Jumat, April 24, 2026
Beranda blog Halaman 435

Warga Komplek TNI AL Minta Hentikan Proyek PT. Megapolitan

Suasana pertemuan perwakilan warga dengan PT. Megapolitan di Gedung Graha Jala Bakti.    (Foto : Yuli Efendi)
Suasana pertemuan perwakilan warga dengan PT. Megapolitan di Gedung Graha Jala Bakti. (Foto : Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Pertemuan warga komplek TNI AL, Walhi DKI Jakarta dengan Direktur PT Mega Pesanggrahan Indah di Gedung Pertemuan Graha Jala Bakti di Komplek TNI AL di Jalan Jatiraya Barat, Cinere. Rabu (13/5/2015) tidak sesuai dengan yang diharapkan warga yang Hadir.

Pembacaan Somasi kedua yang disampaikan pihak kuasa hukum warga mengenai Dampak yang terjadi di lingkungan sekitar Pembangunan Super Blok Megapolitan meminta kepada Pihak PT. Megapolitan untuk menjawab semua pertanyaan dari warga.

Pantauan Berimbang.com, setelah membacakan somasi dan mendapatkan tanggapan dan jawaban dari pihak PT.Megapolitan, pihak pengembang dicecar pertanyaan seputar pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan.

Perwakilan warga yang juga pensiunan TNI AL, Wardana menyampaikan aspirasi warga untuk pihak pengembang supaya warga jangan dipandang sebelah mata, menurutnya sebagai warga negara punya kewajiban yang sama yaitu menghargai hak-hak berwarganegara dan bila tidak ada niat baik pembangunan Apartemen akan dihentikan.

“Pelanggaran pihak pengembang pembangunan Apartemen tidak sesuai dengan perijinan yang ada dan untuk ijin lingkunganpun belum ada kami dilibatkan,”ujar wardana.

Wardana pun mengancam dengan warga akan memberhentikan proyek yang  sedang berjalan dan menutup jalan masuk Apartemen karena jalan tersebut adalah milik warga.

” Kami akan tutup jalan masuk Apartemen karena belum kami serahkan kepada pemda, jadi kami punya hak untuk menutupnya,”ucap wardana dengan nada keras.

Ucapan yang sama juga di lontarkan Walhi DKI, Zaenal Mutaqqin bahwa pembangunan Apartemen harus segera dihentikan bila proses Penyusunan Amdal belum dibuat dalam bentuk Dokumen.

Sementara itu, Direktur PT Mega Pesanggrahan Indah, Abraham Budiman mengatakan pertemuan dengan Warga bukan dari jawaban somasi Tim Kuasa Hukum.

” Kami disini bukan karena jawaban somasi, hanya sebagai undangan dari warga jadi untuk bicara hukum dan peraturan bukan kewenangan kami, sudah ada yang tangani,” jelas Abraham.

“Kami disini hanya pengembang, kami juga ingin permasalahan dengan warga diselesaikan  secara kekeluargaan dan tidak ada lagi penindasan atau tertindas dalam bentuk apapun,” tambah Abraham. (Yuli Efendi)

Mulai Bulan Depan, Petani Rumput Laut Harus Miliki Ijin

0

rumput-laut

BERIMBANG.COM, Nunukan – Mulai awal bulan depan pengusaha maupun petani rumput laut di Kabupaten Nunukan harus memiliki izin.

Hal ini untuk meningkatkan kualitas dan menjaga harga beli dan harga jual rumput laut di pasaran. Dengan memiliki izin, diharapkan harga tetap terjaga dan stabil tanpa merugikan semua pihak.

Hal ini menjadi kesepakatan Asosiasi Pembudidaya Rumput Laut Kabupaten Nunukan dan Asosiasi Pengusaha Rumput Laut Kabupaten Nunukan pada pertemuan baru-baru ini yang difasilitasi Bupati Nunukan Basri, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan Haji Dian Kusmanto, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Nunukan Juni Mardiansyah dan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Nunukan Abdul Munir.

“Pertanggal 1 Juni 2015, baik pengusaha maupun pembudidaya rumput laut harus memiliki surat izin usaha perdagangan dan surat izin usaha perikanan,” kata Jamaluddin, Kepala Seksi Pengawasan dan Perizinan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan, Minggu (10/5/2015).

Jamaluddin menjelaskan, izin untuk pedagang akan diterbitkan kolektif dengan dikoordinir Asosiasi Pengusaha Pedagang Rumput Laut Kabupaten Nunukan.

