Bulan: April 2020

Bogor

Kondisi Pasien Pendarahan, Peserta BPJS Berbayar Nyari RS Rujukan Sendiri

BERIMBANG.comPelayanan disalah satu rumah sakit (RS) di Kabupaten Bogor, meminta pasien yang akan melahirkan mencari rujukan sendiri dalam keadaan pendarahan. Pasien hanya ditemani keponakannya.

Hal itu diungkap oleh suaminya yang enggan disebutkan namanya dan Andini yang mendampingi Cicik atau tantenya Indriyani (34) saat itu akan melahirkan.

Indriyani peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan yang telah dibayarkan oleh perusahaan, ditempat ia bekerja. Saat ini Indriyani masih dalam keadaan pemulihan.

Cerita Andini, kejadian saat itu menegangkan pada Senin (06/04/2020) yang lalu, ia mengantar Indriyani yang telah merasa mules tanda-tanda akan melahirkan,

Permintaan Indriyani, agar diantar ke rumah sakit (RS) yang menerima BPJS, ia diterima sebagai pasien. di RS Trimitra dijalan raya Jakarta-Bogor, Cibinong. Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Usai diperiksa di ruang IGD oleh pihak RS, Indriyani, “Dipindahkan keruang rawat inap kelas 2, padahal (peserta) BPJS kelas 1, alasannya Kamar penuh,” kata Andini,

Kemudian Andini yang mendampingi tantenya itu melihat Pendarahan Banyak, “Cicik (tante) saya memanggil Suster untuk membersihkan Pendarahan,” kata Andini.

Ia menirukan perkataan tantenya saat mendampingi, “Suster saya sudah mules,” kata Andini, yang saat itu dalam keadaan panik melihat keadaan Indriyani.

Lalu, Andini meniru penjelasan perawat, “Ibu Harus dirujuk dikarenakan Bayi ibu sudah harus dilahirkan karena Pendarahan nya sudah banyak,” katanya.

Mendengar keterangan perawat bahwa Indriyani, Tante Andini harus dirujuk, ia pun langsung menghubungi pamannya, suami Andriyani berinisial IL.

Suami Indriyani berkomunikasi melalui telpon dengan petugas/perawat jaga di RS Trimitra yang disambungkan oleh Andini. Saat itu IL sedang bertugas diluar kota.

IL membenarkan ditelpon keponakannya untuk bicara dengan pihak RS, kepada redaksi, ia menjelaskan bahwa pihak RS Trimitra langsung memberikan Rujukan Lepas.

Pihak RS, kata IL, ruang untuk Bayi baru lahir Penuh, cuma tersedia 1 ruangan tetapi sudah penuh.

Melalui sambungan telpon dengan pihak RS, IL dalam keadaan panik, meminta RS Trimitra mencarikan RS rujukan dan ambulan, untuk istrinya yang sedang pendarahan.

“Suster Mengatakan ke saya, Bahwa kalau pihak RS Trimitra yang mencari RS Rujukan kadang Susah,” kata IL. “Apalagi untuk Bayi baru lahir, dan harus mencari Sendiri RS Rujukan,”

“Saya sebagai suaminya bertanya, apakah pihak dari rumah sakit melepas Pasien yang dalam keadaan Darurat atau Kritis untuk di Rujuk Lepas,” kata IL.

Lalu, IL mengulang, “Dari itu saya menanyakan lagi apakah Pasien dalam keadaan Darurat atau Kritis wajib di rujuk lepas tanpa bantuan ambulan dan tenaga Medis untuk Ke RS Rujukan,” ujarnya.

Sama dengan cerita Andini, bahwa petugas jaga tetap bersikukuh bahwa dirinya harus mencari sendiri RS Rujukan, lalu ia menirukan ucapan pegawai RS, “karena kami kalau nyari susah,” kata Andini.

Melihat tantenya dalam keadaan pendarahan, Andini hanya mendapat surat rujukan tanpa tujuan rumah sakit mana yang akan didatangi, juga tanpa dibantu ambulan dari RS.

