Penulis: admin berimbang

Daerah

Kerja Keras Kendalikan COVID-19 di Jatim, Komjen Firli Bahuri Beri Penghargaan TNI-Polri ASN

BERIMBANG.com Sidoarjo – Ketua IKDB Komjen Pol Firli Bahuri, yang juga Alumni AKABRI Angkatan 90 sekaligus Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, meninjau pelaksanaan Vaksinasi yang dilaksanakan di UMAHA (Universitas Ma,Arif Hasyim Latif).

Gelar Baksos dan Vaksinasi Dalam Rangka 31 Tahun GELAR 90 (Gema Lembah Tidar 1990) “Mengabdi Untuk Negeri”. Di kelurahan Ngelom, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Jawa Timur, Selasa (26/10/2021) pagi,

Dalam giat tersebut juga diikuti oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, melalui video virtual.

Selain itu juga Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Waka Polda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, serta didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim.

Sebagai puncak acara “31 Tahun GELAR 90 Mengabdi Untuk Negeri”. Selain meninjau vaksinasi, Komjen Pol Firli Bahuri, juga memberikan Bantuan Sosial (Bansos) sebanyak seribu paket sembako bagi Santri dan juga para Lansia.

Komjen Pol Firli Bahuri menjelaskan, kedatangan di Jawa Timur ingin meninjau langsung kegiatan Vaksinasi di Jawa Timur. Salah satunya yang dilaksanakan di UMAHA, Kabupaten Sidoarjo.

“Kita berikan penghargaan kepada aparat TNI, Polri Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena kita rasakan kerja keras kita membawakan hasil pandemi Covid-19 bisa dikendalikan, ini adalah karya besar anak bangsa dan seluruh masyarakat,” kata Komjen Pol Firli Bahuri, usai meninjau vaksinasi di Sidoarjo, Selasa (26/10).

“Pagi ini saya hadir di jawa timur ingin memastikan pelaksanaan vaksinasi bisa berjalan lancar, dan tentu kita berharap semua akan sukses. Sehingga akan menimbulkan kekebalan kepada rakyat, dengan rakyat kebal, rakyat sehat Indonesia jadi kuat dan tentu pertumbuhan ekonomi indonesia semakin meningkat,” sambungnya.

Selain vaksinasi yang dilaksanakan ini juga disediakan dua Unit mobil gerai vaksin keliling dan juga satu buah bus. Sedangkan jumlah vaksinasi yang dilaksanakan pada hari ini sebanyak 5 ribu dengan disiapkan tenaga Vaksinator sebanyak 74 tenaga kesehatan.

Usai meninjau vaksinasi di UMAHA, Kabupaten Sidoarjo. Komjen Pol Firli Bahuri, melanjutkan meninjau vaksinasi di Mapolda Jawa Timur.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, menjelaskan, bahwa dalam pelaksanaan penanganan Covid-19, TNI, Polri selalu sinergi dan kolaborasi. Dalam penanganan Covid-19, tentunya banyak juga anggota TNI, Polri sampai jatuh sakit bahkan ada yang meninggal.

“Kami mohon kepada bapak kiranya bisa memberikan semangat kepada keluarga yang hadir pada hari ini,” jelas Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta.

Selain itu, dalam kegiatan di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Ketua KPK bersama Kapolda Jatim, juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu.(***)

Jabodetabek

Pemkot Depok Izinkan Sekolah Laksanakan PTMT dengan Prokes Ketat

BERIMBANG.com, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akhirnya mengizinkan sekolah di seluruh jenjang pendidikan untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), setelah hampir dua tahun pembelajaran secara dalam jaringan (daring). PTMT resmi dilaksanakan pada 4 Oktober sampai 23 Desember 2021.

Meskipun telah diizinkan, sebanyak 1.200 sekolah yang melaksanakan PTMT diwajibkan mematuhi sejumlah aturan. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Depok Nomor: 66 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Perwal yang dikeluarkan pada 20 September ini mengatur sejumlah hal terkait pelaksanaan PTMT. Antara lain jumlah siswa untuk PAUD sebanyak 10 siswa sedangkan SD hingga SMA paling banyak 20 siswa per kelas. Pelaksanaan PTMT pada masa transisi hanya diperkenankan dua hari dengan durasi 120 menit.

Selanjutnya, siswa diwajibkan memakai masker dua lapis berupa masker bedah atau masker bedah satu lapis dan masker kain satu lapis. Selain itu, warga sekolah harus dinyatakan sehat dan apabila mengidap penyakit penyerta harus dalam kondisi terkontrol.

Warga sekolah juga dipastikan tidak memiliki gejala Covid-19 atau berstatus konfirmasi, probable, suspek maupun kontak erat Covid-19. Selama masa transisi, kantin sekolah tidak diperbolehkan beroperasi, namun pada masa kebiasaan baru kantin sekolah dapat beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Tidak sampai disitu, untuk memastikan protokol kesehatan (Protkes) Covid-19 berjalan dengan baik di setiap satuan pendidikan, Pemkot Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) sebelumnya telah menggelar Simulasi PTMT. Dalam simulasi yang dilaksanakan 28-29 September tersebut setidaknya melibatkan satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dua Taman Kanak-Kanak (TK), empat Sekolah Dasar (SD), serta enam Sekolah Menangah Pertama (SMP).

Hingga seminggu pelaksanaannya, PTMT di Kota Depok dapat dikatakan berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan seluruh stakeholder bersama-sama ikut memantau pelaksanaan PTMT diwilayahnya masing-masing.

Seperti di SDN Curug 2, SDN Curug 3, dan SDN Curug 4 yang telah siap dengan ruang isolasi. Ruangan tersebut disediakan bagi siswa yang saat dilakukan pengecekan, suhu tubuhnya di atas 37.5 derajat celcius. Selain itu, penyediaan ruang isolasi merupakan salah satu persyaratan sekolah selama PTMT.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok juga mengeluarkan panduan siswa untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat pelaksanaan PTMT. Panduan yang diberikan tersebut diterapkan sebelum berangkat sekolah, saat melaksanakan aktivitas di sekolah, serta setelah pulang sekolah.

