Penulis: Admin Berimbang

BogorJabodetabek

Pemda Tutup Mata, Galian Liar di Cijeruk dan Cigombong Makin Menjamur

IMG-20160212-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor dituntut bertindak tegas terhadap keberadaan galian C di wilayah Cijeruk dan Cigombong. Pasalnya, aktivitas para pelaku ekplorasi alam secara liar tersebut semakin merajalela, tanpa memperhitungkan dampak yang ditimbulkannya, bahkan terhadap keselamatan jiwa sekalipun.

Sudah bukan rahasia umum lagi, di wilayah Kecamatan Cijeruk dan Cigombong, banyak dijumpai lokasi tambang liar dari berbagai jenis bahan material alam seperti batu, pasir dan teras (cadas, sunda – red) yang dieksplorasi dengan cara tradisional oleh para oknum pengusaha nakal. Para pelaku usaha tersebut mengatasnamakan kepentingan hajat hidup masyarakat, demi keuntungan pribadinya. Rimbunnya hutan di perbukitan Gunung Salak pun akhirnya makin terkikis dan alamnya pun porak poranda.

“Usaha yang kami lakukan ini bukan untuk mencari keuntungan pribadi, tapi demi mensejahterakan warga setempat yang selama ini penghasilan pokok dan keahliannya hanya menambang”, kilah salah salah satu pengusaha tambang batu di kawasan Cigombong yang enggan menyebutkan namanya itu kepada berimbang.com, beberapa waktu lalu.

Sudah tidak terhitung lagi jumlah korban yang jatuh akibat pola penambangan yang dilakukan tanpa aturan di kawasan itu. Korban terakhir jatuh saat galian C milik Haji Damiri di Kampung Panyarang RT 1 RW 7, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, longsor pada Jum’at (15/1/16) lalu, dan menewaskan pekerjanya yang bernama Uyeh (47) warga Kampung Panyarang RT 3 RW 7 Desa Ciburayut. Namun,  seperti kejadian – kejadian sebelumnya, peristiwa inipun ditutupi dari perhatian publik.

Sungguh ironis, keadaan ekonomi para penambang dengan para pemilik galian sangat berbanding terbalik. Si penambang yang telah menggeluti profesinya selama bertahun – tahun hidup dalam segala keterbatasannya. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya.  “Pekerjaan ini sudah saya lakukan hampir lima belas tahun.  Hasilnya cukup buat makan sehari – hari keluarga saya”, tutur seorang penambang, warga Panyarang, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kecamatan Cigombong, Somantri, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa seluruh lokasi galian C di Cigombong itu tidak memiliki ijin alias bodong. Karena berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor, wilayah Gunung Salak merupakan kawasan resapan air.

“Tidak satupun dari sembilan lokasi galian C di Cigombong yang memiliki ijin,  karena kawasan itu merupakan daerah resapan air.  Saya nyatakan galian C di Cigombong berstatus liar alias bodong”, kata Kanit Pol PP Cigombong.

Somantri juga mengatakan,  jika terjadi sesuatu di lokasi galian C pihaknya tidak akan ikut campur. “Kalo terjadi sesuatu di lokasi galian seperti kejadian di galian milik Haji Damiri, kami tidak mau tau dan tidak akan ikut campur.  Karena selama ini kami sudah melakukan pelarangan dan sosialisasi melalui pemerintah desa”, Tegasnya.

Menanggapi isu adanya “koordinasi” yang selama ini terjalin antara para pengusaha galian C dengan aparat setempat, menurut Somantri hal itu mungkin saja terjadi dibatas pemberitahuan saja. Namun demikian,  menurutnya hal itu tidak mengurangi kenyataannya bahwa galian C tersebut tetap ilegal. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang)

Depok

IMB Tak Kunjung Selesai, Pegawai Kelurahan Depok Dikeluhkan

images (35)

BERIMBANG.COM, Depok – Salah satu warga. RT 006 RW 12 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, K. Tomiko mengeluhkan pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dilakukan oleh salah satu pegawai di Kelurahan Depok.