“Persyaratan akan lebih dipermudah dan diberi jangka waktu setahun untuk melengkapi perizinan secara sempurna,” ujarnya.

LSM-P2LH : Amdal Pasar Cisalak Perlu Dikaji Ulang

Wakil Ketua Umum DPP LSM Pemantau dan Pemerhati Lingkungan Hidup (LSM-P2LH), Donny Sudrajat.        (Foto : Ist)
Wakil Ketua Umum DPP LSM Pemantau dan Pemerhati Lingkungan Hidup (LSM-P2LH), Donny Sudrajat. (Foto : Ist)

BERIMBANG COM, Depok – Penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pasar Cisalak di duga telah melanggar proses pelaksaan kajian mengenai dampak lingkungan yang terjadi terhadap masyarakat sekitar pembangunan Pasar Cisalak yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung.

Seperti diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP LSM Pemantau dan Pemerhati Lingkungan Hidup (P2LH), Donny Sudrajat, masyarakat yang terkena dampak langsung seharusnya dilibatkan untuk dimintai tanggapan dan masukannya.

” Jangankan masyarakat sekitar, pedagang, pembeli dan binatangpun harus dikaji, apakah terkena dampak atau tidak, jangan mentang-mentang proyek pemerintah, semua dibuat gampang,”jelas Donny ketika ditemui berimbang com dikantornya Jalan H Icang Cimanggis Depok. Sabtu (9/5/2015).

Temuan yang didapat P2LH dengan nomor surat : 01/LPM/V/2015  mengenai tidak dilibatkannya masayarakat sekitar pasar Cisalak merupakan pelanggaran yang harus segera dikaji ulang oleh Pemerintah Kota Depok dalam hal ini Dinas Tarkim sebagai penyelenggara.

” Sebelum dibangun, Amdal harus segera dikaji ulang agar tidak terjadi dampak lingkungan kepada masyarakat,”ujar Donny.

Tambah Donny, Keseriusan Pemerintah Kota Depok dalam hal menegakan peraturan seharusnya dijadikan contoh kepada perusahaan skala besar agar tidak menyalahi aturan-aturan yang ada, apalagi kata dia menyangkut lingkungan hidup.

Seperti di beritakan sebelumnya, Kadis Tarkim, Kania Parwanti mengatakan bahwa proses Amdal Pasar Cisalak sudah sesuai prosedur dan dikatakannya juga sudah selesai sidang Amdal.(Yuli Efendi)

Terkait Amdal, Rekonstruksi Pasar Cisalak Terancam Gagal Dibangun

Surat terkait Amdal yang ditandatangani LPM dan RW Sekitar Pasar Cisalak.   (Foto : Yuli Efendi)
Surat terkait Amdal yang ditandatangani LPM dan RW Sekitar Pasar Cisalak. (Foto : Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Merasa tidak dilibatkan terkait penyusunan Amdal Pasar Cisalak, warga sekitar pasar Cisalak mengajukan surat ke Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kota Depok.

Penandatanganan surat diwakili 5 RW dan LPM Cisalak Pasar dengan nomor surat : 01/LPM/V/2015.

Dalam isi surat meminta kepada Distarkim Kota Depok untuk dilibatkan secara langsung dengan melakukan peninjauan kelapangan secara bersama-sama agar pelaksanaan penyusunan Dokumen Amdal telah dilakukan dengan baik dan benar.

Bilamana dalam pengajuan surat tidak ada tanggapan dan dikesampingkan maka masyarakat menyatakan keberatan proses rekonstruksi pasar Cisalak untuk dilanjutkan.

Ketua LPM Cisalak Pasar, Buyung Sugiarto ketika di konfirmasi berimbang.com mengatakan bahwa untuk penyusunan Amdal masyarakat sekitar memang tidak pernah dilibatkan apalagi dimintai tanggapan maupun masukan terkait dampak yang timbul dilingkungan.

” Diundang pun hanya sebagai pendengar oleh Distarkim dan tidak pernah menyinggung dampak lingkungan Pasar Cisalak,”ucapnya di Kantor Kelurahan Cisalak Pasar.Jum’at (8/5/2015).

Tambahnya, dirinya juga pernah didatangi Ibu dewi yang mengaku dari Tim Penyusun Amdal Pasar Cisalak.