Untuk prokes sebelum berangkat sekolah, siswa harus memastikan diri dalam keadaan sehat, membawa hand sanitizer, membawa minuman dari rumah, membawa perlengkapan pribadi, memastikan menggunakan masker dan membawa cadangan masker, serta sarapan dan mengonsumsi gizi seimbang.

Selanjutnya, untuk aktivitas di sekolah, sebelum masuk gerbang, pengantaran hanya dilakukan sampai di lokasi yang ditentukan. Lalu, mengikuti pemeriksaan suhu tubuh dan melalukan Cuci Tangan dengan Sabun (CTPS) sebelum masuk ruang kelas.

Kemudian, selama kegiatan belajar mengajar, tetap memakai masker dan menjaga jarak minimal 1,5 meter. Siswa juga diwajibkan menggunakan alat belajar, alat musik, alat ibadah, alat makan dan minum pribadi serta dilarang meminjam peralatan belajar.

Ketika selesai belajar, siswa tetap memakai masker dan melakukan CTPS sebelum meninggalkan kelas, keluar kelas dengan berbaris sambil menerapkan jaga jarak. Untuk penjemputan, siswa menunggu di lokasi yang ditentukan dan melakukan jaga jarak.

Setelah pulang sekolah, siswa melepaskan dan meletakkan peralatan yang dibawa dan melakukan disinfeksi, dan tetap melakukan CTPS. Tidak lupa mandi dan mengganti pakaian.

Untuk mencegah terjadinya klaster Covid-19 di satuan pendidikan, Pemkot Depok siap melaksanakan strategi surveilans berupa pelacakan dan testing melalui metode active case finding atau jemput bola. Yaitu dengan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) guna melakukan Swab Antigen ke sekolah-sekolah yang menggelar PTMT secara acak, selama dua minggu sekali.

Sementara bagi satuan pendidikan yang kedapatan melanggar Protkes, Pemkot Depok tidak segan-segan untuk menghentikan kegiatan PTMT di sekolah tersebut. Penghentian dilakukan baik secara total ataupun parsial. Red

Bogor

Persuratan Berbasis Digital, Pemkab Bogor Lakukan Uji Coba Aplikasi SRIKANDI

BERIMBANG.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor lakukan ekspose uji coba penerapan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI).

Ekspose uji coba dalam rangka efektifitas persuratan dalam aplikasi diterapkan di tiga Perangkat Daerah, yakni Dinas Arsip dan Perpustakaan, Dinas Komunikasi dan Informatika dan Bagian Umum Setda Kabupaten Bogor, di Ruang Rapat IV Setda Kabupaten Bogor, Senin (25/10/2021).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menjelaskan bahwa, arsip atau dokumen merupakan kategori urusan wajib karena dokumentasi sangat penting, setiap pekerjaan mulai dari sarana prasarana, pembiayaan dan personal tidak terlepas dari dokumen.

Sekda berharap kehadiran Aplikasi SRIKANDI bisa menyelesaikan berbagai permasalahan kearsipan di Kabupaten Bogor.

“Saya ingin SRIKANDI ini bisa ter-conecting hingga tingkat Pemerintah Desa, karena arsip itu sifatnya ada arsip aktif dan arsip in aktif, dan ada yang sangat rahasia,” ungkap Burhanudin.

Sekda meminta untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas baik, untuk mendukung optimalisasi penerapan aplikasi SRIKANDI.

“Agar dokumen penting dan rahasia bisa terarsipkan secara digital dengan baik, mulai dari dokumen pembangunan, perizinan, pemeliharan jalan, dan lainnya,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Tb Luthfi Syam menjelaskan bahwa Arsip Nasional RI telah membuat aplikasi yang bersifat nasional yakni aplikasi SRIKANDI dan sudah menjadi kesepakatan antara Arsip Nasional, Kemkominfo, dan Kemenpan.

Seiring dengan kewajiban baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus menerapka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Tb Lutfhy Syam menambahkan, beberapa langkah konkrit yang telah dilakukan yakni Dinas Komunikasi dan Informatika telah membuat akun 30 perangkat daerah dan kecamatan, 20 di perangkat daerah dan 10 kecamatan. Telah dibuatkan draft aspek kebijakan berupa Keputusan Bupati Bogor tentang Penerapan SRIKANDI dalam tata kelola persuratan.

Kemudian dirinya juga telah melakukan penginputan tata persuratan berupa template Tata Naskah Dinas, Kode Klasifikasi Surat, Masa Simpan Surat dan Hak Akses Surat ke dalam master data SRIKANDI sehingga ada keseragaman. Termasuk menginput semua struktur organisasi di tiap perangkat daerah sehingga dapat mempermudah.

“Termasuk melakukan Bimtek (Bimbingan Teknis), kami juga lakukan simulasi secara terbatas di tiga perangkat daerah yakni di Bagian Umum Sekretariat Daerah, Diskominfo dan Dinas Arsip dan Perpustakaan,”

“Kita juga mempelajari dimana titik-titik kelemahannya. Kami ingin di tahun 2022 SRIKANDI ini bisa kita terapkan di Kabupaten Bogor,” ungkap Lutfhy.

Menurutnya jika SRIKANDI sudah bisa diterapkan dan dijalankan pencarian arsip dapat dilakukan dengan cepat dan jauh lebih mudah, karena hanya dengan mengetik kata kunci sesuai arsip yang dibutuhkan, serta tidak perlu menggunakan tempat yang terlalu luas, karena SRIKANDI ini adalah sistem informasi kearsipan dinamis.

“Kalau kita tidak memulai secara digital, pertanyaan besarnya adalah kapan kita mau memulai, kalau kita tidak memulai kita harus mencari tanah lagi, kita harus membangun gedung lagi hanya semata-mata untuk menyimpan arsip,” ujarnya.

Penerapan SRIKANDI, kata Lutfhy, tentunya memerlukan yang namanya infrastruktur pendukung, baik itu pada uji coba mau pun pada pelaksanaan yang akan datang. Jika SRIKANDI ini sudah dilaksanakan akan sangat mudah, semua pemaparan sifatnya sudah digital, lalu disposisi juga sifatnya digital.

