Beranda blog Halaman 41

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Larang Studi Tour Sekolah: Fokus pada Kebahagiaan Murah dan Bermakna

0

BERIMBANG.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan kebijakan larangan kegiatan sekolah yang menimbulkan pembiayaan besar, termasuk studi tour dan acara perpisahan mewah. Larangan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi orang tua siswa dan menumbuhkan kreativitas pelajar di lingkungan sekolah.

Baca juga: Pelajar di Depok Kecewa dengan Larangan Study Tour oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

“Saya paham banyak orang tua yang hari ini bahagia karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk acara sekolah,” kata Dedi. Ia menegaskan bahwa larangan ini mencakup kegiatan seperti menyewa artis hingga menyewa gedung dengan biaya puluhan juta rupiah.Minggu (27/4).

Namun demikian, Dedi menekankan bahwa ia tidak melarang siswa untuk merayakan momen kelulusan. Ia justru mendorong sekolah-sekolah untuk mengadakan acara di lingkungan mereka sendiri, dengan memanfaatkan bakat dan kreativitas para siswa. “Bikin acara di sekolah dengan musik, sastra, tari, dan drama. Gunakan sumber daya yang ada, dari dekorasi, panggung, sampai dokumentasi,” ujarnya.

Dedi mengingatkan bahwa tidak semua keluarga mampu membiayai acara perpisahan yang mewah, dan seringkali orang tua terpaksa berutang demi memenuhi keinginan anak. Ia menilai bahwa kehidupan tidak berhenti di bangku sekolah, melainkan harus terus berlanjut untuk masa depan yang lebih baik.

“Saya yakin, setiap kebijakan pasti menimbulkan kebahagiaan sekaligus kekecewaan. Tapi seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan demi kepentingan masa depan rakyat dan bangsa,” tutupnya.

iik

Anak Nakal di Depok Siap-Siap: Gubernur Dedi Mulyadi Akan Kirim ke Kompleks Militer!

0

BERIMBANG.com, Depok – Ada kabar baru buat anak-anak Depok yang suka ugal-ugalan di jalanan! Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam momen HUT ke-26 Kota Depok, mengumumkan rencana besar: anak-anak yang berperilaku nakal akan dikirim untuk dididik ala militer di kompleks TNI dan Polri mulai Mei 2025.

Dalam pidatonya yang penuh semangat di atas panggung hiburan di Jalan Margonda Raya, Jumat (25/4/2025), Dedi mengajak masyarakat mendukung program ini. Ia menyebutkan anak-anak yang malas sekolah, doyan balap motor, atau bahkan melawan orang tua, akan “dititipkan” ke institusi militer untuk dibina.

“Saya mau buat program. Anak-anak nakal diserahkan ke pemerintah, nanti dibina di komplek militer dan polisi. Setuju enggak?” seru Dedi kepada ribuan warga yang memadati acara.

Tak main-main, Dedi juga sudah menyiapkan anggaran untuk pembinaan itu. Anak-anak yang dikirim akan digembleng minimal enam bulan, bahkan bisa sampai setahun, sebelum dikembalikan ke pelukan keluarga — dengan harapan sudah berubah menjadi pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

“Kalau ketahuan balapan liar, langsung tangkap. Bawa ke kompleks, biar dibina sampai kelakuannya beres,” tegas politikus Partai Gerindra tersebut, disambut sorakan warga.

Dedi juga meminta Wali Kota Depok, Supian Suri, untuk berkoordinasi erat dengan aparat TNI-Polri demi kelancaran program ini. Menurut Dedi, pola asuh konvensional saat ini banyak yang gagal mengendalikan anak-anak bermasalah, sehingga butuh pendekatan tegas lewat pelatihan disiplin.

Red

Akhirnya! Margonda Punya Car Free Day Mulai 4 Mei 2025

0

BERIMBANG.com, Depok – Kabar gembira buat warga Depok! Mulai Minggu, 4 Mei 2025, Jalan Margonda Raya bakal jadi arena bebas kendaraan setiap akhir pekan. Yap, Pemkot Depok resmi menetapkan Car Free Day (CFD) yang berlaku setiap hari Minggu dari pukul 05.30 sampai 08.30 pagi.

Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan langsung kabar ini seusai Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-26 Kota Depok, Jumat (25/4). Menurutnya, CFD ini adalah hasil koordinasi dengan Kapolres dan akan dimulai dari Balai Kota hingga simpang Jalan Juanda.

