Bulan: April 2015

Kolom

Memperingati Hari Bumi Dengan Aksi Nyata

Workshop-Anak-Hari-Bumi-2015

BERIMBANG.COM – Memperingati Hari Bumi (Earth Day) dengan aksi nyata. Kegiatan nyata dalam memperingati Hari Bumi, dapat dilakukan oleh setiap orang di seluruh dunia. Meskipun hanya berupa aksi kecil yang sederhana namun akan dapat memberikan perubahan yang besar bagi bumi dan lingkungan hidup. Apalagi jika aksi tersebut dilakukan secara bersama-sama dan terus menerus.

Hari Bumi atau Earth Day merupakan suatu gerakan global untuk mengampanyekan peningkatan kesadaran dan apresiasi terhadap bumi serta peduli terhadap Lingkungan Hidup. Hari Bumi pertama kali diselenggarakan pertama kali pada 22 April 1970 di Amerika Serikat.. Hingga tahun ini, 2015, Hari Bumi telah dilaksanakan untuk yang ke-45 kalinya.

Aksi Memperingati Hari Bumi

Hari Bumi 2015

Untuk memperingati Hari Bumi, banyak hal dan kegiatan yang bisa dilakukan. Selain melakukan kampanye dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan menyintai bumi dan lingkungan hidup, terdapat berbagai aktivitas nyata yang bisa dilakukan. Beberapa kegiatan tersebut diantaranya adalah :

  • Hemat Energi; Penggunaan energi menjadi salah satu penyebab terbesar emisi rumah kaca. Apalagi sumber energi dunia masih bergantung pada energi yang berasal dari fosil. Dengan menghemat pemakaian energi akan mampu menyelamatkan bumi, di samping menghemat biaya pengeluaran.
  • Kurangi Plastik; Plastik tidak dapat terurai sehingga menjadi sumber masalah berkepanjangan bagi bumi. Setiap tahun lebih dari 100.000 hewan laut dan satu juta burung mati karena memakan dan tersedak plastik. Proses produksi plastik menghasilkan jutaan ton gas rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim dan pencemaran udara. Daur ulang memang mampu mengurangi jumlah sampah plastik namun manusia menggunakan terlalu banyak plastik untuk mampu didaur ulang. Cara termudah adalah dengan mengurangi penggunaan produk-produk berbahan plastik yang tidak terlalu perlu.
  • Bunuh Vampir Energi; Ketika peralatan listrik dimatikan namun masih terhubung dengan listrik, peralatan tersebut tetap mengonsumsi listrik. Apalagi jika tidak dimatikan sat telah tidak digunakan lagi. Matikan peralatan listrik yang tidak terpakai, cabut kabel yang menghubungkannya dengan sumber listrik, dan jangan segan-segan mengganti peralatan listrik yang konsumsi listriknya besar dengan peralatan sejenis yang konsumsi listriknya lebih kecil.
  • Tanam Pohon; Hutan dan pohon memainkan peran penting dalam mengurangi kemiskinan, bencana alam, pencemaran udara, dan pemanasan global. Tanamlah pohon karena dengan berbagai manfaatnya, menanam pohon menjadi investasi masuk surga.
  • Beli Produk Lokal; Semakin lama buah dan sayuran tidak segera dikonsumsi akan semakin banyak nutrisi yang hilang. Buah dan sayur non lokal membutuhkan waktu yang lebih lama antara saat dipetik dan dikonsumsi. Berarti akan semakin banyak nutrisi yang terbuang percuma. Padahal tidak sedikit air dan sumber daya lain yang dibutuhkan untuk memproduksinya. Jarak juga akan mempengaruhi seberapa banyak gas rumah kaca yang dihasilkan selama proses pengangkutan. Oleh sebab itu, pilihlah produk-produk lokal yang lebih kaya nutrisi dan sedikit menghasilkan gas rumah kaca.
  • Daur Ulang Limbah Elektronik; Tidak sedikit limbah elektronik (e-waste) yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti mercuri, timbal, dan bahan kimia lainnya. Jika dibuang bahan-bahan kimia tersebut dapat larut ke dalam tanah dan mencemari air saat hujan atau terlepas ke atmosfer saat dibakar. Bahan kimia tersebut berbahaya terhadap kesehatan tanaman dan hewan hingga jika dihirup dapat menyebabkan masalah pernapasan serius bagi manusia. Kumpulkan limbah elektronik pada pengelola e-waste atau pengumpul barang bekas.
  • Dukung Penggunaan Energi Terbarukan; Sumber energi dunia masih bergantung pada energi fosil yang tidak ramah lingkungan. Dengan meningkatnya konsumsi energi yang dibutuhkan masyarakat akan semakin meningkatkan dampak lingkungan yang dihasilkan dalam proses pengadaan energi tersebut. Dukung pengembangan dan penggunaan energi terbarukan untuk menggantikan energi konvensional.