“Termasuk juga yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sudah ada perpustakaan digital, di dalam perpustakaan itu sudah di-inject buku Bodas sekitar 1.907 yang merupakan bagian dari Karsa Bogor Cerdas,” pungkasnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Inisiatif Ketua RT Bakal Perbaiki Jalan Rusak Tanpa Dana Pemerintah Kabupaten Bogor

BERIMBANG.com – Jalan Umum Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, rusak hingga mengakibatkan pengendara roda dua atau motor sering terjatuh. inisiatif ketua RT 02 RW 03, bakal memperbaikinya.

Tepatnya dijalan utama 2 perbatasan lintas RT 02 dan RT 05, yang diapit dua perumahan persis disamping pos keamanan.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 02/RW 03, Mudrikah yang akrab disapa RT Mud, mengaku sering mendapat keluhan dan komplen warga akibat jalan rusak yang memakan korban itu belum juga diperbiki.

Inisiatif RT Mud meminta warga bagi yang mampu agar bisa berkontribusi salah satunya menyumbang rupiah untuk memperbaiki jalan rusak itu.

Perannya sebagai ketua RT mendapat tanggapan warga dan diacungi jempol, karena peduli dengan kepentingan umum tanpa harus menunggu kucuran anggaran pemerintah.

“Bagus ini pak RT ngasih tahu warga, saya dukung, datang kerumah masing-masing warganya, jadi mengetahui jalan itu rusak diperhatikan oleh RT,” kata Ela, warga pendatang dilingkungan setempat.

Ia pun mengeluh jalan yang diperbaiki itu sebelumnya rusak parah, “Emang ngeri, saya pernah jatuh lewat jalan itu. Sudah setahun saya tinggal didaerah sini belum ada perbaikan, setiap hari lewat jalan rusak itu,” kata Ela.

Permintaan sumbangan oleh ketua RT itu pun resmi diberitahukan kepada warga melalui surat Nomor: 06/III/X/2021, diteken dan di cap basah oleh Mud ketua RT 02 dan ketua RW 03, Perihal: Permohonan Bantuan, yang ditembuskan ke Kepala Desa, Kasatgas, serta ulama dan tokoh masyarakat di Desa Bojongbaru. Disertai print foto-fotonya.

“Kalau yang mengerjakan sih sudah siap, yang pentingkan dananya, makanya saya buat ini, sumbangan seiklasnya.. kan untuk warga juga,” kata Mud, ketua RT yang baru menjabat beberapa bulan, sambil menunjukan lampiran surat.

Kebutuhan perbaikan jalan itu terinci lengkap dengan total anggaran Rp 4.400.000,- yang tertera dalam lembaran list. Untuk perbaikan jalan penghubung RT 02 dan RT 05, RW 03, Desa Bojongbaru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Laporan mengenai jalan rusak ke Desa Bojong Baru, telah RT Mud lakukan berulang-ulang melalui lisan, tetapi, “Tanggapannya.., begitu dah, belum ada anggaran, makanya saya buat surat ini,” katanya.

Sebelum membuat surat resmi memohon bantuan warga, RT Mud berupaya menambal jalan rusak itu beberapa kali dengan puing-puing yang tak terpakai, tetapi namanya puing tanpa disemen atau diaspal pasti berantakan dan puing itu menyebar. Ongkos angkut puing, “pakai kas RT 02,” katanya.

“Ini harus di semen atau di aspal, gak bener kalau cuma diurug doang,” ucap RT Mud.

Secara terpisah, Kepala Desa Bojong Baru, yang sedang sibuk dengan pelayanan vaksinasi tahap satu dan dua, dikantornya, ia mewakilkan tanggapannya ke Sekretaris Desa (Sekdes), Aji. Menurutnya pembenahan atau perbaikan infrastruktur jalan harus direncanakan setahun sebelumnya.

“Pengajuannya (RT).. kan baru tahun ini (2021), otomatis gak bisa langsung buat tahun ini, baru bisa dirapatkan tahun ini untuk tahun depan (2022 pelaksanaannya)” kata Sekdes Aji, yang mengaku masih ada hubungan darah atau saudara dengan kepala desa. Senin (25/10/2021).

“Kalau dari Desa ada prosedurnya,” katanya, “(Dana Rp 4.4juta) Itu mah, kebijakan kepala desa, paling dari kantong kepala desa, kalau yang begitu begitu (receh _Red)),” ujarnya, “Itungannya Swadaya Kades,”

Laporan RT Mud melalui lisan dan surat ke Desa, Aji mengatakan, “Bukan gak ditanggapin, mungkin lupa kali ya, soalnya lagi banyak ini (Fokus Vaksin),”

Anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang didapat Desa Bojongbaru, Aji selaku Sekdes tidak hafal skala prioritas anggaran tersebut, “Gak tahu saya.. itu bendahara (urusannya), banyak perubahan,” katanya.

Kemudian, disinggung program andalan Bupati Bogor, Satu Milyar Satu Desa atau Samisade yang memprioritaskan salah satunya infrastruktur, Desa Bojongbaru yang telah melengkapi admintrasi yang disaratkan, menurut keterangan Aji, “untuk tahun ini (2021) sudah diajukan dibulan April.. Sudah diajukan,” terangnya,

“(Anggaran Samisade) Sampai sekarang dua bulan lagi (tahun 2021 habis memasuki 2022) belum ada kepastian dari Bupati Bogor,” ujar Aji.

Dihari yang sama terpisah, Kepala Bidang sarana dan prasarana kewilayahan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Edi Mulyadi mengungkap banyaknya anggaran untuk Desa di Kabupaten Bogor, seharusnya bisa lebih cepat ditanggapi karena tidak membutuhkan anggaran besar.

