Bulan: Desember 2015

Depok

Jelang Natal dan Tahun Baru, Penumpang Di Terminal Depok Stabil

IMG_20151223_191750

BERIMBANG.COM, Depok – Lonjakan penumpang di Hari Natal dan Tahun baru di Terminal Depok stabil dan tidak ada peningkatan yang berarti, kernek armada bus masih seperti biasanya melayani penumpang tanpa adanya penambahan armada.

Seperti dikatakan Kepala Terminal Depok, Jhon Leander,  menjelang Natal dan Tahun Baru, penumpang tidak ada peningkatan yang signifikan.

” Dilihat dari armada bus tidak ada peningkatan atau penambahan bus oleh perusahaan bus, kalau ada peningkatan, pasti perusahaan akan menambah armadanya, kecuali bus jurusan bandara ada sedikit peningkatan yang biasanya 500 penumpang menjadi 700 penumpang perhari,” Kata Jhon di ruang kerjanya kepada berimbang.com. Rabu (23/12/2015).

Lanjutnya, sebanyak 18 unit kendaraan Armada bus disiapkan untuk penumpang yang menuju bandara.

Jhon menghimbau kepada calon penumpang agar berhati-hati bila melakukan perjalanan.

” Jangan memakai perhiasan yang berlebihan dan jangn terlalu percaya dengan orang yang baru dikenal,” Himbau Jhon.(Rahmat Budianto)

BogorJabodetabek

Aset Budaya “Ngabungbang” Cimande Minim Perhatian Pemda

IMG-20151223-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Sudah menjadi tradisi, jika ritual “Ngabungbang” yang dilaksanakan setiap 14 Maulid, di kawasan Cimande, Kecamatan Caringin,  kerap dipadati masyarakat. Sepanjang jalan dari perempatan Kampung Cikodok hingga menuju kawasan Kampung Tarikolot, selalu dipadati oleh para pedagang kaki lima, yang menjual berbagai macam barang dagangannya.

Untuk menjaga pelaksanaan “Ngabungbang” berjalan lancar, Organisasi Pemuda Cimande Tarikolot (OPCT) pimpinan Ahmadi melakukan tugas pengamanan yang melibatkan semua pemuda dari sejumlah desa yakni Desa Cimande Jaya dan Desa Lemahduhur.

 “Kami mengerahkan hingga 250 pemuda yang bertugas melakukan pengamanan, mulai dari parkir hingga antisipasi tindak kejahatan,” kata Ahmadi.

Ahmadi menambahkan, tradisi ritual “Ngabungbang” bagi masyarakat Cimande sangat penting. Karena selain didatangi pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia juga didatangi tamu mancanegara.

Sementara itu, mantan Kades Lemah Duhur, yang baru saja mengakhiri masa jabatannya Selasa (22/12/15) kemarin, Ujang Najmudin menuturkan, setiap peringatan “Ngabungbang” pihaknya menyiagakan ratusan petugas, terutama dalam mengatur arus lalulintas di jalan yang padat baik oleh pedagang maupun pengunjung.

Selain itu, lanjut Ujang, pihak selalu berkoordinasi dengan unsur Muspika Kecamatan Caringin dan aparat kepolisian setiap pelaksanaan “Ngabungbang”.

“Ngabungbang tahun ini lebih ramai, bahkan banyak tamu yang datang dari luar negeri, seperti Jepang, Malaysia, Singapura dan Amerika. Umumnya para tamu asing itu, datang ke Cimande karena sudah mengetahui kelestarian budaya tradisi ritual Ngabungbang milik Cimande,” ujarnya.

Ujang menambahkan, kebanyakan peziarah yang datang sudah melakukan tradisi tersebut selama bertahun-tahun.

“Menurut mereka tradisi ini sebagai kegiatan positif, berziarah ke makam keramat para Kesepuhan Cimande yang diyakini membawa kemaslahatan dan kebarokahan bagi yang meyakininya,” kata Ujang.