Di samping berbagai contoh aksi nyata di atas tentunya masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan untuk mendukung dan memperingati Hari Bumi. Jangan takut untuk melakukan hal-hal kecil karena sekecil apapun dan sesederhana apapun akan sangat berpengaruh pada bumi dan lingkungan hidup. Akhirnya selamat memperingati Hari Bumi 2015, 22 April 2015.

Sumber : http://alamendah.org

DepokJabodetabek

Andalalin Pasar Cisalak Belum Ada Rekomendasi Dari Polres Depok

unnamed (24)

BERIMBANG.COM, Depok – Proses pembuatan Dokumen Analisis Dampak Lalu lintas (Andalalin) rekontruksi Pasar Cisalak Kota Depok belum mendapatkan rekomendasi dari pihak kepolisian dalam hal ini Polres Depok sesuai  yang tertuang dalam pasal 99 dan 100, UU 22 Tahun 1999 tentang LLAJ dan di perkuat dengan adanya PP No. 32 Tahun 2011.

Menurut sumber berimbang.com ,sesuai perijinan pembangunan pembangunan pasar cisalak, penyusunan Dokumen Andalalin adalah proses tahapan serta persyaratan pembuatan IMB Sedangkan proses lelang sudah digelar oleh Dinas Tata Ruang dan Pemukiman melalui ULP beberapa bulan yang lalu dan lelang rekonstruksi Pasar Cisalak dinyatakan gagal.

Seperti dikatakan Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa (Kanit Dikyasa )Lalu Lintas Polresta Depok, Rasman, pihaknya sama sekali belum pernah dihubungi oleh Dinas Perhubungan Kota Depok untuk diajak Koordinasi terkait proses penyusunan Dokumen Andalalin rekonstruksi Pasar Cisalak apalagi memberikan tanggapan dan masukan.

” Kami pihak kepolisian mempunyai kewenangan dalam memberikan rekomendasi terkait Andalalin sama halnya dengan Dinas Perhubungan Kota Depok, kami kepolisian mempunyai kewenangan yang sama dan itu sesuai Peraturan. Pemerintah,” kata rasman ketika ditemui berimbang.com di kantornya di Jalan Margonda Raya. Senin (27/4/2015).

Sementara itu Kepala Dinas Tata Ruang Dan Pemukiman (Kadistarkim) Kota Depok, Kania Parwanti melalui pesan singkat selulernya mengatakan pada dasarnya rekomendasi Dinas Perhubungan Kota Depok merupakan bahan dari Amdal lingkungan, baik bentuknya dalam andal lalin atau bukan karena Dishub hadir pada saat sidang amdal.

Terpisah Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Depok, Ari Manggala ketika di konfirmasi berimbang.com mengatakan, untuk penyusunan dokumen Andalalin belum ada arahan dari Dinas Tarkim maupun DKUP sehingga pihaknya belum melakukan kajian dampak lalu lintas pembangunan Pasar Cisalak.(Yuli Efendi)

Daerah

Sebagai Tersangka, Kabid Pengairan DPU Kabupaten Rembang Ditahan

IRONI-ANTI-KORUPSI

BERIMBANG.COM, Semarang – Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang Sinarman dijebloskan ke sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang alias Lapas Kedungpane, Senin (27/4/2015).

