Mengelola Macet Di Musim Libur

 30 Views

Penulis : Elnard Peter

619746_06173505022015_macet_2619746_06173505022015_macet_2

BERIMBANG.COM – Mencegah kemacetan ekstrim di Pulau Jawa pihak KEMHUB RI dapat mempertimbangkan pengembangan teknologi informasi berbasis aplikasi dalam mengelola penggunaan jalan raya & tol dan dapat menekan jumlah kecelakaan seperti pada awal libur panjang akhir tahun 2015.

Setiap ruas jalan memiliki kapasitas tampung sehingga perlu penataan bersama yang melibatkan langsung para “calon pengguna jalan” dengan merincikan rencana destinasi dan rute pilihan melalui aplikasi tersebut sebelum libur panjang tiba.

Kesediaan calon pengguna jalan baik tol maupun non-tol dalam merencanakan perjalanannya di musim libur melalui aplikasi online akan sangat membantu pemanfaatan jalan karena ada rujukan bagi pihak yang berwenang guna mengendalikan kemacetan ekstrim termasuk ekses lingkungan yang ditimbulkan.

Manfaat utamanya tentu ketersediaan waktu yang cukup bagi pihak otoritas jalan berkoordinasi vertikal ke Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan personil dan rencana rekayasa lalu lintas yang mungkin akan diperlukan. Demikian halnya manfaat tersebut dapat diakses oleh pihak berwenang lain seperti operator tol, kepolisian bahkan pelaksana emergensi di jalan dalam melaksanakan tugasnya.

Apabila terdapat adanya tendensi lonjakan trafik bahkan berpotensi kemacetan ekstrim, maka para calon pengguna jalan pun dapat mengevaluasi lagi rute ataupun waktu bepergiannya bahkan masih ada kesempatan untuk beralih moda transportasi lain.

Proyeksi lalu lintas pada musim libur dapat juga digunakan dalam penyediaan BBM oleh operator SPBU, kesiapan operator rest area, kesiapan, pelaku usaha objek kunjungan ataupun kesiapan masyarakat yang ruas jalan sekitarnya akan mengalami peningkatan trafik ekstrim.

Pemantauan jalan langsung melalui CCTV yang bisa diakses oleh calon ataupun pengguna jalan memang sebagian sudah terpenuhi, demikian pula aplikasi peta online yang memuat kondisi trafik, namun pengelolaan yang lebih sistematis namun sederhana dengan mengedepankan aspek proaktif yang melibatkan calon pengguna jalan sudah menjadi kebutuhan dalam mengendalikan kemacetan ekstrim dan dampaknya di waktu tertentu.

Dengan adanya partisipasi calon pengguna jalan pihak otoritas jalan bisa menata penggunaan jalan nasional, provinsial dan lokal dengan kualitas keamanan, keselamatan dan kenyamanan yang optimal di Pulau Jawa.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: