Bulan: Juni 2020

Bogor

Selain Urus Pasar Rakyat, PD Pasar Tohaga Urus BPNT

BERIMBANG.com Beredar informasi Badan Usaha Milik Daerah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. PD Pasar Tohaga ikut serta menyalurkan bantuan sosial (Bansos) program sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),

“Menurut saya itu terobosan yg positif dr ph PD Tohaga utk menyalurkan program tsb, saya mengapresiasi hal ini,” kata Kepala Disperdagin Nuradi, kepada berimbang.com melalui pesan WhatsApp, Selasa, 16 juni 2020.

Disisi lain, PD Pasar Tohaga itu mengurusi pasar yang telah mendapat penyerahan mulai dari bangunan hingga operasional pasar dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) yang telah membangun pasar-pasar di Kabupaten Bogor itu.

Untuk diketahui, beberapa Proyek pembangunan pasar yang telah diresmikan oleh Bupati Bogor kala itu ditahun 2018, yang menelan miliyaran rupiah setiap pasar, bahkan terlihat tak terurus.

Satu diantaranya Pasar Rakyat Leuwisadeng di Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, yang tak kunjung diminati masyarakat setempat dari tahun ke tahun usai diresmikan masih saja sepi, hingga kini warga memilih berbelanja kepasar terdekat di Lewiliang,

Menanggapi pasar tak diminati pedagang, Nuradi selaku Kadis Perdagin mengatakan, “sesuai perda ttg (tentang) pembentukan PD Pasar Tohaga, pengelolaan pasar menjadi kewenangan PD Pasar Tohaga, bukan kami (Disperdagin)”.

“Soal strategi… ph PD Tohaga pasti lbh (lebih) mengetahui, krn (karena) mrk (mereka) yang melaksanakan operasional pasar,” kata Nuradi. “semua menjadi kewenangan PD Pasar”.

Lalu mengenai kios ada yang rusak, menurut Nuradi, “Ya pembangunan sarananya oleh kami, pengelolaannya oleh pd tohaga,” terangnya, “Ya pa, krn (karena) sdh (sudah) diserahterimakan ke pd (Perusahaan Daerah) Tohaga”.

Warga yang setiap hari melintasi pasar leuwisadeng, Iwan mengamati dan berkomentar, “bagaimana mau ramai bang, itu pasar letaknya di jalan besar, Saya kalau belanja ya ke pasar lewiliang,”

Redaksi mengunjungi kantor PD Pasar Tohaga, (16/06) pukul 15.00 WIB, hanya bisa menemui Satpam, dengan kata lain sudah bubar kerja,

(Tengku Yusrizal)

Bogor

Muspika Cigombong Mengikuti Kegiatan Zoom Meeting Evaluasi PSBB Proposional Kab bogor

BERIMBANG.COM, Bogor – Muspika Kacamatan Cigombong bersama para Kepala Desa se-Kecamatan Cigombong mengikuti Kegiatan Zoom Meeting evaluasi PSBB Proposional yang dipimpin Bupati Bogor, selasa (16/06/20)

Arahan Bupati Bogor dalam kegiatan Zoom Meering tersebut, PSBB Proporsional bukan berarti bebas, tetap mengacu pada protokol kesehatan. Seluruh Pasar akan dilaksanakan tes swab, karena pasar merupakan tempat penyebaran covid-19. PSBB berlaku seluruh zona, termasuk zona hijau. Batasi mobilitas penduduk antar daerah. Pelanggaran yang diutamakan adalah tempat ibadah, dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Khusus lansia harus tetap berada di rumah. Kantor dibuka 50 % .Warung makan buka 40% dari kapasitas, jam 07.00 hingga 18.00 WIB. Mall buka jam 10.00 hingga 18.00, Supermarket 08.00 hingga 18.00 WIB,  Mini market jam 08.00 hingga 18.00 WIB, Pasar rakyat termasuk PKLjam 04.00 hingga 13.00 WIB. Catatan protokol kesehatan berlaku. Sekolah masih online.
Pos YANDU masih blm buka, imunisasi langsung puskesmas. Wisata air tutup, wahana anak2 tutup. Yang boleh buka hanya 20% taman safari. Termasuk wisata lainnya belum boleh buka, karaoke, panti pijat, dan lain-lain. Perlunya penyadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan dengn pakai masker, pola hidup sehat dan bersih, jaga jarak, dan tidak ada kerumunan.

