Mantan Kades Ciburuy Sentil Dinamika Politik, “Jangan Bangun Opini untuk Kepentingan Tertentu”

Spread the love

CIGOMBONG – Dinamika yang berkembang di Desa Ciburuy mendapat sorotan dari mantan Kepala Desa Ciburuy, Iwan Sopwan. Dalam keterangannya saat dikonfirmasi, ia menilai bahwa derasnya opini yang beredar bisa saja berawal dari kurangnya komunikasi, namun juga tidak menutup kemungkinan adanya kepentingan politik di baliknya. Selasa (3/3/26)

Menurut Iwan, kekurangan informasi kerap memicu salah persepsi yang kemudian berkembang menjadi opini publik.

“Kadang kekurangan informasi bisa menimbulkan salah tanggapan dan berkembang menjadi opini. Itu bisa menjadi kontrol sosial, tapi juga bisa menjadi dinamika politik,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa menjelang momentum politik desa, berbagai narasi dapat dengan mudah diarahkan untuk membentuk persepsi masyarakat.

“Kalau komunikasi tidak dibangun dengan baik, ruang kosong itu bisa diisi oleh opini. Dan opini yang terus digulirkan bisa saja punya tujuan tertentu,” tegasnya.

Iwan menekankan bahwa kritik adalah hal yang sah dalam demokrasi desa. Namun ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berubah menjadi upaya menjatuhkan atau membangun citra melalui kegaduhan.

“Kalau sampai mengarah pada black campaign atau upaya menjatuhkan, tentu itu tidak baik. Desa ini harus dijaga kondusivitas nya,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya soliditas internal pemerintahan desa, mulai dari kepala desa, perangkat desa, RT, RW hingga kepala dusun.

“Jangan saling menjatuhkan. Harus bekerja sama dan saling menjaga. Kalau koordinasi kuat, isu bisa dikendalikan,” tambahnya.

Lebih jauh, Iwan berharap komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat diperkuat agar tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi.

“Intinya komunikasi yang baik itu kunci. Jangan sampai persoalan desa menjadi konsumsi publik yang akhirnya menguntungkan pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

Menjelang dinamika politik desa, ia mengajak masyarakat untuk menilai secara objektif kinerja yang sudah berjalan serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu utuh.

Karena dalam politik lokal, yang paling sering dimainkan bukan fakta melainkan persepsi.

Yosep bonang

Jelajah Desa

Tinggalkan Balasan