Bulan: Oktober 2021

Daerah

Menkopolhukam Sambangi Budayawan dan Seniman Se-Jatim di Gedung Mahameru Polda Jatim

BERIMBANG.com Surabaya – Menteri Koordinator Bidang Polhukam Republik Indonesia, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD. Sabtu (23/10/2021) malam, Silaturahmi bersama Seniman dan Budayawan yang ada di Jawa Timur, di Gedung Mahameru, Mapolda Jawa Timur.

Dalam silaturahmi yang dilaksanakan di mapolda jatim, antara Menkopolhukam bersama dengan para seniman dan budayawan di jatim. Juga didampingi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, yang diwakili oleh Plt Sekretaris Daerah Heru Tjahjono, Pangdam V Brawijaya Mayor Jendral TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta.

Dalam sambutannya, Menkopolhukam Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, menyebutkan, bahwa saat ini masyarakat menjalani normal baru serta peradaban baru untuk ke depan. Seperti jika bertemu dengan orang, saat ini tidak boleh berpelukan maupun berjabat tangan.

Selain itu, masyarakat harus tetap ikuti Protokol Kesehatan (Prokes). Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan Vaksin. Karena fungsi vaksin untuk mencegah sebelum orang kena Covid-19.

“Dengan kegiatan malam ini. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Jatim, yang telah memfasilitasi untuk bertemu dan berdialog dengan para Budayawan dan Seniman se Jawa Timur,”

“Silahkan untuk para budayawan dan seniman jika yang ingin ditanyakan maupun harapan untuk kedepan,” ucapnya.

Menkopolhukam dalam silaturahmi yang digelar di polda jatim pada malam ini, memberikan kesempatan kepada para seniman dan budayawan untuk berdialog secara langsung. Terkait dengan keluhan serta harapan mereka selama Pandemi Covid-19.

Saat diberi kesempatan, Percil salah satu seniman muda ini mempertanyakan, kapan dirinya dan juga seniman yang lainnya bisa manggung kembali. Karena selama Pandemi Covid-19 ini, banyak seniman yang belum mempunyai aktifitas.

“Kapan pak Menko, kita para seniman boleh manggung kembali pak,” tanya Percil.

Sementara itu, Menko Polhukam Prof Mahfud MD menyebutkan, bahwa Pemerintah Pusat sungguh – sungguh ingin membangun kesenian di Indonesia.

“Semua harus tetap sabar dan tetap mentaati aturan dari Pemerintah, jangan sampai ketika dibuka maka akan ada klaster baru lagi. Semua harus tetap menahan diri dahulu,” jelas Menko Polhukam.

“Adanya serangan Covid-19 ini, para seniman memang sangat terdampak,” tambahnya.

Sedangkan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, menjelaskan, bahwa Asesmen Mendagri, saat ini untuk wilayah yang masih berada di Level 4 maupun 3 masih belum diberikan izin untuk menggelar kegiatan.

“Untuk kegiatan nikahan sudah diperbolehkan, untuk di level satu namun tetap taati aturan. Seperti memakai masker, jaga jarak dan juga mencuci tangan,” jelas Kapolda Jatim.

Sehingga kami meminta kepada para seniman untuk membantu pemerintah mengajak masyarakat untuk melaksanakan Vaksinasi, karena di jatim sendiri targetnya 70 persen.(***)

Bogor

Piala Danrem 061 Cup ke VIII 2021 Diperebutkan 1200 Atlet Pencak Silat Pelajar di Bogor

BERIMBANG.com – Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Piala Danrem 061 Cup ke VIII tahun 2021, salah satu event akbar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bogor, bekerja sama dengan Korem 061/Suryakancana, di Lapangan Outdoor Korem 061/SK, Jalan Merdeka Kota Bogor, pada 23 hingga 24 Oktober 2021.

“Kejuaraan pencak silat ini tidak hanya unsur pelajar Kota Bogor. Akan tetapi melibatkan pelajar dari Kabupaten Bogor, Kabupaten/Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kota Depok,” ungkap Ketua IPSI Kota Bogor Subono Widoyoko kepada awak media.

“Ada 1200 atlet yang ikut serta, kurang lebih 60 Paguron atau sekolah yang tampil diajang ini,” tambah pria yang akrab disapa Bono tersebut.

Acara yang diselenggarakan dengan tetap menjaga protokoler kesehatan (Prokes) ketat, turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, jajaran DPRD Kota Bogor, dan Jajaran Polresta Bogor Kota.

“Hari pertama kejuaraan ini, yang melibatkan pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA, tentunya dengan prokes yang ketat. Para peserta yang mendaftar khususnya kategori pelajar SMP dan SMA diwajibkan melampirkan hasil swab antigen dan sertifikat vaksin, dilokasipun baik panitia dan tamu undangan diwajibkan PCR,” jelas Bono.

