Bulan: Oktober 2015

Berita Utama

DPR Akhirnya Tunda Pembentukan Pansus Kabut Asap

kabut asap

BERIMBANG.COM, Jakarta – Sidang Paripurna menunda pembentukan panitia khusus (Pansus) asap. Hal itu dilakukan setelah lobi para ketua fraksi partai di depan pimpinan sidang, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

“Draf maupun dokumentasi dikembalikan ke pihak pengusul dan setelah reses kita bahas lagi,” kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan saat memimpin sidang, Jumat (30/10/2015) malam.

Dia pun menutup sidang paripurna tanpa adanya pidato Ketua DPR Setya Novanto. Sebab, Setya Novanto tak berada dalam sidang paripurna.

Sebelumnya sidang di tutup, inisiator pembentukan Pansus Karhutla, Viva Yoga Mauladi mengatakan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan telah menghabiskan 3,4 juta hektar lahan. Kemudian jumlah korban yang terpapar asap akibat kebakaran diperkirakan mencapai 47 juta jiwa.

“Kebakaran hutan tak hanya mengganggu kesehatan dan ekonomi, tetapi juga membuat sistem transportasi menjadi tak menentu,” kata Viva.

Sementara itu, anggota fraksi Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan anggota Dewan tak usah membuat Pansus Karhutla lantaran pemerintah sedang bekerja padamkan kebakaran hutan dan lahan. Maka dari itu, anggota Dewan lebih baik mengawasi kinerja pemerintah dalam padamkan kebakaran hutan dan lahan.

“Ayo kita dukung pemerintah dulu, jangan dikit-dikit Pansus mulu. Lagipula Pansus ini tak penting,” kata Ruhut.(rn)

Depok

Madrasah SMP, SMA Mawaddah Santuni Puluhan Anak Yatim

Anak asuh Yayasan Panti Sosial Daarul Husnayain foto bersama dengan Ketua Panti Asuhan, Sanusi, S.Ag.    (Foto : Yuli Efendi )
Anak asuh Yayasan Panti Sosial Daarul Husnayain foto bersama dengan Ketua Panti Asuhan, Sanusi, S.Ag. (kanan) (Foto : Yuli Efendi )

BERIMBANG.COM, Depok – Madrasah SMP, SMA Mawaddah beralamat di Kampung Utan RT 08 RW 03 Pondok Jaya, Cipayung Kota Depok menggelar acara Santunan Yatim dengan melibatkan kesenian marawis dari anak didik madrasah tersebut.Sabtu (31/10/2015).

Yayasan Daarul Husnayain dibawah pimpinan KH. Asman Umar, MA mempunyai panti asuhan bernama Daarul Husnayain yang berdiri sejak 2006 dan mempunyai anak asuh sekitar 40 siswa dari tingkat SMP dan SMA.

Grup Marawis Madrasah Mawaddah
Grup Marawis Madrasah Mawaddah

Menurut Kepala Sekolah, Sanusi, S.Ag, yang juga ketua Panti Asuhan, acara santunan anak Yatim digelar setiap tahun sekali disetiap bulan Muharram dari siswa asuh dan masyarakat sekitar dengan mengedapankan kepada anak didik supaya lebih peduli kepada sesama dan juga bentuk perhatian kepada anak yang diasuhnya.

” Santunan ini merupakan pembelajaran kepada siswa agar siswa lebih perhatian kepada sesama dan mempunyai jiwa sosial terhadap lingkungannya sendiri bila telah lulus belajar nanti serta lebih mengarah mendidik kepada siswa serta meringankan beban keluarga agar anak tetap sekolah wajib belajar 12 Tahun yang dicanangkan Pemerintah ,” ujar Sanusi.

Lanjut Sanusi, Anak asuh yang bimbingnya juga diberikan sekolah gratis dari tingkat SD sampai SMA serta diberikan didikan mental agar lebih percaya diri untuk tetap bersekolah dan berprestasi dibidangnya masing-masing untuk mewujudkan impian mereka ke depannya karena masih menurut Sanusi, biaya sekolah bukan penghalang untuk berhenti belajar.

