Bulan: Januari 2021

Bogor

Sat Pol PP Kabupaten Bogor Gencar Lakukan Razia PPKM

BERIMBANG.com Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, gencar melakukan razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). pada rabu malam (27/01/2020).

Menurut Sekretaris Dinas Satpol PP Kabupaten Bogor Iman Wahyu Budiana yang memimpin, gelar razia PPKM itu telah dilakukan dua kali dalam bulan Januari 2021 ini, sasarannya tempat-tempat keramaian, pengakuannya tidak didampingi pihak kepolisian.

“Sesuai intruksi menteri dalam negeri, kemudian keputusan Bupati Bogor, bahwa saat ini PSBB dan dalam keadaan PPKM, semuanya harus tutup,” kata Iman. “Ini (razia) PPKM yang kedua,”

Sasaran lokasi, selain tempat hiburan, “yang dipuncak, kemudian tadi ada beberapa warung, juga kita sudah tutup semua,” ujar Iman, namun tidak menjelaskan spesifikasi warung yang dimaksud, sebab Sekdis terburu-buru hendak pulang karena anaknya sakit.

Bagi pelanggar PPKM akan dikenakan denda rupiah, “50 (ribu) sampai dengan 50 juta, sesuai dengan Perbup (Peraturan Bupati),” terangnya. “yang tertangkap 8 orang,”

Lanjut Iman menjelaskan ada beberapa orang yang terjaring hendak melakukan janji temu dikos-kosan melalui aplikasi media sosial (Medsos), mereka akan dibina lebih lanjut melalui dinas terkait.

“Tapi kalau yang 4 (wanita) ini, mereka itu kan diketahui adalah permainan yang ada dikos, yaitu berdasarkan micet micet (Aplikasi Medsos) itu,” katanya, “kita akan tahan sampai besok (28/01), kita akan panggil dinas sosial,”

Iman mengaku, “Gak ada yang disita, kita tidak boleh ada penyitaan,” kata Iman. Tapi faktanya terpantau berimbang.com ada sitaan minuman beralkohol dua dus yang dibawa oleh personil Sat Pol PP, seperti foto dibawah ini.

Beberapa personil Sat Pol PP itu membenarkan bahwa dua dus minuman keras itu hasil sitaan.

(Tengku Yusrizal)

Depok

PWD Salurkan Bantuan Untuk Janda Seorang Pejuang  Pengawal Presiden Soekarno 

BERIMBANG.com, Depok – Paguyuban Wartawan Depok (PWD) kembali melakukan aksi sosial. Kali ini, organisasi yang dipimpin M. Ferry Sinaga itu menyambangi kediaman oma Koesno (91), janda dari pengawal Pribadi Presiden RI, Ir. Soekarno, Selasa (26/1/2021).

Kedatangan rombongan PWD ke kontrakan oma Koesno di Ruko Permata Puri 1 Cimanggis Kota Depok itu bertujuan untuk menyalurkan bantuan berupa sembako karena menurut informasi, keluarga oma Koesno sudah beberapa hari ini kesulitan untuk makan.

Rombongan PWD sampai di rumah kontrakan oma Koesno sekira pukul 21.00 wib dengan membawa sejumlah bahan makanan yang dibutuhkan.

Kedatangan para kuli tinta Kota Depok itu terlihat disambut oleh cucu oma Koesno yang bernama Aldy Revaldy.

Di ruang tamu, oma Koesno terlihat duduk diatas kursi roda dengan mengenakan baju warna pink dan celana pendek.

Kepada wartawan, cucu oma Koesno menegaskan bahwa saat ini pendengaran neneknya itu sudah kurang awas.

Menurut Aldy, di rumah kontrakan itu ditempati oleh 6 orang yang terdiri dari oma Koesno, anak perempuan oma Koesno, Aldy (cucu oma Koesno) beserta istrinya dan kedua cicit oma Koesno (anak Aldy).

Dalam kesehariannya, keluarga oma Koesno mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama makanan dan obat-obatan untuk kesembuhan oma Koesno.