Sementara Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi mengapresiasi kejuaraan Danrem Cup ke VIII tahun 2021 yang diselenggarakan IPSI Kota Bogor.

“Saya sangat apresiasi penyelenggaraan kejuaraan ini, dimana ini merupakan kerjasama yang sangat baik antara IPSI Kota Bogor dengan jajaran kami (Korem 061/SK), hingga hari ini terselenggara dengan baik, ditambah prokes yang sangat baik,” ungkap Achmad Fauzi dalam sambutannya.

Danrem juga berharap semoga kejuaraan Danrem Cup ini dapat memberikan dampak yang besar bagi seni beladiri pencak silat di Kota Bogor.

“Harapan saya event kejuaraan ini, dapat memberikan dampak yang baik terhadap seni beladiri pencak silat, dan juga menjadikan para atlet beladiri yang tangguh dan dapat berprestasi di ajang yang lebih besar,” tegas Achmad Fauzi.

Ditempat yang sama Humas IPSI Kota Bogor Muhammad Hafiizh Ramanda Siregar, yang akrab disapa Ki Wulung Tunggal menyampaikan, kejuaraan Danrem 061 Cup tahun ini merupakan salah satu bentuk sinergi positif antara Danrem 061 Suryakancana dan IPSI Kota Bogor.

“Ini bentuk kegiatan sinergi positif, dimana bertujuan untuk meningkatkan kwalitas mental para atlet pencak silat untuk menjadi petarung yang berjiwa ksatria, dengan akhlak mulia untuk NKRI tercinta,” kata Ki Wulung.

Alhamdulillah, lanjut Ki Wulung, saat ini peserta yang hadir dari berbagai wilayah terdiri dari 60 kontingen sekolah dan paguron pencak silat, dari wilayah Bali, Jateng, Lampung, DKI dan Jabar.

“Dan untuk tingkatan sekolah dari mulai SD, SMP dan SMA yang menjadi persertanya dengan sistem pemasalan dan prestasi.” Target kami agar event ini bisa mencetak atlet-atlet terbaik, serta kami berharap event kami ini bisa menjadi contoh positif, pelaksanaan event dalam situasi pandemi,” tutup Ki Wulung.

(Ddi)

Berita UtamaBogor

Kisah Samin (67) Memikul Gerobak Mengais Rejeki Menjajakan Cuanki Bakso

BERIMBANG.com – Samin (67) asal Desa Sadeng, Kecamatan Lewisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang harus menanggung beban hidup keluarga beserta dua cucu, ia mengais rejeki dengan memikul dua gerobak dibahunya menjual produk makanan berkuah cuanki, baso dan tahu putih,

Gerobak beserta perlengkapan mangkuk, sendok, garpu, botol isi ulang penyedap rasa dan produk makanan, juga bumbu yang Samin pikul bukan miliknya atau bukan modal sendiri, ia hanya mengandalkan tenaga. Usai menjajakan dagangan, dirinya harus setoran sesuai yang terjual.

Samin, satu diantara 20 pedagang pikul keliling produk baso cuanki yang hanya bermodal tenaga. Disediakan oleh pemodal sebagai bosnya, yang juga menyiapkan mes atau tempat tinggal sementara sekaligus tempat menaruh gerobak, serta stok produk, di Bojonggede Kabupaten Bogor, juga kediaman bosnya.

Pengakuan Samin, produk makanan cuanki itu dibeli bosnya dari Bandung, tidak memproduksi sendiri, menurutnya rasa berbeda.

Mengais rejeki dengan memikul dua gerobak dibahu, Samin tidak ada pilihan. Sebelumnya berdagang roti keliling, hasilnya tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarga, lalu ia beralih menjual makanan siap saji dimangkuk berkuah “Bakso cuanki”.

Agar tetap panas kuah yang disajikan, dalam satu gerobak khusus menaruh kompor berbahan bakar minyak tanah, bukan kompor gas. Dan satu gerobaknya untuk menaruh stok cuanki, baso, dan tahu, serta bumbu-bumbu penyedap rasa lainnya yang harus ia pikul berkeliling.

“Yang disediakan bos pakai kompor minyak tanah,” kata Samin, sepengetahuannya memakai kompor minyak tanah lebih irit, “Kalau pakai kompor gas gak nutup (tidak ada untung),” ucapnya.

Kebersihan gerobak yang ia pikul selalu terjaga, “Kalau pagi saya bersihin gerobak ini, kalau gak dibersihkan suka bau (tak sedap) apalagi habis hujan pasti kotor,” katanya. Bumbu yang harus dibeli sama, melalui bosnya yang telah disiapkan, “Terus meracik bumbu (khusus cuanki),” katanya.

Selepas Ashar atau sekira jam 15.30 WIB, Samin memulai mengais rejeki berangkat memikul dua gerobak dibahunya, berkeliling mencari penggemar baso cuanki, itupun dibatasi jarak tempuh perjalanan sesuai dengan kemampuan fisik diusianya.

