Jabodetabek

BogorJabodetabek

Paguyuban Bersama Dan BRC Santuni Anak Yatim

Suasana santunan yatim.      (Foto : Yosep Bonang )
Suasana santunan yatim. (Foto : Yosep Bonang )

BERIMBANG.COM, Bogor – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Paguyuban Nusantara bersama Bina Remaja Cibandawa (BRC) menggelar Bhakti Sosial dengan memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu di Mesjid Al Muqqarobin, kampung Cibandawa, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, jum’at siang (6/11) .

Menurut ketua pelaksana, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap hari besar Islam.

“Kegiatan sosial ini rutin kami lakukan setiap tahun di bulan Muharam. Dalam setiap kegiatan, kami memberikan kesempatan kepada semua pihak yang ingin berbagi kepada sesama seperti halnya Paguyuban Nusantara yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial kami di tahun ini”, jelas Yanyan, ketua pelaksana kegiatan yang juga selaku penasehat  BRC, kepada berimbang.com

Sementara itu, perwakilan pengurus Paguyuban Nusantara yang identitasnya enggan dipublikasikan mengatakan, bahwa keberadaan anak yatim piatu, jompo dan dhuafa merupakan tanggungjawab bersama. Sehingga momen berbagi dalam kegiatan muharaman memerlukan peran serta dari semua fihak.

“Paguyuban kami berkomitmen akan selalu hadir dan siap terlibat dalam berbagai bentuk kegiatan sosial dimanapun dan kapanpun, terlebih dalam momen berbagi kepada sesama yang membutuhkan, karena mereka adalah kewajiban kita”, ujar salah satu unsur pengurus paguyuban berbasis sosial kemasyarakatan itu kepada berimbang.com

Hadir dalam kegiatan ini, para tokoh alim ulama dan masyarakat kampung cibandawa, kepala desa Srogol Hendra Muhamad Wildan, kepala desa Ciburuy Iwan Sofwan Zaki, serta tamu undangan lainnya. (Nana Suryana)

BogorJabodetabek

Jaringan Offline, Disdukcapil Uji Layanan Jemput Bola

IMG_20151106_125508

BERIMBANG.COM, Bogor – Menyusul pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil secara jemput bola yang dilaksanakan di desa Pancawati kecamatan Caringin, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Bogor kembali melaksanakan kegiatan yang sama di desa Cigombong, kecamatan Cigombong, kamis (5/11). Dalam kegiatan ini, Petugas Disdukcapil memberikan pelayanan pembuatan ktp, kk dan akta kelahiran.

Menurut kepala desa Pancawati H Iqbal Djayadi, uji coba pelayanan jemput bola yang digelar Disdukcapil sangat membantu warganya. Terlebih, saat jaringan dalam sistem internet pelayanan catatan kependudukan di kecamatan Caringin dan sekitarnya saat ini mengalami gangguan (offline).

“Berdasarkan data kami, 50 persen warga Pancawati belum memiliki akta kelahiran. Sehingga, Program Disdukcapil ini sangat memancing animo masyarakat, terlebih proses dalam pelayanannya cepat dan tidak dipungut biaya “, ungkap kades kepada berimbang.com, saat ditemui di sela kegiatan, beberapa waktu lalu.

Seperti halnya di desa Pancawati, pelayanan jemput bola yang dilaksanakan di desa Cigombong diserbu warga. Warga rela antri selama berjam jam demi mendapatkan pelayanan kependudukan dan catatan sipil. Warga berharap, kegiatan tersebut tidak hanya untuk uji coba saja, namun bisa terus menjadi agenda rutin pemerintah daerah.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah agar menetapkan kegiatan ini menjadi program rutin. Agar kebutuhan masyarakat akan pelayanan kependudukan dan catatan sipil dapat terakomodir”, ujar Rizky, warga desa Cigombong kepada berimbang.com saat mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di area kantor desa Cigombong.

