Bulan: Juni 2020

Depok

Tak Indahkan Intruksi Pemkot Depok, Lapangan Tanah Merah Kembali Dikunjungi Warga

BERIMBANG.com, Depok – Lapangan Tanah Merah di wilayah Kecamatan Cipayung Kota Depok kembali dikerumuni warga pada sore hari, banyaknya warga yang datang membuat Pol PP Kota Depok kesulitan untuk mengusir warga agar tidak mengunjungi tempat tersebut .

Intruksi Pemerintah Kota Depok dalam menangani Kasus Covid 19 untuk mentaati peraturan agar menjaga jarak dan memakai masker tak diindahkan oleh warga, bahkan para warga malah asyik bercengkrama dengan keluarga maupun teman bermainnya.

” Kami sangat kesulitan dengan banyaknya warga yang datang, petugas kami tidak bisa sepenuhnya mengawasi warga yang datang ke tanah merah, tambahnya lagi pintu masuk ditanah tersebut banyak aksesnya ke perkampungan warga, ” ujar Kasatpol PP, Lienda Ratnanurdianny belum lama ini.

Lienda mengaku, kesulitan untuk mencari formula yang tepat buat mencegat akses warga berkerumun ke sana.

Ia berujar, tanah tersebut sangat luas dan punya banyak sekali akses masuk dari perkampungan warga. Di sisi lain, tanah itu disebut bukan aset pemerintah daerah.

Kini, pihaknya tengah memutar otak mencari cara lain yang efektif bersama aparat setempat. Namun, Lienda berharap agar warga punya kesadaran untuk tak berkerumun.

“Kembali lagi ke kesadaran warganya. Karena kan, ya intinya kunci keberhasilan semua pencegahan kan dari masyarakat, bukan pemerintah, warganya mau apa enggak. Kalau kayak gitu terus bagaimana?” ungkap dia.

Data terbaru per Minggu (20/6/2020), total sudah tercatat 704 kasus pasien positif Covid-19 dengan 34 orang di antaranya meninggal dunia.

Tambahan kasus Covid-19 di Depok masih terus terjadi setiap hari. Di sisi lain, pemerintah telah melonggarkan sejumlah pembatasan aktivitas selama fase PSBB Proporsional yang diterapkan sejak 5 Juni 2020.

Iik

Bogor

Toilet Pos Jaga Sat Pol PP Kabupaten Bogor Tak di Urus

BERIMBANG.com Pos jaga 24 jam Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dilingkungan komplek perkantoran Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tepatnya saat memasuki kantor Bupati dan Kantor Sekretaris daerah (Sekda), dinamakan Pos Tengah dengan toiletnya yang kotor dan mampet.

Terpantau bangunan pos yang hanya terlihat tampilannya saja bagus, namun saat memasuki tolilet itu berantakan, bahkan saluran airnya selain WC tidak mengalir.

Toilet dengan pintu yang rusak, saluran air mampet, membuat tidak nyaman saat menggunakan toilet yang kotor dan tidak nyaman. Namun air kerannya tetap bisa mengalir.

“Pos Tengah bang,” kata Penjaga Sat Pol PP enggan disebutkam namanya. “Sudah lama bang, bertahun-tahun (tidak dibetulkan-red),” terangnya. Senin 22 juni 2020.

Pos jaga Sat Pol PP itu biasa ditempati untuk menjaga keluar masuk tamu selama 24 jam penuh. Toilet pos menjadi tidak nyaman saat digunakan. Setidaknya, kebersihan diutamakan agar bisa maksimal dalam menjalankan tugas,

“Enggak nyaman lah bang,” katanya, sepengetahuan dia, “Pernah dibenerin, itu atapnya aja,” ungkapnya.

Saat wartawan akan menanyakan hal itu sekaligus klarifikasi, konfirmasi soal lain kepada Sekda mengenai anggaran, ia tidak menemui. dihari jumat dengan alasan ada janji lain, dihari ini senin, menurut satpam, “Pak Sekda belum datang,” kata Satpam wanita pukul 9.00 WIB,

Sebelumnya dihari jumat, perwakilan dari Sekda, Oki menemui wartawan bermaksud ingin mengetahui apa yang akan ditanyakan wartawan untuk disampaikan kepada Sekda, lalu ia menjanjikan, “Senin (22/06) ya, habis apel, sekitar jam 8.00. WIB,” katanya.

