol yang tidak ditindak tegas oleh Satpol PP Jakarta Barat,” ucap Erwinsyah Lubis Ketua DPD LSM Gempita Jakarta Barat.

Atas laporan masyarakat yang bernama Topan selaku pekerja dan karyawan di Furano salah satu tempat refleksi, akufuntur, kesehatan tradisional yang ditahan identitasnya oleh Satpol PP Jakarta Barat yang bernama Ivan selaku Kasiop Satpol PP Jakarta Barat.

Seperti yang terjadi pada Topan yang bekerja di salah satu usaha refleksi saat dirinya sedang bekerja terkena penertiban lalu Topan dimintai serahkan KTP untuk diperiksa identitasnya.

“Saya bingung tidak memiliki identitas diri seperti KTP kalau saya kenapa-kenapa saya bingung tidak ada KTP,” tegas Topan.

Erwinsyah Lubis selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (Generasi Muda Peduli Tanah Air) Jakarta Barat merasa tersentuh untuk peduli dan membantu Topan. Tepatnya tanggal 17 Juni 2021 Erwin ke kantor Satpol PP Jakarta Barat untuk menemui Ivan atau pimpinan lain dikarenakan banyak kejanggalan yang diduga tidak sesuai aturan yang berlaku. Tetapi Ivan dan pimpinannya tidak ada di tempat hanya ada anggota Satpol PP yang bertugas dan tidak ada yang bisa mengembalikan identitas KTP Topan.

“Menyikapi hal ini kami tetap membantu dan mendampingin Topan dan memantau ketat kinerja Satpol PP Jakarta Barat dan melaporkan tempat-tempat usaha yang tidak mematuhi aturan maupun yang sudah berkoordinasi ke Satpol PP Jakarta Barat, jangan hanya tempat Topan saja yang ditertibkan sehingga penertiban yang dilakukan terkesan tebang pilih,” tegas Erwinsyah Lubis.*

 

Daerah

Penanganan Covid-19 di Madiun, Forkopimda Jatim Gelar Rakor Anev

BERIMBANG.com Sejumlah forkopimda kota dan kabupaten jajaran Jawa Timur (Jatim) menggelar Koordinasi analisa evaluasi (Rakor Anev) secara virtual, yang di pimpin Forkopimda Jatim, di hotel daerah Madiun, pada Kamis (17/6/2021).

Berlangsungnya Rakor guna membahas permasalahan dan penanganan covid-19 di masing-masing daerah yang mengalami peningkatan kasus covid-19.

Forkopimda Provinsi Jawa Timur, diantaranya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta,

serta Sekdaprov Jatim, Pejabat Utama Polda Jatim, dan Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya dan stake holder penanganan covid-19 Jatim mengikuti Rakor anev penanganan covid-19,

dengan beberapa beberapa forkopimda wilayah Jatim, diantaranya: kabupaten seluruh Madura, yakni Sampang, Pamekasan, Sumenep, Bangkalan, selain itu juga ada kabupaten Ngawi, dan Bondowoso.

Pangdam V/Brawijaya mengatakan, dalam Rakor ini secara langsung dipimpin oleh Forkopimda Jatim, dan di ikuti oleh kepala daerah secara virtual.

Lanjutnya, namun tidak semua kepala daerah mengikuti Rakor ini, melainkan hanya kepala daerah yang cenderung ada peningkatan kasus covid-19, khususnya terkait penambahan kasus harian dan meninggal dunia.

“Memang untuk Jawa Timur masih fokus terhadap Bangkalan, setelah 11 hari atau 12 hari, lonjakan kasus mulai tanggal 5 sampai sekarang tanggal 17 ini masih belum ada penurunan untuk Bangkalan,”

“Kita tadi rapat koordinasi agar kasus Bangkalan tidak menimpa ke daerah-daerah lain,” kata Mayjend TNI Suharyanto, usai Rakor.

