Jabodetabek

BogorJabodetabek

Ingkari Janji Perbaiki Jalan, Kontraktor Proyek Jalan Tol Bogor Didatangi Warga

IMG-20160308-WA0005

BERIMBANG.COM, Bogor – Main Kontraktor Proyek jalan Tol Bogor – Ciawi – Sukabumi PT Posko, di datangi warga Kampung Citugu,  Desa Tugujaya,  Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Selasa (8/3/16). Warga pendemo geram, karena PT Posko dinilai mengingkari janjinya untuk memperbaiki jalan warga yang rusak akibat aktifitas pekerjaan proyek.

Puluhan orang perwakilan warga itu sempat meblokade akses jalan dan menghentikan pekerjaan PT Posko dan rekanannya. Namun aksi warga dapat diredam oleh aparatur pemetintah setempat dan dilakukan mediasi.  Dalam pertemuan, warga menuntut agar PT Posko segera memperbaiki jalan yang rusak sesuai dengan janjinya. Jika janji PT Posko tidak juga ditepati, warga mengancam akan melakukan aksi yang sama dengan besar – besaran.

“Kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi jika PT Posko tidak menepati janjinya untuk memperbaiki jalan kami yang rusak. Padahal jalan itu hanya 400 meter kali 3 meter, volume yang sangat kecil untuk sebuah perusahaan besar seperti PT Posko. Wajar saja kami bertindak karena jalan itu milik kami sebagai warga”, ujar Rosanto, perwakilan warga setempat saat dijumpai berimbang.com di lokasi.

Sementara itu, pelaksana lapangan PT Posco, Jay, mengaku akan selalu berkoordinasi dengan warga. PT Posko berjanji akan menepati komitmennya memperbaiki jalan warga. ” Secepatnya kami akan beton jalan yang diminta warga. Sekitar bulan ini jalan akan diperbaiki. Kualitas jalan akan kita sesuaikan dengan yang sudah ada dan kita samakan untuk jalur truk proyek maupun jalur kendaraan biasa”, tandasnya.

Penulis    : Saripudin

Editor       : Raden Supriyadi

BogorJabodetabek

Longsor Di Puncak Telan Korban Jiwa

IMG-20160308-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Bocah belia,  warga Kampung Legok Karamat RT 2 RW 5, Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, tewas tertimbun material longsor tebingan setinggi 6 meter,  Senin (7/3/16). Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.00 WIB,  saat Bumi Tegar Beriman diguyur hujan deras. Saat Rizki bocah berusia 7 tahun, sedang tidur di dalam kamarnya.

“Bencana terjadi saat hujan deras. Tiba – tiba tebingan di belakang rumah korban longsor dan langsung menimpa rumah”, ujar Imron, tetangga korban.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Kepolisian dan TNI, dibantu warga sekitar langsung melakukan evakuasi. Petugas dan warga yang melakukan evakuasi, harus berjibaku dengan lumpur saat mendekati lokasi longsor. Setelah berupaya sekitar satu jam lamanya, akhirnya jasad Rizki berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi. Sementara, Soma dan Ati yang merupakan kakek dan nenek korban,  selamat dan hanya mengalami luka – luka.

Menurut petugas BPBD, bencana lainnya terjadi di Desa Jogjogan Kecamatan Megamendung, yakni 4 rumah warga mengalami rusak berat. Lokasi lainnya di Desa Cipayung Girang, Cipayung Datar di Kecamatan Cisarua, dan Desa Cijayanti Kecamatan Caringin.

Sebelumnya, Jum’at (4/3/16) , bencana longsor juga menghantam 5 rumah warga di Kampung Sirnagalih RT 2 RW 2, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung. Meski tidak menelan korban jiwa, namun dampak peristiwa ini memporak porandakan wilayah tersebut dan menimbulkan kerugian material hingga mencapai Ratusan Juta Rupiah. (Raden Supriyadi/Saripudin)

BogorJabodetabek

Curug Putri Pelangi Cijeruk, Potensi Wisata Alam Kabupaten Bogor

IMG-20160305-WA0010

BERIMBANG.COM, Bogor – Wilayah Kabupaten Bogor kaya akan potensi wisata alam yang mempesona. Namun,     salah satu potensi penyerap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Wisata ini masih belum dimaksimalkan pengelolaannya oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Seperti halnya Curug (Air Terjun – red) Putri Pelangi yang berlokasi di Kampung Tajurhalang, Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor.