Peran penting Camat dan para Kepala Desa, Jangan patah semangat dan terus  peran aktif dalam mensosialisasikan, meningkatkan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, dicontohkan oleh aparat. Lengkapi protokol kesehatan di kantor termasuk di masjid. Lakukan edukasi secara psikis agar masyarakat sadar, dan tidak terjadi pengucilan bagi orang yang positif covid-19. Deteksi dini secara aktif terhadap kesehatan warga. Rapid dan swab tes, didahulukan  di zona yg rawan. Bentuk preventif, bentuk gugus tugas desa tanggu nusantara pada daerah yg positif covid 19 lebih dari 6. Berjuang terus jangan sampai ada warga yang terpapar.

Arahan Dandim, Ucapan terima kasih dari Dandim kepada para camat, kades, beserta jajarannya yg berada pada garis depan perjuangan melindungi warga.
2. Perlu ada upaya pencegahan pada tempat2 terjadinya kerumunan massa, misalnya,tempat camping, tempat wisata, dan lain-lain. Covid-19 merupakan ancaman yg secara umum mengganggu keamanan negara dalam wujud lain. Oleh karena harus kita nyatakan perang terhadap covid-19 dengan melakukan pola hidup dalam tatanan baru dengan adaptasi2 yang baru sampai dengan hilangnya dampak dari covid-19. Masyarakat harus dapat menahan diri dalam suasana new normal, tidak kebablasan. Artinya harapan Juni 2020 selesai tidak bisa tercapai, karena ada keterpahaman dan kesadaran hidup belum disiplin. Aparatur dari seluruh jenjang merupakan penyambung lidah amanat dari atas ke bawah, begitu pun sebaliknya dari bawah ke atas. Sehingga dapat diambil langkah2 yang komprehensif supaya tidak terjadi hal2 yang menjurus pada pelanggaran2 PSBB. Perlu koordinasi yang intensif, agar Jika ada kebutuhan2 khusus dapat segera melibatkan aparat TNI POLRI. Waspadai tempat kerumunan massa pada hari Sabtu Minggu, petakan dan ambil langkah2 untuk mencegah dan meniadakan kedatangan massa. Keluar rumah harus berdasarkan urgensinya. Tingkatan kepedulian terhadap pihak lain, dan mau belajar dan mencontoh pada negara2 lain yang bicaranya siap menghadapi covid-19, tetapi ternyata malah yang terdapatnya banyak. Ini akibat tidak saling peduli.

Arahan Kapoler Bogor, Angka Covid-19 di Kabupaten Bogor masih tinggi. Aparat berikan contoh, agar masyarakat mau disiplin. Masyarakat belom paham terhadap Covid-19 dan adanya kebosanan. Perlu dibentuk Kampung TANGGUH Nusantara sebagai pilot projek kolaboratif dengagan stakeholder untuk melakukan aksi nyata di desa yg ditunjuk karena terindikasi tingginya penyebaran covid-19.
Konsep kampung TANGGUH menarik beratkan peran serta elemen masyarakat baik personal maupun kelompok.
Semua kegiatan kampung tangguh nusantara mendapatkan pendampingan dari stakeholder secara intens dan terfokus.
Untuk wilayah Bogor terdapat 3 desa dan 1 kelurahan yang terindikasi cukup tinggi penyebarannya (di Kecamatan Cibinong dan Gunung Putri), sehingga di 4 Desa pada Kecamatan tersebutml.

Tanguh kesehatan (posko kesehatan) sosial ekonomi(potensi peningkatan ekonomi untuk menghidupi warganya sendiri), informasi komunikasi (pemanfaatan data pada kampung tersebut agar masyarakat tahun situasi kondisi terpapar covid-19), dan keamanan (Pos keamanan untuk menciptakan suasana nyaman).

Tindak lanjut Pemerintah Kecamatan Cigombong dan Desa, Yang akan disiapkan
Tersusun struktur organisasi Gerakan MELATI (Melalui Tangan Ibu-ibu) Dengan KTT (Kegiatan Tengok Tetangga) dengan tujuan membangun kegotong royongan semua stakeholder untuk saling peduli dengan sesama. Oleh karena itu perlu disiapkan, Lumbung pangan, Pos kesehatan, Pos keamanan, dan Media informasi di setiap Rt, Ujar Drs.Asep Achadiat Sudrajat, M.Pd

(Na/Wan)

Bogor

Urai Penumpang Commuterline di Stasiun Bojonggede & Cilebut, DKI Berikan Bus Gratis

BERIMBANG.com Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyediakan ‘Bus Sekolah’ di dua Stasiun yang padat mobilitas pekerja ke Jakarta yakni Stasiun Bojonggede dan Cilebut.

Bus Sekolah tersebut merupakan bus bantuan Pemrov DKI dalam mengantisipasi penumpukan penumpang di kedua stasiun tersebut yang akan mengantarkan para pekerja jurusan Jakarta tanpa dipungut biaya alias gratis.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bogor, Ade Yana Mulyana mengatakan total ada 20 bus yang tersedia dengan masing-masing 10 bus di kedua stasiun. Berkapasitas 13 penumpang dalam 1 bus jurusan Jakarta.

“Kapasitas total 1 bus ada 27 penumpang. Karena menerapkan protokol kesehatan jadi 1 bis hanya di isi 13 penumpang. Total sekali berangkat mengantar 130 orang,” kata Ade Yana di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin (15/06/2020).

Ia menambahkan, bus sekolah tersebut akan mengantar para pekerja ke jurusan yang sudah ditentukan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yakni Juanda, Tanah Abang, Sudirman, Tebet dan Manggarai.

Bus Sekolah tersebut akan beroperasi mengantarkan pekerja ke Jakarta setiap hari Senin. Meski pihaknya tengah mengusahakan agar setiap harinya beroperasi guna memangkas kepadatan di Stasiun Bojonggede dan Cilebut.

“Hari Senin saja diberlakukan. Kita upayakan supaya tidak hari senin saja, tapi hari-hari selanjutnya. Khawatir terjadi penumpukan di kedua stasiun,” jelasnya.

Meski begitu pihaknya belum dapat memastikan hingga kapan bus sekolah akan beroperasi. Ia mengaku perlu ada evaluasi lebih lanjut apakah perlu pernambahan jumlah Bus atau tidak kedepannya. Disamping itu, pihaknya belum dapat menentukan hingga kapan Bus Sekolah akan beroperasi.

“Hingga kapan beroperasi belum dapat informasi. Kita lihat nanti (evaluasi) kalau kurang kita minta. Kalau dilihat hari ini tidak terjadi penumpukan di Bojonggede. Adanya bus ini membantu pekerja walau masyarakat dominan naik kereta karena bebas hambatan,” terangnya.

Serupa, Kasubid Pengawasan Lalu Lintas dan Angkutan BPTJ, Torang Hutabarat mengklaim belum dapat memastikan hingga kapan bus beroperasi dan adanya penambahan jumlah bus. Menurutnya keputusan akan dievaluasi terlebih dahulu.

