Depok

Depok

Menyambut Hari Pahlawan, Koramil 2123 Cijeruk Menggelar Karya Bakti Di Monumen Pertempuran Maseng

BERIMBANG.COM, Bogor- Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan 10 November, Koramil 2123 Cijeruk  Melaksanakan Giat Karya Bakti Di Monumen Pertempuran Maseng yang berlokasi di Kampung Maseng, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupten Bogor, jumat (8/10/19) pagi tadi.

Giat Karya Bakti tersebut yang di ikuti oleh Muspika Kecamatan Cijeruk-Cigombong, Para Kepala Desa, Satpol PP Cijeruk-Cigombong, DLL AJ, Ormas Laskar Dewa, Pemuda Pemuda Panca Marga, Organisasi Kepemudaan, Satgas Bersih Narkoba Desa Warung Menteng, serta Masyarakat setempat.

Pantauan Berimbang.com dilokasi, Sebelum kegiatan tersebut dimulai dilaksanakan apel bersama yang langsung dipimpin oleh Danramil 2123 Cijeruk, Mayor INF Suparno. Saat melaksanakan apel, Mayor INF Suparno menerangkan sedikit tentang sejarah pahlawan.

Dirinya mengatakan, Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengingat kembali perjuangan rakyat maseng pada umumnya seluruh indonesia. Pada peringatan hari pahlawan ini sebagai generasi penerus bangsa harus mengenang dan marawat disetiap monumen pertempuran, karena kalau tidak ada para pahlawan yang memperjuangkan kita tidak bisa menikmati kemajuan jaman yang sekarang ini kita rasakan.

“Harapan kami kdepannya monumen pertempuran maseng ini harus kita jaga dan dirawat dengan baik jangan sampai terlupakan oleh werga kecamatan cijeruk, caringin, cigombong, khusnya bagi warga maseng sendiri,” pungkasnya.

(Na/Wan)

Depok

Butuh Perhatian Pemkot Depok, Kelengkapan Kerja Damkar Belum Memadai

BERIMBANG.COM, Depok –  Alat pemadam kebakaran (APD) berupa Fire jaket, sarung tangan, sepatu harvik, helm dan masker belum memadai bahkan hampir 80 persen dari sekitar 150 anggota pengendali operasi Pemadam Kebakaran Kota Depok  tidak mempunyaI APD sebagai pelindung diri untuk pemadaman api.

Komandan Regu A Kota Kembang, Ansori mengatakan, sudah hampir sepuluh tahun kelengkapan yang dipunyai Dinas Pemadam Kebakaran tidak pernah Pemerintah Kota Depok menganggarkan dana untuk kelengkapan Damkar karena menurutnya itu sangatlah penting.

” Sangat penting sekali karena kami dilapangan mempunyai resiko dan tanggung jawab untuk menanggulangi musibah yang setiap harinya masyarakat kota Depok membutuhkan kita untuk segera cepat menanganinya dengan baik ,” kata Ansori.belum lama ini.

Seperti contoh, masih Ansori, Bilamana ada kebakaran di Apartemen, pihaknya merasa kesulitan jika terjadi kebakaran di wilayah tersebut karena alat tidak memadai, dia menyebut tidak siap untuk menangani Apartemen bila terjadi kebakaran.

Ansori berharap Pemerintah Kota Depok lebih serius lagi untuk secepatnya mengakomodir keluhan yang dialami oleh petugas Damkar karena dapat mengakibatkan kecelakaan kerja dalam melakukan tugas- tugas kemanusiaan.

” Tugas kami bukan hanya untuk memadamkan api saja, selain itu banyak yang dikerjakan seperti, evakuasi mayat, evakuasi mayat dalam sumur, evakuasi tawon, evakuasi ular dan yang lainnya,” jelas Ansori.

