Bulan: November 2020

Bogor

Memperingati Hari Kesehatan Nasional, Polsek Cijeruk Bersama Koramil 2123 Cijeruk Bagikan 1000 Masker Kepada Masyarakat

BERIMBANG.COM, Bogor – Dalam Rangka Memperingati Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) yang  Ke-56 Polsek Cijeruk besama Koramil 2123 Cijeruk, Sat Pol PP dan Pihak Puskesmas Cigombong  berikan 1000 masker kepada masyarakat yang bertempat di Pasar Cigombong, pada Kamis (12/11/2020)

Kapolsek Cijeruk Kompol Nurahhim,S.H mengatakan, Pada Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) kali ini  mengangkat  tema “Satukan  Tekad Menuju Indonesia Sehat”. Dalam hal tersebut Polsek Cijeruk bersama instansi terkait bergerak bersama-sama  mengajak masyarakat untuk dapat menjalankan kehidupan sehari-hari  dengan menerapkan Pola hidup yang lebih sehat lagi. Terlebih di saat ini masa Pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“dengan Kegiatan Bagi-bagi  1000 masker ini diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan disipin masyarakat dengan selalu  menerapkan pola hidup yang lebih sehat . Sehingga tekad kita bersama-sama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 ini dapat Berjalan dengan baik dan cepat, “ujar Kapolsek Cijeruk Kompol Nurrahim, S.H

(Na)

Jabodetabek

Dikaitkan Hal Mistis, H Acep Sebut Istri Imam Demam Panggung

BERIMBANG.com, Depok – Sangat disayangkan Istri Calon Wakil Walikota Depok Nomor urut 02 Imam Budi Hartono saat melakukan sambutan di kegiatan Kampanye menyebut Pradi Afifah pasangan calon 01. Info yang beredar tersebut disangkutpautkan dengan hal yang bersifat mistis yang dilakukan oleh kubu Paslon 01.

Hal tersebut menjadi perbincangan dan tanggapan dari kalangan tokoh masyarakat, salah satunya dari Ketum Depok Begaya, H Acep Al-Azhari.

“Kalau pun dapat mengeluarkan suara beberapa kali ternyata yang disebut paslon lain no urut 1 Pradi-Afifah”, ujar H Acep saat menceritakan informasi kejadian tersebut kepada wartawan (11/11)

Menurut H. Acep jika Timnya Pradi sudah bermain mistis tidak mungkin diera digital saat ini masih ada yang bermain seperti itu, masyarakat Depok sudah cerdas kok bahkan modern karena Depok sebagai kota penyangga ibu kota,

Bisa jadi istri dari salah satu paslon tersebut gugup dalam waktu berpidato, karena baru dalam hal menghadapi orang banyak yang baru dikenalnya.

“Jadi itu bukan karena mistis, tapi karena ada faktor grogi atau yang disebut dengan demam panggung”ujar H. Acep

lebih jauh H. Acep menjelaskan bahwa Ada 10 kriteria ketakutan yang dialami manusia dimuka bumi ini. yang pertama yaitu rasa takut akan kematian, lalu yang kedua adalah rasa takut berbicara di depan umum.

Orang yang takut ngomong di depan panggung itu ada dua kemungkinan pertama karena memang dia tidak paham dengan apa yang akan dia omongin, kedua karena tidak adanya persiapan.

“Ya akhirnya seperti itu gagal fokus seperti demam panggung” tandas H. Acep. *

Jabodetabek

Belajar Online Mulai Jenuh Dirasakan Siswa

BERIMBANG.com, Depok – Pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada Siswa mulai jenuh dirasakan para siswa. Kegiatan belajar mengajar secara online di masa Pandemi Covid 19 merupakan langkah upaya Pemerintah dalam mencegah penyebaran virus di cluster pendidikan.

Tak hanya siswa , orang tua juga diwajibkan untuk mendampingi putra- putrinya untuk melakukan kegiatan belajar secara online dimana para siswa banyak yang tidak paham akan materi pembelajaran  yang diajarkan oleh guru, utamanya ditingkat sekolah Dasar ( SD )hingga Sekolah Lanjut Pertama (SLTP).

