Beranda blog Halaman 432

Wakil Walikota Hadiri Sosialisasi Pokja Kelurahan Sehat

0

DSC_0392[1]

BERIMBANG.COM, Depok – Kelurahan Sukmajaya adakan sosialisasi Pokja kelurahan sehat kepada masyarakat Sukmajaya khususnya untuk meningkatkan pengetahuan tentang keluarga sehat di wilayah masing-masing dalam mengantisipasi berbagai macam masalah kesehatan yang ada di dalam keluarga. Senin (28/9/2015).

Hadir dalam acara sosialisasi tersebut, Wakil Walikota Depok, Camat Sukmajaya dan beberapa praktisi kesehatan sebagai narasumber.

Camat Sukmajaya, Dadang Wihana dalam dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi Pokja Kelurahan Sehat merupakan hari keempat dari rangkaian kegiatan di kecamatan dalam rangka melaksakan sosialisasi maupun menyampaikan informasi terkait masalah-masalah kesehatan.

“ Tema utamanya adalah masalah gangguan kejiwaan yang terjadi di masyarakat karena saya mengalami sendiri ada masyarakat yang mengidap gangguan kejiwaan yang harus segera diberikan pertolongan bahkan ada satu keluarga yang mengidap gangguan jiwa,” Ujar dadang.

Menurut Dadang, gangguan jiwa yang terjadi di masyarakat adalah masalah bersama dimana dalam penanggulangannya harus di carikan solusi kedepannya.

“ Sementara yang kami lakukan adalah dengan memberikan kasih sayang kepada mereka dan memberikan perhatian,” Ucap Dadang.

Sementara itu Wakil Walikota, Idris Abdul Shomad mengatakan kesehatan merupakan mahkota, masyarakat harus menyadari bahwa kesehatan itu penting untuk dijaga untuk itu kesehatan merupakan kewajiban Pemerintah Kota Depok.

“ Untuk itu kesehatan perlu ditingkatkan, walaupun Pemerintah Kota Depok belum sempat menjadi 10 besar kota sehat, tapi Alhamdulillah Kota Depok tidak termasuk 10 besar paling terendah kesehatannya, masih termasuk ada ditengah-tengah,” Ujar Idris.

“ Dilihat dari Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) didalamnya ada 24 indikator dimana masalah kesehatan di Kota Depok perlu ditingkatkan terus, ternyata dampaknya untuk mewujudkan kesehatan ini adalah sumber daya manusia yang kurang,”Ucap Idris.(Yuli Efendi)

Idris Kaget CSR Bank BJB Leading Sektornya Pemkot Depok

0

Bank bjb

BERIMBANG.COM, Depok – Dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Depok untuk masyarakat diserahkan penuh kepada Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) karena menurut Manager BJB Cabang Depok, Iwan Ridwan, Pemerintah Kota Depok lebih mengetahui usulan masyarakat yang memerlukan.

” Kami serahkan dana CSR sepenuhnya kepada Kepala Dinas Kominfo sebagai leading sektornya dalam pengelolaan dana tersebut atas usulan masyarakat yang memerlukan untuk menindak lanjuti kebutuhan masyarakat di wilayahnya,” Ujar Iwan di Kantor BJB Cabang Depok, Jalan Margonda Raya ketika dikonfirmasi berimbang.com. Senin (28/9/2015).

Menurut Iwan, Pemerintah Kota Depok mempunyai saham di BJB dan setiap Propinsi, Bupati di setiap daerah berbeda-beda modalnya.

” Maka dari itu pihak pemkot sah-sah aja mengendalikan dana anggaran CSR untuk di salurkan agar tepat sasaran ke masyarakat karena merekalah yang lebih mengetahui apakah usulan itu diterima atau tidak serta layak dan tidaknya,” Ucap Iwan.

Sementara itu, Sekretaris Umum, Ingri Pertiwi menambahkan bahwa usulan masyarakat bisa melalui Diskominfo ataupun ke pihak BJB langsung.

” Setiap usulan masyarakat tetap kami memantau juga wilayah yang akan diberi bantuan jadi kami tidak tutup mata mengawasinya,” Ujar Ingri.

Menurut Ingri, Dana CSR BJB Cabang Depok di perkirakan dari laba bersih yang didapat dikalikan 5% di tahun 2014 ada sekitar 2 Miliar yang digelontorkan kepada masyarakat langsung. Dari Dana CSR, masih menurut Ingri, penyalurannya digunakan untuk segala bidang.

