Categories: Daerah

Warga Kabupaten Sukabumi Diminta Waspada DBD

BERIMBANG.COM, Sukabumi-Kasus deman berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sukabumi selama Januari S/D Maret 2016 mencapai 842 kasus. Dari kasus tersebut sebanyak 373 positif DBD dan 469 suspect DBD, tiga orang di antaranya meninggal dunia.

Wakil Supervisor DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Joppy JR mengatakan , yang meninggal itu ada tiga orang dari 2 kecamatan yaitu dua warga Kecamatan Cicurug dan satu warga Kecamatan Nagrak.

“Jadi yang meninggal bukan ada 100 persen karena DBD melainkan ada penyakit penyerta lainnya,” ungkapnya kepada Berimbang.com , kamis (28/4/2016).

Lanjut Joppy, di April ini data sementara yang masuk baru 14 kasus DBD. Di mana dua di antaranya positif DBD dan sisanya suspect.

“Data tersebut bisa bertambah, di karenakan kami belum menerima laporan secara menyeluruh,” katanya.

Joppy mengungkapkan, di Kabupaten Sukabumi sendiri ada sekitar 10 kecamatan yang menjadi daerah endemis DBD.  Seperti di Kecamatan Cicurug, Cibadak, Palabuhanratu, Gunungguruh, Sukalarang, Cisaat, Cikembar, Sukaraja, Sukabumi dan Parungkuda.

“Hampir setiap tahun warga di derah tersebut ada yang terkena DBD,” ujarnya.

Masih di tempat yang sama dikatakan , dari 10 daerah tersebut menjadi endemik lantaran mobilitas manusianya sangat tinggi. Selain itu, kepadatan penduduknya cukup tinggi. Sehingga banyak ditemukan genangan air di mana-mana.

“Nyamuk DBD itu kan suka sama air bersih,” cetusnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit (Dalkit) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Rika Mutiara menyatakan, untuk mengantisipasi penyebaran DBD di Kabupaten Sukabumi, Dinas Kesehatan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan sosialisasi dan abatesasi.

“Kami juga menggalakan gerakan membersihkan sarang nyamuk dan membersihkan lingkungan bersama masyarkat di 58 kecamatan,” jelasnya.

Rika menambahkan, untuk fogging tidak bisa dilakukan secara serta merta. Pasalnya ada hal yang harus dilalui jika melakukan pengasapan di suatu daerah. Misalnya dalam radius 100 meter dari rumah yang menderita DBD ditemukan jentik nyamuk. Selain itu penderita harus benar-benar positif DBD dengan dibuktikan hasil laboratorium dan bukti form kewaspadaan dini rumah sakit (KDRS) yang ditulis langsung oleh dokter yang merawat pasien DBD.

“Kalau hasil lab pasiennya negatif DBD, maka cukup dengan pemberian sosialisasi dan abatesasi tanpa harus fogging. Jadi fogging dilakukan kalau sudah darurat,”tegasnya(IRWAN S)

Recent Posts

Jika Dana Desa Tidak Cair Segera, Senator Fachrul Razi: Sebaiknya Menteri Desa Diganti

BERIMBANG.com - Pimpinan Komite I DPD RI, H. Fachrul Razi, MIP yang menjabat Wakil Ketua Komite I DPD RI menjadi… Read More

48 menit ago

Jabar Akan Bagi Rp 500ribu/KK Melalui Data Kemensos, Cerita 2 Kades di Kabupaten Bogor

BERIMBANG.com - Bantuan sosial yang akan diberikan kepada masyarakat Jawa Barat (Jabar), di ungkap oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, sebesar… Read More

3 jam ago

Raja Maroko Memberi Pengampunan Bagi 5.654 Tahanan

BERIMBANG.com Rabat - Raja Maroko, YM Mohammed VI telah memberikan pengampunan kepada 5.654 tahanan dan memberi perintah untuk mengambil semua… Read More

13 jam ago

1,5 Juta Masker dan APD Bagi Tenaga Medis Akan di Pesan Pemkab Bogor

BERIMBANG.com - Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab Bogor), Jawa Barat, dalam waktu dekat akan memesan masker untuk tenaga medis yang ada… Read More

2 hari ago

Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kota Depok Berbagi Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

BERIMBANG.COM, Depok - Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kota Depok atau disingkat  (KKSS-Kota Depok) melakukan kerjasama dengan Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Sulawesi… Read More

2 hari ago

Korps Adhyaksa Berduka, Kepala BPKP: Beliau Memiliki Tekad

BERIMBANG.com - Korps Adhyaksa tengah berduka putra terbaik bangsa, Wakil Jaksa Agung Arminsyah, meninggal setelah mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi… Read More

3 hari ago