” Kami berikan cuma-cuma untuk bersekolah disini, kami lebih prioritas kepada anak siswa sekolah madrasah dan selebihnya kepada masyarakat lingkungan yang memang sangat dibutuhkan untuk diberikan bantuan,” ucap Sanusi. (Yuli Efendi)

JabodetabekJakarta

Kinerja Tidak Memuaskan, Ahok Tidak Akan Di Usung Gerindra Di Pilgub DKI

Ahok3

BERIMBANG.COM, Jakarta – Partai Gerindra memastikan tidak akan mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon gubernur DKI di pilgub 2017 mendatang. Alasannya, kinerja Ahok selama menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta tidak memuaskan.

“Kinerja Ahok tidak bisa disebut berhasil. Dengan penyerapan yang rendah, dan banyaknya program yang mandek,” ujar Ketua DPP Partai Gerindra Habiburrahman, kemarin.

Di bawah kepemimpinan Ahok, sambung Habiburrahman, penertiban hunian liar di kawasan Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur berujung pada kekisruhan.

Bahkan selama menjabat gubernur, Ahok diduga tersangkut sengketa pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW) yang diperkirakan merugikan keuangan daerah hingga ratusan miliar rupiah.

“Secara logika, tidak mungkin kami mengusung Ahok. Banyak sekali kinerja Ahok yang kami soroti dan menjadi concern kami,” tandas Habiburrahman.

Sebelumnya, sejumlah survei mendudukan Ahok sebagai bakal calon gubernur dengan peluang menang paling besar. Salah satunya, dalam rilis hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting yang menyatakan bahwa sebanyak 23,5 persen warga Jakarta akan memilih Ahok.

Habiburrahman menilai hal tersebut wajar. Ahok adalah sosok pemimpin yang pernyataannya meledak-ledak, media menyukai hal tersebut. (jpnn)

JabodetabekTangerang

Mall Alam Sutera Kembali Di Serang Teror Bom

Mall Alam Sutera

BERIMBANG.COM, Tangerang – Mall Alam Sutera Tangerang kembali diserang teror bom. Ledakan terjadi siang tadi sekitar pukul 12.05 WIB di dalam toilet customer kantin karyawan lantai LG. Padahal, Juli lalu mal ini juga diserang teror bom. Anehnya, saat itu bom juga meledak di dalam toilet lantai ground barat pada jam yang hampir sama.

Dalam aksi ledakan hari ini tercatat satu orang karyawan kantin terluka kena serpihan benda tajam. “Korban atas nama Fian karyawan kantin,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Agus Rianto, saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2015).

Menurut Agus, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan Mall Alam Sutera. “Belum diketahui penyebabnya,” ujar jenderal polisi bintang satu itu.

Teror yang melanda Mall Alam Sutera sebelumnya terjadi pada hari Kamis 9 Juli 2015. Bom yang meledak di dalam toilet dekat dengan restoran Gula Merah itu terjadi pukul 12.00 WIB saat jam makan siang pula. Ledakan itu dipastikan polisi berasal dari rangkaian bom yang membuat kloset dan kaca di toilet hancur lebur.

Kala itu, kepolisian mencurigai pelaku peledakan di Mall Alam Sutera diduga kuat terlibat pengeboman di ITC Depok. Pasalnya, ada kemiripan yaitu bom diledakan di toilet.

Namun, sampai saat ini tim khusus dari Densus 88 Antiteror dan Polda Metro Jaya belum bisa membekuk para pelaku teror bom pertama di Alam Sutera itu, hingga akhirnya aksi yang hampir serupa terulang hari ini.(RN)

Depok

Pertandingan Di Renato Dall’Ara menjadi Momen Istimewa Bagi Mancini

bologna-vs-inter-milan

BERIMBANG.COM, Jakarta -Inter Milan akan bertandang ke markas Bologna pada laga lanjutan Serie A Italia, Rabu (28/10/2015) dini hari nanti. Kesempatan ini akan dimanfaatkan skuat arahan Roberto Mancini untuk kembali meraih hasil positif.

Dalam empat pertandingan terakhir, Inter mencatat tiga kali imbang dan satu kekalahan. Saat ini posisi Inter terlempar ke posisi 4 klasemen sementara dengan 18 poin.

