Bulan: April 2020

Depok

BNI Dan DMC Salurkan Sembako ke 3 Panti Asuhan di Depok

BERIMBANG.COM, Depok, Pandemi Covid-19 membuat sendi-sendi kehidupan terguncang, banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan bahan pangan. Di Kota Depok, BNI Cabang Margonda dan Depok Media Center (DMC) menyalurkan ratusan sembako kepada anak-anak yatim yang ditampung di tiga panti asuhan.

BNI yang dikenal sebagai agen pembangunan, menyadari bantuan sembako sangat dibutuhkan panti asuhan yang belum tersentuh bantuan langsung pemerintah. Bantuan sembako itu juga menjadi gerakan BNI Berbagi yang berlangsung simultan di seluruh Indonesia.

“Hari ini kami membagikan sembako ke semua masyarakat yang membutuhkan secara simultan di Indonesia, khusus di Kota Depok kami menyalurkan ke tiga panti asuhan anak yatim, “kata Nano Wicaksono Wakil Pemimpin Cabang BNI Margonda, Kamis (30/4/2020), di Panti Asuhan Sakinah, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kota Depok.

Menurut Nano, setiap bulan Ramadhan gerakan BNI Berbagi selalu menyediakan bantuan sembako kepada masyarakat. Hanya saja, dengan adanya pandemi Corona, gerakan sosial itu disesuaikan dengan kebijakan pemerintah untuk membantu membangun perekonomian masyarakat.

Pada tahap awal ini, BNI Berbagi menyediakan masing-masing 150 paket bantuan sembako untuk setiap panti asuhan.

Ketua Yayasan Panti Asuhan Sakinah Depok Bagja Wijaya yang menerima bantuan ini, terharu dengan bantuan yang diberikan. Karena dalam kondisi saat ini memang sembako sangat dibutuhkan pada anak asuhnya.

“Anak asuh kami ada 66 orang memang membutuhkan bantuan seperti sembako ini, kami harus menjaga kesehatan mereka dari ancaman virus Corona,” ujar Bagja.

Tiga panti asuhan yang diberikan ini, atas rekomendasi wartawan yang tergabung di DMC.

Ketua Pembina DMC Rusdy Nurdiansyah sangat mengapresiasi kepedulian BNI Berbagi. Pada bulan Ramadhan, Depok Media Center (DMC) akan terus menebar manfaat kebaikan bagi sesama wartawan dan masyarakat.

“Saatnya kita wartawan untuk berbuat lebih bagi kebaikan dan kemanfaatan orang lain. Jika kita berbuat baik dan bermanfaat bagi orang lain tanpa pamrih maka kita juga telah berbuat baik dan bermanfaat bagi diri sendiri,” ujar Ketua Pembina DMC, Rusdy Nurdiansyah.

Jakarta

ILUNI 65/85 Berbagi Nasi Box Kepada Pemulung Dan Tukang Sampah

BERIMBANG.COM, Jakarta – Masa Pandemik virus Korona dibeberapa negara belum juga menemukan titik keberhasilan dalam menemukan vaksin untuk penyembuhan pasien positif, penyebarannya pun semakin meluas.

Bagi masyarakat yang terdampak pastinya mengalami kesulitan mencari nafkah untuk membiayai kebutuhan pangan sehari – hari, salah satunya adalah pemulung dan tukang sampah tak luput dari imbas yang terjadi sekarang.

Untuk itu masyarakat yang tergabung di Ikatan Alumni ( ILUNI) 85/65 turut prihatin dengan cara membagikan Nasi Box kepada para pemulung dan tukang sampah. Kamis (30/4)

Untuk yang sekian kalinya iluni 65 berbagi kepada yang membutuhkan sekaligus berbuka puasa pada bulan Ramadhan, di samping sedang mengalami wabah pandemi covid 19 yang sudah berlangsung sebulan ini dimana sangat sulit sekali untuk memenuhi kebutuhan keluarga..

Bentuk kepedulian yang di lakukan ILUNI yaitu dengan membagikan nasi box sebanyak 100 box.kepada pemulung dan tukang sampah disekitaran tanah abang dan Gang Harlan Jakarta Barat.

Sementara itu, salah satu ILUNI Abau mengatakan merasa prihatin kepada masyarakat yang sedang kesusahan pada saat ini.

” Kami hanya berbagi kepada yang membutuhkan agar dapat meringankan kehidupan mereka dan hanya ini yang dapat kami lakukan,” ujar Abau.