“Akan di evaluasi mencari solusi terbaik. Karena persoalan tidak hanya di hilir melainkan di hulu harus juga di selesaikan,” pungkasnya.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Depok

Polres Depok Perpanjang SIM Akhir Agustus, Pelayanan Akan Dibatasi

BERIMBANG.com, Depok – Kasat Lantas Polrestro Depok Kompol Erwin Aras Genda,SH ,SIK, mengatakan, Satpas 1221 Satlantas Polres Metro Depok berikan penambahan waktu perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) hingga akhir Agustus 2020 mendatang.

“Perpanjangan waktu dari Juni sampai Agustus 2020. Masyarakat dapat melakukan perpanjangan jika masa berlaku SIM-nya habis dari Bulan Maret hingga Mei,” kata Kompol Erwin, Rabu (10/06/2020).

Dikatakan Kompol Erwin, pelayanan terpusat di Satpas dan dibantu Sim Keliling (Simling). Satlantas membuka pelayanan perpanjangan SIM yaitu Satpas Induk Polres, Simling, Satpas Induk Pasar Segae, dan Simling 2 Pasar Segar.

“Sementara untuk pelayanan Simling di luar Polres sementara ditiadakan dulu mengingat masih antisipasi protokol Covid-19,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, untuk mengantisipasi membludaknya pemohon dalam perpanjangan SIM akan dibatasi sesuai nomor antrian.

“Antrian kita bagi menjadi tiga shift yaitu shift pertama pembagian nomor akan diberikan 1 – 100, shift dua dari pukul 11.00 WIB sd 14.00 WIB dari 100 – 200, lalu shift tiga jika masih ada warga yang datang 200 – 300 dan pelayanan akan sampai pukul 20.00 WIB,” ungkapnya.

Kompol Erwin menghimbau kepada masyarakat tidak terburu-buru karena perpanjangan SIM telah diperpanjang waktunya. “Penerapan pelayanan perpanjangan SIM kita sesuai anjuran protokol kesehatan Covid – 19 juga,” pungkasnya. “

Daerah

Program Rehab 1.000 Rumah, Syahrul Aidi Wujudkan Mimpi Nenek Hamida

BERIMBANG.com Riau – Mimpi nenek Hamida (80) warga Desa Kuok Kecamatan Kampar, untuk memiliki rumah yang lebih layak ditempati sebentar lagi akan terwujud.

Hal itu berkat program 1000 bedah rumah dari Kementerian yang diperjuangkan oleh Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS Syahrul Aidi Maazat untuk masyarakat Riau.

Setelah melakukan silaturahmi dengan kepala desa sekecamatan Kuok dan tokoh-tokoh masyarakat. H. Syahrul Aidi Maazat Lc MA mengunjungi rumah Hamida (80) warga Dusun Pulau Belimbing Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kapar, Riau, kemarin, Jumat (12/06/2020).

“Kita hari ini setelah khutbah di Mesjid Kuok, melakukan silaturahim dengan kepala desa se Kecamatan Kuok dan tokoh-tokoh masyarakat. Kemudian membicarakan tentang progress progam kegiatan rehab rumah yang Insya Allah sudah kita programkan di Kabupaten Kampar ini,” kata Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS Syahrul Aidi Maazat.

Lanjut ia mengatakan, sebanyak 1.000 bedah rumah dari kementerian yang telah diprogramkan diantaranya akan dilaksanakan di Kecamatan Kuok sebanyak 100 unit untuk 5 desa.

“Hari ini kita mengunjungi salah satu rumah warga yang akan direhab dalam program tersebut yaitu rumah ibu Hamida. Kita ingin mengecek lokasi, melihat kondisi atau keadaan rumah sebelum di rehab, mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan lancar,” ujar Syahrul.

Menurut dia program itu tentu belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan yang ada, kepada masyarakat yang memang masih layak rumahnya ingin direhab agar bersabar.

Karena memang ini sifatnya stimulan, dananya Rp 17.5 juta itu bisa dimaksimalkan. Kemudian ada swadaya bagi masyarakat, di arahkan kepada relawan yang bisa membantu untuk mengerjakan rumah itu secara sukarela.