“Sebenarnya kalau sifatnya tidak besar, bisa dialokasikan dari Dana Desa, Dan itu dilakukan swakelola dari masyarakat Desa, pak Kadesnya yang menganggarkan dari Dana Desa itu,” katanya, “kan ada untuk infrastruktur ya. Kalau Dana Desa itu saya kurang begitu faham alokasi infrastruktur itu kemana,”

“Tapi kalau cuma Empat (4) juta gitu kan, masuk Samisade juga gak bisa, sebenarnya itu seperti pemeliharaan jasa aja,” ujarnya.

Menurut Edi, pemeliharaan jalan umum yang seharusnya menjadi skala prioritas dalam perencanaan DD dan ADD untuk pembangunan Desa, Sekdes seharusnya mengetahui, “kepala desa dan Sekdesnya Harusnya tahu, (Skala) prioritasnya,” terangnya.

“Secara umum mungkin tidak ada istilah pemeliharaan, tapi bantuan infrastrukturnya.. kan ada,” kata Edi, menegaskan usulan perbaikan jalan umum di Desa wajib diperhatikan dari dana-dana lain.

Dalam anggaran Samisade pun, Edi menekankan untuk pembangunan infrastruktur, “Fokus akses dijalan,” katanya, dengan sarat, “Minimal pengajuan (Rp) 200juta maksimal satu milyar,” terang Edi. “kalau 5 juta ya selesaikan sendiri (oleh Desa),” ujarnya (25/10).

Keterangan foto: jalan rusak dijalan utama 2, yang didokumentasikan RT 02/03, Desa Bojongbaru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (TYr)

(Tengku Yusrizal)

Daerah

Polda Jatim Grebek Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya dan Sidoarjo

BERIMBANG.com Surabaya – Ramai, kasus Pinjaman Online (Pinjol) yang meresahkan warga, diungkap Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, di dua lokasi berbeda satu di Surabaya, dan di Kabupaten Sidoarjo.

“Untuk pengungkapan pinjol di surabaya, dilakukan pada 15 Oktober 2021, dari pengungkapan ini, penyidik berhasil mengamankan ASA, (30) warga Perum Samudra Residence, RT 01 RW 25, Kelurahan Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jabar,” jelas Irjen Nico Afinta, usai konfrensi pers di Mapolda Jatim, Senin (25/10/2021).

ASA sendiri berposisi sebagai (Desk Collection-Pengirim pesan SMS penagihan).

“Selain itu satu tersangka lain yakni, RH alias A, (28) warga KP. Ciaruteun, RT 01/ RW 02, Desa Cimanggui, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jabar. Yang tinggal di Jalan Tim Asih, gang 2 RT 04/ RW 08, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jabar,” tambahnya.

Untuk tersangka RH alias A ini, selaku (Desk Collection – Pengirim data).

Nico menguraikan, Setiap pesan singkat melalui WhatShapp atau yang dikirim ke pinjol, para tersangka menggunakan kata-kata atau kalimat yang tidak pantas.

Tersangka RH alias H, meminta kepada tersangka SAS, untuk mengirim pesan penagihan ke para Debitur yang berisi kalimat yang tidak pantas dan ancaman.

“Sedangkan para tersangka digaji oleh perusahaan sebesar Rp 4.200.000, selain itu, para tersangka mendapat fasilitas dari perusahaan berupa kuota internet
serta mendapat insentif/ bonus dari pekerjaan jika penagihan tersebut berhasil,” katanya.

“Jika penagihan mencapai 65 persen dari total penagihan dalam kurun waktu 1 minggu. Maka tersangka akan mendapat Rp 162.000, jika 70 persen, dari total penagihan dalam kurun waktu 1 minggu, maka tersangka akan mendapatkan Rp 200.000. Jika 75 persen, mendapat Rp 250.000. Dan intensif/ bonus itu diluar dari gaji bulanan mereka,” lanjutnya.

Polda Jatim akhirnya mengungkap pinjol ini, setelah adanya laporan dari masyarakat pada Desember 2020. Dimana BSB, selaku Debitur meminjam ke pinjol atas nama aplikasi “RUPIAH MERDEKA DAN DANA NOW”.

“Sekira bulan Februari 2021, pinjaman debitur atas nama BSB, di aplikasi “RUPIAH MERDEKA dan DANA NOW”, sudah lunas. Namun, pada bulan Juli 2021, pelapor menerima tagihan dari beberapa pinjol lain diantaranya, KSP PLANET BAHAGIA, KSP BOS DUIT, DANA HEBAT dan LUCKY UANG,” cetusnya.

Pada bulan Juli 2021, pelapor akhirnya membuat pengaduan ke Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Atas dasar laporan tersebut, bulan Agustus 2021, Penyidik melakukan serangkaian proses penyelidikan, yang akhirnya bisa mengungkap pinjol di surabaya.

Sedangkan barang bukti yang disita dari tersangka ASA, dua unit HP, dua unit laptop, dan satu unit charger, sedangkan dari tersangka RH alias A, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit HP dan laptop

Sementara itu, penyidik juga mengungkap di Kabupaten Sidoarjo, yang dilakukan pada 7 Oktober 2021. Penyidik telah meringkus tersangka, APP, (27) warga Surabaya, kelahiran Kabupaten Jombang. Yang bekerja di PT. DUYUNG SAKTI INDONESIA.
Dengan posisi bagian (Desk Collection).

“Tersangka sendiri diringkus pada hari Jumat (15/10/2021), sekira pukul 14.00 WIB. Yang dilakukan di rumahnya di Kedinding, Kota Surabaya. Dari keterangan tersangka, petugas kemudian melakukan penggeledahan di kantor PT. DUYUNG SAKTI INDONESIA, yang berlokasi di daerah
Sukomanunggal, Kota Surabaya,” jelasnya.

Lanjut Kapolda menerangkan, PT . DUYUNG SAKTI INDONESIA sendiri, dipimpin oleh seseorang bernama, SR dan HRD atas nama QNK. Perusahaan ini sendiri tidak terdaftar pada OJK (Otoritas Jasa Keungan).

