Penulis: Admin Berimbang

Nasional

Menpora Canangkan Program Seribu Lapangan Olahraga di Bogor

IMG-20160413-WA0008

BERIMBANG.COM, BOGOR – Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara resmi membuka program bantuan pembangunan dan atau rehabilitasi lapangan olahraga desa tahun 2016. Acara perdana ini dilangsungkan di lapangan sepak bola Kemang – Joglo, Kampung Kemang RT 02/10, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Rabu (13/4/2016).

Dalam kesempatan ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengungkapkan, tujuan dari program pembangunan satu desa satu lapangan ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam membangun Indonesia, mulai dari desa dan dari pinggiran.

“Sejak program ini diluncurkan tahun 2015 hingga Maret 2016 lalu, tercatat sudah ada sekitar 450 lapangan olahraga yang sudah dibangun dan tersebar di seluruh desa di Indonesia,” kata Imam.

Imam menambahkan, keberadaan lapangan desa sebagai upaya membudayakan olahraga masyarakat dan memastikan masyarakat desa untuk selalu hidup sehat. Termasuk mendorong pemuda desa untuk peduli olahraga sekaligus memperkokoh pondasi olahraga yang melahirkan bibit – bibit atlet potensial.

“Satu dari ribuan lapangan sepak bola yang berada di wilayah desa se-Indonesia, Desa Sukaluyu terpilih sebagai desa yang menerima bantuan untuk rehabilitasi lapangan sepakbola,” ujar Kepala Desa Sukaluyu, Sarip.

Bahkan Sarif menambah, dari 74 ribu desa se-Indonesia, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, terpilih menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan launching perdana dari program Kemenpora tersebut.

“Saya merasa terhormat karena ini menjadi kebanggaan tersendiri dengan dipilihnya Desa Sukaluyu untuk launching perdana se-Indonesia sekaligus mendapat bantuan rehabilitasi sarana olahraga. Semoga ini menjadi angin segar untuk bidang olahraga di wilayah kami dan bisa melahirkan bibit-bibit berprestasi yang berkualitas,” ungkapnya.

Dari bantuan yang diterima sebesar Rp185 juta, rencananya pada lapangan ini akan dibangun drainase di sekitaran lapangan, tribun penonton berkapasitas 100 orang, termasuk pembangunan ruang ganti dan kamar mandi dari swadaya masyarakat.

Lapangan sepak bola Kemang ini berukuran 95 meter dengan lebar 65 meter. Hampir mendekati lapangan sepakbola berskala nasional yang berukuran 110 meter dengan lebar 70 meter persegi. Nantinya, setelah lapangan ini selesai direhabilitasi, akan ada peresmian lebih lanjut.(Raden)

Sejarah

Mengenal Alat Musik Tradisional Gendang Ditengah Perkembangan Jaman

IMG-20160413-WA0005

BERIMBANG.COM, SUKABUMI – Alat Musik Tradisional Sunda Kendang adalah waditra jenis alat tepuk berkulit yang dimainkan dengan cara ditepuk. Fungsinya sebagai pengatur irama lagu yang tergabung dalam perangkat gamelan.

Dalam penyajian kesenian Sunda, waditra Kendang sangat dominan. Terlihat dari peranannya, baik sebagai waditra waditra pengiring jenis – jenis tarian Sunda dan Pencak Silat. Bahkan dewasa ini, Kendang juga turut andil dalam pagelaran musik dangdut yang dikolaborasikan dengan alat – alat musik modern. Dalam musik dangdut, Kendang lebih dikenal dengan Gendang Rampak.

Saat berimbang.com berkunjung ke sebuah Sanggar Seni Sunda yang juga memproduksi alat musik Gendang di Kampung Cilandak RT 2/4 Desa Sirnajaya, Kecamatan Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Suryana atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kang Bolu, seorang pengrajin yang juga seorang seniman penabuh gendang itu mengatakan, usaha membuat alat musik Gendang sudah digeluti selama 5 tahun, melanjutkan usaha turun temurun yang diwariskan ayah dan kakek buyutnya sebagai pendiri Sanggar.

“Kakek buyut saya seorang pecinta seni sunda hingga mendirikan sanggar jaipongan, sencak silat dan seni debus. Saya sudah menekuni usaha kerajinan ini selama 5 tahun”, katanya.

Lebih lanjut Kang Bolu menjelaskan, dalam bahasa Jawa, Kendang biasa disebut Gendang, asal kata dari Ke dan Ndang yang artinya cepat. Pernyataaan ini sesuai dengan fungsi waditra kendang yaitu untuk mempercepat dan memperlambat irama, kecuali dalam Gamelan Degung.

Badan Kendang sebagai resonator yang dinamakan Kukuwung, terbuat dari bahan kayu. Bisa berbahan kayu nangka, mangga atau kayu pohon jengkol. Sentug atau Bem Kendang adalah bagian lubang besar yang ditutupi lembar kulit terletak dibagian bawah, sedangkan bidang berkulit yang kecil disebut Kemyang, terletak di bagian atas kendang.

Wangkis adalah selaput kulit jangat binatang, penutup lubang Kuluwung sebagai sumber bunyi. Rarawat adalah tali dari bahan baku rotan atau kulit jangat, sebagai alat untuk menegangkan wangkis. Pemasangan Rarawat sangat khas rupa hingga disebut siki bonteng atau wijen. Tali Rawir adalah tali dari bahan rotan atau kulit jangat untuk menutup bibir wangkis. Wengku adalah lingkaran rotan atau bambu yang dipasang dibagian ujung pangkal kendang untuk menggulung wangkis. Anting – anting terbuat dari bahan logam (besi perunggu) berbentuk cincin untuk mengkaitkan Tali Kendang. Rehal adalah standard kendang (ancak). Simpay adalah inin dari kulit jangat untuk mengendurkan dan menegangkan Tali (rarawat).

“Berdasarkan ukuran dan bentuknya, waditra Gendang Sunda ada 3 jenis. Yakni, Gendang Gede atau Indung Gendang biasa dipake dalam pencak silat. Gendang Gending atau Gendang Sedeng, biasa dipergunakan dalam Kliningan Wayangan, Kacapian,  dsb. Dan Gendang Klanter yang berukuran kecil. Di Jawa-Tengah dinamakan Ketipung/Tipung. Kendang ini berperan untuk menambah variasi tabuhan Kendang Sedeng, sebab pemakaiannya tidak terlepas dari Kendang sedeng”, jelas Kang Bolu, kepada berimbang.com, beberapa waktu lalu.

Selain menekuni pembuatan alat musik Gendang, Kang Bolu juga kerap dipanggil dalam pagelaran musik dangdut sebagai penabuh Gendang Rampak. Di profesi itu, Kang Bolu cukup kewalahan dalam menerima order panggilan sebagai penabuh Gendang. Karena saat ini sangat jarang seniman musik yang mampu menguasai tehnik menabuh alat musik tradisional,  yang mengandalkan insting pemainnya. Terlebih dalam mengimbangi musik modern seperti musik dangdut.

Bicara soal harga Gendang, Kang Bolu menawarkan variasi harga disesuaikan dengan jenis kayu dan model serta finishingnya. Mulai dari harga 2 juta rupiah hingga 4 juta rupiah per setnya. Anda tertarik? (Raden)

Depok

Lahan Pembangunan Pasar Modern Cisalak Diakui Ahli Waris Almarhum Kawidjaya Hendricus Ang

IMG_20160412_134334

BERIMBANG.COM, Depok – Sebagian lahan dilokasi pembangunan proyek pasar cisalak, Cimanggis Kota Depok tahap II di pasang papan nama bertuliskan ” Tanah ini milik ahli waris alm Kawidjaya Hendricus Ang.

Dua papan nama tanpa mencantumkan nomor telepon  tersebut menjadi pertanyaan warga sesepuh sekitar lokasi pasar, pasalnya nama yang tertera di papan nama tidak dikenal dan ahli warisnya pun tidak dikenal masyarakat.

Menurut petugas keamanan proyek yang tidak mau disebutkan namanya, papan nama sudah terpasang dengan tiang menggunakan coran berbahan semen sedangkan pihak yang memasang papan nama diduga masuk tanpa ijin dengan mendobrak seng pembatas proyek.

Menurut sesepuh warga RT 5 RW 5 , Syamsudin (66) mengatakan sejarah tanah tersebut menurut sesepuh lingkungan RW 03, 04, 05, 06, 07  merupakan tanah wakaf di peruntukan untuk pemakaman umum warga dan nama yang tertera di papan nama tidak dikenal oleh warga sekitar. Selasa (12/4/2016) di kediamannya.

