Jabodetabek

Jabodetabek

Dukung SS, H Acep : Kok Depok Gini Gini aja, Depok Perlu Perubahan

BERIMBANG.com, Depok– Ketua Barisan Supian Suri (Bares), H. Acep Al Azhari menyatakan siap untuk memenangkan pertarungan politik di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, dan memastikan kemenangan dengan raihan suara 75 persen ke atas melalui dukungan masyarakat yang ada di kecamatan tersebut di Kota Depok.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bares, H. Acep Al Azhari di acara silaturahmi Calon Walikota dan Wakil Walikota Supian Suri atau biasa disapa SS dengan Candra Rahmansyah di Pondok Pesantren Subulul Haromain, Grogol Limo pada hari Jumat, 9 Agustus 2024.

H. Acep mengungkapkan bahwa warga Grogol sangat antusias dalam menghadiri acara tersebut untuk bertemu Calon Walikota Depok. “Tadi kita lihat, warga begitu sangat antusias untuk mengusung calon walikota untuk perubahan warga Depok. Kita, warga Depok, mengalami kejenuhan. Kok begini-begini saja, tidak ada perubahan,” ujar H. Acep.

Lebih lanjut, H. Acep berharap bahwa adanya Walikota baru dapat membawa perubahan yang diinginkan oleh warga Depok. Pasalnya, SS adalah Sekretaris Daerah yang karirnya berasal dari birokrat sehingga dirinya mengetahui dengan jelas permasalahan yang ada di Kota Depok.

Sementara itu, SS menyatakan bahwa untuk program jangka pendek dirinya memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, seperti masalah kemacetan, banjir, dan pengelolaan sampah, yang merupakan prioritas utama ke depannya. “Intinya, kami dapat menjawab permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat Depok, dan hal tersebut juga menjadi amanat kami,” tegasnya.

iik

Jabodetabek

Disrumkin Dinilai Lemah Dalam Pengawasan Proyek Rusunawa Depok

BERIMBANG.com, Depok – Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Depok dinilai lemah dalam hal pengawasan proyek, salah satunya Proyek Kegiatan Rehabilitasi dan Penataan Lingkungan Rusunawa Banjaran Pucung, Tapos dengan anggaran sebesar 922.080.988 Rupiah.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, PT. Editri Gracia Abadi diduga  melakukan kecurangan dengan memanfaatkan unit rusunawa untuk Direksi Kit atau bedeng proyek, dan atap bangunan menggunakan balok kayu sebagai bahan material yang seharusnya tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan Rangka Baja Ringan.

Kepala Bidang Tata Bangunan, Suwandi, saat dikonfirmasi membuat janji untuk mengklarifikasi pekerjaan kepada pelaksana, namun sampai saat ini belum ada informasi klarifikasi.

“Kami akan memberikan klarifikasi secara tertulis kepada konsultan dan pelaksana atas hal tersebut, dan akan segera kami layangkan surat,” jelas Suwandi dua Minggu yang lalu.

Sampai berita ini diturunkan, Suwandi belum memberikan klarifikasi dari konsultan dan pelaksana proyek kepada media sehingga Dinas Perumahan dan Pemukiman dinilai lambat dalam melakukan pengawasan.

Hal ini membuat Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Depok mendapat kritikan dari masyarakat karena dianggap lambat dalam melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. Pengawasan yang lemah dapat memberikan kesempatan kepada pihak pelaksana proyek untuk melakukan kecurangan dan memanipulasi proyek tanpa pengawasan yang ketat.

Iik

Jabodetabek

Proyek Rehabilitasi Dan Penataan Lingkungan Rusunawa Banjaran Pucung Tidak Sesuai RAB, Disrumkin Akan Tanya Konsultan

BERIMBANG.com, Depok – Proyek Rehabilitasi Dan Penataan Lingkungan Rusunawa Banjaran Pucung dengan nilai anggaran kurang lebih sebesar 900 juta rupiah dengan pelaksana PT. Editri Gracia Abdi di persoalkan oleh warga rusun, pasalnya material yang digunakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya ( RAB ).

