Bulan: Desember 2015

Daerah

Kasus Perzinahan Dokter Muda Belum Dieksekusi Kejari

bdcfa969112d2719026cd4fa8b23672af

BERIMBANG.COM, Depok – Terpidana kasus perzinaan dan pemalsuan dokumen pernikahan, dokter Dwi Prasetyo Okta Agung Wicaksono, hingga sekarang ditengarai kuat belum dimasukkan Lapas Jombang.

Padahal, dokter muda, bersama selingkuhannya, Lely Novitasary, sudah divonis dengan pidana penjara masing 3,5 bulan dan 1,5 bulan pada sidang putusan di PN Jombang, Selasa 8 Desember lalu.

Menurut salah satu sumber terpercaya di kalangan penegak hukum Jombang, pasca putusan PN, dr Dwi Prasetyo belum dieksekusi oleh pihak Kejaksaan Negeri Jombang (Kejari).

Memang dalam sidang putusan tersebut, sambung sumber itu, kedua orang yang saat itu berstatus terdakwa, menyatakan pikir-pikir untuk menyatakan banding atau tidak.

 “Tapi setelah seminggu berlalu, keduanya tidak melakukan banding. Dengan demikian seharusnya, keduanya langsung dieksekusi dengan memasukkan ke Lapas Jombang,” cetus sumber yang menolak disebut nama itu, Rabu (30/12/2015) sore.

 Kalapas Jombang Nurhadi membenarkan hingga kini penyerahan terpidana atas nama dr Dwi Prasetyo Okta Agung Wicaksono dan Lely Novitasari. ”Namun boleh jadi sudah dieksekusi, tapi statusnya menjadi tahanan rumah atau tahanan kota,” ujar Nurhadi.

Data di Bagian Kasasi dan Banding PN Jombang menyebutkan, kedua terpidana tidak melakukan banding atas putusan yang diterimanya. ”Setelah putusan hakim kedua terpidana tidak mengajukan banding. Artinya mereka sudah menerima putusan itu,” ujar Agi, staf PN Jombang.

Kasi Pidum Kejari Jombang Nurmahdi belum mau ditemui, meski telah ditunggu beberapa awak media di ruang lobi Kejaksaan Negeri. ”Sepertinya Pak Nur masih banyak pekerjaan, belum bisa ditemui,” ujar salah satu staf kejaksaan.

Diberitakan, dr Dwi Prasetyo Agung Wicaksono warga asli Blitar yang pernah tinggal di Dusun Patuk, Desa/Kecamatan Ngoro, Jombang, terdakwa kasus perzinaan dan pemalsuan dokumen pernikahan, divonis 3,5 bulan. Sedangkan Lely Naryani Novitasary divonis 1,5 bulan 15 hari.

Tribunews

Depok

Status Jalan Punak Cinere Dipertanyakan

Betonisasi jalan punak yang digagalkan warga.   (Ist)
Betonisasi jalan punak yang digagalkan warga. (Ist)

BERIMBANG COM, Depok – Status Jalan Punak, Pangkalan Jati, Cinere Kota Depok di pertanyakan oleh warga Komplek AL, pasalnya Jalan Punak masih dalam status Barang Milik Negara (BMN) yaitu milik TNI AL dan TNI AL belum pernah menyerahkan aset ke Pemerintah Kota Depok.

Warga Komplek TNI AL menilai Pemkot Depok tidak pernah mengembangkan akses jalan dari Depok terutama dari kawasan Cinere menuju DKI Jakarta sehingga menimbulkan beban jalan lingkungan yang melampaui kapasitasnya akibat bangkitan lalu lintas dari permukiman di sebelah selatan sehingga merugikan lingkungan kami yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta.

” Dimalam hari pun kendaraan berat melintasi jalan lingkungan kami yang kelas jalannya hanya kelas IIIa sehingga membuat warga keberatan dan mempertanyakan Ijin Amdal dalam pembangunan yang memerlukan alat berat melintasi wilayah ini,” Ujar Ketua RT 03/04 Komplek TNI AL, Bambang dibilangan Cinere belum lama ini kepada berimbang.com.

Terpisah, salah satu warga, Elnard Peter mengatakan, Jalan Punak tidak sesuai dengan peruntukannya sehingga jalan yang seharusnya jalan lingkungan di pergunakan untuk jalan akses yang menghubungkan kedua propinsi ditambah fasilitasnya tidak diperhatikan, sehingga menurut Peter sangat merugikan warga sekitar.

