Penulis: Admin Berimbang

JabodetabekTangerang

Banyaknya Kasus Perkosaan Anak, Polresta Tangerang Bentuk Tim Khusus

Ilustrasi Pemerkosaan1

BERIMBANG.COM, Tangerang – Komnas PA mencatat ada 67 kasus perkosaan terhadap anak di bawah umur sejak Januari hingga September. Kasus tersebut dirangkum dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

 Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menjelaskan,. kasus ini sebenarnya sudah ditangani oleh aparat kepolisian setempat. Namun, karena jumlah pelaku banyak dan belum semua tertangkap, keluarga korban meminta Komnas Perlindungan Anak mendampingi kasus tersebut. “Hari ini kami laporkan kembali kepada Polresta Tangerang,” jelas Arist.

 Polresta Tangerang atas banyaknya kasus tersebut membentuk tim khusus untuk menangani kasus perkosaan bergilir terhadap empat orang anak di bawah 17 tahun. Saat ini pihak Polresta Tangerang fokus memburu pelaku yang belum tertangkap.

 Kapolresta Tangerang, Komisaris Besar (Kombes) Irman Sugema, mengatakan tim khusus telah diterjunkan. “Tim khusus sedang bekerja untuk memburu sejumlah pelaku perkosaan anak yang belim tertangkap. Kami bentuk tim karena kasusnya semakin banyak,” jelas Irman.

Menurut Irman, pihaknya berkomitmen menuntaskan kasus perkosaan anak secepatnya. Salah satu tersangka, JL menuturkan jika dia sudah mengenal R selama empat bulan. Dia mengaku bahwa perkosaan secara bergilir terjadi secara spontan. Dia mengakui jika R memang suka dengan minuman keras.

 “Ciu dapat dari teman-teman. Saya memang sudah tau R suka minum. R bukan pacar saya,” ungkapnya. (tn)

JabodetabekJakarta

Kebakaran Di Plaza Intercon Berasal Dari Dalam Gedung

Kebakaran plaza intercon

BERIMBANG.COM, Jakarta –  Kebakaran terjadi di Plaza Intercon, yang berlokasi di Jalan Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat. Menurut keterangan yang didapat dari Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat Pardjoko, api berasal dari gudang di gedung itu.

“Isinya barang pecah belah dan plastik,” kata Pardjoko saat dihubungi, Sabtu, 7 November 2015.

Kebakaran di dalam gedung tersebut terjadi sejak pukul 16.00 dan saat ini api sudah padam. “Sedang proses pendinginan,” ujarnya.

Sebanyak 19 mobil pemadam kebakaran dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat dikerahkan untuk memadamkan api di gedung tersebut.

Sampai saat ini belum bisa dipastikan penyebab kebakaran tersebut dan berapa jumlah kerugian yang diakibatkan kebakaran itu.

Kondisi di Jakarta Barat sendiri tengah diguyur hujan sejak siang tadi.(Tem)

BogorJabodetabek

Paguyuban Bersama Dan BRC Santuni Anak Yatim

Suasana santunan yatim.      (Foto : Yosep Bonang )
Suasana santunan yatim. (Foto : Yosep Bonang )

BERIMBANG.COM, Bogor – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Paguyuban Nusantara bersama Bina Remaja Cibandawa (BRC) menggelar Bhakti Sosial dengan memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu di Mesjid Al Muqqarobin, kampung Cibandawa, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, jum’at siang (6/11) .

Menurut ketua pelaksana, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap hari besar Islam.

“Kegiatan sosial ini rutin kami lakukan setiap tahun di bulan Muharam. Dalam setiap kegiatan, kami memberikan kesempatan kepada semua pihak yang ingin berbagi kepada sesama seperti halnya Paguyuban Nusantara yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial kami di tahun ini”, jelas Yanyan, ketua pelaksana kegiatan yang juga selaku penasehat  BRC, kepada berimbang.com

Sementara itu, perwakilan pengurus Paguyuban Nusantara yang identitasnya enggan dipublikasikan mengatakan, bahwa keberadaan anak yatim piatu, jompo dan dhuafa merupakan tanggungjawab bersama. Sehingga momen berbagi dalam kegiatan muharaman memerlukan peran serta dari semua fihak.