Ditempat terpisah, Wakil Walikota Depok, M. Idris Abdul Shomad ketika dikonfirmasi berimbang.com merasa kaget leading sektornya ada di Diskominfo karena menurut Idris dana CSR merupakan kewajiban dari Bank BJB.

” Leading Sektor ? gak ada dong leading sektor, itukan merupakan kewajiban perusahaan,”Ucap Idris merasa kaget.

” Mungkin saja Bank BJB memberikan rekomendasi kepada Pemkot karena memang sahamnya ada di Bank BJB dan Walikota punya otoritas dalam pengelolaan keuangan sehingga ada MOU pengelolaan CSRnya dikelola oleh Pemkot sehingga terjadinya kerjasama,” Ujar Idris.

Idris juga menyampaikan selain dana CSR BJB Cabang Depok, ada beberapa bank pemberi dana CSR seperti BNI, BRI, dan BTN.(Yuli Efendi)

POLRI Tetapkan 204 Tersangka Pembakaran Hutan

0

images (6)

BERIMBANG.COM, Jakarta – Penyidik Bareskrim dan sejumlah Polda telah menetapkan 204 tersangka dalam kasus dugaan pembakaran hutan yang terjadi di wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Kabareskrim Polri Komjen Anang Iskandar menjelaskan, dari 204 tersangka terdiri dari 195 perseorangan, dan 9 korporasi.

“Terkait kebakaran hutan dan lahan telah ditetapkan sebanyak 204 tersangka,” kata Komjen Anang Iskandar, Minggu (27/9).

Komjen Anang melanjutkan, dari 204 tersangka tersebut, 4 kasus ditangani oleh penyidik Direktorat V Tindak Pidana Tertentu(Ditipiter) Bareskrim Polri.

“Tentunya atas instruksi Bapak Presiden secepatnya kasus pembakaran hutan agar cepat ditangani,” jelas mantan Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional( BNN) ini.

Sebelumnya, Direktur V Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Yazid Fanani mengatakan, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis seperti yang diatur dalam  Undang-undang No 4 tahun 1999 tentang kehutanan Pasal 50 huruf D.

Setiap orang dilarang membakar hutan. Pasal 78 ayat 3 bisa dipenjara 15 tahun dan denda maksimal 5 miliar. Serta, Pasal 78 ayat 4, dengan ancaman pidana 5 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. “Tersangka juga bisa dijerat dengan perdata,” kata Brigjen Fanani.(krim)

Napi Kabur Akhirnya Dapat Diringkus Kembali, 1 Masih Buron

0

images (5)

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Setelah berhasil memburon kurang lebih satu tahunan, akhirnya Doni Gunawan (29) seorang napi yang kabur dari ruangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Warungkiara berhasil diringkus petugas Lapas bersama petugas Polres Sukabumi, Minggu (27/9/2015). Kini, tersangka telah dijebloskan keruangan pengap Lapas Warungkiara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, ikhwal terungkapnya keberadaan tersangka yang kerap pulang ke rumahnya di  Kampung Tegalwangi RT 05/06 Kelurahan/Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Ketika dicek kerumahnya benar tersangka sedang berkumpul bersama keluarga dirumah kedaiamannya tersebut.

Tanpa buang waktu, tersangka kemudian digelandang petugas Lapas juga aparat Polresta Sukabumi menuju Lapas kelas II Warungkiara, di Kecamatan Warungkiara.

“Memang benar ketika petugas melakukan pengintaian kerumah kediaman tersangka sedang  berkumpul dirumahnya. Nah saat itu juga kami langsung melakukan koordinasikan dengan aparat kepolisian untuk melakukan penangkapan tersangka. Kini, tersangka telah dijebloskan kembali kesel tahanan lapas, ” kata Kalapas Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Nana Herdiana.

Saat petugas datang ke rumah lokasi, petugas mendapati Doni tengah berkumpul bersama keluarga dan juga dua orang teman lainnya. Saat akan ditangkap, orang tua Doni sempat melakukan penggalangan, namun setelah dijelaskan dengan cara persuasif, kedua orang tuanya langsung pasrah dan membiarkan Doni dibawa ke Lapas.

 “Ibunya sempat histeris saat Doni kami borgol dan bawa ke Lapas. Kami langsung kasih penjelasan kepada kedua orang tuanya bahwa Doni harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, ” terangnya.