“Karna ini sifatnya adalah stimulan dari pemerintah,” terangnya.

Sementara itu keluarga nenek Hamida melalui cucunya Aldi Wahyudi menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS Syahrul Aidi Maazat, yang telah menyalurkan bantuan bedah rumah tersebut.

“Kami dari pihak keluarga mengucapkan ribuan terimah kasih atas kunjungan ustad Syahrul Aidi Maazat dan Alhamdulillah bantuan bedah rumah untuk nenek kami telah terealisasikan,” katanya.

“Bantuan bedah rumah ini tentu akan sangat membantu nenek kami, karna di usianya yang sudah 80 tahun susah untuk turun naik melalui tangga,” tambahnya.

(Anhar Rosal/Red)

Jakarta

Pegiat Anti Korupsi Dukung Jaksa Agung Bongkar Kasus Jiwasraya

BERIMBANG.com Pegiat Anti Korupsi dari Gerakan Jalan Lurus (GJL) Jawa Tengah, mendukung keberanian Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut tuntas megaskandal korupsi  yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Ketua GJL Jawa Tengah, Riyanta mengatakan, Korps Adhyaksa patut diacungi jempol karena membongkar megaskandal korupsi di perusahaan pelat merah yang sudah merugikan keuangan Negara mencapai Rp 16,8 triliun itu.

“Langkah Kejagung menuntaskan mega korupsi Jiwasraya patut diacungi jempol dan tentu kami mendukung Jaksa Agung dalam membongkar setuntas-tuntasnya kasus ini,” ujar Riyanta dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (13/06/2020).

Dia menambahkan, langkah Jaksa Agung Burhanuddin dan jajarannya dalam membongkar kasus yang ditengarai banyak pemain-nya itu. Diperlukan sistem pengawasan, guna memantau para Jaksa dan Pengacara yang terlibat dalam persidangan tersebut.

“Siapapun yang berusaha untuk melemahkan Kejaksaan dalam  mengusut mega korupsi Jiwasraya adalah penghianat negara,” tegas pengiat anti korupsi itu.

Riyanta pun memberi semangat kepada tim Jaksa Penuntut sebagai garda terdepan dalam persidangan itu agar tak gentar dan goyah iman dengan oknum yang akan mengintervensi dalam kasus ini.

“Uang Jiwasraya itu adalah uang rakyat. Dan terjadinya mega korupsi di Asuransi Jiwasraya ini tidak dilakukan oleh Pemerintahan yang sekarang. Maka, Kejaksaan Agung wajib menuntaskan pengusutan korupsi ini dengan sejelas-jelasnya,” imbuhnya.

“Kasus ini, buka apa adanya. Rakyat mendukung total langkah Kejaksaan. Rakyat bersama Kejaksaan,” sambung Riyanta mengakhiri.

Senada dengan Riyanta, pengiat anti Korupsi lainnya, Boyamin Saiman mensinyalir, maraknya kiriman baliho dalam bentuk karangan bunga di sekitar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat selama proses persidangan sebagai bentuk mobilisasi dukungan dari kolega para terdakwa.

“Baliho karangan bunga tersebut kami pahami sebagai bentuk dukungan kepada terdakwa. Dan berpotensi mempengaruhi hakim dalam persidangan. Kami yakin, pembuat baliho karangan bunga itu dimaksudkan untuk upaya membebaskan para Terdakwa dugaan korupsi Jiwasraya dengan cara-cara di luar persidangan,” tutur Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.

Menurut Boyamin, dalam dua kali persidangan kasus megaskandal korupsi itu, ada baliho karangan bunga yang berisi dukungan terhadap Terdakwa Benny Tjokrosaputro alias Bentjo yang dinilai tidak etis.

“Dan itu peletakan (karangan bunga) tidak pada tempatnya,” uhar dia.

