Beranda blog Halaman 434

Dugaan Cacat Tersembunyi, Vespa Primavera Dikeluhkan Pelanggan

7
vespa piagio
Vespa  Primavera yang dimiliki Elnard Peter yang mengalami kerusakan. (Foto : Ist)

BERIMBANG.COM – Pemilik Vespa Primavera Elnard Peter mengeluhkan dengan adanya gangguan yang terjadi saat Vespa miliknya digunakan kerap mati dijalan, padahal menurut peter pembelian vespa tersebut belum lama dibelinya di Cabang Vespa Buaran (PT. Meta Dwiguna Transcorp).

Dengan kejadian tersebut Peter menyayangkan dengan Vespa miliknya yang baru dibelinya pada tanggal 3 Juni 2015 mengalami kerusakan dan juga mempertanyakan kepada bengkel resmi untuk menindaklanjuti keluhannya  agar segera ditanggapi .

vespa piagio 1

Berikut Keluhan Pemilik Vespa Piaggio Primavera yang diterima Berimbang.com belum lama ini :

I. Kendaraan diserahkan tanpa PDI (Pre Delivery Inspection atau Inspeksi Pra Penyerahan) dan tanpa buku Manual Pemilik (Owners Manual).

II. Kendaraan memiliki cacat tersembunyi.
Cacat tersembunyi Sekunder ditemukan oleh mekanik resmi vespa setelah unit Vespa Primavera rusak (tdk dpt digunakan) selama seminggu yang terdiri dari 2 komponen:
1. ETS (Engine Temperatur Sensor)
2. O2S (Oxygen Sensor)

Cacat Tersembunyi utama adalah ECU (Engine Control Unit) karena GAGAL mendeteksi cacat tersembunyi ETS & O2S dan hingga kini belum diganti.

Cacat tersembunyi ketiga ditemukan pula dalam sistem transmisi CVT yang kerap bergetar dengan suara tidak wajar yang sudah diberitakan media tanpa ada jawaban yang konkrit.

III. Purna Jual dikeluhkan konsumen karena penggantian suku cadang cacat tersembunyi tanpa kemasan sewajarnya Genuine Parts.

Layanan Purna Jual kedua yang dikeluhkan adalah tidak sesuainya prosedur perbaikan yang dilakukan dengan SOP yang ditetapkan Piaggio selaku prinsipal.

Semestinya seluruh perbaikan cacat tersembunyi dapat dilakukan dengan 2 cara, pertama yang termudah menggunakan alat diagnosa dan bila gagal maka cara yang kedua adalah pemeriksaan kesesuaian komponen dengan yang tercantum dalam Pedoman Bengkel (Manual Workshop).

Contoh ETS dan O2S adalah piranti elektronik yang menghasilkan voltase listrik tertentu dan mengirimkan kepada ECU. Bila ECU gagal mengkomunikasikan salah satu atau kedua perangkat tidak berfungsi, maka akan diketahui alat diagnosa yang tersambung kepada ECU.

Dalam kasus ini ECU mengandung cacat tersembunyi karena gagal mengkomunikasikan kepada alat diagnosa, semestinya mekanik melakukan cara tradisional yakni melepas perangkat ETS dan O2S lalu memeriksa dengan multi-tester apakah sesuai resisten/tahanan sesuai spek pada Pedoman Bengkel.

Sejak usia motor baru sebulan pihak ATPM & Bengkel sudah diingatkan berkali-kali bahwa perbaikan WAJIB sesuai Pedoman Bengkel namun tidak diindahkan hingga motor rusak.

Ternyata pemilik lain Vespa Primavera juga alami hal yang sama namun ATPM tidak melakukan Kampanye Pemanggilan (recall) yang patut sesuai norma yang berlaku.