Disebutkan Nana, dalam insiden melarikan diri empat Napi pada Desember lalu itu, Doni merupakan aktor intelektual nya. Dia lah yang mengajak tiga temannya yang lain untuk melarikan diri dengan memanfaatkan kelengahan petugas yang tengah melaksanakan shalat jumat. Kini ia harus kembali menjalani sisa hukuman di balik jeruji besi Lapas Warungkiara.

“Doni ini otak dibalik kaburnya para Napi akhir tahun lalu. Dia kasus 363 dengan hukuman 18 bulan penjara. Yang bersangkuta baru menjalani masa hukuman 7 bulan, kini dia harus menjalani sisa tahanannya selama 11 bulan,”singkatnya.

Dijelaskan Nana, dengan tertangkapnya Doni, berarti tinggal satu orang Napi lagi yang masih berkeliaran  di luar Lapas. Petugas hingga kini masih melakukan pengendusan keberadaan Napi tersebut. Mengingat, tidak ada masa kadaluarsa bagi Napi yang melarikan diri untuk melanjutkan masa hukumannya di dalam penjara.

“Semuanya ada empat yang melarikan diri itu. Alhamdulillah, tiga orang sudah kami tangkap dan satu orang lagi masih kami cari. Sampai kapan pun kami akan terus mencari dia,” tandas Nana.

Sementara itu, kepada petugas Doni sempat mengelak disebut otak dibalik kaburnya para Napi tersebut. Ia mengaku hanya mengikuti temannya yang lain saat melarikan diri.

“Bukan saya pak, saya hanya ikut-ikutan saja,” singkat Doni. (gn)

Wakil Walikota Depok : RT/RW Merupakan Ujung Tombak Pemerintah

0
Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad dalam sambutannya di acara Forum Ketua RT/RW Se Depok.    (Foto : Yuli Efendi)
Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad dalam sambutannya di acara Forum Ketua RT/RW Se Depok. (Foto : Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad menyebutkan bahwa peran Ketua RT/RW sangat strategis dalam membantu pemerintahan dalam hal pembangunan di wilayah masing-masih, disamping mempunyai fungsi strategis, Ketua RT/RW juga sebagai jembatan warga sampai tingkat Kelurahan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Pemerintah Kota Depok dalam hal ini dapat menjadikan Ketua RT/RW sebagai mitra pemerintah dan menjadi ujung tombak Pemerintah dalam membantu pembangunan yang di laksanakan pemerintah daerah.

“ Pembangunan di Kota Depok, mau tidak mau pemerintah harus wajib bermitra dengan Ketua RT/RW siapapun Walikotanya, tidak boleh jauh-jauh dari RT/RW dan harus dekat sehingga pembangunan ini dapat berjalan dengan baik, bisa berjalan dengan lancar dan bisa kita tingkatkan pembangunan di Kota Depok, Ujar Idris dalam sambutannya di Forum RT/RW di Kelurahan Grogol. Sabtu (26/9/2015).

Terkait Intensif RT/RW, Idris mengatakan Intensif RT/RW tergantung dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) bila Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) meningkat kenapa tidak Intensifnya kita naikkan.

“ Bisa saja kita naikkan Intensifnya bila PAD kita besar, Pemerintah Kota Depok juga dalam anggarannya, masih banyak yang di prioritaskan seperti anggaran pendidikan sebesar 20 % dan juga anggaran lainnya seperti pembangunan infrastruktur.

Idris mencontohkan, selain RT/RW Amil yang memandikan mayat juga perlu diperhatikan karena sangat berperan penting bila ada yang meninggal dunia untuk itu Idris menginginkan ada fasilitas intensif dan pelatihan Bimtek juga sama seperti RT/RW agar mempunyai sertifikasi.

“ Pengalaman pribadi yang pernah saya alami ketika saya jadi ustad dan belum menjadi Wakil Walikota, pernah saya di datangi warga untuk memandikan mayat tetapi saya tidak bisa melakukannya karena bisa teorinya saja, apa jadinya bila mayat dibiarkan tanpa adanya Amil,” Ujar Idris.

Idris juga menyampaikan untuk pembangunan infrastruktur Jalan Lingkungan RT/RW sudah mencapai 95 % terbangun oleh Pemerintah Kota di Tahun 2015.