Curug Putri Pelangi berada di perbukitan bahu Gunung Salak, di area Taman Nasinal Gunung Salak (TNGS) wilayah Kecamatan Cijeruk. Air terjun ini terbentuk oleh proses alam yang memiliki daya tarik tersendiri. Saat bak alam yang menampung air terjun yang jatuh penuh dengan air, dan sinar matahari tepat berada diatas kepala, maka proses alam yang menakjubkan akan terlihat dengan munculnya bias  pelangi dengan warna warninya yang mempesona. Keaslian panorama alam di kawasan ini dilengkapi lagi dengan banyaknya komunitas hewan langka, seperti monyet liar dan burung elang.

Untuk mencapai lokasi ini, dari tempat parkir kendaraan yang disediakan pengelola, para pengunjung harus menelusuri jalan setapak sejauh lima ratus meter, dengan waktu tempuh sekitar satu jam dengan berjalan kaki.

Suryadi, salah satu staf pengelola Obyek Wisata tersebut, mengatakan, animo pengunjung yang datang ke lokasi ini cukup tinggi. Para pengunjung berasal dari berbagai kalangan. Lokal maupun luar daerah. “Wisatawan dari Mancanegara juga sudah banyak yang datang ke lokasi yang kami kelola”, ujar Suryadi kepada berimbang.com, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Suryadi mengatakan, kendala yang dihadapi pengelola saat ini yakni akses jalan dan sarana pendukung lainnya. Karena pengelolaan yang dilakukan selama ini masih secara swadaya dan alakadarnya. “Ya, kami kelola obyek wisata ini apa adanya karena terbentur biaya”, Imbuhnya.

Sementara itu, Herman, salah satu pengunjung asal Kota Depok saat dijumpai berimbang.com di lokasi wisata mengaku sangat menikmati keindahan alam Curug Putri Pelangi. Namun, dirinya sangat menyayangkan atas keterbatasan fasilitas untuk pengunjung.

“Ini kan potensi wisata yang sangat bagus. Coba dimaksimalkan pengelolaannya oleh pemerintah daerah setempat, pasti obyek wisata ini bisa lebih banyak lagi pengunjungnya”, pungkas Herman.

Penulis     : Saripudin

Editor       : Raden Supriyadi

BogorJabodetabek

Jajaran Polres Bogor Intens Perangi Narkoba

narkoba2

BERIMBANG.COM, Bogor – Niat jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bogor dalam memberantas jaringan narkotika di kawasan Bumi Tegar Beriman, ternyata bukan isapan jempol belaka. Sepekan terakhir, sejumlah jaringan Narkotika di beberapa wilayah Kabupaten Bogor berhasil diungkap. Salah satunya, operasi penggerebegan gudang penyimpanan Ganja di Kampung Sinapeul, Desa Cibanon, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, yang dipimpin langsung oleh Kepala Polisi Resort (Ka Polres) Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suyudi Ario Seto, bersama Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yuni Purwanti Kusuma Dewi.

Dalam operasi ini, jajaran Polres Bogor berhasil mengamankan 21 kilo gram ganja siap edar.

“Pemilik barang haram ini merupakan Target Operasi Sat Narkoba Polres yang sudah lama. Setelah menghimpun informasi dan melakukan pengintaian, maka kami lakukan penangkapan”, ujar Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto, kepada awak media di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kamis (2/3/16).

Selanjutnya, ke 21 paket ganja yang dibungkus koran, dilakban dalam pelastik itu berikut pelaku digelandang ke Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Bogor untuk diproses lebih lanjut.

Sehari sebelumnya, Selasa (1/3/16) sekitar pukul 23.30 waktu setempat,  Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Citeureup dipimpin Kepala Unit (Kanit) Reskrim, menangkap empat orang yang diduga sedang melakukan pesta narkoba di Instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bogor, Cabang Citeureup di Desa Karang Asem Timur, Kecamatan Citeureup. Di lokasi ini, Polisi mendapatkan dua paket sabu sabu berikut alat hisapnya beserta sejumlah barang bukti lain yang diamankan berikut keempat pelaku untuk diproses.

Sementara itu, pekan lalu, Uni Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Cijeruk Cigombong juga berhasil membongkar jaringan narkoba di wilayahnya. Sejumlah pelaku berikut barang bukti berhasil diamankan, untuk diproses lebih lanjut dalam pengembangan. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Pemberlakuan UU No 23 Tahun 2014 Masih Menuai Polemik

IMG-20160302-WA0008

BERIMBANG.COM, Bogor – Kebijakan Pemerintah terkait pemberlakuan Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang mengharuskan penerima bantuan hibah berbadan hukum, terus menuai polemik. Karena akibat kebijakan tersebut, banyak pengajuan di tingkat daerah yang gagal direalisasikan.