Dia ditahan penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

Kasusnya, korupsi pekerjaan pengadaan bahan material pemeliharaan irigasi di Sulo Desa Kenongo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang.

Kepala Seksi Penyidikan Tipidsus Kejati Jawa Tengah Imang Job Marsudi menyebut tersangka sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek. Ada empat kasus yang menjeratnya. Semuanya di Rembang.

“Untuk kasus di Sulo, kerugian negara Rp66 juta. Kalau totalnya (empat kasus), kerugian negara mencapai Rp750 juta,” ungkap Imang saat memberikan keterangan pers di Kantor Kejati Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (27/4/2015).

Kasus di Sulo itu adalah tahun anggaran 2014. Pendanaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Rembang. Pemenang lelangnya adalah CV Shinta, dengan direkturnya bernama Hartadi. Nilai kontraknya Rp349.637.000. Hartadi juga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada kasus korupsi ini, tapi belum ditahan.

Setelah melalui serangkaian penyelidikan sejak 27 Februari 2015, penyidik memperoleh bukti-bukti kuat korupsi. Modusnya; kualitas pekerjaan tidak sesuai kontrak, material yang digunakan tak sesuai kontrak, dan terdapat selisih dalam volume pekerjaan tidak sesuai kontrak.

“Pekerjaan belum selesai, sudah dilakukan pembayaran 100 persen,” tambah Imang.

Imang menyebut pada total perkara korupsi di Rembang itu, ada 5 tersangka. Namun, yang PNS hanya Sunirman. Lainnya, rekanan proyek alias swasta. Alat bukti yang didapat penyidik, aneka dokumen lelang, surat keputusan, hingga dokumen kontrak.

Kerugian negara didasarkan hitungan ahli dari Universitas Negeri Semarang. Hitungan bahan terpasang dengan kontrak terdapat selisih pembayaran, sehingga dikategorikan sebagai kerugian keuangan negara.

Terkait penahanan, Imang menyebut tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan dan bisa diperpanjang.

Pantauan wartawan di Kejati Jawa Tengah, tersangka ini keluar ruang Tipidsus selepas pukul 12.00. Mengenakan rompi tahanan tipikor, tersangka keluar menuju mobil tahanan dikawal petugas kejaksaan.

Saat ditanya beberapa pertanyaan, tersangka memilih bungkam. Tersangka ditahan setelah diperiksa penyidik mulai pukul 08.30 hingga 12.00.(eef)

JabodetabekJakarta

Dari Tahun 2011 Hingga 2014 Pengedar Narkoba Anak Meningkat 300 %

narkoba2

BERIMBANG.COM, Jakarta – Tiga tahun belakangan ini, jumlah pengedar narkoba anak meningkat hingga 300%. Hal itu dimulai sejak tahun 2011 hingga 2014 lalu.

“Mulai dari tahun 2011 hingga 2014 itu meningkat hampir 300%. Mulai tahun 2012 itu ada 17, tahun 2013 ada 31, dan pada 2014 itu mencapai 42 anak yang menjadi pengedar,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’am Sholeh di Jakarta, Senin 27 April 2015.

Dia menambahkan, rentang usia anak yang terlibat kasus narkoba sangat bervariasi. “Bahkan saat ini ada anak SD (Sekolah Dasar) yang sedang ditangani,” ujarnya.

Terkait masalah hukuman yang diberikan kepada anak yang terlibat kasus narkoba, baik sebagai pengedar maupun pemakai, kata dia, sebaiknya direhabilitasi.

“Kami harus memosisikan anak sebagai korban. Karena anak-anak hanya dijadikan alat. Kenyataanya di lapangan, ada sekian banyak anak yang seharusnya mendapatkan rehabilitasi tetapi justru malah dipenjara,” katanya.

Maka itu, dia berharap, kedepannya tidak ada lagi yang memanfaatkan anak untuk peredaran barang haram itu.