” Carut marut ketentraman kehidupan warga disini merupakan rapor merah Pemkot Depok bersama DPRD Depok selama ini tidak menguntungkan warga malah sebaliknya merugikan moril dan materiil karena menjalankan pembangunan yang melawan hukum khususnya dalam pengawasan dan pengendalian permukiman baru,” ujar Peter.

” Krisis ekonomi yang diperburuk hasil Pilkada Kota Depok kemarin telah menjadi catatan warga, bahwa partisipasi masyarakat Depok yang hanya 56% tentu akan berimplikasi dalam kehidupan bermasyarakat di Depok sebagai pertimbangan dalam evaluasi penggunaan jalan lingkungan untuk kepentingan umum di kemudian hari,” ucap Peter dengan nada keras.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Lingkungan di Dinas Bimasda Agus Sopian ketika di konfirmasi berimbang.com mengatakan, status Jalan Punak Cinere bukan lagi termasuk jalan lingkungan melainkan jalan besar.

” Kewenangan Jalan Punak, Cinere bukan dikami melainkan di Kabid Jalan dan Jembatan,” ucap Agus.

Hal senada dikatakan Kepala Bidang Jalan dan Jembatan (Jajem) di Dinas Bimasda, Hardiman bahwa status Jalan Punak merupakan Jalan Propinsi yang menghubungkan Propinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Hardiman juga mengatakan bahwa status jalan tersebut sudah menjadi aset Pemerintah Kota Depok sehingga Pemkot Depok berhak memperbaiki jalan tersebut.

 Disamping itu, Hardiman menyesalkan proyek peningkatan jalan punak yang rencananya akan dilaksanakan di tahun 2015 dengan mengggunakan anggaran dana Propinsi Jawa Barat tetapi gagal dilaksanakan disebabkan sebagian warga menolak betonisasi jalan karena menurut Hardiman, penolakan warga dikarenakan Jalan Punak tidak mempunya Amdal.

” Pemenang lelang sudah diumumkan karena dengan adanya penolakan warga dan warga juga menghalang-halangi pekerjaan akhirnya kontraktor mundur dan tidak melaksanakan pekerjaannya, kontraktorpun merugi,” Ujar Hardiman. (Yuli Efendi)

Nasional

PPATK Mengendus 59 Kepala Daerah Melakukan Transaksi Mencurigakan

b24bb0e890678d3c9882a772c391aaf3f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Sepanjang tahun 2015, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus 59 kepala daerah yang melakukan transaksi keuangan mencurigakan.

Kepala PPATK, Muhammad Jusuf menyebut hal itu sudah dilaporkan ke penegak hukum.

Ia mengatakan belum semua laporan dari PPATK ke penegak hukum yang ditindaklanjuti.

M Jusuf memaklumi hal tersebut, karena memang tidak mudah membuktikan adanya kejahatan korupsi.

“Bukan ditindaklanjuti, tapi terbentur dengan bukti,” ujarnya di kantor PPATK, Jakarta Pusat, Senin(28/12/2015).

Saat ditanya apakah kepala daerah yang transaksinya ditelusuri PPATK itu ada yang kembali terpilih pada pemilihan kepala daerah serentak kemarin, Muhammad Jusuf tidak mau menjelaskan.

Ia kembali mengingatkan, bahwa belum tentu transaksi mencurigakan itu adalah bukti kejahatan.

“Yang kita kirim itu mencurigakan, belum tentu pidana. Ada yang kita temukan orang yang masuk LHA (Laporan Hasil Analisis), tapi terpilih,” jelasnya.

M Jusuf mengakui dirinya pun kecewa bila ada pejabat yang terendus melakukan transakai mencurigakan, namun tidak bisa ditindak lanjuti kasusnya.

Ia berharap, ke depannya walaupun kasusnya tidak jalan, sang pejabat bisa dimintai pajak lebih.

“Tapi kalau lama kan kadalurasa. Kita cari yang paling mungkin dulu lah, pajaknya,” ujar M Jusuf.

Hal itu kata dia tidak hanya bisa diterapkan pada perorangan. Perusahaan yang diduga menyembunyikan kekayaannya, dapat ditarik pajak yang lebih mahal sesuai seluruh kekayaannya baik yang disembunyikan maupun yang tidak sebelum kejahatannya terbukti.