Awalnya, Tomiko ingin mengurus IMB tempat tinggalnya kepada pegawai kelurahan karena dikwitansi dibubuhi stempel/cap kelurahan dan ditandatangani RH akhirnya Tomiko percaya pengurusan ijin dipercayakan kepadanya.

Lurah Depok ketika akan dikonfirmasi berimbang.com dikantornya sedang tidak ada ditempat.

” Pak lurah tidak ada pak, sedang rapat di walikota,” ujar salah staff Kelurahan Depok. Kamis, (11/02/2016).

Sementara itu, Camat Pancoranmas, Utang Wardaya mengatakan akan menanyakan langsung lurah terkait stempel Kelurahan Depok yang ada dikwitansi pembayaran sebesar 5 juta rupiah.

” Coba nanti kita tanyakan kepada lurahnya, bila memang ada pelanggaran akan kami tindak sesuai sanksi yang berlaku, pembubuhan stempel kelurahan di kwitansi tidak dibenarkan apalagi terkait pengurusan IMB,” ucap Utang.

” Pengurusan IMB sudah ditentukan retribusinya tergantung luas bangunan dan bukan pakai kwitansi yang harganya sudah ditentukan secara pribadi,” tambah Utang. (iik)

Depok

Korban Pengeroyokan Anak Belum Ada Tindak Lanjut Dari Polsek Cimanggis

Korban pengeroyokan, Rakha Adi Pratama.   (Yuli Efendi)
Korban pengeroyokan, Rakha Adi Pratama. (Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Kekerasan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Kota Depok, Rakha Adi Pratama (17), korban pengeroyokan pada hari minggu 7 Februari 2016 sekira jam 23.30, tempat kejadian di Pentong RT 01/02 Kelurahan Tugu, Cimanggis Depok belum ada tindak lanjut dari Kepolisian Sektor Cimanggis, korban dituduh mencari sepatu.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka dibagian kepala, bibir dan wajah hingga luka dengan kejadian ini melaporkan ke Polsek Cimanggis dengan Surat Tanda Bukti Laporan Nomor : LP/23/  N/K/II/2016/SEK.CMG.

Kronolgis kejadian, korban dikeroyok di tiga tempat berbeda yaitu di warnet Heng, depan Mall Cimanggis dan di gang petong lalu korban dibawa pelaku ke rumah korban dalam kondisi babak belur dan korban hanya mengenakan celana dalam.

Ayah korban, M. Amin Sumarta menyesalkan perbuatan pelaku atas kejadian yang menimpa anaknya sehingga mengalami trauma yang sangat mendalam, untuk itu masih menurut Amin, pihak Kapolsek Cimanggis untuk segera melakukan tindakan secepatnya atas penganiayaan yang dilakukan pelaku.

” Kami menyayangkan pihak kepolisian bertindak lambat dalam menangani kasus yang menimpa anak saya,” ujar Amin kepada berimbang.com. Kamis (11/02/2015).

Sementara itu, pemerhati anak yang juga sebagai Anggota DPRD Kota Depok, Sri Kustiani mengatakan, kejadian yang menimpa korban harus segera ditindaklanjuti secara serius oleh pihak kepolisian karena menyangkut tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur.

” Kami mengharapkan keseriusan pihak kepolisian dalam mengungkap pelaku agar pelaku segera diadili sesuai hukum yang berlaku,” Pungkas Sri. (Yuli Efendi)

Daerah

MUI Jabar : Ada Aliran Yang Menyembah Ombak Di Pangandaran

d65f2cd7a8a97b6775ee665b625078cbf

BERIMBANG.COM, Pangandaran – Setelah heboh Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) belakangan ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menemukan salah satu aliran yang dinilai menyimpang di kawasan Pangandaran, Jawa Barat.

Aliran ini belum memiliki nama. Namun uniknya ajaran ini mewajibkan para penganutnya untuk salat dengan menghadap laut pantai selatan pada malam-malam tertentu.

“Ada aliran yang menyembah ombak di Pangandaran, ini termasuk dari 144 aliran sesat yang ditemukan di Jawa Barat,” kata Sekretariat MUI Jabar, Rafani Achyar, di Bandung, Rabu (10/2/2016).

Menurut dia aliran ini pertama kali ditemukan pada 2007 lalu dengan jumlah pengikut hanya beberapa orang. Ritual dilakukan hanya pada malam-malam tertentu.