Persoalan tersebut menjadi salah satu bahasan penting dalam kegiatan Reses ke Satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Tahun Sidang 2016, di Desa Ciadeg, Selasa (1/3/16).

Anggota Komisi Empat DPRD Provinsi Jawa Barat, Ricky Kurniawan, mengatakan, akibat kebijakan tersebut sekitar delapan puluh persen aspirasi yang diserap di tingkat desa gagal direalisasikan. “Sekitar delapan puluh persen aspirasi dari desa gagal direalisasikan. Hal ini diakibatkan oleh minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah tentang kebijakan pemberlakuan undang – undang tersebut. Persoalan lainnya, karena banyaknya lembaga atau calon penerima bantuan yang masih mengabaikan aspek legal”, kata Wakil Ketua DPD Jawa Barat Partai Gerindra itu.

Namun, Ketua Fraksi Partai Gerindra ini mengakui bahwa hal ini tetap menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya, untuk tetap konsisten mengawal setiap aspirasi yang muncul dari masyarakat maupun pemerintah desa.

Disisi lain, bertolak dari sejumlah kasus penyelewengan dana yang dilakukan oleh oknum aparatur pemerintahan desa, Ricky menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawasi kucuran dana yang diterima pemerintah desa yang sumber anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten, Provinsi maupun dari Pusat.

“Semua elemen mesyarakat harus turut mengawasi kucuran dana yang diterima pemerintah desa. Karena saat ini Pemerintah tengah konsen memberikan perhatiannya kepada desa dalam hal bantuan anggaran”, pungkasnya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Korban Longsor Cihateuri Ciburuy Butuh Penanganan Cepat

IMG-20160302-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Supardi (48) dan Irah (43) pasangan suami istri warga tidak mampu di Kampung Cihateuri RT 3 RW 9 Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, hanya bisa pasrah setelah sebagian bangunan rumah sederhananya ambruk tergerus longsor, yang terjadi Selasa (1/3/16). Hujan deras yang mengguyur sepekan terakhir, diduga menjadi pemicu utama terjadinya bencana.

Korban longsor menuturkan, bencana terjadi Selasa pagi, sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Saat itu dirinya bersama sang istri tengah berada di halaman belakang rumahnya yang kini amblas.

“Saat kejadian saya sedang membetulkan kandang ayam dan istri saya sedang mencuci baju. Tiba – tiba tanah yang kami pijak longsor dan menarik tubuh istri saya ke dasar tebingan. Untungnya istri saya selamat meskipun tangannya patah dan luka luka”, tutur lelaki setengah baya, yang kesehariannya menjadi pengurus mesjid di Perumahan Lido Permai itu.

Karena terbentur kondisi ekonominya yang pas pasan, keluarga Supardi hanya bisa pasrah dengan bencana yang dialaminya. Meskipun kondisi rumahnya saat ini rusak dan rawan terjadinya longsor susulan, Supardi terpaksa harus bertahan di tempat tinggalnya, meski diakuinya dihantui perasaan was was.

Sementara itu, Ida, Ketua RT setempat, mengatakan, paska bencana pihaknya sudah melaporkan ke pemerintah desa, yang langsung melakukan peninjauan ke lokasi.  Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penanganan dan bantuan dalam bentuk apapun yang diterima korban.

“Staf desa kemarin sudah ada yang meninjau lokasi, tapi sampai hari ini belum ada bantuan yang datang”, kata ketua RT.

Saat dikonfirmasi, pemerintah kecamatan setempat melalui Kepala Unit Polisi Pamong Praja (Kanit Pol PP) Kecamatan Cigombong, mengaku telah melakukan penanganan di lokasi bencana. “Kami sudah melakukan evakuasi korban, mengadakan gotong royong memperbaiki rumah korban dan telah melaporkannya ke BPBD”, kilah Kanit Pol PP, Somantri, dalam pesan singkatnya.

Ironisnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengaku belum menerima laporan. “Waduh, kami belum ada laporan. Tar dicek via pemerintah desa”, tandas Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Bogor Budi Aksomo. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Polri Kejar Target Perekrutan Anggota Polwan

IMG-20160301-WA0006

BERIMBANG.COM, Bogor – Jumlah Anggota Kepolisian Wanita (Polwan) Republik Indonesia masih belum mencapai angka ideal. Menurut Karo Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Republik Indonesia (Lemdiklat Polri) Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Asep Suhendar M.Si, saat ini, jumlah Polwan di Indonesia baru mencapai Sepuluh Persen dari total anggota Polri.

