BERIMBANG.COM, BOGOR – Pencarian empat jenazah penambang emas tanpa izin (Peti atau Gurandil) yang tertimbun tanah longsor dalam lubang Balon Front level CGA di Gunung Butak, Area PT Antam, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Bogor, Jawa Barat, akhirnya membuahkan hasil. Tim evakuasi gabungan berhasil menemukan tiga jenazah dari empat gurandil yang tertimbun dalam lubang.
Kapolsek Nanggung AKP Dody Rosjadi yang memimpin langsung pencarian tersebut mengatakan, tim evakuasi terdiri dari kepolisian, TNI, keamanan PT Antam, dan warga. “Tiga jenazah ditemukan sekitar pukul 15:30 WIB, dengan pencarian selama 2 hari,” kata Dody kepada awak media, Sabtu (16/4/16).
Ia menerangkan, jenazah ditemukan terkubur di kedalaman 300 meter dalam lubang balon level CGA Gunung Butak. “Kami telah mengetahui identitas ketiga korban,”tuturnya.
Ia menjelaskan, ketiga korban bernama Gugun Gunawan (30), warga Kampung Ciketug Tengah, RT 02/04, Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, Faqihudin Bin Sonip Ali Akbar (24), warga Kampung Ciketug, RT 01/11, Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, dan Ajum (20), warga Kampung Pongkor, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung.
Masih ada satu korban lagi, lanjut Dody, yang belum ditemukan, yang diketahui bernama Koboi, warga Kampung Pasir Walang, Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya.
Ia menambahkan, ketiga jenazah yang berhasil dievakuasi di serahkan ke PT Antam, agar segera dikebumikan oleh pihak keluarga. (Raden)
BERIMBANG.COM, BOGOR – Anggota TNI yang terlibat dalam jaringan Narkoba akan dipecat dengan tidak terhormat. Hal itu ditegaskan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0621/Kabupaten Bogor, Letnan Kolonel (Letkol) Corp Zeni (Czi) Dwi Bima Nurahmat.
Dandim 0621/Kabupaten Bogor mewanti – wanti kepada anggotanya agar tidak terlibat dalam jaringan narkoba, baik secara langsung, maupun tidak langsung. Dalam hal itu, dirinya tidak akan ragu dan tidak akan memberikan pengecualian, untuk merekomendasikan pemecatan dengan tidak hormat anggotanya yang kedapatan terlibat jaringan Narkoba.
“Saya akan rekomendasikan pemecatan dengan tidak hormat dan proses hukum terhadap oknum pun akan tetap berjalan, tanpa ada pengecualian,” tegas Bima kepada berimbang.com, Jum’at (15/4/16).
Perwira TNI itu menjelaskan, pemberantasan penyalah gunaan narkoba harus dilakukan di semua lapisan masyarakat dan semua instansi, tak terkecuali di jajaran TNI termasuk jajaran Kodim 0621. “Prajurit TNI harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, dan ikut berperan aktif dalam pemberantasan jaringan narkoba bersama Polres Bogor,” tandasnya. (Raden)
BERIMBANG.COM, BOGOR – Rentetan peristiwa kriminal terus terjadi di wilayah Cigombong Kabupaten Bogor. Belum juga terungkap kasus dugaan perampokan yang akhirnya merenggut jiwa seorang pensiunan perwira Polisi di Kampung Cibandawa Desa Srogol, pekan lalu, seorang ibu rumah tangga warga Kampung Ciletuh Girang, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, kembali menjadi korban perampokan dengan kekerasan hingga mengalami luka serius dan kehilangan uang puluhan juta rupiah. Saat ini, korban tengah dirawat intensif karena luka serius yang dideritanya. Keluarga korban berharap, aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang dibalik peristiwa yang terjadi.
Saat ditemui berimbang.com, Jumat (15/4/16), Dian (25) salah satu keluarga korban, menuturkan kronologis perampokan seperti yang diceritakan korban kepadanya. Pada hari Selasa (12/4/16) lalu, sekitar pukul 11.30 Wib, korban yang bernama Hj. Siti Nurhanifa (33), pergi ke Bank BCA Cicurug untuk mengambil uang sebesar 50 juta rupiah. Saat itu korban pergi sendiri dengan menggunakan sepeda motornya. Sesampainya di Bank BCA, setelah melengkapi administrasi dan menerima uang dari kasir, korban kemudian memasukan uang yang dambilnya itu ke dalam kantong plastik dan dimasukan ke dalam tasnya. Saat akan pulang, korban menyimpan tas berisi uang tersebut ke dalam bagasi sepeda motornya.
