Beranda blog Halaman 223

Berikan Pelayanan Prima, Disdukcapil Depok Serahkan Akte Kelahiran Bayi Kembar

0

BERIMBANG.com, Depok – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok terus melakukan terobosan seperti layanan jemput bola dengan memberi pelayanan prima untuk pembuatan akta kelahiran. Terbaru, pihaknya sudah menyerahkan akta kelahiran bayi kembar di RT 05 RW 03, Kelurahan Rangkapan Jaya.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Nuraeni Widayatti mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan akta kelahiran ke rumah warga pemilik bayi kembar di RT 05, RW 03, Rangkapan Jaya, pada Sabtu (14/11) kemarin.

“Akta kelahiran bayi kembar tersebut kami yang menyerahkan ke rumah orang tua bayi kembar tersebut. Ini merupakan bentuk pelayanan yang prima bagi masyarakat. Kami berupaya memudahkan pelayanan dokumen kependudukan,” kata Nuraeni, Minggu (15/11/20).

Dikatakanya, pelayanan seperti ini bukan hanya kali ini dilakukan oleh Disdukcapil. Pasalnya, sudah berulang kali pihaknya memberikan kemudahan kepada masyarakat, terlebih untuk warga yang kesulitan mengambil dokumen kependudukannya.

“Bagi kelompok rentan setelah kami melakukan jemput bola, dokumen kependudukannya kami antarkan langsung karena warga tersebut kesulitan mengambilnya. Sama seperti hari ini, kami mengantarkan langsung akta kelahiran kepada bayi kembar, asal Rangkapan Jaya,” terangnya.

Sementara itu, ayah bayi kembar, Lutfi mengaku terbantu dengan terobosan jemput bola Disdukcapil Depok. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat dalam mengurus akta kelahiran karena tidak perlu lagi ke kantor hanya untuk mengurus dokumen kependudukan cukup lewat WhatsApp.

“Terima kasih kepada Disdukcapil terutama ibu Kepala Disdukcapil yang telah  telah mengantarkan akta kelahiran anak saya ditambah dengan Kartu Keluarga terbaru serta Kartu Identitas Anak (KIA). Saya berharap program ini  terus berjalan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, kinerja Disdukcapil sangat baik dan patut menjadi contoh,” jelasnya.

Untuk diketahui, seluruh pelayanan administrasi kependudukan di Kota Depok tidak dipungut biaya atau gratis. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam  memberikan pelayanan terbaik bagi warganya. **

Pemkab Bogor Gelar Simulasi Pilkades Gelombang 1 Tahun 2020

0

BERIMBANG.comPemilihan Kepala Desa (Pilkades) Gelombang 1 tahun 2020 di Kabupaten Bogor tinggal menghitung hari. Berbagai pelatihan dan bimbingan teknis diberikan kepada para penyelenggara pesta demokrasi di tingkat desa ini,

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), melaksanakan simulasi Pilkades, di Perumahan Pondok Damai, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, pada Minggu, (15/11/2020).

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Reynaldy Yushab menjelaskan, simulasi pelaksanaan Pilkades, agar mengetahui tingkat pemahaman para panitia khususnya panitia tingkat Desa,

Pada hari pemilihan nanti, panitia di tiap tempat Pemungutan Suara (TPS) harus mengerti mulai dari prosedur, surat undangan kemudian daftar pemilih, bilik suara, kotak suara sampai dengan pemenuhan tinta untuk para pemilih yang telah melaksanakan kegiatan dan yang paling penting pemenuhan protokol kesehatan (Prokes).

“Ada beberapa catatan dan evaluasi yang sudah di dapatkan dengan simulasi ini, diantaranya adalah tentang penyediaan sarana dalam rangka penggunaan protokol kesehataan seperti  tempat mencuci tangan,  kemudian masker dan menjaga jarak,” kata Reynaldy.

Dengan simulasi yang dilaksanakan itu, Reynaldy berharap seluruh panitia yang hadir dari 88 Desa di 34 Kecamatan, panitia sudah mendapatkan informasi, serta pengalaman untuk pelaksanaan Pilkades pada tanggal 20 Desember mendatang. 

“Dengan simulasi yang kita lakukan jauh-jauh hari, kurang lebih 3 minggu menjelang hari pelaksanaan,”

“Kita berharap  evaluasi ini akan menjadi catatan seperti sosialisasi kepada masyarakat dan pengetatan terkait protokol kesehatan, oleh sebab itu meminta untuk kerjasama tim kepada semuanya,” katanya. 

