JAKARTA — Universitas Indonesia (UI) menerima dukungan dana abadi senilai Rp50 miliar dari Triputra Group. Dana tersebut akan disalurkan secara bertahap selama lima tahun dan dikelola sebagai dana abadi untuk mendukung berbagai kebutuhan pengembangan kampus.
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, menjelaskan pokok dana abadi akan dijaga agar tidak habis. Sementara itu, hasil pengelolaannya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, riset dan inovasi, serta beasiswa mahasiswa.
Dengan asumsi imbal hasil sekitar 7 persen per tahun, dana abadi Rp50 miliar berpotensi menghasilkan sekitar Rp3,5 miliar setiap tahun. Besaran tersebut masih bergantung pada hasil pengelolaan investasi dana abadi.
Jika seluruh hasil pengelolaan dialokasikan untuk beasiswa dengan asumsi bantuan sebesar Rp10 juta per mahasiswa, secara kasar dana tersebut berpotensi membiayai sekitar 350 mahasiswa per tahun.
Namun, perhitungan itu bukan berarti seluruh hasil dana abadi akan digunakan untuk beasiswa. UI menyatakan hasil pengelolaan dana juga dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain, termasuk pengembangan pendidikan serta riset dan inovasi.
Dukungan dana abadi tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam memperkuat keberlanjutan pembiayaan pendidikan tinggi.
Bagi mahasiswa, terutama mereka yang membutuhkan dukungan finansial, skema dana abadi berpotensi membuka peluang bantuan pendidikan secara berkelanjutan. Di sisi lain, pengelolaan dana tetap membutuhkan transparansi dan tata kelola yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan demikian, kontribusi Rp50 miliar dari Triputra Group bukan sekadar dukungan pendanaan satu kali, melainkan ditempatkan sebagai dana abadi yang pokoknya dipertahankan, sementara manfaat dari hasil pengelolaannya dapat digunakan untuk mendukung berbagai program UI.***