Rafani mengatakan pihaknya telah melakukan pembinaan kepada para penganut aliran ini. Meski sempat menghilang, namun akhir-akhir ini ritual dengan menyembah ombak kembali ditemukan.

“Aliran itu sempat diatasi oleh MUI Ciamis karena waktu itu Pangandaran masih masuk daerah Ciamis, belum menjadi daerah sendiri seperti sekarang. Menurut masyarakat, mereka kadang-kadang masih melakukannya,” jelasnya.

Belum diketahui alasan para pengikut ini melakukan ritual menyimpang. Menurut Rafani mereka tidak terbuka dan tidak mau diajak ngobrol.

“Jadi keterangan yang kita dapat dari MUI setempat juga tidak lengkap soal ajaran mereka ini. Sekarang kita pantau terus agar tidak banyak masyarakat yang mengikuti,” kata Rafani.(L6)

BogorJabodetabek

Antisipasi Bencana Susulan, Pemdes Srogol Buka Posko Tanggap Darurat

IMG-20160205-WA0004

BERIMBANG.COM, Bogor – Proses evakuasi di lokasi bencana tanah longsor di Desa Srogol dilakukan aparat gabungan. Satu Unit mobil Pemadam Kebakaran Ciawi, diterjunkan ke lokasi membantu operator alat berat milik MNC Line serta aparat dari BPBD Kabupaten Bogor. Penanganan bencana juga melibatkan Jajaran Polsek dan Koramil Cijeruk-Cigombong,  aparat Pemerintah Desa dan Sat Pol PP Kecamatan Cigombong.

“Evakuasi di lokasi bencana serta perbaikan akses jalan dimaksimalkan bisa selesai malam ini juga.  Karena jalur ini merupakan satu satunya akses jalan yang dipergunakan masyarakat di beberapa kampung”, kata Kepala Desa Srogol ditengah proses evakuasi.

Sementara itu, sebagai antisipasi terjadinya bencana susulan, Kades Srogol juga membuka Posko Tanggap Darurat Bencana dengan mensiagakan anggota Linmas yang dikomandoi langsung oleh Sekretaris Desa (Sekdes). “Kami mensiagakan enam orang personil Linmas untuk berjaga jaga jika terjadi bencana susulan”, tandas Sekdes Srogol, Muhamad Suharna, kepada berimbang.com. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang)

BogorJabodetabek

Terjebak Tawuran Pelajar, Kakek Ini Kena Bacok

Sohi, Korban Pembacokan.    (Foto: Raden Supriyadi)
Sohi, Korban Pembacokan. (Foto: Raden Supriyadi)

BERIMBANG.COM, Bogor – Seorang kakek berusia 75 tahun menjadi korban sasaran pembacokan saat terjadi perkelahian antar pelajar di kawasan Cisempur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jum’at (5/2/16), siang. Korban mengalami luka bacok di bagian dada sebelah kiri dan dilarikan warga ke klinik terdekat.

Sohi, warga Kampung Ranji RT 2 RW 6, yang menjadi korban pembacokan, menuturkan, saat kejadian dirinya tengah menunggu angkutan umum untuk menuju pulang. Saat angkutan umum yang distopnya berhenti tiba – tiba sekelompok pelajar SMK Bhakti Taruna yang sedang nongkrong langsung merangsak masuk kedalam angkutan dan bermaksud menyerang pelajar SMK YZA 2 yang berada di dalam angkutan dengan menggunakan senjata tajam. Namun naas, sabetan senjata tajam pelajar Smk tersebut malah mengenai Sohi yang hendak naik angkutan.

“Saya kaget waktu anak sekolah yang lagi pada nongkrong itu tiba tiba menyerang dan membacok saya”, tutur Korban, saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media, dikediamanya sambil menahan sakit di lukanya yang mendapat lima jahitan itu.