Tenang, buat yang tetap harus lewat, nggak semua jalur ditutup kok. Hanya satu jalur yang bebas kendaraan, sementara jalur satunya masih bisa dilewati motor dan mobil.

“Ini bagian dari semangat kami untuk mengajak warga hidup sehat. Bisa olahraga, jalan santai, atau sekadar nongkrong bareng keluarga,” ujar Supian.

Nah, siap-siap ya warga Depok! Yuk, manfaatkan CFD ini buat rehat dari polusi, nikmatin udara pagi, dan tentunya… spot Instagramable yang lebih leluasa di Margonda!

Red

Depok Bersiap Rombak Birokrasi, Supian Suri: “Bukan Sekadar Mutasi, Ini Wajah Baru Pelayanan”

0

BERIMBANG.com, Depok – Aroma perubahan mulai tercium di lingkungan Pemerintah Kota Depok. Sejak resmi dilantik pada Februari lalu oleh Presiden Prabowo Subianto, Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah langsung tancap gas menyusun ulang barisan birokrasi. Dan kini, sinyal mutasi pejabat kian terasa nyata.

Baca juga:Kampung KB Jatijajar, Tapos Dapat Penilaian Terbaik Dari Propinsi Jabar

Bukan isapan jempol belaka, Supian Suri mengonfirmasi bahwa penyegaran birokrasi memang sedang dalam proses. “Banyak ASN yang pensiun sejak awal tahun, dan tentu ini harus segera diisi. Kita tidak ingin pelayanan publik terganggu hanya karena kekosongan jabatan,” ujar Supian saat ditemui di sela aktivitasnya, Rabu (23/4).

Namun, Supian menekankan, ini bukan langkah gegabah. Pemerintah Kota Depok sudah berkonsultasi dan mendapat restu dari Kementerian Dalam Negeri. “Tapi jangan buru-buru. Rencananya nanti setelah perayaan HUT ke-26 Kota Depok,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Depok, Rahman Pujianto, ikut buka suara untuk meredam spekulasi liar. “Ada kabar mutasi besar-besaran hari Kamis atau Jumat. Itu hoaks. Belum ada jadwal resmi,” tegasnya. Ia menyebut, jabatan yang kosong sekitar 60-an, bukan ribuan seperti yang ramai dibicarakan.

Yang menarik, banyak posisi strategis di Pemkot saat ini masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt). Hal ini makin menegaskan bahwa perombakan struktural bukan hanya wacana, melainkan kebutuhan nyata.

Lebih dari sekadar rotasi, Supian ingin membawa semangat baru ke tubuh pemerintahan. “Ini bukan cuma soal mutasi jabatan, tapi soal membawa wajah baru bagi pelayanan di Kota Depok,” tandasnya.

Warga Depok kini tinggal menunggu: akankah wajah birokrasi berubah lebih segar pasca penyegaran ini?

iik

Pemdes Ciadeg Berikan Bantuan Hands Traktor Dan 10 Karung Pupuk Kepada Kelompok Tani Untuk Mendukung Program Swasembada Pangan Nasional

0

BERIMBANG.COM, Bogor – Sebagai bentuk dukungan dan menyukseskan program swasembada pangan Nasional, yang juga didukung oleh program ketahanan pangan, Pemerintah Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong memberikan Hands Traktor dan pupuk kepada Kelompok Tani (Poktan) Hurip Jaya pada acara membuka Panen Raya Padi Varietas Siliwangi, dan Invari 32. Acara tersebut yang langsung dihadiri Camat Cigombong pada Kamis 24 April 2025.

Wahyu Rahayu, Kepala Desa Ciadeg menerangkan, pihaknya sangat mendukung program Pemerintah Pusat dan Kabupaten Bogor yang telah menyelenggarakan program swasembada pangan serta ketahanan pangan.

” penyerahan Hands Traktor dan 10 karung pupuk kepada petani, karena Poktan ini memiliki sekitar 5 – 6 hektar sawah, dan didukung dengan irigasi yang lancar, sehingga untuk meningkatkan kapasitas panen atau pertumbuhan padi yang lebih meningkat,” ujarnya.

Dirinya berharap dengan bantuan traktor tersebut, kelompok tani di Desa Ciadeg dapat terus meningkat, dan menjadikan para petani sejahtera.