Samin menyasar pembeli penggemar cuanki didaerah Bojonggede, Desa Bojong baru, Kabupaten Bogor yang tidak jauh dari mes, “Kejauhan nanggungnya (memikul dua gerobak), cape,” kata Samin. Waktu berjualan ia membatasi, “Paling sampai jam 11 (23.00 WIB), tergantung ramainya pembeli, kadang jam 12 (24.00 WIB),”

Masa pandemi COVID-19 yang beresiko terpapar, tidak mengendorkan semangat tanggung jawab Samin menafkahi keluarga mengais rejeki dengan memikul dua gerobak dibahunya, walau keluhan sepi pembeli menghiasi disela ceritanya.

“Belum ada Covid ramai (dagangannya), sekarang beda, bisa setengahnya yang beli, tapi jalani aja, alhamdulalih ada aja yang beli mah,” kata Samin, yang selalu bersyukur.

Omset dagangan Samin, bisa mencapai 500ribu itu pun kalau habis. Setelah setoran hasil yang ia terima setiap harinya tidak menentu, “Namanya dagang, kalau lagi habis, ya bisa ada lebih 100ribu, kalau lagi sepi 50ribu, alhamdulilah,” terangnya,

Penghasilannya itu tanpa dibarengi order online, bahkan ia tidak mempunyai hape, “Kalau punya.. kan harus di isi pulsa, nambah pengeluaran, bisa habis lebihnya,” katanya, yang hanya mengandalkan penjualan langsung.

Diusianya yang telah senja Samin harus menafkahi istri dan dua cucunya. Kisah cucu Samin yang harus ditanggung karena menantu atau suami anaknya telah meninggal dunia, ia merasa bertanggung jawab untuk menafkahi anak dan cucunya itu.

Selama dua pekan Samin bisa mengumpulkan uang satu juta sampai 1,5 juta, ia pun harus pulang ke Lewisadeng, memberi uang belanja dan biaya kebutuhan cucunya yang masih sekolah dasar dan dipondok pesantren.

“Selama dua minggu, istri saya kasih satu juta, alhamdulilah cukup,” kata Samin, sisanya ia sisihkan untuk kebutuhan sekolah cucunya, “Kadang 500 buat biaya anak yang SD dan yang lagi pesantren,”

Pulang kekampung dimanfaatkan Samin untuk rehat dan bercengkrama menemani keluarga, paling lama 5 hari. Kemudian ia harus kembali ke Bojonggede, menggendong dua gerobak dibahunya.

Mengais rejeki dengan memikul dua gerobak dibahunya, dijalani Samin lebih dari 10 tahun, Bantuan sosial atau Bansos apapun selama pandemi COVID-19 dari pemerintah, tidak pernah ia dapatkan, apalagi pemberdayaan pemerintah bagi usaha ultra mikro seperti dirinya.

Anggaran penanganan terdampak pandemi COVID-19 di Kabupaten Bogor seperti Kesehatan, Dampak Ekonomi, Jaring Pengaman, Samin tidak pernah mendapatkannya, “Gak ada,” katanya, dengan mimik bingung ia malah balik bertanya, “Emang ada,”

Bantuan sosial yang pernah ia dapatkan hanya beras, itu pun sebelum ada COVID-19 dua tahun yang lalu, “Pernah dulu ada 10 liter beras, Setelah ada Covid gak dapat,” kata Samin.

Samin yang selalu bersukur dengan kondisi tubuhnya yang selalu sehat, “Alhadulilah sehat, paling sakit lutut,” kata Samin. Vaksin COVID-19, “Belum pernah, yang penting sehat bisa usaha,” ujarnya.

Seperti diketahui, dilansir situs Kabupaten Bogor pada April ditahun 2020 mengalokasikan anggaran terdampak COVID-19 sebesar Rp 384 milyar lebih, dengan program refocusing anggaran untuk optimalisasi penanganan covid-19.

Ketua Bappeda Kabupaten Bogor yang masih dijabat Syarifah Sofiah, pada April 2020 menjelaskan anggaran untuk penanganan kesehatan senilai Rp191.050.108.590, penanganan dampak ekonomi sebesar Rp 4.028.000.000, dan anggaran jaring pengamanan sosial sebesar Rp188.994.600.000,-

Namun anggaran tersebut dibulan Agustus 2020, hanya terserap setengahnya, “Evaluasi serapan anggaran COVID sudah hampir 50 persen,” kata Bupati Bogor, saat koordinasi daya serap anggaran penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi (31/8/2020), dikutip berimbang dari Antaranews.com

Hingga bulan Desember, dalam laman resmi Kabupaten Bogor menyoroti realisasi anggaran program prioritas tahun 2020, kala itu waktu efektif pelaksanaan tinggal 16 hari lagi sampai dengan 23 Desember.