” Sedangkan papan nama disebagian lokasi proyek sebenarnya adalah tanah makam sedangkan makam tersebut sudah dipindah ke belakang,” ujar Syamsudin.

” Anehnya, kenapa gak dari dulu sewaktu pasar lama mau dibangun mengakui tanah tersebut, kenapa pas pembangunan pasar modern baru diakui sebagai tanahnya,” ucap Syamsudin.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok, Dadan Rustandi ketika di konfirmasi berimbang.com mengatakan, tanah dilokasi pembangunan Proyek Pasar Cisalak dengan nomor sertifikat hak pakai nomor 3 atas nama Pemerintah Kabupaten Tingkat II Bogor dan sekarang sudah milik asset Pemerintah Kota Depok.

” Siapapun yang mengakui lahan tersebut tidak mendasar, atas dasar apa mengakui tanah yang bukan miliknya apalagi sampai memasang papan nama atas nama ahli waris,” ungkap Dadan.

” Apa buktinya kalau dia mengaku-ngaku tanah yang bukan miliknya, kalau kita jelas buktinya ada berupa sertifikat untuk lebih jelasnya lagi coba tanya kebagian asset ,” Tambah Dadan. (Ii)

BogorJabodetabek

Purnawirawan Perwira Polisi Korban Perampokan Meninggal

IMG-20160411-WA0013

BERIMBANG.COM, BOGOR – Setelah menjalani perawatan intensif di Rs. Madicare Cicurug selama beberapa hari, Wantoro, seorang Purnawirawan Polisi korban penganiayaan kawanan perampok yang menyatroni rumahnya, Selasa (6/4/16) malam lalu, di Kampung Cibandawa RT 6 RW 2, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat, akhirnya meninggal dunia pada Minggu (10/4/16) dini hari.  Jenazah pensiunan instruktur di Sekolah Kepolisian Negara berpangkat Perwira Menengah ini dimakamkan pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (Tpu) Perumahan Lido Permai Ciburuy, Minggu siang.

Almarhum Letnan Satu (istilah kepangkatan pada masanya, red) Purnawirawan Polisi Wantoro dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami sejumlah luka bacokan di kepala dan beberapa bagian ditubuhnya,  saat melakukan perlawanan terhadap aksi kawanan perampok, yang diduga berjumlah lebih dari dua orang. Aksi kawanan perampok bersenjata tajam itu diketahui tetangga almarhum yang mendengar suara gaduh dari dalam rumah korban.

Lusy, salah satu anak korban menuturkan, ayahandanya meninggal dunia pada minggu dini hari sekitar pukul 4.30 wib. Dikatakannya, almarhum mengalami luka bacokan cukup serius di bagian kepala sehingga mengakibatkan pendarahan hebat. “Minggu subuh, bapak meninggal dunia, selain atas kuasa Allah juga akibat luka luka yang dideritanya”, katanya.

Menurut Lusy, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik hati, taat beribadah dan diakuinya cenderung tertutup dalam hal apapun. Semasa dinasnya sebagai Instruktur di SPN Lido yang kini dikenal Sekolah kePolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ), almarhum Wantoro dikenal sebagai sosok yang disiplin dan fokus pada pekerjaannya. “Bapak itu kalau selesai dinas langsung pulang dan gak kemana mana selain urusan kerja. Ya, bisa dibilang bapak itu orang rumahan”, imbuh Lusy.

Keluarga almarhum Wantoro berharap agar aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang pelaku dibalik peristiwa berdarah yang menimpa keluarganya. “Kami sudah ikhlas atas kepergian bapak,  tapi kami sangat geram atas apa yang telah dilakukan para pelaku. Kami berharap kepada aparat kepolisian agar segera mengungkap apa motifnya dan siapa pelaku keji yang membunuh bapak kami”, tandas keluarga korban lainnya. (Raden)

Depok

Sadis !! Seorang Ibu Dirampok Dan Dianiaya Didalam Angkot D.02 Jurusan Depok 2

Korban perampokan dan penganiayaan di dalam angkot D.02.   (Foto : Ist)
Korban perampokan dan penganiayaan di dalam angkot D.02. (Foto : Ist)

BERIMBANG.COM, Depok – Seorang wanita paruh baya, Sari ( 44) dirampok dan dianiaya di dalam angkot D.02 jurusan Depok- Depok 2 di atas jembatan layang (fly over) Jalan AR. Hakim , Pancoranmas, Depok. Korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga. Minggu (10/04/2015) Kemarin.