Identitas pelaku pembacokan yang melarikan diri diketahui warga berasal dari SMK Bhakti Taruna. Bertempat tinggal di wilayah Tajur, dan saat ini dalam pengejaran petugas. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang)

BogorJabodetabek

Proyek Perataan Tanah MNC Line Picu Bencana Longsor

IMG-20160205-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Hujan deras yang mengguyur kawasan Cigombong dan sekitarnya memicu terjadinya bencana alam.  Jum’at (5/2/16), sekitar pukul 15.30 sore tadi,  telah terjadi bencana alam tanah longsor di Kampung Sungapan RT 3 RW 1, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong yang mengakibatkan jalan menuju Kampung Sungapan dan Lengkong terputus.

Akses jalan di lokasi ini lumpuh total, tidak bisa dilewati oleh orang maupun kendaraan karena tertimbun longsoran tanah dan lumpur sepanjang 20 meter dengan ketebalan sekitar 1 meter. Selain memutuskan akses jalan, bencana ini juga memporak porandakan tanaman padi di lahan pesawahan milik warga Kampung Srogol RT 14 RW 5, Desa Srogol.

Menurut warga,  longsoran tanah dan lumpur itu berasal  berasal dari Proyek MNC Line yang tengah melaksanakan pemerataan tanah. Saat hujan turun deras, luapan air disertai tanah lumpur dan material lainnya menghantam tanggul penahan tanah hingga akhirnya ambrol.

“Sebelum ada proyek MNC tidak pernah ada kejadian seperti ini. Bencana ini yang kedua kalinya dan paling parah”, ungkap Kus, warga setempat kepada berimbang.com di lokasi bencana.

Sementara itu, Wawan, perwakilan MNC Line mengatakan, setelah mengetahui terjadinya bencana, pihaknya seger meninjau ke lokasi dan berupaya melakukan penanganan dengan menurunkan alat berat. “Kami tidak menyangka hujan akan turun sangat deras hingga berakibat seperti ini.  Kami akan berupaya memulihkan akses jalan malam ini juga”, kata Ujar Wawan.

Hingga berita ini diturunkan, aparat Pemerintah Desa, jajaran Muspika dan warga masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Selain alat berat milik MNC Line, pemerintah daerah juga menerjunkan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciawi. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang).

Jelajah Desa

Implementasikan Program Nawacita, Pemdes Srogol Bangun Sarana Air Bersih

IMG-20160204-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Dalam waktu dekat, warga Kampung Pangkalan, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong akan memiliki sarana air bersih, setelah difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Srogol.

Menurut Kepala Desa Srogol, Hendra Muhammad Wildan, kegiatannya tersebut merupakan jawaban atas aspirasi masyarakatnya tentang pengadaan sarana air bersih dan juga sebagai implementasi dari Program Nawacita.

Saat ditemui berimbang.com, Kades Srogol, Hendra M. W, mengatakan, saat ini pembangunan sarana air bersih melalui “Program Pipanisasi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat” itu baru dimulai pada tahap pengeboran sumber air di Kampung Pangkalan Rt 3 Rw 1.

“Rencananya kedalaman sumur ini sekitar 104 meter. Saat ini baru mencapai kedalaman 60 meter lebih.  Tapi kita lihat nanti perkembangannya bagaimana”, kata Hendra, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Lebih lanjut, Hendra menjelaskan, air dari sumber tersebut akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di wilayah setempat. Pendistribusiannya akan dikelola oleh tim pengelola sarana air bersih yang dibentuk dalam sebuah kepengurusan. Kedepan,  Hendra berencana membangun sarana air bersih di tiap wilayah.

“Jika sarana air bersih di wilayah ini sudah selesai, maka kami akan membangun lagi sarana serupa di wilayah lainnya,  tentunya disesuaikan dengan skala prioritas dalam rencana pembangunan desa”, tandas Kades yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan itu. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang)

Depok

Arifin Harun Kertasaputra Resmi Sebagai Penjabat Walikota Depok

IMG-20160201-WA0004

BERIMBANG.COM, Depok – Serah terima jabatan (Sertijab) Wali Kota Depok kepada Penjabat (PJ) Wali Kota, Arifin Harun Kertasaputra sudah diselenggarakan. Kegiatan yang diselenggarakan di aula lantai 5, Gedung Balai Kota Depok ini dihadiri oleh Kepala DPRD Kota Depok, Sekda Kota Depok, kepala OPD, Dandim, dan Polres Kota Depok.Senin (1/2/2016)

Pada Sertijab kali ini ditandai dengan pemberian berkas secara simbolis oleh mantan Wakil Wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad kepada Arifin Harun Kertasaputra. Hal tersebut dikarenakan mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi sedang berhalangan hadir karena sedang sakit.