Nama pinjaman online (pinjol) dari PT. DUYUNG SAKTI INDONESIA antara lain, UNTUNG CEPAT, RUPIAH CEPAT, PUNDI UANG, PINJAM CAIR, MONEY KU, MAU TUNAI, KREDIT DASH, GIFT TUNAI, GET UANG, DOMPET SHARE, DANA CHARGE, BULL DANA, SAKU MED, SAKU KILAT, RUPIAH AID, FAST RUPIAH, CASH HUT, SIAP TUNAI, MONEY PRO, RUPIAH EXPRESS, GIFT TUNAI, LAJU TUNAI, SUKA GESIT, UR MONEY, UANG SAKU, PINJAM DULU, PINJAM CASH, MONEY PRO, MONEY PLUS, KREDIT KILAT, KREDIT DANA, DOMPET APPLE, DANA MAYA, DANA MAJU, MONEY GOODSHOW DANA dan MONEY CHARGE.

“Dari 36 Pinjaman Online yang di miliki oleh PT. DUYUNG SAKTI INDONESIA. Hanya ada satu yang legal sesuai yang terdaftar di OJK, atas nama aplikasi Rupiah Cepat,” terang Nico.

Dari pengungkapan ini, Polda Jatim berhasil mengamankan barang bukti antara lain, hasil cetak screen shot chat whatsapp antara korban (M) dan tersangka. 21 unit hanphone, 14 laptop, charger laptop, 70 buah bungkus Kartu Perdana dari berbagai profeder.

Modus yang dilakukan tersangka ini, tersangka menggunakan akun whatsapp dengan foto profil dan nama tidak sesuai aslinya, mengaku dari aplikasi pinjaman online “DOMPET SHARE” mengirimkan pesan berisi foto wajah korban dan foto KTP korban ke akun whatsapp korban disertai kalimat “bagus ini foto dan KTP ini diviralkan yaa”. Sehingga korban merasa takut dan terancam foto wajah dan KTP nya disebarkan.

“Kronologisnya, pada hari Rabu, 29 September 2021, pelapor meminjam pada aplikasi pinjaman online ” MONEY KU”, yang menginduk pada aplikasi “RUPIAH MAJU” sejumlah Rp. 1.023.000. Yang kemudian sekitar tanggal 07 Oktober 2021, pinjaman tersebut telah dilunasi oleh pelapor sebesar Rp 1.860.000,” pungkasnya.

Dan dihari yang sama, pelapor menerima pesan masuk dari terlapor akun Whatsapp yang mengaku dari pihak Aplikasi Pinjaman Online “DOMPET SHARE”. Yang juga menginduk pada aplikasi pinjaman online ” RUPIAH MAJU” melalukan penagihan dengan cara mengirimkan pesan berisi foto wajah korban dan foto KTP serta mengancam akan menyebarkan data pribadi pelapor.

Dari pengungkapan ini, para tersangka akan dikenakan Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) Pasal 29 Jo Pasal 45B UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” urai Kapolda.(***)

Daerah

Forkopimda Jatim Gelar Apel Kontijensi Bencana Alam

BERIMBANG.com – Forkopimda Jawa Timur, gelar apel pasukan dan peralatan dalam rangka kontijensi kesiapan penanggulangan bencana alam tahun 2021 di Jawa Timur, pada Senin (25/10/2021) di lapangan Kodam V Brawijaya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pimpin apel kontijensi penanggulangan bencana di Jawa Timur tahun 2021, didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Kaskoarmada II Laksma TNI Rahmad Jayadi menyiapkan pasukan dari TNI-Polri dan Stakeholder,

serta persiapan peralatan terkait untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa puncak hujan di Jawa Timur pada bulan November sampai dengan Februari 2022.

Apel diikuti pasukan sebanyak 825 personel terdiri dari anggota TNI/Polri, BPBD dan Dinkes Prov Jatim serta peralatan yang digunakan untuk penanganan bencana alam antara lain kendaraan Ambulance, Truk evakuasi korban, kendaraan Covid hunter, kendaraan Videotron Bidhumas, Genset darurat, perahu karet, tenda darurat BPBD dan Dinsos Prov Jatim serta dapur umum lengkap.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, seluruh stakeholder harus sudah membangun sinergitas dalam menyiapkan segala sesuatu, yang terkait dengan kemungkinan jika ada puncak hujan di bulan November sampai dengan Januari, Februari 2022 yang seringkali dikenal dengan bencana alam hidrometeorologi.

Menurut Khofifah, hidrometeorologi ini bisa karena cuaca ekstrem, bisa hujan dengan kapasitas air yang sangat tinggi, bisa kemudian berakibat pada longsor dan juga bisa karena perubahan iklim global.

“Oleh karena itu semua lini, jadi Forkopimda di jajaran Pemprov, Forkopimda kabupaten /kota, seluruh relawan Basarnas, semua sudah harus bersinergi melakukan kesiapsiagaan, melakukan mitigasi, untuk bisa mengantisipasi segala sesuatu yang harus kita lakukan, antisipasi secara komperhensif,” tandasnya usai melakulan pengecekan pasukan dan peralatan dalam rangka kontijensi kesiapan penanggulangan bencana alam di Jatim.

“Jadi setiap bencana alam berpotensi terhadap bertambahnya kemiskinan, bahkan bisa sampai di atas 50%, nah 80% Jawa Timur ini berpotensi terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam, bencana alam akibat hidrometeorologi ini bisa berakibat pada rusaknya infrastruktur, kemudian rumah, karena bisa juga berseiring dengan angin puting beliung, ada hujan ada angin puting beliung, ada longsor dan seterusnya,” tambah Gubernur Jatim di hadapan awak media.

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan kepada setiap daerah yang dulu sudah mendapatkan pelatihan siaga bencana sudah harus menyiapkan relawannya, karena secara scientific bisa di prediksi.