Selain itu Reynaldy juga berharap dan berupaya agar pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Bogor tidak menjadi klaster baru penyebaran virus Covid-19.

Dengan itu, panitia pelaksanaan Pilkades akan berkoordinasi dengan seluruh elemen termasuk satgas Covid-19 dari Kecamatan dan Desa khususnya untuk pemenuhan  protokol kesehatan.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Politisi PDI Perjuangan Minta Jawara Depok Netral Di Pilkada

0

BERIMBANG.com, Depok – Panasnya suhu perhelatan Pilkada tahun 2020 di Kota Depok makin terasa mendekati pencoblosan pada 9 Desember 2020. Berbagai organisasi maupun komunitas saling mendukung paslon nya masing-masing, ada yang terang-terangan dan ada pula yang abu-abu atau boleh dikatakan tidak secara terus terang dalam mendukung paslon jagoannya.

Jawara Depok (Jaringan Wirausaha Depok) yang diinisiasi oleh Ubaidilah atau yang lebih akrab disapa Ubay Soto, sejak tahun 2017 sudah terbentuk sebagai wadah untuk menaungi para WUB (Wirausaha Baru), tapi entah kenapa setelah itu langsung menghilang seperti mati suri.

Dan saat ramainya Pilkada Wali dan Wakil Wali Kota Depok tahun 2020, Tagline Jawara Depok muncul dan berada di salah satu bagdrop paslon Wali dan Wakil Wali Kota Depok. Bahkan diduga kenyataannya keanggotaan yang masuk ke Jawara Depok sekarang ini banyak yang bukan dari WUB, dan prakteknya di bawa ke jalur politik untuk mendukung 02.

Anggota DPRD Kota Depok fraksi PDI Perjuangan, Yuni Indriani menyikapi maraknya dalam hal dukung mendukung paslon, dirinya mengingatkan, ada anggaran-anggaran dan SK Walikota untuk organisasi maupun komunitas, jadi tidak etis apabila Jawara Depok mendapat kucuran dana atau dibiayai Pemkot Depok dalam pergerakannya memajukan organisasi maupun komunitas.

“Kalau ada kaitanya dengan Pemkot ya janganlah, apalagi yang dibiayai oleh Pemkot Depok, kecuali mandiri tanpa campur tangan dari Pemkot. Jawara Depok harus netral pada pilkada, kalau personal silakan saja,” kata Yuni Indriani, yang mengingatkan kalau subsidi jangan dibawa dalam ranah pilkada, silakan kampanyenya diluar, Sabtu (14/11/2020).

Dilansir dari DepokPembaharuan (Debar), Ketua UKM Kecamatan Cimanggis, Kustoyo mengenai tagline Jawara Depok ada menempel di bagdrop paslon 02, Kustoyo mengatakan tidak mengikuti perkembangannya. “Silakan tanya sama yang buat Jawara,” kata Kustoyo, Jumat (13/11/2020).

Rudi Murodi salah satu pelaku UMKM Kota Depok memaparkan, bahwa dirinya sendiri hanya sekedar mendengar bahwa Jawara itu adalah komunitas yang di bentuk untuk mewadahi para pelaku usaha yang telah mengikuti pelatihan WUB (Wira usaha baru)

“Karena saya memang tidak pernah bergabung atau ikut mengetahui perjalanan Jawara selama ini jadi yang saya tau ya hanya Asosiasi UMKM dan para kordinator UMKM kecamatan yang di bentuk oleh kecamatan masing masing,” papar Rudi Sabtu (14/11/2020).

Sementara Ubay Soto saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa Jawara Depok yang diinisiasi sejak tahun 2017 tetap berjalan namun pelan, di gas kembali geliatnya di tahun 2020 ini. Namun ketika ditanyakan beberapa media apakah Jawara Depok mendukung paslon 02 Wali dan Wakil Wali Kota Mohammad Idris-Imam Budi Hartono, Ubay menyatakantunggu sampai tanggal 21 bulan Nopember 2020 ini.

“Tunggu sampe tgl 21 ya. Pasti kita akan menentukan sikap pada waktunya sabar dulu ya,” pungkasnya.**

Pemkab Bogor Pantau Kesiapan 88 Desa Penyelenggaraan Pilkades Serentak

0

BERIMBANG.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak  gelombang 1, di Gedung Tegar Beriman, kemarin Kamis (12/11/2020).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau kesiapan panitia penyelenggara di masing-masing desa.