Berdasarkan pantauan berimbang.com, selama beberapa pekan terakhir pelayanan kependudukan di wilayah kecamatan cigombong lumpuh, akibat jaringan internet dalam program ini offline. Akibatnya, warga yang membutuhkan pelayanan jadi telantar.  (Nana Suryana)

BogorJabodetabek

Bencana Alam Hantam Wilayah Cijeruk

images (8)

BERIMBANG.COM, Bogor – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/11) kemarin, memicu terjadinya bencana alam. Sejumlah titik longsor dan pohon tumbang terjadi di beberapa desa di wilayah kecamatan Cijeruk.

Hujan deras mulai mengguyur sekitar pukul 16.00 hingga pukul 01.00 dini hari. Kontur tanah yang sebelumnya diterpa kemarau panjang, memicu terjadinya longsor di sejumlah desa. Di kampung bungur rt 2 rw 5 desa Tajur Halang, tanah setinggi 6 meter dengan luas 12 meter menggerus rumah dinas Sdn Tajur Halang 5, hingga menutupi jalan di wilayah rt 3 dan 4, serta memutuskan aliran listrik di wilayah rt 5 dan 6.

Desa tanjungsari, longsor terjadi di wilayah rt 8 rw 3 kampung Palasari Panjunan. Salah satunya menimpa rumah ketua rt 8 setempat. sementara itu di kampung kongsi desa tanjung sari, tiga batang pohon berukuran besar tumbang hingga menghalangi jalan alternative cihideung.

Paska bencana, pemerintah desa bersama aparat Unit Polisi Pamong Praja kecamatan Cijeruk melakukan penanganan tanggap darurat. “Sejak sepekan lalu kami sudah mensosialisasikan himbauan antisipasi bencana kepada masyarakat, agar berhati hati dalam menghadapi cuaca ekstrim yang terjadi. Saat bencana terjadi, kami mengerahkan aparatur pemerintahan desa serta jajaran untuk melakukan penanganan”, ujar Camat Cijeruk, Drs Hidayat Saputra Dinata, yang akrap disapa Kang Ibing kepada berimbang.com. (Tim)

BogorJabodetabek

Aksi Damai, Warga Lido Permai Tuntut Ganti Rugi Lahan Pemakaman

Lokasi lahan pemakaman yang terkena Proyek Pembangunan tol BOCIMI.     ( Foto : Yosep Bonang )
Lokasi lahan pemakaman yang terkena Proyek Pembangunan tol BOCIMI. ( Foto : Yosep Bonang )

BERIMBANG.COM, Bogor – Warga Perumahan Lido Permai gelar aksi damai  dengan memasang spanduk yang berisikan pernyataan sikapnya, di area lahan pemakaman, rabu (4/11) siang. Warga juga mengekspresikan aspirasinya dengan membuat sejumlah foto bertemakan pemakaman dan ilustrasi jalan Tol.

Menurut warga, aksi ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap proses panjang di birokrasi pemerintah daerah atas pembebasan lahan pemakamannya yang terkena jalur proyek jalan Tol Bogor –  Ciawi – Sukabumi (Bocimi).

“Aksi damai ini kami lakukan sebagai bentuk pernyataan sikap kami terhadap pemerintah. Agar kami segera mendapat kepastian kapan lahan pengganti pemakaman kami akan disediakan oleh pemda”, ujar Haji Wanda, warga lido permai disela aksi damai kepada berimbang.com.

Iwan, warga lainnya menambahkan, saat ini warga akan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan desa Cisalada.

