Bulan: Juni 2020

Depok

BERIMBANG.com, Depok – Satuan Intelijen Brigade Mobil (Satintel Brimob) Kelapa Dua yang bermarkas di Jalan Anyelir Pasir Gunung Selatan Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat mendatangi posko Ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) PAC Tapos Depok, Kamis (11/06/2020).

Kedatangan jajaran SatIntel Brimob itu adalah untuk melakukan kegiatan silaturahmi dengan pengurus dan anggota Ormas PBB PAC Tapos yang diketuai oleh Viktor Simanjuntak.

Dari pantauan Suara Depok (JBKD Grup), kedatangan jajaran Satuan Intel Brimob yang dipimpin AKP Iwan terlihat disambut hangat oleh Ketua DPC PBB Kota Depok, Edi Hotman Saragih didampingi Ketua PAC Tapos, Victor Simanjuntak beserta jajaran pengurus PBB tingkat Kota dan Kecamatan Tapos.

Disela-sela acara, AKP Iwan mengaku senang bisa bersilaturahmi dan bertatap muka langsung dengan para pengurus dan anggota ormas Pemuda Batak Bersatu Kota Depok.

AKP Iwan juga mengajak kepada seluruh pengurus dan anggota PBB untuk bersama-sama menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di seluruh wilayah Kota Depok.

“Saya senang sekali bisa bersilaturahmi dan bertemu langsung dengan saudara-saudara kita dari ormas PBB. Saya berharap, seluruh pengurus dan anggota PBB Kota Depok dapat bersinergi dengan jajaran Brimob dalam menjaga kerukunan dan Kamtibmas di lingkungan masing-masing”, ujar AKP Iwan di Posko PBB PAC Tapos.

Senada dengan itu, Ketua DPC PBB Kota Depok, Edi Hotman Saragih juga mengaku senang organisasinya mendapat perhatian dari jajaran Brimob Kelapa Dua.

Menurut Edi, keguatan silaturahmi dari jajaran Brimob Kelapa Dua ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di PAC PBB Tapos.

“Ini merupakan kehormatan bagi seluruh jajaran ormas PBB di Kota Depok. Terkait ajakan untuk menjaga Kamtibmas, tentu saja kami sepakat dan akan senantiasa bersinergi dengan seluruh elemen yang ada di Kota Depok. Kami (Ormas PBB, red) selalu mengedepankan silaturahmi dan komunikasi yang baik untuk tetap menjaga kerukunan antar umat. Sikap toleransi dan peduli terhadap lingkungan juga selalu dijunjung tinggi oleh seluruh pengurus dan anggota PBB yang ada di seluruh wilayah NKRI”, tegas Edi Hotman Saragih yang langsung diamini oleh seluruh pengurus dan anggota PBB Kota Depok.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PBB Tapos, Viktor Simanjuntak juga terlihat senang dengan adanya kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh jajaran Satintel Brimob Kelapa Dua ke posko PBB PAC Tapos.

Viktor pun mengaku siap untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bersama-sama dengan jajaran Brimob dan seluruh elemen yang ada di wilayah Kecamatan Tapos.

“Saya senang sekali mendapat kunjungan dari jajaran Satintel Brimob. Kedepan, kami akan terus menjalin komunikasi dan silaturahmi untuk menjaga kamtibmas khususnya di wilayah Kecamatan Tapos ini”, ujar Viktor Simanjuntak.

Kegiatan PAC PBB Tapos

Meski belum dilantik secara sah, calon pengurus dan anggota PAC PBB Tapos ini nampaknya sudah “membumi” di wilayah Kecamatan Tapos.

Manfaat dari keberadaan ormas ini pun sudah banyak dirasakan oleh masyarakat disekitar.

Dari catatan JBKD Grup, PAC Tapos yang dipimpin Viktor Simanjuntak sudah banyak berbuat untuk mengharumkan nama organisasi PBB di Kota Depok.

Mulai dari kegiatan bhakti sosial, ikut dalam kegiatan pencegahan Covid-19, komunikasi aktif dengan Babinsa / Babinkamtibmas dan yang paling hot adalah merangkul puluhan Ormas yang sudah terlebih dahulu berdiri di wilayah Kecamatan Tapos.