Langkah-langkahnya, kata Pangdam, adalah peningkatan BOR (Bed Ocupancy Ratio), kemudian penyekatan, vaksinasi nasional, dan penegakan protokol kesehatan.

“Ini pun harus terus digelorakan kepada masyarakat kita, dan khususnya mewaspadai terkait dengan adanya libur panjang,” lanjut Pangdam.

“Makanya Forkopimda tingkat provinsi keliling terus, kita memberikan semangat kepada para Bupati /Walikota, Kapolres, dan Dandim, untuk terus bekerja menjaga wilayahnya terkait dengan peningkatan kasus covid-19 ini,” pungkasnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menambahkan. Langkah-langkah penanganan covid-19, yang pertama adalah update dan singkronisasi data, terkait sebaran covid-19 yang nantinya dijadikan dasar untuk analisa dan evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro.

Dengan melaksanakan 3T secara Konsisten, ia melanjutkan, Cek Ketersediaan BOR Isolasi, dan BOR ICU. Laksanakan vaksinasi massal sesuai arahan Presiden. Mengoptimalkan pelaksanaan operasi yustisi. Melaksanakan kegiatan Covid Hunter secara konsisten.

“Laksanakan press rellease dengan melibatkan tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang berasal dari daerah masuk zona merah, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan,” papar Kapolda Jatim saat Rakor.

Selain itu, Kapolda Jatim memberikan arahan untuk melaksanakan penyekatan pada daerah yang masuk zona merah, dengan mengambil tindakan tegas, pengetatan pengawasan untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Laksanakan analisa evaluasi secara rutin dengan menindaklanjuti hasil Anev di tingkat provinsi sebagai acuan dalam pelaksanaan penanganan covid-19,”

“Harapan kedepan agar masyarakat disiplin dalam penerapan 5M (mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker dan membatasi mobilitas) dan mau mengikuti program 3T (Testing, Tracing dan Tratment) sehingga angka covid dapat ditekan dan ekonomi kembali bangkit” pungkas Irjen Pol Nico Afinta.(***)

Bogor

TTP Cigombong Sebagai Wahana Edukasi Pertanian Untuk Mewujudkan Suksesnya Membangun Perekonomian

BERIMBANG.COM, Bogor – Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cigombong merupakan Wahana Edukasi Pertanian yang ingin mewujudkan sukses membangun perekonomian Desa lewat Program Kampung Edukasi Pertanian. Pada TTP dilakukan budidaya hortikultura di lahan sempit, sejak 2015 juga membuka pelatihan teknologi pertanian dan peternakan.

TTP tersebut bisa membangkitkan perekonomian Desa dengan menginspirasi masyarakat maupun pengunjung untuk berwirausaha di bidang Pertanian dan Peternakan.  TTP didesain sebagai Kampung Edukasi Pertanian.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat, mengatakan, TTP Cigombong berdiri di atas lahan seluas delapan hektare, yang dibagi menjadi tujuh zonasi pengembangan. Yakni, zona pengembangan tanaman Hortikultura, tanaman Perkebunan, Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), Kambing Perah Compass Agrinak, Domba Savera Ampera, Pengembangan Tanaman Hijauan Pakan Ternak, serta Area Percontohan Mandiri Pangan dan Energi.

“TTP ini telah melibatkan masyarakat sekitar untuk mengelola di setiap zona. Keberadaan TTP berimbas positif bagi masyarakat sekitar. Sebelum TTP hadir, hampir semua warga hanya menaman singkong. Namun berkat pembinaan komoditas yang ditanam bervariasi,” ujarnya kepada Berimbang.com, kamis (17/6/2021)

Untuk lahan datar. Misalnya, masyarakat mulai berani menanam Durian Matahari dan Pala Banda, Sedangkan di lahan berlereng ditanami Kopi Robusta, Bibitnya memanfaatkan bantuan dan   fasilitas  teknologi unggulan. Selain berbagai keberhasilan tersebut, juga fokus Pengembangan Ayam KUB.