Namun yang sangat disayangkan, masih menurut Ujang, tradisi “Ngabungbang” yang merupakan salah satu aset budaya ini kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah, meskipun pemerintah desa selama dalam kepemimpinannya sudah berulang kali mengajukan permohonan bantuan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).(Nana)

Sejarah

Ngabungbang, Warisan Leluhur Budaya Cimande

IMG-20151222-WA0003

BERIMBANG.COM, Bogor – Setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat selalu dipadati oleh para peziarah yang datang dari berbagai daerah. Tradisi ziarah ini disebut “Ngabungbang”. Menurut beberapa sumber dikalangan tokoh masyarakat setempat, tradisi ini sudah berlangsung lebih dari 100 tahun.

KH Abdul Latief, salah satu tokoh masyarakat Cimande mengatakan, Ritual ziarah “Ngabungbang” adalah warisan budaya leluhur dari Kesepuhan Cimande.

Ritual ziarah tersebut berlangsung setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, selama dua hari, yakni setiap tanggal 14 dan 15 bulan Maulid. Dahulu kala, ritual ziarah “Ngabungbang” dimanfaatkan para guru padepokan – padepokan Pencak Silat di Cimande sebagai moment untuk mematangkan tingkatan ilmu para muridnya.

“Hingga kini setiap tanggal 14 dan 15 bulan Mualid tradisi ziarah “Ngabungbang” masih terus dilaksanakan dan dilestarikan oleh para keturunan Cimande. Tapi tradisi para guru pencak silat yang seperti dulu saat ini semakin tidak terlihat”, kata KH Abdul Latief kepada berimbang.com, Selasa (22/12/15) siang.

Lebih lanjut, KH Abdul Latief menjelaskan, dalam tradisi ziarah “Ngabungbang”, ribuan peziarah mendatangi beberapa lokasi pemakaman kesepuhan Cimande. Diantaranya, makam Kesepuhan Eyang Sarean Kertasinga di Kampung Cikodok tidak jauh dari pertigaan kantor Desa Lemah Duhur, makam Mbah Ace dan Mbah Abdul Somad di Tarikolot, Mbah Rangga Wulung Tarikolot,  Mbah Angguh dan beberapa makam kasepuhan lainnya. Menurutnya, ritual “Ngabungbang” mulai ramai dikunjungi peziarah dari luar Cimande sekitar tahun 1950 – an hingga kini.  Ritual “Ngabungbang” juga merupakan waktu yang dianggap tepat untuk memandikan berbagai jenis benda pusaka peninggalan leluhur, bagi masyarakat yang meyakininya.

Saat dipadati peziarah, suasana di Kampung Cimande ramai dan tampak meriah. Suasana ramai ini terasa di sepanjang jalan raya Desa Cimande. Hampir semua warga membuka pintu rumahnya sejak siang hingga malam hari, karena banyak kedatangan tamu atau saudaranya yang berkunjung.

Hari puncak “Ngabungbang” pada 14  dan 15 Maulid, ramainya pengunjung menyebabkan jalan sejauh lima kilometer padat, hingga tidak dapat dilalui kendaraan, para peziarah pun harus rela berjalan kaki untuk sampai ke lokasi ziarah yang dikeramatkan.

Sebagai tokoh masyarakat Cimande yang juga selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (Mui) Kecamatan Caringin, KH Abdul Latief menghimbau kepada para paziarah agar menjaga tata krama dan tidak salah dalam berniat ketika berada di peziarahan.

“Saya hanya mengingatkan saja, agar para peziarah tidak meminta segala sesuatu kepada makam, akan tetapi tetap berpegang teguh pada keyakinan dan kekuasaan Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa”, pungkasnya. (Raden)

Depok

KPUD Depok Tetapkan Paslon M.Idris Dan Pradi Walikota Dan Wakil Walikota Terpilih

unnamed (3)

BERIMBANG.COM, Depok – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok secara resmi mengumumkan penetapan pasangan calon terpilih, pemilihan walikota-wakil walikota Depok tahun 2015. Ketua KPU Kota Depok, Titik Nurhayati membacakan langsung surat keputusan tersebut.