Maka dari itu aktivis dari masyarakat anti korupsi itu meminta kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menertibkan dan melarang penempatan baliho karangan bunga.

Pasalnya, peradilan sebagai lembaga netral yang tidak berpihak kepada siapapun kecuali kebenaran dan keadilan.

“Hakim bersikap adil dan tidak berpihak sebagaimana dirumuskan keputusan bersama Mahkamah Agung RI dengan Komisi Yudisial,” tandasnya.

Ia pun menegaskan jika hendak membela Terdakwa sudah terdapat salurannya melalui Penasehat Hukum masing-masing Terdakwa dan pembelaan tersebut telah diberi ruang dalam bentuk pembacaan eksepsi pada Rabu, 10 Juni 2020 dua hari lalu.

“Kami memduga pemasangan baliho karangan bunga tidak mendapat ijin dari Kepolisian setempat sehingga harus ditertibkan dan atau dilarang,” kata dia.

Dengan demikian, pihaknya melayangkan surat permintaan penertiban baliho karangan bunga kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan tembusan Ketua Mahkamah Agung dan Ketua Badan Pengawasan Mahkamah Agung.

Adapun kata Boyamin, dalam Kode Etik hakim telah tertuang pada Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung dan Ketua Komisi Yudisial Nomor 047/KMA/SKB/IV/2009 dan No 02/SKB/P.KY/IV/2009 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

Dan juga pada Peraturan Bersama Ketua Mahkamah Agung dan Ketua Komisi Yudisial Nomor 02/PB/MA/IX/2012 dan 02/PB/P.KY/09/2012 tentang Panduan Penegakan Kode Etik Dan Pedoman Perilaku Hakim.

(Edo)

Depok

Gelar Halal Bihalal, Ketum Kogawad Ingatkan Pengurus Dan Anggota

BERIMBANG.com, Depok – Dalam rangka hari lebaran, Komunitas Gabungan Wartawan Depok (Kogawad) menggelar halal-bihalal di Jalan Citarum Raya, Baktijaya, Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (13/6).

Ketua Umum Kogawad, Mikel A Wattimena mengharapkan agar seluruh anggotanya dapat sungguh-sungguh dalam berorganisasi sehingga, dapat terwujudnya visi dan misi Kogawad.

“Saya harap teman-teman semua dapat bersungguh-sungguh dalam berorganisasi di Kogawad, sehingga dapat terwujudnya visi-misi kita,” harap Mikel dalam sambutannya.

Bahkan Mikel menegaskan, jika anggotanya tidak serius dalam menjalankan tugas maka, dirinya akan melakukan Re-shuffle dalam kepengurusan.

“Saya sebagai Ketua Umum punya hak preogratif jadi kalo anggota masih mau main-main, maka saya akan lakukan re-shuffle,” tegas Mikel.

“Dan ingat, untuk saat ini Kogawad tidak berpihak pada partai politik manapun,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina Kogawad, Jhoni Y Kelmanutu menyebut, sejauh ini perjalanan Kogawad cukup baik ditambah dengan program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan segera dilaksanakan.

“Saya kira, walaupun Kogawad ini masih seumur jagung, ditambah dengan keadaan yang pas-pasan namun, Kogawad cukup baik sejauh ini perjalanannya,” sebut Jhoni, pria berdarah Maluku itu.

“Bahkan, Kogawad dalam waktu dekat ini sedang mempersiapkan UKW untuk menciptakan Wartawan yang berkualitas dan ini sangat luar biasa,” pungkasnya.

Ketua Panitia kegiatan tersebut, Julijar mengatakan, halal bihalal sengaja digelar oleh Kogawad untuk membangun silaturahmi yang baik sesama Wartawan.