Keadaan semakin parah sejak Covid-19 mulai merebak. Mata pencaharian anak perempuan oma Koesno sebagai pengemudi ojek online pun harus pupus setelah kendaraan yang selama ini dirental untuk mengojek, diambil oleh pemiliknya.

“Mobil yang biasa dipakai ibu saya untuk mengojek, sudah diambil sama pemiliknya karena akan dijual. Sejak saat itu, keadaan keluarga kami mulai memburuk karena tidak ada lagi pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama untuk makan”, ungkap Aldy.

Oma Koesno adalah istri dari alm. R. Koesno yang merupakan ajudan pertama Presiden RI, Soekarno.

Alm. R. Koesno sendiri merupakan keturunan langsung dari pangeran RM. Djojoadirono kesunanan Surakarta dan cucu RA. Kartini dari eyangnya RA. Murtasiyah dan R. Soepardjo. Alm. R. Koesno juga merupakan cucu dari eyang Kartowiyono, pendiri Perwari.

Semasa hidup, Alm. R. Koesno merupakan pahlawan PKRI dan dinas terakhir di CPM Guntur dengan NRP. 221510.

Alm. R. Koesno memiliki 10 penghargaan bintang tanda jasa kehormatan semasa hidupnya yang sampai saat ini disimpan oleh anaknya.

Pengabdian dan jasa alm. R. Koesno untuk Indonesia sangat tinggi. Alm. pernah tertembak 2 kali pada zaman penjajahan Belanda. Kala itu, Alm. tertembak di bagian perut dan di kaki nya.

Meski demikian, alm. R. Koesno masih bisa bertahan. Alm. berlari dari Sarangan ke Surabaya dengan membawa pesan dari Jendral Soedirman untuk disampaikan ke pasukan di Surabaya.

Alm R. Koesno aktif dari tahun 1942 sampai 1962. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata petak v no makam 120.

Kepada wartawan, cucu oma Koesno ingin menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Republik Indonesia dan Pemkot Depok.

Mewakili neneknya, Aldy berharap, pemerintah dapat memberikan tempat tinggal yang layak untuk oma Koesno serta pekerjaan untuk anak dan cucunya.

“Dengan adanya pekerjaan untuk anak dan cucu oma Koesno, mudah-mudahan kami bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari”, pungkas Aldy berharap. 

YE

Bogor

Korban Mengaku di Aniaya Oknum Polisi, Anggota Peradi Laporan ke Polda Jabar

BERIMBANG.com Depok – Roely Pangabean selaku kuasa hukum inisial RP, GB dan VP korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum yang mengaku anggota kepolisian. Ia melaporkan tindakan itu ke Propam Polisi Daerah (Polda) Jawa Barat.

“Dalam surat itu kami meminta pengaduan dan permohonan perlindungan hukum terhadap klien kami,” ujar Roely Panggabean, Selasa (26/01/2021).

Dijelaskan dia, akibat pemukulan itu korban mengalami luka lebam di sekitar mata. “Kedua mata korban bengkak, lebam bahkan sampai pecah pelipis matanya,” terang Roely.

Dia menguraikan kronologi, Kejadian itu bermula pada Sabtu (23/01) malam ketika kedua korban sedang makan bubur ayam di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Pada saat makan, salah satu korban berusaha mengusir kucing, lalu oknum pelaku melihat korban, dan merasa tidak nyaman korban pun melihat kembali oknum itu.

Ketika kedua korban ingin membayar, oknun pelaku itu secara tiba-tiba langsung mencolok mata salah satu korban yang tadi saling bertatapan, tak pelak hal itu langsung memicu keributan hingga terjadi saling pukul antara korban dan pelaku.

Sontak warga dan pengunjung yang ada di lokasi kejadian langsung melerai dan memarahi pelaku tersebut.

Merasa tidak terima dipojokkan, pelaku mengancam kepada kedua korban dan berteriak mengaku kalau dirinya merupakan anggota kepolisian.

“Jika mau tau siapa saya cek di google, dengan inisial BC. Setelah kami cek ternyata inisial nama tersebut merupakan salah satu anggota Polri dengan pangkat Kompol.” katanya.