Sebagai informasi, jajaran pengurus PAC PBB Kecamatan Tapos rencanannya akan dilantik dalam waktu dekat ini.

“Jika tidak ada halangan, kami rencananya akan dilantik pada 27 Juni 2020 mendatang atau 4 Juli 2020. Saat ini kami masih menunggu jadwal dari DPC PBB Kota Depok sekaligus melihat kondisi dari pelaksanaan penanganan covid-19. Jika memungkinkan, kami ingin secepatnya dilantik supaya keberadaan PBB di wilayah Tapos ini Sah”, pungkas Viktor berharap.

Bogor

Tiga Rekomendasi rapat pleno Pengurus DPC Demokrat kabupaten Bogor

BERIMBANG.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bogor melaksanakan rapat pleno Pengurus DPC Partai Demokrat yang di ikuti oleh seluruh pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor.pada Rabu 10 Juni 2020,

Rapat Pleno dilaksanakan sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19 yaitu pengecekan suhu tubuh, Bilik Disinfektan, dan pencucian tangan.

Rapat yang dihadiri oleh 53 dari 70 pengurus DPC, dan dihadiri juga oleh 5 anggota Fraksi Demokrat dari total 6 anggota Fraksi, merupakan amanat AD/ART Partai Demokrat pada pasal 88 ayat (5),

“Dengan pelaksanaan Rapat Pleno ini selain sebagai ajang Silaaturahmi antar pengurus, juga merupakan forum konsolidasi pengurus DPC, agar lebih seirama dalam dan 1 komando dalam melaksanakan visi dan misi Partai Demokrat kedepannya,” kata Ketua DPC Demokrat kabupaten  Bogor Anton Suratto.

Anton selaku ketua menyampaikan Rekomendasi rapat pleno Pengurus DPC Demokrat kabupaten Bogor, sebagai berikut:

1. Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bogor diminta untuk lebih maksimal menyerap dan merealisasikan  aspirasi dari kader, pengurus dan masyarakat Kab Bogor

2. Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bogor diminta untuk lebih kritis dan bertanggung jawab dalam melaksanakan fungsinya sebagai  legislator dari Demokrat Kab. Bogor

3. Seluruh pengurus  DPC dan Fraksi Demokrat diminta untuk aktif di media sosial dalam rangka sosialisasi publikasi kinerja Demokrat.

(Red)

Bogor

Pemkab Bogor Rapat Pembentukan Tim Terpadu Protokol Kesehatan di Pusat Keramaian

BERIMBANG.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membentuk tim terpadu monitoring protokol kesehatan di pusat keramaian yang dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Bogor, sekaligus evaluasi agar bisa masuk daerah New Normal pandemi Covid-19.

Wabup Bogor, Iwan Setiawan menjelaskan, tim terpadu akan mengawasi pusat-pusat keramaian agar menerapkan protokol kesehatan dengan baik, karena telah diizinkan untuk beroperasi kembali.

“Ini kan sudah mulai longgar. Jangan sampai kurva kasus positif baru, terus meningkat makanya harus diawasi terus. Kalau malah makin meningkat kita tidak bisa ke new normal,” kata Iwan, Rabu (10/06/2020).

Lanjut Iwan, untuk sektor industri jasa seperti hiburan, restoran dan hotel dipimpin oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Kemudian industri dan perdagangan dipimpin Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin).

“Tapi, yang selalu melekat itu Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja. Ini kan kita sosialisasikan terus untuk menekan angka reproduksi efektif (Rt) di bawah 1,” kata Iwan.

Saat ini, kata dia, angka Rt di Kabupaten Bogor, masih di atas 1,2. Jika ini terus berlanjut, maka Kabupaten Bogor tidak bisa menerapkan new normal atau justru kembali ke Pembatasan Sosial Berskal Besar (PSBB).

“Makanya selama PSBB proporsional parsial sampai 2 Juli ini, kita akan tekan terus supaya penambahan kasus positif baru tidak bertambah,” jelasnya.