Dengan sigap Andini langsung memesan kendaraan online, membawa tantenya kerumah sakit lain tanpa ditemani siapapun dari pihak RS Trimitra.

Menurut Andini, dalam perjalanan Indriyani sudah tidak sadarkan diri, “di dalam kendaraan cicik saya sudah Pendarahan hebat,” terang Andini.

Sesampainya dirumah sakit rujukan, Andini ditanya, “Ibu bawa surat rujukan tetapi didalam surat rujukan tidak ada Keterangan obat yang diberikan oleh Pihak RS Trimitra,” terangnya.

Secara terpisah, saat dua wartawan mendatangi RS Trimitra, Pihak yang mengaku hubungan masyarakat (Humas) RS, Karin bersama staf lainnya membenarkan saat itu ada Pasien yang bernama Indriyani,

“kalau disebut Menelantarkan pasien, tidak.. kami sudah menangani di awal,” kata Karin. senin (20/04/2020).

Lalu pihak Humas menjelaskan, “Memang kita ada mobil dua unit, satu mobil jenazah dan (satu mobil) pasien, saat itu mobil dalam keadaan tidak steril, habis dipakai antar jemput pasien Covid-19,”

“Untuk membersihkan (mobil ambulan) biar steril lagi (dari Covid-19) butuh waktu dua jam,” kata Karin.

Karin dan rekan lainnya yang mewakilkan RS Trimitra, tidak menjelaskan banyak, keterangan obat yang ditanyakan kepada Andini saat di RS Rujukan.

“Terkait informasi data obat-obatan yang diberikan ke pasien itu kan internal pihak kita pak,” terangnya.

(Koto/TYr)

Bogor

Tindaklanjuti Permintaan Kemenhub, Bupati Bogor Turun ke Stasiun

BERIMBANG.com –  Bupati Bogor, Ade Yasin memantau langsung aktivitas pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line Jabodetabek di stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (20/04/2020).

Hal itu, kata Bupati, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menindaklanjuti surat Kementerian Perhubungan Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek, yang meminta adanya bantuan pengamanan di Stasiun Bojong Gede dan Cilebut.

Keterangan Ade Yasin, bahwa Pemkab Bogor sudah menerjunkan pengamanan sesuai permintaan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam pengamanan Stasiun di Bojong Gede dan Cilebut.

Akan tetapi, dirinya belum bisa menyebutkan berapa personil yang diterjunkan untuk bantuan pengamanan di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) ini.

“Intinya kita sudah terjunkan petugas keamanan. Saya hari ini menindaklanjuti surat yang diminta oleh Kemenhub, untuk lima daerah. Yaitu, Depok Bogor kabupaten dan kota serta Bekasi, kami diminta untuk mengamankan di hari pertama kerja ini,” kata Ade.

Ia menyebutkan, surat permohonan bantuan pengamanan dari Kemenhub tersebut diterima Pemkab Bogor pada Minggu (19/4/2020) lalu.

“Kami sudah menerjunkan personil di Stasiun Bojong Gede dan Cilebut. Karena, dua stasiun tersebut terletak di wilayah Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Ade, dalam pemantauan tersebut masih banyak juga penumpang yang berdempetan. Padahal, anjuran pemerintah daerah dan aturan dari Kereta Rel Listrik (KRL) sendiri harus menjaga fisik Distancing.

“Tadi yang tidak boleh juga masih ada saya lihat, terus yang berdiri dan duduk berdempetan juga masih banyak. Artinya, memang ketika mereka masuk kereta dan mau jalan sangat sulit lagi untuk diatur,” kata Ade. .

Selaku Bupati Bogor, Ade Yasin juga menyesalkan soal masih banyaknya warga Kabupaten Bogor yang diwajibkan kerja di daerah Jakarta.

Padahal, lanjut Ade, pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta sudah diterapkan jauh-jauh hari sebelum penerapan di Kabupaten Bogor.

“Tadi saya sudah tanya-tanya, masih ada yang wajib ngantor padahal sektor itu tidak wajib mempekerjakan karyawannya,” terangnya.