Pemasangan Atap rangka yang seharusnya menggunakan baja ringan , terpantau menggunakan Kayu yang sudah ada dan pembuatan direksikit tidak ada , namun pelaksana menyewa kamar satu unit dirusun untuk tidur para tukang dan tidak jarang juga pekerja tidak menggunakan alat keselamatan kerja,saat bekerja ( K3 )

Hal tersebut dikatakan LSM LAKRI, Maulana saat melakukan pemantauan di lapangan belum lama ini.

Maulana menyayangkan, pekerjaan yang menggunakan APBD Depok, dilakukan terkesan asal – asalan dan tidak mematuhi spesifikasi yang ada, dirinya juga mempertanyakan pengawasan oleh konsultan dan jawabannya tidak memuaskan, ini jelas ada pembiaran dan kami tidak akan membiarkan hal ini sampai disini saja.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang Tata Bangunan,  Suwandi mengatakan akan segera klarifikasi kepada pelaksana proyek dan konsultan pengawas secara tertulis.

” Kamu akan layangkan surat ke konsultan pengawas , nanti selanjutnya akan kami informasikan , ” terang Suwandi belum lama ini.

 

iik

 

Jabodetabek

Muswil Ke 3 Pimpinan Wilayah Rifa’yah Masa Khidmat 2024-2029 Sukses Digelar

BERIMBANG.com, Depok – Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-3 Pimpinan Wilayah Rifa’iyah Jabodetabek sukses digelar pada 28 Juli 2024 di Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam memajukan gerakan Rifa’iyah dan membentuk kepemimpinan baru untuk masa khidmat 2024-2029. Rifa’iyah adalah organisasi sosial kemasyarakatan Islam yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Berawal sebagai gerakan protes pada tahun 1850 yang dipelopori oleh Pahlawan Nasional K.H. Ahmad Rifa’i dari Kendal, Jawa Tengah, gerakan ini tidak hanya berfokus pada dakwah Islam, tetapi juga pada perlawanan sosial.

Pada awal Oktober 1991, ulama dan cendekiawan Rifa’iyah berkumpul di Wonosobo dan membentuk Majelis Ulama Rifa’iyah untuk menjembatani kelahiran organisasi resmi. Pada tanggal 25 Desember 1991, di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Cirebon, organisasi Rifa’iyah resmi didirikan. Hal ini menandai transformasi gerakan kultural Rifa’iyah menjadi sebuah organisasi yang lebih sistematis dan modern.

Muswil ke-3 PW Rifa’iyah Jabodetabek bertujuan membentuk kader-kader baru yang akan menggerakkan roda kepemimpinan organisasi. Agenda utama muswil ini adalah pemilihan Ketua Pimpinan Wilayah dan Ketua Dewan Suro untuk masa khidmat 2024-2029, serta pembentukan jajaran organisasi. Muswil juga menjadi ajang untuk mencapai mufakat bersama, menumbuhkan rasa kebersamaan, menyatukan perbedaan pendapat, dan melatih kemampuan dalam mengemukakan pendapat. Dengan mengusung tema “Sinergi Bersama: Membangun Solidaritas dan Ukhuwah Islamiyah dengan Penyegaran dan Visi Rifaiyah yang Visioner,” diharapkan muswil kali ini dapat menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar anggota serta menyegarkan semangat dalam melaksanakan visi dan misi organisasi yang lebih visioner dan progresif.

Melalui rapat Pleno, Muswil ke-3 ini menetapkan Bapak H. Fahrozi Dahlan sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Rifaiyah Jabodetabek dan Kyai Muhammad Taufieq, S.Pd.I. sebagai Ketua Dewan Suro untuk masa khidmat 2024-2029. Dengan terpilihnya kepemimpinan baru ini, diharapkan PW Rifaiyah Jabodetabek akan semakin berkembang dan maju dalam lima tahun ke depan.