” Bagaimana anggota Damkar mau menyelamatkan korban, tapi tidak ditunjang peralatan yg memadai. Yg ada anggota Damkar bukannya menyelamatkan korban bisa diselamatkan orang. Dimana sesuai Standar Operasional pemadaman dituntut harus Wajib menggunakannya. Bagaimana anggota Damkar mau dituntut harus profesional bila semuanya peralatan penunjang tidak ada

Selain APD, Ansori juga menjelaskan alat penunjang kelengkapan lainnya adalah Alat Penunjang Personil diantaranya :

Hatchet (kampak kecil)
Flat Head Axe (kampak berkepala besar/rata)
Pick Head Axe (kampak berkepala cangkul)
Pry Axe (kampak pendobrak bergerigi)
*jenis pengungkit :
Pry Bar (lingggis)
Halligan Tools (ganco)
*jenis pengait :
Pike Pole
Closet Hook
Quick Hook
*Jenis Gergaji :
Chain saw (gergaji mesin)
Gergaji buat beton

Cutting Manual (alat potong)
Godam
Thermal Camera (utk mengetahui suhu panas, api dan korban)
Senter
Handy Talkie (alat komunikasi)
Rope (tali)
Webbing (tali tubuh dan banyak manfaatnya)
Cara biner
Figure Eight

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Operasional, Welman Naipospos membenarkan adanya Alat Pelindung Diri dan penunjang kerja di Dinas Pemadam Kebakaran memang belum memadai untuk itu, Wilman meminta kepada petugas Damkar untuk memanfaatkan kelengkapan yang ada serta untuk merawatnya dengan baik.

Terkait usulan pengadaan APD yang diajukan ke bidang Sarana dan prasarana Dinas Pemadam Kebakaran, Welman menjelaskan usulan tahun ini sudah diserahkan agar nantinya di tahun depan di 2020 sudah ada penambahan untuk kelengkapan kerja dan pihaknya juga sudah mengusulkan untuk penambahan petugas.

” Kami sudah usulkan, mudah – mudahan tahun depan dapat terealisasi ditambah SDM yang kita miliki sudah ada peningkatan dalam melakukan  kinerja petugas damkar di lapangan, ” terang Welman.

Memang selama ini, masih Welman, Perhatian Pemerintah Kota Depok kepada Dinas Pemadam Kebakaran belum maksimal, untuk itu pintanya Pemkot lebih perhatian lagi dalam hal menunjang kelengkapan kerja petugas.

Iik

Depok

Anak Jalanan Depok Di Hari Sumpah Pemuda

BERIMBANG.COM, Depok – Anak jalanan dianggap negatif oleh sebagian masyarakat karena dianggap tidak mempunyai bakatnya dalam bidang musik, tetapi anak jalanan yang ada di Kota Depok berbeda dengan yang lainnya karena mampu memberikan nilai yang positif dan mampu berkarya dalam bidang masing – masing untuk memberikan kenyamanan khususnya warga Depok.

Hal tersebut, coba dibantah Seniman Terotoar (Seter) Komunitas Kampung Kita Depok K3D Kota Depok. Caranya, dengan menggelar Street Konser di Jalan Raya Margonda di Hari Sumpah Pemuda.

Teuku Gema Azansyah, selaku koordinator musisi terpadu K3D tidak mau dianggap remeh, untuk itu kami anak jalan berupaya mengikis stigma masyarakat dengan mengadakan kegiatan- kegiatan positif dan berati bagi masyarakat.

” Kami anak jalanan di Kota Depok ingin berarti Dimata masyarakat Depok dengan menunjukan cinta tanah air bahwa kamipun memiliki itu, ” ujar Gema belum lama ini.

Selain itu, dia juga tidak ingin adanya suatu perdebatan yang dapat menjadikan konflik Dimata masyarakat karena tujuannya jelas yaitu berkarya apa yang dapat diberikan kepada sesama apalagi dengan adanya keinginan melakukan unjuk rasa, itu menurutnya tidak perlu dalam melakukan hal – hal tersebut.