Ditengah perjalanan pulang, lanjut Dian, di perbatasan antara wilayah Bogor dengan Sukabumi di jalan alternatif, tepatnya di Kampung Manggis Girang RT 1/5 Desa Benda, Kecamatan Cicurug, tiba – tiba korban dipepet orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Jupiter MX warna hitam biru. Orang tak dikenal itu langsung menendang korban hingga terjatuh. Saat korban terjatuh, datang lagi dua orang pengendara sepeda motor yang berboncengan mengendarai sepeda motor Satria FU warna hitam putih. “Awalnya bibi saya mengira dua orang yang pake motor satria itu mau nolongin, soalnya mereka teriak maling. Eh taunya kedua orang itu kawanan rampok juga. Mereka langsung ngambil paksa tas bibi saya yang berisi uang di dalam bagasi motor”, kata Dian, menirukan cerita Hj. Siti Nurhanifa kepadanya.
Meski dalam keadaan terluka, masih kata Dian, Hj. Siti Nurhanifa tidak mau menyerah begitu saja. Bersama dua orang warga yang menolongnya, Hj. Siti memaksakan diri untuk mengejar para pelaku. Namun naas menimpa kedua warga yang membantu korban. Saat mengejar pelaku di jalan alternatif Agro Wisata Taman Rekreasi Hotel Lido, sepeda motor yang dikendarainya mengalami kecelakaan, hingga keduanya mengalami luka – luka dan patah tulang. “Ya, akhirnya perampok itu lolos, soalnya yang ngejar juga akhirnya pada jadi korban”, imbuh Dian.
Kasus ini sudah ditangani jajaran kepolisian sektor Cicurug. Namun aparat kepolisian belum bisa dimintai keterangan terkait perkembangan kasus tersebut. Sementara, keluarga korban mendesak agar aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang dari aksi perampokan tersebut. Karena berdasarkan kronologis kejadian, para pelaku sepertinya sudah mengetahui bahwa korban membawa uang dengan jumlah yang banyak. (Raden)
BERIMBANG.COM, BOGOR – Dua narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pondok Rajeg Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/4/16) malam, dikabarkan melarikan diri.
Kepala Kesatuan Keamanan Lapas (KKLP) Pondok Rajeg, Supriyanto saat dikonfirmasi awak media, membenarkan tentang hal tersebut. Namun belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kaburnya kedua tahanan.
“Ya, betul ada tahanan kami yang kabur. Tapi lebih jelasnya besok saja temen media datang ke lapas”, kata KKLP Pondok Rajeg, kepada awak media, saat dikonfirmasi melalui pesawat telponnya, Kamis malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun berimbang.com, kedua narapidana yang melarikan diri itu bernama Dedy Hermanto bin Firman yang terjerat pasal 363 KUHP terkait pencurian, dan Sufento bin Min Kiong yang terjerat pasal 114 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Raden)
Acep Al Azhari sedang memberikan sambutan. ( Foto : Ist)
BERIMBANG.COM, Depok – Founder Ghama d’leader school sebagai penyelenggara SMP Gelora dan SMK Nasional Kota Depok, H. Acep Al Azhari, akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) Kota Depok melalui Musyawarah Kota ke IV pada tanggak 12-23 April, di The Green Hotel Ciawi, Bogor.
Pria berkacamata yang akrab disapa H Acep ini terpilih mengungguli pesaingnya yang juga mantan Ketua BMPS di periode sebelumnya, H. Acep memperoleh 35 Suara dan Kemo incumbent memperoleh 25 Suara.
Meski sempat diwarnai polemik soal mekanisme pemilihan Ketua Umum/Ketua dan anggota Formatur, namun dalam
Musyawarah Kota ke IV pada tanggak 12-23 April, di The Green Hotel Ciawi, Bogor, berjalan lancar dan tertib.
Ketua Umum terpilih H Acep mengatakan, Langkah awal Persiapan Growing the organization. Memperjelas posisi, bmps mau berperan dimana, itu dulu yang harus jelas (Clarity). Ini akan memperjelas perjuangan dan pembelaan. Pembelaan kepada sekolah swasta tentunya. Kemudian H Acep menambahkan, Empowering people, kejelasan dalam pembelaan butuh sikap (attitude). Strutur organisasi BMPS yang baru tersusun itu harus berdaya, bukan cuma posisi jabatan namun lebih di tuntut kepada aksi. Keberanian melakukan aksi memang sangat di tentukan oleh leadership.