(TYr)

Bogor

Pengawasan Ketat di Kawasan Puncak Bogor, Test Masif Terus di Gencarkan

BERIMBANG.com Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat dan Kabupaten Bogor kembali menggelar tes cepat atau rapid test di kawasan Puncak Bogor, Minggu (21/06/2020).

Tes kali ini dilakukan di area Taman Wisata Matahari (TWM) sejak pukul 09.00 WIB. Rencananya, tes yang menyasar wisatawan ini dilakukan selama tiga jam hingga pukul 12.00 WIB.

“Kami Gugus Tugas Provinsi dan Kabupaten Bogor melakukan rapid test di kawasan Puncak. Fokusnya adalah pelaku perjalanan yang akan menuju kawasan Puncak. Saya pikir ini cukup efektif, tiga jam dari jam 9 sampai 12 kita lakukan di sini,” ujar Ketua Divisi Penanganan dan Pengamanan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Dedi Taufik.

Menurutnya, Gugus Tugas menyiapkan 500 alat rapid test untuk di lokasi TWM.

Mereka yang menunjukan hasil nonreaktif akan dipersilakan melanjutkan perjalanan kembali. Sementara mereka yang menunjukan hasil reaktif covid-19 bakal ditindaklanjuti dengan swab test langsung di lokasi.

“Yang nonreaktif bisa melanjutkan perjalanan. Di mobil atau motornya juga kita berikan stiker bahwa mereka telah melakukan tes. Yang reaktif kita lakukan swab, sudah ada tim di sini, nanti kita data dan koordinasikan mereka dari mana. Sementara kita kembalikan ke tempat asal, tidak bisa melanjutkan perjalanan,” terangnya.

Sehari sebelumnya, Sabtu (21/6), Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat dan Kabupaten Bogor juga melakukan rapid test di kawasan Puncak Bogor. Yakni di Masjid At Taawun, Gunung Mas dan Simpang Gadog.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, Pemkab Bogor akan terus gencar melakukan tes covid19 secara masif di tempat-tempat publik, semua dilakukan demi keselamatan dan keamanan warganya.

“Jangan menganggap corona ini sudah tidak ada, mari gotong royong ikuti protokol kesehatan yang dianjurkan, jangan sampai muncul lagi klaster baru corona,” Pungkas Ade Yasin.

Ade Yasin selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid19 juga menambahkan, bahwasannya kegiatan ini juga arahan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengingat banyaknya orang yang memiliki KTP di luar Jawa Barat yang berwisata di Kawasan Puncak Jawa Barat.

“Mudah-mudahan langkah hari ini tepat, terimakasih untuk semua unsur yang terlibat, semoga dapat memutus mata rantai penyebaran  covid19 dan kabupaten bogor siap menyambut new normal,” Tutup Ade Yasin.

(Andi/Novando/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Depok

DPC Pemuda Batak Bersatu Terima Kunci Kantor Sekretariat

BERIMBANG.com, Depok – Dalam rangka menjalin silaturahmi serta bentuk kesolidan organisasi, DPC PBB Kota Depok menggelar kegiatan rapat pengurus dilanjutkan dengan penerimaan kunci kantor DPC Kota Depok.

Saat ditemui disela-sela kegiatan, Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Depok, Edi Hotman Saragih dihadapan awak media menyampaikan, Untuk kegiatan hari ini dari jam 10 tadi pertama kita rapat pengurus yang pengurus PBB dan bidang-bidang kita serta dengan anggota-anggota yang sudah registrasi yang belum mempunyai PAC.