Menurut keterangan korban, Sari melalui keluarga korban, Yuni, Kejadian bermula korban akan berdagang di pasar kemiri lalu ditawarkan oleh angkot D.02 untuk naik kemudian pelaku turun untuk membuang air kecil lalu pelaku pindah ke belakang tempat  duduk dekat korban dan langsung memukul korban.

Tidak sampai disitu pelaku juga memukul korban dengan kunci roda di bagian kepala serta berhasil membawa uang 10 juta rupiah dan burung dara yang masih hidup sebanyak 8 ekor.Korban sempat berteriak meminta bantuan kepada pengendara yang lewat tetapi teriakannya tidak dihiraukan.

Keluarga korban berharap agar kepolisian mengusut tuntas perampokan dan penganiyaan berat yang dilakukan pelaku.

” Kami harap pelaku segera ditangkap secepatnya agar tidak terulang lagi kejadian yang serupa,” Ujar Yuni.

Sementara itu, Kapolsek Beji Kompol Ni Gusti Ayu Supriyati ketika dikonfirmasi berimbang.com membenarkan kejadian tersebut dan sempat menjenguk korban di Rumah Sakit bersama warga dan beberapa anggota dari Polsek Beji.

” Saya juga diberitahu oleh Kapolres dan langsung menjenguknya ke Rumah Sakit dan untuk laporan korban di tangani langsung oleh Polres karena TKP di wilayah Pancoranmas, Depok,” Ujar Ayu. (II)

Depok

Persikad Seleksi Ketat Pemain Untuk Bersaing Masuk Tim Inti

IMG-20160410-WA0000

BERIMBANG.COM, Depok – Di hari terakhir seleksi pemain  Persikad Paricara Dharma saat ini tim seleksi telah menetapkan 35 pemain, seleksi bakal calon pemain yang nantinya bergabung dalam sekuad Persatuan Sepak Bola Kota Depok (Persikad). Seleksi dilakukan selama tiga hari. yang di gelar dari tanggal 7/9 April 2016.

Pelatih Kepala Persikad Meiyadi Rakasiwi mengungkapkan, seleksi pemain tersebut diikuti oleh sekitar 200 pemain baik dari lokal Depok maupun luar Depok, hal ini para pemain sudah memasuki program latihan fisik, di mulai Senin, 11 April 2016, di Lapangan Merpati, Pancoran Mas, Kota Depok.

“Kami bersyukur pesertanya cukup banyak, ini membuktikan bahwa Persikad memang diincar dan diminati oleh pemain baik lokal, nasional maupun asing, mudah mudahan ini langkah awal kebangkitan Persikad,” ujar Meiyadi yang di dampingi Pelatih fisik Abdullah Jabon, kepada wartawan, Sabtu, (9/4/2016) di stadion merpati kemaren.

Meiyadi, akan terus melakukan persiapan pelatihan secara rutin, baik fisik, kesehatan dan program pemberian strategi bertahan dan menyerang terhadap tim sepak bola yang dijuluki Pendekar Ciliwung tersebut, dari 35 pemain nantinya akan seleksi kembali jadi 25 pemain. Persiapan itu tak lain agar Persikad dapat mengikuti kompetisi dalam waktu dekat ini.

“Kami akan ambil komposisi pemain 70-30, dengan rincian 70 persen pemain lokal Depok dan luar Depok 30 persen. Untuk tahap awal kami rekrut pemain lokal terlebih dahulu, jadi kami sudah punya rangka pemain, meski masih di dominasi muka muka lama pemain Persikad, ” papar Meiyadi.

Kuota 70 persen tak lain untuk pemain yang berasal dari Depok masih di dominasi muka muka lama seperti di penyerang ada Boak dan Azis, di posisi bertahan dan gelandang masih ada Pading, guntur, erwin, ajat sudrajat, Dede mursidi, Anwar, Albin, Amri, Samsudin, Dede Ariandi, Sobari Aripin, Restu (kiper).

“Ke depan tidak menutup kemungkinan kami akan rekrut pemain asing, striker yang nantinya akan diambil dari kota lain yang harus memiliki kemampuan untuk mendukung tim Persikad, karena itu bicara biaya operasional dan kontraknya,” katanya.