Lanjutnya, masih Gema, dirinya juga akan menjunjung tinggi kedamaian antar sesama manusia karena dengan menjunjung kedamaian diharapkan dapat mempersatukan masyarakat tanpa adanya konflik antar masyarakat.

” Kami menilai dengan menjunjung kedamaian dan kemerdekan tapi kami juga menjunjung tinggi tatakrama, ” pungkasnya.

Iik

Depok

Tuai Protes Di Ajang Kejuaraan Pencak Silat, Ini Tanggapan Panitia Walikota Cup

BERIMBANG COM, Depok – Pendaftaran peserta  Atlit Pencak Silat antar pelajar SMP, SMA dan SMK dibawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia ( IPSI) Kota Depok dalam ajang Walikota Cup menuai protes dari salah satu perguruan Pencak Silat, Pasalnya uang pendaftaran peserta yang akan mengikuti kejuaraan pencak silat dipungut biaya oleh panitia.

Ketua Panitia Pencak Silat Walikota Cup, Dullah Kastur membenarkan adanya  pungutan biaya tersebut dan dibebankan kepada pihak sekolah bila yang mengikuti pelajar sedangkan dari peserta  perguruan pencak silat di bebankan pelatih, itu untuk membantu dana yang di diperoleh tidak mencukupi untuk pembiayaan kejuaraan yang akan digelar.

” Kami panitia sudah melakukan musyarawah dalam kegiatan ini termasuk mengundang pengurus pencak silat untuk mencari solusi dalam hal pendanaan dan hasilnya kami sepakat untuk memungut biaya pendaftaran kepada peserta yang mau mengikuti kejuaraan, ” terang Dullah kepada berimbang.com melalui sambungan telepon sululernya. Minggu ( 27/10/2019).

Terkait protes yang dilayangkan salah satu perguruan pencak silat, Dullah menilai pengurus perguruan silat tersebut tidak mengikuti rapat yang digelarnya.

” Kami undang semua perguruan pencak silat yang ada di Kota Depok dan dalam hal ini kegiatan ini juga pihak pengurus IPSI Dan KONI juga mengetahui hasilnya dalam pembahasan rapat,” jelas Dullah.

Sebelumnya, salah satu pengurus perguruan pencak silat, TB Toto melakukan protes keras kepada panitia penyelenggara Walikota Cup karena dinilai memberatkan peserta untuk menyalurkan bakatnya diajang kejuaraan pencak silat yang rencananya akan digelar 29 November sampai dengan I Desember 2019.

TB.Toto menilai sangat aneh atlet dikenakan biaya sedangkan KONI Depok mempunyai anggaran untuk para atlet.

” Jadi Aneh kok atlit dikenakan biaya,
bukankah KONI sudah mengalokasikan anggaran untuk setiap Cabang Olah Raga (Cabor),” Kata Toto.

Lalu, lanjut Toto dengan mengatasnamakan Walikota Cup jangan memaksakan untuk dilaksanakan,daripada harus membebani para atlit sedangkan kejuaraan ini adalah untuk kebaikan Depok kedepan.

” Bayangkan, atlit mau bertanding saja, dia harus menyiapkan fiisik, mental, pikiran ditambah biaya pula. Aneh sulit juga mau jadi Atlit  diKota Depok. harus punya biaya,” jelas Toto.

” Sejak tahun 80 an saya ikut mendirikan IPSI Depok & Membesarkannya.
Dan baru sekarang IPSI Seperti ini, “tutup TB.Toto dengan nada kesal.

Iik

Depok

Relawan Lebah dan H. Acep Syukuran Sekaligus Launching Gerobak Motor Usaha Anak Punk

BERIMBANG.COM, Depok – Relawan Laskar Berani Hijrah (Lebah) dan H. Acep Al Al Azhari mengadakan Syukuran yang dirangkai Launching Gerobak Usaha Anak Punk yang berlangsung di Sekolah Masjid Terminal Depok, Jumat (25/10/2019).