TTP Cigombong sukses membangun berbagai Kelompok Peternakan. Hingga kini, sudah terbentuk sekitar 23 kelompok peternak Ayam KUB, lima kelompok peternak Domba Savera Ampera, dan satu kelompok Kambing Perah Compass Agrinak.

“Sebagian besar kebutuhan pakan ternak yang dikembangkan di TTP juga dipasok oleh masyarakat sekitar. Bila melihat jumlah kelompok ternak yang terbentuk, nampak jelas jika ayam KUB merupakan komoditas favorit, bahkan menjadi ikon TTP,” jelasnya

Mengenai Lahan TTP, Asep juga menerangkan, Lahan tersebut milik Pemerintah Kabupaten Bogor, Bangunannya merupakan hibah dari Kementerian. Hingga saat ini tata kelolanya berada di bawah Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor.

Harapannya TTP menjadi motor penggerak dalam melatih para Petani, terutama para Pemuda agar terbentuk Kelompok Tani Milenial. Sementara ini, pemerintah Kecamatan Cigombong sedang merancang kegiatan pelatihan bagi para Santri dan Pemuda untuk mendapatkan ilmu Pertanian modern sebagai keterampilan hidup (life skill). Hal ini sudah dikoordinasikan dengan Manajer TTP, para pengelola Pondok Pesantren, dan Karang Taruna Kecamatan Cigombong. Semoga, dalam waktu tidak lama lagi bisa terlaksana.

“Kedepannya diharapkan para Santri dan Pemuda menjadi pelopor Petani Milenial yang dapat menghasilkan produk unggulan yang bisa dipasarkan keluar Cigombong dan menjadi pemasok kebutuhan Kawasan Ekonomi Khusus Lido,” terangnya.

(Na)

Bogor

Antusias Warga Kab. Bogor Tinggi, Presiden Akan Penuhi Kebutuhan Vaksin

BERIMBANG.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaksanakan kegiatan vaksinasi massal untuk masyarakat usia 18 hingga 59 tahun yang ber-KTP Kabupaten Bogor di sejumlah titik, salah satunya di Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis (17/6/2021). Warga terlihat antusias menerima dosis vaksin tahap pertama di Stadion.

Vaksinasi massal di Kabupaten Bogor yang diikuti kelompok pekerja yakni, pendidik, pedagang pasar, transportasi publik, tokoh agama, atlet, keamanan, pelayan publik, pekerja media, TNI, Polri, ASN, dan masyarakat umum lainnya.

Pemkab Bogor menghimbau warga yang akan divaksin menggunakan seragam kebanggaannya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, pendaftar vaksin online tercatat sebanyak 16.857 orang, namun yang sudah terverifikasi datanya sebanyak 10.361.

Hari ini (17/6) yang diundang untuk melaksanakan vaksinasi di Stadion Pakansari sebanyak 5.001 orang, sisanya 5.380 orang rencananya diundang melalui WA atau SMS untuk vaksinasi lanjutan. Peserta vaksinasi di 50 Puskesmas sebanyak 8.281 orang,

Peserta vaksinasi di tiga rumah sakit swasta sebanyak 700 orang. Total peserta vaksinasi massal tanggal 17 Juni 2021 sebanyak 13.982 orang.

Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan, Presiden melihat tingkat antusias warga yang ikut vaksinasi tinggi, oleh karena itu beliau akan memenuhi kebutuhan vaksin di Kabupaten Bogor.

Presiden minta, kata Ade, Pemkab Bogor terus lakukan percepatan vaksinasi, nanti katanya kalau ada kekurangan vaksin bisa difasilitasi Kementerian Kesehatan.