Seorang pemulung yang tidak mau di sebutkan namanya merasakan kegembiraan dan merasa senang.

” Kami sangat berterima kasih kepada ILUNI 65 yang telah peduli kepada kami, semoga iluni 65 selalu di beri kesahatannya dan rejekinya,” ucapnya dengan nada senang.

Iik

Bogor

Pemkab Bogor Salurkan Bansos Beras Terdampak COVID-19

BERIMBANG.com Hari ini Kamis (30/04/2020), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) beras untuk masyarakatnya yang terdampak pandemi Covid-19. Sebelumnya Bupati Bogor sidak ke Gudang Bulog Sub Divisi Regional Dua Dramaga,

Secara simbolis Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan bansos kepada 4 perwakilan Kepala Desa di wilayah Kecamatan Leuwiliang dan 1 perwakilan dari Apdesi Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Alhamdulillah hari ini penyaluran bansos berupa beras bisa kita laksanakan. Hari ini kita menyalurkan bantun kepada 11 desa yang ada diwilayah Kecamatan Leuwiliang,”

“Bertahap insya alloh nanti semuanya akan kebagian,” kata Ade Yasin usai membagikan bansos secara simbolis di Gudang Bulog Sub Divisi Regional Dua Dramaga, Kamis (30/04/2020).

Lanjut Ade mengatakan, “Semoga dengan penyaluaran bantuan ini masyarakat bisa lebih tenang dan kebutuhan terpenuhi,”

“Kita juga Pemerintah Daerah mohon maaf kalau masih ada kekurangan disana sini soal bantuan Covid-19 di Kabupaten Bogor. Tapi saya ingin tegaskan dengan penyaluaran bantuan ini, negara hadir untuk membantu masyarakat,” terang Ade.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, bahwa bantuan yang hari ini disalurkan dari data yang sudah fix. “Data ini kita dapat tentunya dari RT dan RW kemudian didata kembali oleh Dinsos,”

“Sampai hari ini kita (Pemkab) juga masih memverivikasi terus, tapi yg sudah fix datanya itu sekarang yg kita kirim, kalau menunggu fix semua akan lama. Jadi kita bertahap, kalau nama dan alamatnya sudah jelas langsung kita kirim tidak ditunda-tunda lagi,” jelas Ade.

“Kita (Pemkab) sudah siapkan 6.000 ton beras untuk satu bulan, tinggal dikalikan 3 bulan berati kita siapkan untuk bansos selama 3 bulan sebayak 18.000 ton beras. Satu kepala keluarga tiap bulannya mendapatkan 30kg beras,” pungkasnya.

(Tim Humas Diskominfo Kab. Bogor)

Depok

Pasir Gunung Selatan Kasus Positif Terbanyak Se Depok, Pancoranmas Nihil

BERIMBANG.COM, Depok – Semua kecamatan di Kota Depok, Jawa Barat, mencatat punya kasus Covid-19 hingga hari terakhir periode pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Selasa (28/4/2020) kemarin. Hal itu menjadikan Depok zona merah penyebaran virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) yang menyebabkan Covid-19.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Pemerintah Kota Depok melalui situs ccc-19. depok.go.id, Kecamatan Cimanggis merupakan zona paling merah sejauh ini di Depok.

Dengan menggunakan parameter jumlah kasus positif Covid-19, Cimanggis ada di urutan teratas disusul Kecamatan Pancoranmas dan Sukmajaya.

Dari data terbaru yang dilaporkan Pemerintah Kota Depok, total 58 warga Cimanggis positif Covid-19 dan 5 di antaranya meninggal dunia.

Kelurahan Pasir Gunung Selatan menjadi kelurahan dengan kasus positif Covid-19 terbanyak di Cimanggis sekaligus di Depok. Total 22 warga positif Covid-19 di kelurahan itu disusul Kelurahan Tugu dengan 15 kasus positif.

Masih di Cimanggis, kasus kematian terbanyak ada di Kelurahan Cisalak Pasar. Dari 7 warga Cisalak Pasar yang positif Covid-19, 3 di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, Kecamatan Pancoranmas mencatat 42 kasus positif Covid-19 sejauh ini, 5 di antaranya meninggal. Kelurahan Depok Jaya mencatat 13 kasus positif Covid-19, terbanyak di Kecamatan Pancoranmas, disusul Kelurahan Depok dengan 9 warganya positif Covid-19.

Setiap kelurahan di Pancoranmas mencatat 1 warganya meninggal dunia akibat Covid-19, kecuali Kelurahan Pancoranmas yang hingga sekarang masih nihil.