“Kedepannya tentu kita mengharapkan tidak ada lagi anak yang dijadikan alat kpntingan untuk narkotika. Ketika ada maka akan direhabilitasi, bukan dipenjara,” tuturnya.(sn)

Daerah

Lahan Parkir Pasar Inpres Prabumulih Dikeluhkan Pengunjung

Pasar Inpres Kota Prabumulih.  (Foto : Rahmat Budianto)
Pasar Inpres Kota Prabumulih. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Prabumulih – Sejak dilakukannya Alokasi Pedagang Pasar Inpres prabumulih oleh Pemkot bulan maret lalu ke Pasar Tradisional Moderen 1 tidak sedikit pedagang yang mengeluhkan keberadaan lahan Parkir di area pasar tersebut, pasalnya pembeli enggan masuk ke dalam PTM 1 akibatnya Pengaruhi daya Beli pasar.

Hal ini di akui oleh Kepala Unit Pasar PTMI Taufik Hidayat ketika ditemui Wartawan Berimbang.com Di ruang kerjanya  .kamis (24/04/2015).

“Kami Sudah mengusulkan agar di sediakan Lahan Parkir Sementara, agar memudahkan Pengunjung dan Pedagang memarkir kendaraannya, karna bukan hanya Masyarakat Prabumulih saja yg datang ke pasar ini. Bahkan petugas Pasarpun Parkir di sembarang tempat. Kami minta agar di siapkan lahan Parkir di ruangan dekat taman atau di siapkan tempat khusus Sementara,” ucap Taufik

,”Coba dilihat sendiri banyak pengunjung yang Parkir di jalan padahal ada rambu larangan di sana jelas ini berbenturan dgn aturan yg ada,”Tambah Taufik.

Sementara itu Seorang Pedagang yang namanya tak mau di sebutkan identitasnya mengatakan sebagian Pedagang tidak mau di pindahkan di tempat sementara yang di sediakan PTM 1 karna Pengunjung enggan masuk ke dalam karena tidak ada lahan untuk Parkir kendaraan.

“,Jadi kami nak minta tolong supaya di siapkan lahan parkir sementara karena kalau menunggu yang permanen nian masih lamo,” Ujarnya dengan logat kental bahasa Kota Prabumulih. (Rahmat budianto)

Artikel

Mengembalikan Nilai Perjuangkan KAA

Ditulis oleh : Ahmad Maulana (Ketum HMI Cabang Depok)

Ketua Umum HMI Cabang Depok Ahmad Maulana
Ketua Umum HMI Cabang Depok Ahmad Maulana

BERIMBANG.COM, Minggu ini dunia internasional tertuju kembali kepada Indonesia, seperti 60 tahun silam ketika umur bangsa kita baru 11 tahun. Saat itu bangsa Indonesia bersama empat Negara penggasas berhasil menghimpun 29 negara di dua benua asia dan afrika dalam sebuah Konfrensi Asia-Afrika

Konfrensi Asia-Afrika kala itu menjadi magnet bangsa-bangsa senasib dan sepenanggungan benua Asia-Afrika untuk keluar dari Penjajahan, Kononialisme dan Imprelialisme. Dasasila Bandung  hadir sebagai poin hasil pertemuan Konferensi Asia–Afrika yang dilaksanakan pada 18-25 April 1955 di Bandung. Pernyataan ini berisi tentang “Dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia”. Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Jawaharlal Nehru.

Kehabatan KAA tak hanya berhenti ditahun 1955, Konferensi ini pula  akhirnya menjadi awal terbentuknya Gerakan Non-Blok pada 1961.

Konfrensi Asia-Afrika dan Kemerdekaan Bangsa-Bangsa

Sejak awal KAA sangat focus terhadap kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah, seperti semangat Dasasila Bandung poin ke tujuh “Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemedekaan politik suatu Negara” saat itu kemerdekaan Aljazair seakan menjadi bukti bahwa dorongan Internasional dalam KAA dapat menghapuskan penjajahan didunia.

KAA pada saat itu telah berhasil membakar semangat dan kekuatan moral para pejuang bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang pada masa itu tengah memperjuangkan kemerdekaan tanah air mereka.

