Categories: Jakarta

Gus Nuril: Bukan Mati Syahid Karena Menabrak Aturan

BERIMBANG.COM, Jakarta – Patriot Garuda Nusantara (PGN) gelar buka puasa bersama (bukber) dan pengajian rutin Santri sokotunggal, dipondok pesantren Abdurrahman Wahid Sokotunggal, jalan sodong utara 5 nomor 18 rawamangun Jakarta Timur.

Usai berbuka puasa bersama, diihadapan para santri serta tamu undangan. KH. Nuril Arifin Husein Mba, memberi apresiasi terhadapTNI-Polri yang telah mengamankan NKRI dari kerusuhan 22 mei, lalu ia menjelaskan tentang mati syahid (Shuhada), ijma’/ijtima.

“Syuhada itu dari kata syahid ‘syahid dan orang yang menyaksikan kebenaran agama. Nah kalau mereka ni sebagai apa. Ini negara yang sudah ada aturannya, ketika dia menabrak aturan, maka tidak bisa disebut sebagai Syuhada,” jelas KH. Nuril Arifin Husein Mba. Akrab disapa Gus Nuril. Rabu,(29/05/2019)

Para perusuh yang mengatakan mati syahid, “justru mereka ini yang kemudian menjadi mati sangit.. bukan mati syahid karena menabrak aturan, harus dibedakan,” ujar Gus Nuril.

Menurutnya, adanya ijtima ulama yang hanya segelintir itu hanya untuk mempengaruhi masyarakat, bahwa ada konon agama yang akan dipakai untuk kepentingan mereka.

“Konon agama itu bisa dilihat dari dua hal, yang namanya ijtima atau ijma’ itu (artinya) untuk memenuhi kekosongan hukum fiqih, kalau tidak diatur didalam al’quran, didalam hadis maka itu disebut ijma, itu harus dilakukan semua ulama didalam negeri itu 100% harus hadir,” terang Gus.

“Nah kalo ijtima hanya dihadiri oleh beberapa gelintir orang itu tidak bisa disebut ijtima.. maka NU mengadakan Al mutaqo kemarin itu, ribuan orang saja tidak mengaku sebagai ijma,” katanya.

Menurut Gus, NU yang memiliki anggota 72 juta, ulamanya ada 30 juta, dalam setiap pertemuan dalam membahas soal klausul hukum itu tidak berani mengatakan hasil ijma

Gus mengisahkan dan merujuk sejarah pengalaman imam ibnu hambal dalam mengambil keputusan tentang jihad dan ijtima.

“Yang paling jihad bagi seorang ulama adalah meluruskan pemerintah yang sehat dengan mengingatkan dengan kata-kata, bukan dengan pemberontakan, setiap pemberontakan adalah bughot, setiap bughot adalah haram,mati demi keharaman tidak ada rumusnya menjadi syahid,” ucap Gus Nuril. (TYr/Amy78)

Recent Posts

Kadisdik Kabupaten Bogor Tak Tahu Belajar Tatap Muka di SDN 04 Jasinga

BERIMBANG.com - Inisiatif pihak sekolah dengan komite untuk melakukan pembelajaran tatap muka, masih dimasa pandemi COVID-19, terjadi di Sekolah Dasar… Read More

2 jam ago

FWBB Bakal Fokus Awasi Anggaran Pemerintah

BERIMBANG.com - Forum Wartawan Bojonggede Bersatu (FWBB), yang berdomisili di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai fokus menyikapi dan mempertanyakan Anggaran… Read More

1 minggu ago

PDIP Depok Mengecam Keras Perlakukan IBH, Ikra : Tunggu Intruksi Partai

BERIMBANG.com, Depok : Sekretaris PDI Perjuangan Kota Depok, Ikravany Hilman mengecam keras perbuatan Calon Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono… Read More

1 minggu ago

IBH Dinilai Melecehkan Afifah, Idris Hanya Tertawa Terbahak – Bahak

BERIMBANG com, Depok -Pertarungan Pilkada Depok semakin memanas Di kota Depok. Afifah Alia, Calon Wakil Walikota Depok yang di usung… Read More

1 minggu ago

Sekda Kabupaten Bogor Sulit Ditemui Konfirmasi Anggaran

BERIMBANG.com - Organisasi pers lokal Kabupaten Bogor, menamakan kelompoknya Forum Wartawan Bojongede Bersatu (FWBB), yang diketuai Iwan Boring, mencoba mempertanyakan… Read More

1 minggu ago

Terapkan Wajib Bawa Rapid Tes Negatif Bagi Tamu Dinas PUPR Kabupaten Bogor

BERIMBANG.com - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menerapkan kebijakan kepada para tamu, diwajibkan membawa bukti/hasil surat… Read More

2 minggu ago