Konsumen merasa tertipu dan dirugikan oleh ATPM & Bengkel karena selama ini Purna Jual tidak melaksanakan SOP Perbaikan, Perawaran dan Pemeliharaan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku

IV. Mutu dikeluhkan pula oleh konsumen karena dalam setahun unit Vespa Primavera miliknya telah dilakukan penggantian banyak komponen dengan status Warranty Claim.

Selain ETS, 02S, CVT, ternyata Suspensi depan juga sudah tidak berfungsi sehingga total komponen assy yang telah diganti sebanyak 5 buah, dan masih menunggu penggantian ECU.

IV. Konsumsi BBM 1liter:64km @50km/jam yang diberitakan diberbagai media elektronik fiktif karena keterangan itu dikeluarkan tanpa menyebut rinci unit Vespa Primavera yang dipasarkan di negara mana.

Bahwa konsumen sudah membuktikan dengan buku Pedoman Bengkel (Manual Workshop) untuk Vespa Primavera Amerika Serikat dan ternyata TIDAK SAMA dengan unit yang dimiliki.

Pihak bengkel hingga kini hanya menjelaskan ada 2 jenis Vespa Primavera namun tidak bersedia memperlihatkan Manual Workshop dan Parts Catalogue unit yang dimiliki konsumen.

Ketika Berimbang.com konfirmasi melalui sambungan telepon seluler kepada Kepala Cabang Vespa Pondok Indah, Harianto mengatakan tidak mengetahui dengan adanya cacat tersembunyi Vespa Primavera yang dimiliki Elnard  Peter dan untuk lebih lanjut supaya menghubungi bagian servis yang ada di Kantor Pusat.

“, Hubungin kantor pusatnya aja pak karena kami tidak mengetahui cacat tersembunyi yang dimaksud Pak Peter,” Kata Harianto.

Sedangkan General Manager PT. Meta Dwiguna Transcorp, Surya saat dihubungi menindak lanjuti konfirmasi Berimbang.com  Kepala Cabang Pondok Indah juga mengatakan baru mengetahui keluhan Bapak Peter.

“ Saya juga baru mengetahui keluhan Bapak Peter karena kabar tersebut juga baru sampai kesaya dan belum kami tindaklanjuti apakah benar ada cacat tersembunyi dengan Vespa miliknya,” Ujar Surya.(ye)

Jelang MotoGP Ceko 2015, Lorenzo Ogah Kalah Lagi

0

MotoGP-2015

BERIMBANG.COM – Pada akhir pekan, Minggu (16/8/2015) nanti MotoGP musim 2015 akan memasuki seri ke-11 yang digelar di sirkuit Automotodrom Brno, Ceko. Usai melewati seri Indianapolis, Amerika Serikat pada pekan kemarin pun seluruh komponen balap MotoGP baik itu pembalap dari semua kelas, pabrikan sampai tim balap mempersiapkan segala macam hal dengan sangat matang. Salah satunya adalah pembalap andalan Movistar Yamaha MotoGP (MYM) asal Spanyol, Jorge Lorenzo. Pembalap yang memiliki julukan ”X-Fuera” tersebut pun mengaku tidak ingin kembali mengalami kekalahan seperti halnya seri sebelumnya. Dimana Jorge Lorenzo disalip oleh Marc Marquez menjelang tiga lap terakhir.

Jelang MotoGP Ceko 2015, Lorenzo Ogah Kalah Lagi

Jorge Lorenzo Sendiri memperoleh kemenangan terakhir MotoGP 2015 pada seri Catalunya, Spanyol  dua bulan lalu. Sebelumnya ia sempat mendapatkan empat kemenangan secara beruntung. Namun semenjak Marc Marquez mendapatkan setingan terbaik dengan menggunakan sasis Honda RC213V musim sebelumnya membuat dominasi Lorenzo terhenti.

“Kembali meraih empat kemenangan beruntun jelas sangat sulit, karena Marc makin kuat sejak memakai sasis tahun lalu. Ia ingin memastikan bisa mengejar ketertinggalan dan pasti mengambil resiko tinggi. Kami sendiri harus menang dan meraih poin maksimal,” ujar Lorenzo seperti dilansir Speedweek.