“Kami akan bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat serta perwakilan pemerintah desa Cisalada untuk lebih memperjelas batas batas lahan pemakaman kami”, jelasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, warga mempertegas haknya untuk menentukan lahan pemakaman pengganti dari lahan yang akan dibebaskan oleh Mnc Tol. Warga mengusulkan bidang tanah bakal pengganti seluas 5000m yang lokasinya tidak jauh dari Perumahan Lido Permai. (Nana Suryana)

BogorJabodetabek

Proyek Tol Bocimi Lakukan Pembongkaran Paksa Lahan Makam

gusur lahan makam

BERIMBANG.COM, Bogor – Belum juga reda polemik yang berkembang di kalangan warga Perumahan Lido Permai tentang lahan Pemakaman yang belum kunjung dibebaskan oleh proyek pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Kini, kegelisahan warga berubah menjadi kegeraman.

Betapa tidak, belum juga lahan tersebut dibebaskan, senin (2/11) siang kemarin, penyedia jasa pekerjaan proyek Tol sudah melakukan pembongkaran (cut and fill) di area lahan pemakaman.

Menurut warga, aktivitas pembongkaran lahan dengan menggunakan alat berat milik sub kontraktor, dilakukan tanpa ada konfirmasi kepada warga, sehingga warga langsung menghentikan pekerjaan.

“Kami mengetahui lahan pemakaman dibongkar dari warga yang kebetulan lewat di lokasi proyek, begitu mengetahui hal itu, kami langsung menghentikannya”, ujar Udin, warga setempat kepada Berimbang.com, siang tadi.

“Menindaklanjuti masalah ini, lanjut Udin, kami bersama warga lainnya akan melakukan pertemuan dengan perwakilan pihak desa Cisalada, untuk memperjelas batasan lahan pemakaman kami”.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh Berimbang.com, pihak pelaksana pekerjaan yang identitasnya enggan dipublikasikan berdalih bahwa pihaknya hanya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan surat perintah kerja dari pihak terkait.

“Kami tidak mengetahui kalau lahan itu masih bermasalah. Kami sebagai pekerja hanya melaksanakan perintah dari atasan saja”, kilahnya. (Nana Suryana)

BekasiJabodetabek

Ini Tuntutan Warga Apabila TPST Bantar gebang Tidak Mau Ditutup Paksa

Sampah bantar gebang

BERIMBANG.COM, Bekasi – Warga empat kelurahan di Kecamatan Bantar Gebang mengancam menutup paksa Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Gertak itu niscaya nyata andai beberapa tuntutan warga tidak dipenuhi.

Warga Bantar Gebang menuntut, direkrut TPST diisi warga dalam industri pengelolaan sampah. Warga juga mau kenaikan uang tipping fee (kompensasi bau) sampah yang diberikan DKI.

“Kalau itu saja tak dipenuhi, kami akan tutup TPST Bantar Gebang,” kata Wandi, 45, warga RT 02/04, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, saat rapat audensi di kantor DPRD Kota Bekasi pada Senin (2/11/2015).

Dia mengatakan, selama adanya TPST Bantar Gebang, warga sekitar tak pernah diberdayakan mengelola industri sampah. Padahal, di TPST Bantar Gebang ada dua industri pengelolaan sampah di Bantar Gebang, pertama pupuk kompos dan kedua tenaga listrik.

Dari industri tersebut, harusnya warga yang tak memiliki pekerjaan bisa menjadi tenaga pekerja di dua sektor industri tersebut. Sehingga, apa yang mereka lakukan bisa menghidupi keluarga yang menjadi korban dari adanya TPST Bantar Gebang.

“Kami mau direkrut dalam industri pengelolaan sampah, sehingga kehidupan warga bisa lebih terjamin. Kami mau pemerintah DKI mengembangkan industri pengelolaan sampah, sehingga warga di sini bukan disebut pemulung. Tapi karyawan dari industri pengelolaan sampah,” kata dia.

Wanardi, 47, warga RT 01/03, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, menambahkan, penderitaan warga sekitar TPST Bantar Gebang tak sebanding dengan kompensasi uang bau yang didapat. Sejak 27 tahun lalu, warga sekitar sudah hidup berdampingan dengan sampah DKI Jakarta.