Tribunews

Artikel

Mengelola Macet Di Musim Libur

Penulis : Elnard Peter

619746_06173505022015_macet_2619746_06173505022015_macet_2

BERIMBANG.COM – Mencegah kemacetan ekstrim di Pulau Jawa pihak KEMHUB RI dapat mempertimbangkan pengembangan teknologi informasi berbasis aplikasi dalam mengelola penggunaan jalan raya & tol dan dapat menekan jumlah kecelakaan seperti pada awal libur panjang akhir tahun 2015.

Setiap ruas jalan memiliki kapasitas tampung sehingga perlu penataan bersama yang melibatkan langsung para “calon pengguna jalan” dengan merincikan rencana destinasi dan rute pilihan melalui aplikasi tersebut sebelum libur panjang tiba.

Kesediaan calon pengguna jalan baik tol maupun non-tol dalam merencanakan perjalanannya di musim libur melalui aplikasi online akan sangat membantu pemanfaatan jalan karena ada rujukan bagi pihak yang berwenang guna mengendalikan kemacetan ekstrim termasuk ekses lingkungan yang ditimbulkan.

Manfaat utamanya tentu ketersediaan waktu yang cukup bagi pihak otoritas jalan berkoordinasi vertikal ke Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan personil dan rencana rekayasa lalu lintas yang mungkin akan diperlukan. Demikian halnya manfaat tersebut dapat diakses oleh pihak berwenang lain seperti operator tol, kepolisian bahkan pelaksana emergensi di jalan dalam melaksanakan tugasnya.

Apabila terdapat adanya tendensi lonjakan trafik bahkan berpotensi kemacetan ekstrim, maka para calon pengguna jalan pun dapat mengevaluasi lagi rute ataupun waktu bepergiannya bahkan masih ada kesempatan untuk beralih moda transportasi lain.

Proyeksi lalu lintas pada musim libur dapat juga digunakan dalam penyediaan BBM oleh operator SPBU, kesiapan operator rest area, kesiapan, pelaku usaha objek kunjungan ataupun kesiapan masyarakat yang ruas jalan sekitarnya akan mengalami peningkatan trafik ekstrim.

Pemantauan jalan langsung melalui CCTV yang bisa diakses oleh calon ataupun pengguna jalan memang sebagian sudah terpenuhi, demikian pula aplikasi peta online yang memuat kondisi trafik, namun pengelolaan yang lebih sistematis namun sederhana dengan mengedepankan aspek proaktif yang melibatkan calon pengguna jalan sudah menjadi kebutuhan dalam mengendalikan kemacetan ekstrim dan dampaknya di waktu tertentu.

Dengan adanya partisipasi calon pengguna jalan pihak otoritas jalan bisa menata penggunaan jalan nasional, provinsial dan lokal dengan kualitas keamanan, keselamatan dan kenyamanan yang optimal di Pulau Jawa.

Internasional

Lembaga Amal Bagikan Ganja Gratis Di Hari Natal

5a45acf94028b50c33d77be584b85e6df

BERIMBANG.COM, Denver – Banyak orang merayakan Natal dengan kegiatan yang positif seperti memberikan sumbangan atau bantuan kepada orang-orang yang kurang beruntung. Hal itu juga yang dilakukan oleh sebuah lembaga amal di Amerika Serikat (AS).

Hanya saja bantuan yang diberikan lembaga amal bernama Cannabis Can itu berbeda dengan yang biasa kita lihat. Alih-alih mendapat bantuan makanan, para gelandangan di Kota Denver, Colorado, AS mendapat jatah lintingan ganja gratis.

“Cannabis (ganja) bisa memberikan perubahan, itulah yang kami perjuangkan,” kata pendiri organisasi non profit tersebut, Nick Dicenzo, sebagaimana dilansir Russia Today, Minggu (27/12/2015).

Aksi tersebut merupakan sebuah upaya untuk mendekati komunitas gelandangan di Colorado dengan cara yang unik pada Natal kali ini. Sekelompok sukarelawan dari Cannabis Can turun ke jalan dan membagikan sekira 1.000 linting.

Menurut Nick, acara amal itu merupakan bagian dari kampanye “Restroom and Groom” (toilet dan perawatan) yang mereka lakukan. Tujuan kampanye tersebut adalah mengumpulkan cukup dana untuk menyediakan akses toilet, kamar mandi, dan cukur rambut bagi para gelandangan.

“Banyak orang yang kami ajak bicara berkata ‘jika saya memiliki akses untuk mandi, dan cukur rambut, hidup saya akan jauh lebih baik. Saya akan mendapatkan kesempatan yang lebih banyak,’” ujarnya.