” Kita berharap dengan bantuan traktor dan pupuk kepada petani akan meningkatkan produktifitas pertaniannya, sehingga meningkat pula taraf hidupnya,” ucapnya.

Camat Cigombong R.E Irwan Somantri menerangkan dirinya ikut menghadiri kegiatan penyerahan Hands Traktor dan Pupuk jenis MPK kepada petani, sekaligus membuka panen raya padi unggulan oleh kelompok tani Hurip Jaya.

” Panen raya tentunya patut diapreasi ditengah-tengah Bupati Bogor sedang mengangkat program swasembada pangan, dan juga ketahanan pangan. Program ini mudah – mudahan menjadi lumbung pangan di Kabupaten Bogor, khususnya di Kecamatan Cigombong, karena luasnya tidak main – main yaitu 5 – 6 hektar seluruh lahan yang ada, yang ditanami padi,” ujarnya

(Na)

Adella Hilang di Jalan Jawa, Kasus Kedua dalam Sebulan: Warga Cinere Cemas, Polisi Diminta Bergerak Cepat

0

BERIMBANG.com,Depok – Suasana haru dan cemas menyelimuti warga Cinere, Depok, setelah seorang siswi sekolah dasar kembali dilaporkan hilang di kawasan Jalan Jawa. Adella (10), siswi kelas V SDK Tirtamarta Penabur Cinere, dilaporkan tak kunjung pulang ke rumah setelah pulang sekolah pada Rabu siang (23/4/2025).

Baca juga: Depok Targetkan Predikat Tertinggi Kota Layak Anak, PWI Siap Kawal Lewat Pemberitaan Ramah Anak

Peristiwa ini bukan yang pertama. Dua pekan sebelumnya, seorang anak perempuan juga dilaporkan hilang di kawasan yang sama, tak jauh dari lokasi kejadian terbaru. Kini, dengan dua kasus serupa dalam waktu berdekatan, kekhawatiran masyarakat kian memuncak.

Menurut kesaksian keluarga, Adella terakhir terlihat sekitar pukul 14.00 WIB, di dekat sebuah minimarket di Jalan Jawa, mengenakan seragam pramuka. Sang ibu, Arlin, yang tak kuasa menahan tangis, memohon bantuan masyarakat dan pihak berwenang untuk segera mencari keberadaan putrinya.

Saya mohon siapa pun yang melihat atau mengetahui keberadaan Adella, tolong hubungi kami atau kantor polisi. Setiap detik sangat berarti,” ujar Arlin dengan suara bergetar pada Kamis pagi (24/4/2025).

 

Adella memiliki tinggi badan sekitar 130 cm, berkulit sawo matang, dan berambut hitam. Ciri terakhir yang diketahui, ia mengenakan seragam pramuka lengkap saat terakhir terlihat.

Bagi siapa pun yang memiliki informasi, bisa langsung menghubungi:

Nama: Arlin

No. HP: 0817-880-067

Atau lapor ke kantor polisi terdekat.

Pihak kepolisian diharapkan bertindak cepat mengusut kasus ini. Natalia, teman keluarga, menyampaikan harapan masyarakat:

Kami percaya polisi mampu membongkar jaringan atau pelaku di balik penculikan ini. Ini sudah sangat meresahkan.”

 

Warga kini berharap peristiwa ini menjadi alarm serius bagi semua pihak. Keamanan anak-anak tak lagi bisa dianggap remeh.

Efendi

Magot Tidak Efektif Atasi Sampah di Kota Depok

0

BERIMBANG.com, Depok – Program pemanfaatan larva lalat tentara hitam (black soldier fly) atau magot untuk mengurangi volume sampah organik di Kota Depok memang terdengar inovatif. Namun, dalam praktiknya, efektivitas metode ini masih jauh dari harapan sebagai solusi skala kota.

Baca juga: “Sampah Menumpuk, Warga Frustrasi: Mantan DPRD Depok Kritik Keras Ketidakpedulian Pemkot”

Magot memang terbukti mampu mengurai sampah organik dalam jumlah tertentu, namun kapasitas penguraiannya sangat terbatas. Sementara itu, Depok menghasilkan lebih dari 1.200 hingga 1.300 ton sampah per hari, dan sekitar 60% di antaranya adalah sampah organik. Skema pengelolaan berbasis komunitas atau rumah tangga yang mengandalkan magot tidak mampu menangani volume sebesar ini secara signifikan.

