Bulan: November 2016

Depok

Bukan Budaya Depok, Festival Perahu Naga Menuai Kritik Warga Depok

Kegiatan Festival Perahu Naga Di Situ Rawa Besar Lio ( Foto : Iik)
Kegiatan Festival Perahu Naga Di Situ Rawa Besar Lio ( Foto : Iik)

BERIMBANG.COM, Depok-Festival Perahu Naga di setu rawa besar Lio,  Kecamatan Beji menuai kritik dari kalangan masyarakat Depok, pasalnya acara tersebut bukan ciri khas kebudayaan Depok karena nama kegiatannya menampilkan budaya yang biasa di selenggarakan oleh Kota Tangerang dan juga merupakan kebudayaan etnis cina. Sabtu (19/11/2016)

Salah satu warga Kecamatan Beji menuturkan, Hamid (50), kebudayaan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Depok bukan asli kotanya sendiri, kebudayaan yang ditampilkan  dari luar kebudayaan Depok, Hamid juga menyampaikan sebagian warga Depok banyak yang memperbincangkan Festival Perahu Naga tersebut.

" Pemerintah Kota Depok malah aneh, yang seharusnya ditampilkan kebudayaannya sendiri, ini malah menampilkan kebudayaan dari luar, seharusnya lebih melestarikan kebudayaan Depok yang jelas- jelas ada sejarahnya untuk kemajuan Depok itu sendiri," ujar Hamid.

Terpisah, Warga Cimanggis, Buchori juga menyayangkan acara Festival Perahu Naga yang diselenggaran Pemerintah Kota Depok, yang seharusnya mengembangkan budayanya sendiri guna masyarakat Depok mengetahui budaya Depok asli dan memperkenalkannya kepada masyarakat.

" Kebudayaan Depok harus diperkenalkan dikalangan masyarakat apalagi penting sekali bagi para pelajar agar lebih kenal dengan sejarah," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Sariyo Sabeni mengatakan, kegiatan yang diberi nama Festival Perahu Naga adalah kegiatan Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Depok. Di dalam acara tersebut menampilkan lomba dayung, kesenian budaya Depok diantaranya tarian topeng cisalak dan yang lainnya, selain itu untuk lebih memperkenalkan Setu yang ada di Kota Depok supaya masyarakat lebih memperhatikan serta merawatnya khususnya warga sekitar setu.

" Acaranya lebih ke olah raga dayung serta kesenian Depok yang lebih ditonjolkan, daerah luar depokpun ikut meramaikan kegiatan ini seperti  Tangerang, DKI, Bandung, Bekasi dan Bogor," ujar Sariyo.

Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua DPRD Depok, Yetti Wulandari yang juga Pembina PODSI ( Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia ) Kepada wartawan berimbang.com, kegiatan tersebut merupakan bidang olahraga dayung dengan menampilkan peserta dari luar daerah Depok serta untuk memperkenalkan setu yang ada di Kota Depok dan juga untuk melestarikannya supaya setu lebih terawat dengan baik kedepannya. (Iik)

BogorJabodetabek

Desa Tanjung Sari Prioritaskan Prasarana Infrastruktur

img-20161118-wa0047

BERIMBANG.COM, Bogor- Pemerintah Desa Tanjung Sari Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor proritaskan prasarana infrastruktur seperti pembangunan jalan dan pelebaran jalan desa dan jalan lingkungan (jaling) program ini usulan  dari aspirasi masyarakat di setiap kali pertemuan sehingga terwujudnya pembangunan. 

Kepala Desa Tanjung Sari,  Suryadi kepada berimbang.com mengatakan, anggaran dana desa (DD) tahap pertama di alokasikan untuk pelebaran jalan di kampung pangkalan yang mencakup Rt/15/16/17 Rw/06 Desa Tanjung Sari Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor dengan volume pengerjaan panjang sekitar 1350 meter dan  luas 2,5 meter.