Tak selesai sampai situ, setelah korban dan pelaku pulang pada Minggu (24/01), pukul 01.00 WIB dini hari, tiba-tiba ada sekelompok orang dengan menggunakan empat unit mobil dengan berpakaian preman menjemput korban.

“Korban dijemput paksa dan ada tindakan kekerasan fisik dalam penjemputan korban, bahkan kekerasan itu dilakukan dihadapan orangtua dan keluarganya” katanya.

Anehnya, sambung dia lebih lanjut, dalam penjemputan dari rumah korban yang jaraknya tidak jauh ke Polsek Bogor Tengah bisa memakan waktu tiga jam.

“Selama itu korban dibawa ke sebuah tempat yang lalu diikat dan dipukuli. Setelah dikeroyok, dalam keadaan babak belur korban dibawa ke Polsek Bogor Tengah. Anehnya para korban malah ditahan oleh Polsek tersebut sedangkan para pelaku dibiarkan pergi begitu saja.” urainya.

Roely Panggabean menegaskan, “Tindakan Penculikan dan Penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum Polisi berinisial BC berpangkat Kompol tersebut dengan menggunakan warga sipil untuk membantu perbuatannya tersebut sangatlah tercela dan menodai institusi kepolisian,”

“Bagaimana masyarakat bisa percaya jika ada Oknum Polisi seperti itu dibiarkan.” ujar Roely.

“Saya harap Kepolisian Republik Indonesia dapat menindak tegas Ognum Polisi tersebut dan menangani kasus ini dengan profesional tanpa keberpihakan.” pungkasnya.

(Tim JBKD)

Internasional

40 Negara Konferensi Tingkat Menteri tentang Otonomi Khusus untuk Wilayah Sahara Barat

BSRIMBANG.com Rabat – Sejumlah 40 negara telah menghadiri konferensi para menteri dalam rangka memberikan dukungan atas program otonomi khusus bagi wilayah Sahara Barat di bawah kedaulatan Pemerintahan Kerajaan Maroko.

Konferensi yang dilaksanakan secara virtual itu digelar pada Jumat, 15 Januari 2021 lalu, dipimpin oleh Maroko.

Dari 40 negara yang hadir tersebut, tidak kurang dari 27 negara diwakili langsung oleh pejabat level menteri dari negara masing-masing. Pertemuan penting ini terselenggara atas prakarsa Pemerintah Kerajaan Maroko dan Amerika Serikat.

Berikut ini adalah risalah resmi hasil konferensi para menteri dimaksud dan daftar negara yang hadir pada pertemuan itu.

Ringkasan Konferensi

1. Atas undangan Kerajaan Maroko dan Amerika Serikat, Konferensi Tingkat Menteri untuk mendukung usulan Otonomi Khusus bagi Sahara Barat di bawah kedaulatan Maroko diadakan secara virtual pada tanggal 15 Januari 2021.

2. Empatpuluh negara berpartisipasi dalam Konferensi, 27 di antaranya diwakili pejabat tingkat menteri [Lihat daftar negara peserta di Lampiran I].

3. Sebagian besar peserta menyatakan dukungan yang kuat untuk Prakarsa Otonomi Maroko sebagai satu-satunya dasar untuk penyelesaian yang adil dan langgeng atas perselisihan regional ini.

4. Sebagian besar peserta mengapresiasi Pernyataan Resmi Amerika Serikat tanggal 10 Desember 2020, berjudul “Pengakuan Kedaulatan Kerajaan Maroko atas Sahara Barat,” yang menegaskan kembali dukungan untuk proposal otonomi Maroko yang serius, kredibel, dan realistis sebagai satu-satunya dasar untuk solusi yang adil dan langgeng atas sengketa wilayah Sahara Barat. Pernyataan Resmi Amerika itu juga mendesak para pihak untuk melakukan diskusi dalam koordinasi dengan PBB tanpa penundaan waktu.

5. Sebagian besar peserta juga menggarisbawahi bahwa Proklamasi Kepresidenan atau Pernyataan Resmi AS memberikan panduan bagi upaya melanjutkan proses politik secara eksklusif PBB yang bertujuan untuk mencapai solusi politik yang langgeng, dengan Inisiatif Otonomi Maroko sebagai satu-satunya dasar realistis untuk solusi semacam itu. Proklamasi ini akan memperkuat konsensus internasional untuk mendukung proses politik eksklusif PBB.