Kyai Muhammad Taufieq, S.Pd.I., sebagai Wali Dewan Suro, memberikan pesan kepada seluruh pengurus yang terpilih agar memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya kerjasama dan merapatkan barisan untuk menjadikan Rifaiyah Jabodetabek sebagai percontohan bagi Rifaiyah di seluruh Indonesia.

Ketua Umum PP Rifaiyah, Dr. KH. Mukhlisin Muzarie, M.Ag., menyatakan bahwa tugas organisasi pada hakikatnya adalah tugas agama. “Tujuan kita adalah meneruskan perjuangan Syaikh Ahmad Rifa’i dalam mengembangkan, membimbing, dan membina umat agar dapat mengamalkan agama Islam dengan baik, seperti yang disebut dalam kitab Syaikh Ahmad Rifa’i: ‘sah iman lan sah ibadah’,” jelasnya. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus PW yang terpilih dan siap mengemban amanah selama lima tahun ke depan.

Selama proses Muswil, berbagai kegiatan dilakukan untuk memperkuat solidaritas dan meningkatkan pengetahuan anggota. Diskusi panel dan seminar tentang kepemimpinan serta strategi pengembangan organisasi menjadi bagian dari agenda. Para peserta aktif berpartisipasi dalam diskusi yang bertujuan untuk menyusun rencana strategis lima tahun ke depan, yang fokus pada pemberdayaan komunitas dan penguatan basis dakwah.

Ketua panitia pelaksana Muswil ke- 3, Hasyim Asy’ari, M.Psi.T., berharap hasil dari musyawarah ini dapat membawa perubahan positif dan memacu semangat baru dalam setiap kegiatan Rifa’iyah di wilayah Jabodetabek. Harapan ke depan, dengan kepemimpinan baru, Rifa’iyah Jabodetabek diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan program-program inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan sosial menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kualitas hidup umat dan memperkuat peran organisasi dalam kehidupan masyarakat.

“Hal ini akan menjadi modal yang penting untuk menjadikan Rifaiyah Jabodetabek sebagai motor penggerak dalam menciptakan program-program inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus bekerja keras dan menghadirkan program-program yang inovatif dan tepat guna, demi kemajuan bersama,” tambah H. Fahrozi Dahlan, Ketua Pimpinan Wilayah terpilih.

Muswil ke-3 ini menjadi saksi penting perjalanan Rifaiyah Jabodetabek menuju masa depan yang lebih cerah. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Rifaiyah Jabodetabek siap menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan yang lebih besar lagi. Semangat dan dedikasi ini diharapkan mampu menginspirasi organisasi Rifaiyah lainnya di seluruh Indonesia untuk terus maju dan berkembang.**

Jabodetabek

Ribuan Siswa Belum Sekolah, Disdik Depok Minta Ke BMPS Buka PPDB SMA/SMK Swasta

BERIMBANG.com, Depok – Dinas Pendidikan Kota Depok telah melakukan upaya maksimal untuk membantu ribuan siswa SMP yang tidak lulus dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 bagi SMA/SMK negeri yang merupakan kewenangan Disdik Provinsi Jawa Barat (Jabar). Bahkan, Wali Kota Depok Mohammad Idris juga membuat surat permohonan kepada Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin untuk mengoptimalkan PPDB melalui surat bernomor 420/458-Disdik yang ditandatangani pada Senin, 22 Juli 2024.

Surat tersebut menyatakan bahwa berdasarkan hasil menyelenggarakan PPDB Tahun Ajaran Baru 2024/2025 yang dilaksanakan Disdik Jabar, masih terdapat lulusan SMP yang belum dapat tertampung di Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di Kota Depok. Jalur optimalisasi yang dimaksud mencakup penambahan jumlah siswa per Rombongan Belajar (Rombel) atau penambahan Rombel di SMA/SMK negeri di Kota Depok.