Rapat kita adakan di posko kita posko di PAC 1 yang ada di Cilodong jadi tujuan rapat itu untuk memantapkan struktur kita, semua anggota yang sudah registrasi di DPC yang belum mempunyai PAC itu kita masukkan semuanya di dalam struktur PBB DPC Depok,” ujar Hotman. Sabtu (20/06/2020)

Terkait dengan adanya Kantor sekretariat DPC PBB di Jl. Tole Iskandar No.41 dirinya berharap kantor yang telah tersedia bisa digunakan secara maksimal untuk kegiatan DPC dan PAC di wilayah Depok

“Puji Tuhan, syukur Alhamdulillah pada hari ini tepat Sabtu tanggal 20 Juni 2020 tepat jam 4 sore kita mengadakan serah terima kunci untuk sekretariat DPC PBB Depok.
Tadi serah terima dengan pemilik ruko Bapak Fadli sudah tanda tangan kontraknya dan semuanya, puji syukur semua berjalan dengan baik dan bulan ini juga bersedia untuk kantor ini kita sewa ke pakai untuk sekretariat PBB namanya ini adalah Kantor Sekretariat kita pakai untuk operasional kegiatan pusat kegiatan PAC untuk rapat rapat divisi Depok rapat pengurus DPC maupun rapat pengurus DPC Depok,” jelasnya.

Lebih lanjut Hotman berharap media yang tergabung dalam PBB juga bisa memanfaatkan keberadaan Kantor Sekretariat yang sudah tersedia Harapan kami juga dari teman-teman pers media yang sudah bergabung di PBB apalagi sudah menjadi anggota Pemuda Batak Bersatu Depok inilah kantor bersama kita manfaatkan kantor ini untuk Media center untuk tempat bertukar pikiran tempat untuk bersama-sama membangun PBB Depok,” harapnya.

Novo

Jelajah Desa

Asep Achadiat Sudrajat Plt Camat Cigombong Melakukan Pembinaan Aparatur Desa Ciburayut

BERIMBANG.COM, Bogor –  Dalam acara pelaksanaan peresmian Gedung Serba Guna Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, yang dihadiri Muspika Kecamatan Cigombong, Kasi Pemerintahan Kecamatan Cigombong, Babinsa, Babinmas Desa Ciburayut, Serta Unsur Pemerintahan Desa Ciburayut, jumat (19/06/20) siang tadi

Berkenaan dengan acara tersebut, Asep Achadiat Sudrajat selaku Plt Camat Cigombong menyampaikan arahan kepada Rt, Rw, serta Aparat Desa terkait kondisi pandemik Covid-19. Diantaranya, berbagai persoalan bantuan untuk masyarakat yang terdampak pandemik, data warga penerima kenyataan masih carut marut. Untuk itu, maka segera desa memutahirkan data agar tidak muncul persoalan.

“Semua yang mendapat tugas untuk mendistribusikan bantuan harus amanah, dan mengikuti regulasi yang telah ditetapkan,” ujarnya

Aparat Desa harus menjadi contoh dalam situasi pandemik, seperti, disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan bagi para ketua RT, Ketua RW, Aparat Desa, dan para tokoh.

“Selain hal di atas, wujudkan gerakan gotong royong warga dalam rangka menghadapi dampak krisis kesehatan akibat pandemik yang menjurus pada krisis ekonomi, jangan sampai menjadi krisis sosial yang akan mengakibatkan kerawanan masyarakat, serta melaksanakan arahan Forkopimda Kabupaten Bogor untuk menbentuk Pos-pos Layanan Warga. Diantaranya, Pos Keamanan, Pos Kesehatan, Media Informasi dan Komunikasi Warga, serta Pos Ketahanan Pangan,” jelasnya.

Terkait dengan Gedung Serba Guna Desa Ciburayut, Asep juga mengharapkan, agar dipelihara dengan baik, dimanfaatkan untuk kepentingan warga dan menjadi tempat berkumpul warga dalam rangka menyerap aspirasi dan diskusi produktif untuk pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta Penata kelolaan gedung dituangkan dalam bentuk peraturan desa untuk dikelola oleh Bumdes, harapnya.

(Na/Wan)

Depok

Sah! Tiga Direksi PDAM Kota Depok Dilantik

BERIMBANG.com, Depok – Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Tiga Direksi PDAM Tirta Asasta Kota Masa Jabatan 2020-2025 yang berlangsung di Gedung Balai Kota Depok. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji dipimpin langsung oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Jumat (19/06/2020).

