Bulan: November 2015

Nasional

Kelompok Santoso Ancam Ledakkan Polda, Polri Jangan Anggap Enteng

images (4)

BERIMBANG.COM, Jakarta – Komisioner Kompolnas M Nasser mengimbau aparat Polri untuk tidak menganggap enteng terhadap kelompok Santoso yang menebar ancaman akan meledakkan Mapolda Metro Jaya.

“Jadi Polri harus meningkatkan kewaspadaan. Jadi, maksud saya Polri harus mendalami ancaman tersebut dan segera menangkap gembong teroris Santoso,” kata Nasser ketika dihubungi wartawan, Senin (23/11) malam.

Nasser menambahkan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sempat mengatakan bahwa Polri telah mengetahui lokasi persembunyian pimpinan teroris dari kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) tersebut.

“Kapolri sempat mengatakan mengetahui persembunyian Santoso. Harus segera disikapi karena ancaman ini tidak main-main,” jelas M Nasser.

Selain itu, menurut Nasser, fungsi intelijen Polri perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi munculnya teror dari kelompok Santoso, terutama kerja sama dengan intelijen TNI, dan BIN.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman yang diduga suara Santoso muncul di dunia maya melalui laman Facebook milik Muhammad Bahrunnaim Anggih Tamtomo. Dalam rekaman berdurasi sekitar 9 menit tersebut, Santoso mengatakan akan meledakkan Mapolda Metro Jaya.

Selain itu, dalam rekaman berjudul ‘Seruan Sang Komandan, Abu Wardah Asy-Syarqi Hafidzahullah’ tersebut terlihat gambar yang berlatar bendera hitam dengan logo persis dengan milik ISIS, dan mengajak kaum muslimin di tanah air untuk berjihad.

“Maka ambillah pelajaran karena kami adalah tentara Daulah Islam yang sedang mengingatkan kalian! Yang kalian percaya atau tidak percaya, suka atau tidak suka, rela atau tidak rela, panji hitam ini akan berkibar dengan izin Allah di atas Istana Merdeka,” seru Santoso. (Kmn)

Daerah

Gara – Gara Nasi Bungkus, Massa HMI Rusak Mobil Polantas

Inforexmagz-HMI-Tolak-Kenaikan-BBM-13

BERIMBANG.COM, Pekanbaru – Oknum massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Indonesia asal Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan merusak mobil Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru, Minggu (22/11/2015).

Wakil Kepala Polresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono menjelaskan tindakan tidak terpuji itu dilakukan massa HMI saat pembagian nasi bungkus yang dikomandoi Kompol Zulanda.

“Kita sangat sayangkan dengan kejadian tersebut. Semaksimal mungkin polisi berusaha mengakomodir massa namun justru tindakan anarkis yang diberikan,” jelasnya.

Mobil operasional Satlantas Polresta Pekanbaru itu penyok pada bagian belakang akibat ditendang massa. Menurut Putut, pelaku pengrusakan diperkirakan sejumlah tujuh orang.

Aksi tersebut berawal saat Kompol Zulanda membagikan makan siang kepada massa HMI dari Pinrang. Saat itu massa meminta sebanyak 42 bungkus nasi sementara petugas menyediakan 50 bungkus.

“Tanpa alasan yang jelas perwakilan massa selanjutnya tiba-tiba marah dan mengaku bahwa nasi yang diberikan kurang,” katanya.

Pasca kejadian tersebut, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Aries Syarif Hidayat menginstruksikan ketua rombongan untuk menemui petugas.

Sesaat itu juga sejumlah massa yang melakukan pengrusakan menemui Kombes Aries. Dalam pesannya, Kombes Aries menyesalkan perbuatan itu.

“Kita sudah berupaya membantu rekan-rekan sejak tadi malam. Kenapa ini dibiarkan terjadi?,” ujarnya.

Aries memberikan maaf kepada para pelaku dan meminta kepada massa untuk mengendalikan emosi. “Saya harap kepada rekan-rekan agar kejadian serupa tidak terjadi,” harap aries.(ic)

Daerah

Dari 1.178 Honorer K1, Bupati nganjuk Ajukan Hanya 200 Orang

images (3)

BERIMBANG.COM, Nganjuk – Ribuan honorer kategori satu (K1) Kabupaten Nganjuk mempertanyakan sikap bupatinya dalam memperjuangkan nasib mereka.

Pasalnya, hingga saat ini 1.178 honorer K1 Nganjuk belum juga mendapatkan formasi CPNS.