Dikatakan Ketua Relawan Lebah Wirawan Yosh, Lebah adalah tempat sarana dakwah dari kalangan marjinal, pengamen pemulung, penjudi, perampok, preman dan anak punk yang kita bina disini untuk dekat kepada Tuhannya, dekat pada Allah SWT.

“Alhamdulillah..malam ini kami dapat melaunching Gerobak Motor untuk anak punk berjualan Sosis Bakar Laskar Berani Hijrah bantuan dari Bapak H. Acep Al Azhari yang begitu peduli terhadap kehidupan anak jalanan,” ujar Wirawan yang didampingi Ustad Hendra selaku pembina sekaligus guru ngaji anak jalanan.

Dikatakan Wirawan, H. Acep bukan hanya sekedar peduli kepada nasib anak-anak jalanan tetapi juga memberikan solusi dengan memberikan gerobak motor untuk kelangsungan kehidupan sehari hari.

“Ini sebuah terobosan dan solusi yang diberikan oleh Pak H. Acep terhadap anak jalanan yang ada di Depok. Mereka diajarkan untuk menjadi pelaku ekonomi,” jelasnya.

Dirinya berharap melalui bimbingan yang ada di Laskar Berani Hijarah ini, kedepannya anak jalanan memiliki kemampuan atau skil untuk bekerja, mereka terbina dan diberikan pelatihan serta solusi untuk dapat bekerja dan harapan Lebah mereka lebih dekat sama Tuhan nya. “Karena yang kita sangat harapkan mereka jauh dari hal hal yang membahayakan dirinya seperti narkoba kriminal dan sek bebas,” harapnya.

Dikesempatan yang sama Adie Rakasiwi Pimpinan Redaksi Koran Depok Pembaharuan (Debar) yang hadir mewakili H. Acep Al Azhari menyampaikan, bahwa kedepannya akan terus bersinergi kerjasama untuk membina anak – anak jalanan untuk menjadi pelaku ekonomi tanpa ketergantungan dengan hidup dijalanan.

Menurut Adie seharusnya hal ini merupakan tanggung jawab serta tugas dan kewajiban Pemkot Depok dalam melakukan pembinaan kepada anak-anak jalanan yang tersebar di Depok.

“Bukan hanya sekedar ditangkepin tanpa ada solusi, apalagi saat penangkapan membuat trauma yang dalam kepada mereka,” pungkasnya.

Red

Depok

Hari Santri, H. Acep: Menata Diri Agar Tidak Terbawa Arus Budaya Dan Pergaulan

BERIMBANG.COM, Depok – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2019 terasa gaungnya dengan penyelenggaraan apel dan beragam kegiatan. Bahkan, bagi ASN Kota Depok dianjurkan mengenakan pakaian muslim pada 22 Oktober 2019 sebagai bentuk penghormatan HSN.

Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Depok H. Acep Al Azhari mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum yang mengingatkan kita pada pola pendidikan Pesantren yang sangat kental dengan muatan religi.

“Zaman sekarang ini, nilai hidup baik dan buruk, halal dan haram sudah sangat tipis perbedaannya. Kalau kita tidak peka, tentunya bisa celaka hidup kita,” tutur H. Acep, Selasa (22/10/2019).

Sebagai tokoh pendidikan, dirinya mengimbau untuk para pendidik atau penyelenggara pendidikan hendaklah cerdas dalam menjalani kehidupan. Pasalnya, baik pada diri sendiri dan anak didik bisa menyelamatkan diri dari dunia dan akhirat.

“Jadi, Hari Santri Nasional itu bukan sekedar pakaiannya santri, tapi menata bagian dalam diri kita agar tidak terbawa arus budaya dan pergaulan yang akan menyesatkan hidup kelak dikemudian hari,” tandasnya.