“Saat ini, jumlah Polwan di Indonesia baru sekitar 45.000 personil dari total 420.000 personil Polri”, Ujar Brigjen Pol Asep Suhendar M.Si, saat dijumpai di Sekolah Kepolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ) Lido, Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/02/16).

Lebih lanjut, Brigjen Pol Asep Suhendar, menjelaskan, bahwa kebutuhan anggota Polri setiap tahunnya selalu bertambah. Terlebih, banyak anggota Polri yang pensiun. Sehingga perekrutan dilakukan secara berlanjut. Menurutnya, target perekrutan minimal mengembalikan jumlah anggota, bahkan kalau mungkin bisa lebih.

“Dalam tiga tahun terakhir, kami mengejar perekrutan anggota Polwan di tiga SPN, dengan harapan bisa mencapai target, minimalnya tiga puluh persen dari total jumlah anggota Polri saat ini”, ujar Karo Kurikulum Lemdiklat Polri.

Disinggung soal komitmen Polri dalam memerangi Narkoba, Jenderal Bintang Satu itu menegaskan bahwa dalam perekrutan anggota Polri telah menerapkan seleksi ketat untuk antisipasi adanya indikasi pengguna Narkoba. “Dalam perekrutan anggota Polri, kami melakukan berbagai tes. Mulai dari tes urine, tes darah, bahkan jika mungkin kami melakukan tes rambut. Karena kandungan narkoba dalam rambut pengguna bisa bertahan lama, hingga mencapai lima belas tahun meskipun si pengguna sudah tidak aktif mengkonsumsi lagi”, tandasnya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

SD Negeri Campedak Cijeruk Minim Ruang Kelas dan Sarana Air Bersih

IMG-20160301-WA0005

BERIMBANG.COM, Bogor – Selama puluhan tahun, peserta didik di Sekolah Dasar Negeri Campedak di Kampung Babakan RT 1 RW 7, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggabungkan dua Rombongan Belajar (Rombel) dalam satu ruang kelas.

Menurut Kepala Sekolah, hal itu terpaksa dilakukan karena terbatasnya ruang kelas yang dimilikinya. Selain itu, Sekolah ini juga tidak memiliki sarana air bersih. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air, setiap hari para siswa dan guru disekolah ini terpaksa membawa air dari rumah masing – masing.

Kepala Sekolah Dasar Negeri Campedak, Yati Maryati S.Pd, mengatakan, bahwa pihaknya terpaksa menggabungkan dua Rombel dalam satu ruangan, dengan memberi dinding penyekat dari kayu diantaranya. Hal itu terpaksa dilakukan, karena sekolahnya hanya memiliki tiga ruang kelas bagi enam Rombel.

“Ya, sebenarnya kondisi ini membuat tidak kondusif kegiatan belajar mengajar. Tapi apa boleh buat terpaksa kami lakukan agar hak didik para peserta didik di sekolah kami terlayani”, Ujar Yati Maryati, kepada Berimbang.com.

Lebih lanjut Kepala Sekolah itu menjelaskan, sebenarnya lahan SD Negeri Campedak masih cukup luas untuk membangun ruang kelas baru. Namun, entah kenapa hingga kini bantuan yang diharapkan belum juga kunjung datang ke sekolah ini.

“Luas tanah yang dimiliki sekolah kami mencapai dua ribu meter lebih dengan tiga ruang kelas, satu kantor guru dan wc. Dalam menyelenggarakan KBM, Kami memiliki enam orang guru,tiga orang PNS termasuk saya dan empat guru honorer. Sementara jumlah peserta didik kami sebanyak delapan puluh delapan orang”, jelas Kepala Sekolah.

Sementara itu, Apit Dahniar S.Pd, salah satu guru senior di SD Negeri Campedak menambahkan, sejak berdiri pada tahun 1983, sekolah ini tidak memiliki sarana air bersih. “Setiap hari kami bersama para siswa membawa air bersih dari rumah masing – masing. Kalo anak – anak bawa di botol kecil, kalo kami kadang bawa di dalam jerigen air. Selain itu, selama musim penghujan ini kami juga terpaksa menampung air hujan, untuk memenuhi kebutuhan cuci kakus”, tambah Apit.

Pihak sekolah berharap, ada perhatian dari pemerintah daerah untuk dua point kesulitan yang dihadapinya selama ini. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Ka SPN PMJ Bangun Komitmen Kemitraan

IMG-20160229-WA0012

BERIMBANG.COM, Bogor – Sekolah Kepolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ), berkomitmen untuk membangun Program kemitraan dengan Stakeholder penampu pimpinan. Hal tersebut ditegaskan Kepala SPN PMJ Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M.Si, saat dijumpai usai Upaca Penutupan Diktuk Polwan Tahun Ajaran 2015, Senin (29/02/16).