Namun, Nerazzurri sepertinya dalam laga nanti bakal menemui lawan yang tidak mudah. Bologna baru saja berhasil mematahkan rentetan empat kekalahan beruntun dengan menaklukkan tuan rumah Carpi. Motivasi mereka tentu semakin berlipat ketika bertanding di hadapan pendukung sendiri nanti.

Bagi Mancini pertandingan di Renato Dall’Ara akan menjadi momen yang istimewa. Pasalnya, ia akan bertemu dengan klub, yang menjadi tempat memulai langkah pertamanya di sepakbola profesional.

“Aku penggemar dari Bologna, itu akan menjadi pertandingan yang spesial bagi saya setelah memulai karier saya di sana,” ujar Mancini.

“Saya berusia 13 tahun ketika saya pergi ke sana, saya memiliki beberapa kenangan indah,” imbuhnya.

Sama seperti Inter, Bologna juga sedang membutuhkan poin maksimal untuk keluar dari zona degradasi. Rossoblu baru mengemas dua kemenangan dari sembilan laga sehingga harus puas menempati peringkat 18.(Ian/Win)

Seleb

Farhat Abas Beberkan Rekaman Video Bugil Regina

Farhat-Regina2

BERIMBANG.COM – Farhat Abbas membeberkan video mantan istri sirinya, Regina Andriane Saputri, saat tengah marah-marah hanya menggunakan lingerie. Ternyata, Farhat masih memiliki banyak video Regina tanpa busana (bugil) lainnya.

 “Orang kan hobinya macem-macem. Ada yang hobinya ngepoin orang, ada yang ngerekam-rekam, videoin. Ya enggak apa-apa, anggap saja iklan lagi lewat,” ungkap Regina di Ada Ada Aja.

Regina menyebut mantan suami Nia Daniati itu memang punya kebiasaan aneh merekam dirinya. Bahkan, pelantun “Cinta Basi” itu mengungkapkan, mantan suaminya tersebut sering merekam video saat dia sedang tidak berbusana.

“Memang kebiasaannya gitu. Kalau misal lagi yang aneh-aneh, divideoin. Lagi mandi, divideoin juga. Gitu. Lagi marah-marah juga divideoin. Jadi mungkin video dokumentasinya banyak,” tandasnya.

Secara tidak langsung Regina juga menyebut bahwa kebiasaan Farhat itu memang tak lazim. “Kalau suami normal, kalau bini abis mandi, nggak pakai baju, itu nggak mungkin divideoin,” tambah Regina.

JabodetabekJakarta

Operasi Zebra, Polda Metro Jaya Jaring Ribuan Pelanggar Lalu Lintas

operasi zebra

BERIMBANG.COM, Jakarta – Di hari pertama Operasi Zebra Jaya 2015, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berhasil menjaring ribuan pelanggar lalu lintas.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Sutimin mengatakan, hingga kemarin tercatat 5.622 kendaraan bermotor terjaring dalam Operasi Zebra Jaya 2015.

“Pelanggaran didominasi oleh sepeda motor dan mikrolet,” kata AKBP Sutimin, Jumat (23/10/2015).

Selain itu, tambah Sutimin, delapan kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) juga terjadi di hari pertama dengan jumlah korban delapan orang.

“Tiga orang luka berat dan lima lainnya luka ringan,” tutur Sutimin.

Sutimin memprediksi, kerugian materi dari kejadian kecelakaan tersebut sebesar Rp11,1 juta.

Sementara, dalam Operasi Zebra Jaya 2015 di hari pertama juga menyita sebanyak 2.289 Surat Izin Mengemudi, 3.278 Surat Tanda Nomor Kendaraan, 50 unit kendaraan roda dua, dan 5 unit kendaraan roda empat.

Berdasarkan jenis kendaraannya, pelanggaran terbesar dilakukan oleh kendaraan roda dua dengan jumlah pelanggaran 3.725, 630 unit, kendaraan umum mikrolet sebanyak 541 unit, kendaraan pribadi sejumlah 287 unit taksi, 213 kendaraan barang, 127 unit bus, dan 99 unit kendaraan metro mini.