“Saya harap masyarakat dan pelaku usaha bisa mengikuti protokol kesehatan. Karena untuk menuju new normal harus ada peran dari semua pihak,” pungkas Iwan Setiawan.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Depok

Pusat Perbelanjaan di Depok Bersiap Hadapi Adaptasi Kebiasaan Baru

BERIMBANG.com, Depok – Pemerintah Kota Depok mulai melakukan peninjauan pada sejumlah tempat ibadah, Pusat Perbelanjaan atau Mall jelang diberlakukannya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Saat ini, pemerintah setempat sudah mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan kriteria proporsional. Usulan ini pun telah disetujui oleh Gubernur Jawa Barat, dan mulai berlaku selama 14 hari kedepan atau dari 5 Juni 2020 hingga 19 Juni 2020.

Dalam PSBB Proporsional diberlakukan protokol sesuai Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 46 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB secara proporsional sesuai level kewaspadaan kabupaten/kota sebagai persiapan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19, dimana Kota Depok ditetapkan pada level kewaspadaan 3 (kuning).

“Beberapa aktifitas sosial akan mulai dibuka dengan pengaturan dan protokol yang ketat, diantaranya di rumah ibadah, aktifitas di pusat-pusat ekonomi, dan lain-lain,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris usai meninjau langsung persiapan AKB di pusat perbelanjaan Jalan Margonda, Kamis (04/06/2020).

Khusus untuk mall, jelas Idris, disepakati oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) paling cepat bisa dibuka secara keseluruhan pada 16 Juni 2020. “Tapi kita lihat perkembangan, mudah-mudahan angka reproduksi efektif kita tetep di bawah satu sampai tanggal 16, atau 14 hari sejak tanggal 2 Juni ini,” ujarnya

Lebih lanjut Idris mengungkapkan, dari pantauan saat ini, secara umum mall sudah siap melakukan kegiatan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Di antaranya makan di tempat dengan tetap jaga jarak, mengenakan masker, dan membawa hand sanitizer.

“Kita lihat yang pengunjungnya paling besar dari sisi menengah ke bawah, ITC paling besar, ke atasnya Detos kita akan lihat seperti apa. Margocity sudah kita dapat laporan bagus. Nah ini daerah-daerah perbatasan belum ini, tapi kita lihat secara fisik sudah siap,” tuturnya
Meski secara persiapan sejumlah mall telah dianggap bisa beroperasi secara keseluruhan besok, namun nyatanya belum bisa. “Kita melihat tren dari reproduksi efektif bisa di bawah satu. Jakarta saja sejak 25 Mei sudah dibawah satu, nah Depok masih diatas satu. Artinya, kalau Jakarta baru buka mall tanggal 16, Depok harusnya lebih,” pungkasnya. (*)

Bogor

Kapolres, Dandim, Kasat Pol PP & Disdagin Kabupaten Bogor Cek Kesiapan New Normal

BERIMBANG.com Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy bersama Dandim 0621 Letkol Sukur Hermanto, serta Kasatpol PP dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor meninjau kesiapan dalam penerapan protokol kesehatan yang sebagian besar mulai beroperasi dalam masa adaptasi baru,

Antara lain pusat perbelanjaan metropolitan mall di Cileungsi, pabrik Simone di Gunung Putri serta pabrik Bigland di kawasan industri Sentul Babakan Madang. Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kemarin Senin (08/06/2020).

“Kami melakukan pengecekan bersama unsur terkait dalam penerapan protokol operasional yang telah diterapkan pusat perbelanjaan serta pabrik-pabrik dalam menghadapi masa adaptasi baru (new normal),” terang Kapolres Bogor, AKBP Roland.

Dari hasil pengecekan yang sudah dilakukan, kata Kapolres, mall dan pabrik-pabrik sudah diterapkan protokol kesehatan dalam masa adaptasi baru.

“Ini harus benar-benar diterapkan di semua elemen, mulai dari menjaga jarak, pengecekan suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer dan kebersihan area lingkungan yang rutin dibersihkan secara berkala dengan menggunakan desinfektan,”

“Serta harus adanya pengawasan dan di pantau serta harus berjalan terus bukan hanya sebuah ceremony hanya satu dua hari saja,” tutup AKBP Roland.