“Oleh karena itu Kami BMPS akan berkoordinasi kepada semua pemangku kepentingan, meminta support dari Pemerintahan Kota Depok serta terus membawa organasasi ini menjadi bagian kekuatan untuk mewujudkan Depok yang unggul nyaman dan religius,” ungkap H. Acep yang menjabat sebaai Ketua IIBF (Indonesia Islamic Bussines Forum) penggerak program “Bela Depok Bela Depok”.
H. Acep yang saat ini menjabat Komisaris Utama PT Persikad Paricara Dharma yang Cinta dan bangga pemain lokal, akan memprioritaskan pemain-pemain lokal depok ini menjelaskan, Mutu produk pendidikan bukan berada pada nilai ujian, selagi cara pandang sekolah hanya dengan nilai bagus maka pendidikan sudah bermutu. Tentu itu kurang tepat karena menurutnya SDM sekolah dan pengawalan yang dari yayasan dalam menternemahkan kurikulum akan sangat berdampak pada hasilnya.
“Saya sangat berharap akan ada kebijakan yang kuat dari Walikota melalui Dinas Pendidikan lebih memihak kepada pembentukan karakter,
Inti dari proses pendidikan ada pada kurikulum yang di gelar di kelas,” ujar CEO PT A2C dan Owner Restoran Gabus Pucung ini.
Sebagai Ketua BMPS Kota Depok kata H Acep menambahkan, melalui sekolah IIBF akan berpartispasi membangun karakter anak melalui karakter mental entrepreneur.
Ketaqwaan bersumber dari SMART IN LIFE, dan ini dapat dari kemampuan SDM bagaimana cara menterjemahkan kurikulum pada nilai2 Spirituality, begitu pula CERDAS, adalah bentuk karakter dari SMART IN DECISION, disini SDM Yayasan akan mendefinisikan kurikulum leadership. Lebih lanjut dikatakan, kesejahteraan guru swasta sangat di tentukan oleh manajemen sekolah atau yayasan itu sendiri. Dirinya sangat bahagia jika Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mensejahterakan para guru swasta,tapi sangat tidak baik jika mental yang dimiliki oleh sekolah/yayasan menggantungkan kesejahteraan pada pihak lain.
“Maka saya akan mendorong agar para penyelenggara sekolah swasta memiliki karakter SMart in Economic, kuasailah ilmu ilmu Entrepreneurship. InsyaAllah penyelenggara sekolah akan bisa mandiri. Kalo pemahaman ini belum semua di miliki oleh yayasan, maka BMPS akan memfasilitasi pelatihan entrepreneur. Kita akan siapkan praktisinya,” tutup H Acep.(Adi).
BIODATA :
Nama. : H. Acep Al Azhari
Alamat. : jalan Cemara no. 35 Kelurahan Grogol-Limo
-Founder Ghama d’leader school sbg penyelenggara SMP GELORA
SMK NASIONAL
SMK EKONOMIKA
SMK Broadcast GHAMA CARAKA
SMK Insan Nasional Bekasi
SDI GHAMA JUNIOR
-CEO PT A2C
-Owner Restoran Gabus Pucung
-Founder BMT AL (Koprasi Syariah)
-Komisaris Utama PT Persikad
-Pembina Yayasan Depok Unggul Bersama.
-Ketua IIBF (Indonesia Islamic. Bussines Forum) penggerak. program “Bela Depok Bela Depok”.
-Komisi Pengembangan Ekonomi Umat di MUI Kota Depok.
-Pembina MAESTRO (Majelis Silaturrahmi Tokoh Grogol).
BERIMBANG.COM, BOGOR – Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara resmi membuka program bantuan pembangunan dan atau rehabilitasi lapangan olahraga desa tahun 2016. Acara perdana ini dilangsungkan di lapangan sepak bola Kemang – Joglo, Kampung Kemang RT 02/10, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Rabu (13/4/2016).
Dalam kesempatan ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengungkapkan, tujuan dari program pembangunan satu desa satu lapangan ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam membangun Indonesia, mulai dari desa dan dari pinggiran.
“Sejak program ini diluncurkan tahun 2015 hingga Maret 2016 lalu, tercatat sudah ada sekitar 450 lapangan olahraga yang sudah dibangun dan tersebar di seluruh desa di Indonesia,” kata Imam.