“Kita sebagai panitia tingkat kabupaten, berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait perkembangan pelaksanaan Pilkades di lapangan,” katanya. 

Dari 88 desa di 34 kecamatan yang melaksanakan Pilkades Serentak pada 20 Desember nanti, hampir seluruhnya saat ini sedang melaksanakan seleksi bakal calon kepala desa.

Dalam acara rapat koordinasi tersebut dilakukan pemetaan terhadap jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dan jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

Pemetaan dilakukan terhadap wilayah yang berpotensi bakal terjadi konflik. Khususnya wilayah yang jumlah penduduknya padat.

“Kita juga sambil melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi menimbulkan gesekan saat pelaksanaan Pilkades Serentak. Semuanya kita bahas di sini,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Renaldi Yushab Fiansyah, Pelaksanaan Pilkades Serentak, bakal dilakukan secara manual di masing-masing TPS dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dan membagi jadwal peserta TPS.

“Panitia Pilkades melaksanakan prokes 3M, semua sudah disiapkan panitia setiap TPS dan dibagi jadwal peserta TPS dalam beberapa shift,” katanya.

Menurutnya pemberlakuan jadwal shift di TPS dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan dimasa pandemi Covid-19,

seperti 1 TPS untuk 500 orang, maka akan dilakukan shift awal 250 orang dan shift akhir 250 lagi. “Semua panitia kita beri keleluasaan untuk mengatur sesuai kondisi,” tambahnya.

(Andi/ Diskominfo Kabupaten Bogor)

DPC PKB Sebut Paslon Pradi Afifah Pasangan Terlengkap Untuk Mengayomi Masyarakat Depok

0

BERIMBANG com, Depok – Sekretaris DPC PKB Kota Depok Iwan Setiawan menilai pasangan Pradi-Afifah adalah pasangan terlengkap untuk bisa mengayomi masyarakat. Ia menilai keduanya merupakan bentuk dari aspirasi dan keinginan masyarakat terbanyak. Pasalnya, diusung dan didukung oleh Koalisi Parpol terbanyak. Yaitu: 6 Parpol Parlemen, 6 Parpol Non parlemen dan 1 Parpol Pecahan papol lawan yakni parpol Gelora. Disamping itu, didukung juga oleh ormas-ormas besar yang ada di Depok.

“Paslon nomor 1 sosok yang mengayomi, terbukti banyak partai yang mengusungnya. Semangat para relawan dan pendukungnya semakin bergelora,” ujar Iwan, Jumat (13/11/2020).

Iwan mengungkapkan, yang lebih menarik lagi Relawan pasangan Pradi-Afifah bergeliat setiap harinya. Bahkan, tumbuh bagaikan jamur di musim hujan sampai pada tingkat RT-RW.

“Saya melihat ini sebagai tanda-tanda kemenangan bersama dan kenginan bersama bergeliat untuk menyudahi Rezim 15 tahun sebelumnya. Apalagi, 15 tahun sebelumnya dianggap oleh sebagian besar masyarakat tidak pernah ada pembangunan SDA dan SDM yang signifikan. 15 tahun kota ini tertinggal jauh oleh Kota-kota tetangganya,” ungkapnya.

Iwan mengatakan, Pradi-Afifah adalah pemimpin yang bisa memberi solusi itu semua. Terlebih lagi, dari program kampanye yang disodorkan ke masyarakat sebagai program populis dan Pro-Rakyat. Pasalnya, program ini berdasarkan riset atas kebutuhan masyarakat Depok.

“Kami dari PKB meyakini bahwa 9 Desember 2020 akan ada perubahan besar. Yakni sebuah kemenangan bersama, karena masyarakat akan menentukan perubahannnya sendiri dengan memilih pasangan Pradi-Afifah,” tandasnya.

Untuk itu, DPC PKB Kota Depok mengajak kepada seluruh masyatakat bersama sama untuk datang ke TPS 9 Desember 2020. Datang ke TPS dan Mencoblos adalah bukti untuk memajukan Kota Depok. Yaitu mencari atau memilih pemimpin yang lebih visioner dan lebih baik.

“Kita terus bergerak bersama pengurus, anggota, simpatisan dan relawan memenangkan Paslon nomor 1,” pungkasnya. (*)

BMPS Apresiasi Program Pradi Afifah Atas Perhatiannya Kepada Kaum Disabilitas

0

BERIMBANG.com, Depok – Bendahara BMPS Kota Depok, Hj. Asri Mulyanita mengapresiasi Program Pradi-Afifah. Salah satunya perhatian pada para Disabilitas khususnya dalam pendidikan. Menurutnya, Sekolah Inklusif menjadi bentuk pelayanan bagi kaum disabilitas.