“Ini merupakan peran serta dan aspirasi dari masyarakat melalui RT/RW dan juga aspirasi anggota Dewan untuk itu Walikota yang terpilih nanti apakah dapat apa tidak memperbaiki jalan kota sampai 100% dilakukan,”Ujarnya.(Yuli Efendi)

Terbentuknya Forum RT/RW Diharapkan Dapat Meningkatkan Kesejahteraan

0

DSC_0364[1]

BERIMBANG.COM, Depok – Dari hasil pertemuan Bimbingan Teknik (Bimtek) di Puncak Bogor, Forum Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) akhirnya terbentuk di Kota Depok, dari pertemuan yang diadakan di Sekretariat bersama di RW 01 Jalan Vila Santika RT 05/RW 01 Kelurahan Grogol, Limo. Sabtu (26/9/2015)

Ketua Forum RT/RW, Marsyan menuturkan bahwa pertemuan antara RT dan RW yang sekarang diadakan adalah dalam rangka reuni antara pengurus RT/RW se Kota Depok.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Walikota Depok, Anggota Dewan dari Daerah Pemilihan Beji Cinere Limo, Lurah Grogol , perwakilan BPMK, serta Tokoh Masyarakat setempat.

Dengan terbentuknya Forum RT/RW, kata Marsyan adalah cikal bakal terbentuknya Forum sesungguhnya karena masih semi legal dan belum mutlak karena belum menyeluruh sampai tingkat kecamatan.

“ Kami juga akan ikut sertakan seluruh Ketua RT dan RW Tingkat Kota Depok untuk bersama-sama membangun Kota Depok kedepannya bahwa kami sadar betul , kami adalah ujung tombak pemerintah karena kami langsung bersentuhan langsung dengan masyarakat,”ungkap Marsyan.

Dalam kontribusinya ke Pemerintah Kota Depok, Para ketua RT/RW masih mengalami kekurangan dalam membangun wilayahnya masing-masing dikarenakan terganjal masalah keuangan.

“Maka dari itu, kami mengharapkan agar Pemerintah Kota Depok dapat membantu kekurangan-kekurangan serta keluhan-keluhan yang kami alami selama ini untuk mensejahteraka masyarakat di berbagai sektor,”Ucapnya

Tambahnya, Salah satu harapan besar RT/RW adalah meningkatkan intensif honor yang selama ini sudah diberikan kepada RT sebesar 1,5 juta sedangkan untuk RW sebesar 1,3 juta.

“ Dengan nanti terpilihnya Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad menjadi Walikota atau siapapun yang menjadi walikotanya, kami mengharapkan sekali untuk meningkatkan intensif yang tadinya setahun sekali bisa menjadi sebulan sekali, itu yang nanti akan kami perjuangkan ke depannya,” Ujar Marsyan.

Selain kepada Pemerintah Kota Depok, para ketua RT/RW juga mengharapkan kepada anggota dewan membuatkan payung hukum kepada RT/RW agar setiap tindakan yang dilakukan di masyarakat dilindungi.

Sementara itu, Wakil Walikota Idris Abdul Shomad mengucapkan terima kasih atas undangan dari Panitia karena menurutnya, pertemuan yang sekarang ini adalah mempunyai nilai strategis karena dapat mengembangkan dan meningkatkan pembangunan di Kota Depok.

Idris mengatakan, di dalam perundangan-undangan, RT/RW mempunyai kedudukan sebagai peran membantu Walikota Depok di tingkat kelurahan atau desa dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

“ Kalau dikatakan sebagai ujung tombak memang benar karena undang-undang mengatakan seperti itu semoga menjadi mitra yang sangat erat dan memang sudah diikat dengan undang-undang,”Ujar Idris.

Masih Idris, fungsinya pun adalah sebagai pemimpin diwilayah, seperti salah satu tugasnya adalah pendataan warga serta administrasi Pemerintahan serta menjaga keamanan.

“ Tanpa tanda tangan RT/RW untuk pengantar, warga tidak bisa melanjutkan proses birokrasi sampai ke Walikota,”Ucap Idris.

Lalu Idris mengatakan, Ketua RT/RW juga menjadi advokasi terhadap warganya untuk menjembatani permasalahan yang ada di wilayah ke tingkat kelurahan serta usulan-usulan dari masyarakat termasuk menyukseskan Musrenbang.(Yuli Efendi)

Aksi Bersih, Dishub Lakukan Jumsih Di Terminal Depok

0

DSC_0359[1]

BERIMBANG.COM, Depok – Dinas Perhubungan Kota Depok  menjadi giliran dalam melakukan aksi bersih di sekitar area Terminal di Jalan Margonda Raya, kegiatan ini  melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yaitu Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan Badan Lingkungan Hidup . Jum’at (25/9/2015).

