Jabodetabek

Jabodetabek

Wakil Wali Kota Depok Ultimatum Restoran SBI: “Kalau Satpol PP Nggak Bisa Bongkar, Saya yang Turun Tangan!”

BERIMBANG.com,Depok – Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menegaskan komitmennya dalam menegakkan aturan perizinan terhadap seluruh pelaku usaha di wilayahnya. Hal ini menyusul adanya temuan pelanggaran oleh Restoran Sambal Bakar Indonesia (SBI) yang diduga menutupi papan nama (plang) menggunakan material gipsum.

Baca juga:Heboh! Plang Peringatan Bangunan Tak Berizin Restoran SBI Diduga Dihilangkan, Forkabi Depok Angkat Suara

Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui sambungan telepon seluler pada Jumat (18/4/2025), Chandra meminta agar Satpol PP Depok segera bertindak untuk membongkar penutup papan nama tersebut yang dianggap melanggar ketentuan.

“Saya minta Satpol PP segera buka penutup plangnya. Kalau belum juga dibuka, saya perintahkan untuk bongkar. Kalau Satpol PP nggak bisa buka plang, biar saya yang bongkar sekalian sama bangunannya,” tegas Chandra.

Menurutnya, tindakan penutupan plang tersebut merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap regulasi yang berlaku, khususnya terkait perizinan usaha dan transparansi informasi kepada publik.

Tidak berselang lama dari pernyataan Chandra, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa Satpol PP Depok langsung merespons instruksi tersebut. Sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat (18/4/2025), petugas terlihat mulai melakukan pembongkaran penutup papan nama yang menutupi plang resmi milik Restoran SBI.

Langkah cepat ini diapresiasi sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah kota dalam menjaga ketertiban dan supremasi hukum, terutama dalam dunia usaha.

Chandra pun menambahkan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba menghindari aturan.

“Kita ingin menciptakan iklim usaha yang sehat. Tidak bisa dibiarkan jika ada yang mencoba-coba menyiasati aturan,” ujarnya.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota Depok masih menunggu klarifikasi dan tindak lanjut dari manajemen Sambal Bakar Indonesia terkait pelanggaran perizinan yang dimaksud.

Efendi

 

Jabodetabek

Heboh! Plang Peringatan Bangunan Tak Berizin Restoran SBI Diduga Dihilangkan, Forkabi Depok Angkat Suara

BERIMBANG.xom, Depok – DPD Forkabi Kota Depok melalui Bidang Hukum dan Politik menyoroti dugaan pelanggaran hukum serius oleh Restoran Sambal Bakar Indonesia (SBI). Masalahnya? Plang peringatan bangunan tak berizin yang dipasang Pemkot Depok ditutup kain.

Baca juga : Puluhan Alfamart Tidak Berijin, Komisi A Minta  Pemkot Depok Beri SP

Menurut Guntur Saputra, SH, Ketua II Bidang Hukum dan Politik Forkabi, tindakan itu bukan cuma melanggar aturan, tapi juga dianggap sebagai pelecehan terhadap marwah hukum Pemerintah Kota Depok.

“Ini bentuk pembangkangan hukum,” tegas Guntur, Jumat (18/04/2025).

Plang tersebut sebelumnya dipasang karena restoran itu diduga belum memiliki sejumlah izin penting seperti IMB, IPR, Izin Lingkungan, dan HO. Forkabi juga mengklaim akan melaporkan oknum dinas perizinan dan pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan pembongkaran plang tersebut.

Forkabi mendesak agar:

  • Plang peringatan segera dipulihkan,
  • Proses perizinan diselesaikan sesuai aturan,
  • Oknum yang terlibat diusut tuntas.

Guntur juga mengingatkan bahwa ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi potensi kejahatan hukum yang bisa menciptakan preseden buruk jika dibiarkan.

“Hukum harus ditegakkan, tidak boleh ada yang kebal aturan,” tegasnya.

Efendi

 

Jabodetabek

Depok Darurat Sampah: Siapa yang Bertanggung Jawab?

BERIMBANG.com, Depok – Kota Depok sedang tidak baik-baik saja. Persoalan sampah kini menjadi krisis yang nyata. Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Depok menunjukkan bahwa produksi sampah harian kota ini mencapai 1.200 ton per hari. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 800 ton yang dapat diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung—yang kini sudah dalam kondisi kritis dan nyaris melebihi kapasitas maksimalnya.