Baca juga: Depok Darurat Sampah: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum teredukasi tentang cara memisahkan sampah organik dan anorganik, padahal pemisahan ini menjadi syarat mutlak agar magot bisa bekerja dengan optimal. Tanpa edukasi dan infrastruktur pendukung yang memadai, penggunaan magot justru berisiko menciptakan tumpukan sampah baru yang tidak terkelola.

Pengelolaan sampah membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, mencakup sistem pemilahan dari sumber, teknologi pengolahan skala besar, dan regulasi yang tegas. Magot bisa menjadi bagian dari solusi, namun tidak dapat dijadikan andalan utama.

Pemerintah Kota Depok perlu mengevaluasi ulang program ini dan fokus pada solusi yang lebih sistematis, seperti pembangunan fasilitas pengolahan terpadu dan peningkatan kesadaran warga. Tanpa langkah nyata dan terstruktur, persoalan sampah akan terus menjadi momok yang mengancam kualitas hidup warga Depok.

Penulis : Juli Efendi

Depok Targetkan Predikat Tertinggi Kota Layak Anak, PWI Siap Kawal Lewat Pemberitaan Ramah Anak

0

BERIMBANG.com, Depok – 23 April 2025
Kota Depok tengah menapaki langkah besar untuk meraih prestasi yang lebih tinggi dalam mewujudkan wilayah ramah anak. Setelah enam tahun berturut-turut menyabet predikat Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), tahun ini Depok menargetkan pencapaian yang lebih prestisius: Predikat Utama dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA).

Semangat tersebut juga dirasakan oleh insan pers, salah satunya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok. Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemkot dalam mengejar predikat tertinggi tersebut.

“Kami mendukung sepenuhnya target Pemkot untuk meraih Predikat Utama tahun ini. Ini bukan sekadar gelar, tapi bentuk nyata komitmen menjadikan kota ini ramah dan aman bagi anak-anak,” ujar Rusdy di Balai Kota Depok, Rabu (23/04/2025), didampingi Sekretaris PWI, Heru Sasongko.

PWI Kota Depok bahkan turut dilibatkan secara langsung dalam proses verifikasi lapangan oleh tim dari Kementerian PPPA yang digelar di Aula Edelweis lantai 5, Balai Kota Depok. Rusdy menyebut, keterlibatan ini adalah sebuah kehormatan sekaligus bentuk sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam mewujudkan Depok yang lebih baik bagi generasi muda.

Sebagai garda depan dalam penyampaian informasi, PWI punya peran penting dalam menciptakan narasi positif seputar anak. “Wartawan kami banyak menulis tentang prestasi anak-anak Depok—baik akademik, seni, olahraga, hingga budaya. Ini jadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi anak-anak lain,” jelas wartawan senior yang telah lebih dari tiga dekade berkarya di dunia jurnalistik itu.

Rusdy juga menekankan pentingnya etika dalam pemberitaan anak, terutama ketika berhadapan dengan persoalan hukum. “Kami berkomitmen pada prinsip pemberitaan ramah anak. Identitas anak, baik sebagai korban maupun pelaku, tidak boleh diumbar. Nama hanya inisial, alamat pun dibatasi hanya sampai kecamatan,” tegasnya.

Menurutnya, langkah ini adalah bentuk perlindungan psikologis anak agar tidak menjadi korban kedua dari sorotan publik yang berlebihan. “Kami tidak ingin anak-anak ini kehilangan masa depannya hanya karena satu kesalahan atau tragedi yang diberitakan tanpa empati,” pungkas Rusdy, yang juga penerima Press Card Number One dari Presiden Jokowi pada 2022.

Dengan kolaborasi erat antara pemerintah, media, dan masyarakat, harapan meraih Predikat Utama KLA bukanlah mimpi belaka. Depok siap naik kelas—dari kota ramah anak menjadi kota yang benar-benar berpihak pada masa depan mereka.***

PWI Depok Dukung Program Rumah Bersubsidi: “Rumah Layak untuk Wartawan Itu Hak, Bukan Imbalan”

0

BERIMBANG.com, Depok – Memiliki rumah sendiri menjadi impian banyak orang, tak terkecuali para wartawan. Kini, harapan itu makin dekat berkat program rumah bersubsidi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), yang didukung penuh oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok.