Apalagi, uang tipping fee hanya diberikan sebesar Rp300 ribu yang didapat tiap tiga bulan sekali. Uang tersebut pun harus dipotong Rp100 ribu oleh lembaga permasayarakatan (LPM) setempat untuk sumbangan perbaikan infrastruktur.

“Uang kompensasi yang kecil pun harus dipotong untuk sumbangan perbaikan infrastruktur, tak sebanding dengan penderitaan kami yang hidup berbandingan dengan lalat dan bau sampah DKI,” ujarnya.

Menurut dia, atas pertimbangan itu, kata dia, warga meminta agar DKI menaikkan pemberian uang tipping fee sebesar Rp200 ribu menjadi Rp500 ribu. Sebab, uang yang diterima warga saat ini tak mampu untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari.

Habsah, 48, warga RT 01/03, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, menambahkan, tiap harinya ia harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan air minum. Dalam sebulan dirinya membutuhkan 10 galon air seharga Rp150 ribu.

“Untuk beli air minum saja saya harus nombok Rp50 ribu. Jadi enggak layak kalau tipping fee saat ini, sehingga perlu dinaikan,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, warga juga menutut ketegasan DPRD Kota Bekasi atas ucapan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang selama ini dinilai menyakitkan warga. Menurut mereka, kontribusi warga Bantar Gebang amat besar pada DKI Jakarta. “Apa jadinya kalau sampah DKI tidak dibuang ke Bantar Gebang, begitu besar kontribusi kami ke DKI,” lanjutnya.

Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata mengaku, bakal menindaklanjuti aspirasi warga. Menurut dia, surat pemanggilan untuk DKI Jakarta terkait pengelolaan sampah sedang dibuat. “Secepatnya surat pemanggilan itu akan kami kirimkan ke DKI,” terangnya.

Ariyanto mengatakan, pemanggilan itu bukan hanya membahas soal aspirasi warga, tapi banyaknya pelanggaran yang dilakukan DKI dalam MoU yang dibuat pada 2009. Misalnya, DKI belum membuat kolam kualitas air di sekitar TPST, maraknya truk sampah DKI yang melanggar rute perlintasan dan sebagainya.

Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji menyampaikan, pihaknya segera menemui tim dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dirinya berharap, persoalan pemanfaatan lahan TPST Bantar Gebang bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya harapkan ini cepat selesai dan tidak ada pihak manapun yang dirugikan. Negara kita NKRI kan? Pasti kita selesaikan baik-baik,” tukasnya.(mt)

BogorJabodetabek

Warga Perum Lido Permai Desak Pemda Selesaikan Pembebasan Lahan Pemakaman

Ilustrasi
Ilustrasi

BERIMBANG.COM, Bogor –  Proses panjang pembebasan lahan pemakaman warga perumahan Lido Permai Cigombong yang terkena jalur pembangunan jalan tol Bocimi menuai polemik. Warga menilai pemerintah daerah tidak serius dalam melakukan penanganannya.

Menurut warga, berbagai kelengkapan administrasi yang diminta dalam proses pembebasan lahan, sudah ditempuh. Mulai dari pengajuan lahan pengganti, lahan pembanding, rekomendasi dari pengembang hingga rekomendasi dari pemerintah desa setempat. Namun setelah beberapa bulan berselang, hingga kini, pemerintah daerah belum juga memberikan kepastian dimana lokasi lahan pengganti itu akan disediakan.

“Kami sudah berulangkali mempertanyakan hal ini kepada Camat setempat, bahkan langsung ke pemda. Namun kami tidak pernah mendapat jawaban yang pasti. Camat hanya mengatakan agar kami bersabar, karena masih dalam proses dan saya akan melakukan pertemuan dengan orang pemda,” ujar Iwan, warga perumahan Lido Permai kepada Berimbang.com belum lama ini.

Udin, warga lainnya mengatakan, warga mengaku bingung apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama lambatnya pembayaran lahan pemakaman. Padahal, warga sudah mengajukan lokasi lahan pengganti serta kelengkapan lain yang diminta.