Ia menilai, masalah yang sering ditemukan di lapangan adalah kurangnya pemahaman oleh guru dalam menggunakan metode belajar seperti apa yang cocok.

“Kita apresiasi program menambah kapasitas SLB dan keberpihakan tinggi pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Ditambah lagi adanya pelatihan khusus untuk para pendidiknya, itu bisa melalui MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran),” ujar Hj. Asri Mulyanita yang juga Bendahara Dewan Pendidikan Kota Depok, Kamis (13/11/2020).

Hj. Asri yang pernah menjabat sebagai Ketua Iwapi Kota Depok mengungkapkan, menilai pendidikan SLB di Depok saat ini masih butuh perhatian. Apalagi, tenaga pengajar di SLB masih kurang mendapatkan perhatian, apalagi tenaga pengajar
non-PNS.

“Kalau Pradi terpilih nantinya akan memperhatikan tenaga pengajar di SLB yang ada di kota Depok. Tentunya, berdasarkan data secara riil jumlah difabel atau anak berkebutuhan khusus yang ada di Depok,” paparnya.

Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan adalah perhatian SLB yang ada di Kota Depok baik Negeri maupun Swasta. Terlebih lagi, perhatian bagi tenaga pengajarnya khususnya dalam gaji.
“Solusinya dengan meningkatkan fasilitas di SLB, maka ABK atau difabel di kota Depok lebih terakomodir dengan baik. Tentunya, dengan mengaktifkan peran Dinas Pendidikan,” tandasnya. **

Memperingati Hari Kesehatan Nasional, Polsek Cijeruk Bersama Koramil 2123 Cijeruk Bagikan 1000 Masker Kepada Masyarakat

0

BERIMBANG.COM, Bogor – Dalam Rangka Memperingati Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) yang  Ke-56 Polsek Cijeruk besama Koramil 2123 Cijeruk, Sat Pol PP dan Pihak Puskesmas Cigombong  berikan 1000 masker kepada masyarakat yang bertempat di Pasar Cigombong, pada Kamis (12/11/2020)

Kapolsek Cijeruk Kompol Nurahhim,S.H mengatakan, Pada Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) kali ini  mengangkat  tema “Satukan  Tekad Menuju Indonesia Sehat”. Dalam hal tersebut Polsek Cijeruk bersama instansi terkait bergerak bersama-sama  mengajak masyarakat untuk dapat menjalankan kehidupan sehari-hari  dengan menerapkan Pola hidup yang lebih sehat lagi. Terlebih di saat ini masa Pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“dengan Kegiatan Bagi-bagi  1000 masker ini diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan disipin masyarakat dengan selalu  menerapkan pola hidup yang lebih sehat . Sehingga tekad kita bersama-sama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 ini dapat Berjalan dengan baik dan cepat, “ujar Kapolsek Cijeruk Kompol Nurrahim, S.H

(Na)

Dikaitkan Hal Mistis, H Acep Sebut Istri Imam Demam Panggung

0

BERIMBANG.com, Depok – Sangat disayangkan Istri Calon Wakil Walikota Depok Nomor urut 02 Imam Budi Hartono saat melakukan sambutan di kegiatan Kampanye menyebut Pradi Afifah pasangan calon 01. Info yang beredar tersebut disangkutpautkan dengan hal yang bersifat mistis yang dilakukan oleh kubu Paslon 01.

Hal tersebut menjadi perbincangan dan tanggapan dari kalangan tokoh masyarakat, salah satunya dari Ketum Depok Begaya, H Acep Al-Azhari.

“Kalau pun dapat mengeluarkan suara beberapa kali ternyata yang disebut paslon lain no urut 1 Pradi-Afifah”, ujar H Acep saat menceritakan informasi kejadian tersebut kepada wartawan (11/11)

Menurut H. Acep jika Timnya Pradi sudah bermain mistis tidak mungkin diera digital saat ini masih ada yang bermain seperti itu, masyarakat Depok sudah cerdas kok bahkan modern karena Depok sebagai kota penyangga ibu kota,

Bisa jadi istri dari salah satu paslon tersebut gugup dalam waktu berpidato, karena baru dalam hal menghadapi orang banyak yang baru dikenalnya.