“Seluruh kepala perangkat daerah, saya perintahkan untuk melakukan pengawasan ketat pelaksanaan dan proses pencairannya setiap hari, bahkan kalau bisa tiap jam,” kata Bupati Bogor Ade Yasin, kala itu.

Kemudian pada Desember 2020, Ade Yasin meminta kepada Kadiskop UMKM dan Kadisnaker, agar segera merealisasikan bantuan Bansos, UMKM dan untuk korban PHK, dengan ekstra hati-hati dalam proses penyalurannya dan pengadministrasiannya.

Kembali ke Samin, dari sekian banyak anggaran, hingga tulisan ini terbit, Samin selaku pedagang yang memikul beban gerobak dibahunya berkeliling setiap hari menjajakan produk makanan cuanki, ia tidak pernah mendapatkan bantuan penanganan penanganan dampak COVID-19.

“Pernah dimintai KTP dan KK (didesanya), tapi gak ada (tak pernah dapat bantuan dari anggaran penanganan terdampak COVID-19 _Red)” katanya, yang mempunyai harapan membuka warung dengan sendiri, “Gak ada modal,” katanya lirih, Jumat malam, 22/10/2021.

Keterangan foto: Samin memikul dua gerobak keluar dari halaman rumah penduduk, usai melayani pembeli. (22/10/2021)TYr.

(Tengku Yusrizal)

Bogor

Hari Santri Nasional 2021, Bupati Bogor Apresiasi Pondok Pesantren dan Lembaga Islam

BERIMBANG.com – Apresiasi dan terima kasih disampaikan Bupati Bogor Ade Yasin kepada Pondok Pesantren dan Lembaga Islam di Kabupaten Bogor atas kontribusinya dalam mengedukasi masyarakat, bersinergi mendukung dalam upaya peningkatan keimanan dan kesalehan sosial masyarakat Kabupaten Bogor.

Diungkapkan Bupati Bogor saat memperingati Hari Santri Nasional 2021, di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Jumat (22/10/2021).

Bentuk apresiasi terhadap Ponpes dan lembaga Islam, dilakukan Pemkab Bogor dengan membangun beberapa sarana dan prasarana keagamaan, pemberian insentif guru agama sebesar 2,4 juta pertahun, lalu insentif guru ngaji 2,4 juta pertahun,

serta insentif guru madrasah 3 juta pertahun. Kemudian beasiswa Pancakarsa untuk 1.200 salah satu kriterianya adalah hafizd Quran, program 1.000 hafizd Quran, juga Kartu Bogor Sehat untuk marbot masjid.

“Ada 1.400 pondok pesantren di Kabupaten Bogor, mudah-mudahan kami bisa memberikan kontribusi, selain membantu beberapa pesantren untuk membangun ruang kelas baru, madrasah, dan juga insentif guru agama, guru ngaji, dan untuk RT/RW.”

“Ada juga bantuan beras, nasi dan lainnya, kita berusaha membantu menyediakan itu semua walaupun tidak semuanya. Kita usahakan bisa membantu berkoordinasi dengan para kyai dan semoga kondusif,” terang Ade Yasin.

Dalam mendukung dan memperingati hari santri, Bupati Bogor telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 061-763-Org tentang Penggunaan Pakaian Muslim untuk ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Ini kami lakukan untuk membudayakan kembali semangat santri bagi ASN, dimulai dari cara berpakaian,” tandasnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Jabodetabek

Enam Kepala Keluarga Di RW 01 Menerima Bantuan RTLH Dari Pemkot Depok

BERIMBANG.com, Depok – Sebanyak Enam unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah RW 01 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok akan mendapatkan bantuan perbaikan atau rehab dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Bantuan ini merupakan tindaklanjut dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2020.

Ketua Rw 01 Achmad Mauludin mengatakan, kami selaku pengurus diwilayah mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota Depok, baik dari pihak LPM, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos dan Walikota Depok yang telah dapat membantu warga kami yang rumahnya memang sangat membutuhkan perbaikan, A.Mauludin mengatakan ada 6 penerima manfaat RTLH yang akan diperbaik di wilayahnya pada tahun ini.

Menurutnya saat ini penerima bantuan RTLH sedang mengisi formulir untuk membuat buku tabungan BJB karena bantuan uang perbaikan RTLH akan dikirimkan langsung ke rekening mereka tanpa perantara.
“Diharapkan bulan ini dana bantuan sudah masuk ke rekening penerima agar rumah mereka dan dapat segera dibangun untuk segera diperbaiki,” harapnya.

Lanjut Achmad Mauludin, masing-masing penerima bantuan RTLH mendapatkan dana perbaikan senilai Rp 23 juta. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban penerima manfaat dan memberikan hunian yang nyaman kepada masyarakat kami diwilayah Rw01 Kelurahan Jatijajar Kecamatan Tapos, Dan bisa sesuai dengan harapan pemerintah Kota Depok” Pungkasnya. ( Ach/ Red ).