“Kami tidak mau tau berapa lahan pemakaman kami yang lama dibayar oleh pihak tol, dan berapa pemda membeli lahan penggantinya. Kami cuma minta kepastian, kapan kami akan mendapat lahan pemakaman pengganti dari pemda. Agar warga tidak bingung dimana akan memakamkan jenazah ketika ada warga yang meninggal”, tegas Udin.

Saat dimintai keterangan oleh Berimbang.com, camat Cigombong, Basrowi, mengatakan, permasalahan pembebasan lahan yang terkena jalur tol di cigombong bukan hanya lahan pemakaman warga Lido Permai saja. Namun masih banyak masalah masalah lainnya yang belum tertangani oleh pihaknya maupun pihak MNC Tol.

“Lahan pemakaman warga Lido Permai merupakan salah satu dari sekian banyak masalah yang sedang kami tangani. Semuanya sedang berproses dan butuh waktu”, pungkas Basrowi.

Lahan pemakaman warga perumahan Lido Permai yang belum terbebaskan oleh proyek Tol Bocimi seluas 2400m. Berlokasi di kampung Cijambu, desa Cisalada, kecamatan Cigombong, mulai difungsikan sekitar thn 2000. Lahan ini resmi diserahkan pengembang kepada pemerintah daerah kabupaten Bogor pada tahun 2001 lalu. (Nana Suryana)

JabodetabekJakarta

Kinerja Tidak Memuaskan, Ahok Tidak Akan Di Usung Gerindra Di Pilgub DKI

Ahok3

BERIMBANG.COM, Jakarta – Partai Gerindra memastikan tidak akan mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon gubernur DKI di pilgub 2017 mendatang. Alasannya, kinerja Ahok selama menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta tidak memuaskan.

“Kinerja Ahok tidak bisa disebut berhasil. Dengan penyerapan yang rendah, dan banyaknya program yang mandek,” ujar Ketua DPP Partai Gerindra Habiburrahman, kemarin.

Di bawah kepemimpinan Ahok, sambung Habiburrahman, penertiban hunian liar di kawasan Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur berujung pada kekisruhan.

Bahkan selama menjabat gubernur, Ahok diduga tersangkut sengketa pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW) yang diperkirakan merugikan keuangan daerah hingga ratusan miliar rupiah.

“Secara logika, tidak mungkin kami mengusung Ahok. Banyak sekali kinerja Ahok yang kami soroti dan menjadi concern kami,” tandas Habiburrahman.

Sebelumnya, sejumlah survei mendudukan Ahok sebagai bakal calon gubernur dengan peluang menang paling besar. Salah satunya, dalam rilis hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting yang menyatakan bahwa sebanyak 23,5 persen warga Jakarta akan memilih Ahok.

Habiburrahman menilai hal tersebut wajar. Ahok adalah sosok pemimpin yang pernyataannya meledak-ledak, media menyukai hal tersebut. (jpnn)

JabodetabekTangerang

Mall Alam Sutera Kembali Di Serang Teror Bom

Mall Alam Sutera

BERIMBANG.COM, Tangerang – Mall Alam Sutera Tangerang kembali diserang teror bom. Ledakan terjadi siang tadi sekitar pukul 12.05 WIB di dalam toilet customer kantin karyawan lantai LG. Padahal, Juli lalu mal ini juga diserang teror bom. Anehnya, saat itu bom juga meledak di dalam toilet lantai ground barat pada jam yang hampir sama.

Dalam aksi ledakan hari ini tercatat satu orang karyawan kantin terluka kena serpihan benda tajam. “Korban atas nama Fian karyawan kantin,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Agus Rianto, saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2015).

Menurut Agus, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan Mall Alam Sutera. “Belum diketahui penyebabnya,” ujar jenderal polisi bintang satu itu.