Sementara itu Komisaris Utama PT. Persikad Paricara Dharma, H. Acep Al Azhari mengatakan, di bawah asuhan pelatih kepala Meiyadi Rakasiwi dan dua asisten pelatih Nana Priatna, Sudarmono, Persikad yang kini berada di Divisi Utama akan bersiap mengikuti turnamen Indonesia Soccer Competitions (ISC) 2016 yang dijadwalkan digelar April hingga November mendatang.

H. Acep Al Azhari menambahkan, di jajaran pimpinan Persikad baru akan memprioritaskan para pesepak bola lokal untuk menjadi pemain inti, sebab di Depok banyak sekali talenta talenta muda yang berbakat untuk menjadi pemain sepakbola handal, di masa yang akan datang jadi pemain Persikad.

“Untuk teknis penyeleksian pemain kami serahkan sepenuhnya pada Pelatih Meiyadi dan para Asistennya, sebab dari pelatihlah nantinya Persikad akan bisa bermain bagus, cantik dan enak di tonton, sehingga masyarakat Kota Depok bisa menonton dan menikmati pertandingan,” ungkap Acep pada wartawan, Sabtu, (9/4/2016), di Restoran milik H.Acep di kawasan Grogol kemaren.

Acep berharap Para pegiat sepakbola terutama Pemerintah Kota Depok, DPRD, dan masyarakat pun diharapkan turut serta meramaikan pagelaran turnamen Indonesia Soccer Competitions (ISC) 2016 yang dijadwalkan digelar April hingga November mendatang.

“Saya masih ingat di kompetisi beberapa tahun silam Prestasi gemilang pun sempat diraih kesebelasan ini, tahun 2007 di Liga Indonesia, Persikad berjaya dan lolos divisi utama sebagai runner-up,” tutur Acep.(Adi).

Depok

Bocah Kecebur Sumur Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

IMG-20160409-WA0001

BERIMBANG.COM, BOGOR -Ahmad Farhan, bocah berusia 2,5 tahun, yang kecebur sumur di rumahnya di Kampung Kebon Rumput RT 4/3,  Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jum’at (8/4/2016), akhirnya berhasil dievakuasi. Jasad korban yang sudah tak bernyawa ini berhasil diangkat pada Sabtu (9/4/2016) sekira pukul 05.30 wib.

Anak pasangan Agus dan Robiatun ini kecebur sumur sedalam 9 meter pada Jumat pagi, sekitar pukul 09.00 wib. Namun evakuasi sulit dilakukan karena kondisi sumur yang sempit dan penuh lumpur.

Sabtu dinihari pukul 02.00 wib, Tim evakuasi yang dipimpin pengurus PMI Kabupaten Bogor Asep Ruhiyat, yang terdiri dari personel PMI, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), dan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) datang ke lokasi kejadian. Tim evakuasi juga mendatangkan mobil penyedot air untuk memudahkan evakuasi.

Sebelum proses evakuasi dilakukan, dilaksanakan doa bersama yang dipimpin oleh kyai setempat dan Kepala Desa Pasir Jambu. Setelah berdoa, tim menyiramkan air panas ke dalam sumur untuk mengecek apakah sumur mengandung gas beracun atau tidak.

“Kami kemudian mulai menyedot air sumur selama 3,5 jam. Setelah lumpurnya kelihatan, baru dilakukan penarikan lumpur yang berada di kedalaman 7 meter. Jenazah baru diketemukan pada kedalaman 9 meter dan tertutup lumpur sedalam 2 meter. Tepat pukul 05.30 wib jenazah berhasil diangkat ke atas,” ungkap Ketua Tim Asep Ruhiyat.

Sekretaris DKP Kabupaten Bogor ini menjelaskan, total personel yang terlibat berjumlah 17 orang. “Dari PMI 8 orang, Dinas Bina Marga 7 orang, dan awak mobil penyedot air DKP 2 orang. Tim berjibaku penuh perhitungan karena di dalam sumur longsor masih berjatuhan,” katanya.