Imam menambahkan, keberadaan lapangan desa sebagai upaya membudayakan olahraga masyarakat dan memastikan masyarakat desa untuk selalu hidup sehat. Termasuk mendorong pemuda desa untuk peduli olahraga sekaligus memperkokoh pondasi olahraga yang melahirkan bibit – bibit atlet potensial.
“Satu dari ribuan lapangan sepak bola yang berada di wilayah desa se-Indonesia, Desa Sukaluyu terpilih sebagai desa yang menerima bantuan untuk rehabilitasi lapangan sepakbola,” ujar Kepala Desa Sukaluyu, Sarip.
Bahkan Sarif menambah, dari 74 ribu desa se-Indonesia, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, terpilih menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan launching perdana dari program Kemenpora tersebut.
“Saya merasa terhormat karena ini menjadi kebanggaan tersendiri dengan dipilihnya Desa Sukaluyu untuk launching perdana se-Indonesia sekaligus mendapat bantuan rehabilitasi sarana olahraga. Semoga ini menjadi angin segar untuk bidang olahraga di wilayah kami dan bisa melahirkan bibit-bibit berprestasi yang berkualitas,” ungkapnya.
Dari bantuan yang diterima sebesar Rp185 juta, rencananya pada lapangan ini akan dibangun drainase di sekitaran lapangan, tribun penonton berkapasitas 100 orang, termasuk pembangunan ruang ganti dan kamar mandi dari swadaya masyarakat.
Lapangan sepak bola Kemang ini berukuran 95 meter dengan lebar 65 meter. Hampir mendekati lapangan sepakbola berskala nasional yang berukuran 110 meter dengan lebar 70 meter persegi. Nantinya, setelah lapangan ini selesai direhabilitasi, akan ada peresmian lebih lanjut.(Raden)
BERIMBANG.COM, SUKABUMI – Alat Musik Tradisional Sunda Kendang adalah waditra jenis alat tepuk berkulit yang dimainkan dengan cara ditepuk. Fungsinya sebagai pengatur irama lagu yang tergabung dalam perangkat gamelan.
Dalam penyajian kesenian Sunda, waditra Kendang sangat dominan. Terlihat dari peranannya, baik sebagai waditra waditra pengiring jenis – jenis tarian Sunda dan Pencak Silat. Bahkan dewasa ini, Kendang juga turut andil dalam pagelaran musik dangdut yang dikolaborasikan dengan alat – alat musik modern. Dalam musik dangdut, Kendang lebih dikenal dengan Gendang Rampak.
Saat berimbang.com berkunjung ke sebuah Sanggar Seni Sunda yang juga memproduksi alat musik Gendang di Kampung Cilandak RT 2/4 Desa Sirnajaya, Kecamatan Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Suryana atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kang Bolu, seorang pengrajin yang juga seorang seniman penabuh gendang itu mengatakan, usaha membuat alat musik Gendang sudah digeluti selama 5 tahun, melanjutkan usaha turun temurun yang diwariskan ayah dan kakek buyutnya sebagai pendiri Sanggar.
“Kakek buyut saya seorang pecinta seni sunda hingga mendirikan sanggar jaipongan, sencak silat dan seni debus. Saya sudah menekuni usaha kerajinan ini selama 5 tahun”, katanya.
Lebih lanjut Kang Bolu menjelaskan, dalam bahasa Jawa, Kendang biasa disebut Gendang, asal kata dari Ke dan Ndang yang artinya cepat. Pernyataaan ini sesuai dengan fungsi waditra kendang yaitu untuk mempercepat dan memperlambat irama, kecuali dalam Gamelan Degung.
Badan Kendang sebagai resonator yang dinamakan Kukuwung, terbuat dari bahan kayu. Bisa berbahan kayu nangka, mangga atau kayu pohon jengkol. Sentug atau Bem Kendang adalah bagian lubang besar yang ditutupi lembar kulit terletak dibagian bawah, sedangkan bidang berkulit yang kecil disebut Kemyang, terletak di bagian atas kendang.