6. Konferensi tersebut menggarisbawahi keputusan dua puluh negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah membuka Konsulat Jenderal di Maroko, yakni di Kota Laayoune dan Kota Dakhla. Langkah tersebut akan mendorong terbukanya peluang ekonomi dan bisnis untuk wilayah tersebut, memperkuat pengembangan wilayah Sahara sebagai pusat ekonomi untuk seluruh benua. Hal itu juga akan memudahkan upaya-upaya mencapai solusi politik yang baik dan efektif atas perselisihan yang berlarut-larut ini.

7. Para peserta menyambut baik upaya pembangunan yang diluncurkan di wilayah tersebut termasuk dalam kerangka prakarsa “Model Pembangunan Baru untuk Provinsi Selatan” Maroko.

8. Para peserta berkomitmen untuk melanjutkan dukungan mereka bagi sebuah solusi, dengan berpedoman pada rencana otonomi Maroko sebagai satu-satunya kerangka kerja untuk menyelesaikan sengketa Sahara Barat.

Lampiran 1: Daftar Negara Peserta Konferensi:

1.   Zambia
2.   Gabon
3.   Gulnee
4.   Comores
5.   Bambia
6.   Guinee Bissau
7.   Equartolale Guinee
8.   Malawi
9.   Central Africa Republic
10. Togo
11. Liberia
12. Sao Tome et Principe
13. Benin
14. Bahrein
15. United Arab Emirates
16. Sainte-Lucia
17. Antigua-and-Barbuda
18. Haiti
19. Guatemala
20. Dominica Republic
21. Barbados
22. Jamaica
23. Maldives
24. Salvador
25. Senegal
26. Qatar
27. Saudi Arabia
28. Cote d’Ivoire
29. Djibouti
30. Eswatini
31.  Republic of Congo
32. Jordan
33. Oman
34. France
35. Egypte
36. Paouasle New Guinee
37. Tonga
38. Koweit
39. Yemen
40. Burkina Faso

Source: Persisma.Org

Bogor

PMI Mulai Layani Donor Plasma Konvalen, Bupati Bogor: Ayo Bantu Sesama

BERIMBANG.com Demi memfasilitasi penyintas Covid-19 yang ingin menjadi donor plasma konvalesen, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor telah menyiapkan sejumlah Unit Donor Darah (UDD) untuk menampung donor plasma konvalesen.

Ketua PMI Kabupaten Bogor Zainal Syafruddin berharap para penyintas Covid-19 dapat membantu sesama dengan menyumbangkan plasmanya. Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari penyintas Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh

“Plasma konvalesen digunakan sebagai salah satu terapi pasien Covid-19 yang sedang dalam masa perawatan. Kerja sama dengan pemerintah daerah, rumah sakit rujukan Covid-19 pun menjadi penting untuk bersama-sama mengurangi dampak pandemi ini,” ujar Zainal

Soal persyaratan pendonor, Zainal menambahkan, semua penyintas Covid-19 memenuhi syarat untuk dapat memberikan plasma darahnya sebagai bagian dari terapi plasma konvalesen.

“Selain syarat kesehatan donor, seperti bebas dari penyakit infeksius, ada syarat tambahan yang harus dipenuhi oleh calon donor. Kemudian harus terbukti, pendonor (calon donor) memiliki antibodi dalam jumlah cukup,” terangnya.

Bupati Bogor Ajak Penyintas Donor

Ade Yasin selaku bupati Bogor mengajak penyintas Covid-19 donorkan plasma konvalesen demi mengurangi penyebaran Covid-19 di di Kabupaten Bogor. Menurutnya, pemerintah telah mencanangkan gerakan nasional donor plasma konvalesen.

Hal tersebut diungkapkan Ade saat mengecek proses donor plasma konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor, Senin (25/01/2021).

Donor plasma konvalesen, kata dia, guna mengurangi penyebaran covid -19. Saat ini PMI Kabupaten Bogor telah memiliki peralatan dan tenaga medis yang memenuhi kualifikasi untuk memproses plasma darah konvalesen sebelum didonorkan ke pasien covid-19.