“Saya berharap dengan digelarnya kegiatan ini, dapat mempererat hubungan baik kita sesama Wartawan,” ujar Rizal, panggilan akrabnya. *

Bogor

Pemerintah Kecamatan Cigombong Serta Karang Taruna Monitoring Terkait Penyaluran Bansos Provinsi

BERIMBANG.COM, Bogor – Pemerintah Kecamatan Cigombong bersama Karang Taruna tingkat Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor berperan aktif dalam pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melalui Desa-Desa yang langsung disalurkan kepada Masyarakat, sabtu (13/06/20)

Yazidil Bustomi, Kasi Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakat (PKM) Kecamatan Cigombong menjelaskan, Dalam melaksanakan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi Jawa Barat harus tepat sasaran.

Karena menurutnya, yang perlu diperhatikan oleh para aparatur terkait Bansos, amanat KPK di saat melakukan Rakor bersama Mensos, terkait data harus valid berdasarkan verifikasi. Maka, data perlu selalu ter upgrade sehingga tidak ada lagi double data atau warga yang sudah tidak layak dibantu tapi masih mendapatkan bantuan atau warga yang sangat membutuhkan tapi malah tidak terdata dan tidak mendapatkan bansos.

“Karena bansos ini sangat sensitif, maka dari itu semua perangkat pemerintah harus memperhatikan pedoman regulasi yang berlaku sehingga semua mekanisme dilaksanakan mulai dari aspek Perencanaan, Penatausahaan, dan Pertanggungjawaban,” jelasnya

Selanjutnya, Aparatur dari tingkat pusat sampai Rt/Rw harus memberikan sosialiasi terkait Bansos atas efek covid-19.
“Siapa, atau kategori yang berhak mendapatkan bantuan, dan dari mana tiap kategori tersebut sumber bantuannya,” jelasnya.

Sementar itu, Deny Ketua Karang Taruna Tingkat Kecamatan Cigombong mengatakan, dengan turunnya bantuan sosial dari Provinsi Jawa Barat untuk masyarakat yang terkena dampak Covid-19, pihaknya ikut memonitoring dalam pelaksanaan penyaluran bantuan tersebut yang dilaksanakan pihak pemerintah Desa kepada warganya masing-masing, kususnya diwilayah Kecamatan Cigombong.

“Kami sebagai Karang Taruna tingkat Kecamatan Cigombong ikut berperan aktif untuk memonitoring penyaluran bantuan Povinsi Jawa Barat yang penyalurannya tersebut melalui Desa. Dilakunannya monitoring tersebut agar penyaluran bantuan tersebut tepat sasaran dan sesuai data yang sudah ditentukan,” ucapnya.

(Na/Wan)

Jelajah Desa

Pemdes Wates Jaya Salurkan Bansos Provinsi Jabar Kepada Warganya

BERIMBANG.COM, Bogor –  Pemerintah Desa (Pemdes) Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, salurkan Bantuan Sosial (Bansos) sebanyak 180 paket Sembako dan uang tunai kepada warga terdampak Pandemi Covid-19

Turunnya Bansos tersebut dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebagai bantuan tambahan sehat lahir batin.

Kepala Desa Watas Jaya, Rudi Irawan S.IP mengatakan, Bantuan Sosial (Bansos) yang diterimanya bentuk kepedulian dari Pemprov Jabar untuk warga terdampak pandemi Covid-19 yang belum sama sekali mendapatkan (warga tambahan)

“Bantuan ini  yang kedua kalinya untuk warga (tambahan) sebanyak 180 orang se-Desa Wates Jaya,” ungkapnya

Rudi menjelaskan, Nilai dana bansos yang diterima masing-masing per keluarga per bulannya sebesar 500 ribu. Namun, bantuan tersebut tidak semuanya diberikan dalam bentuk uang, melainkan juga ada sembakonya.