Baca juga : UPT Pengelolaan Sampah Wilayah 3 Ciawi Mendapatkan Tiga Unit Penggantian Kendaraan Baru

Lantas, ke mana perginya sisa 400 ton sampah setiap hari? Jawabannya ada di mana-mana: menumpuk di TPS yang tak terangkut, berserakan di pinggir jalan, atau tercecer di sungai dan saluran air. Situasi ini bukan hanya soal estetika kota, tapi juga ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan. Kasus penyakit berbasis lingkungan, seperti diare dan ISPA, berisiko meningkat drastis bila kondisi ini terus dibiarkan.

Baca juga : Sampah Menumpuk, Wajah Depok yang Kian Kusam

Tentu publik bertanya-tanya: siapa yang harus bertanggung jawab?

Secara struktural, tanggung jawab utama memang ada pada Pemerintah Kota Depok, terutama DLHK. Mereka bertugas memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan efektif—mulai dari pengangkutan, pemilahan, hingga pengolahan akhir. Namun, minimnya armada dan kurangnya fasilitas pengolahan membuat sistem ini tak mampu mengimbangi laju produksi sampah warga yang terus meningkat.

Namun, di sisi lain, perilaku masyarakat juga tak bisa diabaikan. Studi oleh Badan Lingkungan Hidup Jawa Barat pada 2023 mencatat bahwa lebih dari 70% warga Depok tidak memilah sampah rumah tangga. Rendahnya kesadaran lingkungan ini memperparah beban sistem pengelolaan sampah yang sudah rapuh. Banyak program seperti bank sampah atau kompos rumah tangga tidak berjalan karena minimnya partisipasi.

Solusi jangka pendek mungkin bisa dilakukan—misalnya, kerja sama dengan daerah sekitar untuk penampungan sementara atau penambahan armada pengangkut. Tapi tanpa reformasi sistemik dan perubahan perilaku masyarakat, krisis ini akan menjadi siklus tahunan yang tak kunjung selesai.

Maka, pertanyaan “Siapa yang bertanggung jawab?” seharusnya tidak hanya diarahkan ke satu pihak. Pemerintah harus lebih serius dan transparan dalam mengelola sampah, menyediakan fasilitas yang memadai, serta mengedukasi warga secara konsisten. Warga pun harus mulai mengubah kebiasaan konsumsi dan mulai memilah sampah dari rumah.

Krisis ini adalah tanggung jawab kolektif. Jika kita masih saling menyalahkan, maka tidak lama lagi kita akan hidup dalam kota yang tidak hanya kotor, tapi juga sakit.

Penulis: [ Juli Efendi]

Jabodetabek

Bentrok Kelompok di Jalan Raya Bogor, Polisi Amankan Tujuh Orang

BERIMBANG.com, Depok – Sore yang semula tenang di kawasan Jalan Raya Bogor, Depok, mendadak ricuh. Kamis (17/4/2025), sekitar pukul 18.00 WIB, bentrok antar kelompok pecah dan nyaris melumpuhkan lalu lintas di jalur Cibinong–Depok.

Dari video yang beredar, sejumlah pria terlihat membawa balok kayu. Mereka tersebar di badan jalan, bahkan memblokade jalur utama. Kendaraan yang datang dari arah Bogor ke Depok terpaksa berhenti atau melaju pelan karena takut terjebak dalam kericuhan. Pengendara motor terlihat ragu-ragu, banyak yang memperlambat laju sambil memantau situasi.

Baca juga:Kapolda Jatim Mengecek Posko DVI dan Cold Storage di RSUD Haryoto Lumajang

Kapolsek Sukmajaya, AKP Rizki Firmansyah, mengatakan bahwa bentrokan bermula di dekat lahan ruko, namun kemudian meluas hingga ke tengah jalan. “Sempat menutup sebagian jalan, karena warga dan pengendara memilih untuk berhenti atau menghindar,” ujarnya di lokasi kejadian.