Lewat kerja sama dengan BTN, Kominfo-Digital (Komdigi), dan BP Tapera, Kementerian PKP menggagas penyediaan 1.000 unit rumah subsidi. Sebanyak 300 unit di antaranya disiapkan khusus bagi wartawan anggota PWI yang belum memiliki hunian.

Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, menyatakan dukungannya secara terbuka saat melakukan survei ke lokasi perumahan di Pesona Kahuripan X, Cileungsi, Bogor, Selasa (22/04/2025).

Silakan saja kalau ada organisasi lain tidak setuju. Tapi bagi kami di PWI Depok, ini program yang sangat relevan dan tak ada hubungannya dengan independensi,” ujarnya tegas.

Menurutnya, rumah adalah kebutuhan primer yang wajar diperjuangkan oleh siapa pun, termasuk para jurnalis yang bekerja di lapangan setiap hari.

Ini bukan soal politik, ini soal hak dasar. Pemerintah punya itikad baik, dan wartawan juga punya hak yang sama sebagai warga negara dan wajib pajak,” tambah Rusdy.

Ia juga mengapresiasi langkah Kementerian PKP yang menggandeng Dewan Pers untuk menyesuaikan syarat penerima manfaat dengan standar kompetensi wartawan. “Justru seharusnya Dewan Pers ikut mengawal, bukan lepas tangan,” katanya.

Adapun rumah subsidi yang ditawarkan di Pesona Kahuripan hadir dalam tipe 30/60, lengkap dengan dua kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga dan dapur. Dengan harga terjangkau dan cicilan berkisar Rp1,2–1,4 juta per bulan, hunian ini diharapkan mampu mengakomodasi wartawan berpenghasilan rendah (MBR).

Syarat utamanya? Belum memiliki rumah, belum pernah menerima subsidi perumahan, dan memenuhi batas penghasilan maksimal Rp7–13 juta sesuai status dan wilayah.

Verifikasi akan dilakukan langsung oleh PWI Pusat untuk memastikan program ini tepat sasaran. Dengan kata lain, program ini bukan sekadar wacana, melainkan wujud nyata keberpihakan negara terhadap kebutuhan dasar insan pers.

Sinergi Kota Depok dan DPRD Jabar, Pradi Supriatna : Setu Jadi Sorotan, Air Tanah Dibahas Serius

0

BERIMBANG.com,Depok – Optimisme terhadap pemanfaatan potensi air di Kota Depok mencuat dalam kunjungan kerja Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat ke Balai Kota Depok, Senin (21/04/25). Bertempat di Ruang Edelweis, Wali Kota Depok Supian Suri menyambut langsung rombongan yang dipimpin oleh Pradi Supriatna, didampingi Pj. Sekda Kota Depok serta sejumlah OPD terkait.

Dalam sambutannya, Supian Suri menyoroti pentingnya pemanfaatan setu sebagai aset strategis kota. Bukan hanya sebagai kawasan resapan air, tetapi juga potensi ekonomi, wisata, hingga olahraga.

Baca juga: PT. Tirta Asasta Depok Sosialikan Dampak Penggunaan Air Tanah Berlebihan Bagi Lingkungan

> “Depok punya banyak setu besar. Jangan hanya jadi tempat tampung air, tapi juga bisa mendongkrak ekonomi warga,” ujarnya penuh harap.

Tak hanya soal setu, kunjungan ini juga membahas isu serius: perizinan air bawah tanah dan pengelolaan air bersih oleh PDAM Tirta Asasta. Salah satu perhatian utama adalah potensi besar Kali Pesanggrahan yang melintasi Sawangan, Limo, dan Cinere. Sayangnya, sampai saat ini, Depok belum mengantongi izin resmi untuk pemanfaatan air dari kali tersebut.

> “Kami ingin sinergi ini membuka jalan agar Depok bisa kelola airnya secara mandiri dan maksimal,” tambah Supian.

Sementara itu, Pradi Supriatna dari DPRD Jabar menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas pemerintah. Ia mendorong agar seluruh isu strategis, terutama soal pengelolaan air, digarap serius dengan asas keadilan dan manfaat langsung bagi masyarakat.

> “Kita ingin bantu secara tepat sasaran. Tapi semua dimulai dari data, perizinan, dan komitmen bersama. Air adalah kebutuhan pokok, harus dikelola bijak,” tegas Pradi.

Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal penguatan sinergitas antara Pemkot Depok dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Harapannya, berbagai potensi sumber daya air di Kota Depok bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan dan optimal untuk kepentingan warga.

iik