“Oleh karena itu, daerah-daerah yang dulu sudah pernah mendapatkan pelatihan di kampung siaga bencana, atau Kampung tangguh, ini sama-sama harus sudah menyiapkan relawannya kita tidak berharap bahwa bencana alam itu terjadi, tapi kita harus tetap melakukan kesiapsiagaan karena memang secara scientific itu bisa diprediksi,” pungkas Gubernur Jatim di dampingi Pangdam dan Kapolda Jatim.(***)

Jakarta

Partai Berkarya Lakukan Rapat Koordinasi Nasional Tahun 2021

BERIMBANG.com, Depok – Upaya konsolidasi partai dilakukan Partai Berkarya dengan melakukan Rapat Koordinasi Nasional Partai Berkarya 2021 secara hybrid, offline dan online, yang dihadiri oleh para anggota partai dari seluruh wilayah Indonesia.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, yang juga mewakili Ketua Umum DPP Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto yang berhalangan hadir karena masalah kesehatan, menyatakan rasa bahagianya dapat bertemu dengan kader Partai Berkarya setelah hampir dua tahun terpisah karena pandemi.

“Saya berterima kasih dan sangat menghargai para kader yang tetap loyal pada Partai Berkarya, walaupun ada badai menghadang. Rakornas ini akan menjadi momen terbaik bagi kita untuk melakukan konsolidasi dan mampu menyegarkan kembali semangat kita untuk lebih bekerja keras mengangkat dan membesarkan Partai Berkarya sebagai sarana perjuangan membangun bangsa untuk mewujudkan negara Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera seperti cita-cita Bapak Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto,” kata Titiek saat menyampaikan sambutannya pada Rakornas Partai Berkarya 2021, di salah satu hotel di Sentul, Bogor, Minggu (24/10/2021).

Sebagai ketua harian terpilih, ia sepenuhnya menyerahkan masalah perubahan kepengurusan partai pada pimpinan partai baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

“Amanat yang diembankan kepada siapapun, tak akan dapat dijalankan tanpa adanya dukungan dari seluruh komponen partai. Sehingga jika dalam forum ini, amanat itu diberikan pada saya maka saya akan menjalankannya dengan baik walaupun memang saya akui bahwa tantangannya tidaklah ringan,” ucap Titiek.

Ia juga menyampaikan selama seluruh komponen Partai Berkarya dapat solid, pantang menyerah dan bekerja sama, maka Partai Berkarya akan bisa menjadi partai solid yang dicintai oleh rakyat.
“Partai Berkarya akan dapat bertahan melewati badai yang hadir saat ini, selama terus bekerja keras memegang komitmen dalam berjuang dan terus melakukan evaluasi internal. Karena dalam perjalanannya, ada beberapa dari kita yang kurang bersabar, ada yang goyah loyalitasnya dan bahkan menjadi kontraproduktif,” ucapnya lagi. ( Ach/ Red).

Daerah

Menkopolhukam Sambangi Budayawan dan Seniman Se-Jatim di Gedung Mahameru Polda Jatim

BERIMBANG.com Surabaya – Menteri Koordinator Bidang Polhukam Republik Indonesia, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD. Sabtu (23/10/2021) malam, Silaturahmi bersama Seniman dan Budayawan yang ada di Jawa Timur, di Gedung Mahameru, Mapolda Jawa Timur.

Dalam silaturahmi yang dilaksanakan di mapolda jatim, antara Menkopolhukam bersama dengan para seniman dan budayawan di jatim. Juga didampingi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, yang diwakili oleh Plt Sekretaris Daerah Heru Tjahjono, Pangdam V Brawijaya Mayor Jendral TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta.

Dalam sambutannya, Menkopolhukam Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, menyebutkan, bahwa saat ini masyarakat menjalani normal baru serta peradaban baru untuk ke depan. Seperti jika bertemu dengan orang, saat ini tidak boleh berpelukan maupun berjabat tangan.

Selain itu, masyarakat harus tetap ikuti Protokol Kesehatan (Prokes). Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan Vaksin. Karena fungsi vaksin untuk mencegah sebelum orang kena Covid-19.

“Dengan kegiatan malam ini. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Jatim, yang telah memfasilitasi untuk bertemu dan berdialog dengan para Budayawan dan Seniman se Jawa Timur,”

“Silahkan untuk para budayawan dan seniman jika yang ingin ditanyakan maupun harapan untuk kedepan,” ucapnya.

Menkopolhukam dalam silaturahmi yang digelar di polda jatim pada malam ini, memberikan kesempatan kepada para seniman dan budayawan untuk berdialog secara langsung. Terkait dengan keluhan serta harapan mereka selama Pandemi Covid-19.

Saat diberi kesempatan, Percil salah satu seniman muda ini mempertanyakan, kapan dirinya dan juga seniman yang lainnya bisa manggung kembali. Karena selama Pandemi Covid-19 ini, banyak seniman yang belum mempunyai aktifitas.

“Kapan pak Menko, kita para seniman boleh manggung kembali pak,” tanya Percil.

Sementara itu, Menko Polhukam Prof Mahfud MD menyebutkan, bahwa Pemerintah Pusat sungguh – sungguh ingin membangun kesenian di Indonesia.

“Semua harus tetap sabar dan tetap mentaati aturan dari Pemerintah, jangan sampai ketika dibuka maka akan ada klaster baru lagi. Semua harus tetap menahan diri dahulu,” jelas Menko Polhukam.

“Adanya serangan Covid-19 ini, para seniman memang sangat terdampak,” tambahnya.

Sedangkan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, menjelaskan, bahwa Asesmen Mendagri, saat ini untuk wilayah yang masih berada di Level 4 maupun 3 masih belum diberikan izin untuk menggelar kegiatan.

“Untuk kegiatan nikahan sudah diperbolehkan, untuk di level satu namun tetap taati aturan. Seperti memakai masker, jaga jarak dan juga mencuci tangan,” jelas Kapolda Jatim.

Sehingga kami meminta kepada para seniman untuk membantu pemerintah mengajak masyarakat untuk melaksanakan Vaksinasi, karena di jatim sendiri targetnya 70 persen.(***)

Bogor

Piala Danrem 061 Cup ke VIII 2021 Diperebutkan 1200 Atlet Pencak Silat Pelajar di Bogor

BERIMBANG.com – Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Piala Danrem 061 Cup ke VIII tahun 2021, salah satu event akbar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bogor, bekerja sama dengan Korem 061/Suryakancana, di Lapangan Outdoor Korem 061/SK, Jalan Merdeka Kota Bogor, pada 23 hingga 24 Oktober 2021.