Situasi kini telah dinyatakan kondusif. Polisi masih berjaga di sekitar Simpangan Depok untuk memastikan tak ada kericuhan susulan. Arus lalu lintas dari kedua arah—Cibinong ke Depok dan sebaliknya—sudah kembali normal, meski masih menyisakan kekhawatiran dari warga yang melintas.

Polisi berhasil mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Meski belum diketahui pasti pemicu bentrok, pihak berwenang telah memulai penyelidikan lebih lanjut. Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka serius.

“Untuk sekarang, jumlah yang kami amankan tujuh orang. Korban sementara tidak ada, tapi tetap kami dalami lebih lanjut,” tutup Rizki.

iik

Jabodetabek

Kemacetan Parah Warnai Jalan Kartini Depok Saat Jam Pulang Kantor

BERIMBANG.com, Depok – Kemacetan panjang kembali mewarnai Jalan Kartini, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, pada Senin sore (14/4/2025). Antrean kendaraan mengular sejak selepas lampu merah Jalan Tole Iskandar hingga depan Stasiun Depok, tepat di jam sibuk pulang kantor sekitar pukul 17.34 WIB.

Tingginya volume kendaraan yang menuju ke arah Jalan Pemuda menjadi pemicu utama kemacetan. Arus lalu lintas terlihat padat merayap, pengendara tampak bergantian melaju perlahan sembari mencari celah untuk keluar dari kepadatan.

Tak hanya itu, keberadaan putaran balik di sepanjang Jalan Kartini ikut memperburuk kondisi. Ditambah lagi, arus penumpang yang keluar dari Stasiun KRL Depok membuat lalu lintas semakin padat. Ojol dan angkot yang kerap berhenti mendadak untuk menaikkan dan menurunkan penumpang semakin menambah ruwet situasi.

Petugas dari Dinas Perhubungan dan kepolisian terlihat sigap di lokasi untuk mengatur lalu lintas. Meski demikian, kepadatan tetap tak terhindarkan.

Berbeda dengan kondisi di kawasan Grand Depok City (GDC), arus lalu lintas terpantau lebih lancar. Untuk mengurai kemacetan, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas: kendaraan dari Jalan Kartini yang hendak menuju Citayam diarahkan untuk memutar balik di area GDC.

Kemacetan ini menjadi sorotan warga, yang berharap penataan transportasi dan rekayasa lalu lintas di kawasan padat seperti Jalan Kartini bisa lebih optimal ke depannya.

Iik

Jabodetabek

Fraksi Gerindra Dukung Pemkot Depok Tuntaskan Masalah Sampah, Dorong Inovasi dan Kerja Sama

BERIMBANG.com, Depok – Masalah sampah di Kota Depok terus menjadi perhatian serius. Namun, dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Depok dalam menuntaskan persoalan ini kian menguat. Kali ini, dukungan datang dari Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok.

Fraksi Gerindra menyatakan komitmen penuh untuk mendorong solusi jangka panjang atas persoalan sampah yang kian kompleks. Salah satu bentuk konkret dukungan itu terlihat dalam pembahasan revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah yang saat ini tengah digodok bersama eksekutif.

Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, H. Hamzah, menegaskan bahwa pihaknya mendorong penuh agar revisi perda ini menghasilkan kebijakan yang lebih progresif dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Masalah sampah tidak bisa ditangani dengan cara-cara lama. Kita perlu terobosan, dan kami percaya Pemerintahan Supian-Chandra punya keberanian untuk mengambil langkah-langkah inovatif,” ujar Hamzah yang juga menjabat sebagai Ketua Pansus Raperda Pengelolaan Sampah.

Dalam revisi perda tersebut, kata Hamzah, akan diatur ketentuan yang mewajibkan kawasan berpengelola seperti pusat perbelanjaan, pasar, apartemen, dan hotel untuk mengelola sampah mereka secara mandiri. Tak hanya itu, peran kecamatan dan kelurahan juga akan diperkuat, terutama dalam pengembangan bank sampah serta pengelolaan sampah organik di tingkat masyarakat.

Baca Juga :

Posyandu Kasih Ibu Satu RW 01 Jatijajar Rutin Adakan Penimbangan Balita

Malam Takbir, Forkopimda Jatim Bersama sama Cek Pos Pam dan Pos Yan

“Kalau masyarakat dilibatkan langsung dari sumbernya, dampaknya akan lebih terasa. Karena itu, perda ini juga menyasar penguatan peran wilayah,” imbuhnya.

Fraksi Gerindra juga mendorong agar Pemerintah Kota Depok membuka ruang kerja sama dengan pihak ketiga, khususnya yang memiliki teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan. Bahkan, pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) khusus pengelolaan sampah menjadi salah satu opsi yang tengah dikaji secara serius.

“Kami berharap perda ini segera disahkan, agar pelaksanaannya bisa dimulai dan masyarakat bisa melihat perubahan nyata di lingkungannya,” pungkas Hamzah.

Jabodetabek

Surga Barang Bekas di Depok: “Wisata Mal Rongsok” yang Bikin Kaget

BERIMBANG.com, Depok – Siapa sangka tumpukan barang bekas bisa jadi daya tarik wisata? Di Jalan Kukusan Raya, Beji, Kota Depok, berdiri sebuah tempat unik bernama Wisata Mal Rongsok. Dari luar, spanduk merah bertuliskan “Wisata Rongsok” langsung menyambut siapa pun yang datang, seolah berkata: “Ayo masuk, dan temukan harta karunmu!

Baca Juga : 

Ormawa Universitas Global Jakarta  Sampaikan Klarifikasi Pemberitaan Negatif Di Medsos

PWI Kota Bogor Buka Posko Pengaduan PPDB Tak Lolos Padahal Jarak Dekat

Begitu kaki melangkah ke dalam, suasana langsung berubah. Hawa sejuk dan lembap menggantikan panasnya matahari di luar. Di lantai satu, mata pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai barang elektronik bekas: penanak nasi, speaker, keyboard, kabel-kabel, bahkan VHS dan piringan hitam masih bisa ditemukan di sini. Bau khas barang rongsokan pun turut mengisi ruangan, membawa sensasi nostalgia yang sulit dijelaskan.

Meski terlihat padat, barang-barang diatur cukup rapi. Setiap jenis punya tempatnya sendiri, digantung atau ditumpuk sesuai kategori. Bangunan ini memiliki tiga lantai, masing-masing dengan koleksi berbeda. Lantai dua didedikasikan untuk furnitur seperti meja, kursi, hingga helm proyek. Lantai tiga? Isinya lebih besar lagi—kasur, monitor, rangka tempat tidur bayi, dan perabotan jumbo lainnya.

Yang bikin tempat ini makin menarik adalah bangunannya sendiri. Mal ini dibangun dari bahan bekas! Rangka besi, triplek kayu, bahkan karpet bekas masjid disulap menjadi bagian dari konstruksi. Kreatif sekaligus fungsional.

Adalah Nur Holis (58), otak di balik mal rongsok ini. Sejak 2010, ia memutuskan untuk serius menggeluti bisnis barang bekas setelah mencoba berbagai usaha lain. Filosofinya sederhana: semua barang punya nilai. “Apa pun yang ditawarkan, saya beli. Nggak pernah saya tolak,” ujarnya. Dan ternyata, benar saja—setiap barang pasti ada pembelinya. Bahkan standee Gojek pun pernah laku!

“Orang bisa pakai itu buat usaha. Tinggal cat ulang, jadi deh,” kata Nur Holis sambil tersenyum. Ia menyarankan pengunjung untuk tak terburu-buru. “Keliling dulu aja, lihat-lihat. Kalau udah bingung, baru tanya ke karyawan. Nanti dibantu cariin.”

Wisata Mal Rongsok bukan cuma tempat belanja, tapi pengalaman tersendiri. Tempat yang membuktikan bahwa di balik debu dan karat, ada nilai dan cerita yang menunggu ditemukan.

Jabodetabek

H Hamzah Adakan Santunan 100 Anak Yatim Dan Mementingkan Peran Komisi B DPRD Depok

BERIMBANG.com, Depok – Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, SE, MM, mengadakan acara santunan untuk 100 anak yatim serta melakukan sosialisasi mengenai tugas dan wewenang Komisi B DPRD Kota Depok pada Sidang Tahun 2025. Acara berlangsung di halaman SMP/SMK Karya Putra Bangsa, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, disertai dengan lantunan sholawat, menciptakan suasana kebersamaan dan kepedulian yang kental.

Acara tersebut dihadiri oleh kader dari Kecamatan Tapos dan Cilodong, yang memberikan dukungan terhadap program-program pembangunan yang sedang dilaksanakan. Dalam pidatonya, H. Hamzah menekankan pentingnya peran Komisi B dalam mengawasi sektor ekonomi, keuangan daerah, pajak, perdagangan, dan pariwisata.

Tak hanya itu, H. Hamzah juga mengajukan restu kepada masyarakat untuk maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat pada Pemilu 2029. Beliau berharap mendapatkan dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat dan kader, termasuk PKD Perempuan Kota Depok dan Partai Gerindra yang telah memberikan izin baginya untuk bersaing di tingkat provinsi.

“Saya bertekad untuk meluaskan cakupan serta memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat. Oleh sebab itu, saya akan terus menjalin hubungan baik dengan penduduk di 11 kecamatan di Kota Depok,” ujar H. Hamzah.

Menariknya, pada kesempatan ini, beliau juga mengumumkan bahwa putrinya yang pertama akan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Depok, menunjukkan keseriusan keluarga dalam melayani masyarakat.

Acara ini juga menjadi momentum untuk mendiskusikan program-program prioritas Komisi B DPRD Kota Depok, termasuk kebijakan penghapusan pajak kendaraan bermotor yang masih tertunggak hingga tahun 2024, sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat.

Saat sesi tanya jawab di akhir acara, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terkait pembangunan Kota Depok. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara masyarakat dan DPRD semakin solid dalam mewujudkan Kota Depok yang lebih maju dan sejahtera.**

Jabodetabek

PR PP Pengasinan Depok Turun Kelapangan Bagi Bagi Takjil dan Bukber Dengan Anggota

BERIMBANG.com, Depok – Bulan suci Ramadan menjadi momentum dan sudah menjadi tradisi berbagi takjil setiap tahunnya dilakukan oleh Pengurus Ranting (PR) Ormas Pemuda Pancasila Kelurahan Pengasinan Kecamatan Sawangan Kota Depok, Minggu (23/03/25).

Dalam semangat kepedulian dan kebersamaan, Puluhan anggota dan pengurus PR Pemuda Pancasila Kelurahan Pengasinan turun langsung ke jalan untuk membagikan makanan dan minuman berbuka puasa kepada para pengguna jalan yang melintas.

Kegiatan berbagi takjil tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang melintas, terutama para pengendara yang tidak sempat membeli makanan untuk berbuka dalam perjalanan

Ketua PR Pemuda Pancasila Kelurahan Pengasinan Muhammad Ryan mengatakan bahwa berbagi takjil ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya pengguna jalan dan semoga menjadi ladang pahala bagi seluruh para donatur dan seluruh Anggota Pemuda Pancasila yang berpartisipasi.

“Kami ingin menjadikan momen Ramadan 1446 H. ini sebagai kesempatan untuk lebih mendekatkan diri, baik antara anggota Pemuda Pancasila maupun dengan masyarakat dan selalu siap ketika masyarakat membutuhkan bantuan itu komitmen kami” Jelas Riyan.

Di tempat yang sama, Sekretaris PAC Kecamatan Sawangan H. Nababan, S.T, S.H menambahkan, bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi bagian program PAC yang harus dilaksanakan secara terus hadir di tengah masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa PR Pemuda Pancasila Se-Kecamatan Sawangan bukan hanya Ormas, tetapi juga harus menjadi keluarga besar yang peduli terhadap sesama dilingkungan masyarakat. Kegiatan ini harus terus dilakukan, dan semoga tahun depan PR Pemuda Pancasila Kelurahan Pengasinan dapat berbagi takjil serta memberikan santunan Anak Yatim dan Duafa”. Imbuh Hamzah Nababan.

Setelah acara berbagi takjil selesai, dilanjutkan berbuka puasa bersama di Kantor sekretariat PAC Pemuda Pancasila Sawangan Jl. Baru Kasiba Lisiba, Pengasinan, Sawangan, Depok.

iik

Jabodetabek

PT IIM dan PWI Depok Wujudkan Kepedulian Sesama dengan Mengusung Campaign “BerkahINRamadan

BERIMBANG.com, Depok–Di bulan suci Ramadan, PT Insight Investments Management (PT IIM) kembali menebar kebaikan melalui campaign #BerkahINRamadan, mengajak masyarakat untuk berbagi sekaligus mengelola keuangan dengan bijak.

Sejalan dengan komitmen Transforming Investments into Social Impact, PT IIM menghadirkan berbagai program sosial, termasuk penyaluran sembako, santunan yatim dan duafa, renovasi musala, serta pemberian makanan berbuka puasa.

Sebagai wujud kepedulian terhadap kegiatan sosial keagamaan, PT IIM juga berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok dalam program Berkah Senyum Ramadhan, Wartawan Mengaji.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat 21 Maret 2025, di Sekretariat PWI Kota Depok ini bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendorong kepedulian sosial melalui berbagi dengan sesama.

Rangkaian acara ini mencakup Wartawan Mengaji yakni Tadarus dan Khatmil Qur’an, santunan yatim, pemberian bingkisan Lebaran, serta buka puasa bersama.

PT IIM hadir sebagai mitra yang turut mendukung terselenggaranya acara ini, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam berkontribusi pada program-program sosial yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk melipatgandakan pahala, mempererat kebersamaan dan memperkuat kepedulian sosial. PT IIM sebagai manajer investasi yang mengedepankan prinsip Transforming Investments into Social Impact terus berkomitmen untuk menghadirkan dampak positif di berbagai aspek, termasuk dalam membantu sesama melalui inisiatif sosial yang berkelanjutan dan melibatkan seluruh karyawan dalam kegiatannya atau kami sebut INVOLVE (Insight Volunteer for Everyone),” tutur Direktur PT IIM, Ria M Warganda, Jumat (21/03/2025).

Sementara Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dalam mempererat kebersamaan sekaligus menjadi momen untuk berbagi dan menumbuhkan kepedulian sosial.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, semakin memperkuat nilai kebersamaan dan mengispirasi banyak orang dalam berbuat kebaikan, terutama di bulan yang penuh berkah ini,” jelas Rusdy.

Sebagai catatan, PT IIM merupakan Manajer Investasi yang unik, karena seluruh produk reksa dananya memiliki social impact dengan tema yang berbeda-beda, seperti pendidikan, budaya, lingkungan, energi terbarukan, kemanusiaan, keagamaan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, hingga memberangkatkan Jemaah Umrah/Haji.

Dengan slogan Transforming Investments into Social Impact, PT IIM selalu mengedepankan prinsip Socially Responsible Investing serta turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Kegiatan Berkah Senyum Ramadan, Wartawan Mengaji di dukung PT Insight Investments Management, Bulog, PT Karaba Digdaya, Baznas Depok, Dompet Dhuafa, Lazismu, PT Pegadaian, PT Tirta Asasta Depok, Bank BJB, PT PLN, IPEMI, Sambal BakarBakar dan IMI Kota Depok.

*Tentang PT Insight Investments Management (Insight)*

PT Insight Investments Management (Insight) merupakan Manajer Investasi yang memiliki misi untuk menjadikan Investasi sebagai kegiatan yang tidak hanya menguntungkan bagi diri sendiri, tapi juga dapat membawa kebaikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan prinsip.

“Transforming Investment into Social Impact”, Insight berkomitmen untuk selalu melakukan inovasi mengembangkan reksa dana yang berorientasi terhadap kepedulian sosial.

Untuk lebih memudahkan akses menuju investasi yang berkontribusi sosial, pada 26 Agustus 2024 Insight meluncurkan aplikasi InvestasiIN. Sebuah aplikasi Reksa Dana Online yang menawarkan kemudahan berinvestasi dengan Program Peduli.

Bersama dengan berbagai Yayasan dan Lembaga non-profit, Insight menjalankan berbagai program peduli seperti memberangkatkan masyarakat kurang mampu beribadah ke tanah suci, meningkatkan keterampilan guru, mengembangkan energi baru dan terbarukan, memberdayakan perempuan, serta program lainnya yang dapat mendukung terciptanya Sustainable Development Goals (SDG).

PT Insight Investments Management telah beroperasi sejak tahun 2003, mengelola puluhan produk reksa dana yang memiliki kontribusi terhadap masyarakat, serta telah mendapatkan berbagai penghargaan dan pengakuan publik. (***)