“Paguyuban kami berkomitmen akan selalu hadir dan siap terlibat dalam berbagai bentuk kegiatan sosial dimanapun dan kapanpun, terlebih dalam momen berbagi kepada sesama yang membutuhkan, karena mereka adalah kewajiban kita”, ujar salah satu unsur pengurus paguyuban berbasis sosial kemasyarakatan itu kepada berimbang.com

Hadir dalam kegiatan ini, para tokoh alim ulama dan masyarakat kampung cibandawa, kepala desa Srogol Hendra Muhamad Wildan, kepala desa Ciburuy Iwan Sofwan Zaki, serta tamu undangan lainnya. (Nana Suryana)

BogorJabodetabek

Jaringan Offline, Disdukcapil Uji Layanan Jemput Bola

IMG_20151106_125508

BERIMBANG.COM, Bogor – Menyusul pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil secara jemput bola yang dilaksanakan di desa Pancawati kecamatan Caringin, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Bogor kembali melaksanakan kegiatan yang sama di desa Cigombong, kecamatan Cigombong, kamis (5/11). Dalam kegiatan ini, Petugas Disdukcapil memberikan pelayanan pembuatan ktp, kk dan akta kelahiran.

Menurut kepala desa Pancawati H Iqbal Djayadi, uji coba pelayanan jemput bola yang digelar Disdukcapil sangat membantu warganya. Terlebih, saat jaringan dalam sistem internet pelayanan catatan kependudukan di kecamatan Caringin dan sekitarnya saat ini mengalami gangguan (offline).

“Berdasarkan data kami, 50 persen warga Pancawati belum memiliki akta kelahiran. Sehingga, Program Disdukcapil ini sangat memancing animo masyarakat, terlebih proses dalam pelayanannya cepat dan tidak dipungut biaya “, ungkap kades kepada berimbang.com, saat ditemui di sela kegiatan, beberapa waktu lalu.

Seperti halnya di desa Pancawati, pelayanan jemput bola yang dilaksanakan di desa Cigombong diserbu warga. Warga rela antri selama berjam jam demi mendapatkan pelayanan kependudukan dan catatan sipil. Warga berharap, kegiatan tersebut tidak hanya untuk uji coba saja, namun bisa terus menjadi agenda rutin pemerintah daerah.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah agar menetapkan kegiatan ini menjadi program rutin. Agar kebutuhan masyarakat akan pelayanan kependudukan dan catatan sipil dapat terakomodir”, ujar Rizky, warga desa Cigombong kepada berimbang.com saat mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di area kantor desa Cigombong.

Berdasarkan pantauan berimbang.com, selama beberapa pekan terakhir pelayanan kependudukan di wilayah kecamatan cigombong lumpuh, akibat jaringan internet dalam program ini offline. Akibatnya, warga yang membutuhkan pelayanan jadi telantar.  (Nana Suryana)

BogorJabodetabek

Bencana Alam Hantam Wilayah Cijeruk

images (8)

BERIMBANG.COM, Bogor – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/11) kemarin, memicu terjadinya bencana alam. Sejumlah titik longsor dan pohon tumbang terjadi di beberapa desa di wilayah kecamatan Cijeruk.

Hujan deras mulai mengguyur sekitar pukul 16.00 hingga pukul 01.00 dini hari. Kontur tanah yang sebelumnya diterpa kemarau panjang, memicu terjadinya longsor di sejumlah desa. Di kampung bungur rt 2 rw 5 desa Tajur Halang, tanah setinggi 6 meter dengan luas 12 meter menggerus rumah dinas Sdn Tajur Halang 5, hingga menutupi jalan di wilayah rt 3 dan 4, serta memutuskan aliran listrik di wilayah rt 5 dan 6.

Desa tanjungsari, longsor terjadi di wilayah rt 8 rw 3 kampung Palasari Panjunan. Salah satunya menimpa rumah ketua rt 8 setempat. sementara itu di kampung kongsi desa tanjung sari, tiga batang pohon berukuran besar tumbang hingga menghalangi jalan alternative cihideung.