Kecamatan Sukmajaya juga mencatat 42 kasus positif Covid-19 hingga hari ini. Namun jumlah kematian akibat virus corona lebih sedikit, yakni 2 orang, keduanya warga Kelurahan Abadi Jaya.

Kelurahan Mekarjaya menjadi kelurahan dengan pasien positif Covid-19 terbanyak di Sukmajaya dengan total 14 warga, disusul Kelurahan Abadijaya dengan 10 kasus positif Covid-19.

Red

Depok

Satpol PP Depok Akan Tindak Tegas Pelanggar PSBB Dan Serukan Physical Distancing

BERIMBANG.COM, Depok – Pemerintah Kota Depok, memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari terhitung mulai 29 April 2020 hingga 12 Mei 2020.

“Perpanjangan PSBB ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.250- Hukham/2020 tanggal 28 April 2020,” kata Walikota Depok Mohammad Idris, Selasa (28/4/2020).

Sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.250- Hukham/2020 tanggal 28 April 2020 tentang Perpanjangan PSBB di Kota Depok serta Surat Keputusan Walikota Depok Nomor 443/198/Kpts/ Dinkes/Huk/2020 tanggal 28 April 2020 dengan ini disampaikan perpanjangan PSBB selama 14 (empat belas) hari terhitung mulai tanggal 29 April 2020 sampai dengan 12 Mei 2020.

Idris mengatakan, evaluasi jumlah kasus pada PSBB pertama, yang dilaksanakan sejak 15-28 April 2020 masih terjadi peningkatan kasus, yaitu kasus terkonfirmasi rata-rata 8-9 orang per hari dibandingkan sebelum PSBB rata-rata 6-7 orang per hari.

“Akan tetapi kita tetap harus waspada dengan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus sehingga kita harus konsisten menjalankan protokol PSBB pada tahap kedua agar penularan Covid-19 dapat dihentikan,” katanya.

Menindaklanjuti Arahannya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Lienda Ratnanurdiany, mengatakan, masih menemukan sejumlah penjual, warung makan dan toko-toko yang menimbulkan kerumunan warga. Karena itu, Satpol PP terus mengingatkan penjual dan pembeli untuk menjaga dan menerapkan physical distancing atau menjaga jarak fisik, sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 diKota Depok.

Sementara itu Sekretaris Tim Covid-19 Satpol PP Kota Depok, Taufiqurakhman mengatakan, SatPol-PP bersama tim terus melakukan pemantauan ke seluruh wilayah di Kota Depok. Hingga saat ini masih ditemukan sejumlah pedagang yang menimbulkan kerumunan saat menjajahkan dagangannya.

“Kami sampaikan kepada penjual dan pembeli untuk mengutamakan jarak fisik,” tutur Taufiq, Rabu (29/04/2020).

Taufiq menuturkan, jika ditemukan kerumunan pada penjual takjil, makanan dan toko, maka Satpol PP Kota Depok segera melakukan peneguran. Tentunya juga diingatkan untuk mengikuti aturan yang berlaku selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dikatakan Taufiq, pihaknya tidak dapat langsung melakukan pembubaran dan penertiban. Untuk itu, diminta kesadaran dari para pedagang dan pembeli untuk menerapkan physical distancing.

“Apabila tidak memungkinkan dilakukan pembubaran, kami ingatkan agar tetap mengikuti aturan yang berlaku dengan menjaga jarak dengan orang lain,” tuturnya.

Terakhir, dirinya berpesan kepada seluruh penjual takjil maupun pembeli untuk tetap menjaga diri dengan physical distancing. Tentunya agar dapat memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kota Depok. (adi).

Depok

Cegah Covid-19 Area TPA Cipayung Disemprot Disinfektan

BERIMBANG.COM, Depok – Petugas melakukan penyemprotan disinfektan terhadap truk sampah yang hendak masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung Kota Depok.

penyemprotan dan penertiban truk sampah yang hendak masuk ke lokasi TPA, menghentikan truk dijalan depan pintu masuk TPA.

“Kalau sampah yang masuk ke TPA seperti biasa tidak ada perubahan, sampah yg masuk berdasarkan data jembatan timbang berkisar antara 800 sampai dengan 850 ton/hari,” ucap Kepala UPT TPA Cipayung Ardan, kepada berimbang.com, Rabu (29/4/2020) ketika di hubungi via WhatsApp.