“Ayo bantu sesama, setetes darah anda sejuta harapan untuk mereka,” tandas Ade Yasin.

Perlu diketahui, Plasma konvalesen umumnya diambil dari orang yang pernah menderita atau orang yang mampu bertahan hidup dari Covid-19, Donot plasma tersebut nantinya digunakan untuk terapi penyembuhan mereka yang positif Covid-19.

Dengan harapan penyintas Covid-19 yang menjadi donor itu sudah membentuk antibodi. Di Jawa Barat yang bisa mengambil donor plasma konvalesen hanya ada 4 UTD antara lain, Bogor, Bekasi, Cirebon, Bandung.

(Mey/Rido/Diskominfo)

Bogor

Bupati Bogor Tinjau Rumah Isolasi Pasien Covid-19 Wisma Cibogo, Siap Beroperasi

BERIMBANG.com Bupati Bogor, Ade Yasin meninjau rumah isolasi Pasien Covid-19, di Wisma Cibogo Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, Senin (25/01/2021).

Bupati memastikan kesiapan Rumah Isolasi Pasien Covid-19 sebelum dioperasikan. Mulai dari sarana prasarana hingga tenaga kesehatan.

“Dari tinjauan yang saya lihat, ini sudah siap baik sarana prasarana juga tenaga kesehatannya, untuk itu saya minta rumah isolasi pasien Covid-19 itu untuk segera dioperasikan,” pinta Bupati Bogor.

Ade Yasin menjelaskan, banyak masyarakat yang harus diisolasi mandiri karena positif Covid-19 tanpa gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Bogor.

Sementara kondisi rumahnya tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi mandiri. Seperti kamar tidur tidak bisa sendiri dan kamar mandi yang bersamaan.

“Ini yang berbahaya satu orang bisa menularkan keseluruh keluarga. Saya minta bagi pasien atau masyarakat OTG yang rumahnya tidak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri, segera bawa ke rumah isolasi  pasien Covid-19 di Cibogo ini,” tegas Ade Yasin.

Lanjut Bupati Bogor menambahkan, saat ini sudah ada 12 tenaga kesehatan terdiri dari empat dokter dan delapan perawat dan sisanya tenaga bantuan lainnya. Yang akan stand by  merawat dan mengawasi 60 pasien covid-19 khususnya pasien OTG.

“12 Nakes itu akan bekerja dengan sistem shif, pergantian shif dilakukan setiap 14 hari sekali. Di rumah isolasi  pasien Covid-19 ini, pasien laki-laki dan perempun tidak disatukan. Tetapi dibagi menjadi dua blok,” paparnya.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan makan minum bagi pasien, dan peralatan mandi menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Hukum paling tinggi adalah Kesehatan masyarakat. Kebutuhannya seperti makan, minum, peralatan mandi itu kita sediakan,” ucap Ade Yasin.

Bupati Bogor melanjutkan, rumah isolasi pasien Covid-19 di Wisma Cibogo tidak saja diperuntukan bagi pasien OTG Covid-19 wilayah Bogor Selatan saja. Akan tetapi diperuntukan juga bagi pasien Covid-19 yang telah menjalani perawatan di Rumah Sakit sudah tidak ada gejala tetapi masih dinyatakan positif.

“Atau bagi pasien yang CT nya rendah atau sudah tidak berbahaya lagi, dapat dilakukan isolasi mandiri disana. Bahkan jika rumah isolasi pasien Covid-19 Kemang penuh, bisa juga dialihkan ke rumah isolasi pasien Covid-19 Wisma Cibogo,” cetus Ade Yasin.

Disinggung baru akan dioperasikannya, rumah isolasi pasien Covid-19, Bupati Bogor Ade Yasin memaparkan, adanya kendala rekrutmen tenaga Kesehatan yang belum memenuhi syarat.

“Sebetulnya ini sudah kami resmikan sejak 19 Oktober 2020 lalu, tetapi Kita perlu orang yang siap bekerja dengan resiko tinggi,”

“Alhamduliah relawan sudah kami rekrut, dokter dan perawat sudah siaga untuk bertugas. Untuk mengurangi resiko mereka terpapar kami juga lengkapi mereka dengan Alat Pelindung Diri (APD), dan kamar terpisah khusus Nakes,” imbuhnya.