Daerah

Cek Vaksinasi Massal Santri, Forkopimda Jatim Dampingi Kunjungan Wakil Presiden RI

BERIMBANG.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, dampingi Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin dalam rangka Kunjungan Kerja di sejumlah daerah di Jawa Timur, pada Kamis (21/10/2021).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, mendampingi Kunjungan Kerja Wapres K.H Ma’ruf Amin di Jatim, dianyaranya melakukan pengecekan vaksinasi massal, kepada santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah dengan target 15.000 dosis.

Wapres K.H Ma’ruf Amin dan Forkopimda Jatim juga menyapa alumni Pondok Pesantren Salafiyah secara virtual, yang juga sedang melaksanakan vaksinasi masal.

Kegiatan Vaksinasi kali ini dilaksanakan mulai tanggal 21 Oktober sampai dengan 3 November 2021, dengan capaian target vaksin sebanyak 15.000 dosis, didukung vaksin dari dinkes, kodim maupun Polres Situbondo dan dukungan tenaga kesehatan jumlah 100 personel.

Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah Makam Pahlawan Nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin, Jl. KHR. Syamsul Arifin, Sukorejo, Sumberejo, Kec. Banyuputih, Kabupaten Situbondo.

Selain itu, Wapres juga berkesempatan memberikan orasi ilmiah, dalam rangka wisuda ke-XXX, Universitas Ibrahimy Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Usai melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Situbondo, Wapres beserta Forkopimda Jatim menuju Kabupaten Banyuwangi, dengan melakukan peninjauan pelayanan publik Online Single Submission (OSS) berbasis resiko, di Mall Pelayanan Publik, kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah daerah dan pelaku usaha tentang system OSS perizinan berusaha berbasis resiko, pasca disahkannya Undang – Undang Cipta Kerja dengan memberikan kemudahan proses perizinan berusaha easy doing business, sebagai bentuk upaya untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan berusaha di daerah, serta menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan investasi di kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan dilanjutkan dengan Peninjauan Lounge Pelayanan Publik Pemerintah kabupaten Banyuwangi, diharapkan para tamu yang datang ke kabupaten Banyuwangi, dapat mempermudah akses data bagi para tamu. Mulai dari program – program Pemkab Banyuwangi, hingga tampilan CCTV yang mengkoneksikan antara Pemkab dengan berbagai dinas terkait.

Selanjutnya, Wapres beserta Forkopimda lanjut meninjau rumah kreatif di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kabupaten Banyuwangi. Di rumah kreatif ini telah dilakukan pelatihan kepada buruh migran dan masyarakat difable, dengan tujuan untuk meningkatkan kecakapan dan kemampuan kerja mandiri, kewirausahaan dan manajemen para penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat mengidentifikasi peluang usaha dan memulai usaha mereka sendiri.

Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menghidupkan kewirausahaan sebagai strategi dalam penciptaan lapangan kerja.

Dalam kesempatan ini, Wapres K.H Ma’ruf Amin menyampaikan, Indonesia butuh hal seperti inilah yang kita harapkan, setiap kabupaten di Jawa Timur punya mall pelayanan publik dan pusat – pusat pelatihan pemberdayaan masyarakat.

“Saya lihat, saya dengar tadi ada pasar pelayanan publik di tempat-tempat atau kampung nelayan. Sehingga mereka di dalam mengurus segala persoalan tidak harus datang ke kabupaten, mereka di tempatnya disana sudah bisa. Jadi ini mempercepat, memperpendek, mempermudah dan juga menghindarkan adanya pungutan liar,” kata Wapres saat meninjau rumah kreatif.

“Lalu yang saya temukan juga, yang menjadi masalah kita yaitu mengenai satu data, misalnya data-data UMKM, data-data orang miskin, data-data siapa yang harus memperoleh bansos ternyata sudah di Lounge pelayanan publik itu datanya sudah ada,” tambahnya.

Lebih lanjut Wapres menjelaskan, ini kita Indonesia sedang menuju satu data yang kita sebut dengan validasi data. Kalo ada program baik yang sifatnya itu bantuan sosial atau pemberdayaan bisa tepat sasaran.

“Selain itu, pemberdayaan difabel dan buruh migran ini menjadi program kita, bisa merobah mindsetnya untuk berkarya di kampungnya sendiri,” ujarnya.

“Saya harapkan seperti ini semua di indonesia kita punya, pelayanan publik dan pusat – pusat pelatihan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin.(***)

Daerah

Capai Omzet Rata-rata per Hari Rp 300 Juta Ekspor Tanaman Hias Se-Kabupaten Bogor

BERIMBANG.com – Omzet rata-rata per hari pelaku usaha ekspor tanaman hias se-Kabupaten Bogor sebanyak 200 juta sampai dengan 300 juta. Jumlah yang cukup besar dan tentunya menyumbang devisa untuk negara.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin dalam Workshop Akselerasi Ekspor Tanaman Hias, di The Espemia Convention Hall & Villas, Ciawi, Kamis (21/10/2021).