Dalam pertemuan ketiga kali ini Indonesia juga seakan kembali menyadarkan tentang arti kemerdekaan kepada pemimpin Negara Asia-Afrifa saat ini. Dalam pidato pembukaan KAA Indonesia kembali memperjuangkan kemerdekaan Palestina :Kita dan dunia masih berhutang kepada rakyat Palestina. Dunia tidak berdaya menyaksikan penderitaan rakyat palestina. Kita tidak boleh berpaling dari penderitaan rakyat Palestina. Kita harus mendukung Negara palestina yang merdeka”.

Semangat Anti Kolonialisme

“Saya mohon Anda tidak berpikir kolonialisme hanya dalam bentuk klasik yang kita Indonesia, dan saudara-saudara kita di berbagai belahan Asia dan Afrika. Kolonialisme juga memiliki gaun modern, dalam bentuk kontrol ekonomi, kontrol intelektual, kontrol fisik oleh komunitas kecil tapi asing dalam suatu Negara”.

Kalimat diatas ducapkan Oleh Presiden Ir. Sukarno dalam sambutan pembukaan Konfrensi Asia-Afrika 1955, kalimat tersebut menjelaskan bahwa Kolonialisme kedepan bukan hanya hadir dengan cara penjajahan, tetapi akan hadir dengan cara yang lebih modern.

Kesadaran akan adanya “Penjajahan Gaya Baru” harus didengungkan kembali, penjajahan model ini yang saat ini sedang berlangsung di Indonesia dan banyak Negara Asia-Afrika, ketergantungan terhadap dana asing, barang ekspor, pasar bebas dan pemikirian luar saat ini telah mengancam Kedaulatan Bangsa dalam berbagai Aspek.

Akhirnya kita semua berharap bahwa 60 tahun KAA tidak hanya agenda rutinitas belaka, bukan hanya agenda nostalgia masa lalu bahkan ceremonial komunitas Internasional seperti pertemuan tanpa hasil pada 2005 silam. Saatnya KAA merealisasikan cita-cita luhurnya dalam semangat anti Kolonialisme.

DepokJabodetabek

Pengendara Motor Di Tembak Di Bagian Kepala

Lokasi kejadian penembakan Jl.Raya Cipayung Kota Depok.   (Foto : Ist)
Lokasi kejadian penembakan Jl.Raya Cipayung Kota Depok. (Foto : Ist)

BERIMBANG.COM, Depok – Seorang korban pengendara motor Honda Beat, Endang Suhendar (33) beralamat di Kecamatan Cibiru Kota Bandung mengalami luka-luka dibagian pelipis akibat tindak kekerasan dengan menggunakan senjata api saat melintas di Jalan Raya Cipayung, Blok Sawo (Depan Matrial) Kecamatan Cipayung Kota Depok. Selasa siang (21/4/2015).

Menurut saksi mata di tempat kejadian, Mat Soleh, dirinya mendengar suara ledakan terjadi, diduga suara bom, namun setelah di cek ia melihat seseorang tergeletak diaspal dengan luka dibagian kepala.

Melihat korban tergeletak tak berdaya, akhirnya korban dibawa ke Rumah Sakit Citama citayam dengan menggunakan angkot.

Menurut sumber Berimbang.com, pelaku penembakan membawa kabur uang senilai 185 juta rupiah yang disimpan korban dibawah jok motor sedangkan korban masih koma di ruang perawatan RS Citama.(Yuli Efendi)

DepokJabodetabek

Depok Akan Segera Miliki Tempat Wisata Ikan Hias

ikan

BERIMBANG.COM, Depok – Tak lama lagi Kota Depok akan mempunyai tempat wisata ikan hias di lahan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Kelautan dan Perikanan seluas kurang lebih 14 Hektar daerah Pancoran Mas Depok .

Lahan tersebut akan digunakan untuk wisata alam berupa Tekho Park  dan Wisata Ikan Hias seluas yang nantinya akan dinikmati masyarakat Kota Depok khususnya.