“Ibu Dewi yang datang kepada saya mengatakan masyarakat sekitar pasar cisalak sudah dilibatkan terkait Amdal tetapi masyarakat yang mana dan kami merasa belum ada dan belum pernah sama sekali dilibatkan,” tegas Buyung.(Yuli Efendi)

Memilih Pemimpin Pilihan

unnamed (1)
H.M. Idris Abdul Shomad

BERIMBANG.COM – Kepemimpinan adalah gabungan unsur kecerdasan , sifat amanah rasa kemanusiaan keberanian dan disiplin Seorang yang memiliki kelima unsur inilah yang layak dan bisa menjadi Pemimpin sejati”

Pesta demokrasi di Kota Depok tinggal menghitung hari ini menjadi pertanda penting bagi masyarakat Kota Depok agar dapat diperkenalkan figure yang cocok untuk memimpin kota Depok yang akan datang, kita tidak boleh mengajak masyarakat untuk terjebak dalam paradigma yang sempit, kini masyarakat sudah sangat cerdas dalam menilai setiap isi pemberitaan baik cetak maupun elektronik.

Hal tersebut telah terbukti dalam setiap di gelarnya pesta demokrasi pemilu-kada di seluruh wilayah Indonesia, dan pemberitaan terkait issue, Manuver ataupun diskriminasi kini sudah tidak lagi ditelan mentah-mentah oleh masyarakat kota yang sudah sangat cerdas.

Depok kota yang terbangun dengan tatanan keilmuan serta keimanan yang kuat, pondasi itu sudah ditancapkan sejak dulu oleh para pendiri dan pelaku sejarah kota ini .

Penduduk Asli bersama kaum Pendatang bahu membahu membangun Kota Depok sehingga menjadi seperti sekarang banyak faktor pendukung dan penunjang termasuk peran serta baik dalam bentuk Surat kabar, Majalah,Buletin, Radio, Televisi dan kini bahkan sampai kepada media sosial, mengantarkan kota kecil yang tadinya tidak banyak orang mengenal kini Kota Depok bagaikan Magnet yang terus menyedot perhatian mata masyarakat Indonesia dan kini bagaimana kita bersama menjaga dan saling toleransi agar tercipta pembangunan kota dan pembangunan ahklak yang selaras dan berimbang.

Bila seluruh elemen serta lapisan sudah dapat ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan masyarakatnya maka rakyat tersebut pasti akan lebih cerdas dalam menyikapi berbagai hal, Kini pemilihan calon Walikota Depok telah di depan mata, banyak yang sudah berani dengan terang-terangan muncul sebagai calon walikota, dan tidak sedikit juga yang masih malu-malu dibelakang layar mengaku sebagai calon walikota Depok, mereka hadir dari berbagai lapisan tokoh,partai dan organisasi.

Ini menjadi ajang pesta demokrasi yang meriah serta mendidik. Dan saya Idris Abdul Shomad (IAS) siap tampil secara sportif dan sehat untuk maju menjadi bakal calon Walikota Depok pada pemilu mendatang, dan harapan saya bertumpu pada kedua belah telapak tangan saya dgn bermunajat berdo’a kepada Alloh SWT untuk meminta petunjuk dan Ridhonya serta juga tak kalah pentingnya saya memohon do’a restu dari segenap lapisan dan komponen masyarakat Kota Depok agar secara ikhlas serta tulus mengantarkan pribadi saya.

Dengan kekurangan dan kelebihan yang saya miliki agar dapat memimpin Kota Depok lebih baik,insya Allah, Allah punya kehendak masyarakat menetukan dan upaya saya hanya sebatas ikhtiar dan berdoa “Perjuangan bukan utk siasia, potensi besar pasti akan menghasilkan seribu usaha dan bilakita berhenti walaupun sesaat pasti akan tergilas, tak ada niat sedikitpun mundur menjalankan kebaikan dan seribu langkah menuju kebaikan pun belum berarti apa apa karena perjuangan itu tidak terhitung jarak dan waktu.

Kini kita tunggu pesta demokrasi secara resmi serta mari kita jaga tatanan berpolitik sehat, pemberitaan cerdas dan obyektiv, memupuk rasa persaudaraan yang kental walaupun perbedaan itu pasti ada , namun jgn menjadikan perbedaan itu sebagai kendaraan untuk menlancarkan suatu kepantingan sesaat dengan tidak mengedepankan kepentingan masyarakat itu sendiri, kita sadar dan kita telah banyak belajar namun pada akhirnya nanti masyarakatlah yang akan memutuskan mana yang terbaik dalam mengayomi dan mengawal kepentingan masyarakat diatas kepentingan golongan atau pribadi.