(Dewi Julianur/Andi/Diko/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Babinsa Dan Babinmas Desa Cigombong Bersama Puskesmas Laksanakan War War Diwilayah

BERIMBANG.COM, Bogor – Muspika Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor terus meningkatkan giat War War disetiap harinya wilayah Kecamatan Cigombong yang terdiri dari sembilan Desa

Kegiatan War War tersebut dilaksanakan di masing – masing Desa disetiap harinya sebagai himbauan kepada masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan agar masyarakat terus memakai Masker, Sering Mencuci Tangan,Menjaga Jarak, serta mengurangi kegiatan – kegiatan yang sipatnya kerumunan warga

Pantauan Berimbang.com, Kegiatan War War tersebut seperti yang dilaksanakan hari ini, Senin 25 Januari 2021 di wilayah Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, yang dilaksanakan oleh Puskesmas Cigombong, Pemerintah Desa Cigombong, Babinsa, Babinmas Desa Cigombong, Serta Satpol PP Kecamatan Cigombong.

(Na)

Bogor

Pengungsi Banjir Bandang Gunung Mas, Bupati Bogor: Terkendali & Kondusif

BERIMBANG.com Korban yang mengungsi akibat bencana banjir bandang di kawasan Gunung Mas Puncak Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor pada Selasa (19/01) lalu, akan kembali ke kediamannya karena dinilai mulai kondusif.

Itu dikatakan Bupati Bogor Ade Yasin, lalu ia menjelaskan, “Alhamdulillah, hingga hari ketiga setelah banjir bandang, kondisi semakin terkendali dan kondusif. Sandang pangan aman. Logistik sangat cukup. Lokasi juga sudah bersih,”

“Ada beberapa lokasi yang sudah bisa ditinggali kembali. Besok masyarakat juga bisa kembali ke rumahnya masing-masing,” kata Ade Yasin, Jumat (22/01/2021).

Lanjut Bupati mengatakan, bagi pengungsi yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang, untuk tetap bersabar tinggal di tempat pengungsian yang telah disediakan pengelola Agro Wisata Gunung Mas.

“Pada prinsipnya, semua sudah oke, aman, kondusif. Kan yang rusak cuma sedikit. Saya juga mengucapkan  terima kasih kepada relawan yang sudah membantu dan kita sudah oke, cukup ditangani oleh perusahaan, Dinsos, TNI-Polri,”

“Perlahan-lahan akan kembali ke tempat tinggalnya,” katanya, “Sebelum mereka pulang ke kediamannya masing-masing maka kebutuhan mereka mulai beras hingga popok bayi akan kami support,” ungkap Ade Yasin.

(Tim Humas Diskominfo Kabupaten Bogor)

Depok

Kejari Depok Bagikan Ratusan Sajadah Untuk Melawan Covid-19, Begini Pesannya

BERIMBANG.com, Depok – Tingginya tingkat kasus penyebaran virus Covid-19 di Kota Depok memasuki tahap yang memprihatinkan.

Hingga hari ini saja, pasien yang terkonfirmasi covid-19 di Kota Depok jumlahnya mencapai 23.729 orang dengan jumlah pasien aktif (positif) sebanyak 4693 orang.

Bahkan, Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Denny Romulo Hutahuruk telah menegaskan bahwa Kota Depok membutuhkan banyak tambahan rumahsakit darurat untuk dapat menampung pasien yang terpapar virus Covid-19.

“Melihat kondisi sekarang, Wisma Makara Universitas Indonesia (UI) dan Pusat Studi Jepang UI sudah tidak mungkin lagi untuk dapat menampung,” ujar Denny.

Dikatakan Deny, daya tampung di Makara UI hanya 120 tempat tidur dan PSJ UI 30 tempat tidur. Sedangkan, setiap harinya jumlah warga yang terpapar covid mencapai kurang lebih 400 orang.