" Belum lama ini kami beres melanjutkan pembangunan jalan di Kampung pangkalan batu, yang menyambung antara Rw/03 dan Rw/04 dengan panjang 460 meter dan lebar 2,5 sampai 3 meter, Alhamdullilah sampai pembangunan ini beres kami pun di bantu oleh swadaya masyarakat dengan bergotongroyong, akhirnya kamipun bisa bernafas lega setelah menyelesaikan pembangunan jalan dan merealisasikan dana desa pada anggaran tahun 2016," jelasnya kepada berimbang.com belum lama ini. (Nana)

JabodetabekJakarta

Komnas HAM: Hindari Isu SARA dalam Pilkada DKI

556642_620

BERIMBANG.COM, Jakarta – Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Muhamad Imdadun Rahmat menilai penetapan tersangka terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai ujian dalam kematangan menjalankan hukum. Gubernur nonaktif Ahok ditetapkan menjadi tersangka Rabu siang atas dugaan penistaan agama.

"Kita semua berharap proses hukum bisa berlangsung independen, imparsial, dan harus otonomi. Artinya tidak ada intervensi dari penguasa," katanya kepada Tempo, usai mengikuti Hari Toleransi se-Dunia yang digelar oleh Wahid Foundation di Theater Terbuka Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta, pada Rabu malam 16 November 2016.

Imdadun mengatakan, kemungkinan penggunaan isu SARA dalam pilkada akan ramai dimainkan, semisal di media sosial. Isu SARA itu dimainkan untuk kepentingan pasangan calon. "Kemungkinan isu SARA terbuka sekali, di media sosial pun mulai nampak, orang-orang yang menggunakan isu-isu kebencian agama, kebencian ras untuk kepentingan calon yang didukung." 

Menurut Imdadun, kasus yang menimpa Ahok cukup rumit. Menjelang Pilkada isu intoleransi ikut terbawa. "Isu itu sangat sensitif," kata dia.

Yang terpenting, kata dia, keputusan tersebut transparan dan terbuka sehingga masyarakat juga bisa mengawasi bahwa kepolisian serius dengan keputusan tersebut. "Apapun yang menjadi keputusan, itulah yang seharusnya dihormati. Itu harapan kita  semoga tidak ada intervensi penguasa," ujar dia. 

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mengimbau masyarakat untuk menahan diri agar tidak menggunakan isu SARA dalam pentas politik yang tengah berlangsung.  "Karena, bagaiamana pun konflik di Indonesia banyak dipicu oleh isu SARA. Biasanya konflik sara kalau menjadi pemantik, masalahnya bisa panjang dan mematikan," kata Yenny. 

Menjelang Pilkada 2017 DKI Jakarta, kata Yenny, pemanfaatan isu SARA dalam kepentingan politik perlu dihentikan. Isu SARA yang marak tersebar di media sosial bisa berdampak negatif bagi bangsa yang menganut keberagaman.

"Kita berharap semua pihak menahan diri menggunakan isu tersebut dalam posisi politik mereka," ujar anak Presiden RI keempat itu.

Langkah penting untuk mengatasi sikap intoleransi itu adalah bersikap kritis terhadap informasi yang tersebar di media sosial. Isu intoleransi lebih mudah tersebar di media sosial, sehingga perlu cermat dalam mengantisipasi sikap intoleransi tersebut.

"Informasi itu harus dicermati, betul atau tidak. Jangan menelan mentah-mentah sehingga memicu sikap intoleransi," ujarnya. Pagelaran hari toleransi sedunia yang berlansung sejak Rabu siang bisa menjadi warna baru untuk mendukung sikap kebhinekaan tunggal ika.

Yenny menilai keputusan kepolisian terhadap Ahok sudah tepat. Apapun keputusan Pihak kepolisian, menurutnya itu sudah menjadi komitmennya untuk meyakini setiap keputusan ang dilakukan secara terbuka. "Sekarang keputusan hukum sudah berjalan, kita hormati keputusan itu," tutur dia.

Sumber : Tempo

 

Daerah

Malang Diguncang Gempa 6,2 Skala Richter

gempa-bumi-03jpg

BERIMBANG.COM, Malang – Gempa bumi 6,2 Skala Richter mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Rabu (16/11/2016) sekitar jam 22.10 WIB.

Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, lokasi gempa berada di 9.32 LS, 113.12 BT atau 123 kilometer tenggara Kabupaten Malang.

BMKG menyebutkan pusat gempa berada di kedalaman 69 kilometer.

Menurut informasi yang dihimpun Suara.com, guncangan gempa terasa sampai Bali, Wonogiri, Yogyakarta. 

Fenomena alam ini langsung heboh di media sosial. Netizens mendoakan agar gempa bumi tak memakan korban jiwa.(Abd)

Depok

Solar Isi Air Di SPBU Jalan Juanda Dilaporkan Ke Mapolres Depok

4-563x330

BERIMBANG.COM, Depok – Solar berisi air di SPBU Jalan Juanda, Sukmajaya Depok dilaporkan konsumen ke Mapolres Depok setelah mengetahui truck yang dikemudikannya mendadak mogok setelah mengisi bahan bakar.

Direktur LBH Senapati Donny Sudrajat, tindak lanjut laporan SPBU ke Mapolres Depok dikarenakan pihak SPBU lempar tanggung jawab kesalahan akibat kiriman dari truk tanki Pertamina bahwa solar tersebut mengandung air bukan berasal dari SPBU tetapi dari sumber pengiriman Pertamina Plumpang.

Karena itu dengan adanya saling lempar tanggung jawab dari pengelola SPBU ke Pertamina ia melaporkan dengan tuduhan bahwa SPBU tersebut menyalahi Undang – Undang Pelayanan Konsumen (UUPK) no 8 tahun 1999 pasal 6 terkait hak dan kewajiban pelaku usaha (dengan ancaman ganti rugi 2 milyar minimal lima ratus juta rupiah) yang menyebabkan kerugian kliennya akibat solar yang bercampur kandungan air sehingga menimbulkan mobil bus mogok dan tidak dapat disewakan.

“Persoalannya adalah solar yang mengandung air berasal dari SPBU dijalan Juanda, kalaupun pihak pengelolanya membantah kesalahan dari kiriman Pertamina tetap harus diusut pihak kepolisian sampai tuntas karena ini mengakibatkan kerugian para pengguna solar,”terang Donny usai mendampingi kliennya melaporkan kasus tersebut diMapolres Depok Sabtu (12/11).

“Ini baru satu kejadian yang terungkap solar bercampur air disalah satu SPBU dan itu harus menjadi perhatian bagi pemilik mobil yang menggunakan solar, dan kalau mengalami hal yang sama cepat dilaporkan kepada pihak Kepolisian baik sendiri ataupun didampingi pengacara,”himbau Donny.

Sementara itu barang bukti berupa solar bercampur air telah diambil oleh tim Reserse kriminal khusus dari truk tanki Pertamina dan dari tanki sumur penyimpanan SPBU sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.(Iik)

Artikel

Hidup Sehat Pasca Berhenti Merokok

431833_620

BERIMBANG.COM – Apakah Anda seseorang yang baru berhenti merokok? Jika ya, tetaplah bersemangat melanjutkan usaha ini. Seperti kita ketahui, merokok merupakan kebiasaan yang sangat tidak sehat. Rokok mengandung nikotin, yang bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.

Ketika seseorang merokok, paru-parunya akan dipenuhi dengan tar nikotin dan asap. Selain itu, juga rentan menderita sejumlah penyakit, seperti gangguan pernafasan, penyakit paru-paru, kanker paru-paru, sariawan, gangguan pencernaan, disfungsi ereksi, infertilitas, depresi dan banyak lagi.

Bagi Anda yang baru berhenti merokok, yuk, sukseskan niat Anda dengan mengikuti tip berikut:

Tip #1
Saat berhenti merokok, pastinya akan muncul godaan dan keinginan untuk merokok lagi. Penting bagi Anda untuk menguatkan niat berhenti merokok. Setiap kali godaan itu datang, lekas alihkan dengan kegiatan lain, misalnya dengan berolahraga atau mengkonsumsi makanan-minuman sehat.