Pantauan berimbang.com, petugas kebersihan terlihat sedang melakukan aksi bersih di areal Terminal dengan menggunakan sapu dan peralatan lainnya, terlihat juga , Kepala Badan Lingkungan Hidup, Wijayanto dan beberapa jajaran dibawahnya.

DSC_0356[1]
Kepala Dinas Perhubungan, Gandara Budiana Melakukan Pengawasan Jumsih di Terminal Depok. ( Yuli Efendi)

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Gandara Budiana mengatakan kegiatan aksi bersih merupakan kegiatan rutin setiap hari yang dilakukan Pemerintah Kota untuk menjadikan masyarakat Depok meningkatkan pola hidup sehat dan pola hidup bersih  terhadap lingkungannya serta mendukung Pemerintah untuk menuju kota sehat .

Sasarannya menurut Gandara adalah selain meningkatkan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat, salah satunya adalah lomba dalam peraihan Adipura.

“Oleh karena itu kami dari Dinas Perhubungan mempunyai tanggung jawab di beberapa titik terutama di areal terminal, kegiatan ini juga sebenarnya dilakukan setiap hari karena kami mempunyai petugas kebersihan sendiri,”Ujar Gandara.

“ Dan untuk hari-hari tertentu seperti hari Jum’at, kami dibantu oleh beberapa OPD, kita dibantu juga oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan , Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air,”Ucap Gandara.

Gandara berharap dengan adanya kegiatan Jum’at Bersih (Jumsih), Cita-cita Pemerintah Kota Depok dapat tercapai untuk meraih Piala Adipura.(Yuli Efendi)

Walikota Depok Sesalkan Ada Oknum Penerimaan CPNS

0
DSC_0346[1]
Walikota dan Wakil Walikota dalam acara pemberian SK CPNS K2 Honorer kepada 238 pegawai Di Gedung Dibaleka

BERIMBANG.COM, Depok – Walikota Depok sesalkan dengan adanya oknum tertentu yang memberikan jaminan untuk meluluskan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Depok dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Walikota Depok juga meyakini peserta CPNS K2 (honorer) yang diangkat baru-baru ini sejumlah 238 CPNS di Aula Lantai 10 Gedung Dibaleka menjadi korban oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi untuk meraup untung sebanyak-banyaknya.

Bahkan Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il dalam arahannya mempertanyakan kepada para peserta CPNS , siapa saja yang menjadi korban penipuan dalam perekrutan CPNS.

“ Saya ingin bertanya kepada saudara-saudara, siapakah yang pernah di iming-imingi untuk membantu kalian dalam proses kelulusan CPNS,” Ujar Nur Mahmudi dalam sambutannya di acara pemberian SK CPNS K2 (Honorer) kepada 238 pegawai di lantai 10 Gedung Dibaleka. Rabu (23/9/2015)

Menurut data dan informasi yang di dapat Nur Mahmudi, para CPNS dimintai uang sebesar 10 juta sampai 15 juta untuk memuluskan CPNS hingga mendapatkan SK pengangkatan.

“ Saya tadi menanyakan kepada salah satu peserta disini, di kelurahan ada yang meminta uang kepada masyarakat dijanjikan diterima sebagai PNS, siapapun yang menawarkan jangan mudah tergiur walaupun dia itu mengaku-ngaku bisa meluluskan,”

Pemerintah Kota Depok melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di minta untuk meningkatkan kualitas SDM serta menjaga keamanan dan ketertiban. “untuk itu penyelenggara Negara dapat memberikan yang terbaik untuk Kota Depok khususnya sehingga tidak terjadi lagi adanya praktik suap menyuap sehingga tidak ada lagi yang menjadi korban di masa yang akan datang,”Himbau Nur Mahmudi.