Wangkis adalah selaput kulit jangat binatang, penutup lubang Kuluwung sebagai sumber bunyi. Rarawat adalah tali dari bahan baku rotan atau kulit jangat, sebagai alat untuk menegangkan wangkis. Pemasangan Rarawat sangat khas rupa hingga disebut siki bonteng atau wijen. Tali Rawir adalah tali dari bahan rotan atau kulit jangat untuk menutup bibir wangkis. Wengku adalah lingkaran rotan atau bambu yang dipasang dibagian ujung pangkal kendang untuk menggulung wangkis. Anting – anting terbuat dari bahan logam (besi perunggu) berbentuk cincin untuk mengkaitkan Tali Kendang. Rehal adalah standard kendang (ancak). Simpay adalah inin dari kulit jangat untuk mengendurkan dan menegangkan Tali (rarawat).
“Berdasarkan ukuran dan bentuknya, waditra Gendang Sunda ada 3 jenis. Yakni, Gendang Gede atau Indung Gendang biasa dipake dalam pencak silat. Gendang Gending atau Gendang Sedeng, biasa dipergunakan dalam Kliningan Wayangan, Kacapian, dsb. Dan Gendang Klanter yang berukuran kecil. Di Jawa-Tengah dinamakan Ketipung/Tipung. Kendang ini berperan untuk menambah variasi tabuhan Kendang Sedeng, sebab pemakaiannya tidak terlepas dari Kendang sedeng”, jelas Kang Bolu, kepada berimbang.com, beberapa waktu lalu.
Selain menekuni pembuatan alat musik Gendang, Kang Bolu juga kerap dipanggil dalam pagelaran musik dangdut sebagai penabuh Gendang Rampak. Di profesi itu, Kang Bolu cukup kewalahan dalam menerima order panggilan sebagai penabuh Gendang. Karena saat ini sangat jarang seniman musik yang mampu menguasai tehnik menabuh alat musik tradisional, yang mengandalkan insting pemainnya. Terlebih dalam mengimbangi musik modern seperti musik dangdut.
Bicara soal harga Gendang, Kang Bolu menawarkan variasi harga disesuaikan dengan jenis kayu dan model serta finishingnya. Mulai dari harga 2 juta rupiah hingga 4 juta rupiah per setnya. Anda tertarik? (Raden)
BERIMBANG.COM, Depok – Sebagian lahan dilokasi pembangunan proyek pasar cisalak, Cimanggis Kota Depok tahap II di pasang papan nama bertuliskan ” Tanah ini milik ahli waris alm Kawidjaya Hendricus Ang.
Dua papan nama tanpa mencantumkan nomor telepon tersebut menjadi pertanyaan warga sesepuh sekitar lokasi pasar, pasalnya nama yang tertera di papan nama tidak dikenal dan ahli warisnya pun tidak dikenal masyarakat.
Menurut petugas keamanan proyek yang tidak mau disebutkan namanya, papan nama sudah terpasang dengan tiang menggunakan coran berbahan semen sedangkan pihak yang memasang papan nama diduga masuk tanpa ijin dengan mendobrak seng pembatas proyek.
Menurut sesepuh warga RT 5 RW 5 , Syamsudin (66) mengatakan sejarah tanah tersebut menurut sesepuh lingkungan RW 03, 04, 05, 06, 07 merupakan tanah wakaf di peruntukan untuk pemakaman umum warga dan nama yang tertera di papan nama tidak dikenal oleh warga sekitar. Selasa (12/4/2016) di kediamannya.
” Sedangkan papan nama disebagian lokasi proyek sebenarnya adalah tanah makam sedangkan makam tersebut sudah dipindah ke belakang,” ujar Syamsudin.
” Anehnya, kenapa gak dari dulu sewaktu pasar lama mau dibangun mengakui tanah tersebut, kenapa pas pembangunan pasar modern baru diakui sebagai tanahnya,” ucap Syamsudin.
Kepala Bidang Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok, Dadan Rustandi ketika di konfirmasi berimbang.com mengatakan, tanah dilokasi pembangunan Proyek Pasar Cisalak dengan nomor sertifikat hak pakai nomor 3 atas nama Pemerintah Kabupaten Tingkat II Bogor dan sekarang sudah milik asset Pemerintah Kota Depok.
” Siapapun yang mengakui lahan tersebut tidak mendasar, atas dasar apa mengakui tanah yang bukan miliknya apalagi sampai memasang papan nama atas nama ahli waris,” ungkap Dadan.