Tip #2
Orang yang berhenti merokok cenderung mengalami stres dan kecemasan. Jadi, pastikan diri Anda tetap tenang dan sebisa mungkin hindari situasi yang bisa memicu stres untuk sementara waktu..

Tip #3
Berolahraga secara rutin setiap hari dapat memperkuat sistem pernapasan Anda yang telah melemah akibat merokok.

Tip #4
Pastikan Anda mengkonsumsi banyak buah dan sayuran, karena banyak mengandung serat dan antioksidan yang dapat membuang tar dan racun dari dalam tubuh Anda.

Tip #5
Jika Anda ingin menghindari penyakit setelah Anda berhenti merokok, kunjungi dokter untuk pemeriksaan kesehatan secara teratur, setidaknya untuk beberapa bulan.

Tip #6
Berlatih meditasi dan teknik pernafasan dapat membantu memperkuat sistem pernapasan, sehingga Anda dapat mencegah sejumlah penyakit pernapasan, terutama akibat merokok.

Tip #7
Pastikan Anda mendapatkan banyak udara segar, bisa dengan berjalan-jalan dan tinggal di tempat yang berventilasi baik. Kondisi paru-paru Anda yang lemah akibat rokok akan membutuhkan banyak udara segar untuk proses penyembuhannya.*

JabodetabekJakarta

Sebagai Wadah Aspirasi Perempuan, PPLIPI Resmi Dilantik

photo_20161109_114327

BERIMBANG.COM, Jakarta – Organisasi kaum perempuan yang mengatasnamakan PPLIPI adakan pelantikan masa bakti periode 2016 – 2021 yang dimotori Indah Suryadharma Ali selaku Ketua Umum Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) dengan mengusung Bangkit Perempuan Indonesia menggelar pelatikan di K- link Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Rabu (9/11).

Dalam sambutannya Indah Suryadharma Ali Ketua Umum PPLIPI mengatakan,bahwa organisasi PPLIPI sebagai wadah bagi para perempuan untuk menyumbangkan aspirasi kaum perempuan serta tenaga,pikiran dan materi dalam rangka mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia melalui peberdayaan dibidang politik,ekonomi,sosial dan kesehatan.

“Tugas strategis kaum perempuan dalam kancah nasional dan internasional sangat dibutuhkan dimasa yang akan datang,karena itu PPLIPI sebagai wadah organisasi sosial kemasyarakatan turut serta menyalurkan hak – hak dan kewajiban kaum perempuan secara kreatif dan mandiri dalam konteks membangun bangsa Indonesia agar menjadi lebih kuat.

Kedepannya Indah berharap solidaritas dan soliditas sesama kaum perempuan dapat terwujud didalam wadah PPLIPI yang akan memperjuangkan aspirasi perempuan dalam lintas profesi,”harap Ketua Umum PPLIPI.

Sementara itu hadir perwakilan Kementrian sosial,Kementrian Industri dan Perdagangan,serta melibatkan artis Elma Teana dan Angel Olga didalam kepengurusan PPLIPI.(Iik)

BogorJabodetabek

Penegakan Perda Di Kecamatan Gunung Putri

berimbang-foto1

BERIMBANG.COM, Gunung Putri – Penegakan Peraturan  Daerah ( PERDA ) Nomor 4 Tahun 2015 tentang  Ketertiban umum di wilayah Kabupaten Bogor terus dilakukan oleh satuan Polisi Pamong Praja (Satpol pp ) khususnya di Kecamatan Gunung putri yang dilakukan secara terus menurus sehingga terciptanya kondisi yang tertib dan aman.