Dari balik kejadian naas tersebut, Asep Ruhiyat berpesan kepada warga Kabupaten Bogor yang memiliki sumur gali agar menutup bagian atas sumur dengan bahan yang kuat menahan beban seperti coran beton atau plat besi. “Agar jangan sampai kejadian yang menimpa Ahmad Farhan terulang,” imbaunya.(Raden)

Depok

Persikad Bangkit Kembali, Targetkan Juara ISC

IMG_20160407_170223

BERIMBANG.COM, Depok – Tim kebanggaan warga masyarakat Depok yaitu Klub Persatuan Sepakbola Kota Depok (Persikad) akan dihidupkan kembali. Persikad akan kembali menjadi bagian dari Kota Depok dengan menggelar seleksi di stadion merpati sekitar 150 calon pemain dari berbagai pelosok Kota Depok.

“Persikad yang kini berada di Divisi Utama akan bersiap mengikuti turnamen Indonesia Soccer Competitions (ISC) 2016 yang dijadwalkan digelar April hingga November mendatang,” ujar Direktur Utama Persikad, Lilik Nugroho,  Kamis (7/4/2016) pada media di stadion merpati.

Menurut Lilik Pengurus baru Persikad akan mendahulukan pesepakbola lokal untuk menjadi pemain inti. Seleksi akan dilakukan pada 7-9 April 2016 di Lapangan Merpati, Pancoranmas, Depok.

Setelah vakum pasca dimerger oleh klub asal Purwakarta, kini klub asal Depok Persikad kembali menggeliat. Menyambut Indonesia Soccer Championship (ISC), klub berjuluk Srigala Depok dan Pendekar Ciliwung itu menggelar seleksi pemain.

Seleksi pemain Persikad dilakukan demi menyambut divisi utama ISC yang akan segera bergulir. Sebanyak 22 pemain akan diseleksi untuk masuk ke dalam tim inti Persikad.

“Kali ini seleksi untuk menjaring 22 hingga 23 pemain kami gak membatasi usia karena untuk kompetisi divisi utama kan gak ada batasan usia. Walau sudah 30 tahun tapi kalo bagus ya bisa masuk,” ujar Lilik.

Sementara Komisaris Utama H. Acep Al Ashari mengatakan,  menginginkan tim intinya nanti akan didominasi oleh mayorritas para pemain asli Depok sendiri, meski tidak ada pembatasan.

“Ya pengennya sih bisa tim inti diisi mayoritas anak-anak muda depok, ini kan klub depok. Tapi tadi banyak juga yang seleksi bahkan ada pemain asingnya juga cuma kami memang belum ingin rekrut pemain asing,” tambahnya.

Acep menambahkan, dengan kepengurusan baru ini, kami berharap pasti targetnya bisa juara divisi utama ISC dan pasti bakal lebih bagus dari sebelumnya.

“Para pegiat sepakbola diharapkan turut serta meramaikan penyeleksian tersebut. Dengan adanya partisipasi masyarakat, jajaran pimpinan Persikad baru, optimistis sepakbola Kota Depok dapat maju dan menggaungkan nama Kota Depok di kancah persepakbolaan nasional,” imbuhnya.

Acep berharap Pemkot Depok dapat mendukung untuk memberikan semangat kepada tim. Ia menegaskan bahwa rencana Pemkot Depok akan membangun sepakbola di Depok lebih semarak seperti 10 tahun yang lalu.

Prestasi sempat diraih Persikad saat lolos ke divisi utama sebagai runner up pada musim 2007. (Adi)

BogorJabodetabek

Kisruh di TPA Galuga, Forsa dan Ormas Nyaris Bentrok

IMG-20160407-WA0010

BERIMBANG.COM, BOGOR – Puluhan Warga dari tiga desa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Sekitar TPS Galuga (FOSGA) Rabu (6/4/16), kembali melakukan unjuk rasa.  Pengunjuk rasa menghadang truk pengangkut sampah  yang melintas dijalan raya Bojong Rangkas Warung Borong, Kecamatan Ciampea, tepatnya di depan kantor UPT Bina Marga Ciampea.

Namun, aksi pengunjuk rasa itu memicu kemarahan anggota salah satu ormas yang biasa meraih keuntungan dari keberadaan TPA Galuga hingga nyaris terjadi bentrokan. Anggota ormas yang tidak terima truk sampah dihentikan, memaksa para sopir truk sampah yang berjejer di depan kantor UPT Bina Marga Ciampea untuk menerobos hadangan para pendemo.