Tim Honda sendiri sebenarnya memang lebih diuntungkan karena sirkuit Brno lebih cocok dengan karakteristik motor Honda. Bahkan dimusim lalu Jorge Lorenzo harus rela menyerahkan podium utama untuk pembalap Honda, Dani Pedrosa. Meski begitu Lorenzo tetap optimis mengingat sirkuit kebanggaan masyarakat Ceko ini masih cukup bersahabat bagi motor Yamaha, YZR-M1. Tercatat bahwa pada musim lalu Lorenzo finish di posisi ke dua setelah Pedrosa dengan jarak 0.410 detik. Ditempat ketiga tahun lalu pun ditempati oleh Valentino Rossi baru kemudian Marc Marquez.

“Podium bakal menyenangkan, tapi jika bisa, kami harus menang. Kami mungkin akan lebih kompetitif di Ceko bila memakai ban yang lebih lunak. Secara teori, Brno lebih cocok untuk Yamaha ketimbang Indy,” imbuh Lorenzo.

Untuk jadwalnya pada hari, Kamis (13/8/2015) ini pun seri ke-11 MotoGP 2015 akan dimulai. Dimana jadwalnya pada hari ini adalah konferensi pers dari pembalap pilihan. Kemudian pada hari Jumat esok akan dilanjutkan dengan sesi tes bebas resmi. Lalu dihari Sabtu mendatang masih diadakan sesi tes bebas resmi yang dilanjutkan dengan sesi kualifikasi. Hingga pada hari Minggu nanti race MotoGP 2015 dari semua kelas akan dilangsungkan.

Massa Unjuk Rasa Menolak Pembangunan Gereja di Bekasi

0

tolak gereja di bekasi

BERIMBANG.COM, Bekasi – Ratusan orang yang tergabung dari berbagai ormas melakukan demonstrasi di depan Kantor Walikota Bekasi. Demonstrasi tersebut terkait penolakan izin pembangunan Gereja Santa Clara yang terletak di Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Dalam unjuk rasa tersebut sempat terjadi kericuhan antara pengunjuk rasa dengan petugas Satpol PP yang berjaga di depan kantor Walikota Bekasi. Mereka sempat membakar bambu-bambu. Namun, kedua kubu akhirnya saling menahan emosi sehingga kericuhan dapat diredam.

“Kami menuntut kepada Walikota Bekasi untuk mencabut izin pembangunan gereja Santa Clara yang berada di Bekasi Utara,” ujar salah satu pengunjuk rasa Ali Murtado (38) di lokasi, Senin (10/8/2015).

Ali mengatakan, selama ini warga sekitar gereja selalu dibohongi tentang adanya pembangunan tempat ibadah itu. “Bahkan ada sejumlah warga yang diberikan uang sebesar Rp 250 ribu oleh oknum pegawai kecamatan untuk memberikan tanda tangan,” imbuh dia.

Para demonstran menganggap Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi telah menodai umat Islam karena membangun gereja Santa Clara di tengah-tengah pesantren.

“Turunkan Rahmat Effendi (Walikota Bekasi). Tolak Santa Clara di Bekasi, apalagi dibangun di tengah-tengah pesantren,” seru Ismail Ibrahim, salah satu pendemo.

Sementara itu setelah melakukan pertemuan dengan tokoh umat Islam Bekasi yang tergabung dalam Majelis Silaturahmi Umat Islam Bekasi, Walikota Bekasi Rahmat Effendi memutuskan untuk menjadikan rencana pembangunan gereja Santa Clara di RW 11, Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara, Kota Bekasi, menjadi status quo.