“Menetapkan pasangan calon walikota-wakil walikota Depok dalam pemilihan walikota-wakil walikota Depok tahun 2015 nomor urut dua saudara KH DR Mohammad Idris, MA dan saudara Pradi Supriatna dengan perolehan suara sebanyak 411.367 suara atau 61,91 persen dari total suara sah pasangan calon,” ujar Titik saat membacakan SK KPU Nomor 83/kpts/KPU-Kota-011.329181/2015, Selasa (22/12).

Kedua, lanjutnya, pasangan calon walikota-wakil walikota Depok sebagaimana dimaksud dalam diktum ke satu ditetapkan sebagai walikota-wakil walikota Depok terpilih periode 2016-2021.

“Keputusan ini mulai berlaku pada saat ditetapkan, salinan keputusan disampaikan kepada Ketua KPU RI, Ketua KPU Provinsi Jabar, Ketua DPRD Kota Depok, Walikota Depok, pimpinan partai politik atau gabungan partai politik pengusung pasangan calon, serta pasangan calon walikota-wakil walikota Depok terpilih,” paparnya.

Menanggapi keputusan tersebut Walikota Depok terpilih, Mohammad Idris menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh warga Depok. Dikatakannya, bahwa kemenangan tersebut merupakan kemenangan warga Depok.

“Ini sebuah kemenangan, kejayaan bagi seluruh warga Kota Depok. Untuk itu, kami mohon doa restu mudah-mudahan kami mampu mengemban amanah, harapan dan cita-cita masyarakat Kota Depok,” ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa dirinya akan menyampaikan program kinerja 100 hari pertama pasca adanya pengumuman resmi waktu pelantikan.

Tak hanya itu, dirinya juga merasa bersyukur bahwa pilkada Depok tidak ada upaya hukum lainnya seperti gugatan. Hal itu merupakan suatu kebanggan bagi dirinya dan masyarakat Depok.

“Semua ini membuktikan kedewasaan bagi warga Depok yang telah berpartisipasi dalam pilkada, memang dari sisi peningkatan terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, ini sebuah bukti kedewasaan, serta dari sisi ekses terhadap hal-hal yang kita tidak inginkan,” paparnya.

Senada, Wakil Walikota Depok terpilih, Pradi Supriatna mengungkapkan bahwa jabatan yang akan diemban oleh dirinya merupakan sebuah amanah yang luar biasa dan dirinya berkomitmen untuk menjaga amanah tersebut.

“Kami secepatnya ingin bertemu Bang Babai dan Pak Dimas, karena dalam visi-misinya juga terdapat hal-hal yang baik, Bang Babai tau persis perkembangan di Depok,” terangnya.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Depok, Ketua DPRD Depok, Kapolresta Depok, Dandim 0508 Depok, KPU Jawa Barat, Panwaslu Kota Depok, PPK se Kota Depok, dan ketua serta komisioner KPU Kota Depok.(red)

BogorJabodetabek

Jelang Puncak Ritual Ngabungbang Cimande, PKL Padati Lokasi

IMG-20151222-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Jelang puncak acara ritual budaya “Ngabungbang” di kawasan Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at (25/12/15) mendatang, ratusan Pedagang Kaki Lima (Pkl) memadati bahu jalan di wilayah Desa Lemah Duhur dan Desa Cimande Jaya. Ritual budaya “Ngabungbang” menjadi agenda rutin tahunan yang telah dilaksanakan warga Cimande selama ratusan tahun, setiap bulan Maulid tepat di tanggal 14.

Para Pkl yang hadir dikawasan Cimande itu berasal dari berbagai daerah, dengan maksud mengadu peruntungan dagangnya dengan memanfaatkan keramaian saat rangkaian prosesi “Ngabungbang” berlangsung. Pasalnya, selain dilaksanakan oleh warga setempat, “Ngabungbang” juga diikuti oleh ribuan jamaah ziarah dari berbagai daerah, dalam dan luar jawa, bahkan jamaah ziarah dari luar negeri. Sejumlah pedagang mengaku mendapat keuntungan yang lumayan saat berjualan di area “Ngabungbang” pada tahun – tahun sebelumnya. Dan berharap mendapat keuntungan yang sama di tahun ini.