Teror yang melanda Mall Alam Sutera sebelumnya terjadi pada hari Kamis 9 Juli 2015. Bom yang meledak di dalam toilet dekat dengan restoran Gula Merah itu terjadi pukul 12.00 WIB saat jam makan siang pula. Ledakan itu dipastikan polisi berasal dari rangkaian bom yang membuat kloset dan kaca di toilet hancur lebur.

Kala itu, kepolisian mencurigai pelaku peledakan di Mall Alam Sutera diduga kuat terlibat pengeboman di ITC Depok. Pasalnya, ada kemiripan yaitu bom diledakan di toilet.

Namun, sampai saat ini tim khusus dari Densus 88 Antiteror dan Polda Metro Jaya belum bisa membekuk para pelaku teror bom pertama di Alam Sutera itu, hingga akhirnya aksi yang hampir serupa terulang hari ini.(RN)

JabodetabekJakarta

Operasi Zebra, Polda Metro Jaya Jaring Ribuan Pelanggar Lalu Lintas

operasi zebra

BERIMBANG.COM, Jakarta – Di hari pertama Operasi Zebra Jaya 2015, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berhasil menjaring ribuan pelanggar lalu lintas.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Sutimin mengatakan, hingga kemarin tercatat 5.622 kendaraan bermotor terjaring dalam Operasi Zebra Jaya 2015.

“Pelanggaran didominasi oleh sepeda motor dan mikrolet,” kata AKBP Sutimin, Jumat (23/10/2015).

Selain itu, tambah Sutimin, delapan kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) juga terjadi di hari pertama dengan jumlah korban delapan orang.

“Tiga orang luka berat dan lima lainnya luka ringan,” tutur Sutimin.

Sutimin memprediksi, kerugian materi dari kejadian kecelakaan tersebut sebesar Rp11,1 juta.

Sementara, dalam Operasi Zebra Jaya 2015 di hari pertama juga menyita sebanyak 2.289 Surat Izin Mengemudi, 3.278 Surat Tanda Nomor Kendaraan, 50 unit kendaraan roda dua, dan 5 unit kendaraan roda empat.

Berdasarkan jenis kendaraannya, pelanggaran terbesar dilakukan oleh kendaraan roda dua dengan jumlah pelanggaran 3.725, 630 unit, kendaraan umum mikrolet sebanyak 541 unit, kendaraan pribadi sejumlah 287 unit taksi, 213 kendaraan barang, 127 unit bus, dan 99 unit kendaraan metro mini.

Untuk pelanggaran tertinggi, sambung Sutimin, adalah berupa pelanggaran rambu lalu lintas sebanyak 3.978 pelanggaran, tidak membawa kelengkapan surat 510 pelanggaran, tidak mengenakan helm 421 pelanggar, tidak menghidupkan lampu utama kendaraan 214 pelanggaran, kendaraan dengan muatan berlebih 107 pelanggaran, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang tidak sesuai sebanyak 95 pelanggaran, tidak menggunakan sabuk keselamatan 71 pelanggaran dan berkendara sambil bermain ponsel 32 pelanggaran.

Untuk diketahui, Operasi Zebra Jaya tahun ini Dirlantas Polda Metro Jaya fokus kepada penindakan terhadap dua jenis pelanggaran yaitu, melawan arus dan kendaraan umum yang berhenti sembarangan. Meski begitu, pelanggaran atas lalu lintas lainnya juga tetap dijadikan target pelaksanaan operasi.

Operasi Zebra Kaya 2015 sendiri akan dilaksanakan selama 14 hari terhitung sejak 22 Oktober 2015 hingga 4 November 2015. Operasi itu akan melibatkan 2.199 personel gabungan yang terdiri dari Kepolisian dan TNI.

Polda Metro Jaya menerjunkan sekitar 900 personel. Sedangkan sisanya merupakan unsur gabungan dari Kepolisian Sektor, Kepolisian Resor, TNI, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja. (rn)