(Red)

Bogor

Danramil 2123 Cijeruk/Cigombong Pimpin Penyemprotan Disinfektan Di Pasar Tohaga Cigombong

BERIMBANG.COM, Bogor – Koramil 2123 Cijeruk/Cigombong berkoordinasi dengan Forkompimcam Kecamatan Cigombong – Cijeruk dan bekerjasama dengan PMI, Dinas Kebersihan, serta Pengelola Pasar Tohaga Cigombong dalam melaksanakan penyemprotan Disinfektan di wilayah Pasar Tohaga Cigombong, senin (08/06/2020) siang tadi

Kegiatan penyemprotan Disinfektan tersebut yang langsung dipimpin Danramil 2123 Cijeruk/Cigombong, Mayor INF Suparno

“Hari ini Koramil 2123 Cijeruk/Cigombong bekerjasama dengan PMI, Dinas Kebersihan serta Pengelola Pasar Tohaga Cigombongen melaksanakan penyemprotan Disinfektan di Pasar Tohaga Cigombong. Kegiatan tersebut dalam rangka menindak lanjuti perintah Komandan Kodim 0621/Kabupaten Bogor yang sesuai petunjuk Bupati Bogor selaku Ketua Gugugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor,” ungkap Mayor INF Suparno Danramil 2123 Cijeruk/Cigombong kepada Berimbang.com

Menurutnya, dilaksanakan Penyemprotan Disinfektan tersebut tidak menutup kemungkinan Pasar tempat berkumpulnya Orang menjadi Claster penyebaran Covid-19.

“Maka dari itu kami melaksanakan penyemprotan Disinfektan. Sebagai Penegak Disiplin dan Pengawas Proktokol kesehatan, Koramil 2123 Cijeruk/Cigombong bersama
Forkompimcam Cigombong juga selalu Menghimbau dan mengajak kepada seluruh warga masyarakat di wilayah teritorial Koramil 2123/ Cijeruk – Cigombong untuk selalu mentaati Peraturan Pemerintah, selalu Disiplin dan mengikuti Protokol Kesehatan,” pungkasnya.

(Na/Wan)

Depok

Kepsek SMAN 1 Depok : PPDB Tahun Ajaran Sekarang Berbeda Dengan Tahun Sebelumnya

BERIMBANG.com, Depok – Kesiapan SMAN 1 dalam menghadapi Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) tahun ajaran 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ajaran 2020 semua pendaftar yang ingin mendaftarkan ke SMAN semuanya melalui online dikarenakan adanya Pandemi covid 19.

Seperti untuk tahap pertama untuk Jalur KETM, perpindahan orang tua/guru, tenaga medis Covid 19, prestasi akademik/ non akademik dan prestasi Kejuaraan/perlombaan ditahun sebelumnya dapat dilakukan secara offline tetapi untuk tahun sekarang harus online pendaftarannya.

” Tahun sekarang memang berbeda dengan tahun sebelumnya, pendaftar peserta didik baru tidak harus ke sekolah yang dituju,” ujar Supiatna dikantornya. Senin (8/6)

Bilamana para peserta didik mengalami kesulitan dalam melakukan pendaftaran sepeti contoh tahap pertama dapat dibantu oleh sekolah asal untuk di uploud datanya hingga dilakukan oleh pihak sekolah pendaftarannya setelah itu dalam masa pendaftaran tahap pertama tanggal 8 Juni 2020 sampai dengan 12 Juni 2020 pihak sekolah tujuan akan melakukan verifikasi pada tanggal 13 Juni 2020 termasuk data pendaftar yang sudah di uploud akan diperiksa.

” Pada tanggal 13 Juni 2020 kami akan periksa semua data yang telah di uploud seperti contoh jalur prestasi akademik akan kami periksa nilai raportnya dan bilamana tidak sesuai kami anggap tidak sah dan yang non prestasi akademik yang akan diperiksa sertifikatnya” terang Supiatna.

SMAN 1 Depok, masih Supiatna, memberikan pelayanan bagi pendaftar peserta didik melalui pesan singkat WA di nomor tersebut disediakan informasi pendaftaran peserta didik baru bagi yang mengalami kesulitan informasi.