Selain itu, data Disdik Kota Depok menunjukkan bahwa meskipun Kota Depok memiliki 15 SMA negeri dan 4 SMK negeri dengan kapasitas siswa sebesar 5.685, namun masih ada 34 SMP negeri dan 260 SMP swasta dengan total kurang lebih 35 ribu lulusan SMP yang belum dapat tertampung di sekolah negeri.

Namun, upaya Disdik Kota Depok untuk membantu ribuan siswa SMP gagal setelah Disdik Provinsi Jabar menolak usulan optimalisasi yang dianggap tidak sesuai prosedur dan aturan yang sudah ditetapkan oleh Kemendikbudristek.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok, Sutarno, “Jalur optimalisasi tidak diatur. Jadi pelaksanaan PPDB harus sesuai aturan dan prosedur yang telah ditetapkan Kemendikbudristek.” Hal tersebut diungkapkan ketika Sutarno diutus Wali Kota Depok Mohammad Idris untuk menyampaikan surat ke Pj Gubenur Jabar, Bey Machmudin dan Disdik Provinsi Jabar di Bandung pada Rabu, 24 Juli 2024.

Disdik Kota Depok kemudian meminta Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Depok untuk membuka kembali pendaftaran yang sudah tutup agar ribuan siswa yang belum dapat bersekolah di sekolah negeri dapat mendaftar di sekolah swasta.

Asri Mulyanita, ketua BMPS Kota Depok, merespons secara positif dan siap membantu mengkoordinasikan penerimaan siswa baru di SMA dan SMK swasta dan tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Dia melakukan koordinasi dan menjalin hubungan yang harmonis dengan Disdik Kota Depok, karena mereka dianggap sebagai mitra saling membantu dalam menjalankan program-program pendidikan dari Kemendikristek. Dia juga menghimbau agar sekolah swasta tetap meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembelajaran yang optimal. Asri percaya bahwa banyak siswa yang lulus dari SMA dan SMK swasta dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan bahkan dapat bersaing dengan lulusan SMA atau SMK negeri.**

Jabodetabek

Tanggapan Pj Gubernur Jabar Terkait Surat Walikota Depok Terkait Optimalisasi PPDB SMAN

BERIMBANG.com, Depok – Jumlah siswa yang berusaha mendaftar di sekolah negeri tingkat menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Depok ternyata melampaui kapasitas tahun ajaran baru 2024/2025. Menyusul hal tersebut, Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menyampaikan permohonan ke Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, untuk memperkenankan upaya optimalisasi sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Permohonan itu tertuang dalam surat nomor 420/458-Disdik yang ditandatangani pada 22 Juli 2024.

Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa PPDB tahun ajaran 2024/2025 yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat masih ada beberapa lulusan SMP yang belum dapat diterima di SMA/SMK Negeri di Kota Depok. Upaya optimalisasi yang dimaksud dapat berbentuk penambahan jumlah siswa di setiap rombongan belajar (Rombel), maupun penambahan rombongan belajar di setiap SMA/SMK Negeri di Kota Depok yang saat ini hanya memiliki 15 SMAN dan 3 SMKN.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok, Sutarno, mengutus surat tersebut ke Pj Gubernur Jawa Barat dan Disdik Jabar pada Rabu, 24 Juli 2024. Namun, penyelenggaraan PPDB sesuai prosedur dan pedoman pelaksanaan dan teknis (Juklak Juknis) tidak memperbolehkan jalur optimalisasi yang dimaksud dalam surat tersebut.

Sekdis Disdik Kota Depok, Sutarno, menyampaikan bahwa tidak ada ketentuan mengenai jalur optimalisasi, dan bahwa pelaksanaan PPDB harus sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset dan Teknologi.

Plt Kepala Disdik Jabar, Mochamad Ade Afriandi, menjelaskan bahwa PPDB Jabar 2024 sudah berakhir sejak 15 Juli 2024, yang merupakan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2024/2025.

Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023 tentang Standar Pengelolaan, SMA/MA/SMK/MAK diizinkan memiliki jumlah peserta didik tidak lebih dari 36 orang setiap rombongan belajar. Rombongan belajar untuk SMA/MA/SMA Luar Biasa ditetapkan antara 3 hingga 36 rombongan belajar, untuk kelas X, XI, dan XII, dengan setiap jenjang minimal 1 kelas dan maksimal 12 kelas.

Mochamad Ade Afriandi menambahkan bahwa pihaknya memahami animo masyarakat terhadap pendidikan di sekolah negeri di Kota Depok, sehingga memohon bantuan dan dukungan dalam perencanaan pemenuhan kebutuhan ruang kelas baru dan/atau sekolah baru di Kota Depok guna meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, Pemprov Jabar juga telah memprogramkan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) untuk membantu meringankan beban orang tua siswa yang ingin bersekolah di sekolah swasta. Situasi tertentu, seperti kendala geografis atau ekonomi, diizinkan untuk membuka SMA Terbuka di SMA induknya berdasarkan Permendikbudristek.

Mochamad Ade Afriandi menyambut baik berjalannya PPDB Jabar 2024 jenjang SMA/SMK/SLB sesuai ketentuan yang diatur. Dia memohon maaf atas segala kendala dan kekurangan dalam pelayanan PPDB, yang akan dilaporkan kepada Pj Gubernur Bey Machmudin dan Mendikbudristek agar dapat memperbaiki kebijakan dan teknis pelaksanaannya agar dapat menjadi pelayanan pendidikan yang adil, transparan, dan akuntabel.**

Jabodetabek

MPLS DI 34 SMPN Depok Berjalan Sukses, Disdik Apresiasi Kolaborasi Dengan Wartawan

BERIMBANG.com, Depok – MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang diadakan di 34 SMPN di Depok telah berjalan sukses. Dinas Pendidikan Depok sangat mengapresiasi kerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Depok dalam memberikan materi bijak dalam penggunaan media sosial.

Selama tiga hari pelaksanaan, anggota PWI memberikan materi yang telah disiapkan sebelumnya untuk memberikan pemahaman kepada para siswa SMPN dan menugaskan masing-masing dua orang per sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Sutarno menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada PWI atas kolaborasi program perdana MPLS Tahun Ajaran 2024 – 2025 yang dapat berjalan dengan sukses dan tanpa hambatan.

“Saya mengamati pelaksanaan pada hari pertama dan ketiga, sangat luar biasa dapat berjalan dengan baik dengan memberikan hal-hal yang positif antara PWI dan Disdik. Namun, kolaborasi ini seharusnya tidak hanya satu kali, melainkan harus terus berkelanjutan,” ujar Sutarno dibilangan Jalan Margonda Raya. Rabu ( 17/7).

Sutarno juga menambahkan bahwa kolaborasi antara Disdik, sekolah, dan wartawan harus terus berlangsung untuk memberikan edukasi literasi yang lebih baik kepada siswa. Selain MPLS, masih banyak hal lain yang bisa dilakukan, seperti pelatihan cara menulis sesuai kode etik oleh para wartawan kepada siswa.

“Kita harus bersama-sama menjalin komunikasi dengan para guru, Disdik, dan wartawan agar bisa dilihat oleh anak-anak kami dimana sekarang ini era digital. Wartawan dapat berperan sebagai guru yang memberikan pelajaran tentang literasi,,” tambah Sutarno.

“Saya harap dalam hal ini, kita dapat bekerjasama untuk mewujudkan hal-hal yang positif kedepannya dan meningkatkan literasi di kalangan siswa,” tutupnya.

iik

 

iik

Jabodetabek

Manfaat Bijak Bermedia Sosial Bagi Generasi Muda Di MPLS SMPN 18 Depok

BERIMBANG.com, Depok – Persatuan Wartawan Depok (PWI) telah mengadakan kegiatan edukasi di salah satu sekolah menengah pertama kota Depok. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang dampak buruk dan manfaat dari penggunaan media sosial. Hal ini penting mengingat di era digital seperti sekarang, penggunaan media sosial sangatlah tinggi, terutama pada kalangan generasi muda.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari siswa, terbukti dari animo yang tinggi selama paparan materi disampaikan.