“Kami sudah bolak-balik ke Bupati Nganjuk dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Masing-masing pihak tidak mau disalahin,” kata ‎Wakil Ketua Forum Honorer K1 Nganjuk John Wadoe‎ kepada JPNN, Minggu (22/11).

John mengungkapkan, bupatinya menyatakan sudah mengirim surat kepada MenPAN-RB soal formasi CPNS dari K1 Nganjuk. Sementara KemenPAN-RB menyebutkan, memang ada permintaan formasi namun yang diajukan Bupati Nganjuk hanya 200 orang saja.

“Karena yang diminta bupati hanya 200, makanya sampai saat MenPAN-RB belum menetapkan formasinya.‎ MenPAN-RB ingin yang diusulkan itu harus semuanya (1.178 orang),” tuturnya.

Atas dua informasi yang beragam ini, membuat honorer K1 Nganjuk kebingungan. Mereka merasa dipingpong pemerintah baik pusat maupun daerah.

“Kami hanya minta pemerintah berhentilah mempermainkan nasib kami. Semua proses sudah kami jalani, bahkan rekan-rekan kami di 31 instansi lainnya sudah menjadi PNS. Tinggal kami yang di Nganjuk belum diangkat,” tandasnya.(*)

Daerah

Pasang 7 CCTV, Pemkot Cimahi Pantau Pelanggaran Perda

images (2)

BERIMBANG.COM, Cimahi – Untuk memantau zona-zona rawan pelanggaran Perda, Pemkot Cimahi memasang 7 unit CCTV disejumlah titik. Keberadaan CCTV juga bisa memantau kinerja Satpol PP dalam bertugas di lapangan.

Kasatpol PP Cimahi, Aris Permono, Sabtu (21/11/2015) menuturkan, saat ini Pemkot Cimahi baru memasang CCTV di 7 titik. Titik tersebut yaitu di Jln. Sriwijaya, Jln. Gandawijaya, Alun-Alun Cimahi, akses Tol Baros, fly over Cimindi, Jln. Mahar Martanegara, dan Jln. Cibeureum.

“Saat ini memang baru tujuh, harapan kami kedepan bisa bertambah,” katanya.

Dituturkan Aris, CCTV tersebut sangat bermanfaat bagi Satpol PP. Sebab pihaknya bisa memantau sejumlah pelanggaran Perda seperti PKL yang berjualan di badan jalan atau trotoar.

“Dengan CCTV kita jadi tahu ketika ada PKL yang jualan sembarangan hingga bisa langsung ditindak. Bahkan ketika PKL tersebut terpantau akan berjualan, kita langsung turunkan anggota bermotor untuk membersihkannya,” tegasnya.

Bukan hanya PKL, tambah Aris, dengan CCTV pihaknya bisa memantau kinerja anggota di lapangan, apakah baik atau tidak. “Makanya selain dipantau kita, kedepan bu walikota juga bisa memonitor dari CCTC tersebut,” katanya.(kk)

Internasional

Penyanderaan Di Mali Sedikitnya 27 Orang Tewas

unnamed (1)

BERIMBANG.COM – Drama penyanderaan di Hotel Radisson Blu, Bamako, Mali, telah berakhir. Sedikitnya dua orang penyerang tewas di tangan pasukan keamanan yang menyerbu masuk ke dalam hotel, Jumat (20/11/2015).

Pejabat PBB yang berada di lokasi melaporkan sebanyak 27 orang tewas dalam insiden penyerangan dan penyanderaan tersebut. Menurut pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut, ada 12 jenazah di lantai dasar, sementara ada 15 lainnya di lantai dua. Saat ini, pasukan PBB masih membantu otoritas Mali memeriksa hotel tersebut.

Seorang saksi mata mengatakan, polisi terlihat keluar masuk hotel, mengawal warga sipil. Beberapa di antara warga sipil tersebut terluka.

Menteri Dalam Negeri Mali, Kolonel Salif Traore, saat memberikan pernyataan di televisi setempat mengatakan, sedikitnya 76 orang dibebaskan oleh pasukan keamanan.

Sebuah kelompok militan Afrika yang berafiliasi dengan jaringan teroris Al Qaeda mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke Hotel Radison Blu di Bamako, Mali, Jumat (19/11/2015).

Al-Mourabitoun, sebuah kelompok yang berasal dari Mali bagian utara mengunggah pesan di Twitter berisi klaim bahwa mereka adalah dalang penyerangan di Radison Blu. Belum ada pihak yang memastikan kebenaran dari klaim kelompok yang sebagian besar terdiri atas suku Tuareg dan Arab itu.

