Tolak Pemindahan Makam Oleh MNC Land, Ahli Waris Demo Kantor Bupati Bogor

250

BRRIMBANG.COM, Bogor- Pasca beberapa hari lalu terjadinya kericuhan warga yang menolak pemindahan makam yang berlokasi di Kampung Ciletuh Hilir, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabuaten Bogor semakin memanas.

Hal ini terjadi karena kesepakatan lahan kuburan yang menampung ratusan makam dan akan menjadi salah satu tempat wisata terbesar Kedua di Asia tersebut belum menemui titik terang karena banyak warga kususnya ahli waris yang tidak terima tempat peristirahatan terakhir kluarganya di bongkar oleh pihak MNC Land sebagai pelaksana proyek tanpa kejelasan yang pasti.

Dengan kejadian kericuhan tersebut Puluhan warga masyarakat Ciletuh Hilir bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengadakan Unjuk Rasa di Jalan Tegar Beriman dengan membawa Karakter Pocong dan Keranda Mayat, Rabu (13/2/19) pagi tadi

Awalnya unjuk rasa ini dilakukan di depan Kantor Bupati Bogor namun jelang siang, para pengunjuk rasa yang berkumpul di depan Polres Bogor. Dengan sigap, para petugas kepolisian pun langsung memblokade pintu gerbang Polres Bogor.

Pihak Kepolisian mencoba menenangkan para pengunjuk rasa tersebut agar membubarkan diri dari depan Mapolres. Tak berlangsung lama berkumpul di depan Mapolres, warga akhirnya membubarkan diri dan kemudian kembali berkumpul di di area trotoar Jalan Tegar Beriman tak jauh dari Mapolres Bogor untuk menunggu perwakilan dari mereka yang sedang melakukan mediasi dengan pihak kepolisian.

Aldi, sebagai Koordinir Lapangan pada Unjuk Rasa tersebut mengatakan, Tujuan kita datang kesini bersama masyarakat Ciletuh Hilir juga perwakilan dari Pergerakan Hahasiswa Islam Indonesia (PMII) karena kemarin ada permasalahan, karena disana terdapat tanah kuburan yang di atas tanah HGU dan disitu juga ada pembangunan oleh MNC Land yaitu pembangunan Wahana Terbesar se-Asia Tenggara.

“Kami disini sebagai masyarakat meminta ke adilan karena kamarin itu ada beberapa makam yang ahli warisnya di adu domba oleh pihak MNC Land serta di intimidasi sehingga pihak MNC juga telah menggusur beberapa makam secara paksa dan ada banyak Polisi, Tni, dan Satpol PP jadi kami ini merasa di Zolimi maka dari itu kami datang kesini meminta ke adilan agar Bupati turun untuk membreskan permasalah ini,” ujarnya.

Pantauan Berimbang.com saat Mediasi antara Kepolisian dengan perwakilan Unjuk Tasa tersebut, terkait adanya panggilan terhadap Saudara Djajang Mulyana sebagai Ketua Rw di Kampung Ciletuh Hilir dan Saudara Jani salah Tokoh Masyarakat. Maka salah satu tokoh masyarakat yang Ikut mewakili mediasi meminta agar pihak kepolisian tidak memproses lebih lanjut terhadap yang mendapatkan panggilan tersebut.

Sementara itu, dari pihak Kepolisian menerangkan, dengan memanggilnya sodara Djajang dan Jani yang dilaporkan suadara Pepen itu hanya untuk memintai keterangan kronologis kejadian, itupun sipatnya undangan untuk mengklarifikasi. Ketika ada prosepun itupun ranahnya masih dalam penyelidikan. Jadi masyarakat jangan sampai terpancing dengan adanya informasi yang belum jelas.

Dengan adanya kejadian miskomunikasi antara warga masyarakat ciletuh hilir kemarin, pihak Kepolisian maupun TNI turun kelokasi hanya untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan karena itu sudah menjdi kewajiban, diharapkan kepada masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu diluar yang tidak jelas kebenarannya.

(Na/Wan)