Salam sukses selalu menyertai kita semua saya bangga menjadi warga kota Depok dan saya bangga dengan masyarakat Depok yang cerdas lagi agamis,bila bandung dan Surabaya yang jauh dari ibukota bisa hebat”DEPOK JUGA BISA”.(*)

Fuad Amin Siap Hadapi Dakwaan Jaksa

unnamed (28)

BERIMBANG.COM, JAKARTA – Sidang perdana mantan Bupati Bangkalan dua periode sekaligus Ketua DPRD Bangkalan nonaktif Fuad Amin Imron di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (7/5/2015) siap digelar.

Kesiapan juga ditunjukan oleh tersangka Fuad Amin beserta tim pengacaranya. “Pada prinsipnya kami siap,” kata kuasa hukum Fuad, Firman Wijaya saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2015).

Sidang yang mengagendakan pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) ini akan digelar pada pukul 09.00 WIB. Namun sidang baru dimulai pukul 11.00 WIB.

Firman menandaskan pihaknya berencana untuk mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa.  “Rencananya akan mengajukan keberatan karena dakwaan JPU imajiner dan spekulatif,” tutur Firman.

KPK telah menetapkan Fuad Amin Imron menjadi tersangka kasus dugaan suap terkait jual beli gas alam di Bangkalan. Fuad Amin diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan jual beli gas alam untuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Gresik dan Gili Timur Bangkalan, Madura, Jawa Timur dan proyek-proyek lainnya.

Dia disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Tipikor junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Fuad juga tersangkut perkara Tindak Pidana Pencucian Uang. Diduga melanggar pasal Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 ayat 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 junto Pasal 64 KUHP.(sn)

DPD Belum Punya Gedung, DPR Malah Ajukan Gedung Baru

unnamed (27)

BERIMBANG.COM, Jakarta – Polemik rencana pembangunan gedung baru DPR terus bergulir. Pasalnya yang menjadi sorotan adalah jumlah anggaran fantastis yang harus dihabiskan untuk membangun gedung baru ini.

Namun di balik itu, masih ada kenyataan yang luput dari publik, yakni soal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang hingga kini belum mempunyai gedung. Padahal DPD dibentuk sejak tahun 2004.

Dalam sebuah diskusi publik bertajuk “Rencana Pembangunan Gedung Parlemen” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad, buka-bukaan tidak adanya ruangan yang khusus untuk anggota DPD.

Dia mengatakan, selama ini DPD menggunakan gedung milik MPR, baik untuk ruang anggota maupun rapat-rapat. Farouk mengaku kerepotan jika harus selalu meminta izin kepada MPR setiap akan mengadakan rapat.

“Setiap mau gunakan ruang sidang paripurna di Nusantara V, minta izin dulu ke Sekjen MPR. Berapa kali pun minta terus, coba lembaga negara begini. Kita mau ubah saja harus seizin MPR,” kata Farouk, Rabu (6/5/2015).

Purnawirawan polisi dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal (Irjen) ini mengatakan, alasan utama DPD ingin membangun gedung adalah karena memang selama ini belum mempunyai gedung untuk menjalankan fungsi kelembagaan.

“Gagasannya ada pengembangan, apakah bangun gedung sendiri atau mengoptimalkan yang ada. Kalau sekarang gedung MPR enggak bisa karena hanya pinjam saja,” ucapnya.

Farouk melanjutkan, sebelumnya pernah ada opsi untuk menggunakan gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang merupakan bagian dari Kompleks Parlemen. Sehingga Kemenpora perlu pindah menggunakan gedung lain milik pemerintah.

Dalam sebuah rapat yang dihadiri Pemimpin DPD, DPR, MPR dan Menpora pada tanggal 29 Januari 2015, kata Farouk, disepakati perlunya Kompleks Parlemen ditata ulang.

Namun demikian, masih ada masalah lantaran Kemenpora meminta dibangun gedung baru di Komplek Gelora Bung Karno (GBK), sebagai syarat melepas gedung yang kini ditempati.

Akhirnya, kata Farouk, dalam rapat tersebut disepakati agar rencana pembangunan gedung bagi para senator ini ditangani oleh Bappenas.