Sebelumnya, Salif mengatakan, tiga orang terbunuh, sementara dua lainnya terluka oleh kelompok bersenjata yang menembus keamanan di pintu masuk hotel pada sekitar pukul 7 pagi. Mereka memberondongkan peluru sambli meneriakan “Allahu Akbar”.

Seorang sumber keamanan dan seorang saksi mata, kepada Reuters mengatakan, suara tembakan terdengar berulang kali saat para penyerang naik ke hotel, lantai demi lantai. Televisi setempat menyebutkan, 80 sandera telah berhasil keluar dari hotel tersebut di siang hari. Namun, satu jam kemudian, situs resmi hotel menyebut bahwa 124 tamu dan 13 staf masih berada di dalam.*

Internasional

Teror Paris, Pemain MU Terguncang

images (2)

BERIMBANG.COM – Pelatih Manchester United Louis van Gaal memuji sikap dunia sepak bola terhadap serangan teror di Paris, ketika ia mengakui pada Jumat bahwa para pemainnya terguncang.

United memiliki tiga pemain yang terlibat dalam pertandingan antara Prancis dan Jerman di Stade de France sepekan silam, yang menjadi target serangan-serangan di seantero Paris yang menewaskan 129 orang.

Anthony Martial tidak akan memperkuat United di markas Watford pada Sabtu karena cedera kaki yang didapatnya saat Prancis kalah 0-2 dari Inggris di Wembley pada Rabu malam.

Rekan setimnya Morgan Schneiderlin dapat dimainkan, namun Van Gaal berencana untuk menilai kondisi sang pemain serta pemain internasional Jerman Bastian Schweinsteiger sebelum memutuskan apakah ia akan memainkan kedua pemain itu.

Pelatih asal Belanda itu berkata, “Apa yang mereka (para pemain) sampaikan kepada saya merupakan hal pribadi namun kami telah berkomunikasi. Saya tidak berpikir saya perlu menyampaikan apa yang kami diskusikan.” “Martial tidak dapat bermain karena ia cedera dan Schweinsteiger dan Schneiderlin dapat bermain jika kami tidak memperhitungkan kejadian yang telah terjadi.” “Bagi semua umat manusia di dunia itu merupakan pukulan keras. Sebagai anggota olahraga sepak bola, kami tidak dapat berbuat terlalu banyak.” Para penggemar di Wembley bersatu mendukung Prancis pada tengah pekan dan dengan lagu kebangsaan Prancis diputar sebelum semua pertandingan Liga Utama Inggris, Van Gaal memuji respon sepak bola.

“Kami dapat memberi dukungan dalam simbol-simbol yang merupakan hal bagus bagi rakyat Prancis, bagi para korban dan kerabat korban,” ucapnya.

“Saya pikir itu dapat memberi mereka dorongan dan kekuatan untuk bertahan hidup.” (Antara/AFP)

BogorJabodetabek

Disebut Jalur Tengkorak “Jalan Raya Bocimi” Kembali Menelan Korban

Truk yang terguling dan terperosok hingga ringsek.   (Foto : Yosep Bonang )
Truk yang terguling dan terperosok hingga ringsek. (Foto : Yosep Bonang )

BERIMBANG.COM, Bogor – Jalan Raya Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) atau yang kini dijuluki dengan jalur tengkorak kembali meminta korban jiwa.

Menyusul dengan tewasnya dua pengendara sepeda motor yang terlibat tabrakan maut di kawasan Cibandawa, tidak jauh dari gerbang Sekolah Kepolisian Negara Polda Metro Jaya (Spn Pmj) Desa Srogol, Cigombong hari kamis (19/11) pagi kemarin dan Jum’at (20/11) pagi tadi, kecelakaan kembali terjadi, baru – baru ini dua unit truk bermuatan berat terperosok kedalam sungai di bawah jembatan Cimande, Caringin hingga menelan korban jiwa.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun berimbang.com di lokasi kejadian, sebelum terperosok kedasar sungai dengan kedalaman sekitar tiga puluh meter di bawah jembatan Cimande yang tengah dibangun, truk fuso bermuatan bahan material hable dari arah Ciawi menuju Sukabumi itu menabrak bagian belakang truk diesel bermuatan karung berisi tepung yang berada di depannya.