“Jabatan direksi ini merupakan unsur penting di dalam kepengurusan perusahaan daerah karena sangat menentukan keberhasilan perusahaan sesuai dengan visi misi yang telah ditetapkan. Saya berharap agar kepercayaan yang diemban saat ini dapat dilaksanakan dengan sebaik baiknya. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa membalas semua kerja keras yang telah dilakukan untuk perkembangan PDAM Tirta Asasta Kota Depok sampai saat ini,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Sementara Muhammad Olik Abdul Holik yang kembali dipercaya menjadi Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Wali Kota Depok atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami sebagai Direksi PDAM Tirta Asasta 2020-2025.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang kami miliki untuk mengemban amanah ini dengan baik agar dapat memenuhi harapan Pemerintah Kota Depok dan masyarakat Kota Depok pada umumnya,” tutur Direktur Utama Muhammad Olik Abdul Holik didampingi Direktur Umum Ade Dikdik Isnandar dan Direktur Operasional Sudirman.
Dikatakan Olik selanjutnya, kami akan menyampaikan beberapa hal sebagai Visi, Misi dan rencana bisnis kami 5 (lima) tahun ke depan.

Visi PDAM: Mewujudkan pdam depok yang unggul, nyaman dan religius dan menjadikan standar air minum untuk pelayanan kepada masyarakat kota depok.
Misi : Meningkatkan cakupan pelayanan, Mengutamakan pelayanan yang unggul, Meningkatkan kesejahteraan karyawan dengan professional dan religious, dan Meningkatkan kinerja keuangan yang akuntable dan transparan.

Lebih lanjut dikatakan, rencana bisnis dan program utama PDAM 2020-2025 adalah: Penambahan sambungan langganan (SL), Peningkatan kualitas pelayanan pelanggan dengan dukungan infratruktur IT yang lebih baik, Menurunkan tingkat kehilangan air (NRW), Pengembangan SDM yang unggul (kompeten) dan religius (berintegritas), Meningkatkan kualitas,kuantitas dan kontinyuitas air secara berkelanjutan untuk mencapai kualitas air minum pada tahun 2025, Meningkatkan efisiensi operasional, Penguatan kelembagaan dengan perubahan badan hukum menjadi Perseroda dan reorganisasi perusahaan agar lebih efektif dan efisien dan Mempertahankan kinerja secara keseluruhan.

“Kami mohon dukungan dari seluruh stakeholders dan kerjasama dengan berbagai pihak agar tercapai sinergi yang lebih maksimal sehingga Visi, Misi dan Rencan Bisnis ini dapat terwujud sehingga PDAM Tirta Asasta dapat memberikan manfaat yang semakin dirasakan oleh masyarakat Kota Depok,” pungkasnya.*

Bogor

Menyikapi PKBM, Ketua DPC PWRI Kabupten Bogor Apresiasi Langkah Kadisdik

BERIMBANG.com Organisasi Pers bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), audiensi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyikapi masalah yang terjadi di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), kemarin, Kamis (18/06/2020).

Dalam penyampaian materi oleh Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bogor, dan LSM Patroli, mengemukakan banyaknya dugaan pelanggaran yang terjadi pada satuan lembaga yayasan pengelola PKBM yang ada di wilayah kabupaten bogor.

Salah satunya temuan dari LSM Patroli yang memaparkan banyaknya data siluman pada Dapodik PKBM di Kabupaten Bogor.

Menanggapi informasi tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Entis Sutisna, menyatakan kaget luar biasa, Ia pun berjanji untuk segera melakukan langkah menerjunkam tim untuk mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut.

“Kalau informasi dan data yang disampaikan tadi ternyata benar, ini sungguh luar biasa, saya sampai merinding mendengarnya, dan tentunya kami akan segera menindaklajutinya,” katanya.

“Dan jika terbukti tentu akan ada mekanisme terkait sanksi yang akan diterapkan. Bisa saja kegiatan PKBM tersebut kita hentikan,” Ujar Entis Sutisna.