Tak hanya itu, Jaringan internet pun terkadang menjadi kendala siswa dalam mengerjakan tugas maupun pembelajaran materi dimana setiap tugas yang sudah diselesaikan terkadang tidak terkirim ke sistem aplikasi yang disediakan oleh pihak sekolah, alhasil siswa yang sudah mengirim soal tersebut harus mengulang kembali jawabannya.

Firli Darmawan, Siswa Kelas 7 di salah satu sekolah swasta di Depok mulai merasakan kejenuhan dalam melakukan pembelajaran secara online, Firli mengatakan, selain harus belajarnya dirumah, dia juga tidak bisa berinteraksi dengan temannya diwaktu sebelum Pandemi.

” Semenjak diterapkannya Pembelajaran Jarak Jauh pada bulan Juli yang lalu, saya merasakan banyak kesulitan dalam belajar maupun mengerjakan tugas dimana saya harus bertanya kepada orang tua untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh guru, kalau orang tua tidak sibuk, kalau sibuk malah jadi bingung sendiri harus bertanya ke siapa , mau gak mau palingan ke teman sekelas, itu juga kalo dia paham, ” ungkap Firli belum lama ini.

Selain itu,masih Firly,  kendala yang terkadang dialami adalah koneksi internet yang tidak stabil dimana dia harus mengulang kembali yang sudah dikerjakan kembali lagi ke awal.

” Yang paling kesal itu sewaktu mengerjakan ulangan , ketika sudah selesai mengerjakan tiba – tiba koneksi internet tidak stabil sehingga yang saya kerjakan yang tadi sudah selesai akhirnya mengulang kembali dari awal ditambah waktunya sudah ditentukan oleh guru,temen – temen juga merasakan hal yang sama seperti saya ” ujar Firly.

Sementara itu, Salah Satu Orang Tua Siswa sekolah Negeri di Depok , Nurlaila mengatakan ada sisi baik dan kurang baiknya dalam melakukan pembelajaran online kepada putra nya yang duduk di kelas 7 , sisi baiknya adalah orang tua dapat mengontrol dan mengawasi serta mendampingi anaknya dalam melakukan pembelajaran dan sisi kurang baiknya , anak jadi malas mengerjakan tugas, yang selalu diandalkan orang tua untuk mengerjakan tugas.

” Karena waktu saya selalu ada dirumah , anak saya bisa saya dampingi , ini saatnya mengajari anak dirumah selain guru di sekolah tetapi ada kurang baiknya yaitu bila anak menanyakan soal , saya tidak mengerti jawabannya sehingga harus mencari jawaban di internet, itu juga kalau ada jawabannya ditambah lagi anak terkadang malas mengerjakan tugas, ya orang tua juga jadi andalannya, Bagaimana kalau orang tuanya sibuk kerja , anaknya jadi kasihan tidak ada yang mendampingi ” terang Nurlaela.

Nurlaela berharap , Pandemi yang sekarang ini belum membaik agar secepatnya berakhir agar kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali lagi dijalankan oleh pemerintah.

Iik

Jabodetabek

Hari Pahlawan, Ketum Depok Begaya : Pilih Pemimpin Yang Berkepihakan Pada Ekonomi, Sosial Dan Budaya


BERIMBANG.com, Depok – Peringatan Hari Pahlawan Nasional yang jatuh 10 Nopember kembali membangkitkan jiwa Nasionalisme. Meski para pahlawan telah tiada, namun semangat dan perjuangannya tetap dilanjutkan.

Hal senada diutarakan Ketum Depok Begaya H. Acep Azhari. “Sampai sekarangpun Sosok Pahlawan akan terus di butuhkan sekalipun Indonesia sudah merdeka sejak tahun 1945,” ujar H. Acep Azhari, Selasa (10/11/2020).

Menurutnya, bentuk penjajahan yang sedang di hadapi oleh bangsa ini berupa kejahatan ekonomi, kejahatan sosial dan kejahatan budaya. Ia menambahkan, bukan peralatan senjata dan peluru yang canggih untuk menghapi bentuk penjajahan tersebut. Namun, masyarakat untuk membela kedaulatan ekonomi dengan membeli produk bangsa Indonesia maka dialah pahlawan untuk zaman ini.