” Apa buktinya kalau dia mengaku-ngaku tanah yang bukan miliknya, kalau kita jelas buktinya ada berupa sertifikat untuk lebih jelasnya lagi coba tanya kebagian asset ,” Tambah Dadan. (Ii)
BERIMBANG.COM, BOGOR – Setelah menjalani perawatan intensif di Rs. Madicare Cicurug selama beberapa hari, Wantoro, seorang Purnawirawan Polisi korban penganiayaan kawanan perampok yang menyatroni rumahnya, Selasa (6/4/16) malam lalu, di Kampung Cibandawa RT 6 RW 2, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat, akhirnya meninggal dunia pada Minggu (10/4/16) dini hari. Jenazah pensiunan instruktur di Sekolah Kepolisian Negara berpangkat Perwira Menengah ini dimakamkan pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (Tpu) Perumahan Lido Permai Ciburuy, Minggu siang.
Almarhum Letnan Satu (istilah kepangkatan pada masanya, red) Purnawirawan Polisi Wantoro dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami sejumlah luka bacokan di kepala dan beberapa bagian ditubuhnya, saat melakukan perlawanan terhadap aksi kawanan perampok, yang diduga berjumlah lebih dari dua orang. Aksi kawanan perampok bersenjata tajam itu diketahui tetangga almarhum yang mendengar suara gaduh dari dalam rumah korban.
Lusy, salah satu anak korban menuturkan, ayahandanya meninggal dunia pada minggu dini hari sekitar pukul 4.30 wib. Dikatakannya, almarhum mengalami luka bacokan cukup serius di bagian kepala sehingga mengakibatkan pendarahan hebat. “Minggu subuh, bapak meninggal dunia, selain atas kuasa Allah juga akibat luka luka yang dideritanya”, katanya.
Menurut Lusy, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik hati, taat beribadah dan diakuinya cenderung tertutup dalam hal apapun. Semasa dinasnya sebagai Instruktur di SPN Lido yang kini dikenal Sekolah kePolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ), almarhum Wantoro dikenal sebagai sosok yang disiplin dan fokus pada pekerjaannya. “Bapak itu kalau selesai dinas langsung pulang dan gak kemana mana selain urusan kerja. Ya, bisa dibilang bapak itu orang rumahan”, imbuh Lusy.
Keluarga almarhum Wantoro berharap agar aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang pelaku dibalik peristiwa berdarah yang menimpa keluarganya. “Kami sudah ikhlas atas kepergian bapak, tapi kami sangat geram atas apa yang telah dilakukan para pelaku. Kami berharap kepada aparat kepolisian agar segera mengungkap apa motifnya dan siapa pelaku keji yang membunuh bapak kami”, tandas keluarga korban lainnya. (Raden)
Korban perampokan dan penganiayaan di dalam angkot D.02. (Foto : Ist)
BERIMBANG.COM, Depok – Seorang wanita paruh baya, Sari ( 44) dirampok dan dianiaya di dalam angkot D.02 jurusan Depok- Depok 2 di atas jembatan layang (fly over) Jalan AR. Hakim , Pancoranmas, Depok. Korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga. Minggu (10/04/2015) Kemarin.
Menurut keterangan korban, Sari melalui keluarga korban, Yuni, Kejadian bermula korban akan berdagang di pasar kemiri lalu ditawarkan oleh angkot D.02 untuk naik kemudian pelaku turun untuk membuang air kecil lalu pelaku pindah ke belakang tempat duduk dekat korban dan langsung memukul korban.
Tidak sampai disitu pelaku juga memukul korban dengan kunci roda di bagian kepala serta berhasil membawa uang 10 juta rupiah dan burung dara yang masih hidup sebanyak 8 ekor.Korban sempat berteriak meminta bantuan kepada pengendara yang lewat tetapi teriakannya tidak dihiraukan.
Keluarga korban berharap agar kepolisian mengusut tuntas perampokan dan penganiyaan berat yang dilakukan pelaku.
” Kami harap pelaku segera ditangkap secepatnya agar tidak terulang lagi kejadian yang serupa,” Ujar Yuni.
Sementara itu, Kapolsek Beji Kompol Ni Gusti Ayu Supriyati ketika dikonfirmasi berimbang.com membenarkan kejadian tersebut dan sempat menjenguk korban di Rumah Sakit bersama warga dan beberapa anggota dari Polsek Beji.
” Saya juga diberitahu oleh Kapolres dan langsung menjenguknya ke Rumah Sakit dan untuk laporan korban di tangani langsung oleh Polres karena TKP di wilayah Pancoranmas, Depok,” Ujar Ayu. (II)