“Mudah – mudahan ditahun ini rejeki keuntungan dagang saya sama seperti tahun tahun sebelumnya”, ujar anton, pedagang pakaian muslim dan kelengkapan ibadah, saat ditemui berimbang.com di lokasi.

Ditempat terpisah, Gun, pedagang peci dan pernak pernik mengaku agak pesimis jika usaha dagangnya di tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. “Saya agak khawatir dagangan saya kurang laku, karena saat ini kan lagi susah duit. Tapi mudah – mudahan sih enggak kayak gitu”, imbuhnya.

Berdasarkan pantauan berimbang.com di lokasi, kepadatan pedagang di sepanjang jalur tempat tempat ziarah Cimande, lebih meningkat dari tahun sebelumnya. Diprediksi, mulai besok kendaraan roda empat yang akan melintas dari arah talang Cimande ke arah Tarikolot akan sulit melintas, terlebih dipadatnya para peziarah yang semakin banyak berdatangan. (Raden/Nana)

BogorJabodetabek

Tiga Minggu Hilang, Wanita Setengah Baya Tewas Di Gunung Salak

IMG-20151222-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Warga Kampung Tapos Rt 2/3, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat wanita di tengah perkebunan blok Pambutan di kaki gunung salak, Selasa (22/12/15) petang tadi. Mayat wanita separuh baya dengan kondisi sudah membusuk ini pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mencari rumput. Kondisi mayat yang sudah membusuk, sehingga menyulitkan warga untuk dapat mengenalinya.

Setelah menerima laporan dari warga tentang penemuan mayat tersebut, aparat kepolisian sektor Cijeruk – Cigombong dibantu aparatur pemerintahan kecamatan, desa serta warga setempat, segera meluncur ke lokasi untuk melakukan identifikasi.

Saat dikonfirmasi berimbang.com diruang kerjanya, Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Rekrim) Polsek Cijeruk – Cigombong, Iptu Ma’ruf Murdianto menjelaskan, bahwa mayat wanita itu ditemukan pertama kali oleh Hidayat, warga kampung Tajur Halang Rt 2/3 Desa Tajur Halang, pada Senin (21/12/15) sekitar pukul 17.00 waktu setempat dan baru dilaporkan Selasa (22/12/15) pagi tadi.

“Setelah menerima laporan dari warga, kami segera meluncur ke lokasi untuk melakukan identifikasi jenazah yang ditemukan. Beberapa saat ketika kami dilokasi ada warga yang mengenali sosok itu sebagai orang tuanya yang telah meninggalkan rumah selama tiga minggu”, kata Kanit Reskrim Polsek Cijeruk – Cigombong, kepada berimbang.com sore tadi.

Lebih lanjut Ma’ruf menjelaskan, anak korban bernama Samsudin (22) warga  Kampung Sawah Rt 2/5, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Samsudin mengenali sosok mayat itu adalah ibunya yang bernama Sapni (48) dari ciri – ciri pakaian yang dikenakan. Menurut keterangan Samsudin, ibunya mengalami gangguan kejiwaan dan telah meninggalkan rumah sejak tiga minggu lalu.

“Atas permintaan anaknya, kami tidak melakukan otopsi rumah sakit dan  jasad korbanpun langsung dibawa pulang kerumah duka untuk dimakamkan”, pungkas Ma’ruf. (Raden/Nana)

Jelajah Desa

Kades Pancawati Genjot Pembangunan Infrastruktur

IMG-20151222-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Pembangunan sarana infrastruktur menjadi prioritas utama dalam program Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Hal itu ditegaskan Kepala Desa Pancawati, H Iqbal Jayadi, kepada berimbang.com, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (22/12/15) siang tadi.

Kades Pancawati menjelaskan, prioritas tersebut didasari oleh realita dilapangan bahwa masyarakatnya sangat memerlukan sarana infrastruktur yang lebih baik dari sebelumnya. Hal itu dihimpun pemerintah desa dari berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan di setiap forum pertemuan.

“Program prioritas kami didasari oleh berbagai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Kami tampung, lalu kami musyawarahkan dan alhamdulillahh hingga di penghujung tahun ini kami sudah merealisasikannya hingga sembilan puluh persen”, jelas H Ikbal Jayadi kepada berimbang.com.