Paska bencana, pemerintah desa bersama aparat Unit Polisi Pamong Praja kecamatan Cijeruk melakukan penanganan tanggap darurat. “Sejak sepekan lalu kami sudah mensosialisasikan himbauan antisipasi bencana kepada masyarakat, agar berhati hati dalam menghadapi cuaca ekstrim yang terjadi. Saat bencana terjadi, kami mengerahkan aparatur pemerintahan desa serta jajaran untuk melakukan penanganan”, ujar Camat Cijeruk, Drs Hidayat Saputra Dinata, yang akrap disapa Kang Ibing kepada berimbang.com. (Tim)

Daerah

Abu Vulkanik Gunung Barujari Melanda Tiga Kabupaten Di Bali

gunung barujari

BERIMBANG.COM, Bali – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Barujari melanda tiga kabupaten di Bali, yakni kabupaten Karangasem, Gianyar dan sebagian Kabupaten Klungkung.

Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Wayan Suardana mengatakan, arah angin saat ini bergerak ke barat, mengarah ke wilayah Bali.

“Itulah sebabnya Bandara Ngurah Rai Bali ditutup hingga tanggal 5 November. Itu pun tergantung arah angin dan letusan Gunung Barujari. Kami merekomendasikan agar bandara ditutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/11).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karangasem Ida Ketut Arimbawa mengatakan, untuk Karangasem, daerah yang terkena dampak ada di tiga kecamatan yakni Sidemen, Seraya dan Karangsem Kota. Dari tiga kecamatan tersebut yang paling terdampak adalah Karangasem dan Seraya. “Memang tidak terlalu tebal, tetapi kalau kita lihat di kaca mobil misalnya, sangat kelihatan abunya, sangat tipis, tetap kelihatan,” ujarnya.

Hingga saat ini, Arimbawa menjelaskan, abu erupsi Gunung Barujari terus mengguyur Karangasem. Namun abu berkurang karena kemungkinan besar terjadi perubahan arah angin.

Dia mengatakan, pihaknya sudah membagikan sekitar 2.000 masker ke seluruh wilayah Karangasem. Sasarannya adalah siswa-siswi, pedagang pasar, pegawai negeri sipil (PNS), dan seluruh warga yang ditemui di jalanan di seluruh Kota Karangasem dan sekitarnya.

Saat ini disiagakan petugas dari BPBD Karangasem, TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan relawan lainnya. “Kami bergerak cepat untuk melakukan langkah-langkah antisipasi terkait dengan turunnya abu vulkanik Barujari. Mobil calling terus bergerak keliling untuk menyampaikan informasi tentang pentingnya menggunakan masker,” ujarnya.

Langkah antisipasi juga dilakukan di Kabupaten Gianyar. Meski abu tipis dan tidak sampai menutupi pandangan, namun Pemerintah Kabupaten Gianyar membagikan masker kepada pengguna jalan.

“Pembagian masker ini sebagai bentuk motivasi dan antisipasi untuk melindungi kesehatan warga dari abu vulkanik,” kata Kepala BPBD Gianyar, A.A. Oka Digjaya.(B1)

Depok

Kadin Indonesia Gelar Indonesia Infrastructure Week

logo-kadin-indonesia

BERIMBANG.COM, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2015 di Jakarta Convention Center (JCC) pada 4-6 November 2015.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto mengatakan, pameran ini diharapkan mampu menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia terutama di sektor infrastruktur.

Dia menjelaskan, sejumlah negara sudah getol untuk berinvestasi di Indonesia, dua diantaranya yaitu China dan Jepang. Kedua negara ini sebelumnya bersaing untuk menggarap kereta cepat Jakarta-Bandung, meski akhirnya dimenangkan oleh China.

“China dan Jepang tentunya. Dua negara itu ya kita kan baru pembukaan tetapi dari indikasi kita lihat dari penyelenggaran konferensi ini mereka mendapat respon yang positif,” ujarnya di JCC, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Suryo mengungkapkan, pada tahun lalu, pameran ini mampu menjaring investasi lebih US$ 500 juta. Namun pada tahun ini diperkirakan akan jauh lebih besar karena pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur di dalam negeri.

“(Tahun lalu) Sekitar di atas US$ 500 juta, tapi mungkin (tahun ini) lebih ya. Kalau proyek pembangkit listrik saja yang 2.000 Mega Watt (MW) itu sekitar US$ 2 miliar. Tahun lalu beberapa kan sudah berkomitmen untuk pembangkit listrik, saya kira bukan ratusan mungkin beberapa miliar,” jelasnya.

Meski demikian, Suryo belum bisa memastikan investor mana saja yang sudah menyatakan komitmennya untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Biasanya hal tersebut baru bisa diketahui setelah pameran berakhir.