Arifin mengatakan, dirinya akan menjalankan yang sudah direncanakan dan juga akan langsung berkoordinasi dengan lurah, camat serta kepala OPD. Arifin juga berharap dalam masa transisi ini seluruh unsur OPD bisa terus memberikan palayanan kepada masyarakat dengan baik.

“Sebagai penjabat sementara tidak ada perbedaan, saya harus mengawal program yang sudah direncanakan sebelumnya,” ujar Arifin.

Arifin yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat nantinya selama menjabat akan memberikan laporan kinerja OPD kepada wali kota definitif yang akan dilantik. Laporan tersebut akan menjadi bahan masukan untuk dievaluasi kembali oleh wali kota terpilih.

“Tidak masalah jika saya menjabat sebagai PJ hanya seminggu atau dua minggu, laporan dinas tetap akan saya berikan. Itu kan sebagai masukan dan bahan evaluasi terhadap wali kota terpilih yang akan dilantik nantinya,” tambahnya.

Penjabat Wali Kota Depok ini berlaku sampai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok terpilih periode 2016-2021 segera dilantik. Pelantikan sendiri hingga saat ini masih menunggu instruksi dari Pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Alo kepada berimbang.com menjelaskan, fungsi PJS Walikota adalah Sama seperti Walikota Definitif, hanya PJS tidak Bisa melakukan mutasi kepada perangkat OPD, seandainya mutasi di lakukan harus persetujuan Menteri Dalam Negeri.(Rahmat/Adi)

BogorJabodetabek

FPI Dan LPI Caringin Serahkan Ribuan Obat Sitaan Ke Polsek

IMG-20160201-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wilayah Caringin, menyerahkan ribuan butir  obat keras yang disita dari toko Obat dan Kosmetik Sasaka 2 Cisempur, Desa Cinagara, kepada Unit Reskrim Polsek Caringin, Senin (01/02/16).

Barang bukti obat obatan tersebut diserahkan Ketua DPC FPI Wilayah Caringin, Kabupaten Bogor, Jamaludin. Diterima oleh Kepala Tim (Katim) Unit 1 Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Caringin, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) M Arifin dalam Berita Acara (BA) penerimaan, Nomor : STP/30/II/Sektor.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan (STP) Polsek Caringin tersebut, DPC FPI dan LPI Wilayah Caringin menyerahkan sebanyak 1381 butir obat dari empat jenis. Diantaranya, Hexymer 455 butir, Trihexyphenidyl 884 butir, Alprazolam 12 butir dan Mersi Merlopam Lorazepam 4 butir.

Kepada awak media Jamaludin mengatakan, hal yang dilakukannya itu sebagai tindak lanjut dari laporan  masyarakat tentang adanya penjualan bebas obat obatan keras kepada anak remaja. Walhasil, saat jajarannya melakukan monitoring ke toko obat Sasaka 2, Kamis (28/01/16) lalu, didapati ribuan obat dari berbagai jenis yang selanjutnya dijadikan barang bukti.

“Kami akan terus melakukan monitoring sebagai antisipasi peredaran dan penyalah gunaan obat obatan, miras dan penyakit masyarakat lainnya di wilayah kami, sesuai dengan agenda monitoring kami yang sudah ditetapkan,  yakni mingguan, bulanan,  dan tiga bulanan”, kata Ketua DPC FPI Wilayah Caringin yang juga Sekjen DPW FPI itu, kepada Wartawan.

Sementara itu, Katim Unit 1 Reskrim Polsek Caringin, Aiptu M Arifin, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena batasan kewenangannya. “Saya hanya menerima obat obatan yang diserahkan oleh FPI dan membuatkan berita acara penerimaannya. Kalo untuk keterangan lebih lanjutnya nanti saja ke Kanit Reskrim atau Kapolsek”, tandasnya.  (Raden Supriyadi/Nana)