Mendengar janji Kadisdik akan bertindak cepat, Ketua DPC PWRI Kabupaten Bogor, Rohmat Rohmat Selamat SH, Mkn, “Responsif Kadisdik patut di apresiasi, dalam menerima informasi yang kami sampaikan,” katanya, usai audiensi.

“Dan beliau (Kadisdik) juga berjanji akan segera menindaklanjuti informasi dari data tersebut,” pungkas Rohmat Selamat.

(TYr/Sto)

Bogor

Gagal Tender, PT. Sayaga Wisata Digugat 4 Perusahaan

BERIMBANG.com Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor, PT. Sayaga Wisata mendapat beberapa gugatan dari perusahaan peserta yang mengikuti lelang pembangunan hotel Sayaga.

Direktur Utama PT. Sayaga Wisata, Supriyadi Jufri menguraikan hal tersebut melalui percakapan telpon yang disambungkan oleh stafnya, dikantornya jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. selasa 17 juni 2020.

“Kalau tidak salah ada 4 perusahaan (menggugat) dan untuk materinya hanya dua itu saja, yang 3 (perusahaan) itu masalah 10%,” terangnya, “yang satunya masalah PP (Peraturan Pemerintah nomor) 54,”

Ia menjelaskan aturan, “Pengadaan barang dan jasa nomor 16, tahun 2016 kalau tidak salah, itu sudah mengeluarkan BUMN BUMD dari Perpres (Peraturan Presiden), dia punya aturan sendiri,”

“kemudian kalau peraturan presiden nomor 18 tahun 2018 yang terakhir, sudah jelas disebut kan Perpres ini berlaku  untuk KLDI, Kementrian, Lembaga, Departemen dan Instansi,” terangnya.

menurut Supriyadi, “Tapi untuk Sayaga tidak mengacu ke Perpres,” katanya, “Jadi untuk Sayaga mengacunya ke Perdir (Peraturan Direksi), sehingga itu tidak bisa digugat, karena gugutannnya sendiri bicara bahwa ini proyek pemerintah,”

“Bisa digugat, apakah diterima atau tidak itu urusan nanti,” katanya, lalu ia menegaskan bahwa pembangunan hotel Sayaga, “Bukan proyek pemerintah, ini proyek BUMN BUMD,” kata Supriyadi.

Dia menerangkan isi Perdir, “Walaupun sebagian besar kita copypaste (menyalin) dari Perpres, tapi tidak semua isi Perpres masuk,” katanya, “ada yang ditambahin ada yang dikurangin,”

ia merujuk, “Peraturan Pemerintah nomor 54 tahun 2017 pasal 93 ayat 1 itu menyatakan pengadaan barang dan jasa di BUMD tidak mengacu ke Perpres, tapi ditetapkan oleh Pergub peraturan gubernur,”

“Peraturan gubernur itu kan, peraturan turunan, Perpres yang mensyaratkan peraturan turunan gak mungkin bisa berlaku saat itu juga, kan peraturan turunan harus dibuat dulu, tidak mungkin Perpres keluar bulan agustus 2017, kemudian Pergubnya keluar bulan itu juga, kan gak mungkin,”

dengan hal itu ia mengaku, “nah ini ada silang pendapat, diinternal kami, apakah ini otomatis berlaku, atau selama belum ada Pergubnya,kita tetap mengacu ke Perdir, kan begitu,”

“karena kan gini, Perpres 54 itu mensyaratkan pengadaan barang dan jasa diatur oleh Pergub, peraturan Gubernur atau peraturan Bupati, nah karena di Bogor belum ada peraturan Bupati dan peraturan kepala daerahnya, terus kita mengacu kemana,”

“Karena dalam praktek disemua daerah mengacu kepada peraturan lama sebelum peraturan baru terbit, tapi itu kan masih perdebatan, itu praktek,” katanya.

Dia menjelaskan, “Lelang pertama juga ada gugatan, yang 10 persen itu, Tapi tetap kita jalan, karena itu dasar kita kuat jelas,”

“tapi yang kedua, lelang lelang itu ada gugatan, masalah dasar lelangnya, pakai Perdir atau pakai yang lain, kita kan bilang pakai Perdir, ini ada gugatan harusnya pakai pergub,” kata Supriyadi.