Red

Depok

Hibah Bangunan Lama Kantor Kecamatan Sukmajaya Dipertanyakan

BERIMBANG.COM, Depok – Pelaksanaan Pembangunan dan penataan lingkungan Kantor Kecamatan Sukmajaya Kota Depok menelan dana APBD sebesar 6,6  Milyar sedang dikerjakan oleh PT. Dasa Malintas. Eks Bongkaran bangunan menjadi sorotan  warga sekitar dikarenakan hibah bangunan lama yang telah dibongkar tidak ada kejelasan surat hibahnya diperuntukkan untuk siapa.

Informasi yang dihimpun berimbang.com, warga sekitar mempertanyakan puing dan besi yang diangkut oleh mobil pik up apakah sudah diserahkan oleh bagian aset apa belum sebab informasi yang diinginkan oleh  warga belum terjawab sampai saat ini.

Ketika di konfirmasi permohonan hibah kepada kepala Badan Keuangan Depok melalui kepala Bidang Aset, Fadli mengatakan, selama ini permohonan hibah dari Camat Sukmajaya belum diserahkan ke bagian aset, untuk itu pihaknya belum mengetahui hibah bekas bangunan tersebut.belum lama ini.

Menanggapi hal tersebut, Camat Sukmajaya, Tito Ahmad,Riyadi membenarkan permohonan hibah sudah diserahkan kepada bagian aset tetapi ada beberapa berkas yang perlu dilengkapi.

” Kami sedang melengkapi berkas – berkas pendukung yang belum lengkapi, ” ujar Tito.

Sementara itu rilis yang di dapat dari pihak pelaksana, Surat Berita Acara serah terima lahan proyek  Pembangunan Dan Penataan lahan Kantor Kecamatan Sukmajaya dengan Nomor :  648/ 301/ IX/ 2019 menerangkan pihak kecamatan Sukmajaya telah mengadakan pemeriksaan bersama untuk memulai pekerjaannya diarea lahan tersebut, maka kami sebagai perwakilan pemberian tugas memberikan tanggung jawab atas lahan tersebut kepada kontrakan.

Iik

Depok

Pemkot Depok Dan PT PJR Harus Duduk Bareng Selesaikan Perselisihan Pasar Kemirimuka

BERIMBANG COM, Depok – Belum tuntasnya perselisihan Pasar Kemirimuka membuat terhambatnya pembangunan pasar yang seharusnya pasar yang tidak layak hingga terkesan kumuh dapat segera dilakukan revitalisasi pasar.

Saling gugat antara kedua belah pihak antara Pemerintah Kota Depok dan PT Petamburan Jaya Raya ( PT. PJR)  maupun yang dilakukan pihak pedagang tidak akan menghasilkan suatu solusi bila Pemangku jabatan di Kota Depok dengan  PT PJR  tidak melakukan duduk bersama untuk menghasilkan suatu kesepakatan dan akan sulit untuk menjadikan pasar bernilai ekonomi untuk masyarakat Kota Depok.

Kuasa Hukum pedagang pasar kemirimuka, Leo Prihadiansyah, SH mengatakan, saling gugat yang dilakukan kedua belah pihak tidak akan menyelesaikan masalah karena pihak kuasa hukum PT PJR selalu melawan sehingga dalam segi hukum diperbolehkan untuk melakukan proses hukum sesuai dengan undang – undang.

” Kami sudah menawarkan kepada PT Petamburan melalui kuasa hukumnya untuk melakukan musyawarah atau duduk bareng dengan Pemerintah Kota Depok tetapi selalu gagal,” ujar Leo melalui sambungan selulernya. Sabtu ( 19/10).

Hukum perdata sampai puluhan tahun pun tidak akan selesai- selesai, pastinya selalu saling gugat terus dan jadinya lahan pasar kemiri menjadi sengketa yang berkepanjangan tidak seleaainya. Tambah Leo.

Proses musyawarah, masih Leo, yang akan dilakukan bukan hanya Pemerintah Kota Depok tetapi harus melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan daerah yaitu Kejaksaan Negeri Depok, Kapolres Depok serta Badan Pertanahan Nasional dan pihak terkait yang mempunyai kepentingan dalam hal tersebut.

” Jangan ada campur tangan lain selain forkopimda, BPN dan PT. Petamburan, karena kalau ada akan memperkeruh suasana sehingga tidak akan menghasilkan apa – apa,” pungkasnya..

Iik

Depok

Sengketa Lahan Pasar Kemirimuka, Pemkot Depok Dan Pedagang Selalu Kalah

BERIMBANG.COM, Depok  – Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Depok dalam melakukan sidang perdata baik gugatan, peninjauan kembali hingga kasasi sebanyak delapan kali terhadap aset kepemilikan lahan Pasar Kemiri Muka, Beji yang dimiliki PT Petamburan Jaya Raya (PJR)  sejak 13 tahun bergulir dipastikan PT PJR pemegang kepemilikan Sah lahan pasar Kemirimuka.

Kasus ini muncul saat pihak PT PJR ingin kembali menata ulang serta merenovasi bangunan pasar yang sebagian sudah rusak namun Pemkot Depok menolak dengan dalih Surat Hak Guna Usaha (SHGU) sudah habis masa berlaku setelah 20 tahun dan lahannya harus kembali menjadi aset Negara.

Ternyata dalam kegiatan persidangan perdata yang memakan waktu hampir belasan tahun ini pihak Pemkot Depok selalu kalah untuk menyakinkan keberadaan lahan atau aset yang sejak awal memang milik PT PJR. Data persidangan gugatan untuk memastikan kepemilikan lahan sesuai hukum yang berlaku di delapan kali persidangan antara lain.

Gugatan pertama yang dilayangkan Pemkot Depok terhadap PT Petamburan Jaya Raya (PJR) yaitu antara lain di Pengadilan Negeri (PN) Bogor No. 36/pdt/G/2009/PN Bogor tergugat Pemkab. Bogor, Pemkot Depok dan pedagang Pasar Kemiri Muka, tanggal 1 April 2010 dinyatakan kalah oleh Hakim Ketua Sri Asmarani didampingi hakim anggota Ekova Rahayu A dan Agus Widori. Kemudian Pemkot Depok melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Bandung ternyata Hakim Ketua Zoebar Djajadi dan hakim anggota Wiwik Widijastuti serta Sjofian Moehammad memutuskan Pemkot Depok kalah tanggal 5 Oktober 2010.

Kurang puas hasil di PT Bandung, Pemkot Depok kemudian melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) hasilnya kembali kalah dengan nomor putusan 695 K/pdt/2011 dipimpin Hakim Ketua Dr. H. Muhammad Saleh diputuskan 9 Februari 2012. Selanjutnya turunan putusan MA dikeluarkan PN Bogor no. 476/pdt/2013 yang diputuskan MA tanggal 4 April 2014 Hakim Ketua H. Andi Syamsu Alam dan hakim anggota Sohoni Mohdally dan H. Hamdi diputuskan Pemkot Depok kembali kalah.

Setelah empat kali sidang gugatan perdata kalah, kini giliran Persatuan Pedagang Pasar Kemiri Muka (P3KM) yang melakukan gugatan ke PT PJR ke PN Depok tanggal 29 September 2016 dengan No. 199/pdt.plw/2015/PN Depok sidang dipimpin Hakim Ketua Lucy Ermawati dan hakim anggota Selviana Purba dan Tri Joko kembali memutuskan pedagang kalah.

Setelah kalah ternyata empat pedagang yang mengatasnamankan P3KM yaitu Mulyadi, Zamaludin, Muhsinin dan Salmun melakukan gugatan ke PT PJR di PN Depok dengan nomor 81/pdt.plw/2018/PN Dpk hakim yang memimpin Yuanre Maritte dan hakim anggota Ramon Wahyudi serta Darmo Wibowo ternyata kalah lagi.