“Kami belum tahu ya, biasanya nanti kita dengar belakangan. Tapi tampaknya kali ini minat lebih besar jadi kita harapkan juga tentunya dari sisi komitmen untuk berinvestasi lebih tinggi. Saya juga mendengar dari komentar pak Basuki dan lain nampaknya kecenderungannya begitu. Banyak yang menyatakan ketertarikannya,” tandasnya.(l6)

BogorJabodetabek

Aksi Damai, Warga Lido Permai Tuntut Ganti Rugi Lahan Pemakaman

Lokasi lahan pemakaman yang terkena Proyek Pembangunan tol BOCIMI.     ( Foto : Yosep Bonang )
Lokasi lahan pemakaman yang terkena Proyek Pembangunan tol BOCIMI. ( Foto : Yosep Bonang )

BERIMBANG.COM, Bogor – Warga Perumahan Lido Permai gelar aksi damai  dengan memasang spanduk yang berisikan pernyataan sikapnya, di area lahan pemakaman, rabu (4/11) siang. Warga juga mengekspresikan aspirasinya dengan membuat sejumlah foto bertemakan pemakaman dan ilustrasi jalan Tol.

Menurut warga, aksi ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap proses panjang di birokrasi pemerintah daerah atas pembebasan lahan pemakamannya yang terkena jalur proyek jalan Tol Bogor –  Ciawi – Sukabumi (Bocimi).

“Aksi damai ini kami lakukan sebagai bentuk pernyataan sikap kami terhadap pemerintah. Agar kami segera mendapat kepastian kapan lahan pengganti pemakaman kami akan disediakan oleh pemda”, ujar Haji Wanda, warga lido permai disela aksi damai kepada berimbang.com.

Iwan, warga lainnya menambahkan, saat ini warga akan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan desa Cisalada.

“Kami akan bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat serta perwakilan pemerintah desa Cisalada untuk lebih memperjelas batas batas lahan pemakaman kami”, jelasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, warga mempertegas haknya untuk menentukan lahan pemakaman pengganti dari lahan yang akan dibebaskan oleh Mnc Tol. Warga mengusulkan bidang tanah bakal pengganti seluas 5000m yang lokasinya tidak jauh dari Perumahan Lido Permai. (Nana Suryana)

BogorJabodetabek

Proyek Tol Bocimi Lakukan Pembongkaran Paksa Lahan Makam

gusur lahan makam

BERIMBANG.COM, Bogor – Belum juga reda polemik yang berkembang di kalangan warga Perumahan Lido Permai tentang lahan Pemakaman yang belum kunjung dibebaskan oleh proyek pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Kini, kegelisahan warga berubah menjadi kegeraman.

Betapa tidak, belum juga lahan tersebut dibebaskan, senin (2/11) siang kemarin, penyedia jasa pekerjaan proyek Tol sudah melakukan pembongkaran (cut and fill) di area lahan pemakaman.

Menurut warga, aktivitas pembongkaran lahan dengan menggunakan alat berat milik sub kontraktor, dilakukan tanpa ada konfirmasi kepada warga, sehingga warga langsung menghentikan pekerjaan.

“Kami mengetahui lahan pemakaman dibongkar dari warga yang kebetulan lewat di lokasi proyek, begitu mengetahui hal itu, kami langsung menghentikannya”, ujar Udin, warga setempat kepada Berimbang.com, siang tadi.

“Menindaklanjuti masalah ini, lanjut Udin, kami bersama warga lainnya akan melakukan pertemuan dengan perwakilan pihak desa Cisalada, untuk memperjelas batasan lahan pemakaman kami”.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh Berimbang.com, pihak pelaksana pekerjaan yang identitasnya enggan dipublikasikan berdalih bahwa pihaknya hanya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan surat perintah kerja dari pihak terkait.

“Kami tidak mengetahui kalau lahan itu masih bermasalah. Kami sebagai pekerja hanya melaksanakan perintah dari atasan saja”, kilahnya. (Nana Suryana)

BekasiJabodetabek

Ini Tuntutan Warga Apabila TPST Bantar gebang Tidak Mau Ditutup Paksa

Sampah bantar gebang

BERIMBANG.COM, Bekasi – Warga empat kelurahan di Kecamatan Bantar Gebang mengancam menutup paksa Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Gertak itu niscaya nyata andai beberapa tuntutan warga tidak dipenuhi.

