Muspika Cigombong Mengikuti Kegiatan Zoom Meeting Evaluasi PSBB Proposional Kab bogor

 36 Views

BERIMBANG.COM, Bogor – Muspika Kacamatan Cigombong bersama para Kepala Desa se-Kecamatan Cigombong mengikuti Kegiatan Zoom Meeting evaluasi PSBB Proposional yang dipimpin Bupati Bogor, selasa (16/06/20)

Arahan Bupati Bogor dalam kegiatan Zoom Meering tersebut, PSBB Proporsional bukan berarti bebas, tetap mengacu pada protokol kesehatan. Seluruh Pasar akan dilaksanakan tes swab, karena pasar merupakan tempat penyebaran covid-19. PSBB berlaku seluruh zona, termasuk zona hijau. Batasi mobilitas penduduk antar daerah. Pelanggaran yang diutamakan adalah tempat ibadah, dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Khusus lansia harus tetap berada di rumah. Kantor dibuka 50 % .Warung makan buka 40% dari kapasitas, jam 07.00 hingga 18.00 WIB. Mall buka jam 10.00 hingga 18.00, Supermarket 08.00 hingga 18.00 WIB,  Mini market jam 08.00 hingga 18.00 WIB, Pasar rakyat termasuk PKLjam 04.00 hingga 13.00 WIB. Catatan protokol kesehatan berlaku. Sekolah masih online.
Pos YANDU masih blm buka, imunisasi langsung puskesmas. Wisata air tutup, wahana anak2 tutup. Yang boleh buka hanya 20% taman safari. Termasuk wisata lainnya belum boleh buka, karaoke, panti pijat, dan lain-lain. Perlunya penyadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan dengn pakai masker, pola hidup sehat dan bersih, jaga jarak, dan tidak ada kerumunan.

Peran penting Camat dan para Kepala Desa, Jangan patah semangat dan terus  peran aktif dalam mensosialisasikan, meningkatkan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, dicontohkan oleh aparat. Lengkapi protokol kesehatan di kantor termasuk di masjid. Lakukan edukasi secara psikis agar masyarakat sadar, dan tidak terjadi pengucilan bagi orang yang positif covid-19. Deteksi dini secara aktif terhadap kesehatan warga. Rapid dan swab tes, didahulukan  di zona yg rawan. Bentuk preventif, bentuk gugus tugas desa tanggu nusantara pada daerah yg positif covid 19 lebih dari 6. Berjuang terus jangan sampai ada warga yang terpapar.

Arahan Dandim, Ucapan terima kasih dari Dandim kepada para camat, kades, beserta jajarannya yg berada pada garis depan perjuangan melindungi warga.
2. Perlu ada upaya pencegahan pada tempat2 terjadinya kerumunan massa, misalnya,tempat camping, tempat wisata, dan lain-lain. Covid-19 merupakan ancaman yg secara umum mengganggu keamanan negara dalam wujud lain. Oleh karena harus kita nyatakan perang terhadap covid-19 dengan melakukan pola hidup dalam tatanan baru dengan adaptasi2 yang baru sampai dengan hilangnya dampak dari covid-19. Masyarakat harus dapat menahan diri dalam suasana new normal, tidak kebablasan. Artinya harapan Juni 2020 selesai tidak bisa tercapai, karena ada keterpahaman dan kesadaran hidup belum disiplin. Aparatur dari seluruh jenjang merupakan penyambung lidah amanat dari atas ke bawah, begitu pun sebaliknya dari bawah ke atas. Sehingga dapat diambil langkah2 yang komprehensif supaya tidak terjadi hal2 yang menjurus pada pelanggaran2 PSBB. Perlu koordinasi yang intensif, agar Jika ada kebutuhan2 khusus dapat segera melibatkan aparat TNI POLRI. Waspadai tempat kerumunan massa pada hari Sabtu Minggu, petakan dan ambil langkah2 untuk mencegah dan meniadakan kedatangan massa. Keluar rumah harus berdasarkan urgensinya. Tingkatan kepedulian terhadap pihak lain, dan mau belajar dan mencontoh pada negara2 lain yang bicaranya siap menghadapi covid-19, tetapi ternyata malah yang terdapatnya banyak. Ini akibat tidak saling peduli.

Arahan Kapoler Bogor, Angka Covid-19 di Kabupaten Bogor masih tinggi. Aparat berikan contoh, agar masyarakat mau disiplin. Masyarakat belom paham terhadap Covid-19 dan adanya kebosanan. Perlu dibentuk Kampung TANGGUH Nusantara sebagai pilot projek kolaboratif dengagan stakeholder untuk melakukan aksi nyata di desa yg ditunjuk karena terindikasi tingginya penyebaran covid-19.
Konsep kampung TANGGUH menarik beratkan peran serta elemen masyarakat baik personal maupun kelompok.
Semua kegiatan kampung tangguh nusantara mendapatkan pendampingan dari stakeholder secara intens dan terfokus.
Untuk wilayah Bogor terdapat 3 desa dan 1 kelurahan yang terindikasi cukup tinggi penyebarannya (di Kecamatan Cibinong dan Gunung Putri), sehingga di 4 Desa pada Kecamatan tersebutml.

Tanguh kesehatan (posko kesehatan) sosial ekonomi(potensi peningkatan ekonomi untuk menghidupi warganya sendiri), informasi komunikasi (pemanfaatan data pada kampung tersebut agar masyarakat tahun situasi kondisi terpapar covid-19), dan keamanan (Pos keamanan untuk menciptakan suasana nyaman).

Tindak lanjut Pemerintah Kecamatan Cigombong dan Desa, Yang akan disiapkan
Tersusun struktur organisasi Gerakan MELATI (Melalui Tangan Ibu-ibu) Dengan KTT (Kegiatan Tengok Tetangga) dengan tujuan membangun kegotong royongan semua stakeholder untuk saling peduli dengan sesama. Oleh karena itu perlu disiapkan, Lumbung pangan, Pos kesehatan, Pos keamanan, dan Media informasi di setiap Rt, Ujar Drs.Asep Achadiat Sudrajat, M.Pd

(Na/Wan)

%d blogger menyukai ini: