Depok

Depok

Wakil Walikota Depok Hadiri Focus Group Discussion Di Polres Depok

BERIMBANG.COM, Depok – Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Polres Depok yang mengangkat tema

“Peran Serta Potensi Masyarakat Dalam Memerangi Hoax dan Radikalisme Agar Tercipta Pemilu 2019 Yang Aman, Damai & Sejuk di Wilayah Kota Depok”. FGD berlangsung di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Selasa (19/3).

Pradi yang hadir mewakili Wali Kota Depok, menyambut baik pertemuan tersebut dan berharap masyarakat dapat memperoleh berita-berita yang benar. Menurutnya, dalam konteks radikalisme kita sepakat tidak ada satu agama pun setuju adanya radikalisme. “Itu kita perangi, tidak boleh tumbuh di Kota Depok,” tegasnya.

“Dalam rangka pemilihan umum di bulan april kita harus menjaga agar pemilu di Depok aman, nyaman, dan menyejukkan,” imbuhnya.

Pradi juga berharap agar setelah pertemuan ini disebarkan ke masyarakat, khususnya yang ada di lingkungan kita, agar permasalahan bisa diketahui sedini mungkin dan tidak melebar jauh.

Sementara Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto menjelaskan alasan mengangkat tema tersebut berdasarkan berita-berita hoaks, baik melalui media konvensional atau media sosial, nasional maupun internasional.

Menurut Kapolresta Depok, masyarakat perlu diberi pemahaman jangan sampai ketika berita diterima mempunyai efek opini atau pemahaman yang salah.

“Fenomena yang ada di masyarakat selalu diteruskan melalui group. Makanya sekarang kalau ada berita kurang benar yang disebarkan akan kena konsekuensi dengan Undang-Undang ITE,” jelas Didik.

“Indonesia adalah negara yang multisukubangsa, multietnis, dan multiagama. Tugas kita adalah harus memberi pandangan kepada masyarakat agar nilai kebangsaan wajib kita junjung tinggi,” pungkasnya.(Red).

Depok

Pradi Perkenalkan Golok Depok Menjadi Ciri Khas Budaya Depok

BERIMBANG.COM, Depok – Perhelatan Milad ke-2 Golok Depok yang digelar di Kampung 99 Pepohonan, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok dihadiri Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Camat Limo Herry Gumelar, Lurah Meruyung, Kapolsek Limo, Danramil 07/Limo, anggota DPRD Kota Depok dan anggota Komunitas Persaudaraan Golok Depok, Minggu (17/03/2019).

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan, kegiatan ini bukan hanya ingin melestarikan salah satu budaya di Kota Depok, tetapi juga memperkenalkan ciri khas budaya kota Depok, yaitu Golok Depok.

“Milad ke-2 Golok Depok ini untuk menumbuhkan semangat berkreasi. Golok Depok bukan hanya sekedar lambang saja, tetapi juga memiliki nilai unsur budaya,” ujar Pradi Supriatna.

Dikatakan Pradi, makna dari golok Depok bukan berarti kita gagah-gagahan dan terkesan golok itu menyeramkan dan galak. Tetapi harus dipahami nuansa budayanya dengan tidak meninggalkan rasa persaudaraan. Karena itu, kita harus bisa menggali informasi sedalam-dalamnya sampah sejauh mana pemahaman kita terkait golok Depok.

“Kenapa kita menjadikan golok sebagai budaya Depok, ini bukan sekedar gagah-gagahan tetapi kita harus mengerti tentang golok Depok. Ini merupakan ciri budaya kita,” jelasnya.

Menurut Pradi, berdasarkan pengalamannya berkunjung ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Terdapat beberapa senjata yang menjadi ciri khas nuansa budaya mereka. “Kita juga ingin memunculkan golok sebagai unsur budaya Depok. Ini potensi luar biasa dan harus ditonjolkan,” tegas Pradi.

Selain itu, dirinya juga ingin memperkenalkan budaya lain di Depok, seperti bahasa Depok yang lebih kental kepada bahasa Betawi seperti kata bentet, jojogan, dan ngejedok.

“kita jangan malu dengan bahasa seperti itu, itu ciri budaya Depok yang harus dipahami. Di Bekasi saja bisa kok bahasa seperti itu jadi budaya mereka, kenapa kita tidak. Kita harus menyelamatkan budaya Depok kepada generasi selanjutnya dengan memahami budaya kita sendiri,” pungkasnya.(iik).

Depok

Tak Terima Uang 200 Juta, Hersong Berencana Tuntut Balik Entin Dan Dian

BERIMBANG.COM, Depok- Aktivis pemuda Kota Depok, Hery Prasetyo (HP) alias Hersong menyangkal keras dituduh telah menipu dua pengusaha wanita Entin Partiwi dan Dian Dwi Kurniawati. Hersong dilaporkan ke polisi oleh Entin dan Dian atas dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 200 juta seperti diberitakan depoktren.com, Kamis (21/3/2019).

Laporan ke Mapolres Kota Depok tertuang dalam surat laporan/pengaduan, bernomor STPLP/2589/K/IX/2018/Resta Depok, tertanggal Senin 26 September 2018 yang ditandatanggani Kanit I SPKT, Inspektur Pol Sumari, SH dengan pelapor Entin Partiwi dan terlapor Hery Prasetyo.

“Itu fitnah!. Saya tidak pernah terima uang sebesar itu. Uang yang saya terima cuma Rp 100 juta sebagai uang operasional, itupun uangnya dibagi-bagi bersama-sama mereka juga. Calo kok laporin calo,” ujar Hersong saat mengadakan jumpa pers hak jawab di Rumah Makan Lele Nongkrong, Jalan Merdeka Raya, Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (23/3/2019).

Menurut Hersong, hubungannya dengan Entin dan Dian merupakan hubungan sesama broker proyek atau calo yang merancang untuk mendapatkan kegiatan proyek di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. “Saya akui kalau telah mencatut nama Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo (HTA). Itu upaya lobi-lobi saya, walaupun akhirnya HTA marah dan mereka sempat diusir saat bertemu. Saya tegaskan HTA nggak terlibat dan saya minta maaf telah mencatut namanya dan itu sudah saya tuangkan di dalam surat pernyataan diatas materai,” tutur Hersong.

Dia menambahkan, sebenarnya pihak kepolisian Polres Depok akan memediasi masalah ini untuk diselesaikan secara musyawarah. “Ya, saya sudah dipanggil dan dimintai keterangan pihak Polres Depok. Saya juga sudah dipertemukan dengan Entin dan Dian. Keputusannya, saya menyangupi pengembalian uang Rp 100 juta pada akhir Maret 2019. Tapi saya sayangkan, kok mereka sudah memblowup permasalahan yang mau diselesaikan dengan musyawarah ini ke media, kan jadi kacau semua,” jelas Hersong geram.

Perihal kwitansi senilai Rp 200 juta dari Dian yang ditandatanganinya tertulis untuk uang operasional. “HTA tidak pernah terima uang Rp 80 juta seperti dituduhkan. Pemberian uang secara bertahap dan saya semua yang menerimanya, HTA clear. Lucu kan, yang melapor ke Polres Depok itu Entin tapi kok yang merasa dirugikan Dian. Saya nggak merasa ada urusan dengan Dian. Saya akan lihat situasi dan pelajari dulu apakah akan menutut balik Entin dan Dian, tukas Hersong.

Sementara itu, HTA membantah terlibat saat dihubungi Radar Depok pada Jumat (22/3/2019). “Biarkan saja dulu, yang pasti itu tidak benar,” tuturnya.

Hal tersebut diyakinkan dengan dikirimkannya foto surat pernyataan yang dibuat Hersong pada tanggal 2 Agustus 2018. Dan ditandatangani di atas materai, yang menyatakan urusan yang berkaitan dengan pihak Entin dan kawan-kawan tentang hutang piutang atau titipan uang sesuai kuitansi yang ada di pihak Entin. Tidak ada kaitannya dengan HTA, adapun yang tertera dalam kuitansi adalah hanya sebuah pencatutan nama saja. Dirinya pun tidak menyerahkan dana apapun ke HTA.

“Biar Hersong saja yang jelaskan seperti apa, saya tidak ada urusannya. Sebelum naik berita, tidak ada klarifikasi ke saya kok,” tegas HTA.

Iik

Depok

Idris Berencana Naikkan Dana Operasional Posyandu Sebesar 8 Juta Pada Tahun 2020

BERIMBANG.COM, Depok – Walikota Depok, Mohammad Idris akan menaikkan bantuan operasional posyandu se Kota Depok pada tahun 2020 mendatang.

“Kami sedang menghitung uangnya, ini bukan janji ya. Untuk dana operasional posyandu kami naikkan dua kali lipat. Dalam RKPD besok kami hitung total semuanya untuk kegiatan RPJMD, jika sudah tercover semuanya kami akan cek lagi mana yang belum tercover tapi sudah masuk dalam RPJMD, itu akan kami tambah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/3).

Ia menambahkan, dana operasional setiap posyandu yang ada di Depok tahun ini hanya Rp 4 juta. Dari itu, Idris akan menaikkan menjadi dua kali lipat atau sebesar Rp 8 juta pada tahun 2020 mendatang.

“Kalau memang cukup uangnya kami naikkan menjadi Rp 8 juta, itu untuk operasional,” terangnya.

Tak hanya menaikkan bantuan operasional posyandu, Pemerintah Kota Depok di tahun ini juga akan memberikan bantuan kepada lebih 20 posyandu yang ada di Depok dengan nilai masing-masing Rp 50 juta.

“Itu untuk pembangunan fisiknya Rp 50 juta per satu posyandu. Misalnya ada wakaf atau hibah lahan untuk posyandu, itu anggaran pembangunannya kami berikan Rp 50 juta, sisanya swadaya masyarakat,” katanya.

Idris juga berharap, lahan fasos-fasum yang diberikan pengembang tidak melulu dibelikan lahan untuk pemakaman namun dapat juga dibangun posyandu dan fasilitas umum lainnya.(Iik).

Depok

Walikota Depok Resmikan Turnamen Bulutangkis Walikota Cup 2019

BERIMBANG.COM, Depok – Turnamen kejuaran bulutangkis Walikota Cup 2019 diharapkan dapat melahirkan pebulutangkis handal Depok yang bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Harapan itu disampaikan Walikota Depok, Mohammad Idris saat meresmikan pembukaan Kejuaraan Bulutangkis Cup 2019 yang digelar PBSI Cabang Depok di GOR Tirta Melati, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, belum lama ini.

Melalui kejuaraan tersebut,  Walikota Depok menaruh harapan besar kepada PBSI Cabang agar bisa melakukan pembinaan terhadap bibit pebulutangkis Depok, sehingga bisa berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
peserta pelajar 

“Kami berharap lewat even ini akan lahir bibit atau pebulutangkis handal yang dapat mengharumkan Kota Depok, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata idris.

Ketua PBSI Cabang Depok, Qurtifa Wijaya mengharapkan, baik Pemkot Depok maupun provinsi Jawa Barat perbanyak event-event kejuaraan untuk pembinaan, tidak hanya saat event HUT Kota Depok saja.

“Akan tetapi juga event pada moment seperti HUT Kemerdekaan RI atau lainnya, sehingga pembinaan bisa kontinyu,” ujar Qurtifa kepada wartawan.

Menurutnya, turnamen kejuaraan bulutangkis Walikota Cup 2019 dalam rangka memperingati HUT ke 20 Kota Depok diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporayata) Depok bersama Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) cabang Depok.
Panitia menyediakan hadiah untuk juara pertama memperoleh hadian uang Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta dan juara ketiga Rp1 juta.
Kejuaran ini dikuti sebanyak 96 pasang terdiri dari kategori umur 14-17 tahun sebanyak 64 pasang dan kategori umur 18 ke atas sekitar 32 pasang.

“Peserta kejuaraan ini khusus untuk warga ber-ktp Depok, kartu pelajar dan kartu keluarga domisili di Depok,” ujar Qurtifa. (Red).

Depok

Perkara Janji Proyek, HTA Sebut Ada Yang Bawa – bawa Namanya

BERIMBANG.COM, Depok – kasus penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh pengusaha asal Depok berdasarkan Laporan ke Mapolres Kota Depok tertuang dalam surat laporan/pengaduan, bernomor STPLP/2589/K/IX/2018/Resta Depok, tertanggal Senin 26 September 2018 yang ditandatanggani Kanit I SPKT, Inspektur Pol Sumari, SH perkaranya sudah memasuki gelar perkara.

Dalam perkara tersebut disebutkan nama Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo ( HTA) yang tercantum di surat pernyataan yang dibuat Heri Prasetyo pada tanggal 2 Agustus 2018. Surat pernyataan tersebut menjelaskan tidak adanya keterlibatan Hendrik Tangke Allo dan juga tidak ada aliran dana kepada dirinya ( HTA.Red).

Ketika di Konfirmasi berimbang.com Hendrik Tangke Allo menanggapinya dengan santai bahwa menurutnya isi surat pernyataan itu sudah sangat jelas ditulis Heri Prasetyo, Hendrik juga merespon agar mengikuti proses hukum yang sedang berjalan di Polres Depok.

” Tapi menurut saya dengan pernyataan itu sudah sangat jelas jadi kita ikuti saja proses pelaporan yang membawa – bawa nama saya,” ujar Hendrik melalui sambungan selulernya.Jum’at ( 22/3).

Disinggung ada informasi pertemuan dengan pelapor dan terlapor, Hendrik juga menyampaikan, siapapun bisa bertemu dengannya. ” Semua orang boleh ketemu dengan saya siapapun itu,” tegasnya. (Iik).

Depok

Kesal Di Janjikan Proyek 20 M, Pengusaha Depok Laporkan HP Ke Polres Depok

BERIMBANG.COM, Depok – Pengusaha Asal Depok, Entin Partiwi resmi melaporkan oknum yang mengaku dekat dengan salah satu pejabat penting dengan memberikan janji proyek Infrastruktur senilai 20 Milyar yang ada di beberapa dinas dilingkungan Pemerintah Kota Depok, bahkan dirinya diperlihatkan dokumen proyek oleh Terlapor Heri Prasetyo untuk memilih proyek yang dapat diakomodir.

Pelapor, Entin Partiwi mengatakan, Kejadian yang menimpanya membuat dirinya kesal sebab proyek yang dijanjikan sudah setahun belum ada realisasinya , hanya selalu memberikan janji sehingga Entin sudah tidak sabar dan melaporkan oknum tersebut kepada pihak kepolisian.

” Saya selalu diberikan janji- janji manis hingga setahunpun proyek tidak pernah diberikan, saya hanya minta kembalikan uang tetapi itikad baiknya memang tidak ada,” ujar Enti kepada berimbang.com di bilangan Margonda Raya. Kamis (21/3).

Entin sangat mempercayai terlapor dengan memberikan uang karena dirinya selalu dibawa oleh terlapor menemui pejabat yang ada di beberapa dinas Kota Depok dan Pejabat tinggi di DPRD Depok.

” Waktu menyerahkan uangpun, Pejabat tinggi di DPRD Depok hadir dalam pertemuan tersebut, saya punya bukti – buktinya,” ucap Entin dengan nada yakin.

Sementara itu, salah satu saksi, Dian Dwi Kurniawati berharap kepada pihak kepolisian Depok untuk segera cepat menangani kasus yang menimpanya agar segera di proses hukum dan pelaku mendapatkan efek jera.

” Kami punya bukti semua atas tindakan terlapor atas uang yang diterimanya sebesar 200 Juta rupiah dengan diangsur beberapa kali, untuk itu kami mengharapkan sekali pihak Polres Depok bekerja secara profesional dalam melayani masyarakat,” tutupnya. ( Iik).

Depok

SMPN 2 Depok Rutin Lakukan Pengurangan Sampah Plastik

BERIMBANG.COM, Depok Jaya – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Depok Jaya, Kota Depok melalui Kepala Sekolahnya melakukan gerakan memilah sampah dan pengurangan volume sampah plastik di Kota Depok. Kepala Sekolah SMP Negeri 02 Drs.Purnomo sudah menghimbau kepada siswa untuk mengharuskan siswa membawa wadah makanan, sehingga saat jajan di kantin sekolah, siswa tidak perlu lagi diberikan styrofoam atau plastik pembungkus makanan. Bahkan, Purnomo sudah menerapkan cara ini sejak dirinya masih menjabat sebagai kepala Sekolah di SMPN 05 Beji Timur, Depok.

Tidak hanya itu, pedagang di kantinpun diharuskan untuk tidak menyajikan jajanannya kepada siswa dengan menggunakan bungkus plastik atau Styrofoam.
“Semua pedagang di kantin saya kumpulkan, saya bimbing, kalau kalian dagang di sini pure, murni hanya kepentingan ekonomi, silahkan kalian dagang di pasar, di pasar saja ada aturannya apalagi di sekolah”, tegas Purnomo saat diwawancarai berimbang.com, Senin, (18/03/2019) di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, Purnomo menyampaikan, setiap hari saat lakukan apel pagi dan Jum’at dirinya lakukan bimbingan dan sekaligus melakukan pembersihan di sekolahan serta di sekitar lingkungan sekolah.
“Setiap lima hari terakhir kita lakukan evaluasi, supaya di hari Senin kedepannya kita tidak melakukan kesalahan yang sama”, tandasnya.

Menariknya lagi, Purnomo juga memberikan sertifikat kejujuran kepada siswa yang menemukan barang hilang dan mau mengembalikannya.
“Siswa yang jujur menemukan uang aja saya kasih sertifikat, selama ini kan kalo ada uang yang hilang pas diumumkan ada yang mengaku dan benar kronologisnya lalu dikasihkan selesai, kalo ga ketemu paling masuk kotak amal masjid”, jelasnya.

Diceritakannya, dulu, sekolah yang juara itu satu sampai tiga, juara rangking kelas, tapi anak yang sopan santun, yang bicara lemah lembut, memakmurkan masjid, anak yang rajin ke perpustakaan anak yang meninggalkan kelas untuk shalat Dhuha itu tidak diberi penghargaan.

Intinya, Sekolah itu tidak hanya kompetensi akademis, tapi nilai – kehidupan juga diterapkan agar siswa selalu menerapkan pola hidup yang baik.
“Mutiara yang hilang, jadi yang dapat sertifikat bukan hanya siswa/siswi yang punya rengking di kelas atau juara di luar sekolah itu sudah umum, tapi yang rajin sholat, sopan santun, menemukan barang di kembalikan, itulah pembinaan karakter yang sebenarnya,” tuturnya. (adi).

Depok

Menteri Agama Bantah Kasus Jual Beli Jabatan di Kementerian Agama

BERIMBANG.COM, Pancoranmas – Tertangkapnya Ketua Umum PPP Romahurmmuziy alias Romi yang menarik perhatian publik hingga sampai saat ini, KPK mengaku mendapat banyak laporan terkait dugaan pengaturan Jabatan di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag), dugaan ini sedang didalami KPK. Namun dugaan tersebut menyeret Ketum PPP Romi menghuni rutan KPK.

“Itu yang sedang didalami oleh KPK dan laporannya sebenarnya banyak. Banyak, banyak yang lain, ada beberapa pelaporan, jadi laporan yang kami terima bukan hanya satu, banyak. Bukan cuma di Jawa Timur, di tempat lain juga ada soal jual beli jabatan,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jalan Kuningan, Jakarta Selatan (18/3/2019).

Sementara, Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan, tidak tau dalam hal itu dan di Kementrian Agama saat ini tidak pernah ada praktek jual beli Jabatan, baik yang Eselon I maupun Eselon II bahkan sampai di Daerah Daerah pun tidak pernah ada.

“Saya sama sekali tidak tau praktek – praktek seperti itu, karena kita bekerja sesuai prosedural sesuai dengan ketentuan aturan perundang undangan yang berlaku”. Kata Lukman Hakim kepada media berimbang.com seusai menghadiri acara Inspiring Dialogue di pondok pesantren Darul Akhyar, Parung Bingung Rangkapan Jaya, Kota Depok (17/03).

Dirinya menambahkan, sudah terlalu banyak korban yang jatuh, sudah terlalu banyak pencemaran terhadap institusi kementrian agama. Namun dirinya tetap menghimbau kepada bawahannya untuk tidak terpengaruh terhadap isu-isu yang miring kepada Institusinya tersebut.

Lukman berharap, penyimpangan – penyimpangan dan lain sebagainya, KPK bisa mengungkap kasus ini secara tuntas sehingga ini dapat menjadi pelajaran dan peringatan keras bagi seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk jangan main – main dalam persoalan ini. (Ad)

Depok

Idris Tutup Turnamen Walikota Cup, Askot PSSI Depok Akan Gairahkan kembali Kejayaan Sepakbola Depok

BERIMBANG.CON, Beji – Family FC berhasil keluar sebagai juara satu turnamen sepak bola merebutkan piala Walikota Depok, setelah dibabak final berhasil mengalahkan Granades FC dengan kesucahan 1 – 0. pertandingan di babak kedua ketegangan sempat terjadi karna lawan ingin menyamakan kedudukan, namun nasib sial di alami granades FC dan akhirnya granades FC berhasil menyabet juara kedua. 

Turnamen sepak bola Walikota Cup yang berlansung di lapangan HW Beji Timur, Kecamatan Beji Kota Depok akhir nya secara Resmi di tutup oleh Walikota Depok Muhammad Idris, Mknggu (17/03/19).

“Turnamen sepak bola membuktikan besarnya minat dan perhatian masyarakat terhadap sepak bola. Turnamen Sepak Bola yang memperebutkan piala Walikota ini akan terus digelar pada tahun-tahun mendatang,”ujar Idris pada media berimbang.com seusai menutup turnamen di lapangan HW Beji Timur kemaren.

Walikota menuturkan, turrnamen ini tidak saja untuk memperingati Hari jadi Kota Depok yang ke 20 Tahun 2019. Namun juga untuk menghidupkan kembali persepakbolaan yang telah lama hilang.

“Dulu Depok di kenal sepakbola melalui Persikad, tapi ini akan kita kembalikan kejayaan sepakbola Kota Depok seperti dulu lagi,” ungkapnya.

Selain itu masih kata Walikota, untuk kembali menjalin silaturrahmi dan kebersamaan di antara sesama klub klub di bawah naungan Askot PSSI Kota Depok, serta mencari atlet-atlet terbaik yang dipersiapkan untuk bersaing di tingkat provinsi maupun ditingkat nasional. 

Di samping para pengurus Askot diri minta kepada pengurus KONI dan seluruh komponen yang terlibat dalam persepakbolaan di Kota Depok, ikut memberikan masukan dan meyeleksi guna memilih atlet-atlet terbaik guna memperkuat tim Kota Depok pada even selanjutnya. 

“Atlet-atlet muda, anak-anak yang berbakat dan berpotensi usia 16-26 tahun dapat memperkuat kontingen sepak bola pada even Porda Jabar yang akan datang dengan target dapat Emas,”  tegasnya.

Ketua Askot PSSI Kota Depok Mayadi Rakasiewi mengatakan, Turnamen sepak bola Walikota Cup di ikuti oleh 44 klub, dari berbagai level kompetisi Askot. Sedabgkan untuk lokasi pertandingan terselenggara di 3 wilayah Kecamatan.

“Kami akan selalu komitmen untuk memajukan persepakbolaan di Kota Depok dan mengangkat kembali kebesaran sepakbola pada waktu dirinya masih menjadi pemain di Persikad Depok,” ujar mayadi.

Mayadi menyebutkan, hasil turnamen sepak bola Walikota cup tahun 2019 yakni Juara 1 Family FC Tapos, mendapatkan hadiah berupa piala bergilir, piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp.7.000.000,- Juara 2, Granades FC Cilodong, mendapatkan piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp. 5.000.000,- Juara 3, GMC Bojongsari FC mendapatkan piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp. 3.000.000,- dan Juara 4, PSP Sawangan, mendapatkan piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp.1.500.000,-..

“Selain itu kami memberikan uang pembinaan kepada pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, klub terbaik dan para pemilik lapangan atas kerjasamanya selama turnamen berlangsung,” tutur nya.(adi).