Jabodetabek

BogorJabodetabek

Bogor Darurat Narkoba, Puncak Masuk Grade Merah

IMG-20160319-WA0008

BERIMBANG.COM, Bogor – Bogor merupakan lintasan yang strategis dalam peredaran gelap Narkoba. Hal itu dikatakan Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Bogor, AKP Yuni Purwanti Kusuma Dewi, saat memberikan penyuluhan bahaya narkoba terhadap ratusan pekerja tempat hiburan malam (THM) se-Kecamatan Cisarua dan Megamendung di Resto Polo Polo, Jumat (18/3/2016).

“Sungguh mengkhawatirkan, saat ini Bogor menyandang predikat sebagai kota nomor dua darurat narkoba. Dan jalur Puncak merupakan grade merah narkoba,” kata AKP Yuni Purwanti Kusuma Dewi.

Penyuluhan tersebut diikuti oleh karyawan Polo Polo, DJ Resto, Cinta Parahyangan, Millenium, dan M Resto. Selain itu dihadiri pula oleh Kapolsek Cisarua, Kompol Musimin, Kades Tugu Utara dan Tugu Selatan, Kompepar, Bambang Ketua Paguyuban Cafe dan Arena Bernyanyi, Pemuda Pancasila, KPWP, Ketua MUI Cisarua KH Rahmatullah, tokoh masyarakat, dan Manajemen Polo Polo.

AKP Yuni berkisah, sewaktu menjadi Panit 1 Dit Narkoba Polda Jabar, dirinya pernah menangkap 80 kilogram ganja dan 40 ons sabu sabu di Puncak.

Perempuan pemberani yang lahir 1971 ini mengungkapkan, selama dirinya bertugas di Kabupaten Bogor 1,6 tahun, jajarannya telah menyita 6 ton ganja, 2 kg sabu sabu, sejumlah pil ekstasi, dan putau. Sedangkan pelaku kasus narkoba yang saat ini berhasil ditahan sebanyak 82 orang.

“Bahkan sering ada pengiriman narkoba via perusahaan pengiriman paket. Di Indonesia ada 600 ribu orang per hari tewas akibat over dosis,” ungkap dia.

Meski demikian, kata dia, kalau tidak dibantu masyarakat polisi tidak akan bisa bergerak.”Pemberantasan narkoba perlu kerja sama semua pihak. Anggota Satnarkoba hanya 30 orang, sedangkan luas wilayah Kabupaten Bogor 290.000 hektare,” katanya.

Kasat perempuan yang juga pernah bertugas di Sukabumi ini menegaskan, kepolisian hanya mengamankan dan bukan menahan pemakai narkoba. Sebab pemakai itu orang sakit yang sesuai aturan harus direhabilitasi. Akan tetapi jika setelah diperiksa terbukti sebagai pengedar maka akan ditahan menjadi tersangka.

“Jangan takut. Kami siap membantu pemakai narkoba yang ingin insyaf. Kami tidak akan menahan,” tukasnya.

Menyinggung soal perempuan pekerja malam seperti di tempat-tempat hiburan, AKP Yuni tak ingin ada cap negatif kepada para pekerja malam.

“Berdasarkan observasi saya,mereka bekerja malam itu karena berbagai alasan, ada yang sakit hati, part time, dan kebutuhan perut. Saya salut, asalkan halal dan bisa jaga diri. Saya imbau juga agar pengusaha memperhatikan setiap tamu agar tak memakai narkoba,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Bogor, Dian Firmansyah, menambahkan, Pemkab Bogor telah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur peran serta masyarakat dalam P4GN.