Warga Bantar Gebang menuntut, direkrut TPST diisi warga dalam industri pengelolaan sampah. Warga juga mau kenaikan uang tipping fee (kompensasi bau) sampah yang diberikan DKI.

“Kalau itu saja tak dipenuhi, kami akan tutup TPST Bantar Gebang,” kata Wandi, 45, warga RT 02/04, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, saat rapat audensi di kantor DPRD Kota Bekasi pada Senin (2/11/2015).

Dia mengatakan, selama adanya TPST Bantar Gebang, warga sekitar tak pernah diberdayakan mengelola industri sampah. Padahal, di TPST Bantar Gebang ada dua industri pengelolaan sampah di Bantar Gebang, pertama pupuk kompos dan kedua tenaga listrik.

Dari industri tersebut, harusnya warga yang tak memiliki pekerjaan bisa menjadi tenaga pekerja di dua sektor industri tersebut. Sehingga, apa yang mereka lakukan bisa menghidupi keluarga yang menjadi korban dari adanya TPST Bantar Gebang.

“Kami mau direkrut dalam industri pengelolaan sampah, sehingga kehidupan warga bisa lebih terjamin. Kami mau pemerintah DKI mengembangkan industri pengelolaan sampah, sehingga warga di sini bukan disebut pemulung. Tapi karyawan dari industri pengelolaan sampah,” kata dia.

Wanardi, 47, warga RT 01/03, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, menambahkan, penderitaan warga sekitar TPST Bantar Gebang tak sebanding dengan kompensasi uang bau yang didapat. Sejak 27 tahun lalu, warga sekitar sudah hidup berdampingan dengan sampah DKI Jakarta.

Apalagi, uang tipping fee hanya diberikan sebesar Rp300 ribu yang didapat tiap tiga bulan sekali. Uang tersebut pun harus dipotong Rp100 ribu oleh lembaga permasayarakatan (LPM) setempat untuk sumbangan perbaikan infrastruktur.

“Uang kompensasi yang kecil pun harus dipotong untuk sumbangan perbaikan infrastruktur, tak sebanding dengan penderitaan kami yang hidup berbandingan dengan lalat dan bau sampah DKI,” ujarnya.

Menurut dia, atas pertimbangan itu, kata dia, warga meminta agar DKI menaikkan pemberian uang tipping fee sebesar Rp200 ribu menjadi Rp500 ribu. Sebab, uang yang diterima warga saat ini tak mampu untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari.

Habsah, 48, warga RT 01/03, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, menambahkan, tiap harinya ia harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan air minum. Dalam sebulan dirinya membutuhkan 10 galon air seharga Rp150 ribu.

“Untuk beli air minum saja saya harus nombok Rp50 ribu. Jadi enggak layak kalau tipping fee saat ini, sehingga perlu dinaikan,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, warga juga menutut ketegasan DPRD Kota Bekasi atas ucapan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang selama ini dinilai menyakitkan warga. Menurut mereka, kontribusi warga Bantar Gebang amat besar pada DKI Jakarta. “Apa jadinya kalau sampah DKI tidak dibuang ke Bantar Gebang, begitu besar kontribusi kami ke DKI,” lanjutnya.

Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata mengaku, bakal menindaklanjuti aspirasi warga. Menurut dia, surat pemanggilan untuk DKI Jakarta terkait pengelolaan sampah sedang dibuat. “Secepatnya surat pemanggilan itu akan kami kirimkan ke DKI,” terangnya.

Ariyanto mengatakan, pemanggilan itu bukan hanya membahas soal aspirasi warga, tapi banyaknya pelanggaran yang dilakukan DKI dalam MoU yang dibuat pada 2009. Misalnya, DKI belum membuat kolam kualitas air di sekitar TPST, maraknya truk sampah DKI yang melanggar rute perlintasan dan sebagainya.

Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji menyampaikan, pihaknya segera menemui tim dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dirinya berharap, persoalan pemanfaatan lahan TPST Bantar Gebang bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya harapkan ini cepat selesai dan tidak ada pihak manapun yang dirugikan. Negara kita NKRI kan? Pasti kita selesaikan baik-baik,” tukasnya.(mt)