“Inilah yang menurut saya harus ada kepastian dulu, kepastian itu kita harus butuh fatwa LKPP, karena pengadaan barang jasa itu hanya 3 yang boleh menentukan LKPP, BPKP dan Kejaksaan,” kata dia.

Dengan dasar itu tender digagalkan, “harusnya saya tunda tanpa kejelasan, kan gak mungkin, karena kan minta fatwa itu gak gampang, gak sehari dua hari kemudian muncul, kan gak bisa begitu, nah ini masih dalam pembahasan,”

“Kemungkinannya kita akan nunggu dulu Pergubnya keluar, karena aturan dasarnya harus Pergub,”

Disisi lain mengenai, “Tim lelang ini sifatnya adalah tim lelang Sayaga, cuma karena sayaga belum punya personil yang berpengalaman, kalau personil yang bersertifikat kita sudah punya,”

“butuh orang yang pengalaman melakukan lelang sehingga tidak ada celah kelalaian.Tim nya dari sayaga, kita hanya minta orang kemudian minjam sistem, SK nya tim lelang itu dari direksi Sayaga bukan dari kepala ULP,” ungkapnya.

“cuma supaya jangkauannya lebih luas lebih terbuka, makanya kita pakai sistim LPSE,” kata Supriyadi.

Sebelum gagal tender Dalam tender ulang, kata dia, “Usulan pemenang sudah ada, hanya dasar hukumnya, salah satu yang membatalkan lelang itu kalau dianggap dokumen-dokumennya tidak valid, bisa juga kalau dipake KKN, bisa juga dianggap kecurangan,”

“kalau gagal tender ini, karena dianggap dokumen pendukungnya belum jelas, aturan tender,” katanya, “aturan tender kita mengacu kepada Perdir, padahal ada PP 54 yang mengatur berbeda,”

“Mungkin kejaksaan besok inshaAlloh sudah keluar fatwanya, apakah menggunakan Perdir atau bukan, kita tunggu aja,” ujar Supriyadi.

Selain gagal tender ia menjelaskan “Karena gini, proyek sayaga ini proyek yang jadi sorotan banyak orang, sehingga kita harus hati-hati betul, baik dari sisi peraturan maupun dari pelaksanaan tender,”

“Sebenarnya targetnya harusnya desember jadi, tapi kita lebih memilih mengesampingkan target, tapi mengutamakan peraturan,” pungkasnya.

(Tengku Yusrizal)

Bogor

Pemkab Bogor Bersama BIN Gelar Rapid Test di Pasar Cibinong

BERIMBANG.com Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, bersama Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test massal di Pasar Cibinong, Rabu (17/06/2020).

Dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, antusiasme masyarakat yang ingin mengikuti tes ini sangatlah tinggi, terlihat dari penuhnya kursi hingga antrean yang cukup panjang sebelum memasuki lokasi tes.

Informasi yang dihimpun, BIN meyediakan sekitar 1.000 unit dengan menyasar para pedagang dan pengunjung pasar. Bahkan, jika dari hasil rapid test menunjukkan hasil reaktif, maka akan langsung dilakukan tes swab.

Bupati Bogor, Ade Yasin ingin kondisi ini tak terjadi di pasar-pasar lain sehingga tes massal penting untuk terus dilakukan.

“Kita khawatir seperti itu, makanya kita dengan cepat melakukan tes dan mendapat respon dari BIN sehingga terlaksana,” katanya

Dirinya berharap, upaya bersama ini dapat menurunkan angka positif corona, khususnya di Kabupaten Bogor. Selain Pasar Cibinong, masih ada 30 pasar lagi yang perlu dilakukan tes massal untuk mengetahui kondisi sebaran virus corona.

“Mudah-mudahan dengan upaya bersama ini kita bisa menurunkan angka positif dengan traking yang cepat.”

“Hari ini kita dapat bantuan 1.000 tes rapid dan swab, semoga dimaksimalkan sebaik-baiknya oleh pedagang pasar maupun di sekitar pasar,” harap Ade Yasin.

