Bulan: Februari 2019

Depok

RENJA OPD, Disdukcapil Berikan Layanan Cepat dan Akurat Satu Hari Selesai

BERIMBANG.COM, Depok – Wakil Walikota membuka RENJA Disdukcapil Kota Depok di Hotel Savero, jalan Margonda Depok, 19/02/2019.

Pradi Supriatna, dalam arahannya mengatakan pelayanan kependudukan di harapkan untuk selalu meningkatan kinerja pelayanan kependudukan dan catatan sipil dan dapat memanfaatkan teknologi informasi digital sehingga bisa diakses oleh masyarakat secara cepat dan akurat.
“Di era saat ini kepentingan pe
Layanan masyarakat selalu minta yang cepat, dengan pelayanan digital ini bisa cepat berkas di tangan Kepala Dinas dimanapun kepala Dinas itu ada,” kata Wakil Walikota pada awak media seusai membuka Renja OPD.

Kepala Disdukcapil Kota Depok Misbahul Munir di tahun 2020 rencana program yaitu tercapainya target ikut mensukseskan Program Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA).
“Artinya sadar pentingnya dokumen kependudukan, sadar pentingnya data untuk masyarakat dan Dinas itu sendiri,” kata Munir.

Munir juga menjelaskan, dengan semakin padatnya penduduk di Kota Depok tentu administrasi kependudukan perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai termasuk sumber daya manusianya di harap memiliki profesional dalam melayani masyarakat.
“Sistem kependudukan yang ada kami selalu mengikuti peraturan peraturan dari pusat dan kami akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan layanan yang cepat dan akurat dengan teknologi layanan digital yang baik,” ungkap Munir.(Adi).

Depok

UPT Pasar Cisalak Mulai Bebenah Menuju Pasar SNI

BERIMBANG.COM, Depok – Banyak pedagang yang berjualan di area lantai Bassement dan Lantai 1 di dalam gedung Pasar Cisalak membuat Kepala Unit Pelaksana Teknis ( UPT) Pasar Cisalak didampingi Kasubag UPT , Budi Heryanto melakukan penertiban di area tersebut.Selasa (19/2/2019).

Operasi subuh, UPT Pasar Cisalak sedang melakukan penertiban pedagang sayuran didalam gedung pasar ( Foto : Ist)

Kepala UPT Pasar Cisalak, Sutisna mengatakan, Penertiban yang dilakukan dengan cara persuasif terhadap pedagang, mulai dengan melakukan peneguran hingga memindahkan pedagang ketempat semestinya, hampir mayoritas pedagang yang ditertibkan adalah pedagang sayuran.

” Kita akan terus pantau para pedagang yang mengganggu aktivitas pejalan kaki yang ingin berbelanja disini karena sempitnya jalan hingga menyulitkan pengunjung,” ujar Sutisna

Selain mengganggu aktivitas pejalan kaki yang melintas, tujuan dilakukannya penertiban adalah untuk kerapihan dan ketertiban serta yang utama lagi agar Pasar Cisalak menuju Pasar berstandar Nasional Indonesia ( SNI ).

” Kami akan berupaya terus bebenah agar Pasar Cisalak tetap menjaga kerapihan dan ketertiban supaya pengunjung nyaman datang ke Pasar,” harapnya . ( Iik).

Depok

Pemkot Depok Akan Bangun 15 Taman di Tahun 2019

BERIMBANG.COM – Depok, Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok akan membangun 15 taman terpadu tingkat kelurahan. Pembangunan ini dilakukan sebagai upaya menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Depok.

“Kami akan bangun 15 taman lagi untuk tingkat kelurahan. Lokasi nantinya, diprioritaskan untuk kelurahan yang belum memiliki taman,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, Etty Suryahati, di ruang kerjanya, Jumat (25/01/19).

Etty menyebutkan, beberapa lokasi yang menjadi target pembangunan taman di antaranya di Kelurahan Cilodong Kecamatan Cilodong, Kelurahan Pondok Petir Kecamatan Bojongsari dan Kelurahan Leuwinaggung Kecamatan Tapos, dan-lain-lain.

“Sampai saat ini, sudah terbangun 30 taman terpadu tingkat kelurahan dan sudah berfungsi. Jika pembangunan 15 taman ini selesai tepat waktu, maka jumlahnya menjadi 45 untuk tahun 2019. Target kami 63 kelurahan memiliki taman, jadi kami masih memiliki pekerjaan rumah (PR) 18 taman lagi yang akan dikebut pembangunannya sampai tahun 2021,” katanya.

Untuk diketahui, Pemkot Depok berupaya menyediakan satu taman satu kelurahan di Kota Depok. Pembangunan taman terus dikejar DLHK sampai tahun 2021. Adapun taman yang sudah dibangun DLHK pada tahun 2017 sebanyak 21 taman. Pada tahun 2018, ada 9 pembangunan taman. Sedangkan 33 taman yang belum, akan diselesaikan tahun 2019 hingga 2021.

Depok

Pesan Walikota Depok, Pelajar Harus Punya Jiwa Kreatif

BERIMBANG.COM, Tapos – Wali Kota Depok Mohammad Idris menjadi Pembina Upacara pada upacara pagi di SMK Negeri 4 Penerbangan Depok, Sukatani, Tapos.

Wali Kota Depok, memberikan motivasi kepada ratusan siswa dengan cara kreatif sehingga para siswa tertarik dengan pesan yang disampaikan.
“Motivasi saya berikan menggunakan perumpamaan atau cerita tentang makhluk hidup. Yaitu tentang cerita perjuangan kerang di dasar laut,” ujar Mohammad Idris kepada awak media usai menjadi Pembina Upacara di SMK Negeri 4 Penerbangan Depok, Jalan  Kramat 3, No 16, Sukatani, Tapos, Senin (18/02/2019).

Idris pada kesempatan itu membagi cerita dalam hidupnya kerang memiliki dua pilihan yakni menjadi kerang biasa yang disantap orang atau kerang yang menghasilkan mutiara, di hadapan para siswa.
Makna tersebut menjadi contoh yang bisa diambil manusia pribadi yang lebih sukses atau pribadi yang biasa-biasa saja.
“Dalam perjalanannya para siswa harus tahan dengan cobaan yang mereka alami. Saat sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kita. Kesabaran, kedisiplinan, kerja keras dan keimanan yang menjadi pembuka jalan kesuksesan,” katanya.

Idris menambahkan, setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Untuk itu, hendaknya manusia fokus pada kelebihan yang dimiliki untuk terus menggali potensi diri.
“Saya ingin anak-anak di SMKN 4 terus berjuang, mengejar cita-cita menjadi kebanggaan bangsa dan negara,” tutur Idris. (Adi).

Depok

Penuhi 30 Persen RTH , Pemkot Depok Sudah bangun 106 Taman Di Kelurahan Dan RW

BERIMBANG.COM, Depok- Untuk memenuhi target, Pemerintah Kota Depok tidak becanda dalam memenuhui 30 persen ruang terbuka hijau (RTH). Terbukti, saat ini sudah ada 106 taman di kelurahan dan RW. Nah, tiap tahunnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) membangun 10 taman di kelurahan se-Depok.

“Pembangunan 10 taman setiap tahunnya. DLHK berharap pada 2021 sudah terbangun 148 taman lagi di 42 kelurahan yang belum memiliki taman,” kata Sekretaris DLHK Depok Dewi Retno Utami, kepada wartawan, Rabu (28/02/2018).

Menurut Dewi, saat ini Kota Depok baru memiliki 105 taman yang berada di 21 dari 63 kelurahan di Kota Depok. Taman tersebut merupakan taman kelurahan maupun taman RW. “Tentu kami berupaya mengejar ketersediaan RTH,” terang Dewi.

Menurut dia, DLHK Depok hanya menata RTH di Depok lingkungan untuk membuat lebih indah dan nyaman. “Untuk perluasan RTH ada di DPUPR dan Disrumkim Depok, kita saling koordinasi dengan OPD lain,” tuturnya.

Terkait pemenuhan RTH 30 persen kata Dewi, dilaksanakan secara bertahap. Tentunya diperlukan kerjasama, dan berkoordinasi dengan beberapa perangkat daerah seperti, DPUPR, DLHK, Disrumkim, DPMPTSP, dan Satpol PP Depok. Mulai dari perijinan, pengendalian pemanfaatan ruang.

Perencanaan, pengadaan lahan, penataan RTH, pengawasan, monitoring dan eval. Dan juga perlu didukungan dan partisipasi dari masyarakat untuk capai RTH 30 persen mendirikan dari RTH publik dan RTH privat. “Kami sangat serius mencapai 30 persen RTH,” katanya.*

Bogor

Tolak Pemindahan Makam Oleh MNC Land, Ahli Waris Demo Kantor Bupati Bogor

BRRIMBANG.COM, Bogor- Pasca beberapa hari lalu terjadinya kericuhan warga yang menolak pemindahan makam yang berlokasi di Kampung Ciletuh Hilir, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabuaten Bogor semakin memanas.

Hal ini terjadi karena kesepakatan lahan kuburan yang menampung ratusan makam dan akan menjadi salah satu tempat wisata terbesar Kedua di Asia tersebut belum menemui titik terang karena banyak warga kususnya ahli waris yang tidak terima tempat peristirahatan terakhir kluarganya di bongkar oleh pihak MNC Land sebagai pelaksana proyek tanpa kejelasan yang pasti.

Dengan kejadian kericuhan tersebut Puluhan warga masyarakat Ciletuh Hilir bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengadakan Unjuk Rasa di Jalan Tegar Beriman dengan membawa Karakter Pocong dan Keranda Mayat, Rabu (13/2/19) pagi tadi

Awalnya unjuk rasa ini dilakukan di depan Kantor Bupati Bogor namun jelang siang, para pengunjuk rasa yang berkumpul di depan Polres Bogor. Dengan sigap, para petugas kepolisian pun langsung memblokade pintu gerbang Polres Bogor.

Pihak Kepolisian mencoba menenangkan para pengunjuk rasa tersebut agar membubarkan diri dari depan Mapolres. Tak berlangsung lama berkumpul di depan Mapolres, warga akhirnya membubarkan diri dan kemudian kembali berkumpul di di area trotoar Jalan Tegar Beriman tak jauh dari Mapolres Bogor untuk menunggu perwakilan dari mereka yang sedang melakukan mediasi dengan pihak kepolisian.

Aldi, sebagai Koordinir Lapangan pada Unjuk Rasa tersebut mengatakan, Tujuan kita datang kesini bersama masyarakat Ciletuh Hilir juga perwakilan dari Pergerakan Hahasiswa Islam Indonesia (PMII) karena kemarin ada permasalahan, karena disana terdapat tanah kuburan yang di atas tanah HGU dan disitu juga ada pembangunan oleh MNC Land yaitu pembangunan Wahana Terbesar se-Asia Tenggara.

“Kami disini sebagai masyarakat meminta ke adilan karena kamarin itu ada beberapa makam yang ahli warisnya di adu domba oleh pihak MNC Land serta di intimidasi sehingga pihak MNC juga telah menggusur beberapa makam secara paksa dan ada banyak Polisi, Tni, dan Satpol PP jadi kami ini merasa di Zolimi maka dari itu kami datang kesini meminta ke adilan agar Bupati turun untuk membreskan permasalah ini,” ujarnya.

Pantauan Berimbang.com saat Mediasi antara Kepolisian dengan perwakilan Unjuk Tasa tersebut, terkait adanya panggilan terhadap Saudara Djajang Mulyana sebagai Ketua Rw di Kampung Ciletuh Hilir dan Saudara Jani salah Tokoh Masyarakat. Maka salah satu tokoh masyarakat yang Ikut mewakili mediasi meminta agar pihak kepolisian tidak memproses lebih lanjut terhadap yang mendapatkan panggilan tersebut.

Sementara itu, dari pihak Kepolisian menerangkan, dengan memanggilnya sodara Djajang dan Jani yang dilaporkan suadara Pepen itu hanya untuk memintai keterangan kronologis kejadian, itupun sipatnya undangan untuk mengklarifikasi. Ketika ada prosepun itupun ranahnya masih dalam penyelidikan. Jadi masyarakat jangan sampai terpancing dengan adanya informasi yang belum jelas.

Dengan adanya kejadian miskomunikasi antara warga masyarakat ciletuh hilir kemarin, pihak Kepolisian maupun TNI turun kelokasi hanya untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan karena itu sudah menjdi kewajiban, diharapkan kepada masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu diluar yang tidak jelas kebenarannya.

(Na/Wan)

Depok

Program Kota Layak Anak Berhasil Kumpulkan 1.061 mainan Edukatif dari ASN Kota Depok

BERIMBANG.COM, Balaikota – Sebanyak 1.061 mainan anak anak berhasil di kumpulkan dari ASN Pemerintah Kota Depok di Balaikota dalam apel pagi, dengan meluncurkan program “Sehari Aparatur Sipil Negara (ASN) mengumpulkan mainan Edukatif”. Program tersebut di luncurkan untuk menyukseskan Kota Layak Anak (KLA) pada Senin (11/02/19).

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pengumpulan mainan ini harus dimulai dan dipelopori dari Pemkot Depok. Selanjutnya, apabila masyarakat ingin turut menyumbang akan difasilitasi oleh Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok.

“Saya apresiasi atas kepedulian ASN dengan mengumpulkan berbagai mainan, sehingga nanti akan sangat bermanfaat untuk program psikososial yang dimiliki P2TP2A Kota Depok,” ujar Wali Kota Depok, Mohamad Idris kepada awak media usai apel ASN Pemkot Depok, lapangan Balai Kota Depok.

Sementara itu Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari menuturkan, melalui program Sehari ASN Mengumpulkan Mainan Edukatif, diharapkan dapat membangun kesadaran dan kepedulian aparatur di Kota Depok dalam mendukung KLA. Selain itu, semua pihak bisa berbuat sesuatu demi masa depan anak di Kota Depok.

“Dengan permainan edukatif ini bisa melatih motorik anak-anak dan bermanfaat dibanding mereka bermain gadget,” ungkap Kadinas PAPMK kota Depok ini. (Adi)

Depok

Walikota Depok Memberikan Apresiasi pada Kinerja wartawan Depok

BERIMBANG.COM, Pancoran mas – Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengapresiasi acara syukuran Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok di Kantor PWI Kota Depok Jl. Melati, Pancoran Mas, Minggu (9/02/2019).

Hadir dalam acara tersebut adalah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok Sidik Mulyono, Kepala Disrumkim Dudi Mi’raz, Ketua KPU Nana Shobarna, Kepala BPJS Ketenaga Kerjaan Kota Depok Multanti, Camat Pancoran Mas Utang Wardaya, Forkopinda dan para insan pers di Kota Depok.

Ketua PWI Kota Depok, Tardip Panggabean menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Depok dan semua pihak yang telah mensupport acara HPN tahun 2019 ini, semoga sinergitas ini dapat terus terjaga dengan baik.

Tardip menambahkan, PWI Kota Depok dan Dompet Dhuafa juga memberikan bingkisan kepada mantan ketua PWI dan wartawan senior yang bertugas di wilayah Kota Depok. Kemudian di acara tersebut dilakukan penandatanganan prasasti oleh Walikota Depok atas telah selesainya renovasi Sekretariat PWI Kota Depok.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh aparata Pemerintah dan warga Kota Depok lebih khusus Pak Walikota Depok yang terus menerus mensuport kami sebagai wartawan, hal ini wartawan akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Depok,” ungkap Tardip.

Walikota Depok Dr. Muhammad Idris mengatakan, wartawan bukan hanya jembatan informasi dan komunikasi saja namun sebagai mitra yang terdekat pemerintah untuk kepentingan sosialisasi dan dapat mencerdaskan anak bangsa.

Idris melanjutkan, sebagai seorang pers harus selalu menjaga kode etik jurnalis, independensi wartawan terus dijaga, sehingga informasi yang disampaikan dapat menjadi informasi yang dapat mencerdaskan masyarakat kita dalam hal menentukan sikap pembangunan dan penyelenggaraan program pemerintah.

“Sebagai jurnalis harus mampu memiliki wawasan yang luas mendunia atau global, jadi bukan tentang daerah atau di kota Depok saja namun bisa mencapai seluruh Indonesia, dalam hal keterkaitan infomasi di daerah khususnya Kota Depok dan di Indonesia,” kata Idris.

Sementara itu Sekretaris PWI Depok Suwandi pada kesempatan acara syukuran HPN ini kami juga memberikan penghargaan kepada 10 orang mantan Ketua PWI Depok serta memberikan bantuan kepada putra-putri almarhum wartawan yang bertugas di Depok. (Adi).

Depok

Hari Kurniawan 2 Kali Banting Anaknya Hingga Tewas

BERIMBANG.COM, Depok – Hari Kurniawan (25), tersangka penganiayaan yang menewaskan Fitri (2) tak hanya sekali membanting anak tirinya, hal ini terungkap dari pemeriksaan penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Depok.

Wakapolresta Depok AKBP Arya Perdana mengatakan Hari membanting Fitri pada Selasa (5/2/2019) dan Jumat (8/2/2019) atau saat bayi perempuan malang itu meregang nyawa.

“Kalau keterangan dari istrinya dua kali dibanting, pengakuannya dua kali itu. Hasil visum sementara memang ada darah di kepala korban,” kata Arya di Mapolresta Depok, Senin (11/2/2019).

Pemicu pria yang berprofesi sebagai pengamen jalanan itu tega menganiaya karena dia sering terlibat cek-cok masalah ekonomi dengan istrinya Eni Novia Anggreni (19).

Bedanya, saat pertama, Hari melakukan perbuatan kejinya depan Eni, sedangkan yang kedua dilakukan saat Eni sedang mengamen sehingga tak berada di rumah.

“Dia lagi jongkok, keteknya saya angkat langsung saya lempar posisi dia (Fitri) waktu itu dia lagi duduk,” ujar Hari.

Kepada penyidik, Hari berdalih Fitri masih bernyawa saat meminta tolong kepada warga Jalan Haji Kahfi RT 01/RW 09 Kelurahan Cimpaeun, Tapos.

Penuturan tersebut beda dengan keterangan warga bahwa Fitri sudah tak berdaya dan mengeluarkan kotoran saat dibawa ke Bidan Rasenih dan dokter Johan yang jaraknya tak sampai 10 menit dari kontrakan.

“Keterangan dari pelaku saat dibawa ke RS masih ada detak jantungnya, tapi lemah. Pas meminta tolong ke warga dia berpura-pura enggak tahu dan enggak berbuat apa pun,” tutur Arya.

Hari dijerat pasal 80 ayat 2, 3, dan 4 UU 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan.

Akibat perbuatannya, ayah satu anak itu terancam mendekam dalam penjara selama 15 tahun.

“Pasal 80 ayat 2 ,3, dan 4 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo 351 tentang Penganiayaan ayat 3 KUHP. Ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara,” lanjutnya.

Daerah

Baru Saja Sebulan Lebih Pedagang Oleh-Oleh Di Benda Sudah Mau Di Tertibkan Satpol PP

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Para Pedagang Makanan Oleh-Oleh Asli Garut (Asgar) dan lainnya yang berada di Jalan Raya Ciawi Sukabumi mengalami penurunan omset penghasilan sehari-harinya. Hal tersebut terjadi setelah di bukanya Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Beberapa waktu lalu

Salah satu dari pedagang oleh-oleh tersebut, Sana menerangkan, Setelah jalan tol bocimi di buka sekaligus diresmikan oleh Presiden RI, Pak Jokowi dari jalur Ciawi-Cigombong sangat berdampak kepada pedagang oleh-oleh, seperti yang di alami oleh dirinya sendiri.

“Iya pak, sebelum ada jalan tol dagangan kami selalu laku dan ramai pembeli karena banyak pembeli orang mana-mana yang melintas di jalan raya ciawi-sukabumi. Tapi setelah dibukanya jalan tol dagangan kami langsung sepi sehingga tidak laku, karena kebanyakan pembeli makanan buat oleh-oleh yang menggunakan kendaraan roda empat,” terang Sana kepada berimbang.com, senin (11/2/19)

Untuk mensiasati hal tersebut, lanjut Sana, dirinya bersama pedagang lain yang awalnya berjualan di wilayah Warung Nangka-Ciawi kini berpindah ke Wilayah Benda, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, karena lokasi tersebut tidak jauh dari pintu keluar gerbang Tol Cigombong.

“Kami bersama pedagang lainnya berpindah ke wilayah benda, jadi para pengendara mobil yang akan memasuki jalan tol arah bogor-jakarta melintasi para pedagang oleh-oleh dan sebaliknya dari arah bogor ke sukabumi setelah keluar tol cigombong tidak jauh dari lokasi tempat jualan kami,” ucapnya.

Berdasarkan informasi dilapangan, baru saja sebulan lebih para pedagang oleh-oleh asgar dan pedagang lainnya berjualan yang berlokasi di wilayah benda kini sudah menerima surat pemberitahuan penertiban dari Pemerintah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada senin (11/2/19). Dengan adanya surat penertiban tersebut, para pedadang sangat merasa kebingungan harus berjualan dimana lagi.

(Wahyu/Na)