“Izin serta rencana pembangunan gereja Santa Clara status quo,” kata Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

Hingga kini massa masih bertahan di depan kantor Walikota Bekasi. Mereka mengancam akan menurunkan lebih banyak demonstran bila izin tidak segera dicabut.(L6)

Dituding Sebagai Penyihir, Lima Perempuan Tewas Dipukuli

0

penyihir

BERIMBANG.COM, New Delhi – Lima perempuan di India dipukuli warga hingga tewas, gara-gara dituding sebagai penyihir.

Adalah warga Desa Kinjia, negara bagian Jharkhand, India, yang mengalami berbagai kesialan beberapa bulan terakhir.

Mulai hasil panen gagal, wabah penyakit dan kematian sejumlah anak-anak di desa tersebut.

Warga pun menduga kesialan mereka akibat kelima perempuan yang mereka sebut sebagai penyihir.

Puluhan warga lalu menyeret kelima perempuan itu dan memukulinya dengan tongkat dan besi. Bahkan ada warga yang menusuknya dengan pisau.

r

Ceceran darah bisa terlihat di tanah tempat warga menyiksa kelima perempuan malang itu.

Polisi yang datang tak bisa menyelamatkan nyama kelima perempuan itu dan hanya bisa menangkap 50 warga.

r

“Sepertinya warga memendam kebencian pada lima perempuan itu sejak lama. Menuding mereka bertanggung jawab atas semua kejadian di desa tersebut,” ujar juru bicara kepolisian, dilansir AFP, Senin (10/8/2015).

Polisi masih ditempatkan di lokasi untuk mencegah kekerasan kembali terulang. (mt)

Tinju Jabar Bertekad Raih Lima Medali emas

0

Tinju Jabar

BERIMBANG.COM, Bandung  – Tinju Jawa Barat bertekad raih lima medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun depan.

Target itu selaras dengan target meraih titel Jabar Kahiji yang dicanangkan KONI Jabar untuk menjadi juara pertama dalam rebutan perolehan medali emas menggeser dominasi DKI Jakarta.

Target lima emas ini jelas jauh melampaui raihan emas Jabar di PON Riau dimana Jabar hanya mampu meraih dua emas 2 meskipun kala itu Jabar mampu meraih juara umum di cabor ini.

Target lima emas ini rupanya menjadi harga minimal yang tidak bisa diganggugugat.

Menurut Sekretaris Umum Pertina Jabar, Asep Suryana, Minggu (9/8/2015), Jabar memang menargetkan raihan minimal lima emas.

Tentu hal target perolehan tersebut agar tetap bisa mempertahankan titel juara umum dan turut serta menyukseskan target Jabar Kahiji.

“Kami memang menargetkan minimal lima emas. Hal itu bukan tidak mungkin kami lakukan jika kami bekerja keras dari sekarang, berlatih dan terus berlatih,” kata Asep. (*)

Kebutuhan Daging Sapi Meningkat Di Jawa Barat

0

daging sapi4

BERIMBANG.COM, Bandung – Perum Bulog akan kembali menggelar operasi pasar(OP) bila aksi mogok masih dilakukan oleh para pedagang sapi.

Hal ini dilakukan karena masyarakat cukup banyak yang membutuhkan daging sapi.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar, Alip Afandi, mengatakan, Bulog menggelar OP Daging Sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan mahalnya harga jual komoditi tersebut.

Kebutuhan daging sapi di Jawa Barat termasuk kota Bandung cukup tinggi.

Bila tidak ada pedagang yang berjualan, masyarakat yang membutuhkan daging sapi akan mengalami kesulitan.

“Operasi pasar akan tetap kami lakukan bila besok pedagang belum berjualan. Tapi kalau pedagang sudah beraktivitas kembali, yah kami stop (OP),” kata Alip dalam rilis yang diterima Tribun, Minggu (9/8/2015).

Terkait adanya reaksi para pedagang saat digelar OP, pihaknya mengaku siap menggandeng para pedagang daging sapi untuk menggelar OP Daging Sapi.

Bulog siap mempercayakan pelaksanaan OP kepada para pedagang. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan kontrol dan monitoring pelaksanaannya.