“Sekarang ini bukan angkat senjata lagi, tapi dalam bidang lain yang disesuaikan dengan keadaan zamannya,” tegas Ketua Umum Depok Begaya.

Ia menambahkan, termasuk membela kehidupan sosial agar terlepas dari kemiskinan, kebodohan, prostitusi, LGBT, seks bebas. Terlebih lagi, pembelaan atas adat seni budaya sebagai bentuk kekayaan yang Allah sudah berikan kepada Indonesia.

“Teruslah mengukir prestasi, karena prestasi inilah yang di tunggu oleh keluargamu, umatmu dan akheratmu,” tandasnya

Dirinya menambahkan, Sama halnya dengan memilih pemimpin dalam hal pembelaan terhadap para pelaku ekonomi, dibutuhkan seorang pemimpin yang berkepihakan pada ekonomi, sosial dan budaya. “Untuk menghadapi kejahatan ekonomi sosial dan budaya di butuhkan seorang pemimpin yang kuat, berani dan dekat dengan masyarakat,” pungkasnya. **

Bogor

Lantik Komisioner KPAD, Bupati Bogor: Advokasi & Perlindungan Anak Lebih Optimal

BERIMBANG.comData di Kabupaten Bogor sebanyak 608 kasus pelanggaran hak anak dalam kurun tahun 2015-2019 sedangkan pada tahun 2020 terdapat 88 kasus yang sama.

Demikian dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin, saat melantik Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor di Gedung Serbaguna 1 Setda Kabupaten Bogor, Senin (09/11/2020).

“Kondisi anak yang banyak di rumah selama pandemi juga meningkatkan kasus kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual dan pelecehan (fisik dan non-fisik) yang berdampak buruk pada kesehatan psikologis anak,” ujarnya,

Ade menyampaikan kebutuhan terhadap lembaga yang dapat membantu Pemerintah Daerah dalam urusan perlindungan anak dan menangani pelanggaran hak anak menjadi sangat penting dan strategis.

“Pembentukan KPAD Kabupaten Bogor kiranya dapat menjadi wadah yang tepat untuk membantu Pemerintah Daerah dalam menyikapi dan menyelesaikan problematika tentang anak serta pemenuhan hak dasar anak yaitu Hak Hidup, Hak Tumbuh Kembang, Hak Perlindungan dan Hak Partisipasi,” katanya.

Harapan Ade Yasin, dalam menjalankan tugasnya, KPAD Kabupaten Bogor selain sebagai saluran informasi dan tempat pengaduan masyarakat, akan lebih banyak berperan dalam melakukan advokasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan hak anak, serta menjalin kerjasama yang baik dengan para pemangku kepentingan  untuk kinerja yang lebih optimal.

“Semua dapat menjalankan urusan perlindungan anak sesuai komitmen kita bersama, agar anak-anak di Kabupaten Bogor tumbuh dan berkembang secara optimal dan terlindungi dari tindak kekerasan dan diskriminasi,” harap Ade Yasin.

Adapun Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) yang dilantik adalah: J. Jopie Gilalo, SH, MH; Waspada, MM; Drs. Erwin Suriana. Msi.; Sopian, SE; Heni Rustiani, M.Pd.; Wita Hastuti, SE; Andika Rachman. SS, Msi.; Asep Saepudin. Spd.I. dan Hendra Bachtiar, SE.

(Tim Humas Diskominfo Kabupaten Bogor/Azi.F/Diko)

Jabodetabek

Ketum Depok Begaya : Sentra Kuliner Dapat Menjadi Destinasi Wisata Kuliner Di Setiap Kecamatan

BERIMBANG.com, Depok – Ketua Umum Depok Begaya H. Acep Azhari mengapresiasi program Paslon nomor 1 Pradi-Afifah. Salah satunya program sentra kuliner dan UMKM di tiap Kecamatan. Menurutnya, sebuah terobosan cerdas untuk kebangkitan ekonomi rakyat.