 “Kami berharap ada gerakan Muspika berantas narkoba. Seluruh pengusaha dan karyawan siap bergandengan dengan polisi berantas narkoba. Dan perlu dicatat, pasal 131 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang ikut membiarkan bisa kena sanksi,” tegasnya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Sat Pol PP Kecamatan Cigombong Tertibkan Spanduk Bodong, Ormas Gempa Angkat Bicara

IMG-20160318-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan Spanduk tak berijin yang terpasang tanpa ijin di wilayah Kecamatan Cigombong, ditertibkan Unit Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kecamatan Cigombong, Jumat (18/3/16). Menurut Kepala Unit (Kanit) Sat Pol PP Kecamatan Cigombong, Somantri, penertiban  terhadap pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) No 4 Tahun 2015, tentang Ketertiban Umum itu rutin dilakukan jajarannya setiap minggu.

Kanit Pol PP Cigombong, Somantri, mengatakan, sasaran utama penertiban dikonsentrasikan pada spanduk liar yang berbau komersil. Seperti, iklan produk, layanan jasa, dan sekolah. “Di wilayah kami dominan pelanggaran dilakukan oleh pihak sekolah. Terutama saat ini, jelang penerimaan siswa baru”, katanya.

Namun, lanjut Somantri, pihaknya mengaku serba salah ketika terpaksa harus menertibkan spanduk milik sekolah.  Karena meski mengandung unsur komersil, sekolah merupakan lembaga pendidikan yang memiliki nilai sosial juga. “Meski demikian, kami tetap melayangkan surat peringatan ke pihak sekolah yang melanggar”, jelasnya.

Somantri menambahkan, spanduk – spanduk liar yang terjaring dalam patroli rutin jajaran Unit Sat Pol PP ini selanjutnya diamankan di kecamatan untuk ditindak lanjut sebagai laporan.

Sementara itu ditempat terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (Dpc) Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Pembela Akidah (Lsm Gempa) Kecamatan Cigombong, D. Djeh, mengkritisi kinerja Aparat Penegak Perda (Gak Perda) Kecamatan Cigombong, yang dinilainya tebang pilih dalam melakukan penindakan atas pelanggaran Perda.

“Kenapa hanya spanduk liar saja yang ditertibkan Pol PP Cigombong?, padahal sudah jelas di wilayah Cigombong makin banyak pengusaha tempat hiburan malam yang membuka usaha ilegal secara terang terangan. Kenapa Pol PP diam saja? “, imbuh D. Djeh, kepada berimbang.com.

D. Djeh menegaskan, jika Pol PP tidak bertindak, DPC Lsm Gempa akan melakukan tindakan tegas. “Kalau Pol PP Cigombong gak punya keberanian atau apapun alasannya, kami bersama ormas islam lain yang akan mengambil tindakan tegas”, tandasnya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

SD Negeri Palalangon Cigombong Butuh Sarpras Tambahan

IMG-20160316-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Sekolah Dasar Negeri (SDN)  Palalangon, di Kampung Palalangon RT 2 RW 3, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, membutuhkan Sarana dan Prasarana (Sarpras) tambahan. Menurut Kepala Sekolah, pihaknya sudah berulang kali mengajukan permohonan bantuan ke Dinas Pendidikan, namun hingga kini belum juga ada realisasinya.

Saat dijumpai berimbang.com di ruang kerjanya, Kepala SD Negeri Palalangon,  N. Cicin, mengatakan, sekolahnya sangat memerlukan sejumlah sarpras tambahan. Diantaranya, Perpustakaan, Ruang kelas, toilet dan pagar sekolah.

“Di gugus Pasir Jaya, hanya sekolah kami yang belum memiliki perpustakaan. Entah kenapa, padahal hal itu sudah diajukan oleh kepala sekolah yang sebelumnya dan saya pun sudah mengajukan tapi sampai sekarang belum juga ada respon”, kata N. Cicin, kepala SD Negeri Palalangon, yang lokasi sekolahnya berada di bagian selatan bahu Gunung Salak.

Selain itu, lanjut N. Cicin, sekolahnya juga memerlukan ruang kelas tambahan. Karena saat ini untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi 172 orang peserta didik yang dibagi dalam 6 rombongan belajar, SD Negeri Palalangon hanya memiliki 5 ruang kelas. “Saat ini kami hanya memiliki lima ruang kelas untuk enam rombel. Karena yang satu ruangnya kami gunakan untuk ruang guru dan kepala sekolah”, jelasnya.