Kata Ade, seharusnya perusahaan di Jakarta sudah diliburkan karena sudah memberlakukan PSBB. Tapi, pada kenyataannya masih banyak perusahaan yang mewajibkan karyawannya ke kantor, terkecuali ada beberapa sektor.

“Ini juga butuh kerjasama dari pemerintah DKI untuk lebih tegas lagi yang tidak dikecualikan, kalau yang tidak dikecualikan ada tadi yang kerja di bank juga tadi,” Pungkas Ade Yasin.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Depok

Kajian Ramadhan Virtual Akan Dilaksanakan Pemkot Depok Selama Bulan Puasa

BERIMBANG.COM, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan mengadakan program Kajian Ramadan Virtual selama bulan puasa. Hal ini dilakukan sejalan dengan imbauan yang telah dikeluarkan agar kegiatan peribadatan untuk sementara dilaksanakan dari rumah demi mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial, Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Eka Firdaus mengatakan, selama Bulan Suci Ramadan, pihaknya tidak mengadakan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang  seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, diganti dengan Kajian Ramadan Virtual.

“Ada 15 tokoh agama yang akan memberikan tausiyah secara bergantian menjelang buka puasa dalam agenda Kajian Ramadan Virtual tersebut,” tuturnya. Senin (20/04/20).

Dikatakannya, tausiyah rencananya disampaikan melalui Channel Youtube milik Wali Kota Depok, Mohammad Idris. Sebelum ditayangkan, tautan (link) tausiyah akan disebar melalui media sosial.

“Kita berharap seluruh masyarakat Depok bisa menontonnya,” ujarnya.

Eka menyebut, tema ceramah yang disampaikan masing-masing tokoh agama berbeda. Namun, katanya,  tetap menekankan nilai-nilai kesabaran dalam menghadapi kasus Virus Covid-19 selama Ramadan.

“Karena Kajian Ramadan Virtual baru perdana kami lakukan, mudah-mudahan seluruh masyarakat dapat menonton tayangan ini. Program ini merupakan bentuk perhatian kami untuk masyarakat selama menjalani bulan puasa,” tandasnya.

Depok

Terkait Bansos Covid 19, Ketua RT RW Di Kel Mampang Ancam Akan Mengundurkan Diri

BERIMBANG COM, Depok – Para Ketua RT dan RW di Kelurahan Mampang, Pancoran mas Kota Depok mengancam Pemerintah Kota Depok mengundurkan diri dari jabatan ketua RT dan RW. Kekecewaan tersebut dituangkan para Ketua RT dan RW yang beredar lewat video berdurasi 4.16 menit yang beredar di aplikasi group Whatsapp.

Kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota Depok sangat dirasakan, sebab program bantuan sosial Covid 19 yang diusulkan tidak semua diakomodir sehingga warga yang seharusnya dapat manfaat tidak dapat tersalurkan dengan baik,. Dalam melakukan pendataan kepada warga sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada yaitu warga yang sangat membutuhkan bantuan.

Para Ketua RT dan RW juga menjadi dilema dan menganggap jabatannya selama ini tidak dianggap oleh warga malah sebaliknya dimusuhi masyarakat

” Kami sudah bekerja siang sampai malam tanpa dibayar, mendata, menginput data warga yang membutuhkan bantuan tetapi usulan kami tidak sesuai dengan harapan masyarakat sehingga warga yang tidak mendapatkan bantuan komplen kepada kami padahal kami sudah ajukan sesuai pendataan warga per KK,” ujar pengakuan RT di video.

Bahkan Ketua RT dan RW yang mengaku mewakili Kelurahan Mampang akan lepas tangan bilamana aspirasi mereka tidak terpenuhi.*

Depok

DMC Peduli Bagikan Sembako Ke Empat Kalinya

BERIMBANG.COM, Depok – Bentuk kepedulian terhadap jurnalis di Kota Depok , salah satu wartawan yang tergabung di Depok Media Center ( DMC) kembali bagi – bagi sembako yang ke empat kalinya. Senin( 20/4)

Kepedulian DMC berbagi merupakan langkah untuk meringankan para awak media dalam memenuhi kebutuhan dimasa pandemik Covid 19 dimana sangat dirasakan dampaknya terhadap masyarakat termasuk jurnalis yang sering meliput di Pemerintah Kota Depok.

