Bogor

Program Wiratani Bangun Desa, Ratusan Alumni Muda IPB Siap Wirausaha

Spread the love

BERIMBANG.com – Himpunan Alumni (HA) IPB melakukan peluncuran program Wiratani Bangun Desa (WIBASA) bersamaan dengan kegiatan Forum Silahturahmi Alumni (FSA) IX di IICC Botani Square Bogor, pada Jumat (23/12/2022) sore.

Peluncuran program tersebut didukung sepenuhnya oleh BSI Maslahat yang merupakan divisi pada Bank Syariah Indonesia

‘“Program WIBASA merupakan program pendampingan bisnis bagi 300 orang alumni muda yang terpilih. Program ini akan berlangsung selama 24 bulan, dari memulai, menjalankan dan mengembangkan bisnis dikampung halaman asalnya, pada bidang pertanian dalam arti luas,” jelas
Ketua program WIBASA, Ivan Kuntara.

Dikatakan Ivan, program ini dilatarbelakangi dari hasil pendataan tim HA IPB yang menunjukkan potensi pengembangan ekonomi pertanian di desa cukup besar, karena produk pertanian adalah produk yang pertumbuhan konsumsi bisa dipastikan meningkat setiap tahun. Baik untuk kebutuhan domestic apalagi jika bisa diarahkan untuk pasar luar.

“Disadari pula bahwa manajemen pertanian yang efektif masih menjadi issue besar, masih belum dijalankan dengan baik oleh para petani. Apalagi sebagian besar sarjana baru IPB, yang sebenarnya mayoritas berasal dari daerah, lebih memilih untuk bekerja di kota besar,” kata Ivan.

Lebih lanjut, Ivan mengatakan kegiatan WIBASA dijalankan dengan memperhatikan dua sisi, yaitu latar belakang kondisi dan alumni baru, serta memperhatikan misi pengabdian HA IPB terhadap alumni dan masyarakat.

Adapun tujuan dari WIBASA adalah menempa dan kaderisasi alumni muda IPB untuk berwirausaha pertanian di desa asalnya, Meningkatkan kapasitas petani Indonesia khususnya di bidang manajemen dan bisnis pertanian dan Merealisasikan tanggung jawab sosial alumni IPB untuk membangun desa dan petani.

‘’Dalam pelaksanaannya, cakupan pendampingan pada kegiatan WIBASA mulai dari Pelatihan manajemen bisnis secara komprehensif dari topik perencanaan sampai pemasaran, serta pendampingan mapping lokasi & potensi usaha yang sesuai (karantina 1 bulan),”

“Kemudian Pendampingan eksekusi & coaching bisnis oleh alumni senior sampai menghasilkan dengan skala ekonomi yang sesuai, Pendampingan monitoring & evaluasi. Dan Bantuan Dana Usaha dengan skema Dana Bergulir (Soft Loan),” papar Ivan.

Untuk tahap pertama, kata Ivan ada dua lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan program, yaitu Bogor (budidaya papaya California IPB) dan Garut (trading kopi Arabika).

Adapun komoditas papaya California, akan dibudidayakan di Kabupaten Bogor dengan luas lahan total 6 Ha, yang tersebar di Kecamatan Dramaga, Ciampea, Pamijahan, Leuwisadeng dan Sukajaya.

“Bibit yang digunakan adalah bibit pepaya unggul IPB-9 (Calina). Teknis penanaman dilakukan dengan pola tanam dengan SOP dan pendampingan oleh CEO,” kata Ivan.

Produk kedua, trading kopi Arabika Garut, berlokasi di Kabupaten Garut dengan luas lahan minimal 100 Ha. Produk yang banyak ditanam di Kecamatan Cikajang dan Pakenjeng, sebenarnya sudah dimulai pendampingannya sejak 2019.

Dimulai dengan memperbaiki kualitas kopi petani, sejak budidaya dan pengolahannya dengan system microlot project 90+.

Sementara Wakil Rektor 3 IPB University, Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F.Trop, dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagian besar atau sekitara 40 persen mahasiswa yang berkuliah IPB sebenarnya ingin berwirausaha. Tetapi kenyataannya setelah lulus hanya sekitar 6 persen saja yang benar-benar berwirausaha setelah lulus.

‘’Sehingga dibutuhkan upaya-upaya agar porsi lulusan yang berwirausaha dan berhasil menciptakan lapangan kerja buat dirinya dan lingkungannnya bisa semakin besar,” kata Dodik.***

Tinggalkan Balasan