Selain itu, Plt Kepala Sekolah SMPN 18, Asep Enang juga memberikan apresiasi dan harapan besar tentang kegiatan ini, karena memang sangat relevan dengan situasi dan kondisi generasi muda saat ini.

” Menjadi generasi muda yang handal dan terdidik secara baik, salah satunya dengan memiliki pemahaman yang benar dalam penggunaan media sosial. Hal ini penting untuk meminimalisir pengaruh negatif dan meningkatkan pengaruh positif dari media sosial terhadap diri sendiri, lingkungan, maupun masyarakat secara umum, ” ujar Asep Enang dikegiatan MPLS . Selasa ( 16/7)

Maka dari itu, masih Asep, penting bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk menjadi bijak dalam penggunaan media sosial. Hindari penggunaan media sosial secara berlebihan, kurangi konten-konten yang tidak relevan atau mengandung unsur negatif, serta gunakanlah media sosial untuk hal-hal yang positif seperti membangun relasi, berbagi informasi yang berguna, dan lain sebagainya.

Lanjutnya, Kegiatan yang dilakukan oleh PWI dan SMPN 18 ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain, agar dapat mengadakan kegiatan yang sama dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang media sosial. Selain itu, diharapkan juga agar media di kota Depok dapat berperan aktif dalam memberitakan program-program sekolah atau kegiatan yang ada di SMPN 18 dan sekolah-sekolah lainnya, sehingga informasi dapat tersampaikan lebih luas dan tepat sasaran.

” Dengan demikian, marilah kita semua menjadi generasi muda yang bijak dalam penggunaan media sosial, agar dapat menjadi penerus bangsa yang handal dan mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. Pungkas Asep.

iik

Jabodetabek

Cerdas Bermedsos, PWI Dan Disdik Depok Berikan Edukasi Penting Pada MPLS DI SMPN 32

BERIMBANG.com, Depok – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) memberikan edukasi kepada peserta didik baru pada hari pertama MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah) tahun tahun pelajaran 2024-2025 di SMPN 32 Depok betajuk “Cerdas Bermedsos” dengan narasumber Juli Efendi (Berimbang.com) dan Supriyatno ( Swara Pendidikan. Senin  (15/7/2024).

Kepala Sekolah SMPN 32 Depok, Eva Juariah, M.Pd didampingi Ketua Panitia MPLS 2024, Adhe Mangun Saputra Pulukadang,S.Sos menyambut gembira atas kehadiran dua narasumber tersebut serta menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasinya kepada PWI Kota Depok.

“Kegiatan MPLS  ini merupakan kegiatan pengenalan siswa baru terhadap sekolahnya yang baru, baik pengenalan terhadap gurunya, temannya, tata tertib yang berlaku, dan lingkungan belajar sekolah barunya.

Senada Ketua Panitia MPLS, Adhe MS Pulukadang menambahkan bahwa kegiatan MPLS di SMP Negeri 32 Depok, dilaksanakan sesuai jadwal dari Dinas Pendidikan yaitu Senin hingga Jumat (15-19 Juli 2024) dimulai pukul 13.00 sampai dengan 17. 00 WIB.

“Untuk materinya, selain pengenalan lingkungan sekolah, ada juga dari Kepolisian tentang penerapan kepatuhan lalu lintas, dari PWI tentang bagaimana bermedsos secara bijak dan cerdas. Kemudian ada juga dari Kodim, dari IPPRISIA, dari Kesbangpol, dan dari BNN Kota Depok,” paparnya.