Ketua Pembina DMC , Rusdi Nurdiansyah mengatakan, Kepedulian DMC dalam memberikan bantuan kepada jurnalis yang ke empat kalinya merupakan bantuan yang diperoleh dari Donatur Jurnalis Jelajah Indonesia, Topi Koki dan Irfindo sebanyak 50 paket sembako.

” Kami berharap dengan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat apalagi menjelang Ramadhan ini pastinya banyak keperluan kebutuhan bahan pokok, ” ujar Rusdi.

Rusdi juga mengucapkan banyak terimakasih kepada donatur yang selama ini memberikan bantuan kepada awak media.

Iik

Berita Utama

Masyarakat Diminta Jaga Jarak, Ridwan Kamil Langgar Kebijakannya Sendiri

BERIMBANG.COM, Kabar – Warga dibuat geram oleh ulah pemimpin, terkait penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumedang bahkan Jawa Barat. Pasalnya kebijkan yang dibuat, seperti physical distancing dan diam di rumah, dilanggar oleh pemimpin itu sendiri.

Situasi itu seperti dipertontonkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kami serta Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan serta sejumlah pejabat terkait lainnya, saat melaunching Pendistribusian Bantuan Tunai dan Non Tunai Program Gubernur Jawa Barat, Kepada Masyarakat yang terkena dampak Pandemi Covid-19, di Kantor PT. Pos Indonesia Cabang Sumedang, Sabtu (18/4/2020).

Mereka tidak membuat jarak, hanya mengenakan masker dan berdiri berdempetan.

“Jadi seperti ini, contoh yang diberikan para pemimpin supaya warganya sadar dan manut, untuk melaksanakan setiap anjuran pemerintah terkait penanganan dan pencegahan corona,” cetus salah seorang warga Sumedang, Ridwan, kepada wartawan, yang tak sengaja melihat “atraksi” launching pendistrian bantuan tersebut.

Sehubungan dengan itu, sambung dia jangan salahkan warga, jika masih sering berkerumun atau berkeliaran di luar.

“Jadi apa yang dicontohkan pemimpin itu,  akan diteladani warga. Sudahlah, sekarang bukan saatnya lagi untuk pencitraan,” ujarnya.*

Depok

Menyambut Ramadhan 1441 H, Debar Channel Lakukan Shooting Syiar Debar

BERIMBANG.COM, Depok – Depok Pembaharuan (Debar) Channel mulai melakukan pengambilan gambar shooting Syiar Debar Ramadhan dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriah dengan menurunkan Tim Debar Channel yang terdiri dari para siswa SMK Broadcast Ghama Caraka yang sudah berpengalaman, Minggu (19/04/2020).

Dihari pertama shooting Debar Chanel mengambil lokasi di Pondok Pesantren Daar El Arofah di Jalan Samudra, Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok yang tengah dalam masa pembangunan. Dan program Syiar Debar Ramadhan akan tayang setiap harinya di bulan Ramadhan selama 30 hari pada pukul 17/00.WIB

Director Program Syiar Debar Ramadhan, Rizki Fazri mengatakan, program ini merupakan produksi kali kedua setelah program pertama pada tahun 2019 berjalan lancar dan sukses. “Tahun lalu konsepnya kita lakukan secara indoor, kali ini berbeda, kita produksi secara outdoor dan indoor dan untuk sesi pertama kita bekerjasama dengan Pondok Pesantren Daar El Arofah dibawah pimpinan KH. Zein Rofiq Fachrudin,” ujar Rizky Fazri.

Selain sebagai program syiar dakwah, lanjut Rizky, program ini juga untuk membangkitkan semangat para pemirsa Debar Channel dan umat muslim untuk berbagi membantu proses pembangunan Pondok Pesantren Daar El Arofah.

“Konsepnya sengaja dilakukan dilokasi pembangunan gedung pondok pesantren agar para pemirsa tergugah untuk membantu pembangunannya,” tutur Rizky didampingi pembawa acara (Host) Topan Aditya.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Daar El Arofah, KH. Zein Rofiq Fachrudin menuturkan, proses produksi program Syiar Debar Ramadhan ini terkait dengan sedang berlangsungnya proses pembangunan gedung Pondok Pesantren dan pembebasan lahan yang masih membutuhkan bantuan dana dari masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan adanya Syiar Debar Ramadhan yang ditayangkan di Youtube Debar Channel bisa menarik simpati para dermawan untuk ikut mensukseskan lancarnya pembangunan Pesantren ini,” tutur Kyai Zein Rofiq.

Menurut dia, Pesantren ini dibangun merupakan rintisan pertama dengan niat untuk memfasilitasi warga yang ingin belajar di Pondok Pesantren tetapi tidak bisa terwujud karena faktor biaya.

“Kedepannya para yatama, dhuafa bisa kita fasilitasi di Ponpes ini. Kita targetkan Ponpes ini bisa menampung sekitar 30 siswa,” tandas Zein Rofiq seraya menambahkan anggaran pembangunan Pondok Pesantren Daar El Arofah ditargetkan mencapai Rp 2 milliar.

Sedangkan Penanggung Jawab Produksi sekaligus Pimred Debar, Adie Rakasiwi menambahkan, Syiar Debar Ramadhan tahun ini ditargetkan tiga hari selesai penggarapannya di tiga titik lokasi. Dikatakannya, kehadiran Syiar Debar Ramadhan kali ini agak berbeda dengan tahun kemarin, yaitu dengan menghadirkan Host Topan Aditya discene awal dan penutup setiap episodenya.

“Insya Allah Syiar Debar Ramadhan ini menjadi penyejuk bagi umat muslim dalam menanti waktu berbuka puasa,” pungkasnya.

Red

Depok

Pemkot Depok Belum Maksimal Awasi Dana Bansos Sebesar 250 Ribu

BERIMBANG.COM, Depok – Pemotongan anggaran Bantuan Sosial sebesar 250 ribu rupiah per KK yang digelontorkan oleh Pemerintah Kota Depok mendapat sorotan dari salah satu RW di wilayah Kelurahan Jatijajar. Bantuan yang seharusnya didapat warga tidak sesuai dengan pemberian dari pemerintah Kota Depok.

Untuk menghindari hal – hal yang dapat merugikan masyarakat,  ia menilai Pemkot Depok belum Maksimal dalam hal pengawasan dan meminta kepada Pemerintah Kota Depok untuk lebih mengawasi anggaran bantuan kepada RT dan RW agar penyalurannya tepat sasaran kepada warga.

“Pengawasan kepada penerima manfaat harus se maksimal mungkin dijalankan agar tidak ada oknum – oknum yang dapat memanfaatkan situasi sekarang ini apalagi untuk kepentingan pribadi, kami sebagai pengurus RW hanya sebagai jembatan untuk menyalurkan bantuan kepada warga,” terang Mauludin belum lama ini.

Menanggapi adanya dugaan pemotongan bantuan yang di gelontorkan pihak Pemerintah Kota Depok Ketua RW, Ahmad Mauludin menegaskan kalau di lingkungannya tidak ada penyunatan dana bantuan dari pemerintah.

“Alhamdulillah di tempat kita itu tidak ada,  kalau ada yang sunat anggaran menurut saya dia bukan pelayan umat tapi dia meracuni umat karena itu ada dana yang diberikan kepada masyarakat agar masyarakat  bisa tenang untuk Diam di rumah selama pandemi ini belum selesai,” jelasnya.

Masih Mauludin, untuk bantuan dari Pemkot Depok yang sebesar 250.000/KK di RW 01 cuma 4 KK saja yang mendapatkan bantuan tersebut

Lanjutnya, ia menghimbau kepada masyarakat melalui selebaran yang dibagikan kepada warga, tetap pakai masker tetap di rumah jangan sering keluar di bila tidak ada keperluan agar masyarakat ini juga jangan sampai terjangkit anak biasanya

“Penyakit ini tidak terlihat dan sangat kecil, kita batasi warga berkumpul kita sudah melarang dan juga membatasi warga luar masuk wilayah kita kalau di Jalan Raya Jatijajar seperti jalan Al Islah RW 01 kita mempunyai portal jadi satu pintu warga itu masuk melalui satu pintu, baik paket, ojek online itu berhenti di depan portal nanti untuk paketnya bisa kita distribusikan ke warga,” pungkasnya.

Iik

Depok

Pengusaha Buah Bagikan 1300 Sembako Kepada Warga

BERIMBANG.COM, Depok – Dampak penyebaran wabah Covid-19 sangat dirasakan masyarakat terutama terkait masalah ekonomi, melihat situasi seperti H. Muhammad Taufik Alatas seorang pengusaha buah tergerak untuk membantu warga sekitar guna meringankan beban perekonomian yang dihadapi saat ini. 18 April 2020.

Saat ditemui awak media di kediamannya H. Muhammad Taufik Alatas mengatakan, kegiatannya yang mana di dalam suasana yang begitu banyak masyarakat yang terdampak wabah virus covid-19, pembagian ini hanya untuk sekedar meringankan beban warga disekitar.

Kami membagikan 1300 paket sembako yang terdiri dari beras 5 liter, mie instan, gula, teh, minyak goreng dan sarden. Mudah-mudahan apa yang kami berikan ini bermanfaat, semua yang kami berikan kepada mereka untuk meringankan beban kehidupan mereka yang pada saat ini sangat sulit sebagian warga sehingga rezeki yang kami berikan ala kadarnya kepada warga RW 01 semoga bermanfaat,” ujar Toufik.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat khusunya RW 01 Jatijajar supaya selalu menaati himbauan pemerintah

“Mudah-mudahan Warga dalam suasana yang lagi setelah adanya wabah penyakit Covid-19 ini mudah-mudahan semua warga mengikuti aturan pemerintah tetap di rumah, gunakan masker serta jangan keluyuran, terus jaga jarak dan jaga orang baru yang belum kita kenal tentunya itu harapan dari pemerintah dan selalu menjaga kebersihan ya jadi itu Itulah aturan pemerintah yang harus ditaati oleh warga dan untuk masyarakat seluruh Indonesia,” pungkas Taufik (pengusaha buah-buahan di Pasar Induk Kramat Jati)

Ditempat yang sama Ketua RW 01 Achmad Mauludin menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh H. Muhammad Taufik Alatas ini

” Saya mewakili warga RW 01 mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan oleh H. Muhammad Taufik Alatas yang telah memberikan paket sembako kepada warga kami di lingkungan RW 01 Jatijajar,” tutur Achmad.

Red

Depok

Drainase Buruk, Banjir Di Bukit Sawangan Indah Hingga 1,5 Meter

BERIMBANG.COM, Depok – Turunnya Hujan Lebat pada hari Jum’ at malam hingga Sabtu dinihari di wilayah Perumahan Bukit Sawangan Indah, Kelurahan Duren Mekar Kota Depok mengakibatkan banjir di wilayah tersebut.18 April 2020.

Tingginya curah hujan tinggi di komplek perumahan serta drainase yang buruk membuat air yang masuk ke saluran air terhambat.

“Semalam curah hujan yang tinggi,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Kota Depok, Denny Romulo, tentang sebab banjir tersebut saat dihubungi, Sabtu.

Ketinggian banjir variatif. Ada titik yang ketinggian airnya 1 meter, tetapi ada juga lokasi yang mencapai 1,5 meter.

Denny mengatakan, petugas Dinas Gulkamart sudah diterjunkan ke lokasi untuk menyalurkan bantuan.

“Ini kami sedang mendata, itu kan anggota sudah dari tadi di sana, ngirim perahu karet dan indomie sudah dikirim juga,” kata Denny.

Sementara itu, salah satu warga setempat mengatakan, air sudah berangsur surut pada Sabtu pagi.

“Sebagian surut, saya sudah temasuk bagian yang surut, sudah bersih-bersih rumah juga. Surut mulai jam 7 sampai 9 pagi, dengan adanya banjir ini memang drainase nya buruk” kata warga itu melalui sambungan telepon.

Iik