“Harga jual di bawah Rp 100 ribu per kilogram. Para pedagang siap menjualnya seharga Rp 95 ribu per kilogram,” katanya. (*)

Komjak Diharapkan Dapat Meningkatkan Kinerja Jaksa

0

kejaksaan agung

BERIMBANG.COM, Jakarta –  Kejaksaan Agung berharap sembilan anggota Komisi Kejaksaan periode 2015-2020 dapat meningkatkan kontrol pengawasan baik terhadap kinerja perilaku dan etika jaksa.

 “Sehingga jaksa ini akan semakin maju sesuai yang diharapkan, modern, profesional dan demikian itu juga harus dipahami benar oleh komisi kejaksaan sesuai dengan undang-undang,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Tribagus Spontana di Jakarta, Jumat (7/8).

 Dikatakan, setidaknya kinerja komisi yang lama dengan yang baru ini dilihat evaluasinya. Evaluasi itu bisa dibicarakan dalam suasana terbuka, saling menghormati satu sama lain, sehingga ke depan misi ke depannya bukan hanya kejaksaan atau komjak saja.

“Tapi keduanya juga lebih sinergis, tidak saling menempatkan diri sebagai oposisi,” katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik dan mengambil sumpah jabatan sembilan anggota Komisi Kejaksaan periode 2015-2020 di Istana Negara, Kamis (6/8).

Kesembilan anggota Komisi Kejaksaan itu adalah Sumarno (Ketua dari unsur pemerintah), Erna Ratnaningsih (wakil merangkap anggota dari unsur masyarakat), Ferdinand T Andi Lolo (anggota dari unsur masyarakat), Pultoni (anggota dari unsur masyarakat), Barita LH Simanjuntak (anggota dari unsur masyarakat).

Selanjutnya Yuni Arta Manalu (anggota dari unsur masyarakat), Indro Sugiarto (anggota dari unsur masyarakat), Yuswa Kusuma AB (anggota dari unsur pemerintah) dan Tudjo Pramono (anggota dari unsur pemerintah).

Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2011 menjelaskan bahwa seluruh anggota Komisi Kejaksaan akan menjalani tugasnya dalam mengawasi, memantau, dan menilai kinerja, sikap, serta perilaku para jaksa dan pegawai kejaksaan dalam melaksanakan tugas kedinasannya.

Ketua Komisi Kejaksaan Sumarno mengatakan tugas dan wewenang Komisi Kejaksaan adalah mendorong kinerja kejaksaan untuk lebih baik lagi.(sp)

Hadapi Pilkada Depok, HMI Dan IKMD Sepakat Bangun Koalisi

0

68 hmi

BERIMBANG.COM, Depok – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Depok dan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Mahasiswa Depok (IKMD) sepakat berkoalisi dalam menghadapi pilkada kota depok 9 Desember nanti. Koalisi ini diberi nama Koalisi Mahasiswa Independen Depok atau KOMANDO.

Menurut ketua umum HMI Cabang Depok Sdr. Ahmad Maulana dasar pembentukan koalisi ini adalah bahwa pada dasarnya HMI dan IKMD memiliki kesamaan pandangan tentang bagaimana momentum pilkada kedepan dapat berjalan baik dan melahirkan pemimpin baru sesuai harapan masyarakat kota depok.

Selain itu memang HMI dan IKMD memiliki kesamaan dalam sifat organisasi yang didalam AD/ART kedua organisasi ini menyatakan sebagai ogranisasi yang Independen.

Ahmad Maulana menambahkan bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual yang masih dalam proses belajar sebaiknya tidak berpolitik praktis dengan menjadi timses pasangan calon, mahasiswa dapat berbuat lebih dengan membantu komponen masyarakat dan pemerintah menjadikan pilkada kota depok yang kondusif dan berkualitas.