Pantauan dilapangan, peserta MPLS terlihat begitu semangat, ceria mendengarkan paparan materi yang disampaikan kedua wartawan PWI. Kedua narasumber itu memberikan tips bijak dalam bermedsos. diantaranya, Pastikan konten yang diunggah adalah fakta bukan hoaks,

Informasi yang diunggah dan disebarkan harus bermanfaat dan dibutuhkan bagi orang lain serta bisa dipertanggungjawabkan.

Hindari cyberbullying, pilih konten dengan bijak.

“Ingat, internet adalah anugerah, tapi bisa menjadi musibah ketika teknologi mengendalikan kita tanpa jiwa yang beretika,” pesan Supriyatno dipenghujung materi.

 

iik

Jabodetabek

PPDB Disdik Depok Tingkat SDN/ SMPN Berjalan Lancar Dan Kondusif

BERIMBANG.com, Depok – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Depok 2024 untuk jenjang TKN/SDN/SMPN sudah berakhir sesuai tahapan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana (Juklak-Juknis) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin oleh Disdik di setiap awal tahun pelajaran di seluruh kota/kabupaten di Indonesia.

PPDB Kota Depok 2024 untuk jenjang SDN/SMPN memiliki dasar regulasi seperti Permendikbudristek No. 1 Tahun 2021, Kepsekjen Kemdikbudrtistek No. 47/M/2023, Perwal Kota Depok No.57 Tahun 2023, dan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok No. 421.1/3072/III/Disdik/2024.

Siti Chaerijah Aurijah, S.Pd, MM selaku Kepala Disdik Kota Depok mengatakan bahwa, “PPDB Kota Depok 2024 jenjang SDN/SMPN berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan laporan serta pengawasan dilakukan oleh berbagai pihak terkait.

Pelaksanaan PPDB didampingi beberapa lembaga seperti Kemendikbudristek RI, Ombudsman RI, KPK RI, BBPMP Jawa Barat, Saber Pungli Provinsi Jawa Barat, Inspektorat Daerah Kota Depok, dan Komisi D DPRD Kota Depok.

Tahapan jalur PPDB Kota Depok 2024 terdiri dari Jalur Zonasi (TK, SD, SMP), Jalur Afirmasi (SD, SMP), Jalur Perpindahan Tugas Orang tua (SD, SMP), dan Jalur Prestasi (SMP). Pelaksanaan PPDB Kota Depok 2024 dimulai dengan tahapan prapendaftaran pada tanggal 1-31 Mei 2024, pendaftaran pada tanggal 3-10 Juni 2024, pengumuman pada tanggal 5-12 Juni 2024, daftar ulang pada tanggal 13-14 Juni 2024, dan MPLS pada tanggal 15 Juli 2024.

Jumlah satuan pendidikan negeri di Kota Depok Tahun 2024 terdiri dari TKN sebanyak dua, SDN sebanyak 206, dan SMPN sebanyak 34.

Joko Sutrisno, M.Pd selaku Kepala Bidang SMP Disdik Kota Depok menyatakan, “Kami imbau para calon siswa sudah bersiap-siap menyambut tahun ajaran baru 2024/2025 pada 15 Juli 2024. Seluruh calon siswa memulainya dengan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).” Sedangkan Kabid SD Disdik Kota Depok, Awang Buang menegaskan bahwa pelaksanaan PPDB Kota Depok 2024 untuk jenjang SDN berlangsung lancar, tanpa kendala.

Pelaksanaan PPDB di SMPN 19 Depok dilaporkan berjalan lancar dan tidak terdapat tudingan permainan nilai. Nenden Agustina selaku Kepsek SMPN 19 Kota Depok mengucapkan selamat datang pada siswa-siswa baru.

Sementara itu, Sumarno selaku Kepsek SMPN 2 Depok menyatakan bahwa PPDB di SMPN 2 Depok berjalan lancar dan kondusif, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungannya sehingga PPDB SMPN 2 Depok dapat berjalan lancar.**”