“Kejuaraan pencak silat ini tidak hanya unsur pelajar Kota Bogor. Akan tetapi melibatkan pelajar dari Kabupaten Bogor, Kabupaten/Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kota Depok,” ungkap Ketua IPSI Kota Bogor Subono Widoyoko kepada awak media.

“Ada 1200 atlet yang ikut serta, kurang lebih 60 Paguron atau sekolah yang tampil diajang ini,” tambah pria yang akrab disapa Bono tersebut.

Acara yang diselenggarakan dengan tetap menjaga protokoler kesehatan (Prokes) ketat, turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, jajaran DPRD Kota Bogor, dan Jajaran Polresta Bogor Kota.

“Hari pertama kejuaraan ini, yang melibatkan pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA, tentunya dengan prokes yang ketat. Para peserta yang mendaftar khususnya kategori pelajar SMP dan SMA diwajibkan melampirkan hasil swab antigen dan sertifikat vaksin, dilokasipun baik panitia dan tamu undangan diwajibkan PCR,” jelas Bono.

Sementara Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi mengapresiasi kejuaraan Danrem Cup ke VIII tahun 2021 yang diselenggarakan IPSI Kota Bogor.

“Saya sangat apresiasi penyelenggaraan kejuaraan ini, dimana ini merupakan kerjasama yang sangat baik antara IPSI Kota Bogor dengan jajaran kami (Korem 061/SK), hingga hari ini terselenggara dengan baik, ditambah prokes yang sangat baik,” ungkap Achmad Fauzi dalam sambutannya.

Danrem juga berharap semoga kejuaraan Danrem Cup ini dapat memberikan dampak yang besar bagi seni beladiri pencak silat di Kota Bogor.

“Harapan saya event kejuaraan ini, dapat memberikan dampak yang baik terhadap seni beladiri pencak silat, dan juga menjadikan para atlet beladiri yang tangguh dan dapat berprestasi di ajang yang lebih besar,” tegas Achmad Fauzi.

Ditempat yang sama Humas IPSI Kota Bogor Muhammad Hafiizh Ramanda Siregar, yang akrab disapa Ki Wulung Tunggal menyampaikan, kejuaraan Danrem 061 Cup tahun ini merupakan salah satu bentuk sinergi positif antara Danrem 061 Suryakancana dan IPSI Kota Bogor.

“Ini bentuk kegiatan sinergi positif, dimana bertujuan untuk meningkatkan kwalitas mental para atlet pencak silat untuk menjadi petarung yang berjiwa ksatria, dengan akhlak mulia untuk NKRI tercinta,” kata Ki Wulung.

Alhamdulillah, lanjut Ki Wulung, saat ini peserta yang hadir dari berbagai wilayah terdiri dari 60 kontingen sekolah dan paguron pencak silat, dari wilayah Bali, Jateng, Lampung, DKI dan Jabar.

“Dan untuk tingkatan sekolah dari mulai SD, SMP dan SMA yang menjadi persertanya dengan sistem pemasalan dan prestasi.” Target kami agar event ini bisa mencetak atlet-atlet terbaik, serta kami berharap event kami ini bisa menjadi contoh positif, pelaksanaan event dalam situasi pandemi,” tutup Ki Wulung.

(Ddi)

Berita UtamaBogor

Kisah Samin (67) Memikul Gerobak Mengais Rejeki Menjajakan Cuanki Bakso

BERIMBANG.com – Samin (67) asal Desa Sadeng, Kecamatan Lewisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang harus menanggung beban hidup keluarga beserta dua cucu, ia mengais rejeki dengan memikul dua gerobak dibahunya menjual produk makanan berkuah cuanki, baso dan tahu putih,

Gerobak beserta perlengkapan mangkuk, sendok, garpu, botol isi ulang penyedap rasa dan produk makanan, juga bumbu yang Samin pikul bukan miliknya atau bukan modal sendiri, ia hanya mengandalkan tenaga. Usai menjajakan dagangan, dirinya harus setoran sesuai yang terjual.

Samin, satu diantara 20 pedagang pikul keliling produk baso cuanki yang hanya bermodal tenaga. Disediakan oleh pemodal sebagai bosnya, yang juga menyiapkan mes atau tempat tinggal sementara sekaligus tempat menaruh gerobak, serta stok produk, di Bojonggede Kabupaten Bogor, juga kediaman bosnya.

Pengakuan Samin, produk makanan cuanki itu dibeli bosnya dari Bandung, tidak memproduksi sendiri, menurutnya rasa berbeda.

Mengais rejeki dengan memikul dua gerobak dibahu, Samin tidak ada pilihan. Sebelumnya berdagang roti keliling, hasilnya tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarga, lalu ia beralih menjual makanan siap saji dimangkuk berkuah “Bakso cuanki”.

Agar tetap panas kuah yang disajikan, dalam satu gerobak khusus menaruh kompor berbahan bakar minyak tanah, bukan kompor gas. Dan satu gerobaknya untuk menaruh stok cuanki, baso, dan tahu, serta bumbu-bumbu penyedap rasa lainnya yang harus ia pikul berkeliling.

“Yang disediakan bos pakai kompor minyak tanah,” kata Samin, sepengetahuannya memakai kompor minyak tanah lebih irit, “Kalau pakai kompor gas gak nutup (tidak ada untung),” ucapnya.

Kebersihan gerobak yang ia pikul selalu terjaga, “Kalau pagi saya bersihin gerobak ini, kalau gak dibersihkan suka bau (tak sedap) apalagi habis hujan pasti kotor,” katanya. Bumbu yang harus dibeli sama, melalui bosnya yang telah disiapkan, “Terus meracik bumbu (khusus cuanki),” katanya.

Selepas Ashar atau sekira jam 15.30 WIB, Samin memulai mengais rejeki berangkat memikul dua gerobak dibahunya, berkeliling mencari penggemar baso cuanki, itupun dibatasi jarak tempuh perjalanan sesuai dengan kemampuan fisik diusianya.