Ditambahkan pula oleh Dafid Hermawan Ketua umum PP-IKMD bahwa untuk membuat pilkada depok yang kondusif dan berkualitas maka seluruh element kemahasiswaan kota depok harus bergerak kemasyarakat. Dimoment inalah kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan perlu dibuktikan.

Dalam kesempatan ini KOMANDO mengundang seluruh unsur kemahasiswaan baik perseorangan maupun lembaga seperti OKP dan BEM-BEM kampus dikota depok dapat bergabung bersama KOMANDO untuk bersama-sama mengawal Pilkada kota depok.

Menurut ahmad maulana HMI berpendapat mahasiswa merupakan bagian dari produk politik dan terlibat baik langsung maupun tidak langsung, nyata maupun tidak nyata dalam kehidupan politik. Peran politik mahasiswa dapat dilihat dari: Pertama, partisipasi politik mahasiswa sebagai bagian dari sistem politik yakni dalam supra struktur politik dan infra struktur politik. Dalam supra struktur politik, mahasiswa merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam sistem pemerintahan. Sebagai warga negara setiap mahasiswa harus memahami tentang hak dan kewajibannya sebagai warga Negara, termasuk melakukan bela Negara. Dalam infra struktur politik, mahasiswa dapat berkiprah dalam kegiatan partai politik, pada kelompok kepentingan, kelompok penekan maupun kelompok anomalis. Inilah arena politik yang dapat digunakan oleh mahasiswa dalam berpartisipasi

Pilkada langsung sebagai arena politik, memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk berpartisipasi. Pilkada langsung sebagai bentuk pengajawantahan sistem demokrasi langsung merupakan proses politik lokal, dimana rakyat di daerah diberikan hak politiknya untuk menentukan secara langsung pemimpinnya tanpa melalui perwakilan sebagaimana sistem pilkada tidak langsung.

Maka dalam waktu dekat KOMANDO akan melakukan dekarasi, dilanjutkan dengan membangun tim untuk melakukan sosialisasi, pengawasan sampai call canter untuk pengaduan masyarakat jika ada proses yang tidak benar dalam pelaksanaan pilkada kota depok.

Salain itu menurut dafid Partisipasi politik mahasiswa dapat pula dilakukan dengan berperan serta mengawasi, mengawal setiap proses penyelenggaraan tahapan pilkada agar dapat berjalan secara free dan fair. Keterlibatan mahasiswa dalam berpartisipasi akan sangat memberikan arti bagi proses penyelenggaraan pilkada dapat berjalan kondusif dan berkualitas. Dal ini sangat penting mengingat + 70 % pemilih kota depok dalam PILKADA yang akan dilaksanakan pada  Desember 2015 nanti adalah dari unsur pemuda yang didalamnya jelas adalah mahaiswa dan pelajar.

Intinya Kaolisi ini akan segera melakukan komunikasi dengan pelaksana dan pengawas pilkada kota depok dan mulai bergerak ketika calon sudah ditetapkan, tutup ahmad maulana. (*)

FBR 363 Cimanggis Gelar Halal Bihalal

0
Suasana Halal Bihalal FBR Gardu 363 Cimanggis Depok.     (Foto : Yuli Efendi)
Suasana Halal Bihalal FBR Gardu 363 Cimanggis Depok. (Foto : Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Untuk mempererat tali silaturahmi anggota FBR Gardu 363 Cimanggis Depok dalam mempersatukan anggotanya dan dalam rangka silaturahmi FBR Gardu 363 menggelar acara Halal Bihalal di Jalan H.Icang , Tugu Depok.Sabtu malam (1/8/2015)

Dalam acara tersebut digelar marawis, Maulid Nabi, ceramah agama dan lain-lain dan dihadiri dari berbagai elemen serta ceramah agama di sampaikan oleh K.H Abdurahman Alparigi yang juga pimpinan Pondok Pesantren Ni’matul Ummah Bedahan Sawangan.