Colorado merupakan salah satu negara bagian di AS yang telah melegalkan ganja bagi warganya yang telah cukup umur. Sejak disahkannya sebuah amandemen pada November 2012, semua warga berusia lebih dari 21 tahun diperbolehkan menghisap ganja untuk rekreasi.

Daerah

Perahu Dihantam Ombak, Yoga Tewas Di Laut Pantai Ujung Genteng

7f887d458617ba6e0294c5edc444c86cf

BERIMBANG.COM, Depok  –  Ganasnya ombak pantai selatan Jawa Barat tak hanya menghilangkan Aldi Pratama (17), santri pondok pesantren (pompes) di Cikeas.

Seperti diketahui, Aldi hanyut terseret ombak Pantai Kebon Kalapa Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/12/2015) sekitar pukul 06.30 WIB.

Masih pantai di wilayah Kabupaten Sukabumi, seorang nelayan, Yoga (45) mengalami kecelakaan ketika melaut dengan seorang temannya di laut Pantai Ujunggenteng.

Akibat kecelakaan laut, ia ditemukan tak bernyawa di pinggir Pantai Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 10.00 WIB.

“Adapun Yoga bersama seorang rekannya melaut untuk mencari ikan menggunakan perahu atau congkreng pada Jumat 25 Desember 2015 sekitar pukul 16.00 WIB,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, melalui pesan singkatnya, Sabtu (26/12/2015) malam

Sulistyo mengatakan, perahu yang ditumpangi kedua nelayan tersebut rusak setelah dihantam ombak besar.

Akibatnya perahu terbalik dan hancur sehingga membuat keduanya berusaha menyelamatkan diri ke pinggir pantai.

Namun Yoga tak selamat berenang ke darat dan ditemukan tewas oleh rekannya sendiri yang berhasil berenang ke darat.

“Korban dibawa ke Rumah Sakit Jampangkulon dengan Menggunakan mobil ambulance. Setelah itu diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Sulistyo

Ia menyebut Yoga merupakan warga Kampung Gunung Batu, Kecamatan Ayah, Kabupaten Banten, Provinsi Banten.

“Kami terus mengoptimalkan pengamanan tempat wisata terutama pantai di wilkum Polres Sukabumi bekerjasama dengan Balawisata dan Tim SAR Kabupaten Sukabumi dalam rangka antisipasi pengunjung,” ujar Sulistyo. (cis)

Nasional

Jika Tak Berani Memberhentikan, Presiden Bisa Non Aktifkan Jaksa Agung

bddae95b8f83e93227f28a624514698ef

BERIMBANG.COM, Jakarta – Aktivis sekaligus mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi mengatakan Presiden Joko Widodo mempunyai pilihan untuk menonaktifkan sementara Jaksa Agung HM Prasetyo, jika tak berani memberhentikannya.

Hal ini terkait dengan kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Sumatera Utara, yang menyeret mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella dan Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho beserta istri Evy Susanti.

Menurutnya, jika politisi Nasdem itu dipanggil penegak hukum untuk bersaksi atas kasus tersebut, maka hal itu akan mencederai wibawa Kejaksaan Agung sebagai lembaga hukum negara.

“Presiden yang bisa menonaktifkan dulu jaksa agung untuk diperiksa sehingga ada jaksa agung Plt (pelaksana tugas). Karena selama dia menjadi jaksa agung memang agak riskan kalau ada pemeriksaan-pemeriksaan, karena bisa meruntuhkan wibawa hukum kita,” kata Adhie di bilangan Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (26/12/2015).

Namun menurutnya, langkah menonaktifkan Prasetyo dari jabatan jaksa agung sangat bergantung pada keberanian presiden. Jika hal ini dilakukan, maka akan mempermudah proses hukum yang berjalan.

“Jadi ini sangat bergantung kepada keberanian presiden untuk menonaktifkan. Jadi kalau enggak bisa diberhentikan, dinonaktifkan dulu, agar proses hukum bisa jalan karena bagaimanapun jaksa agung ini orang tertinggi di lembaga penegak hukum,” lanjutnya.

Lebih lanjut Adhie menegaskan, KPK atau pengadilan memiliki wewenang untuk memanggil Prasetyo dalam kasus terkait. Namun, jika tak dilakukan penonaktifan, kredibilitas dan integritas Kejaksaan akan terganggu.

“Kan ada equality before the law, semua warga negara sama dihadapan hukum, cuma memang dari sisi ketatanegaraan ini bisa menganggu kredibilitas dan integritas lembaga hukum sekelas kejaksaan agung,” jelasnya.

“Jadi yang paling tepat adalah setelah mendengar panggilan dari KPK atau dari pengadilan, presiden harus menonaktifkan dulu sehingga tidak ada beban moral apapun dari jaksa agung untuk dilakukan pemeriksaan,” tukas Adhie.

Okezone

Daerah

Sore Hari, Sejumlah Ruas Tol Di Jawa Barat Mulai Lancar

5f8872e735c384117781ed1ddf141396f

BERIMBANG.COM – Arus lalu lintas sejumlah tol di Jawa Barat pada Jumat(25/12/2015) petang mulai lancar.

Mulai dari Tol Cipali, Pasteur, hingga Cileunyi tidak lagi ada kemacetan panjang.

“Sekarang relatif lancar di pintu transaksi tol, antrean kendaraan kurang lebih hanya 50 sampai 100 meter,” ujar Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Sugihardi melalui sambungan telepon kepada Tribunnews.

Menurut Sugihardi, pengendara harus tetap waspada dengan pulihnya arus lalu lintas.

Dalam memacu kendaraan pengemudi harus mematuhi rambu lalu lintas untuk menghindari kecelakaan.

Hal senada juga disampaikan Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Condro Kirono usai melakukan patroli udara, Jumat Petang.

Menurutnya antrean panjang kendaraan hanya terjadi di Tol pejagan.

Kepadatan yang terjadi di tol tersebut sekitar 1 Kilometer.

“Di wilayah Brebes dan di Tol pejagan itu, Polda Jateng belum bisa memfungsikan jalur tol darurat seperti lebaran kemarin dikarenakan masih ada proses pengecoran untuk mengejer operasional lebaran 2016,” ujar Condro di Mabes Polri.

Selain itu menurutnya dari pantauan udara terdapat beberapa titik kepadatan di daerah Purwokerto.

Kepadatan tersebut disebabkan persimpangan jalan yang mempertemukan jalur dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Namun semuanya relatif lancar,” paparnya.

Sementara itu Kanit PJR Tol Cipali Polda Jabar, AKP Taufik yang dihubungi melaui telepon mengatakan meskipun terjadi kecelakaan di KM 121.

Arus kendaraan baik dari arah Cikopo maupun Palimanan, relatif lancar.

“Sekarang sudah tidak ada lagi antrian kendaraan, lancar,” pungkasnya.

Tribunews

JabodetabekJakarta

Kisah “Cabe-Cabean” Dibalik Tembok Komplek DPR Kalibata

f1d7809b8a215ccfa84d85e27d251bd6f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Banyak cerita yang terjadi di rumah dinas (rumdin) anggota DPR dan sekitarnya. Diantaranya cerita di pinggiran kompleks hunian menengah-atas yang terletak di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan ini, tidak jarang dijadikan tempat mesum bagi ABG perempuan yang biasa disebut cabe-cabean.

Sebagai salah satu akses utama untuk menuju rumdin itu, ada jalan utama yang bernama Jalan DPR Raya yang menghubungkan Jalan Pengadegan dengan Jalan Kalibata. Pinggiran jalan tersebut pada jam tertentu situasinya tidak begitu ramai.

Karena situasi yang tidak begitu ramai dan letaknya yang cukup strategis, pinggiran tembok pembatas Rumdin DPR itu, kerap dimanfaatkan oleh para remaja tanggung untuk nongkrong.

Bahkan, tidak hanya sekadar nongkrong, mereka juga sering didapati melakukan tindakan mesum. Sejumlah pengguna jalan dan penghuni rumdin mengaku pernah melihat aksi tidak senonoh anak-anak tanggung itu.

“Itu sering dijadikan tempat mesum, pas banget di samping kompleks rumah dinas,” kata salah satu staf anggota DPR yang menempati rumah dinas DPR kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (24/11/2015).

Hal senada dikatakan Rohman, mantan pedagang sekitar wilayah tersebut. Ia mengungkapkan, hampir setiap malam para anak-anak ABG tersebut berkumpul dan banyak juga yang datang berpasangan, terlebih jika malam minggu atau malam akhir pekan.

“Banyak, malam minggu apalagi. Ya pada begitu di atas motor, ada yang di jalan sambil duduk. Ada yang pelukan, ciuman macem-macem,” ungkap Rohman.

Pria yang berjualan sekitar tahun 2008 hingga 2010 ini mengaku sudah tidak aneh dengan kelakuan anak-anak muda tersebut. Bahkan menurut dia, mereka tidak merasa canggung meskipun banyak orang di sekitarnya.

“Ada orang lewat juga mereka biasa aja, orang yang sekitarnya banyak juga pada sama begitu juga mesum,” ujar dia.

Selain itu, Rohman mengatakan, polisi bukan tidak sering membubarkan para cabe-cabean tersebut. Namun tak berselang lama, anak-anak mayoritas menggunakan sepeda motor itu kembali ke tempat semula.

“Saya sendiri pernah lihat polisi bubarin yang lagi gitu langsung bubar tuh, tapi ya balik lagi kalau polisinya sudah pergi. Sudah lama ini dijadiin tempat begitu,” tutup Rohman.

Salah satu ABG perempuan yang sering nongkrong di pinggiran tembok rumdin DPR, Mona (16) mengaku, aktitivitas nongkrong di kawasan pinggir rumdin itu sudah dilakukannya sejak setahun lalu bersama teman-teman sebayanya.

“Ya sebetulnya karena banyak temen-temen pada ke situ ya kita ke situ, enggak sengaja diniatin juga,” ujar siswi salah satu SMA swasta di kawasan Jakarta Selatan itu.

Mona juga beberapa kali bersama pacarnya nongkrong di daerah itu. Tapi ketika ditanya soal banyaknya anak-anak yang berbuat mesum di tempat tongkrongan itu, dia mengaku tidak tahu.

“Ya namanya juga orang pacaran mas, ya masing-masing ajalah. Ngapain juga kita ngepoin (pengin tahu) temen,” ucap Mona.

Daerah

Sedang Memperbaiki, Kernek Bus Malah Terlindas

48dc869351eb99a04fecdbc6a9550733f

BERIMBANG.COM, Bantul – Nasib tragis dialami oleh Asnawi (36), warga asal Kendal Jawa Tengah. Pria tambun ini meregang nyawa setelah kepalanya dilindas bus PO Nusantara, Jum’at (25/12). Ia tewas ketika tengah memperbaiki armada bus bernomor polisi K 1629 BB yang selama dua hari ini diikutinya kemanapun pergi.

Slamet (37), warga Semudaran, Kecamatan Kasihan yang sejak pagi bersama korban memperbaiki bus ini mengungkapkan, bus tersebut masuk ke bengkel truk di Dusun Jadag, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan sejak Kamis 24 Desember 2015 sore.

Bus dikemudikan oleh Nur dan Asnawi yang bertindak sebagai kernet sekaligus mekanik. Bus masuk ke bengkel sekaligus istirahat dan memperbaiki rem belakang yang agak bermasalah. “Saya kurang tahu datangnya jam berapa,” ungkapnya, sesaat setelah kejadian.

Menurut Slamet ia bersama korban mulai memperbaiki rem belakang bus tersebut. Sekitar pukul 08.00 WIB, pekerjaan memperbaiki rem sudah hampir selesai.

Saat itu, roda belakang bus dalam keadaan menggantung karena sedang didongkrak. Biasanya, ketika memperbaiki rem memang kondisi mesin selalu menyala. Tujuannya, agar angin dari rem tersebut terisi sehingga bisa untuk mengoperasikan rem.

Slamet mengungkapkan, karena sudah selesai, korban lantas menyalakan mesin bus untuk mencoba hasil perbaikan tersebut.

Korban lupa, ketika mesin menyala posisi perseneleng sudah mundur ke belakang. Korban lantas turun dan masuk ke kolong bus untuk mengambil dongkrak pengganjal ban.

Korban tidak tahu saat itu posisi perseneleng mundur ke belakang, sehingga saat diambil dongkraknya bus langsung berjalan mundur.

“Saat itu busnya menyala tetapi tidak ada sopirnya. Bus mundur langsung melindas tubuh korban,” jelasnya.

Sopir bus, Nur (41) mengatakan, korban baru ikut dirinya menjadi kru bus selama dua hari ini. Meski menjadi kru bus yang ia bawa, namun ia mengaku kesulitan mengetahui identitas korban.

Sebab, ketika turut serta dari Kendal, korban sama sekali tidak membawa kartu identitas. Ia hanya mengetahui jika korban bernama Asnawi. “Saya tanya teman-teman sesama kru bus lain juga tidak ada yang tahu,” pungkasnya.

Sindonews