“Jadi itu bukan karena mistis, tapi karena ada faktor grogi atau yang disebut dengan demam panggung”ujar H. Acep

lebih jauh H. Acep menjelaskan bahwa Ada 10 kriteria ketakutan yang dialami manusia dimuka bumi ini. yang pertama yaitu rasa takut akan kematian, lalu yang kedua adalah rasa takut berbicara di depan umum.

Orang yang takut ngomong di depan panggung itu ada dua kemungkinan pertama karena memang dia tidak paham dengan apa yang akan dia omongin, kedua karena tidak adanya persiapan.

“Ya akhirnya seperti itu gagal fokus seperti demam panggung” tandas H. Acep. *

Belajar Online Mulai Jenuh Dirasakan Siswa

0

BERIMBANG.com, Depok – Pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada Siswa mulai jenuh dirasakan para siswa. Kegiatan belajar mengajar secara online di masa Pandemi Covid 19 merupakan langkah upaya Pemerintah dalam mencegah penyebaran virus di cluster pendidikan.

Tak hanya siswa , orang tua juga diwajibkan untuk mendampingi putra- putrinya untuk melakukan kegiatan belajar secara online dimana para siswa banyak yang tidak paham akan materi pembelajaran  yang diajarkan oleh guru, utamanya ditingkat sekolah Dasar ( SD )hingga Sekolah Lanjut Pertama (SLTP).

Tak hanya itu, Jaringan internet pun terkadang menjadi kendala siswa dalam mengerjakan tugas maupun pembelajaran materi dimana setiap tugas yang sudah diselesaikan terkadang tidak terkirim ke sistem aplikasi yang disediakan oleh pihak sekolah, alhasil siswa yang sudah mengirim soal tersebut harus mengulang kembali jawabannya.

Firli Darmawan, Siswa Kelas 7 di salah satu sekolah swasta di Depok mulai merasakan kejenuhan dalam melakukan pembelajaran secara online, Firli mengatakan, selain harus belajarnya dirumah, dia juga tidak bisa berinteraksi dengan temannya diwaktu sebelum Pandemi.

” Semenjak diterapkannya Pembelajaran Jarak Jauh pada bulan Juli yang lalu, saya merasakan banyak kesulitan dalam belajar maupun mengerjakan tugas dimana saya harus bertanya kepada orang tua untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh guru, kalau orang tua tidak sibuk, kalau sibuk malah jadi bingung sendiri harus bertanya ke siapa , mau gak mau palingan ke teman sekelas, itu juga kalo dia paham, ” ungkap Firli belum lama ini.

Selain itu,masih Firly,  kendala yang terkadang dialami adalah koneksi internet yang tidak stabil dimana dia harus mengulang kembali yang sudah dikerjakan kembali lagi ke awal.

” Yang paling kesal itu sewaktu mengerjakan ulangan , ketika sudah selesai mengerjakan tiba – tiba koneksi internet tidak stabil sehingga yang saya kerjakan yang tadi sudah selesai akhirnya mengulang kembali dari awal ditambah waktunya sudah ditentukan oleh guru,temen – temen juga merasakan hal yang sama seperti saya ” ujar Firly.

Sementara itu, Salah Satu Orang Tua Siswa sekolah Negeri di Depok , Nurlaila mengatakan ada sisi baik dan kurang baiknya dalam melakukan pembelajaran online kepada putra nya yang duduk di kelas 7 , sisi baiknya adalah orang tua dapat mengontrol dan mengawasi serta mendampingi anaknya dalam melakukan pembelajaran dan sisi kurang baiknya , anak jadi malas mengerjakan tugas, yang selalu diandalkan orang tua untuk mengerjakan tugas.

” Karena waktu saya selalu ada dirumah , anak saya bisa saya dampingi , ini saatnya mengajari anak dirumah selain guru di sekolah tetapi ada kurang baiknya yaitu bila anak menanyakan soal , saya tidak mengerti jawabannya sehingga harus mencari jawaban di internet, itu juga kalau ada jawabannya ditambah lagi anak terkadang malas mengerjakan tugas, ya orang tua juga jadi andalannya, Bagaimana kalau orang tuanya sibuk kerja , anaknya jadi kasihan tidak ada yang mendampingi ” terang Nurlaela.

Nurlaela berharap , Pandemi yang sekarang ini belum membaik agar secepatnya berakhir agar kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali lagi dijalankan oleh pemerintah.

Iik