Keberhasilan ekspor, lanjut Ade, prestasi yang membanggakan dan hendaknya menjadi contoh dan motivasi bagi para petani atau pelaku usaha tanaman hias lainnya untuk meningkatkan produksi tanaman hias.

“Saya sangat mengapresiasi, bahwa di tengah kondisi pandemi Covid 19, para petani dan pelaku usaha ekspor tanaman hias, mampu bekerja keras dan meraih peluang dalam berusaha tani,”

“Pemerintah Kabupaten Bogor menaruh perhatian kepada petani dan pelaku usaha tanaman hias melalui pemberian bantuan berupa green house, pipanisasi, sarana pasca panen dan alat kultur jaringan,” kata Ade Yasin.

Ade melihat kerja keras para petani dan pelaku usaha ekspor tanaman hias Kabupaten Bogor, ia optimis ekspor tanaman hias Kabupaten Bogor akan semakin berkembang.

“Usaha keras yang dilakukan oleh petani saya kira patut kita hargai, dan tentunya kita juga ingin, selain memenuhi kebutuhan tanaman tetapi pada intinya meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan petani,” katanya.

“Saya kira banyak ekspor tetapi kalau kita tidak sejahtera atau harga yang ditekankan terlalu rendah, saya kira juga itu tidak ada manfaatnya untuk petani jadi hanya dapat capeknya aja,” ujar Ade.

Ade menambahkan, pemerintah pusat harus mengawal harga yang menguntungkan petani. Jangan sampai sudah kerja keras, pesanan banyak, begitu sudah siap dikirim harganya turun.

“ini yang dikhawatirkan. Akhirnya modal mereka tidak balik tetapi mereka harus tetap mengirim tanaman tersebut. Saya mengajak untuk bersemangat, bekerja keras dan terus berinovasi untuk memacu dan mempertahankan produksi,” Pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Buah dan Florikultur, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementrian Pertanian, Liferdi Lukman menjelaskan, bicara tanam hias selama pandemi ini memang ada pergeseran yang semula tanaman hias didominasi tanaman bunga potong tetapi selama pandemi ini terlaih berubah ke tanaman hias daun.

“Tanam hias daun muncul mengambil peran begitu besar dan kita bersyukur Indonesia negara terbesar pengekspor tanaman hias kedua setelah Brazil. Tanaman hias yang dieskpor asli dari Indonesia sangat original,” papar Liferdi.

Pandemi ini, katanya, tidak dijadikan sia-sia bagi petani tanaman hias daun, sehingga bisa hadir di pasar internasional. Kementerian pertanian berupaya untuk menggencarkan apa yang kita miliki. Bulan November nanti ada acara di sepuluh negara jadi kita akan gencar mempromosikan.

“Masing-masing pejabat eselon diberi tanggung jawab mempromosikan komoditas kita, berbagai upaya terus kita lakukan untuk menggarap potensi tanaman hias, salah satunya di Kabupaten Bogor,” katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianty menerangkan, terdapat 33 perusahaan ekspor tanaman hias yang melibatkan lebih dari 251 orang petani mitra.

“Kami ingin menjadikan Kecamatan Tamansari sebagai kampung florikultura dengan dilengkapi instalasi karantina mandiri, sehingga dapat mempermudah eskpor tanaman hias,” katanya.

Ucapan terimakasih ia sampaikan kepada Bank BNI tentang bantuan pembiayaan dan dukungan ekspor untuk tanaman hias, “Kami juga sampaikan terima kasih tim jajaran BNI baik BNI pusat maupun Bogor yang telah memberikan dukungan penuh, demi terlaksananya acara ini,” katanya.

Pelaku Usaha Tanaman Hias Daun Kecamatan Ciseeng, Cici Melita Rahmawati mengaku baru berjalan 7 bulan, telah memberdayakan sekitar 200 petani binaan diwilayahnya untuk memproduksi tanaman berstandar ekspor. Rasa optimisnya akan dikirim keseluruh dunia, untuk menguasai pasar global.

“Rata-rata pendapatan petani binaan kami bisa mencapai 10 sampai 15 juta untuk satu petani dari memproduksi 200 sampai 500 tanaman per bulan. Sejauh ini yang kami produksi massal ada 70 jenis tanaman yang asli indonesia,” ujar Cici.

Cici bersama kelompoknya pernah mengikuti kegiatan expo berskala internasional, juga mempersiapkan sistem dengan membuat aplikasi inventory, sehingga para petani dapat menginput ketersediaan produksi mereka, yang juga bisa diakses oleh seluruh eksportir.