Lebih lanjut, N. Cicin, mengatakan, luas tanah milik SD Negeri Palalangon mencapai 1500 meter persegi dan yang sudah terpakai bangunan seluas 438 meter persegi. “Lahan kami masih sangat leluasa untuk membangun sarpras tambahan seperti yang kami butuhkan. Kami juga sangat membutuhkan bantuan dari pemda untuk pembangunan toilet dan pemagaran”, tandasnya.

Warga SD Negeri Palalangon sangat berharap agar Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, dapat segera merespon aspirasinya dan merealisasikan permohonan bantuan yang diajukannya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Serikat Pekerja Nasional Tolak Perpres No. 19 Tahun 2016

IMG-20160315-WA0006

BERIMBANG.COM, Bogor – Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan yang dikeluarkan pada Kamis, 10 Maret 2016, memicu reaksi keras dari Serikat Pekerja Nasional (SPN). Ketua Umum DPP SPN menyatakan menolak keras Perpres tersebut.

Ketua Umum DPP SPN, Iwan Kusmawan, SH., sangat menyesalkan atas lahirnya Perpres 19/2016. Karena menurutnya,  isi Perpres tersebut hanya akan menimbulkan masalah baru bagi para pekerja/buruh.

“Sebagai contoh yang berkaitan dengan iuran yang dinaikan, denda keterlambatan, seharusnya pemerintah lebih konsen kepada Undang – Undang No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan,  dimana di dalam UU tersebut telah diamanatkan behwa negara melalui APBN dapat memberikan subsidi sebesar 5% dan APBD 10%. Hal inilah sebetulnya yang harus menjadi perhatian pemerintah,” ungkapnya, kepada awak media.

Di samping itu, kata Iwan, pemerintah harus sungguh-sungguh dengan pemberian dana bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI). “Semua harus terkontrol dengan baik sehingga tepat sasaran. Sesungguhnya masih ada masyarakat yang belum mendapatkan haknya dari negara karena mereka belum mengetahui serta masih kurang sosialisasi dan 47 juta sektor formal belum terjamah, dengan kata lain mereka belum menjadi peserta,” tegasnya.

Iwan juga mempertanyakan kenapa pemerintah tidak tegas terhadap para pengusaha yang tidak mendaftarkan pekerja/buruhnya menjadi peserta BPJS kesehatan. “Ini ada cerita lucu, ada seorang pekerja/buruh saat dia belum bekerja dia daftar mandiri dan setelah bekerja dia serahkan kewajibannya kepada perusahaan. Tetapi apa yang terjadi malah si pekerja setiap bulan dikenai denda dengan alasan tidak membayar iuran dan semua hak dia beserta keluarganya tidak mendapatkan jaminan kesehatan dan lain-lain sepanjang belum melunasi iuran yang dianggap hutang. Kejadian seperti ini sangat jelas kalau perusahaan tidak mau menjalankan kewajibannya untuk mendaftarkan pekerjanya,” bebernya menyontohkan.

Hal tersebut, sambungnya, yang seharusnya menjadi konsentrasi pemerintah. “Bukan terus-terusan memeras para pekerja/buruh agar iurannya dinaikan. Tidak dipungkiri masalah pasien ditolak di rumah sakit masih banyak, masalah PPK satu masih banyak. Sekali lagi kami tegaskan DPP SPN menolak dengan tegas Perpres No.19 tahun 2016 yang merugikan pekerja/buruh,” tandasnya.

Sekadar informasi, berdasarkan Perpres 19 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan mulai menaikkan iuran pesertanya. Kenaikan iuran ini akan berlaku mulai 1 April 2016.

Dalam Perpres tersebut terdapat beberapa perubahan iuran peserta BPJS Kesehatan. Untuk peserta pekerja bukan penerima upah dan Peserta bukan pekerja.

Berikut rincian kenaikan iuran jaminan kesehatan yang dikutip dari data BPJS Kesehatan.

– Untuk kelas III, naik dari Rp 25.500 per orang per bulan, menjadi Rp 30.000 per orang per bulan.

– Untuk kelas II, naik dari Rp 42.500 per orang per bulan, menjadi Rp 51.000 per orang per bulan.

– Untuk kelas I, naik dari Rp 59.500 per orang per bulan, menjadi Rp 80.000 per orang per bulan.

Bagi peserta yang merasa keberatan dengan kenaikan tersebut, maka BPJS Kesehatan memberikan kesempatan peserta mengajukan penurunan kelas. Syaratnya, masa kepesertaan sudah selama satu tahun.(Raden Supriyadi)

JabodetabekJakarta

Siswa – Siswi TK PG Mutiara Insani Belajar Ilmu Antariksa

IMG-20160315-WA0004

BERIMBANG.COM, Jakarta – Puluhan siswa – siswi Taman Kanak – kanak (TK) Mutiara Insani, Cigombong, Kabupaten Bogor, belajar Ilmu Pengetahuan tentang Antariksa. Para siswa usia belia ini diperkenalkan dengan seputar obyek antariksa dalam program Outing Class yang dilaksanakan di Wahana National Space Learning Centre, Skyworld Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Selasa (15/3/16).

Kepala Sekolah TK PG Mutiara Insani, Eri Kusrian, mengatakan, pengetahuan tentang ilmu antariksa penting diberikan kepada anak sejak dini. Hal itu yang mendasarinya mengagendakan kunjungan studi melalui program Outing Class. “Outing Class dengan studi pengenalan antariksa ini merupakan salah satu dari sekian banyak program edukasi yang kami berikan kepada para siswa”, katanya.

Dalam kegiatan studi sambil berwisata ini, para siswa diperkenalkan dengan berbagai obyek tata surya dalam antariksa, yang disampaikan oleh mentor pengelola wahana wisata edukasi di salah satu obyek wisata nasional ini. Usai diberikan pengenalan secara visual, para siswa diajak untuk melihat dan mengenali obyek antariksa di dalam wahana tiga dimensi di area yang sama. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Manajemen PT. UI Siap Bingung, Warga Ngotot Tanahnya Dibayar di Batas Wajar

IMG-20160314-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Menanggapi keluhan sejumlah warga Kampung Cikereteg, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, manajemen PT Uniplastindo Interbuana (UI) sebuah perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang saat ini membangun pabrik, akhirnya buka suara.

Legal Manager PT UI, Widodo, mengatakan, keberatan warga bukan menolak berdirinya pabrik. Namun, ada sebagian warga yang ingin menjual tanahnya ke pihak perusahaan dengan harga ajuan di luar batas wajar.

“Sebetulnya kami sudah tidak membutuhkan perluasan lahan untuk pabrik.  Saat ini lahan kami sudah mencapai 16.844 meter persegi lebih. Tapi untuk memenuhi tuntutan warga yang tanahnya ingin dibeli, kami mengupayakan dengan mengurangi budget pembelian mesin.  Sampai sekarang, negosiasi kami belum mencapai kata sepakat, karena ada 15 warga yang minta harga melebihi kewajaran. Kami perusahaan punya tim appraisal yang berpatokan pada harga NJOP di sana Rp280.000 per meter. Padahal kami sudah mau sekitar Rp450.000 per meter,” bebernya.

Sedangkan soal banjir yang melanda rumah warga, kata Widodo, terjadi akibat penyumbatan sampah. “Jadi bukan karena bangunan pabrik tapi karena sampah. Bayangkan saja sampai kasur pun ada di saluran. Pada saat banjir, yang membereskan pegawai kami juga,”Ujarnya.

Lebih jauh ia mengemukakan, dari awal perusahaan berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan secara bermusyawarah serta menempuh segala legalitas sesuai aturan yang ada.

“Kami ingin jadi pendatang yang baik. Tidak ingin selonong boy. Kami juga rutin bertemu dengan warga baik secara terbuka maupun tertutup,” katanya.

Dijelaskannya, pabrik PT UI di Cikereteg yang akan running Juni 2016 ini akan memproduksi cup air mineral, botol, dan galon,

“Kami butuh 110 tenaga kerja untuk tahun pertama. Kami prioritaskan ambil dari warga terdekat sesuai kriteria yang dibutuhkan. Kami juga butuh juga tenaga ahli. Dan kami juga inginnya dari warga sekitar. Kami siap didik,” tuturnya.

Masih kata Widodo, PT UI tidak menggunakan sumur bor dalam memenuhi kebutuhan air untuk produksi. “Kami gunakan air PDAM. Kami sudah MoU,” tukas dia. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Warga RW 8 Desa Wates Jaya Pilih Calon Ketua

IMG-20160313-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Warga RW 8, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, berbondong – bondong menuju gedung Yasina di Kampung Pajagan yang disediakan panitia pemilihan ketua RW sebagai Tempat Pemungutan Suara (TPS), untuk menggunakan hak suaranya, Minggu (13/3/16).

Ketua Panitia Pemilihan Ketua RW 8, Adi Sanjaya, mengatakan, dalam pelaksanaan pemungutan suara ini, telah ditetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 377 orang. Namun, panitia menyiapkan surat suara lebih untuk tambahan.

“Kami menyediakan surat suara sebanyak 406 lembar, yang disediakan untuk pemilih yang namanya belum masuk dalam DPT. Namun, bagi warga yang namanya belum masuk dalam DPT harus menunjukan Ktp. Selain itu, surat cadangan itu juga kami sediakan untuk mengganti jika ada surat suara yang rusak”, kata Adi.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan, panitia memberikan waktu kepada warga untuk menggunakan hak suaranya sampai pukul 14.00 wib. “Kami juga memberikan tambahan waktu bagi warga yang akan menggunakan hak suaranya hingga pukul 14.30 wib, sebelum panitia melakukan penghitungan suara”, jelasnya.

Sementara itu, Yoga, Calon no urut 3 bertekad untuk membawa perubahan di wilayahnya jika dirinya terpilih menjadi ketua RW. “Moto saya Berubah, Peduli dan Berbagi, artinya, berubah menuju yang lebih baik,  peduli sesama warga dan lingkungan serta berbagi fikiran, tenaga, dan materi bagi masyarakat”, tandas Yoga.

Pemilihan ketua RW di Desa Wates Jaya juga dilaksanakan serentak pada hari ini di empat wilayah lainnya.  Yakni, di Kampung Bojong Kiharib, Kampung Ciletuh Girang,  Kampung Ciwaluh dan Kampung Ciletuh Lamsi. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Saluran Air Tersumbat Sampah, Luapan Air Picu Bencana

IMG-20160310-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Penyebab utama luapan air yang menjadi pemicu terjadinya longsor di Kampung Ranji, Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Rabu (9/3/16) sore, diketahui berasal dari gorong – gorong saluran air yang tersumbat. Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Bogor, Budi Aksomo, saat monitoring ke lokasi bencana, Kamis (11/3/16).

“Ya, kuat dugaan kami jika pemicu bencana ini berasal dari luapan air dari saluran yang tersumbat sampah”, ujar Kasi Kesiapsiagaan dan Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Bogor, Budi Aksomo.

Saat Satuan Tugas (Satgas) BPBD Kabupaten Bogor menyisir gorong – saluran air, ditemukan berbagai jenis material sampah yang sebagian besar berasal dari sampah rumahan. Sampah tersebut memadati saluran air, sehingga saat turun hujan aliran air tersumbat dan akhirnya meluap.

Mendapati kondisi ini, petugas gabungan melakukan pembersihan saluran air yang tersumbat. Bagian demi bagian material sampah itu dikeluarkan dari saluran air,  agar bencana serupa tidak kembali terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Rabu (9/3/16) sekitar pukul 16.30 waktu setempat, saat hujan turun deras, 6 unit rumah warga di Kampung Ranji RT 1 RW 7, dihantam longsoran tanah. Kontur tanah yang labil memicu bencana terjadi saat aliran air dalam saluran yang tersumbat meluap. Meski tidak menelan korban jiwa, namun bencana ini menimbulkan kerugian hingga Ratusan Juta Rupiah. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Bencana Longsor Hantam Wilayah Ciawi

IMG-20160310-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Hujan deras disertai petir dan angin yang mengguyur kawasan Bogor dan sekitarnya pada Rabu (9/3/2016), memicu bencana longsor di wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.  Bencana alam longsor terjadi nyaris merata di beberapa desa dalam waktu bersamaan.

Lokasi pertama, longsor memutuskan jembatan lebar 1,5 meter dan panjang 25 meter. Jembatan ini menghubungkan Kampung Kubang RT 02/09 Desa Banjarwaru dengan Kampung Teluk Pinang Desa Teluk Pinang. Lokasi jembatan tepat di belakang pabrik PT Honoris Industry.

“Longsor terjadi pukul 17.30 wib. Untuk sementara belum ada laporan bahwa ada korban. Dengan putusnya jembatan yang biasa dilalui kendaraan roda dua ini, warga sekarang harus memutar jika mau menuju Jalan Raya Bocimi,” ungkap Ketua RW 09 Kampung Kubang, Endang.

Lokasi kedua, longsor tebingan juga menggerus dua rumah warga di Kampung Cibolang, Desa Teluk Pinang. Untuk sementara belum diketahui adanya laporan korban.

Lokasi ketiga, longsor juga menggerus tebingan di dekat Vila/Restoran Kuda, Desa Banjarwangi. Longsoran tanah terbawa arus aliran irigasi dan tumpah ke Jalan Veteran. Akibatnya, arus lalu lintas macet total. Kemacetan makin parah dan tembus ke kawasan Seuseupan karena pada saat yang sama sedang diberlakukan satu arah di Jalan Raya Puncak.

“Untuk sementara semua lokasi longsor kami pantau langsung. Dan Kamis pagi semua personel akan terjun melakukan evakuasi,” kata Pemantau dari UPT Pengairan Wilayah Ciawi, Dedi Junaedi, di lokasi longsor Kampung Kubang. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Tiga Calon Ketua RW 8 Wates Jaya Siap Bertanding di Ajang Pemilihan

IMG-20160308-WA0007

BERIMBANG.COM, Bogor – Usai melaksanakan Pemilihan Ketua RW 3 di Kampung Pasir Kuda pekan lalu, warga Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong kembali akan melaksanakan pesta demokrasi Pemilihan Ketua di wilayah RW 8. Menurut Ketua Panitia Pemilihan, pemungutan suara rencananya akan dilasanakan pada Minggu (13/3/16) mendatang.

Selasa (8/3/16) malam, Panitia telah menentukan Bakal Calon (Balon)  menjadi Calon Ketua RW 8 melalui pengocokan terbuka. Hasilnya,  No Urut 1 Ridwan (Dono), No Urut 2 Ipan Sopandi, No Urut 3 Pudin Yoga.  Selain itu, berdasarkan hasil musyawarah bersama para calon, panitia juga telah menentukan point point aturan selama masa kampanye, serta tata tertibnya bagi para calon.  Kesepakatan itu dituangkan dalam sebuah berita acara.

Ketua Panitia Pemilihan Ketua RW 8 Desa Wates Jaya, Adi Sanjaya, mengatakan, akan memaksimalkan pelaksanaan pemilihan meskipun dengan persiapan waktu yang sangat singkat. “Memang BPD lambat memberikan waktu kepada kami untuk membentuk kepanitiaan. Namun demikian, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mensukseskan pemilihan tanpa ekses”, tegas Adi.

Adi menambahkan, para calon diberikan waktu kampanye masing – masing satu hari sesuai nomor urut. “Mulai besok, kami memberikan kesempatan kepada masing – masing calon untuk mensosialisasikan visi misinya kepada warga, sesuai nomor urut. Hari sabtu kami tentukan sebagai masa tenang”, pungkas Adi. (Raden Supriyadi)