” Pendaftar yang ingin melakukan Pengaduan Seputar PPDB di SMAN 1 Depok atau ingin mendapatkan Informasi PPDB bisa menghubungi nomor WA +62 813-8172-4765 Aktif selama Jam Kerja,” Pungkasnya.

Iik

Depok

25 RW Di Depok Masuk Zona Merah, Mana Saja ?

BERIMBANG.com, Depok – Dari 11 Kecamatan dan 63 Kelurahan se Kota Depok, pemerintah Kota Depok mencatat masih ada 25 RW di 7 Kecamatan yang masih masuk dalam zona merah. Sebagai antisipasinya diberlakukan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) Covid-19 diberlakukan di 25 RW tersebut.

Berikut 25 RW tersebut berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok :

Kecamatan Cimanggis

Kelurahan Pasir Gunung Selatan (RW 06)
Kelurahan Mekarsari (RW 06)
Kelurahan Cisalak Pasar (RW 02)
Kelurahan Tugu (RW 08)

Kecamatan Pancoran Mas

Kelurahan Depok Jaya (RW 01, 04, dan 13)
Kelurahan Pancoran Mas (RW 07 dan 20)
Kelurahan Depok (RW 07 dan 17)
Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RW 06)
Kelurahan Mampang (RW 08)

Kecamatan Beji

Kelurahan Tanah Baru (RW 11)

Kecamatan Sukmajaya

Kelurahan Mekar Jaya (RW 05, 06 dan 08)

Kecamatan Tapos

Kelurahan Sukatani (RW 9 dan 11)
Kelurahan Cilangkap (RW 14)
Kelurahan Jatijajar (RW 07)

Kecamatan Cipayung

Kelurahan Ratu Jaya (RW 02 dan 05)

Kecamatan Cilodong

Kelurahan Sukamaju (RW 04 dan 09)

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, indikator PSKS pada tingkat RW adalah melihat tren kasus positif Covid-19 dalam wilayah tersebut yang masih tinggi mencapai 6 hingga 30 kasus. “25 RW yang ditetapkan PSKS protokol diatur secara khusus dan memang belum kita perkenankan untuk menyelenggarakan ibadah di rumah ibadah dan aktifitas sosial lainnya,” kata Idris dalam wawancara, Kamis 4 Juni 2020.

Aturan tentang PSKS telah diatur dalam Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/235/Kpts/Dinkes/Huk/2020 dan Perwal Nomor 37 tahun 2020 tentang PSBB Proporsional. Salah satu yang diatur dalam beleid tersebut adalah pengawasan orang masuk dan kelurah dari lokasi PSKS dan pemberian surat rekomendasi bebas tugas oleh lurah setempat apabila warga setempat harus bekerja.

Red

Depok

Wilayah Zona Merah Kota Depok Disemprot Cairan Disinfektan

BERIMBANG.COM, Depok – Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19 Di wilayah Zona Merah semakin meluas, Pemerintah Kota Depok melalui Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok melakukan penyemproran cairan Disinfektan.

Hingga kini, penyemprotan disinfektan di wilayah zona merah di Kota Depok masih terus dilakukan secara rutin.

Menurut Kepala Bidang PB Dinas Damkar Denny Romulo, penyemprotan disinfektan dikhususkan untuk wilayah-wilayah yang masih berstatus zona merah Covid-19.

Seperti yang telah dilakukan Sabtu (6/6/2020) yang di RW 09 dan RW 11, Kelurahan Sukatani, Tapos, Depok, Deny mengatakan pihaknya menyiapkan dua alat semprot elektrik dan 1.000 liter disinfektan.

PB Dinas Damkar kembali melakukan penyemprotan di wilayah zona merah lainnya yakni di RW 06, Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, Depok, Minggu (7/6/2020).

“Untuk di RW 06, Kelurahan Mekarsari ini kami terjunkan tiga personel, tiga alat semprot elektrik, dan satu uni ranger”

“Tentunya penyemprotan ini sebagai upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Denny di Cimanggis, Depok, Minggu (7/6/2020).

Setelah penyemprotan selesai dilakukan di RW 06, Kelurahan Mekarsari, tim langsung bergerak menuju Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Depok untuk melakukan kegiatan yang sama.

“Giat ini akan terus berjalan sampai dua minggu ke depan, tidak hanya yang masuk dalam zona merah saja tetapi juga dibeberapa wilayah,” tutur Denny.

Iik

Daerah

IKA PPKN UNRI Bakal Gelar Webinar Nasional Tentang Pendidikan Pancasila di Era New Normal

BERIMBANG.com Riau – Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan yang digunakan sebagai wahana di dalam mengembangkan juga melestarikan suatu nilai luhur moral yang berakar pada bangsa Indonesia.

PPKn bertujuan untuk menumbuhkan pengetahuan atau wawasan serta kesadaran dalam bernegara, sikap dan perilaku yang cinta tanah air, wawasan nusantara, serta juga ketahanan nasional di dalam diri para tiap-tiap calon penerus bangsa.

Di masa Pandemi Covid-19 yang saat ini sedang dialami oleh Indonesia dan hampir semua negara di dunia, salah satu bidang yang sangat berdampak adalah bidang Pendidikan. Selama masa Pandemi para siswa dan mahasiswa diwajibkan untuk belajar di rumah masing-masing.

Hal ini merupakan tantangan besar bagi para guru atau tenaga pengajar untuk mengubah sistem dan metode pembelajaran sehingga pelajaran PPKn dapat tersampaikan kepada para siswa dan mahasiswa.

Oleh karena itu Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PPKn Universitas Riau (UNRI) tergerak untuk menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema ‘Aktualisasi Pembelajaran PPKn di Era New Normal’.

Acara yang terbuka untuk umum, namun diprioritaskan bagi pengampu mata pelajaran PPKn ini, akan dilaksanakan pada hari Sabtu (13/06/2020) pukul 10.00 – 12.00 WIB.

Webinar akan dipandu oleh moderator Suyitno, M.Pd seorang alumni PPn Uniri yang saat ini merupakan Dosen UAD Yogyakarta.

Pembicara yang akan mengisi acara tersebut adalah Ketua IKA & AP3Kni, Drs. Zahirman, M.H; Koordinator Prodi PPKn, Dr. Hambali, M.Si; Pengamat Pendidikan, Wilson Lalengke, M.Sc., M.A; dan Dosen ITB, Dr. Epin Saepudin, M.Pd, yang kesemuanya adalah para alumni dari Program Studi PPKn Unri, Pekanbaru.

Saat dikonfirmasi oleh awak media pewarta-indonesia via WhatsApp, Zulfainudin, M.Pd., selaku panitia penyelenggara, ia menyampaikan tujuan diselenggarakannya acara Webinar tersebut yaitu untuk memberikan pemahaman mengenai strategi yang perlu dipersiapkan agar pembelajaran PPKn dapat terealisasi dengan baik di masa New Normal.

“Sasarannya agar pengajar mata pelajaran PPKn dapat menyampaikan pelajaran dengan strategi dan pendekatan tertentu sehingga siswa mencapai kompetensi sesuai dengan jenjang kelasnya masing-masing,” jelas Zulfainudin.

Ia berharap dengan diselenggarakan acara tersebut pembelajaran PPKn dapat tercapai, seperti yang disampaikan oleh Prof. Abdul Azis Wahab dan Prof. Sapriya bahwa inovasi dalam pembelajaran PPKn harus selalu dilakukan, dan melalui pembelajaran PPKn diharapkan peserta didik dapat menjadi lebih mandiri dalam memahami dan mencari solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi serta dapat mengambil keputusan yang terbaik bagi penyelesaian masalah tersebut.

“Inovasi yang dimaksud tentu menyesuaikan dengan tuntutan dan kondisi dimana pembelajaran PPKn diajarkan, baik di masa normal, PSBB, maupun New Normal. Pelajaran PPKn tetap harus tersampaikan dengan baik kepada siswa namun dengan strategi dan pendekatan yang harus disesuaikan agar apa yang diharapkan dari pembelajaran dapat tercapai,” pungkas Zulfainudin.

(Neneng JK)