Peneliti IPI : Jika Ketua Dewan Pers tak Mampu, Silahkan Mundur!

BERIMBANG.COM, Jakarta – Pengamat Kebijakan dari Publik Indonesian Public Institute (IPI), DR. JERRY MASSIE MA. PHD memuji langkah brilian yang diambil PPWI dan SPRI demi membantu wartawan, melalui siaran pers di Jakarta Jumat (01/6/2018). 

Gugatan  yang dilayangkan  Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Serikat Pers Republik Indonesia (PRSI) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) terhadap Dewan Pers (DP) dalam hal ini Yoseph Adi Prasetyo selaku ketua sudah tepat.

Jerry merasa heran, dimana sudah tiga kali sidang, namun Ketua Dewan Pers-nya belum nongol-nongol atau tak kunjung hadir. Ia pun mempertanyakan ketidak-hadirannya itu.

"Ini sengaja dilakukan atau takut bersaksi dalam sidang. Mana mungkin pimpinan dewan pers tak paham soal kelengkapan berkas administrasi, saat mengeluarkan rekomendasi dan lainnya." terangnya. 

"Kalau memang sudah tak mampu memimpin lembaga ini, lebih baik step back atau mundur secara gentlemen," kata peneliti kebijakan publik dari Amerika ini." 

Memang selama ini Jerry menilai ada sejumlah policy dari Dewan Pers yang berlawanan bahkan blunder. 

Pada intinya tutur mantan Pemimpin Redaksi Thejakartatimes, ini jangan melemahkan tugas jurnalis tapi rangkul mereka tanpa membeda-bedakan.

"Jadi sebelum action, thinking first atau (berpikir terlebih dulu), jangan mikirnya telat. Contoh, surat terkait melarang wartawan minta THR di hari raya Idul Fitri yang dikeluarkan belum lama ini, banyak menuai kontroversi dan complain," ujarnya.

Setahu Jerry, baru kepemimpinan kali ini ada beberapa making decision-nya blunder. Apalagi saat berita hoaks 319 media abal-abal dan kriminalisasi terhadap wartawan, Dewan Pers hanya diam membisu tanpa tindakan. 

"Kan bukan hanya urus UKW (Uji Kompetensi Wartawan) muda, madya dan utama tapi persoalan keselamatan pers harus diperhatikan," imbuhnya.  

"Bagaimana pendekatan terhadap mereka. Lakukan pembinaan dan pelatihan biar para jurnalis mangerti." kata Jerry menegaskan. 

"Jangan seperti statement kementerian Kominfo, yang mana menyatakan bahwa mereka mendeteksi ada 43 ribu media abal-abal di Indonesia seperti yang disampaikan Samuel Pangerapan seperti dikutip detik.com," tegasnya.

Bagaimana jika perusahaan persnya lengkap kata Jerry, seperti yang diatur dalam UU Pers No.40 Tahun 1999? jangan perkeruh masalah. 

"Jadi melihat persoalan jangan hanya dari satu sudut pandang, justru masalah besar diperkecil, kecil dihilangkan," pungkas Jerry.(*).

Share

Comments are closed.

Recent Posts

Muspika Kecamatan Cigombong Gelar Acara Silaturahmi Sekaliguas Buka Puasa Bersama

BRRIMBANG.COM, Bogor - Muspika Kecamatan Cigombong menggelar acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyrakat, Tokoh Pemuda,… Read More

3 hari ago

Hotel Red Doort Di Jalan Kepu Timur Raya, Diduga Tidak Memiliki Izin

BERIMBANG.COM, Jakarta - Warga di sekitar jalan Kepu Timur Raya Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat ramai-ramai menolak keberadaan kost-kostan… Read More

7 hari ago

Walikota Depok Tegaskan Tidak Ada Penimbunan Barang Di Bulan Ramadhan

BERIMBANG.COM, Depok - Wali kota Depok, Mohammad Idris, hari ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait pengawasan ketahanan pangan di Pasar… Read More

1 minggu ago

Pengusaha Digital Printing Kena Tipu, Pelaku Akan Di Polisikan

BERIMBANG.COM, Depok - Berawal dari bisnis digital printing yang di janjikan oleh seorang kenalan baru, Harun sebagai seorang pengusaha tentunya… Read More

1 minggu ago

Dadan : Jabatan Kadis PUPR Merupakan Tantangan Bagi Saya

BERIMBANG.COM, Depok - Walikota Depok, Mohammad Idris melantik pejabat dilingkungan Pemerintahan Kota Depok di Aula Teratai Balaikota Depok. Idris mengharapkan… Read More

1 minggu ago

Pemdes Tajur Halang Terus Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

BERIMBANG.COM, bogor - Pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas utama Pemerintah Desa (Pemdes) Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, dalam merealisasikan Dana… Read More

2 minggu ago