“Beliau juga paham kalau jumlah penduduk Kabupaten Bogor terbesar di Indonesia, makanya beliau juga meminta Kemenkes untuk terus penuhi kebutuhan vaksin di Kabupaten Bogor,”

“Saya bilang, kami siap meneruskan kegiatan vaksinasi massal di Kabupaten Bogor,” kata Bupati Bogor Ade Yasin.

Ade menambahkan keinginannya  minimal tahun ini sebanyak 20% persen dari jumlah penduduk sudah tervaksin, yakni sebanyak 1,2 juta jiwa, tapi itu tergantung kebaikan dari pusat juga, apakah mau mengalokasikan vaksin lebih banyak dari daerah lain.

Kabupaten Bogor ini lebih banyak jumlah penduduknya, jadi harus dimaksimalkan vaksinasinya. “Saya juga sudah rencanakan, termasuk bagaimana supaya ada insentif untuk tenaga vaksinasi,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang peserta vaksinasi, Marzuki, warga Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja menuturkan, Alhamdulillah, Pemkab Bogor mengadakan program vaksinasi massal.

“Mudah-mudahan dengan program vaksinasi massal ini, semua masyarakat khususnya warga Kabupaten Bogor lepas dari masalah Covid-19. Mari kita tetap jaga protokol kesehatan. Mudah-mudahan program vaksinasi ini juga bisa mencapai warga yang berada di daerah yang terpencil,” katanya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Jokowi Minta Pemkab Bogor Lanjutkan Percepatan Vaksinasi, Bupati: Kami Siap

BERIMBANG.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hari ini, Kamis (17/6/2021) melaksanakan vaksinasi massal di sejumlah titik, yakni di Stadion Pakansari, 50 Puskesmas, dan 3 rumah sakit swasta. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di Stadion Pakansari.

“Hari ini (17/6) saya bersama dengan Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bogor melihat langsung vaksinasi massal yang diadakan di Kabupaten Bogor, baik yang ada di Stadion Pakansari dan beberapa rumah sakit serta Puskesmas,” tutur Jokowi.

“Saya kira vaksinasi massal ini harus terus dilanjutkan, karena kita membutuhkan percepatan. Kecepatan vaksinasi ini dalam rangka mencapai herd immunity atau kekebalan komunal. Dengan herd immunity, kita harapkan penyebaran Covid bisa kita hambat, kita hilangkan dari negara kita,” tandas Presiden.

Jokowi mengucapkan terima kasih kepada semuanya, harapannya semua tetap bekerja keras mempercepat program vaksinasi ini secepat-cepatnya. Paling tidak di Kabupaten Bogor ini bulan Agustus itu sudah tercapai kekebalan komunal.

Sementara, Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan targetnya sebanyak 10.000 dosis vaksin, 5.000 dosis di Stadion Pakansari, 5.000 dosis lainnya tersebar di 50 Puskesmas dan rumah sakit swasta.

“Presiden sudah meninjau secara langsung di Stadion Pakansari dan virtual di beberapa Puskesmas dan rumah sakit,” katanya.

“Pak Jokowi mengungkapkan, ternyata di Stadion Pakansari tempatnya ideal, udara berputar bebas, jadi disarankan diteruskan disini. Jadi nanti akan kami atur kembali kegiatan vaksinasi selanjutnya,” terang Ade.

Ade menambahkan, Presiden minta Pemkab Bogor terus lakukan percepatan vaksinasi, nanti katanya kalau ada kekurangan vaksin bisa difasilitasi Kementerian Kesehatan. Presiden melihat tingkat antusias warganya tinggi, dan beliau akan memenuhi kebutuhan vaksin di Kabupaten Bogor.

“Beliau juga paham kalau jumlah penduduk Kabupaten Bogor terbesar di Indonesia, makanya beliau juga meminta Kemenkes untuk terus penuhi kebutuhan vaksin di Kabupaten Bogor. Saya bilang, kami siap meneruskan kegiatan vaksinasi massal di Kabupaten Bogor,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)