Samin menyasar pembeli penggemar cuanki didaerah Bojonggede, Desa Bojong baru, Kabupaten Bogor yang tidak jauh dari mes, “Kejauhan nanggungnya (memikul dua gerobak), cape,” kata Samin. Waktu berjualan ia membatasi, “Paling sampai jam 11 (23.00 WIB), tergantung ramainya pembeli, kadang jam 12 (24.00 WIB),”

Masa pandemi COVID-19 yang beresiko terpapar, tidak mengendorkan semangat tanggung jawab Samin menafkahi keluarga mengais rejeki dengan memikul dua gerobak dibahunya, walau keluhan sepi pembeli menghiasi disela ceritanya.

“Belum ada Covid ramai (dagangannya), sekarang beda, bisa setengahnya yang beli, tapi jalani aja, alhamdulalih ada aja yang beli mah,” kata Samin, yang selalu bersyukur.

Omset dagangan Samin, bisa mencapai 500ribu itu pun kalau habis. Setelah setoran hasil yang ia terima setiap harinya tidak menentu, “Namanya dagang, kalau lagi habis, ya bisa ada lebih 100ribu, kalau lagi sepi 50ribu, alhamdulilah,” terangnya,

Penghasilannya itu tanpa dibarengi order online, bahkan ia tidak mempunyai hape, “Kalau punya.. kan harus di isi pulsa, nambah pengeluaran, bisa habis lebihnya,” katanya, yang hanya mengandalkan penjualan langsung.

Diusianya yang telah senja Samin harus menafkahi istri dan dua cucunya. Kisah cucu Samin yang harus ditanggung karena menantu atau suami anaknya telah meninggal dunia, ia merasa bertanggung jawab untuk menafkahi anak dan cucunya itu.

Selama dua pekan Samin bisa mengumpulkan uang satu juta sampai 1,5 juta, ia pun harus pulang ke Lewisadeng, memberi uang belanja dan biaya kebutuhan cucunya yang masih sekolah dasar dan dipondok pesantren.

“Selama dua minggu, istri saya kasih satu juta, alhamdulilah cukup,” kata Samin, sisanya ia sisihkan untuk kebutuhan sekolah cucunya, “Kadang 500 buat biaya anak yang SD dan yang lagi pesantren,”

Pulang kekampung dimanfaatkan Samin untuk rehat dan bercengkrama menemani keluarga, paling lama 5 hari. Kemudian ia harus kembali ke Bojonggede, menggendong dua gerobak dibahunya.

Mengais rejeki dengan memikul dua gerobak dibahunya, dijalani Samin lebih dari 10 tahun, Bantuan sosial atau Bansos apapun selama pandemi COVID-19 dari pemerintah, tidak pernah ia dapatkan, apalagi pemberdayaan pemerintah bagi usaha ultra mikro seperti dirinya.

Anggaran penanganan terdampak pandemi COVID-19 di Kabupaten Bogor seperti Kesehatan, Dampak Ekonomi, Jaring Pengaman, Samin tidak pernah mendapatkannya, “Gak ada,” katanya, dengan mimik bingung ia malah balik bertanya, “Emang ada,”

Bantuan sosial yang pernah ia dapatkan hanya beras, itu pun sebelum ada COVID-19 dua tahun yang lalu, “Pernah dulu ada 10 liter beras, Setelah ada Covid gak dapat,” kata Samin.

Samin yang selalu bersukur dengan kondisi tubuhnya yang selalu sehat, “Alhadulilah sehat, paling sakit lutut,” kata Samin. Vaksin COVID-19, “Belum pernah, yang penting sehat bisa usaha,” ujarnya.

Seperti diketahui, dilansir situs Kabupaten Bogor pada April ditahun 2020 mengalokasikan anggaran terdampak COVID-19 sebesar Rp 384 milyar lebih, dengan program refocusing anggaran untuk optimalisasi penanganan covid-19.

Ketua Bappeda Kabupaten Bogor yang masih dijabat Syarifah Sofiah, pada April 2020 menjelaskan anggaran untuk penanganan kesehatan senilai Rp191.050.108.590, penanganan dampak ekonomi sebesar Rp 4.028.000.000, dan anggaran jaring pengamanan sosial sebesar Rp188.994.600.000,-

Namun anggaran tersebut dibulan Agustus 2020, hanya terserap setengahnya, “Evaluasi serapan anggaran COVID sudah hampir 50 persen,” kata Bupati Bogor, saat koordinasi daya serap anggaran penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi (31/8/2020), dikutip berimbang dari Antaranews.com

Hingga bulan Desember, dalam laman resmi Kabupaten Bogor menyoroti realisasi anggaran program prioritas tahun 2020, kala itu waktu efektif pelaksanaan tinggal 16 hari lagi sampai dengan 23 Desember.

“Seluruh kepala perangkat daerah, saya perintahkan untuk melakukan pengawasan ketat pelaksanaan dan proses pencairannya setiap hari, bahkan kalau bisa tiap jam,” kata Bupati Bogor Ade Yasin, kala itu.

Kemudian pada Desember 2020, Ade Yasin meminta kepada Kadiskop UMKM dan Kadisnaker, agar segera merealisasikan bantuan Bansos, UMKM dan untuk korban PHK, dengan ekstra hati-hati dalam proses penyalurannya dan pengadministrasiannya.

Kembali ke Samin, dari sekian banyak anggaran, hingga tulisan ini terbit, Samin selaku pedagang yang memikul beban gerobak dibahunya berkeliling setiap hari menjajakan produk makanan cuanki, ia tidak pernah mendapatkan bantuan penanganan penanganan dampak COVID-19.

“Pernah dimintai KTP dan KK (didesanya), tapi gak ada (tak pernah dapat bantuan dari anggaran penanganan terdampak COVID-19 _Red)” katanya, yang mempunyai harapan membuka warung dengan sendiri, “Gak ada modal,” katanya lirih, Jumat malam, 22/10/2021.

Keterangan foto: Samin memikul dua gerobak keluar dari halaman rumah penduduk, usai melayani pembeli. (22/10/2021)TYr.

(Tengku Yusrizal)