“Saya yakin dengan kita berkolaborasi, semua saling mengambil peran, semua saling mensupport, kita dapat bangkit dan kita dapat mencapai target menguasai pasar global tanaman hias,”

“Apalagi dari kalangan milenial dengan segala kemudahan akses informasi, teknologi dan sebagainya. Saya yakin para petani milenial dapat mengambil peran yang penting untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Jabodetabek

Camat Tapos Abd Mutholib Membuka Sosialisasi Perwal Nomor 13 TH 2021 Di Kel Jatijajar

BERIMBANG com, Depok – Kepala Kecamatan Tapos Yang baru saja menjabat Abd Mutholib S.Pdi membuka sekaligus memberikan pencerahan mengenai PerWal Kota Depok No 13 Th 2021 kepada ketua Rw dan Rt yang ada di Kelurahan Jatijajar, yang dilaksanakan diaula kantor Kelurahan Jatijajar pada Kamis (21/10).

Acara sosialisasi yang diadakan dihadiri oleh perangkat pemerintahan kota Depok, Kepala Kecamatan Tapos Abd Mutolib, Kasi Etbang Tono Hendratno, Lurah Jatijajar Sutadi S.Pd , ketua LPM, Para Kasie, Ketua RW, Dua orang Ketua RT perwakilan disetiap Rw serta tokoh masyarakat setempat.

Didalam sambutanya Abd Mutholib mengatakan, Perwal no 13 ini adalah penganti Perda 10 Tahun 2002, yang menjelaskan bagaimana mekanisme pemilihan serta kriteria tentang jabatan seorang ketua RT, RW dan LPM.

” Dalam hal ini Peraturan Walikota No 13 yang mana isinya menjawab tentang kebutuhan, akan situasi serta perubahan, akan situasi saat ini,dan juga
Hari ini, yqng menjelaskan mengenai informasi, tentang pencairan honorarium RT, RW dan LPM, ” ungkap Abdul Mutholib selaku Camat Tapos.

Lebih lanjut Abd.Mutholib S.Pd menjelaskan, saya contohkan saat ini dalam PerWal,untuk pembentukan RW harus terdiri dari 6 RT, dan juga sebelum masa habis jabatannya, 3 bulan sebelumnya harus ada pemilihan kepengurusan yang baru.

Camat Tapos menambahakan
“Bahwa RT RW adalah membantu tugas pemerintahan dari tingkat Kelurahan sampai tingkat Kota, dengan fungsi melakukan pendataan dan pemantauan terhadap warga yang lahir maupun yang datang serta pergi, maupun tugas lainya” pungkas Camat Tapos Abd.Mutolib.

” Secara hukum apabila habis masa jabatan, kepengurusan jangan melakukan lagi penanda tanganan apapun, yang mengatas namakan ketua lingkungan. Dan juga apabila ada RT, RW yang habis masa waktunya, serta belum juga ada pemilihan, harus ada Carateker, dari Tomas atau dari pejabat Kelurahan, ” jelas Camat Tapos.

Ditempat yang sama Lurah Tapos Sutadi S.Pd dalam sambutanya, mengatakan, dalan hal Perwal juga salah satu sarat adalah tidak boleh pengurus Partai, merangkap jabatan ketua.

” Saya contohkan lagi pejabat struktural tidak boleh mencalonkan jabatan apapun di wilayah kerjanya, di Perwal ini juga dijelaskan fungsi dan tugas,distruktur, kita mengikuti struktur pemerintahan yang ada, artinya PerWal ini lebih merinci tupoksi kegiatan yang lebih jelas, ketika kita meminta data ini akan lebih jelas dan tepat ” ucap Lurah Sutadi.( Ach/Red ).

 

Daerah

PD Bhayangkari Launching Aplikasi Balanjha.com, Kapolda Jatim: Dongkrak Ekonomi Sektor UMKM

BERIMBANG com Surabaya – Upaya dalam mendongkrak perekonomian di Jawa Timur, Pengurus Daerah Bhayangkari Jatim dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-69 Tahun 2021 menggelar Bhayangkari Fair yang memamerkan produk-produk hasil Usaha Mikro Kecil Menengah dari wilayah Jawa Timur,

sekaligus melaunching aplikasi marketplace Balanjha.com yang berisi produk-produk UMKM binaan Bhayangkari Jatim, di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Selasa (19/10/2021).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Timur Ully Nico Afinta, secara resmi membuka pameran tersebut dengan pemotongan pita, sebagai tanda dibukanya pameran UMKM binaan Bhayangkari ini.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, peserta UMKM ini berasal dari seluruh jajaran satuan wilayah Polres. Produk-produk yang di sajikan disini berupa produk-produk yang dibuat UMKM dalam binaan Bhayangkari.

“Terlihat disini produk yang dipamerkan, diantaranya ada batik, kuliner, makanan ringan, pernak-pernik rumah tangga dan masih banyak lagi,”

“Kemudian ucapan terima kasih kepada seluruh ketua cabang, seluruh peserta yang sudah hadir, dan inovasi yang dilakukan di dalam memperluas pasar dengan menggunakan digitalisasi, dan saya yakin nanti dengan nama Balanjha.com ini bisa memperluas pasar bagi UMKM. Karena kita ketahui memang 51% penopang ekonomi di Jawa Timur,” katanya.