Sementara itu, Staf Khusus Kepala BIN, Mayor Jenderal TNI (Purn) Neno Hermiano mengatakan, pada pelaksanaan Rapid Test kali ini BIN menyediakan 1.000 rapid dan Swab untuk melakukan tes kepada warga yang ada di Pasar Cibinong.

“Jatah kita hari ini 1.000, kemudian ini terbuka untuk umum. Artinya diutamakan untuk masyarakat yang ada dipasar maupun masyarakat sekitaran pasar,” katanya dilokasi.

Menurut Mayor Jenderal TNI (Purn) Neno Hermiano, BIN melakukan rapid test secara bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk mendeteksi dan berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kemudian kalau nanti animo masyarakat tinggi rapid tes, kita akan lanjutan sampai tiga hari. Tujuannya semaksimal mungkin untuk mengentaskan ada klaster baru atau tidak seperti pasar, stasiun atau rumah susun,” tutupnya.

(Andi/Diko/Novando/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Tim Monev PSBB, Tinjau Hotel dan Tempat Wisata di Kec. Megamendung

BERIMBANG.com Tim Monitoring dan Evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (Monev PSBB) sektor pariwisata Kabupaten Bogor, melaksanakan monev ke sejumlah tempat wisata dan restoran di wilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Monev PSBB yang dilakukannya tersebut sebagai lanjutan dari tim sektor pariwisata lintas sektoral yang sebelumnya telah dilaksanakan.

“Ini adalah lanjutan dari pada kegiatan sebelumnya, dimana kami kembali mensosialisasikan soal habisnya masa PSBB dan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 35 tahun 2020 ke seluruh tempat seperti rumah makan, restoran, hotel dan tempat wisata yang ada di Megamendung,” kata Camat Megamendung, Endi Risnawan disela-sela kegiatan. Selasa (16/06/2020).

Ia menjelaskan, saat ini pihak juga sedang menunggu hasil verifikasi dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor mengenai sudah bisa atau tidak dibukanya sejumlah tempat wisata dan restoran tersebut.

“Untuk kesiapannya kami masih menunggu intruksi dari satgas. Apakah tempat wisata dan restoran sudah bisa atau tidak, karena sampai saat ini kami belum berani mengarahkannya, kalaupun bisa tetap harus ikut protokol kesehatan,” katanya.

Namun demikian, Endi mengaku siap jika memang sudah ada arahan, yang penting  tetap menjaga kewaspadaan akan imbas dari wilayah yang terdekat dengan ibukota Jakarta ini. Mengingat, jika sudah dibuka dipastikan akan banyak wisatawan kembali datang ke daerah wisata di puncak.

“Waspada itu perlu, sebab ini kan menyangkut wabah nasional, resikonya sangat tinggi. Tapi, kami berharap kedepan masyarakat dapat kembali merasa nyaman dan perekonomian pun kembali normal,” ucapnya.

Senada dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Mulyadi. Menurutnya, mensosialisasikan Perbup No 35 penting dan wajib, supaya diketahui dan dipahami oleh masyarakat, terutama mengenai penerapan standar protokol dari Covid-19 itu.

“Selain ingin tau, kita juga ingin melihat masyarakat jadi paham soal dimana zona – zona yang tadinya kuning jadi hijau, merah jadi kuning. Kalau begitu kita bisa menuju ke era new normal baru, jika sudah normal, ekonomi pun dapat berjalan baik,” ungkap Mulyadi

Ia berharap, dengan adanya kegiatan  analisa monitoring dan evaluasi ini, masyarakat dapat mengetahui serta memahami tentang protokol Covid-19. Pasalnya, meski telah ada tempat wisata seperti Taman Safari Indonesia (TSI) dan hotel-hotel besar telah buka, namun belum sepenuhnya menerapkan standar PSBB.

“Memang belum 100 persen menerapkan standar PSBB, padahal kan ini harus dipenuhi oleh para pelaku usaha itu, agar masyarakat yang berkunjung tetap sehat begitu pula pengelolanya. Sehingga, Bogor pun jadi sehat. Adapun hasil dari kegiatan monev ini nanti akan di bawa dalam rapat Gugus Tugas,” jelas Mulyadi.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)