Secara umum, lanjut kades, aspirasi masyarakat yang dihimpun pemerintah desa dibidang pembangunan meliputi pembangunan jalan lingkungan, jembatan dan turap penahan tanah. Karena diakuinya, hal tersebut merupakan kebutuhan yang sangat diharapkan oleh masyarakatnya. Kades menambahkan, selain pembangunan jalan lingkungan, jembatan dan turap, pemerintah desa juga baru saja menyelesaikan beberapa unit sarana Mandi Cuci Kakus (Mck) di beberapa wilayah. Disinggung soal pembiayaan, Kades Pancawati menegaskan bahwa pihaknya tidak terlalu mengandalkan bantuan dari pemerintah.

“Selama saya pribadi masih bisa membiayai sarana infrastuktur bagi masyarakat, kenapa harus mengandalkan dana bantuan dari program pemerintah? Apalagi ini menjadi kewajiban saya sebagai pelayan masyarakat”, tegasnya.

Namun demikian, masih kata kades, saat program bantuan pemerintah diterima, pemerintahnya akan selalu menyalurkannya sesuai dengan juklak dan juknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Berdasarkan pantauan berimbang.com, saat ini pemerintah Desa Pancawati tengah melaksanakan pembangunan kantor dan aula desa, melanjutkan program pembangunan pemerintah sebelumnya yang sempat tertunda. (Raden/Nana)

BogorJabodetabek

Dua Kelompok Imigran Timur Tengah Terlibat Tawuran Di Puncak

images (23)

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan pemuda imigran asal Afghanistan dan Pakistan terlibat tawuran di depan Hotel Grand Safari, Cisarua, Kabupaten Bogor, pukul 19.00 wib, Senin (21/12/15), malam tadi.

Kejadian berawal ketika beberapa imigran terlibat adu mulut dalam bahasa mereka, di depan pintu masuk Hotel Grand Royal Safari. Melihat hal itu, keamanan hotel mencoba melerai dan mengusir mereka untuk tidak membuat kericuhan di depan hotel, hingga akhirnya para imigran itu bergeser ke depan sebuah mini market, tidak jauh dari lokasi sebelumnya.

Saat tiba di area parkir mini market, keributan memuncak hingga dua orang diantara imigran itu dikeroyok, sementara yang lainya mencoba melerai. Para pengunjung mini marketpun berteriak dan menghalau mereka untuk pergi dari area parkir. Akhirnya mereka lari kearah villa di samping sebuah bank pemerintah. Mereka kembali saling adu pukul hingga diteriaki tukang ojek setempat. Setelah diteriaki warga, akhirnya mereka membubarkan diri dan membawa teman mereka yang terlibat tawuran.

Ali, salah satu imigran asal Afghanistan yang berhasil dimintai keterangan oleh awak media di lokasi kejadian mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi pemicu keributan.” Saya tidak tahu kenapa mereka saling serang. Mereka yang terlibat perkelahian itu berasal dari Pakistan dan Afghanistan”. Paparnya kepada wartawan.

Ali menuturkan,  mereka baru saja menghadiri acara konser di Hotel Grand Royal Safari. Acara tersebut dihadiri lebih dari 1000 orang pengungsi asal Timur Tengah. Belum jelas acara apa yang dihadiri mereka di hotel tersebut. Dari beberapa Imigran yang di wawancarai, mereka mengaku tidak bisa berbahasa Inggris maupun Indonesia. (Raden)

BogorJabodetabek

Diduga Korban Perampokan, Petani Ditemukan Tewas Mengenaskan

IMG-20151221-WA0003

BERIMBANG.COM, Bogor  – Warga Kampung Kubang, RT 08/ 02, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki – laki di area pesawahan, Senin (21/12/15) dini hari tadi. Menurut Kapolsek Cileungsi, mayat lelaki yang ditemukan warga itu diduga merupakan korban perampokan.

Saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media, Kapolsek Cileungsi Ajun Komisaris Polisi (AKP) Eko menjelaskan, berdasarkan penuturan warga, mayat lelaki itu ditemukan warga sekitar pukul 4.00 WIB, dini hari tadi. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat terlihat menonton hiburan layar tancap di kampung sebelah.

“Kata warga, usai nonton layar tancap, korban langsung ke sawah untuk menjaga traktornya,” tutur Eko menirukan keterangan warga setempat.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), lanjut Kapolsek, korban yang ditemukan tidak bernyawa di tengah sawah dalam kondisi tangan dan kaki terikat, dengan kondisi lehernya yang nyaris putus diduga digorok menggunakan senjata tajam itu diketahui bernama Aca Bin Samin (55), warga Kampung Kubang Rt 09/04, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi.

Dugaan sementara, masih kata Kapolsek, Aca merupakan korban perampokan, yang pelakunya diperkirakan lebih dari satu orang, karena  traktor pembajak sawah yang tengah dijaganya hilang, dan yang tersisa hanya banya saja.

“Kami masih memperdalam kasus ini, dan menunggu hasil otopsi jasad korban dari pihak RS Kramat Jati Jakarta. Untuk sementara, dalam kasus ini kami gunakan Pasal 365 ayat 3 tentang pencurian dengan kekerasan”, Pungkasnya. (Raden/Nana)

Jelajah Desa

Kantor Desa Muara Jaya Segera Direhab, Poskamdes Masih Menanti

IMG-20151221-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Aparatur Pemerintahan Desa Muara Jaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor akhirnya bisa menarik nafas lega. Karena, harapannya untuk memiliki kantor yang lebih representatif akan segera terwujud.

Menurut Sekretaris Desa (Sekdes) Muara Jaya, di awal tahun 2016 mendatang, pihaknya akan menerima bantuan rehabilitasi bangunan kantor desa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Angin segar yang dihembuskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu nampaknya memicu semangat para abdi masyarakat di Desa Muara Jaya. Betapa tidak, selama beberapa tahun terakhir, kondisi sarana prasarana pendukung pelayanan bagi masyarakat di desa ini cukup mengkhawatirkan. Beberapa bagian pada plafond atap di hampir seluruh ruangan kantor desa ini sudah rusak dimakan usia. Belum lagi kontruksi atap yang lapuk di beberapa bagiannya. Beban pemikiran aparatur desa ditambah lagi dengan ambruknya Pos Keamanan Desa (Pos Kamdes) pada tahun 2013 lalu, yang hingga kini belum juga tersolusikan.

Saat ditemui berimbang.com diruang kerjanya, Sekdes Muara Jaya, Wahyudin Sugandi, mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah merespon permohonan bantuan yang diajukan pihaknya. Dikondisi kantor desanya saat ini, Sekdes dan staf lainya mengaku kurang nyaman saat melakukan aktifitas.  Namun menurutnya, hal itu tidak menjadi halangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mewakili masyarakat muara jaya, saya ucapkan terimakasih kepada pemerintah provinsi jawa barat yang telah merespon permohonan kami dan akan merealisasikannya pada tahun depan. Meski kondisi kantor kami seperti ini, namun pelayanan kepada masyarakat tetap kami berikan dengan semaksimal mungkin”, kata Wahyudin kepada berimbang.com, siang tadi.

Ketika disinggung soal bangunan Pos Kamdes yang ambruk, Sekdes mengatakan, saat bencana itu terjadi, pihak desa sudah melaporkannya kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bogor, untuk ditindaklanjuti. Namun hingga kini belum juga ada penanganan.

“Poskamdes kami ambruk pada tahun 2013, empat bulan setelah pembangunannya selesai. Kami sudah melaporkannya kepada Bpmpd, dan petugasnyapun sudah meninjau, tapi sampai sekarang ya kondisinya tetap begitu”, pungkas Sekdes yang diamini staf lainnya.

Pemerintah Desa Muara Jaya berharap, pemerintah daerah segera memberikan bantuan untuk membangun kembali Pos Kamdes. Karena fasilitas ini sangat diperlukan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakatnya, terutama dikondisi darurat. (Raden/Nana)