“Saya mengapresiasi atas inisiatif untuk memperluas pasar UMKM ini, ditautkan dan dibuat suatu situs web, yang dinamakan Balanjha.com, sehingga apabila ingin mengetahui produk apa saja yang dijual bisa mengunjungi Balanjha.com, diharapkan dengan adanya aplikasi Balanjha.com ini dapat mendokrak ekonomi di sektor UMKM.” jelas Kapolda Jatim.

Lanjut Kapolda juga menyampaikan, nantinya situs Balanjha.com ini akan ditautkan dengan situs yang telah dimiliki oleh pemerintah Jawa Timur, yaitu Jatim Bejo.

“Saya sampaikan juga untuk Balanjha.com ini bisa ditautkan dengan web yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Timur, yaitu Jatim Bejo. Singkatan dari (Jawa Timur belanja online),”

“Jatim Bejo ini menghimpun seluruh UMKM di Jawa Timur, sehingga apabila nanti ditautkan tentu juga bisa memperluas pasar, tentunya kalau memperluas pasar akan meningkatkan penjualan dan menggerakkan ekonomi,” tandasnya usai melaunching situs belanja online yang dimiliki Bhayangkari daerah Jawa Timur.

Selain itu, Kapolda menjelaskan ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah ketersediaan produk, supaya nanti kapan saja, dimana saja ketika ditelepon, barangnya ada. Nah ini keberlanjutan dari ketersediaan produksi juga harus dijaga.

Yang kedua adalah masalah distribusi. Distribusi yaitu apabila orang pesan diantar. Jadi mulai dari penyimpanan sampai barang diterima itu harus kualitasnya terjaga.

Lalu yang ketiga adalah stabilitas harga. Stabilitas harga ini apabila dalam menentukan harga, itu sudah ada patokannya sehingga orang yang akan membeli itu sudah tahu.

“Nah tiga hal ini akan mempengaruhi suatu produk, apakah akan nanti diterima atau tidak karena akan meningkat kepercayaannya,” tuturnya.

Kapolda juga menambahkan, di dalam era covid-19 ini, tentunya nanti banyak beberapa aturan-aturan terkait dengan toko-toko yang buka, aplikasi peduli lindungi nanti menjadi suatu aplikasi yang wajib dimiliki oleh setiap UMKM.

“Sehingga orang yang datang kemudian orang yang bekerja kemudian orang yang berkaitan dengan UMKM, semuanya wajib men-download aplikasi peduli lindungi,” pungkasnya.(***)

 

Bogor

Atlet Kabupaten Bogor Tutup PON XX Papua 2020 Raih 34 Medali Emas

BERIMBANG.com – Penutupan perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional PON XX Papua 2020, atlet Kabupaten Bogor berhasil meraih 75 medali yang terdiri dari 34 medali emas, 16 medali perak, 25 medali perunggu.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengapresiasi para atlet Kabupaten Bogor yang berhasil menyumbangkan medali emas, perak, dan perunggu dalam ajang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

“Saya mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada kawan-kawan atlet Kabupaten Bogor yang berjuang keras dan menyumbangkan medali untuk kontingen Jawa Barat di PON 2020 di Papua,” ungkap Ade Yasin.

Kepala Bidang Humas KONI Kabupaten Bogor, Otray Sugiarto, mengatakan bahwa atlet Kabupaten Bogor telah memberikan apa yang diinginkan Bupati Bogor bahkan melebihi dari target 30 emas yang ditentukan tetapi berhasil meraih 34 medali emas.

Indeks Prestasi Olahraga Kabupaten Bogor mencapai 90,36%, karena dari 83 atlet, 75 atlet berhasil meraih medali.

Total raihan medali yakni, Cabor Aerosport Gantole 3 emas, Atletik 5 emas Dayung 8 emas, 5 perak, 2 perunggu, Menembak 2 emas, Tae Kwon Do 2 emas. Bermotor 1 perak, Bulu Tangkis 2 perak 1 perunggu
Catur 4 emas 1 perak 2 perunggu,

Selam 1 perak, Anggar 1 perunggu, Panjat Tebing 3 perunggu, Renang Perairan 1 emas dan 3 perak serta 5 perunggu. Cabor Selam 3 perunggu, Tenis Lapangan 1 perunggu, Wushu 1 perunggu.

Kemudian, Cabor Tarung Derajat 2 emas dan 3 perunggu, Bola Volly Putra 1 emas, Bola Volly Putri 1 emas. Cabor Tinju 2 emas dan 3 perunggu, Sepak Bola Putri 1 perak, Bola tangan putri 1 perak, Billiard 1 emas dan Cabor Karate 2 emas.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)