Menurut Kasi Produksi Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok, M. Nur Hidayat, untuk Depok Tekno Park merupakan program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan melalui Balitbang  sedangkan untuk wisata ikan hias sendiri adalah usulan dari Anggota DPRD Komisi B.

” Untuk wisata ikan hias kita sudah melakukan tahapan koordinasi dengan Balitbang, OPD dan Anggota DPRD untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan nantinya agar segera terwujud di tahun ini dan perdanya juga sedang dibuat,”ujar Nur ketika ditemui Berimbang.com di Kantornya. Senin (20/4/2015).

Menurutnya, Pelaku usaha ikan hias di Depok ada 30 kelompak, masing-masing kelompok sekitar 10 sampai 20 pelaku usaha dan nantinya berbagai jenis ikan hias akan dipamerkan.

Ditempat terpisah Komisi B Anggota DPRD Kota Depok, Sri Kustiani mengatakan, program Wisata ikan hias sedang dilakukan penggodokan di Komisi B dan sedang dibuat draff Kerjasama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan.

” Target akan selesai di tahun ini dan di Tahun 2016 sudah mulai terealisasi dan masyarakat Depok segera mempunya tempat wisata ikan hias,”ucap Sri.

Tambah Sri, dalam perjanjiannya pihak Kementrian akan memberikan lahan seluas 3 Hektar kepada Kota Depok asalkan tidak dibuat komersil dan tidak dipungut biaya sepeserpun untuk warga Depok yang berkunjung nantinya.(Yuli Efendi)

Daerah

Pangdam III Siliwangi Minta Warga Ikut Menjaga Keamanan

pangdam siliwangi

BERIMBANG.COM, BandungPangdam III Siliwangi Mayor Jenderal Dedi Kusnadi Thamim mengatakan rapat evaluasi pengamanan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung tidak ada kendala.

“Hasil evaluasi semua unit tak ada kendala apapun baik dari segi keamanan maupun persiapan lainnya,” ujar Dedi di Balai Kota, Senin (20/04/2015).

Jenderal bintang dua ini mengatakan, area Gedung Merdeka dan Jalan Asia Afrika, Jalan Braga Pendek akan steril mulai Kamis (23/04/2015) jam 06.00 dengan penjagaan sudah tim Paspampres.

Dedi menegaskan sampai saat ini belum terditeksi adanya gangguan keamanan dan tidak boleh ada demo.

Menanggapi Komite Nasional Korban Timor Timur (KNKT) yang akan melakukan demo pada tanggal 24 April menurut Dedi pihaknya sudah melakukan pendekatan agar tidak demo.

Dedi minta warga ikut menjaga keamanan karena jika terjadi demo akan berpenggaruh terhadap kegiatan KAA.

“Jika kelompok ada yang maksa berdemo akan ditangani langsung pihak Kepolisian. Larangan demo selama KAA tidak hanya di Bandung tapi di Jakarta,” ujar Dedi.(tj)

JabodetabekJakarta

4 Fakta Persiapan Spektakuler Sambut Konferensi Asia-Afrika

Gedung.Merdeka

BERIMBANG.COM, Jakarta Peringatan ke-60 Konferensi Asia-Afrika (KAA) akan digelar pada 19-23 April 2015. Perhelatan akbar berskala internasional itu akan berlangsung di dua tempat, yaitu Jakarta dan Bandung.

Kedua kota itu pun bersolek menyambut datangnya para delegasi negara peserta KAA. Sebanyak 32 kepala negara atau kepala pemerintahan dan 86 utusan negara akan menghadiri acara itu.

“Saya bicara per jam sekarang, hingga dua jam yang lalu sebanyak 32 kepala negara dan 86 negara yang akan hadir nanti,” ujar Penanggung jawab peringatan ke-60 KAA Luhut Pandjaitan dalam Konferensi Rakyat Asia-Afrika di Galeri Nasional, Jakarta, Sabtu (18/4/2015).

Untuk menyambut peserta KAA, sejumlah persiapan pun dikebut. Mulai dari menghias jalan hingga memperketat sistem pengamanan. Berikut 4 persiapan yang menarik perhatian masyarakat jelang berlangsungnya KAA: