Bulan: April 2018

Berita UtamaBogor

Warga Kampung Panjang Bojong Gede keluhkan Akses Jalan Hampir Terputus Karena Longsor  

BERIMBANG COM, Bogor – Pengendara Dan Pejalan Kaki diminta ekstra hati-hati saat melintasi Jalan Raya Perum Aneka Gas Desa Rawa Panjang yang Berada di wilayah Rw 17 Rt 05 Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor.Pasalnya, sebagian badan jalan ambrol. Padahal jalur ini satu-satunya satu-satunya akses bagi warga setempat.

Longsoran tebing setingi 8 meter dengan panjang kisaran yang terkena ambrol jalan 10 meter mengakibatkan akses jalan ini terancam terputus. Parahnya lagi, kondisi longsoran mulai mengkikis bibir jalan hingga membuat retakan.

Longsor terjadi setelah hujan Empat hari lalu. Tapi, hingga Jumat  (16/4/2017) belum juga diperbaki.

Akibatnya, jalan menyempit dengan lebar hanya dua meteran. Kendaraan yang melintas hanya cukup untuk satu mobil.

Salah seorang warga Kampung Leuwi Panjang,Dani mengatakan sebelumnya kondisi jalan sudah retak. Saat itu,hanya diberikan pembatas dan ditambal menggunakan semen.

“Perbaikan hanya sebatas pemberian semen jalan yang retak dibantu oleh petugas desa dan Koramil. Longsor yang menyebabkan jalan retak itu terjadi Senin pekan lalu,” katanya

Sementara itu, warga setempat berharap jalan yang longsor segera diperbaiki. Dikhawatirkan, bila dibiarkan kerusakan akan makin melebar.

“Saya harap bisa cepat diperbaiki, sebab rawan sekali banyak Pengguna jalan Melewati jalan ini, anak anak kecil  ,Ibu ibu yang melintas. Ini pun baru bisa dilalui motor Pelan Pelan Bahkan jalan tersebut satu-satunya akses warga disini,” ucapnya,

Berita UtamaDepok

Tidak Ada Eksekusi Pasar Kemiri, Pedagang Minta Secara Tertulis Dari Pengadilan

BERIMBANG.COM, Depok – Ratusan Pedagang melakukan orasi dan berkumpul di setiap pos pengamanan untuk menghadang eksekusi dari Pengadilan Negeri Depok namun utusan dari Polres Depok mengumumkan eksekusi kepada seluruh pedagang bahwa eksekusi yang rencananya pada hari ini gagal dilakukan. Kamis ( 19/4/2018).

Kapolres Depok melalui Kompol Subandi mengatakan mendapat perintah dari kapolres untuk menyampaikan kepada seluruh pedagang untuk tetap berdagang seperti biasanya karena eksekusi hari ini tidak ada.

" Pedagang tidak usah resah berdaganglah seperti biasa karena tidak ada eksekusi hari ini karena bila akan melakukan eksekusi harus ada solusinya buat pedagang," ungkap Subandi.

Para pedagang sempat menanyakan kepada pihak polres jaminan tidak adanya eksekusi karena pedagang masih tidak percaya dengan dibatalkannya eksekusi hingga pedagang meminta jaminan secara tertulis dari Pengadilan Negeri.

Menanggapi pertanyaan pedagang,  pihak kepolisian hanya menjawab menjamin secara lisan bahwa tidak ada eksekusi.

" Masa tidak percaya bahwa hari ini tidak ada eksekusi, ini yang disampaikan Kapolres Depok kepada saya. Pedagang tidak usah khawatir," jelas Subandi.( Iik ).

 

Berita UtamaDepok

Masyarakat Dan Pedagang Bangun Posko Pengamanan Antisipasi Eksekusi Pasar Kemirimuka

Kepala Dinas Perdagin, Kania Parwati ( jilbab) saat mengunjungi Posko pengamanan ( Foto : Iik )

BERIMBANG.COM, Depok – Menjelang Eksekusi pada hari ini tanggal 19 April warga sekitar Pasar Kemirimuka dan para pedagang melakukan pengamanan rencana eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Depok.

Pengamanan dilakukan di pintu masuk pasar dengan mendirikan posko – posko pengamanan untuk mengantisipasi adanya eksekusi   penggusuran dan menggagalkan eksekusi yang selama ini membuat para pedagang dan lingkungan sekitar resah.

Ketua RW 13 Kelurahan Kemirimuka, Mulyono ketika dikonfirmasi berimbang.com mengatakan, Kami warga lingkungan RW 13 menolak keras dengan adanya eksekusi karena menurutnya bilamana eksekusi dilakukan dapat merugikan pedagang dan warga.

" Kami akan pertahankan sampai titik darah penghabisan untuk menggagalkan eksekusi karena dampaknya kepada lingkungan. Dengan adanya pasar dilingkungan sangat bermanfaat untuk warga," ungkap Mulyono.

" Yang kami bela bukan hanya pedagang tetapi juga warga kami karena warga kami juga ada yang mencari nafkah dipasar," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri, Kania Parwati ketika melakukan kunjungan ke posko pengamanan sangat mendukung dengan reaksi warga dan pedagang untuk menolak eksekusi yang akan dilakukan Pengadilan Negeri Depok.

Kania juga berharap nantinya bila dilakukan peremajaan pasar, Pemkot Depok yang harus mengelola pasar tersebut karena bilamana pengelolaan pasar di pegang oleh swasta harga harga di pasar tidak bisa di kontrol.

" Untuk itu kami sangat berharap agar tidak terjadi eksekusi dan para pedagang menjadi nyaman dalam berdagang," ucap Kania.

Pemerintah Kota Depok menurut Kania sudah mengajukan Hak Pengelolaan Lahan ( HPL)  Pasar Kemirimuka kepada BPN tetapi belum ada tindak lanjut ( Iik)

Berita UtamaDepok

KP2D Gelar Raker Pertama Di Gedung Dibaleka 1

BERIMBANG.COM, Depok – Bertempat di Gedung Baleka 1 Lt.2 Ruang Rapat Dispenda Kota Depok, Komunitas Perempuan Peduli Depok atau biasa disingkat menjadi KP2D menggelar Rapat Kerja (Raker) pertama dengan diikuti 32 pengurus aktif yang membawahi sembilan bidang tugas dan pokok pekrjaan. Bidang-bidang tersebut meliputi bidang hukum/Pendampingan, bidang Ekonomi dan sosial, bidang Pendidikan, bidang Seni Budaya, bidang Kesehatan, bidang Litbang, bidang UKM, bidang Humas dan bidang Olah Raga. Selasa (17/4/2018).

Acara Raker dihadiri pula oleh dua orang Dewan Penasehat KP2D, H. Agus Purwoto, SE dan Djaya Kasawilaga. Selaku perwakilan dari pucuk pimpinan Kota Depok didelegasikan kepada Eka Bachtiar yang menjabat sebagai 
Kepala DInas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPA PMK) Kota Depok.

Dalam sambutan dan arahannya, Eka Bachtiar secara umum menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Raker Pertama KP2D dan beliau ingin kegiatan organisasi KP2D agar selaras dan sinergi dengan visi, misi dan program Pemerintah Kota Depok, khususnya untuk program unggulan seperti Zero Waste City, Smart Healhty City dan Family Resilence City ( Kota Ketahanan Keluarga) dan yang terakhir merupakan program unggulan yg menjadi tupoksi DPA PMK. Beliau berharap KP2D  dapat membuat  dan menyusun program kerja yang mempunyai jangka waktu pendek, menengah dan panjang dari 3 tahun sesuai masa waktu pertanggungjawabannya di breakdown pertahun yang sekaligus diimplementasikan dalam aksi kegiatannya. Dan harapannya KP2D dapat menghasilkan program kerja yang dapat menyentuh masyarakat secara luas.

Sebagai Ketua organisasi KP2D, Inawati Neih berharap dengan  terlaksananya Raker Pertama KP2D ini, Kepengurusan dan 9 Bidang bisa melaksanakan program kerja yang telah disusun sesuai bidangnya masing-masing. Serta dapat bersinergi dengan para dinas terkait untuk merealisasikan berbagai kegiatan yang mencerminkan kepedulian kepada masyarakat. KP2D mandiri dalam bergerak dari kita untuk memberi manfaat kepada masyarakat.

KP2D didirikan pada  20 Des 2014 oleh beberapa perempuan hebat yang sangat mencintai Kota Depok. KP2D mendapat pengesahan Pendirian Badan Hukum berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI nomor : AHU-0071650.AG.01.07. TAHUN 2016 tanggal 24 Agustus 2016 berdasarkan Akta Notaris Rakhmat Mushawwir Rasyidi, SH, Mkn nomor 43 tanggal 19 Agustus 2016. Digawangi oleh Inawati Neih sebagai Ketua, dan dibantu oleh Kartika Hanafi sebagai Sekretaris beserta Emma Qojjimah sebagai Bendahara, KP2D sampai sekarang masih tetap eksis dan seringkali mengadakan beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan.(Erna Multiningsih)


 

Berita UtamaDepok

Jelang HUT Depok, Ratusan Warga Kunjungi Situ Jatijajar

Ketua Pokja Situ Jatijajar, Ega Taryono saat tunjukan ikan seberat 8,3 kilogram hasil raihan peserta lomba. Minggu,(15/4)

BERIMBANG.COM, Depok- Dalam rangka perayaan Hari Jadi Kota Depok ke-19, serangkaian event telah digelar sejumlah pihak. Salah satunya acara lomba mancing ikan jenis bawal berhadiah jutaan rupiah yang diselenggarakan Kelompok Kerja (Pokja) Situ Jatijajar, Minggu,(15/4).

Sekitar 500 orang warga asal Depok hingga luar Depok terlibat dalam kemeriahan acara yang disuguhkan bagi para pecinta mancing dari berbagai wilayah Seperti Jakarta dan Bogor. Suasana di area situ begitu kentara saat mata kail sejumlah peserta tersambar ikan bawal berukuran super.

“Agenda seperti ini sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Kini event lomba yang saat ini digelar, sekaligus memeriahkan HUT Depok,” kata Ketua Pokja Situ Jatijajar, Ega Taryono dilokasi lomba, minggu,(15/4).

Dikatakanya, dalam satu bulan ini pihaknya telah mengelar dua kali acara serupa. Di area situ yang dilombakan, sebelumnya ditanam ikan jenis bawal sebanyak 3.5 ton. Sedang, dari ikan sisa event pertama ditambah sebanyak 4 kwintal dengan ukuran berfariasi. Sedang bobot ikan yang saat ini dilombakan ukuranya antara kurang dari satu kilogram sampai ukuran berat 12 kilogram per-ekor. Jelas Taryono.

Selain sebagai perayaan HUT Depok, Taryono menuturkan event ini juga sebagai upaya memaksimalkan fungsi situ. Dengan begitu, makin banyak warga yang mengenal salah satu situ di Depok yang panorama alamnya dikenal bersih, indah dan asri ini.

Dalam event itu, Pokja situ menyediakan 185 lapak, sejumlah hadiah berikut doorprise bagi para peserta lomba Memancing yang berasal dari berbagai wilayah seperti Jakarta dan Bogor. Total hadiah berikut doorprise yang disediakan jumlahnya capai Rp.7 juta.

Sekertaris Pokja Situ Jatijajar, Iwan Arba mengatakan tiket tiap peserta lomba sebesar Rp.150 ribu untuk dua orang peaerta, dua joran pancing. Sedang,  hadiah yang disediakan untuk juara 1, 2 dan 3 yakni sebesar Rp.2,5 juta, Rp.2 juta dan Rp.1,5 juta. Sedang peraih undian doorprise untuk sepuluh peserta masing – masing mendapat Rp.100 ribu. Semua hadiah dibayarkan secara tunai usai gelaran event.  

“Bobot ikan terberat pertama ukuranya sebesar 8,3 kilogram, terberat ke dua dan tiga bobotnya ada diatas 5 kilogram. Usai waktu lomba, ikan seberat 9 kilogram berhasil didapat salah satu peserta yang juga warga Jatijajar,” jelasnya. (Ko)

Berita UtamaBogor

Resto D-Bambo Cafe Berikan Makan Gratis Anak Yatim 2 Minggu Sekali

BERIMBANG.COM, Bogor – Luar biasa ,Ini patut dicontoh Buat Pemilik Rumah Makan Live Musik D-Bamboo Cafe dan Resto Sebuah rumah makan di Cigombong, tiap Dua Minggu Sekali undang anak-anak yatim Bergiliran dari wilayah Kecamatan Cigombong makan gratis, sekaligus memberikan santunan. Ajibnya, kegiatan rutin ini sudah dilakukannya dari sejak rumah makan D-Bamboo Cafe dan Resto  tersebut membuka usahanya.

Rumah Makan D- Bamboo Cafe dan Resto yang berlokasi di Jalan Raya Cigombong Lido ini, memang sengaja mengagendakan santunan kepada anak yatim, sekaligus makan gratis, biasanya Dua Minggu sekali di adakan diruangan rumah makan tersebut.

Yang Menariknya, setiap Dua minggunya, anak-anak yatim yang datang diundang ke Rumah Makan ini, berbeda-beda Kampung Dan Daerah Dalam setiap kegiatannya itu, sedikitnya 28 Sampai dengan 30 anak yatim yang datang untuk makan gratis sekaligus menerima santunan.

“Kita hanya ingin berbagi. Dari setiap rejeki yang kita dapatkan, kita sisihkan dan berbagi dengan anak-anak yatim,” ujar Owner Rumah Makan D- Bamboo Cafe dan Resto ,Linda dengan Sapaan Bunda Diana kepada awak Media, di sela kegiatan 
santunannya tadi sore Minggu 15/4/18.
 

Anak-anak yatim yang diundang Sore Tadi untuk makan gratis sekaligus menerima santunan, berasal dari Rt dan Rw Di Cigombong  Lido, Asuhan Ibu Hajah AAs Dan ibu Hajah Engkom cigombong lido tadi sore. “Di panti ini, ada sebanyak 28 Orang anak yatim. Dan setiap Dua minggu, mereka bergiliran kami undang kesini untuk makan bareng sekaligus menerima santunan,” lanjut Oky salah satu Pegawai Rumah Makan D- Bamboo Cafe dan Resto.

Suasana keakraban tampak jelas terlihat antara Pemilik Rumah Makan cafe Bamboe, dan anak-anak yatim tersebut. Seperti tak ada jarak. Bahkan, Pegawai dan Pemilik dan tak canggung bersenda gurau dengan anak-anak yatim itu.
Di ujung kegiatan, Bunda Linda Si pemilik  membagikan amplop berisi uang santunan kepada anak-anak yatim yang datang. Selanjutnya, mereka pun berfoto bersama sambil Menikmati Menu rumah Makan D-Bamboo Cafe dan Resto Yang Special di sajikan. ( Yosef Bonang .ST)

Berita UtamaBogor

Kapolsek Cigombong-Cijeruk Dan Jajaran Adakan Razia Miras Oplosan

BERIMBANG.COM, Bogor – Tak Henti hentinya untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) Dan Minuman Oplosan yang Marak saat ini, Polsek Cigombong-Cijeruk Dan jajaran adakan razia miras dan Minuman Oplosan pada hari Minggu Malam  (15/4/18) tadi malam. Razia yang dipimpin Langsung Oleh Kapolsek Cigombong-Cijeruk sebagai bagian dari Kegiatan Kepolisian Berdasarkan Perintah Kapolri Yang Ditingkatkan sebagai antisipasi tindak kejahatan di wilayah hukum Polsek Cigombong -Cijeruk.

Pada kegiatan Razia Miras  terutama Minuman Oplosan Polsek Cigombong-Cijeruk yang dijalankan merazia miras Dan Minuman Oplosan Yang Marak Akhir Akhir ini Seperti Terdengar di Beberapa Media Kota Bandung dan Kota Kota besar lainya,  Pada lokasi tadi Malam Kapolsek Cigombong-Cijeruk Kompol Drs Saifudin Ibrahim Sidak Ke Rumah Makan D-Bamboo Cafe dan Resto al Hasil Pada Malam Tadi  Tidak Menemukan Adanya Miras Dan Minuman Oplosan  Di D-Bamboo Cafe dan Resto ini.

Selain merazia Cafe Dan Resto ,warung Warung lainya pun Di Razia Yang di duga Menjual minuman Keras dan Minuman Oplosan. 
 
Kompol Drs Safiuddin Ibrahim,Kapolsek Cigombong yang di Wawancari Tadi Malam Di Cafe dan Resto D- Bamboe oleh Awak Media menerangkan bahwa saat ini Polsek Cigombong-Cijeruk telah berkomitmen untuk memberantas segala bentuk peredaran miras dan Minuman Oplosan di wilayah hukum Polsek Cigombong-Cijeruk.  Untuk hal itu, Kapolsek Cigombong-Cijeruk mengajak seluruh warga  untuk senantiasa memberikan informasi kepada Polisi jika mengetahui adanya penjualan miras dan Minuman Oplosan.

“Kami akan tegas Menindak, memberantas peredaran miras dan Minuman Oplosan di Wilayah Kami Polsek Cigombong-Cijeruk Tidak Pandang Bulu Dan Malam Minggu depan kami akan kembali Memeriksa Cafe atau warung warung yang tanpa izin apalagi terbukti menjual minuman keras dan minuman oplosan”, tegas Kapolsek Cigombong-Cijeruk Kompol  Drs Safiuddin Ibrahim (yosef Bonang. ST)

Berita UtamaBogor

Rawan Kejahatan, Warga Keluhkan Tidak Ada PJU

BERIMBANG,COM, Bogor – Warga di Kampung Lengis Rt 01/Rw 10 sampai Dengan Tegal  Kopi,juga Kampung Nagrog sampai Kp Cileungsir Desa Ciadeg Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor, heran dengan kondisi Dengan Tidak Adanya Penerangan Jalan Umum (PJU) jalan Umum Seperti ini.

"Kampung-kampung itu Sudah Lama gelap gulita di malam hari, di Tambah sering terjadinya kejadian Kejahatan.

"Sari warga Kampung lenggis mengatakan,Sudah Lama Banget Tidak ada  lampu PJU  yang menerangani jalan raya ini. Saat hendak melintasi jalan utama di kampung itu Pada malam hari Ketika Pulang Kerja, ia merasakan ketakutan.

"Sebab, selama dalam perjalanan dari Tempat  kerja ke Rumahnya sangat Jauh dan Sepi di tambah  
kondisi sangat gelap Tidak Ad Lampu PJU.

"Kenapa kampung kami Bisa gelap gulita, biasanya kan Ada PJU yang di pasang Seperti jalan jalan lainya," Kamis (12/4/18)

"Udin warga lainnya juga menyebut demikian. Justru ia mempermasalahkan Pihak Terkait yang tidak Mengontrol wilayah daerah mana yang belum terpasang PJU di tambah Daerah Tersebut rawan Kejahatan. 

"Apalagi jalan tersebut sudah Banyak di lalui masarakat yang pulang kerja hingga larut malam.

"Kami berharap Pihak Terkait segera  mengerti akan Hal ini yang di inginkan masyarakat. Seharusnya PJU Di Pasang dan nyala Terang Benderang,"Ungkap nya

"Kalau gelap-gelapan seperti sekarang ini tentu berakibat buruk kepada masyarakat. Siapa yang bertanggung jawab jika ada warga yang kecelakaan di malam hari," Ujar nya. (Na/Wan)

Berita UtamaBogor

Kepala BPJS Segera Tindak Pegawainya Yang Lecehkan Wartawan

BERIMBANG.COM, Bogor – Memiliki jiwa sosial dengan membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan atas dasar rasa kemanusiaan tidak selalu berjalan mulus, ada saja kendala yang harus dihadapi. 

Seperti yang dilakukan GN (32) salah seorang wartawan dari salah satu media online di Bogor yang bermaksud membantu proses perubahan data  BPJS milik Emar Sumarni salah satu warga asal Garut yang berdomisili di Kaum Luwuk, Kelurahan Bantar Jati, Kota Bogor ke Kantor BPJS Kota Bogor pada hari Kamis (12/4/18).

"Saya berniat membantu warga yang sedang melahirkan di rumah sakit bersalin untuk merubah data yang tidak singkron antara KTP, Kartu Keluarga, dan print out yang ada di data base BPJS. Namun upaya tersebut ditolak oleh petugas BPJS karena mewajibkan bahwa harus yang bersangkutan atau pihak keluarga yang yang tercantum didalam kartu keluarga," jelas GN.

Padahal sebelumnya, masih kata GN, dirinya sudah mengikuti prosedur sesuai dengan arahan dari salah seorang anggota security untuk meminta bukti rawat inap dari rumah sakit bersalin dan surat kuasa dari Sumarni yang di tandatangani diatas materai. Ironisnya, salah seorang pegawai BPJS di counter nomor 5 yang bernama Desi dan salah satu pegawai bagian umum bernama Harley seakan melecehkan wartawan tersebut dengan menuduh GN adalah sebagai calo.

"Bapak sudah sering membantu mengurus BPJS seperti ini ya?. Untuk mengurus perubahan data harus pihak keluarga atau yang bersangkutan," kata GN menirukan petugas yang bernama Desi.

Tak lama kemudian, lanjutnya, datang salah satu pegawai bagian umum yang bernama Harley dengan mengungkapkan hal senada. "Bukan apa-apa pak, soalnya kalau kita proses nanti akan menimbulkan kecemburuan calo yang lain," ujar GN yang juga menirukan Harley.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Harley berkilah bahwa dirinya tidak menuduh bahwa GN itu sebagai calo. Melainkan hanya mengatakan bahwa pengurusan tidak dapat diwakilkan untuk menghindari maraknya calo.

"Tidak ada yang menuduh sebagai oknum calo, hanya saja menjelaskan mengapa pengurusan tidak dapat diwakilkan karena menghindari maraknya calo. Mohon kepada wartawan yang dimaksud untuk lebih memahami informasi yang diberikan dan tidak menggunakan nama, karena saya pun tidak mengenal siapa wartawan tersebut," kilahnya, saat dikonfirmasi melalui Whats App messengger.

Setelah memberikan tanggapan, pegawai tersebut kemudian memblokir nomor Whats App Redaksi. Sehingga hal itu dinilai menunjukan sikap arogan dan tidak profesional sebagai pegawai yang seharusnya melayani masyarakat dengan baik.

"Itu salah satu bukti tidak profesionalnya pelayanan pegawai BPJS Kota Bogor," tukas Ibra Hermawan, pemimpin Redaksi 87 Online News dan Sekretaris Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Korwil Kota Bogor yang sempat mengantar SG saat mengurus BPJS tersebut. (Red)

Berita UtamaDepok

Pemkot Depok Genjot Destinasi Wisata Alam

BERIMBANG.COM, Depok- Banyaknya jumlah situ yang ada di Kota Depok, Jawa Barat akan dioptimalkan jadi destinasi wisata alam. Dari 23 jumlah situ yang ada, baru delapan situ yang telah terkelola dan jadi objek wisata alam. Kini sejumlah potensi destinasi wisata itu tengah digenjot pihak Pemerintah Kota Depok . Targetnya dua situ akan dikembangkan ditiap satu tahun.

Tahun ini untuk pengembangan objek wisata alam pihak Dinas Pariwisata Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok targetkan dua situ seperti, Situ Jatijajar dan Situ Rawa Besar. Kedua situ miliki potensi yang baik. Terlebih Situ Rawa Besar yang letaknya ada di wilayah pusat kota. Situ Rawa Besar bisa jadi lokasi wisata alam yang paling strategis dan potensial. Jelas Kepala Bidang Kebudayaan dan Pengembangan Pariwisata Disporyata Depok, Yelis Rosdiana di Depok.

Untuk tingkatkan destinasi wisata alam yang ada, Disporyata Depok tengah menata kembali Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang telah terbentuk ditiap Wilayah Kelurahan. “Kami ingin semua wilayah di Depok jadi objek wisata. Jadi akan dilakukan pembenahan dan pembentukan Pokdarwis yang ada di tiap wilayah Kelurahan,” kata Yelis.

Nantinya, dikatakan Yelis, ada pembinaan sehingga kedepanya lebih mampu kembangkan wisata alam lain yang ada di tiap wilayah Kelurahan. Sehingga pengembangan wisata alam tidak hanya sebatas pada sepedah air. Lebih dari itu, kreatifitas warga sekitar situ juga perlu ditingkatkan untuk lebih mampu kembangkan objek wisata alam seperti situ.

“Untuk sarana prasarananya dari Pemkot. Bentuk usulan yang masuk, nanti bisa dimasukan dalam APBD,” kataya.

Selain wisata alam, pihak Pemerintah Kota Depok, melalui Disporyata tengah mengiatkan destinasi wisata lain seperti wisata buatan, budaya, dan religi. “Saat ini kami masih berupaya menumbuh kembangkan destinasi wisata pada sejumlah wilayah di Depok. Destinasi wisata alam, buatan, budaya dan religi,” jelas Yelis 

Kesempatan lain, Lurah Jatijajar, Sugino  mengaku telah mmenerima surat yang bersifat segera untuk pembentukan Pokdarwis Situ Jatijajar. Terkait itu juga pihaknya telah realisasilan rapat kerja dengan sejumlah warga sekitar situ yang sebelumnya terlibat dalam Pokdarwis. “Usai rapat rapat yg digelar antar warga sekitar situ, dalam waktu dekat akan dilakukan pembentukan atau pembenahan Pokdarwis yang sebelumnya sudah ada,” katanya.

Terkait pengembangan wisata alam, ada tiga situ yang kini jadi prioritas objek wisata yyang bagus pihak Disporyata. Tiga situ itu dinilai miliki potensi besar mendongkrak perkembangan pariwisata. Sebagai prioritas, Situ Jatijajar, Cilodong, Pengasinan. “Tiga Situ itu selain miliki kualitas air yang baik dan terawat, akses jalannya juga cukup mudah dijangkau para wisatawan dan miliki panorama alam yang bagus,” kata Yelis.

Kedepan, potensi wisata lainya seperti budaya dan religi juga akan dikembangkan. Pihak Pemkot telah lakukan kajian sejumlah potensi wisata ke duanya. Jalan Pemuda,rumah bersejarah seperti Rumah Cimanggis, Kuil dan Gereja tertua di Depok juga akan jadi bagian dari destinasi wisata di Depok.(ko)