H. Acep menuturkan, produk UMKM yang meliputi kuliner, fashion, craft, seni, produk kreatif lainnya menjadi andalan ekonomi bangsa. Ia menuturkan yang menjadi masalah mendasar adalah di SDM pelaku dan masalah pasar.

“Pasar UMKM akan di sebar di semua Kecamatan, bahkan di upayakan sampai kekelurahan Tentunya, kita berikan pendampingan kepada para pelaku supaya terus bertumbuh,” papar H, Acep, Senin (09/11/2020).

Menurutnya, produktifitas yang bertumbuh akan berdampak pada kesejahteraan dan peluang terciptanya kesempatan kerja. Ia mengungkapkan, Pemerintah bersama-sama komunitas pengusaha bergandeng tangan membangun idiologi pembelaan kepada produk UMKM. Sehingga akan lahir rasa bangga terhadap karya sendiri.

“Rasa bangga ini lah yang memotivasi masyarakat untuk mau membeli. Di samping itu pembangunan SDM agar pelaku ekonomi mau terus meningkatkan kualitas produknya dan bisa bersaing,” tegasnya.

Dikatakan H. Acep, dengan di bangunnya sentra kuliner dan UMKM di setiap kecamatan yang di dukung dengan infrastruktur. Di barengi pula dengan terciptanya industri pariwisata yang akan memberikan pemerataan pertumbuhan ekonomi.

“Depok yang di huni oleh banyak orang menjadi pasar potensial, namun tetap pasar luar Depok bahkan Nasional harus di garap. Kita jadikan aktifitas ini sebagai PAD yang baru dalam bentuk penerimaan pajak dan retribusi,” tandasnya.

Dirinya menambahkan, Sentra Kuliner bisa menjadi Area Destinasi Wisata Kuliner di tiap Kecamatan. Terlebih lagi, beberapa wilayah juga memiliki ciri khas kuliner dan produk UMKM tersendiri.

“Bukan hanya warga Depok saja menjadi pengunjung, masyarakat dari luar juga akan tertarik untuk mengunjunginya. Terlebih lagi akses dari luar kota dengan di bukanya banyak pintu tol menjadi akses konsumen dari luar Depok,” pungkasnya. (*)

Jabodetabek

Kios UMKM Bermotif Batik Depok hanya buang – buang anggaran

BERIMBANG.com, Depok – Seribu Kios UMKM bermotif batik Depok dinilai kalangan pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro ( UMKM) tidak tepat sasaran dalam pelaksanaannya kepada masyarakat yang ingin membuka usaha baru, Pasalnya Kios yang bertebaran di 11 kecamatan di Kota Depok tidak dimanfaatkan dengan baik apalagi tidak digunakan untuk tempat usaha.

Pelaku usaha warga Tapos, Nuryanti mengatakan, Kios UMKM yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Koperasi Usaha Menengah (DKUM) sangat tidak tepat sasaran kepada masyarakat Depok dalam memberikan peluang usaha baru.

” Yang dijalankan Pemerintah Kota Depok sangat aja – sia , kios dibiarkan mangkrak seperti itu dan tidak dapat digunakan , malahan banyak yang rusak di beberapa tempat, ini jelas buang – buang anggaran saja, sangat tidak bermanfaat bagi masyarakat Depok, ” ujar Nuryanti dengan nada geram belum lama ini.

Hal yang sama disampaikan Pelaku usaha warga Beji, Rendra Hidayat, 1000 kios UMKM yang digulirkan Pemerintah Kota Depok dianggap belum maksimal penyalurannya kepada masyarakat Kota Depok khususnya, dengan anggaran yang pastinya besar untuk pengadaan Kios tidak dimanfaatkan semestinya sehingga merugikan masyarakat yang belum memiliki usaha.

” Pemerintah Kota Depok sangat bagus dengan program 1000 kios tetapi regulasinya kepada masyarakat kurang maksimal sehingga yang seharusnya dimanfaatkan untuk usaha malah sebaliknya, tidak ada manfaat sama sekali, mungkin sebagian saja yang mendapatkan manfaat, ” ucapnya.