Untuk pelanggaran tertinggi, sambung Sutimin, adalah berupa pelanggaran rambu lalu lintas sebanyak 3.978 pelanggaran, tidak membawa kelengkapan surat 510 pelanggaran, tidak mengenakan helm 421 pelanggar, tidak menghidupkan lampu utama kendaraan 214 pelanggaran, kendaraan dengan muatan berlebih 107 pelanggaran, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang tidak sesuai sebanyak 95 pelanggaran, tidak menggunakan sabuk keselamatan 71 pelanggaran dan berkendara sambil bermain ponsel 32 pelanggaran.

Untuk diketahui, Operasi Zebra Jaya tahun ini Dirlantas Polda Metro Jaya fokus kepada penindakan terhadap dua jenis pelanggaran yaitu, melawan arus dan kendaraan umum yang berhenti sembarangan. Meski begitu, pelanggaran atas lalu lintas lainnya juga tetap dijadikan target pelaksanaan operasi.

Operasi Zebra Kaya 2015 sendiri akan dilaksanakan selama 14 hari terhitung sejak 22 Oktober 2015 hingga 4 November 2015. Operasi itu akan melibatkan 2.199 personel gabungan yang terdiri dari Kepolisian dan TNI.

Polda Metro Jaya menerjunkan sekitar 900 personel. Sedangkan sisanya merupakan unsur gabungan dari Kepolisian Sektor, Kepolisian Resor, TNI, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja. (rn)

Depok

Ini Tanggapan Ketua DPRD Kota Depok Terkait Laporan Warga Komplek AL

Apartment Cinere Business District.   (Foto : Yuli Efendi)
Apartment Cinere Business District. (Foto : Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Warga Pangkalan Jati ( Komplek TNI AL) telah melaporkan perihal Pembangunan Apartemen liar dilingkungan tempat tinggalnya kepada pihak Pimpinan DPRD Depok serta Pimpinan F-PDIP pada Januari 2015 silam dan kini mempertanyakan sejauh mana proses laporannya.

Salah satu warga, Elnard Peter mengatakan seiring dengan berjalannya waktu, perubahan itu makin nyata dan seolah tidak terkendali lagi pertambahan bangunan baru, bahkan segel yang ditempatkan oleh SATPOL PP & DISTARKIM PEMKOT Depok pada bulan September 2014 sudah tidak terlihat lagi.

“Kami heran mereka membangun gedung dan bagunan dengan cara melawan hukum begini. Hingga kini Depok tidak memiliki PERDA RTRW dan pihak pengembang tidak mampu memperlihatkan Skep perubahan dari Penetapan Gubernur Jawa Barat atas lahan yang digunakan mendirikan apartemen, bahwa peruntukkan lahannya adalah Rumah Sederhana Sehat (rumah deret) sehing bertentangan dengan PERPRES RI No.54/2008 JABODETABEKPUNJUR,” ujar Peter kepada berimbang.com belum lama ini di bilangan Cinere.

Lanjutnya, warga Kompleks TNI-AL Pangkalan Jati yang juga menggagalkan Peningkatan Kelas Jalan Jl. Punak tersebut juga melaporkan Peningkatan Kelas Jalan Jl. Jati Raya Timur yang pembangunannya menggunakan APBD Kota Depok.

“Tidak ada ijin dari Kuasa Pengguna Lahan (KEMHAN RI cq TNI-AL) atau ijin lingkungan dari  warga pemegang Kuasa Hak Pakai sehingga peningkatan kelas jalan ini merupakan Perbuatan Melawan Hukum yang bertentangan dengan UU RI No.1/2004 tentang Perbendaharaan Negara dan telah kami laporkan kepada Pimpinan DPRD Depok dan Pimpinan F-PDIP yang berwenang mengawasi penggunaan APBD terlebih lokasinya melewati tapal batas Provinsi DKI Jakarta”, ucapnya.

“Kami tidak pernah dihubungi oleh pihak F-PDIP DPRD Depok dan kami menduga mereka tidak memperdulikan lagi laporan tersebut yang tentunya bentuk penyalahgunaan wewenang, dan akan kami sertakan dalam laporan kami ke KOMNAS HAM RI agar dimintakan penjelasannya juga” tegas peter.

Tambah Peter, peningkatan jalan yang dilakukan di lingkungan Kompleks TNI-AL Pangkalan Jati tidak dianggap oleh warga sebagai sebuah wujud pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot Depok karena tidak dilakukan sesuai perundangan yang berlaku, bahkan mengabaikan pembangunan apartemen liar terlihat jelas memiliki keterkaitan sehingga patut diduga sebagai upaya memperkaya diri yang merugikan negara dan warga pemegang Hak Pakai lahan negara.

Hak untuk melapor dan ditindaklanjut sesuai TUPOKSI DPRD adalah Hak Asasi Manusia,”semestinya DPRD Kota Depok memahami karena bagian kurikulum DIKLAT yang disajikan KEMDAGRI RI saat seluruh ALEG Depok menjalani pendidikan dan pembekalan,” jelas peter.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan, Surat yang di ajukan ke DPRD Kota Depok oleh pihak warga Pangkalan Jati pada bulan Januari yang lalu bukannya tidak ditanggapi tetapi menurutnya pembangunannya sudah berdiri.

” Bukannya belum ada tanggapan, bangunan sudah berdiri dan masyarakat disana juga jangan emosional, selesaikan dulu Pemkot dengan warga disana,” Ujar Hendrik.( Yuli Efendi)

Berita Utama

Kemenhan Laksanakan Program Bela Negara hari Ini

bela negara

BERIMBANG.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan mulai melaksanakan program Bela Negara hari ini, Senin (19/10/2015), di 45 kabupaten/kota.

 Untuk tahap awal, program bela negara ini dilaksanakan bagi kader pembina yang dilakukan selama satu bulan.

Dirangkum dari berbagai sumber, Para peserta program akan mendapat pelatihan dari instruktur sipil dengan materi berupa 80 persen teori dan 20 persen praktik di lapangan.

Adapun, materi inti terdiri dari bela negara dan cinta tanah air, yang mencakup masalah nilai kebangsaan, pengetahuan sistem pertahanan, dan wawasan nusantara.

Kader pembina diharapkan memiliki klasifikasi memahami, mengerti dan mampu mengimplementasikan nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, yang terutama, kader pembina harus mampu mensosialisasikan konsep bela negara yang dipelajari kepada orang lain.

Peserta dalam pelatihan ini dibatasi hanya 100 orang per kabupaten/kota, sehingga total peserta 4.500 orang. Karena keikutsertaan peserta secara sukarela, jumlah pendaftar seringkali melebihi kuota yang ditentukan, sehingga Kemenhan perlu membuat seleksi kecil.

Program yang dimulai hari ini adalah semacam program percontohan terkait konsep bela negara yang diinisiasi Kemenhan.

Setelah dilaksanakan selama satu bulan, tim dari Kemenhan baru akan mengevaluasi program bela negara tersebut.(rn)

Daerah

Dua Mahasiswa Asal UINSA Meninggal Saat Orientasi

Ilustrasi
Ilustrasi

BERIMBANG.COM, Malang – Sepertinya penyelengara pendidikan di negeri ini enggan untuk belajar dari sejumlah kasus pilu yang sebelumnya sudah banyak terjadi. Dua mahasiswa asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) meninggal sia-sia saat menjalani orientasi dan diklat UKM pecinta alam Mapala.

Meski keluarga korban menolak diotopsi, polisi menyatakan akan tetap mengusut kasus ini. “Sekarang kasus masih ditangani Polsek Pagak, tapi akan segera kami pusatkan di Polres,” kata AKP Adam Purbantoro, Kasat Reskrim Polres Malang, Minggu 18 Oktober 2015.

Pemusatan penyelidikan akan dilakukan di Polres Malang agar penanganan lebih cepat dan terpusat. Saat ini polisi telah memeriksa tiga panitia kegiatan diklat Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Ampel (Mapalsa). Polisi akan mengembangkan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi lain terkait kejadian itu.

Sebelumnya, Dua mahasiswa meninggal saat menjalani pendidikan dan pelatihan unit kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Ampel (Mapalsa) di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Sabtu (17/10/2015).

Keduanya adalah Yudi Akbar Rizky (18), mahasiswa UINSA semester 1, warga Sukilolo Park Regency 1/16 Surabaya; dan Lutfi Rahmawati (19), warga Jalan Barata Jaya 7/41 Surabaya.(Rima)