“Apa-apaan ini, tadi gua udah bilang truk ini enggak boleh lewat,” teriak pengunjuk rasa saat menghadang truk sampah yang nekat melintas.

Teriakan itu dibalas oleh anggota ormas yang mengawal truk sampah milik Pemkot Bogor. ”Mau kamu apa?” balas anggota ormas.

Keributan tidak terhindarkan,  hingga berujung saling dorong antara masa pendemo dengan anggota ormas. Namun ketegangan itu tak berlangsung lama,  setelah sejumlah personel TNI dan Polri yang mengawal aksi tersebut berhasil meredam emosi kedua belah pihak.

Koordinator aksi Nanang mengungkapkan, warga menuntut Pemkot Bogor segera membayar ganti rugi terhadap lahan pertanian dan pemukiman warga setempat yang tercemar sampah TPA Galuga, serta menghentikan pembuangan sampah ke TPA Galuga.

“Pemkot Bogor harus menghentikan membuang sampah ke TPA Galuga sebelum mendapatkan izin dari Bupati,” terangnya.

Nanang meminta agar bupati bogor bersikap tegas dan tidak mengeluarkan izin perpanjangan TPA Galuga, sebelum menurunkan tim teknis untuk memeriksa kelengkapan sarana dan prasarana TPA Galuga.

Ia menambahkan, FOSGA sudah mengadukan Wali Kota Bima Arya ke Mabes Polri untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan adanya kejahatan lingkungan dalam pengelolaan TPA Galuga yang dilakukan oleh Pemkot Bogor. (Raden)

BogorJabodetabek

Kawanan Pencuri Satroni Rumah Wartawan, Dua Unit Sepeda Motor Dibawa Kabur

IMG-20160407-WA0008

BERIMBANG.COM, BOGOR – Belum usai penyidikan Polisi akan kasus dugaan perampokan di rumah Wantoro, seorang pensiunan Polisi di Kampung Cibandawa RT 6 RW 2, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Selasa (6/4/16), pukul 19.30 WIB lalu, kawanan pencuri satroni rumah Wahyu Diansyah (38), seorang wartawan media online grup Rakyat Merdeka, warga Kampung Wates RT 3 RW 8, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kamis (7/4/16), sekitar pukul 03.00 WIB, dini hari tadi. Dalam aksinya, kawanan pencuri itu berhasil membawa 2 unit sepeda motor, 2 unit Hp Smart Phone serta uang jutaan rupiah.

Wahyu Diansyah, korban pencurian mengatakan, kejadian ini baru diketahuinya sekitar pukul 5.00 WIB pagi tadi. Saat ia bersama anggota keluarganya bangun tidur, didapati pintu depan rumahnya sudah terbuka.  Saat diperiksa,  sepeda motor honda beat new tahun 2015 bernomor polisi F 3357 QX dan Yamaha Mio J tahun 2014 dengan nomor Polisi F 3009 IC yang disimpan di ruang tamunya sudah hilang. Selain itu, 2 unit Hp merk Samsung juga turut raib digondol maling.

“Pencuri diperkirakan masuk rumah saya sekitar jam 3. Karena jam 2 saya belum tidur. Pas saya bangun subuh, pintu depan rumah sudah terbuka karena dicongkel maling. Dua unit motor dan dua hp saya berikut uang sekitar 5 juta didalam jok motor dibawa kabur maling”, kata Wahyu.

Sekitar pukul 7.00 WIB pagi tadi, lanjut Wahyu, tiga anggota Kepolisian Polsek Cijeruk Cigombong, sudah datang ke rumahnya untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Iman, warga setempat lainnya mengatakan, sekitar pukul 3.30 WIB dini hari tadi juga terjadi percobaan pencurian sepeda motor warga di kampung manggis yang lokasinya tidak jauh dari kampung Wates. Namun aksi pencurian berhasil digagalkan,  karena pemilik sepeda motor terbangun saat kawanan pencuri hendak membawa hasil curiannya.

“Motornya sudah mau dibawa kabur maling, tapi yang punya keburu bangun dan melawan pencuri itu sampai akhirnya pencuri itu kabur”, tutur Iman.

Pencurian kendaraan bermotor di kawasan Cigombong bukan terjadi kali ini saja. Sepekan terakhir, pencurian sepeda motor terjadi juga dirumah warga perumahan Gemilang dan di Perumahan Lido Permai Desa Ciburuy. (Raden)