Tidak itu saja kini giliran Mulyadi Cs dari P3KM melakukan banding hasil putusan PN Depok ke PT Bandung dengan No. 200/pdt/2019/PTBdg jo no.81/pdt.plw/2018/PN Depok hasil putusan tanggal 13 Juni 2019 oleh Hakim ketua Subaryanto dan hakim anggota Berlin Damanik serta Nelson Pasaribu ternyata kalah. Belum selesai juga mengalah kini giliran Pemkot Depok kembali mengugat PT PJR dengan nomor gugatan 272/pdt.G/2018/PN Depok ternyata diputuskan Hakim Ketua Nanang Herjunanto dan hakim anggota Sri Rejeki serta Marsinta tanggal 19 Agustus 2019 kembali kalah.

Total kekalahan dalam menghadapi gugatan terhadap PT PJR khususnya Direktur Yuddy Pranoto dari jajaran Pemkot Depok untuk mengklaim bahwa lahan di kawasan Pasar Kemiri Muka, Beji mencapai delapan kali. Namun, hingga 13 tahun berjalan sidang gugatan perdata kaitan terhadap lahan tersebut sampai saat ini tidak kunjung tuntas bahkan aksi sita jaminan yang dilakukan awal tahun 2019 ditunda karena terkait adanya pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019. Hingga kini ribuan pedagang berharap ada kejelasan kaitan renovasi dan perbaikan lokasi jualan selama ini.

Red

Depok

Penampilan Band Religi Debu Menjadi Pamungkas Di Acara Depok Halal Festival 2019

BERIMBANG.COM, Depok – Puncak acara perhelatan Depok Halal Festival 2019 yang di gelar di D’Mall Depok, ditutup dengan penampilan Live Perpormance Band yang beraliran Religi ‘Debu’ yang digawangi oleh Mustofa sebagai vokalis, Selasa (15/10/2019).

Penampilan Band Religi Debu sebagi pamungkas rangkaian acara Depok Halal Festival 2019 ini di inisiasi oleh Pembina International Council for Small Business (ICSB) Kota Depok H. Acep Al Azhari. Dikatakannya, Depok merupakan kota yang religius, sudah selayaknya menampilkan sisi hiburannya pun yang dapat membawa nuasa religius namun disukai oleh kaum milenial di Depok.

“Alhamdulillah…Mustafa Debu dan kawan-kawan siap tampil di penghujung kegiatan Depok Halal Festival 2019. Meskipun dadakan, Mustafa selalu siap untuk Depok dengan performance band Debu yang komplit,” tutur Bang H. Acep yang didampingi Ketua ICSB Kota Depok, Wahyudi usai menutup kegiatan Depok Halal Festival 2019.

Dikatakan Bang H. Acep, semua rangkaian kegiatan Depok Halal Festival 2019 mulai dari awal sampai akhir acara berjalan lancar. Semua berkat kerjasama rekan rekan kepanitian yang gigih dan semangat tinggi dalam mensukseskan semua rangkaian acara demi acara.

“Terima kasih buat semua semua yang telah hadir dan mendukung kegiatan acara kami ini. Juga buat rekan-rekan media cetak dan online di Depok yang tiada hentinya terus memberitakan kegiatan kami,” ucapnya.

Sementara pentolan Band Religi Debu Mustofa saat dikonfirmasi penampilannya yang terbilang dadakan di mintanya ini mengatakan, beliau (Bang H. Acep) orang baik, dirinya cukup lama saling mengenal dan kerjasama dalam kegiatan event besar untuk Kota Depok.

“Saya senang dengar Bang H. Acep mau maju di pilkada sebagai Wakil Wali Kota, saya siap bantu dan berada dibarisan beliau. Orang baik dan soleh seperti Bang H. Acep harus kita dukung untuk jadi pemimpin di Kota Depok,” pungkas Mustafa.