Ardan mengatakan, Dalam rangka pencegahan covid19 seluruh area perkantoran di TPA di semprot dengan disinfectan dan menutup taman TPA dari kunjungan masyarakat sekitar TPA Cipayung, kegiatan ini bentuk upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Truk sampah yang masuk ke TPA berasal dari berbagai wilayah Kota Depok, sehingga rawan membawa virus Corona.

“Kami tidak ingin penyebaran virus Covid-19 masuk kesini, ini sampah kan berasal dari berbagai daerah termasuk dari wilayah zona merah,” katanya.

Selain disemprot cairan disinfektan, kata Ardan, truk sampah yang masuk ke wilayahnya juga harus menggunakan terpal.

“Truk sampah yang langgar SOP seperti tidak pakai terpal atau meneteskan air lendir ke jalan-jalan dipaksa harus dibersihkan dan dilarang buang ke TPA,” ujar Ardan.

Ia menuturkan kegiatannya ini telah dilakukan sejak di tetapkannya Surat Edaran Walikota Depok, Arahan Kepala Dinas DLHK Kota Depok dan penetapan PSBB oleh Pemerintah.

“Selain kegiatan itu, kami juga melakukan penyemprotan disinfektan ke semua ruang, sarana ibadah dan jalan raya yang ada disekitar TPA Cipayung,” pungkas Ardan. (adi).

Daerah

Abaikan Instruksi Presiden, SMS Finance Tarik Truk Leasing yang Sedang Bekerja

BERIMBANG.com Rupanya instruksi Persiden RI, Joko Widodo, dan Kapolri Idham Azis terkait pelarangan penagihan paksa terhadap kendaraan leasing oleh pihak lembaga keuangan tidak digubris sama sekali oleh perusahaan leasing SMS Finance yang berkantor di Jl. Imam Bonjol No. 180 CD, Semarang, Jawa Tengah.

Bahkan instruksi dari Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pun terkait hal yang sama hanya dianggap angin lalu oleh para oknum dari pihak SMS Finance itu.

Dari informasi lapangan diketahui bahwa para debt collector perusahaan leasing SMS Finance telah mengambil paksa sebuah unit mobil truk dengan cara menghentikan unit truk yang bermuatan pasir tersebut di jalan.

Mereka menghadang unit sasaran menggunakan mobil berwarna silver dengan beberapa orang di dalamnya. Ikut juga bersama mobil silver itu, beberapa motor yang turut menghentikan truk tersebut. Peristiwa ini terjadi pada jam 20: 00 WIB (jam 8 malam – red), Selasa, 21 April 2020.

Karena takut, supir dan istrinya menurut saja saat mereka diarahkan ke kantor yang katanya adalah cabang SMS Finance yang berada di Jogyakarta.

Saat dibawa ke kantor itu, sopir dan istrinya tidak begitu paham tujuan dan lokasinya karena kondisi malam hari. Pintu kantor itu sudah tutup dan tidak ada seorangpun di dalamnya.

Para oknum penarik unit truk itu hanya memberi tiga lembar surat yang isinya tentang BSTK saja, tanpa disertai surat putusan dari pengadilan. Hanya surat penarikan unit kendaraan saja.

Saat ditemui di kantornya, Lutfi, yang bertanggung jawab atas keluarnya BSTK (Berita Serah Terima Kendaraan) membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penarikan unit Toyota Dyna Nopol H 1805 AE di daerah Tempel, Sleman, Jogjakarta yang dikendarai Sarmadi (55), warga Kayon, RT 006 RW 001, Kelurahan Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Unit tersebut ditarik oleh sekelompok debt collector, mitra kerja PT. SMS Finance.

Saat ditanyakan siapa saja yang menarik kendaraan truk tersebut, Lutfi tidak mau menyebutkan siapa mereka yang bertindak melawan instruksi Presiden, Kapolri, OJK, dan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Di tempat terpisah saat supir, Sarmadi, yang ditemui awak media ini, mengatakan bahwa benar telah terjadi penarikan unit kendaraan yang digunakannya saat malam itu.

“Ya mas, saya dengan istri dicegat oleh orang yang tidak saya kenal di jalan Tempel, Sleman, Jogya.”

“Mereka menghadang truk saya yang malam itu sedang mengangkut pasir, dengan mobil mereka yang berwarna silver.”

“Karena sudah malam saya tidak tau persis nomor mobil mereka mas. Karna saya kaget dan takut mereka orang banyak mas. Mereka bilang kalau mobil saya terlambat (bayar),” tutur Sarmadi.