Satuan Polisi Pamong Praja ( satpol pp ) Kecamatan Gunung putri dalam ini telah melakukan penertiban salah satunya adalah menurunkan berbagai spanduk dan umbul-umbul liar sesuai dengan kewenangan yang diberikan kepada Camat. Meski demikan, Perda Nomor 4 tahun 2015 terus di sosialisasikan pelanggaran – pelanggaran lainnya terus diawasi dan dipantau. Hal ini diungkapkan oleh Budi Lukmanul Hakim Camat Gunung Putri, itupun bukan hanya umbul-umbul dan spanduk termasuk juga Penertiban bangunan liar, perizin usaha, izin mendirikan bangunan, penertibant empat usaha, penertiban Menara Telekomunikasi dan tak luput juga tertib administrasi kependudukan serta kegiatan lainnya yang dianggap meresahkan masyarakat ujarnya.

81d7a9f6-6513-449c-adb0-2803702576af

Kegiatan – kegiatan yang bersifat lintas sektoral dalam mewujudkan ketertiban umum dilakukan bersama – sama unsure Muspika, seperti halnya penghentian kegiatan Galian Tanah merah yang tersebar di 3 ( Tiga ) Desa, yakni Desa Cicadas, Cikeas Udik dan Tlajung Udik.

Camat Gunung putri telah melakukan penutupan terhadap kegiatan tersebut sebagaimana tertuang dalam surat Nomor 300/356 – Kec, tanggal 06 September 2016. Hal ini dilakukan karena tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda ) Kabupaten Bogor tentang Ketertiban Umum, serta didukung dengan laporan masyarakat banyaknya terjadi kecelakaan, polusi udara dan perusakan lingkungan. Selanjutnya kegiatan lintas sektoral lainnya adalah Operasi Yustisi yang digelar oleh Polsek Gunungputri, dengan metode pendataan rumah –rumah Kost hal ini dilakukan agar mempersempit ruang gerak pelaku tindak kejahatan, penyebaran Narkobadan Terorisme.

Kegiatan lainnya adalah pelaksanaan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Desa Wanaherang yang dilaksanakan oleh Anggota Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol pp ) dan dipantau langsung oleh Kanit Pol pp Kecamatan Gunung putri pada tanggal 20 – 21 Oktober 2016, sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut telah dilayangkan surat edaran dari Pemerintah Kecamatan Gunungputri kepada para pedagang kaki lima ( PKL ) sebagai upaya agar pedagang kaki lima tidak akan beralasan bahwa tidak ada pemberitahuan sebelumnya dan hal ini sesuai dengan standar operasional penertiban.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Wanaherang H. Agus Suherman SE, MM bahwa kegiatan tersebut agar terciptanya Desa Wanaherang Bebas dari Pedagang Kaki lima. Kegiatan penertiban Pedagang Kaki Lima dilanjutkan ke Desa Tlajung Udik Tepatnya disepanjang jalan Perumahan Griya Bukit Jaya pada tanggal 29 Oktober 2016 dengan melibatkan Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten Bogor, yang dibantu unsur kewilayahan Kecamatan Gunungputri.

Penertiban Pedagang Kaki Lima di Desa Tlajung Udik dalam pelaksanaannya berjalan dengan baik dan damai walaupun ada penolakan dari sekelompok orang/preman yang selama ini mengkoordinir para pedagang kaki lima. Kondisi tertib dan damai ini tercipta karena terlebih dahulu Pemerintah Gunungputri melakukan dialog sebelum dilakukan penertiban, yaitu dialog dengan Perwakilan Pemerintah DesaTlajung Udik, Desa Bojong Nangka,Bumdes Desa Tlajung Udik, Perwakilan Forum Pengurus RW GriyaBukit Jaya yang dihadiri oleh Kapolsek Gunungputri, Danramil Gunungputri yang dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2016.

Setelah rapat usai, sekelompok orang/preman yang selama ini mengkoordinir para PKL meminta tenggang waktu penertiban kepada Camat, akan tetapi Pemerintah Kecamatan Gunungputri tidak dapat memenuhi permintaan tersebut dikarenakan keputusan penertiban PKL merupakan kewenangan Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten Bogor dan juga para PKL telah cukup diberikan tenggang waktu yaitu terhitung mulai tanggal surat edaran pembongkaran diberikan kepada para Pedagang Kaki lima yakni 2 ( dua ) minggu sebelumnya, hal ini disampaikan oleh Sekcam Gunungputri Yudi Nurzaman, SH.MM. Kami telah layangkan surat pemberitahuan2 (dua) minggu sebelumya hal ini disampaikan oleh Sekcam Gunungputri Yudi Nurzaman, SH.MM.

Kami telah layangkan surat pemberitahuan2 (dua) minggu sebelum pelaksanaan eksekusi penertiban ini, dan penertiban PKL ini merupakan penertiban tahap yang kedua, intinya bahwa para Pedagang Kaki Lima agar membongkar bangunan dan membereskan barang dagangannya sendiri, agar memperingan resiko kerusakan bangunan dan barang miliknya, akan tetapi hal initidak diindahkan oleh sebagian para PKL.   

Hal ini senada diungkapkanoleh Kanit Satpol PP Kecamatan Gunungputri, Siti Nurhaida.SE, Kami melaksanakan pembongkaran sesuai dengan surat perintah dari Kabupaten Bogor tapi kami laksanakan juga sosialisasi dengan cara penyampaian surat pemberiahuan kepada PKL agar kami tidak disalahkan dan dianggap kejam kepada masyarakat kecil, yang saat diwawancarai didampingi oleh Kabid Satpol PP Kabupaten Bogor.

Penertiban PKL di Griya Bukit Jaya melibatkan 100 Anggota Satpol PP Kabupaten Bogor, 50 Anggota Kepolisian Sektor Gunungputri, 10 Anggota Koramil Gunungputri serta 20 Anggota Linmas dari setiap Desa, petugas PLN wilayah Cibinong, Unsur Dinas Pertamanan. (Rully)

 

 

 

 

 

 

 

Depok

DPP PPLIPI Adakan Penyuluhan Bahaya Rokok Dan Narkoba

img-20161107-wa0151

BERIMBANG.COM, Depok – DPP Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) bekerjasama dengan pihak BNNK Depok, pihak SMAN 3 Depok dan majalah Multi News mengadakan acara Penyuluhan Kesehatan tentang bahaya Rokok dan narkoba dengan tema “Jadilah Generasi Anti Rokok dan Anti Narkoba” bertempat di ruang aula Serba Guna SMAN 3 Kota Depok. Senin (7/11/2016).

PPLIPI fokus mengadakan penyuluhan kesehatan mengenai bahaya rokok dan narkoba di lingkungan sekolah, karena PPLIPI sangat peduli dengan perkembangan dan kemajuan masa depan generasi muda penerus bangsa, agar dapat melanjutkan estafet kepemimpinan NKRI dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Dan berupaya membantu Pemerintah Republik Indonesia untuk menurunkan tingkat ketergantungan generasi muda Indonesia terhadap konsumsi rokok dan memberantas peredaran narkoba.    

PPLIPI (Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia) merupakan sebuah organisasi sosial kemasyarakatan, dengan Ketua Umum ibu Indah Suryadharma Ali dan Sekretaris Jenderal ibu Maya Miranda Ambarsari yang merupakan tokoh wanita NKRI yang aktif di bidang politik, sosial dan ekonomi. PPLIPI dibentuk sebagai wadah bagi para perempuan untuk menyumbangkan tenaga, pikiran maupun materi dalam rangka mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia melalui upaya pemberdayaan perempuan di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan kesehatan, baik secara nasional maupun global.

PPLIPI berharap dengan diadakannya acara penyuluhan ini, para siswa didik mendapat informasi yang akurat  dari pihak BNNK Depok, sebagai badan yang ditunjuk Pemerintah untuk mengatasi bahaya narkoba di masyarakat, mengenai seluk beluk bahaya narkoba dan rokok . Dan diharapkan para siswa didik dapat segera membentengi diri sedini mungkin dari bahaya laten penyebaran narkoba. (*)

Sejarah

Silsilah Penemu Dan Penerus Kesenian Gong Sibolong Asal Tanah Baru Depok

Buang Jayadi memperlihatkan kesenian Gong Sibolong dan Bende ( Foto : Juli Efendi)
Buang Jayadi memperlihatkan kesenian Gong Sibolong dan Bende ( Foto : Juli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Kesenian asli Kota Depok Gong Sibolong mulai tergerus oleh zaman, seni modern mulai bermunculan dengan menampilkan alat – alat modern yang sangat digemari oleh para pemuda dan orang tua.

Menurut analisis sejarah kebudayaan peninggalan kerajaan dimasa lalu, bila diamati dan dikaji bahwa Gong Sibolong adalah lambang yoni (perempuan) bermakna secara garis herizontal merupakan tatanan hubungan antar manusia.

Buang Jayadi (71), penerus kesenian Gong Sibolong mengatakan, misteri dari Gong Sibolong yang sampai saat ini belum bisa terpecahkan lewat akal sehat adalah suaranya yang sangat keras dan merdu bila dimainkan dijaman dahulu.

" Tentunya di zaman dahulu belum ada yang namanya sound system bervoltase besar. Inilah salah satu keanehan Gong Sibolong," ujar Buang ketika ditemui di sanggarnya diwilayah Tanah Baru belum lama ini.

Masih menurut Buang, Gong Sibolong awalnya ditemukan oleh Pak Damung ( asal Ciganjur, Jakarta Selatan )  dengan seperangkat lainnya yang sudah siap pakai kurang lebih 1750 M pada areal tanah tegalan bersemak, tidak jauh dari curugan (air terjun kecil) dikampung curug. 

Pak Damong awalnya sedang melintas di wilayah Kampung Curug lalu terdengar suara gamelan ketika asal suara itu dicari, tidak ada suara gamelan yang dimainkan oleh sekelompok orang, setelah suara itu sudah berhenti, Pak Damong menemukan seperangkat alat gamelan bersama gong tersebut di Curug tetapi Pak Damung hanya membawa Gong, Bende dan Gendang bersama dengan temannya.

Sekian lama Gong Sibolong tersimpan dirumah Pak Damong, sekian lama juga ia tidak pergunakan karena Pak Damong tidak berbakat dalam seni gamelan. Sejalan dengan waktu Gong Sibolong diserahkan kepada Pak Sanim saudara dan kerabatnya yang tinggal di kampung Curug, kampung dimana Gong Sibolong ditemukan. Ditangan Pak Sanim Gong Sibolong bernasib sama lalu diserahkan kepada keluarga Pak Galung.

Ditangan Pak Galung, kesenian Gong Sibolong akhirnya mencapai kemajuan, termasyur kemana – mana, membawakan irama musik ajeng, irama gamelan yang mirip dengan permainan gamelan bali. Daerah yang pernah mengadakan pertunjukan Gong Sibolong adalah Cimanggis, Cibubur, Bojong Sari dan sampai jauh ke wilayah lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Setelah Pak Galung memasuki usia sepuh, kepemimpinan Gong Sibolong dipercayakan kepada putra tertuanya bernama Pak Saning kurang lebih tahun 1942 kemudian dipercayakan kepada  Ibu Asem.

Generasi ke 4 pewaris kepemimpinan kesenian Gong Sibolong adalah Pak Naman Eyot lalu diserahkan lagi ke sepupunya Pak Bagol dan sampai kepengurusan yang sekarang masih hidup adalah Pak Buang Jayadi, grup kesenian yang dipimpinnya terus mengalami kejayaan.

Lanjut Buang, akhir perjalanan Gong Sibolong pada tanggal 29 September 1979, Gong yang setiap saat digantung setelah mengikuti pertunjukan ( sudah jarang digunakan) tiba – tiba jatuh, bagian bawahnya pecah. Ini terjadi dirumah Pak Bahrudin yang berlokasi di Jalan Jerah, Tanah Baru RT 01/ RW 06 Kecamatan Beji. 

" Mungkin saja Gong Sibolongnya yang sudah ditinggalkan aura mistisnya. Hanya Allah yang tahu dengan pasti segala rahasia ciptaan-Nya," ucap Buang. (Iik)