Impian Kandas Sang Petinju Nasional Menjadi Juru Parkir

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 558 Views

BERIMBANG.com Bogor – Freddy Paud, mungkin, satu dari sekian banyak atlit yang butuh perhatian pemerintah Indonesia, ia mencurahkan hidupnya fokus menjadi petinju, namun impiannya kandas, kala itu Menteri Olahraga dan pemuda (Menpora) dijabat Andi Malaranggeng di sel.

Dibuktikan dengan kisah Freddy saat bercerita dirinya bertanding hingga keluar negeri antara lain, Australia, Jerman, Bangkok, India, juga beberapa pertandingan di Indonesia yang terakhir ia bertanding di Sorong, Papua.

Bayaran yang pernah Fredy dapatkan terbesar sebanyak Rp 25juta satu kali pertandingan. Selain itu Ia dan atlit lainnya, pernah dijanjikan akan di beri rumah oleh Menpora kala itu,

Kandas mendapat rumah yang telah dijanjikan oleh menteri, Freddy bersama rekan atlit lainnya protes terhadap pemerintah, cerita ia, hasil protes mendapat perhatian dari kementerian Sosial dan di beri Rp 10juta ditahun 2005. Selesai sudah perhatian pemerintah terhadap Fredy sang petinju Nasional.

Namun sungguh miris dengan kehidupan Freddy saat ini, hidup sebatang kara, hingga anak dan istrinya pun harus meninggalkan Fredy, karena kesulitan mencari nafkah, “Ya.. kalau dapat uang pulang, kalau gak dapat gak pulang,” kata Freddy.

Ia bercerita dikala rumah yang ditempatinya itu bukan lagi istri dan anaknya yang membukakan pintu, karena rumahnya telah dijual, “Saya yang beli rumah ini pak,” ujar Fredy menirukan kata-kata pembeli rumahnya. Dikelopak matanya terlihat genangan air, mengingat masa sedih itu.

Prestasi Freddy dengan penghargaannya yang pernah didapat itu pun ikut lenyap tanpa ada bukti, yang tersisa hanya pakaiannya saja. Di usia yang telah menginjak 51 tahun kelahiran Ambon, hidupnya pun numpang di sekretariat Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kabupaten Bogor. Jawa Barat.

Kini pekerjaan Freddy untuk menyambung hidup sehari-hari, hanya sebatas menjadi juru parkir di pasar Ciluer, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. “Kalau lagi ramai, cukup buat makan,” katanya. disekretariat Ormas. Selasa, 25 Agustus 2020.

Pekerjaan Freddy itu digawangi oleh Ketua Organasasi Masyarakat Maluku Satu Rasa (M1R), Cabang Kabupaten Bogor, yang diketuai oleh Ruddy Risakotta, yang begitu peduli dengan para anggotanya.

Beragam karakter anggota M1R, kata dia, saat melihat keadaan Freddy yang begitu memprihatinkan, Ruddy selaku ketua, dengan tangan terbuka iklas membantu dan memberdayakan para anggotanya itu.

“Kami tampung siapapun, dengan semangat persaudaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya, “saya miris melihat kehidupan Fredy yang tidak layak, dia itu petinju Nasional tanpa ada perhatian dari pemerintah,”

“Dengan usianya yang sudah lanjut, mungkin itu yang bisa Fredy lakukan menjadi juru parkir, kita tidak bisa paksakan bekerja yang lain, bukan pada bidangnya,” katanya.

Pemberdayaan Ormas M1R patut diacungi jempol dengan program yang dimilikinya, dengan segala keterbatasannya, butuh perhatian pemerintah, mulai dari perencanaan, pendidilan dan pelatihan, juga lainnya untuk mengasah dan membina anggotanya,

Selain itu, Ruddy menjelaskan, bukan hanya membina para anggotanya saja yang dilakukannya, ia juga memperhatikan pembangunan didaerahnya, salah satunya pembangunan jalan yang ia kerjakan dengan gotong royong tanpa ada uluran tangan pemerintah.

Ia menunjukan jalan masuk Ruko-ruko yang sedang diperbaiki dipasar Ciluer, “Lihat, jalan rusak, itu kami patungan membenahi jalan rusak,” pungkas Ruddy Risakotta.

(TYr)