Walikota Depok Berikan SK Pengangkatan Kepada 238 CPNS K2 Honorer

0
Walikota Depok Memberikan SK pengangkatan CPNS K2 (Honorer) Di Aula Lantai 10 Gedung Dibaleka
Walikota Depok Memberikan SK pengangkatan CPNS K2 (Honorer) Di Aula Lantai 10 Gedung Dibaleka

BERIMBANG.COM, Depok – Sejumlah 238 pegawai K2 (honorer) di lingkungan pemerintah di berikan SK pengangkatan oleh Walikota Depok menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau yang sekarang di sebut Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aula Lantai 10 di Gedung Dibaleka II, Jalan Margonda Raya No. 54 Depok. Rabu  (23/9/2015).

Kepala badan kepegawaian Daerah, Sri Utomo mengatakan pegawai Honorer yang diberikan SK adalah pria sebanyak 90 sedangkan wanita sebanyak 148 mereka masing-masing dari berbagai Instansi seperti guru, pegawai di Dinas Kebersihan, Dinas Kesehatan dan Dinas lainnya.

Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad dalam sambutannya mengatakan perjuangan para pegawai honorer untuk diangkat menjadi PNS tidak mudah, mereka memerlukan pengorbanan serta melakukan beberapa tahapan dalam melakukan seleksi untuk mendapatkan SK CPNS.

“Mudah-mudahan ini merupakan bagian dinamika perjalanan kehidupan kalian, setiap perjuangan , setiap prestasi pasti ada pengorbanan sehingga kalian dapat lulus dan diangkat menjadi PNS,” Ujar Idris kepada peserta CPNS.
Lanjut Idris, kata kunci keberhasilan menjadi PNS adalah integritas, ada motivasi serta tekad menjadi abdi negara bukan hanya niat saja.

“ Dengan diberikannya SK CPNS, kalian adalah pelayan masyarakat untuk mengabdi kepada negara, jangan sia-siakan kesempatan baik ini, bekerjalah dengan sungguh-sungguh,” Ucap Idris.
Sementara itu Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengatakan dari 250 CPNS dari berbagai golongan hanya 238 yang memenuhi persyaratan administrasi dan kualifikasi untuk ditetapkan sebagai PNS oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Walikota Depok juga mengharapkan kepada CPNS yang diangkat untuk menjaga kualitas dalam bekerja, mempunyai motivasi, semangat dalam berkarir, berprestasi serta menjaga stabilitas keamanan diwilayahnya masing-masing guna memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“ Semangat dan motivasi sangat diperlukan untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat maka dari itu diperlukan kerja keras serta kedisiplinan dalam bertugas demi nama baik Pemerintah Kota Depok dan Negara,” Ujar Nur Mahmudi. (Yuli Efendi)

Cara Tepat Mengganti Oli Kendaraan Bermotor

0

oli

BERIMBANG.COM – Oli merupakan bagian penting dari sebuah mobil yang berfungsi sebagai pelumas mesin. Karena fungsinya yang sangat vital tersebut, oli harus diganti secara berkala untuk mencegah terjadinya keausan.

Di buku petunjuk kendaraan, rata-rata produsen mobil menyarankan penggantian oli berdasarkan seberapa jauh jarak yang sudah ditempuh mobil tersebut, yaitu antara 7.500 kilometer sampai 10.000 kilometer. Namun dengan kondisi lalu lintas di kota Jakarta, aturan tersebut dianggap sudah tidak relevan lagi.

“Jarak 7.500-10.000 kilometer itu sebetulnya merupakan penggunaan kombinasi antara di jalanan macet dengan di jalanan bebas hambatan atau tol. Sementara di Jakarta, tol itu hanya sekedar nama saja. Karena faktanya tol di sini lebih banyak macetnya,” ungkap Mechanic Expert dari G-Speed Indonesia, Galih Laksono di acara “Castrol MAGNATEC Stop-Start Family Fest”, di Jakarta, Sabtu (12/9).

Kondisi jalan raya yang lebih sering macet di Jakarta menurut Galih bisa membuat umur mesin jadi semakin berkurang. “Kondisi berhenti dan kembali berjalan pada saat macet merupakan titik paling ekstrem bagi mesin mobil. Semakin sering mobil terjebak dalam kemacetan, mesin mobil tersebut semakin butuh perlindungan oli,” ungkapnya.

Karena itu, menurutnya panduan jarak tempuh 7.500-10.000 km sudah tidak sesuai lagi. “Dengan kondisi jalan yang lebih sering macet, saya menyarankan untuk mengganti oli setiap jarak tempuh 5.000 km saja. Itu lebih aman untuk mencegah kerusakan mesin,” ujar Galih.