Ketua Gardu 363 Cimanggis, Heri Setiawan mengatakan Halal Bihalal yang digelar sudah menjadi agenda tahunan dan merupakan ajang kebersamaan dalam menciptakan kerempugan diwilayahnya.

Gardu 363 Cimanggis dibawah kepemimpinan Heri Setiawan dengan jumlah 510 anggota menjadikan anggota terbanyak dari Gardu FBR yang ada Di Kota Depok.

Dalam sambutannya, Heri menghimbau agar FBR lebih berpikir ke depan dalam memperdayakan anggota untuk menciptakan wilayah agar kondusif dan juga menciptakan lapangan kerja bagi anggota yang belum bekerja.

” Pembinaan yang kami lakukan juga telah kami jalankan kesetiap anggota agar lebih bermanfaat bagi masyarakat Kota Depok dan juga bisa membantu masyarakat yang memerlukan bantuan,” Ujar Heri.(Yuli Efendi)

Polres Bekasi Ungkap 10 Kasus Tindak Kriminal

0

unnamed (34)

BERIMBANG.COM, Bekasi – Polresta Bekasi Kota menangkap 17 pelaku kejahatan dari berbagai kasus tindak kriminal selama Operasi Ketupat Jaya 2015.

Kasus yang terbaru diungkap adalah pelaku pengoplosan gas elpiji 3 kilogram (kg) dimasukkan ke dalam gas elpiji 12 kg.

Tersangka bernama Darwadi, penjual gas di Perumahan Jatikramat 1, Jalan Dahlia 1, nomor. 201, RT 08/03, Kelurahan Jatikeramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi diciduk polisi karena kedapatan mengoplos gas elpiji.

“Tersangka mengisi tabung gas 12 kilogram (kg) dengan menggunakan gas dari isi tabung 3 kg,” kata Wakil Kapolresta Bekasi Kota, AKBP, Asep Edi Suheri, di Mapolresta Bekasi Kota, Kamis (30/7).

Dari tangan tersangka, polisi menyita 90 tabung elpiji 3 kg, sebanyak 24 tabung elpiji 12 kg dan lima regulator, alat untuk memindahkan gas. “Tersangka bekerja sendiri di rumah kontrakan dan kita tangkap pada Senin, 27 Juli 2015 lalu,” katanya.

Pelaku pengoplos gas elpiji dijerat Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a, b, c, UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, atau Pasal 32 ayat (2) Jo Pasal 30 UU No 2 tahun 1981 tenatang Metrologi Legal ancaman penjara 5 tahun.

Selain itu, salah satu tersangka merupakan pelaku kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menggunakan senjata api (senpi) rakitan.
 
“Kasus curas atau curanmor yang dilakukan pelaku dengan menggunakan senjata api rakitan jenis revolver serta kunci letter T,” ujarmya.

Dia mengatakan, tersangka atas nama Erwin bin Dalom Ahmad, 25 tahun, dibekuk anggota Unit Keamanan Negara (Kamneg) Reskrim Polresta Bekasi Kota di Kolong underpass, Jalan Baru, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (6/7) sekitar pukul 01:00 WIB.

Tersangka ditangkap polisi di jalanan saat hendak melakukan aksi curas. Saat dilakukan penggeledahan terhadap badan, ditemukan senpi rakitan jenis Revolver kaliber 38 milimeter bergagang kayu, empat butir peluru aktif, serta satu kunci letter T.

“Saat dilakukan penggeledahan, pelaku berusaha melarikan diri kemudian dilakukan tindakan tegas (ditembak kaki),” ungkapnya.

Untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 Pasal 1 ayat (1) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Selain itu, Satuan Reskrim Polresta Bekasi serta Reskrim Polsek telah mengungkap 10 kasus tindak kriminal lainnya.

“Selama Operasi Ketupat Jaya 2015, kita ungkap 10 kasus tindak kriminal dengan jumlah 17 pelaku,” imbuhnya. (Sp)