Menurut Kepala Unit Kecelakaan (Kanit Laka) Polres Bogor wilayah Ciawi, Inspektur Polisi Dua (Ipda)  Asep Saepudin, kecelakaan terjadi sekitar pukul 6.00 pagi waktu setempat dipicu oleh sopir truk fuso yang berkendara dalam keadaan mengantuk.

“Kuat dugaan sopir truk fuso dalam keadaan mengantuk karena telah menempuh perjalanan dari cilegon dengan cara non stop,” jelas Kanit Lantas kepada berimbang.com di lokasi kejadian.

Lanjut Asep , dari empat orang korban kecelakaan ini, satu diantaranya tewas ditempat.

“Sopir truk diesel tewas di lokasi kejadian karena terjepit bodi kendaraan yang ringsek, sementara tiga korban lainnya mengalami luka serius”, terang Asep.

Sementara itu salah satu warga setempat Obrin mengatakan, truk fuso dalam keadaan rem blong dan kondisi jalan menurun ditambah dengan muatan beban berat akhirnya truk fuso menabrak truk diesel yang berada di depannya.

“Setelah tabrakan, truk diesel yang pertama masuk ke dalam sungai, gak lama kemudian truk fuso pun jatuh,” tutur Obrin.

Setelah melihat kedua kendaraan terperosok ke dalam sungai, lanjut Obrin, dirinya bersama warga lainnya, berusaha menolong para korban yang terjepit diantara bangkai kendaraan beserta muatan yang berserakan di dasar sungai dan membawanya ke rumah sakit.

“Waktu kami ke dasar sungai, sopir truk diesel udah meninggal terjepit bodi mobil, sampai kami terpaksa memotong bagian mobil pake gurinda besi,” tambah Obrin.

Hingga berita ini diturunkan, kedua bangkai truk yang kondisinya rusak berat masih berada di dasar sungai.Dalamnya dasar sungai menyulitkan petugas dalam melakukan evakuasi.

Berdasarkan pantauan berimbang.com, pembatas jalan di proyek jembatan Cimande tidak memenuhi syarat keamanan. (Nana Suryana)

Daerah

Tersangka Kasus Narkoba 8,5 KG Lolos Dari Hukuman Mati

narkoba130213b

BERIMBANG.COM, Surabaya – Nasib terdakwa Budiman alias Sinyo dan M Arifin, akhirnya ditentukan oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/11). Namun, nasib baik rupanya masih menaungi kedua terdakwa lantaran lolos dari hukuman mati, sebagaimana tuntutan jaksa yang menuntutnya dengan hukuman mati.

Dengan persidangan terpisah yang dipimpin oleh dua hakim yang berbeda, dua terdakwa ini akhirnya hanya dijatuhi hukuman pidana penjara seumur hidup.

Dalam kasus Sinyo, Ketua Majelis Hakim Tugiyanto menyatakan jika Budiman alias Sinyo dinyatakan bersalah sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum. Namun, ia menyatakan tidak sependapat dengan jaksa, utamanya terkait vonis yang seharusnya dijatuhkan.

“Menjatuhkan pidana penjara seumur hidup kepada terdakwa. Terkait dengan vonis ini, terdakwa berhak banding, pikir-pikir atau menerima putusan,” ujarnya.

Berbeda dengan M Arifin, anak buah Sinyo ini nasibnya lebih mujur lantaran hanya divonis 20 tahun penjara, meski ia juga dituntut mati oleh jaksa.

“Menjatuhkan pidana selama 20 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar subsider 6 bulan,” ungkap hakim Ferdinandus.

Atas kedua putusan ini, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Tanjung Perak Ahmad Patoni langsung menyatakan banding. “Kita nyatakan banding, karena tuntutannya adalah hukuman mati,” ujarnya.

Diketahui, kedua terdakwa ini sebelumnya dituntut hukuman mati oleh jaksa lantaran dianggap terbukti bersalah memiliki narkoba dalam jumlah yang cukup banyak.

Kedua terdakwa dalam kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 8,5 Kg ini dijerat dengan pasal 114 dan 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dijelaskan dalam dakwaan, terdakwa Budiman berhasil ditangkap Reskoba Polrestabes Surabaya di rumahnya di kawasan Gedangan Sidoarjo atas pengembangan perkara dua terdakwa lainnya, yakni Taufik dan Andik yang ditangkap lebih dahulu pada operasi sikat semeru didepan Toko Mas Mahkota Jalan Pogot Surabaya.