Sebelumnya Dinas Koperasi Usaha Menengah Depok, Fitriawan mengatakan, Ada 1.000 kios untuk pelaku UMKM yang di 11 kecamatan. Untuk mendapatkan kios hanya bermodalkan e-KTP Kota Depok di Balai Kota Depok, Rabu (19/2) lalu.

Dia menambahkan, segala kemudahan diberikan DKUM Kota Depok ke warga yang memiliki usaha kecil untuk mendapatkan kios tersebut dengan syarat yang mudah dan gratis. “Tidak ada syarat khusus, hanya tunjukan e-KTP Depok saja,” ucap Fitriawan.

Menurut Fitriawan, masyarakat silahkan semuanya boleh memanfaatkan dan mendaftar, mau usaha apa nanti kita dukung. “Kami ingin sekali teman-teman UMKM bisa memanfaatkan kios tersebut. Ini merupakan upaya meningkatkan tingkat ekonomi warga masyarakat Depok terutama para pelaku UMKM,” harapnya.

Selain syarat KTP dan memiliki usaha dengan tegas, Fitriawan juga mengatakan tidak perlu syarat lainnya termasuk surat keterangan usaha baik dari RT/RW maupun Kelurahan. “Hanya ber KTP Depok dan mencantumkan jenis usahanya apa kemudian langsung segera mendaftarkan kepada kami,” tuturnya.

Dia menambahkan, fasilitas kios ini hanya untuk pelaku UMKM. Artinya tidak berlaku untuk pengusaha besar, dan bisa langsung mendaftarkan diri ke kantor DKUM Kota Depok di Gedung Balai Kota Depok.

Iik

Jabodetabek

Program Pradi Afifah Terkait Pemberian Beasiswa Tahfiz Al-Qur’an Di Apresiasi H Acep

BERIMBANG.com, Depok – Ketua Umum (Ketum) Depok Begaya H. Acep Azhari menilai program Paslon nomor 1 Pradi Supriatna-Afifah Alia sangat bagus. Salah satunya program pemberian Beasiswa Tahfiz Al-Qur’an. Terlebih lagi, Kota Depok dikenal sebagai Kota religius.

“Program pemberian Beasiswa Tahfiz Al-Qur’an Membawa Kemaslahatan bagi umat. Ini adalah sebuah terobosan dalam pendidikan, pembinaan umat serta pembentukan karakter,” ujar H. Acep Azhari di kediamannya, Jumat (06/11/2020).

H. Acep mengungkapkan, di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi pendidikan karakter harus diperkuat. Salah satunya dengan penguatan bacaan, hafalan dan pemahaman Al-Qur’an.

“Di Depok kan banyak Pesantren atau khusus Tahfiz Al-Qur’an. Tentunya, kita bisa menjalin kerjasama dengan Jam’iyyah Qurro’ Wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQH NU) Kota Depok. Organisasi ini kumpulan para Hafidz (penghafal Al-Qur’an-red) yang lulusan dari Pesantren, PTIQ, IIQ, UIN dll,” terangnya.

Sementara itu, Ketua JQH NU Kota Depok Ustad Imam Nafi’ sepakat dengan yang dikatakan Ketum ‘Depok Begaya’ H. Acep Azhari dan sangat mengapresiasi program tersebut. Pasalnya, masih banyak santri yang membutuhkan beasiswa. Dia menambahkan, disamping membantu juga menjadi pemicu para santri dalam menghafal Al-Qur’an.

“Kita sangat setuju sekali dengan adanya program ini. Untuk menjaga kelestarian atau keberadaan hafidz yang merupakan fardlu kifayah kalau dalam fiqih,” tandasnya. (*)

Bekasi

GEBER Recclasering Indonesia Komda Bersama Media Massa Online Berbagi Sembako

BERIMBANG.com Bekasi – Kecintaan kepada sesama kembali terjalin antara Gerakan Evav Bersatu (GEBER), Recclasering Indonesia Komda Bekasi Raya, serta partisipasi Media Nasional Sorot Tipikor memberi bantuan kepada warga.