Kombes Pol Ruslan Efendi mengatakan, bahwa program strategis membangun kemitraan dengan para stakeholder merupakan salah satu dari program percepatan dalam program kerjanya sebagai Kepala SPN Polda Metro Jaya.

“Ada beberapa program yang harus mendapat percepatan dari saya, diantaranya program strategis membangun kemitraan saya dengan stakeholder terutama Icitap melaui e learning dan lebrerinya”, kata Ka SPN PMJM

Selain itu, lanjut Ka SPN PMJ, dirinya juga akan mengembangkan program pendidikan non Polri. Karena menurutnya, SPN PMJ selain mendidik dan melatih anggota Kepolisian Republik Indonesia, juga mendidik dan melatih para staf Kementrian dan Lembaga. Seperti yang saat ini sedang berlangsung yakni pendidikan dan pelatihan bagi staf Kantor Imigrasi, KKP dan Karantina. Minggu depan, masih kata Ka SPN PMJ, pihaknya akan melatih para siswa dan siswi yang terlibat tawuran di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Minggu depan, kami akan mendidik sekitar tiga ratus orang siswa siswi jakarta yang terlibat tawuran. Mereka akan menjadi duta anti tawuran”, jelasnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Ruslan Efendi menjelaskan, SPN PMJ juga menjalin kemitraan dengan Perbankan di wilayah DKI Jakarta yang mengikut sertakan tenaga keamanannya dalam berbagai pelatihan. Kombes Pol Ruslan Efendi menambahkan, melalui revitalisasinya SPN PMJ juga membuat program Kreatif Briptu, yakni ijin bertanya. “Para alumni SPN Polda Metro Jaya diperkenankan mengikuti program belajar jarak jauh, melalui program Ijin Bertanya”, Tandas Ka SPN PMJ. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

713 Brigadir Polwan Remaja Diktuk SPN PMJ Tahun Ajaran 2015 Dilantik

IMG-20160229-WA0010

BERIMBANG.COM, Bogor – Ratusan Siswi Didik Pembentukan Brigadir Polisi Wanita (Diktuk Polwan) di Sekolah Kepolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ) Lido, Bogor, Jawa Barat, tahun ajaran 2015, telah selesai mengikuti masa pendidikan selama tujuh bulan.

Ke tujuh ratus tiga belas orang siswi itu dinyatakan telah lulus dan dilantik oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Metro Jaya Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Drs Nandang Jumantara SH dan Kepala (Ka) SPN PMJ Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Drs. Ruslan Efendi, M. Si, Minggu (28/02/16) kemarin.

Masa pendidikan para Brigadir Polisi Wanita itu ditutup pada Senin (29/02/16), dengan rangkaian Upacara Penutupan yang dipimpin oleh Karo Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Republik Indonesia (Lemdiklat Polri) Brigjen Pol Drs. Asep Suhendar M.Si, selaku Inspektur Upacara.

Menurut Ka SPN PMJ, Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M. Si, pendidikan para Brigadir Polwan yang berasal dari berbagai daerah ini berjalan lancar hingga bisa diwisuda di tahun ajaran ini. Setelah dilantik, para Brigadir remaja ini akan dikembalikan ke Poldanya masing – masing untuk siap mengabdikan dirinya kepada masyarakat, sesuai penempatan tugasnya. Sementara Sepuluh Brigadir itu telah diseleksi oleh Korlantas Polri dan akan ditempatkan di National Traffic Management Centre (NTMC)

“Para Brigadir remaja ini berasal dari Polda Aceh, Polda Bengkulu, Polda Kalimantan Barat, Polda Nusa Tenggara Timur, Polda Bali, dan Polda Batam. Mereka akan dikembalikan ke wilayahnya masing – masing untuk menerima penempatan tugas, kecuali yang sepuluh orang yang terseleksi oleh Korlantas Polri untuk ditempatkan di NTMC”, kata Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M. Si, kepada awak media.

Usai dilaksanakan rangkaian giat sibolis, Rangkaian Upacara Penutupan Diktuk Polwan SPN PMJ Tahun Ajaran 2015 ini dimeriahkan juga oleh berbagai atraksi memukau yang ditampilkan oleh Brigade Sepeda Motor Polwan Polda Metro Jaya, Antraksi devile pasukan bersenjata, beladiri, pasukan borgol dan berbagai antraksi menarik lainnya. Usai melaksanakan perhelatan Upacara Penutupan, para Brigadir Polwan remaja ini dijemput oleh kedua orang tua dan keluarganya. (Raden Supriyadi/Joay)