Polisi berhasil menemukan sabu seberat 0,4 gram dari tangan Andik, sedangkan dari tangan Taufik, polisi menyita, 2,05 gram shabu.

Sedangkan dalam penangkapan terdakwa Budiman, polisi berhasil mengamankan sabu siap edar yang dikemas dalam ribuan plastik dan disimpan dalam tas koper berwarna coklat. Sabu seberat 8,5 kg tersebut bila dijual bisa senilai Rp 8,5 miliar.(krim)

BogorJabodetabek

Khawatir Bencana Susulan, Kades Ciburuy Siagakan Petugas

Lokasi kejadian longsor di aula Desa Ciburuy.     ( Foto : Yosep Bonang )
Lokasi kejadian longsor di aula Desa Ciburuy. ( Foto : Yosep Bonang )

BERIMBANG.COM, Bogor –  Khawatir terjadi bencana susulan, Kepala desa Ciburuy mensiagakan petugas di Kantor Desa, petugas yang disiagakan terdiri dari Satuan Lintas Masyarakat (Linmas), Pengurus Rt dan Rw serta Staf Desa.

Kepala Desa Ciburuy Iwan Sofwan Zaqqi mengatakan, selain petugas yang akan ditempatkan di Kantor Desa, pihaknya juga mengintruksikan kepada pengurus wilayah dan masyarakat untuk melakukan pemantauan di wilayah masing masing mengingat intensitas hujan saat ini masih tinggi.

“Kami khawatir terjadi lagi bencana susulan karena sejak siang tadi hingga kini hujan deras masih mengguyur sehingga sangat penting bagi kami siagakan patugas”, jelas kades.

Selama sebulan terakhir lanjut Kades, sejak musim hujan sudah ada delapan bencana yang terjadi di wilayah Ciburuy dilokasi yang  tersebar di beberapa RT.

“Yang paling parah ya bencana longsor yang menimpa kantor saya”, tambah Kades yang akrab disapa Abah Cibek Ini kepada berimbang.com.

Berdasarkan pantauan berimbang.com, hingga pukul 19.00 waktu setempat, hujan deras masih mengguyur wilayah Cigombong dan sekitarnya, hal ini memaksa sejumlah Desa terutama yang masuk kategori rawan bencana harus lebih ekstra waspada dan melakukan berbagai antisipasi siaga bencana. (Nana Suryana)

BogorJabodetabek

Penanganan Dinas Lamban, Jalan Amblas Di Desa Ciburuy Semakin Parah

Lokasi Jalan amblas di Desa Ciburuy, Kabupaten Bogor.    ( Foto : Yosep Bonang )
Lokasi Jalan amblas di Desa Ciburuy, Kabupaten Bogor. ( Foto : Yosep Bonang )

BERIMBANG.COM, Bogor – Ruas Jalan di Kampung Ciburuy RT 02/01 Desa Ciburuy yang sebelumnya diberitakan amblas, kini kondisinya semakin parah hingga saat ini belum juga ada penanganan dari dinas terkait, gorong gorong yang berada di bawah aspal kamis sore tadipun ikut roboh sehingga mengakibatkan lubang longsoran makin melebar.

Sebelumnya, kendaraan roda empat masih bisa melintas di ruas jalan ini namun hingga sekarang pengendara roda dua harus ekstra hati hati saat melintas pasalnya kontur tanah dibawah aspal yang labil paska robohnya gorong gorong disertai curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir dikhawatirkan akan memicu longsor susulan yang lebih parah.

Ardy Sumardi, salah satu pengendara roda empat warga setempat, sangat menyayangkan terhadap kinerja dinas terkait yang dinilai lamban dalam menangani bencana tersebut.

“Jelas kami sangat kecewa dengan lambatnya penanganan petugas bina marga karena aktifitas kami jadi terhambat”, ungkapnya kepada berimbang.com.

Sementara itu, Kasie Ekonomi dan Pembangunan Desa Ciburuy Kusnadi mengatakan,sejak jalan dilokasi tersebut amblas pihaknya sudah melaporkan ke Dinas Bina Marga Wilayah Ciomas. Meskipun petugas terkait sudah melakukan peninjauan, namun hingga kini belum juga ada penanganan yang berarti.

“Kami berharap petugas Bina Marga segera melakukan perbaikan jalan, bukan hanya meninjau dan melakukan pemotoan lokasi saja karena kami kewalahan dengan banyaknya pengaduan dan keluhan dari masyarakat”, pungkas Kusnadi. (Nana Suryana)