Kegiatan amal yang berlangsung di dua tempat, Perumahan Kota Serang baru, kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi, dan dikantor Reclassering Indonesia yang beralamat di Jl. waru Ruko Niaga Blok C.28 Delta Silicon 2 Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, kemarin Kamis, (05/11/2020).

Dewan Redaksi Sorot Tipikor, Harun, akrab di sapa Paman Harun dalam sambutan mengatakan, “Banyak mengucapkan terimah kasih kepada Bapak Sabam Sirait untuk bantuan sembako kepada warga Maluku Tenggara yang ada di Cikarang, Bekasi,”

“Melalui Penasehat GEBER CIKARANG, sekaligus ketua Recllasering Indonesia Komda Bekasi sudah mau membantu sesama bangsa indonesia dengan sekarela.” ucapnya.

Harun juga mendoakan, “bapak Maruarar Sirait, semoga cepat sembuh dan beraktifitas kembali.” katanya.

Apresiasi warga menerima bantuan dalam bentuk Sembako, “Karena adanya kegiatan yang di lakukan hari ini (05/11) sangat membantu warga warga sekitar, apalagi di masa Pandemi Covid-19 puji tuhan bersyukur sekali ,” katanya.

Kegiatan ini dapat dijadikan contoh untuk semua elemen, maupun pemerintah setempat. Karena uluran tangan sebagian contoh kepedualian sesama umat bangsa indonesia .

(Fahmi Firmansyah)

Bogor

Beri Dana Hibah Amil & Penyuluh Agama, Bupati Bogor: Program Keagamaan

BERIMBANG.com “Program keagamaan, urusan umat menjadi prioritas saya dalam membangun Kabupaten Bogor,” dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin saat pertemuan dengan para Amil dan Penyuluh Agama Honorer (PAH) se-Kabupaten Bogor.

Acara yang dikemas dalam agenda Coffee Morning ini dilaksanakan di Gazebo Pendopo Bupati, Jumat (06/11/2020).

“Agenda hari ini sebenarnya sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, namun karena masih dalam kondisi Covid-19, baru kali ini bisa terlaksanakan. Saya sedikit-sedikit ingin menuntaskan janji saya kepada bapa ibu semua,”

“hari ini (06/11) secara simbolis kepada perwakilan amil dan penyuluh agama honorer se-Kabupaten Bogor, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian saya walaupun tidak seberapa, mudah-mudahan hibah ini bisa bermanfaat,” kata Ade Yasin.

Pemkab Bogor memberikan dana insentif kepada 1.698 amil dan 323 Penyuluh Agama Honorer.

“Kita berikan dana insentif untuk 1.698 Amil dan 323 Penyuluh Agama Honorer. Total anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor berjumlah Rp4.075.200.000 untuk Amil dan Rp775.2000.000 untuk Penyuluh Agama Honorer.

“Masing-masing amil dan penyuluh mendapatkan Rp2.4 juta per tahun,” tambahnya.

Selain untuk amil dan penyuluh, Ade Yasin juga memberikan beasiswa bagi para penghafal Al-Quran.

“Saya juga telah menyiapkan 1.200 beasiswa untuk anak-anak berprestasi. Saya utamakan untuk para penghapal Al-Quran.

“Karena masih banyak para hafidz quran yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Tapi beasiswa ini juga saya siapkan bukan hanya untuk para tahfizd quran, anak-anak berprestasi dibidang olahraga, kesenian masuk juga ke dalam kriteria untuk mendapatkan beasiswa,” lanjutnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Penyuluh Agama Honorer Kecamatan Gunung Sindur, Narwan Darmawan sangat bahagia dengan adanya perhatian dari Bupati Bogor untuk para penyuluh.

“Alhamdulillah adanya insentif dari Ibu Bupati menjadi tambahan motivasi kita para penyuluh untuk lebih aktif lagi dalam memberika syiar agama kepada masyarakat.”

“Kita juga lebih bertanggung jawab dalam bekerja, agar marwah penyuluh agama di masyarakat tetap terjaga. Perlu diingat, penyuluh merupakan garda terdepan dalam melakukan syiar agama kepada masyarakat,” kata Narwan.

(Derima/Parman/Tim Humas Diskominfo Kab. Bogor)