“Jika tren warga yang terpapar covid terus naik selama seminggu ke depan bisa dipastikan sudah tidak adalagi tempat untuk menampung. Sedangkan di Wisma Atlet juga sudah penuh,” terangnya.

Deny juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta kepada Pemkot Depok untuk membuat rumahsakit darurat agar dapat menampung pasien yang terpapar virus covid-19.

“Tadinya kami meminta gelanggang olahraga (GOR) Depok untuk dipakai, tapi tidak diberi ijin karena mau dilanjutkan pembangunanannya tahun ini. Akhirnya diberikan tempat di Balai Rakyat di Jalan Merdeka untuk dijadikan rumahsakit darurat,” pungkas Deny.

Bagi-bagi Sajadah

Melihat kondisi tersebut diatas, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok pun tak tinggal diam.

Garda terdepan dalam penanganan kasus korupsi di Kota Depok ini pun memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat untuk tetap mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Dengan membagi-bagikan ratusan sajadah, Kejari Depok yang diwakili Kasubag Ekonomi Keuangan dan Pengamanan Pembangunan Strategis pada Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri, Alfa Dera berpesan kepada masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Ditengah pandemi Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan seperti saat ini, kita harus lebih meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Memohon perlindungan agar kita senantiasa diberikan kesehatan dan pandemi Covid-19 bisa segera berlalu”, ujar Alfa mengingatkan, Jumat (22/1/2021).

Dari pantauan wartawan, setidaknya 200 sajadah dibagi-bagikan kepada masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lingkungan kantor Kejaksaan Negeri Kota Depok yang berlokasi di Komplek Perkantoran Grand Depok City, Kota Kembang. 

YE

Bogor

Pemulihan Ekonomi, Wabup Bogor: Utamakan Kepentingan Masyarakat

BERIMBANG.COM Sebagai pejabat yang diberikan amanah oleh rakyat untuk mengelola pemerintahan, dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini dan pandemi covid-19 yang masih mengancam, dituntut untuk mempunyai sense of crisis yang tinggi.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan saat memimpin Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program dan Kegiatan dalam rangka Pemulihan Ekonomi 2021. Hadir seluruh Kepala Perangkat Daerah yang dilakukan secara virtual, Kamis (21/01/2021).

Kondisi ekonomi seperti sekarang ini, kata dia, ditambah pandemi covid-19 yang masih terus mengancam, untuk itu semua dituntut untuk mempunyai sense of crisis yang tinggi.

“Kita yang sekarang ini diberikan amanah oleh rakyat Kabupaten Bogor untuk mengelola pemerintahan ini harus bekerja lebih keras lagi dan mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan lainnya,”

“Saya ingin Perangkat Daerah pada tahun 2021 untuk memulihkan ekonomi dan secara pararel tetap menangani pandemic covid-19,” kata Iwan Setiawan.

Lanjut dia, kegiatan yang tidak mendukung pemulihan ekonomi, maka harus dilakukan penyesuaian atau kata lain refocusing.

“Program dan kegiatan yang sudah ada dalam APBD Tahun 2021 yang terkait dengan pemulihan ekonomi sebagaimana permasalahan yang sudah disampaikan tadi harus dipertahankan bahkan diperkuat dengan sinkronisasi kegiatan lainnya pada lokasi yang sama atau klaster yang sama,” terangnya.

Lebih lanjut Iwan mengatakan, program pemulihan ekonomi tidak hanya berupa dukungan APBD, namun bisa dilakukan kolaborasi dengan pihak lain atau membuat kebijakan yang mendukung.

“Seperti relaksasi pajak dan kemudahan investasi, mengoptimalkan digitalisasi ekonomi, E-Commerce dengan memberdayakan unicorn dan decacorn yang bersal dari Kabupaten Bogor,”

“Percepatan pemulihan ekonomi harus terintegrasi dan kolaborasi dengan akademisi, komunitas, media dan pelaku usaha mandiri,” pungkas Iwan Setiawan.

Sekedar diketahui, sense of crisis dapat diartikan sebagai kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang telah direncanakan dalam menghadapi krisis.

(Derima/Rizki/Tim Humas Diskominfo Kab. Bogor)
Editor: Tengku Yusrizal