Sarmadi juga mengakui bahwa dia terlambat melakukan pembayaran cicilan unit kendaraan tersebut. “Memang saya mengakui bahwa mobil saya ada keterlambatan semenjak saya operasi mata 4 bulan yang lalu,”

“karena saya tidak boleh beraktivitas dahulu oleh dokternya mas,” imbuh Sarmadi.

Akibat operasi matanya itu, sambung Sarmadi, ia terkendala mencari penghasilan untuk membayarkan cicilan unitnya.

Namun, kata dia lagi, di hari naas penarikan kendaraan itu, sorenya ia bermaksud membayar cicilan.

“Hari itu, sudah mau bayar ke kantor tapi sudah kesorean mas. Ya, saya kemudian langsung ke lokasi mencari pasir karena ada orang yang pesen pasir sama saya mas. Malah dicegat di jalan.”

“Truk saya dibawa sama pasir-pasirnya. Dan, saya hanya diberikan duit 300 ribu buat ongkos pulang dengan istri saya mas. Karena sudah malam, saya dan istri saya terlunta-lunta di Jogja mas,” tambah Sarmadi lagi.

Dari pengakuan Sarmadi, yang mengandalkan kehidupannya dengan menjual jasa pengangkutan barang, angsuran atas unit truk yang masih harus dilunasi hanya 8 kali angsuran alias 8 bulan dari 36 kali angsuran.

Karena kendala keuangan akibat operasi kedua mata, kiri dan kanan secara bergantian, maka dirinya menunggak selama 4 bulan.

“Padahal angsuran saya tinggal 8 x mas, sebulannya Rp. 2.613.000,- (dua juta enam ratus tiga belas ribu rupiah). Sisa pokok semuanya sekitar 21 juta. Mau saya bayar, eh kok bisa menjadi 48 juta. Saya kaget mas, kok bisa banyak seperti itu. Saya sendiri tidak tau mas.”

“Karena saya orang desa gak ngerti kenapa bisa banyak seperti itu. Sampai saat ini pun istri saya sih trauma kalau ingat kejadian itu mas,” urai Sarmadi dengan nada sedih.

Mengacu pada putusan MK Nomor 18/PPU-XVII/2019 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, jelas bahwa PT. Sinar Mitra Sepadan Finance (SMS Finance) Cabang Semarang telah melakukan perbuatan melanggar hukum. Berdasarkan ketentuan yang ada,

yang berhak mengeksekusi barang jaminan (fidusia) kendaraan bermasalah adalah kepolisian atas keputusan pengadilan.

Untuk menindaklanjuti kasus ini, praktisi hukum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Dolfie Rompas, menyarankan kepada korban perampasan unit oleh pihak leasing agar melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

“Berdasarkan aturan dari MK dan Kapolri tersebut, jelas bahwa apa yang dilakukan pihak debt collector dari PT. Sinar Mitra Sepadan Finance tanpa didasarkan pada keputusan pengadilan,”

“jelas itu murni perbuatan pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana pada pasal 368 KUHP junto pasal 365 KUHP,” tegas Rompas.

Untuk itu, kata praktisi hukum senior PPWI itu, pihaknya menganjurkan agar korban membuat laporan polisi atas kejadian perampasan unit truk Toyota Dyna miliknya tersebut.

“Korban seharusnya melapor ke Polisi ya, laporkan oknum perusahaan leasing itu dengan dugaan perbuatan pidana perampasan, ancamannya 9 tahun itu,” pungkas Rompas.

(ADI/Red)

JakartaNasional

Kasus Corona di Indonesia Tuntas Juni 2020, Ini Hasil Riset Denny JA

BERIMBANG.com Juni 2020 Indonesia Kembali Normal?… Dengan mengolah data dunia yang ada, ditambah referensi riset lain, LSI Denny JA membuat tiga kesimpulan soal virus corona.

Di akhir kesimpulan, disertakan pula disclaimer yang menjadi basis kesimpulan itu.

Pertama, 99% kasus Virus Corona (Covid-19) selesai sebelum vaksin untuk virus itu ditemukan. Bulan Juli-September 2020 adalah rentang waktu dimana virus corona tak lagi menjadi masalah bagi dunia.

Di era itu, yang terpapar virus corona tentu tetap ada. Namun jumlah kasus baru terpapar grafiknya menurun signifikan. Puncak pandemik sudah dilewati.

Kedua, negara Indonesia termasuk negara menengah (Kategori B) dari sisi kecepatan menyelesaikan kasus Virus Corona untuk mencapai level 99 persen tuntas. Tercapainya level 99 persen itu untuk kasus Indonesia diperkirakan di bulan Juni 2020.

Tentu ini dengan asumsi aneka protokol kesehatan yang digariskan WHO dan Pemerintah RI dipatuhi. Antara lain social distancing, work from home, larangan mudik, dan sebagainya.

Ketiga, 100 persen Indonesia dan dunia bebas dari virus corona ketika vaksin atas virus itu ditemukan. Rentang waktu penemuan vaksin sekitar Mei-Juli 2021.

Ketika vaksin ditemukan, virus corona berubah efeknya hanya seperti penyakit biasa yang tak lagi mematikan.

Sumber Data dan Metodelogi

Berbeda dengan umumnya riset LSI Denny JA, riset ini bertujuan mengolah data sekunder. Ia bukan survei opini publik. Yang digali bukanlah persepsi publik atas virus corona.

Kali ini riset LSI Denny JA ingin membaca trend data dunia dan Indonesia atas kasus corona. Riset ini ingin menjawab apakah dan kapankah puncak pandemik terlampaui. Bisakah kita prediksi kapan pandemik berakhir.

Kesimpulan untuk pertanyaan itu diolah LSI Denny JA dari 3 sumber data dan informasi:
1. Worldometer data dunia virus corona
2. Singapore University of Technology and Design
3. Berbagai hasil riset lainnya

Latar Belakang

Ditemukannya vaksin kekebalan untuk Virus Corona adalah satu-satunya penjamin Virus Corona bisa ditangani. Ketika vaksin ditemukan, Virus Corona hanya menjadi flu biasa yang tak lagi mematikan.

Namun sebelum vaksin ditemukan berbagai protokol kesehatan diberlakukan di banyak negara. Antara lain menjaga jarak fisik (social distancing, physical distancing), lock-down wilayah dengan segala istilah yang berbeda, work from home, online learning, penggunaan masker, sesering mungkin mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, dan sebagainya.

Data dari worldometer menunjukkan, protokol kesehatan itu efektif bekerja untuk rata rata dunia. Sebelumnya, penambahan kasus baru yang terpapar grafiknya menanjak signifikan. Tapi sejak 1 April 2020, penambahan kasus baru terpapar mulai menunjukkan grafik yang landai.

Kesimpulan Riset

Riset ini menyertakan kasus empat negara: Jerman, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru. Terbaca di grafik itu, betapa kasus baru harian yang terpapar menurun secara signifikan. Pada empat negara itu, grafik menunjukkan puncak pandemik sudah terlampaui.

Singapore University of Technology and design mengembangkan model prediksi lebih jauh. Trend data dunia itu dibaca dengan menggunakan artificial inteligence. Dari berbagai negara dunia, model itu menyimpulkan 99 persen kasus dunia selesai di bulan Agustus 2020.

Memperkaya riset Singapore University dengan aneka prediksi yang dikembangkan banyak lembaga, LSI Denny JA lebih menyimpulkan rentang waktu Juli-September 2020 sebagai rentang waktu selesainya 99 persen kasus virus corona.

Kesimpulan ini katakanlah prediksi yang lebih aman karena menggunakan plus minus satu bulan sebagai margin of error dibandingkan yang dinyatakan Singapore University.

Berdasarkan data Singapore University pula, dalam menangani Virus Corona untuk mencapai tuntas 99 persen, LSI Denny JA membagi tiga kategori.

Kategori A (penanganan cepat), Kategori B (penanganan menengah), dan Kategori C (penanganan lambat). Disebut cepat jika 99 persen tuntas itu terjadi paling telat di akhir Mei 2020. Disebut sedang jika 99 persen tuntas di bulan Juni 2020. Disebut lambat jika 99 persen tuntas terjadi setelah bulan Juni 2020.

Indonesia termasuk negara kategori B: menangani Virus Corona dengan kecepatan menengah. Diprediksi di bulan Juni 2020, Virus Corona tak lagi menjadi isu besar. Kehidupan hampir normal kembali, walau social distancing tetap harus dijaga karena vaksin belum ditemukan.

Bersama Indonesia dalam kategori B (kecepatan menengah) adalah antara lain seperti Singapura, India, Kanada, Iran, dan Denmark.

Negara kategori A (penanganan cepat) antara lain China, Korea Selatan, Jerman, United Kingdom, Malaysia dan Amerika Serikat. Negara ini tergolong paling cepat di dunia, di luar China yang menuntaskan Virus Corona 99 persen.

Negara Kategori C (penanganan lambat) antara lain Columbia, Bahrain, Argentina, dan Qatar.

Kategori cepat lambat itu tak seluruhnya menggambarkan tingkat kemampuan negara menangani Virus Corona. Ia juga ditentukan oleh lebih awal atau lebih belakangan Virus Corona menyebar ke negara itu.

Yang dimaksud dengan 99 persen tuntas adalah situasi dimana penambahan kasus baru hari per hari menunjukkan grafik yang konsisten menurun. Tidak berarti tak ada lagi korban baru yang terpapar virus. Namun jumlahnya dilihat dari grafik sudah sangat menurun.

Klaim 100 persen Virus Corona dianggap tuntas hanya dilakukan ketika vaksin ditemukan.

University of Singapore memprediksi 100 persen tercapai di bulan Desember 2020. Hanya dua negara yang 100 persen tuntas di bulan Feb-April 2021. Namun prediksi itu dilakukan semata berdasarkan proyeksi data.

Berbeda dengan University of Singapore, LSI Denny JA mendasarkan 100 persen tuntas itu pada penemuan vaksin. Khusus 100 persen tuntas itu tidak dikembangkan dari model proyeksi data.

LSI Denny JA mengelaborasi banyak negara dan perusahan besar yang berlomba menemukan vaksin untuk Virus Corona. Diprediksi vaksin pertama yang bisa dipakai luas terjadi sekitar Mei- Juli 2021. Saat itulah 100 persen virus corona tidak menjadi masalah bagi manusia.

Disclaimer

Walau prediksi yang dibuat LSI Denny JA berdasarkan metode ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan, namun model itu dibangun dengan aneka asumsi. Dengan sendirinya jika asumsi itu dilanggar, prediksi tak terjadi.

Asumsi yang utama adalah protokol kesehatan yang ditetapkan WHO, aneka pemerintahan, termasuk pemerintah Indonesia, dipatuhi. Protokol kesehatan itu antara lain social distancing, physical distancing, menggunakan masker, mencuci tangan, dan lain sebagainya.

Asumsi lain, vaksin ditemukan pertengahan tahun depan jika kecepatan penelitian labolatorium sama seperti yang sekarang terjadi.

Tidak pula lahir mutasi baru Virus Corona yang kembali menyerang. Ini asumsi berikutnya.

Jika asumsi di atas terlanggar, dengan sendirinya aneka prediksi di atas tak berlaku. Pembaca diharap memberlakukan prediksi itu dengan hati-hati.

Penutup

Test bagi peradaban modern secara sempurna diuji oleh datangnya Virus Corona (Covid-19). Sangatlah nyata. Betapa kita sudah mampu terbang ke planet lain. Senjata nuklir kita bisa memusnahkan bumi berkali-kali. Artificial inteligence bisa mengalahkan otak manusia.

Namun ternyata peradaban kita tak siap dengan serangan virus yang sangat kecil.

Kita senang karena agaknya drama Virus Corona berakhir dengan happy ending. Kehidupan sosial banyak negara, termasuk Indonesia bisa normal kembali sebelum vaksin ditemukan.

Untuk Indonesia, seminggu-dua minggu setelah lebaran, jika protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dipatuhi, di bulan Juni 2020, kehidupan kembali hampir normal.

Saat itu pengusaha dan pekerja dapat kembali ke kantor. Politisi dapat kembali menggelar rapat. Rakyat dapat berkumpul di kafe. Dan para penyair dapat membacakan puisi di berbagai mimbar.

Tentu protokol kesehatan seperti social distancing, memakai masker, mencuci tangan tetap dipatuhi sebelum vaksin ditemukan.

Jakarta, 29 April 2020
LSI Denny JA

Bogor

Sidak Gudang Bulog, Bupati Bogor: Insyallah Mulai Besok Sudah Mulai Dikirim

BERIMBANG.com Demi menjaga kualitas beras yang sesuai untuk warga, Bupati Bogor, Ade Yasin, melakukan sidak ke gudang Bulog Sub Divisi Regional Dua Dramaga.

Ia ingin memastikan bahwa stok beras dengan kualitas yang sama bisa tersedia, dan bisa sampai kepada masyarakat.

“Hari ini kita cek beras Bulog. Karena kita juga pesan dari Bulog, ini karena lembaga pemerintah yang kita percaya untuk memberikan pelayanan dan kuwalitas.”

“Jadi, tadi kita sudah lihat standar seperti apa, yang kita lihat hari ini dan yang kita inginkan sampai ke masyarakat sama,” katanya Rabu (29/04/2020).

Ade menyebut, untuk harga beras yang diperoleh dari Bulog sebesar Rp10.543,- dan setiap satu keluarga miskin yang sudah terdata akan mendapatkan 30 KG beras.

“Jadi kami tidak memberikan uang tunai yang masyarakat butuhkan, kita kirim satu bulan 6.000 ton dikali tiga bulan. Dan ini saya pastikan sampai kepada masyarakat dengan dikawal oleh TNI dan Polri berikut armadanya,” sebutnya.

Dirinya memastikan, bahwa mulai besok Kamis (30/04) masyarakat Kabupaten Bogor akan mendapatkan beras dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Insyallah mulai besok sudah mulai dikirim. Saya mohon maaf tadinya ingin sebelum puasa dikirim. Tapi, banyak kendala dari birokrasi dan ketersediaan beras.”

“Apalagi, Pemprov Jabar juga sama di sini bulog Dramaga, ketersediaan beras juga maksimal besok sudah terkirim. Karena Kabupaten Bogor ini luas dan kita bertahap dulu iya untuk yang membutuhkan,” jelasnya.

Lanjut Ade, untuk data penerima yang sudah selesai di verifikasi akan dikirim, “Mana yang siap dan nanti di kirim, ada beberapa kecamatan yang sudah siap, sama juga dengan bantuan Pemerintah Pusat dan Pemprov,”

“Karena, kesulitan armada dan tenaga juga. Kita bertahap datanya sudah matang kita kirim,” Pungkas Ade Yasin. .

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Bupati Bogor Tinjau Posko Check Point di Cigombong

BERIMBANG.com Menjelang perpanjangan masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 14 hari kedepan, Bupati Bogor, Ade Yasin meninjau check point PSBB di perbatasan Kecamatan Cigombong dengan Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Jawa Barat.

“Ya, hari ini saya bersama Kapolres melakukan pengecekan posko Check Point di pintu keluar masuk tol Cigombong. Tujuannya untuk memastikan check point ini berjalan maksimal,” kata Ade Yasin.

Ade didampingi Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy saat melakukan pengecekan posko Check Point di pintu tol Cigombong, tepatnya di perbatasan antara Cigombong Bogor dan Cicurug Sukabumi. Rabu (29/04/2020).

Selain itu, sambung Ade, perpanjangan PSBB tersebut juga guna mengecek perputaran arus mudik. Dimana, warga yang akan mudik melalui jalur ini bakal diarahkan untuk berputar balik lagi.

“Kami akan suruh pulang lagi, sedangkan bagi yang bekerja setiap hari tetap dilakukan pemeriksaan, apakah memakai masker atau tidak, kemudian ada pembatasan bagi penumpang apa yidak juga,” ucapnya.

Ade menyebut, saat ini banyak penomena mudik dengan modus menggunakan kendaraan lain, salah satunya adalah melalui cara motor para pemudiknya diangkut dengan kendaraan truck. Cara ini dilakukan untuk mengelabui petugas.

“Jadi, mereka itu sengaja menaikan kendaraannya ke dalam kendaraan truck barang. Seolah nanti dianggap bahwa kendaraan itu merupakan barang bawaan truck.”

“Tapi bagaimanapun itu tetap bakal ketahuan, makanya saya ingatkan jangan coba-coba membongi petugas,” tegas Ade.

Ade Yasin Selaku Bupati menghimbau, masyarakat khususnya yang ingin melaksanakan mudik untuk membatalkannya. Mengingat, jika ini dilakukan maka akan ada sanksi yang bakal diterima mereka.

“Sanksinya kalau melanggar lalu lintas akan ditilang, kalau melanggar SOP seperti tidak memakai masker dan lainnya disuruh putar balik lagi dan tidak boleh lewat,”

“Masyarakat harus paham ini demi kebersamaan semuanya agar tetap sehat, intinya patuhi terhadap aturan yang sudah diterapkan dalam PSBB,” ujar Ade.

Sementara, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menyatakan selama PSBB dan larangan mudik diterapkan jumlah kendaraan yang diputar balikan sudah mencapai 340 kendaraan.

Jumlah tersebut didominasi oleh kendaraan yang akan melaksanakan mudik dengan memasuki wilayah Bogor maupun yang ingin keluar dari Bogor.

“Dari yang sudak kami cek untuk semua kendaraan itu, ternyata bukan kendaraan masyarakat lokal, tapi masyarakat yang ingin benar benar melaksanakan mudik,” pungkasnya.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)