“Untuk uangnya sebesar 150 ribu, sisanya diberikan dalam bentuk bantuan pangan non tunai. Diantaranya, beras 10 kg, terigu 1 kg, Vitamin C, sarden kaleng (4 kaleng), gula pasir 1 kg, mie instan 16 bungkus, minyak goreng 2 liter, dan telur 2 kg,” jelasnya

Dengan adanya bantuan yang diberikan oleh pemerintah provinsi Jabar sangat bermanfaat bagi warga. Setidaknya, dapat mengurangi beban masyarakat akibat terdampak wabah pandemi Covid -19, dan bantuan tambahan ini diberikan untuk warga yang memang belum mendapatkan bantuan sebelumnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya bansos Jabar Sehat Lahir Batin ini bisa meringankan beban warga. Dan semoga wabah covid -19 cepat berakhir agar semuanya bisa kembali menjalani pada kehidupan normar,” tambahnya

Sementara itu. Sri Rahayu (30) Warga Kampung Bojong kiharib, Rt 02/02, Desa Wates Jaya, salah seorang penerima bantuan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Desa Wates Jaya serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan bantuan berupa sembako dan uang dimasa pandemi Covid 19

“Bantuan yang kami terima ini tentunya sangat bermanfaat sehingga membantu kami dalam memenuhi kebutuhan hidup selama pandemi Covid 19,” ucapnya.

(Na/Wan)

Depok

PDAM Kota Depok Kembali Lakukan Pencatatan Meter Secara Langsung

BERIMBANG.com, Depok – PDAM Tirta Asasta Kota Depok akan kembali melakukan pencatatan meter secara langsung ke rumah-rumah pelanggan untuk pemakaian Juni 2020.

Pembacaan meter air pelanggan akan di lakukan dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan dan pencegahan pengendalian Covid -19.

“Awal bulan Juni 2020 ini kami akan kembali mencatat ke rumah pelanggan utk pemakaian bulan Juni 2020. Hal ini untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening air dengan penggunaan air oleh pelanggan.” tutur Manager Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok Imas Dyah Pitaloka, Kamis (11/06/2020)

Namun demikian kami masih menerima layanan baca meter mandiri melalui Aplikasi WhatsApp sesuai edaran yang telah kami sampaikan ke para pelanggan sebelumnya.

“Apabila pelanggan tidak mengirimkan laporan mandiri melalui WhatsApp dan lokasi rumah pelanggan tidak bisa di datangi oleh petugas, maka PDAM akan menggunakan rata-rata 3 bulan pemakaian sebagai dasar perhitungan tagihan air,” terangnya.

Imas mengatakan, jika nantinya di temui perbedaan antara perhitungan dan rata-rata dan tagihan aslinya, maka akan ada penyesuaian tagihan air ketika petugas melakukan pencatatan meter air ke rumah pelanggan, atau pelanggan dapat mengirimkan foto angka meter ke nomor petugas pembaca meter melalui aplikasi WhatsApp.

“Meskipun demikian ada beberapa wilayah yang di tutup karena Protokol Covid-19, tentu kami tidak bisa melakukan pembacaan/pencatatan. Jika demikian kami akan menggunakan rata-rata 3 bulan pemakaian sebagai dasar tagihan rekening air ke pelanggan,” ujarnya.

Dirinya juga mengimbau, untuk pembayaran tagihan air pelanggan dapat memanfaatkan pembayaran secara online dalam melakukan pembayaran tagihan air setiap bulannya.

“Pembayaran air PDAM Kota Depok dapat di lakukan di layanan online chanel Bank dan PPOB yang sudah bekerjasama dengan kami, tanpa harus mendatangi ke kantor PDAM Kota Depok,” tukasnya.

Sebagai informasi, pembayaran tagihan air dapat di lakukan di antaranya melalui ATM Mandiri, ATM BNI, ATM Bank Danamon, ATM Bank BJB, ATM BCA, Klik BCA, M-Banking Mandiri, Kantor POS, e-Comerce seperti Tokopedia, Indomart, Alfamart dan lain-lain. (*)