“Dalam rapat konsultasi DPD dengan Presiden pada bulan Februari sudah disampaikan rencana ini. Beliau merespons dengan welcome sekali,” tutup Farouk.(sn)

Setelah Nepal, Gempa Kekuatan 5,7 SR Hantam Jepang

unnamed (26)

BERIMBANG.COM – Gempa berkekuatan 5,7 skala Richter menghantam Jepang malam tadi waktu setempat. Gempa tersebut terjadi di Pulau Hachijo-jima yang berjarak 168 kilometer dari Jepang dan disebut berpotensi tsunami.

Dilansir dari surat kabar Russian Today, Sabtu (2/5), berdasarkan data dari USGS, sebelumnya dikatakan gempa tersebut awalnya berkekuatan 6,1 skala Richter.

Hachijo-jima merupakan sebuah pulau vulkanik di Jepang yang terletak di Laut Filipina dan memiliki penduduk sebanyak 8.000 jiwa.

Pada April lalu, daerah barat daya Jepang juga mendapat peringatan waspada tsunami lantaran gempa berkekuatan 6,8 skala Richter menghantam bawah laut teluk Taiwan. Disebutkan, gelombang setinggi satu meter akan menghantam daerah barat daya Jepang seperti Miyakojima dan Yaeyama.

Gempa itu pula yang menghantam Nepal dan memporak-porandakan Ibu Kota Khatmandu, Nepal, hingga menewaskan lebih dari 5.000 jiwa.(mdk)

Pemkot Bekasi Akan Benahi Pengolahan Limbah Tinja

DSCN0144

BErIMBANG.COM,  Bekasi– Pemkot Bekasi akan membenahi pengolahan limbah tinja di wilayahnya. Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, sudah tidak berfungsi secara baik selama delapan tahun.

Selama itu, sebagian limbah kotoran manusia tersebut dibuang ke Kali Bekasi yang berada di lokasi Kecamatan Bantar Gebang. Padahal, pengadaan mesin pengolahan limbah tinja manusia itu dibiayai APBD Kota Bekasi.

Kepala Dinas Bangunan dan Permukiman (Disbakim) Kota Bekasi, Dadang Ginanjar mengatakan, IPLT itu akan segera diperbaiki setelah dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengolahan Air Limbah Dosmetik (PALD).

”UPTD ini yang akan menata kembali pengolahan tinja manusia di Kota Bekasi,” katanya, Minggu (3/5/2015). Menurutnya, apabila telah terbentuk UPTD tersebut, akan ada penambahan pemasukan kas daerah melalui pengelolaan tinja dan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dadang menjelaskan, untuk perbaikan disiapkan Rp3 miliar untuk mengeruk limbah tinja dan memperbaiki kolam penampungannya. Sedangkan untuk pembelian mesin pengolah tinja yang baru, belum ada anggarannya.

”Kita akan meminta bantuan pemerintah pusat untuk pengadaan mesin pengolahan tinja,” ungkapnya. Tahap awal melakukan perencanaan pengolahan air limbah domestik di lingkungan perkantoran Pemkot Bekasi hingga meluas ke masyarakat yang kelola oleh PALD.

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Abdillah membantah apabila mesin pengolahan IPLT tidak berfungsi. Apalagi, lahan pengolahan itu masih berfungsi layaknya pengolahan IPLT.

”Tidak benar jika mesin itu rusak. Masih berfungsi, sebelum diulang kami lakukan pengolahan,” katanya singkat.(sn)

Ambulance Bank Mandiri Dibobol Maling di Pamulang

mandiri bobol new

BERIMBANG.COM, Tangsel -Sebuah mobil ambulance Bank Mandiri B 1293? SIX yang tengah diparkir di Jalan Raya Pamulang Dua, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dibobol maling, Jumat (1/5/2015).

Sanusi (43), pengemudi mobil ambulance tersebut, mengatakan peristiwa itu terjadi saat mobil ditinggal makan di warung yang berada tak jauh dari lokasi parkir.

“Usai makan, saya dan teman-teman kembali ke mobil. Setelah di dalam mobil, kami baru sadar bila kaca samping kiri sudah pecah berantakan,” jelasnya.

Sedangkan dua buah tas di dalam mobil raib. Satu tas milik saya dan satu lg milik Ayen, teman saya. Di dalam tas Ayen ada dompet berisi STNK dan SIM serta surat berharga lainnya.

“Maling itu keterlaluan banget. Mobil ambulance pun disikat juga,” ujar Sanusi kesal.

Sanusi  dan teman-temannya kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Kota Tangerang.(cep)