Jabodetabek

BogorJabodetabek

Tiga Pengunjung Curug Hejo Sukamakmur Tertimpa Longsor

Ilustrasi
Ilustrasi

BERIMBANG.COM, Bogor – Tiga orang pengunjung obyek wisata Curug Hejo, di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor mengalami luka – luka setelah tertimpa tebingan batu yang longsor di area wisata, Sabtu (30/01/16). Salah satu korban diantaranya mengalami luka serius di bagian kepala.

Ogi (35) warga asal Desa Gunungsari Kecamatan Citeureup dan Ayu (25) warga perumahan Kenari asal Desa Puspasari, Citeureup Bogor, mengalami Cedera dibagian tangan dan kaki setelah tertimpa runtuhan tebing. Sementara Siska (30) Warga Bantar Gebang Bekasi, mengalami cedera yang cukup serius dibagian kepala karena tertimpa material bebatuan di lokasi yang sama.

Menurut Rusnandi, anggota Jaringan Komunikasi Udara (JKU) Puspasari Citeureup, peristiwa terjadi sekitar  pukul 15.30 WIB. “Saat kejadian, hujan mengguyur deras. Naas, ketiga pengunjung itu tertimpa tebingan batu yang longsor,” kata Rusnandi, yang mengaku mendapat informasi peristiwa itu dari anggota JKU sukamakmur.

Rusnandi menambahkan, setelah dievakuasi, ketiga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Husada Cibinong dan Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta.

“Guna mendapat penanganan medis,  para korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Dua orang korban warga Citeureup yang mengalami luka ringan dilarikan ke RS Husada Cibinong, dan 1 orang korban lagi warga Bantargebang Bekasi yang mengalami luka serius dj bagian kepala dibawa ke RS Gatot Subroto Jakarta”, pungkasnya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Sidat Indonesia Berikan Pelatihan Budidaya Ikan Sidat

IMG-20160130-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Budidaya Ikan Sidat tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Sidat Indonesia di Hotel Duta Berlian,  Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/01/16).

Menurut Direktur Utama Sidat Indonesia, pelatihan ini bertujuan untuk membangun usaha kerakyatan yang membagi keuntungan usaha untuk rakyat indonesia.

Heri, Direktur Utama PT Sidat Indonesia mengatakan, Sidat Indonesia merupakan strategi alternatif yang dapat diandalkan. Selain tahan terhadap gempuran krisis ekonomi yang menyerang bertubi-tubi, Sidat Indonesia juga menyerap tenaga kerja yang minim pendidikan namun memiliki keahlian di bidang tertentu.

“PT Sidat Indonesia adalah perusahaan di bidang perikanan budidaya ikan sidat, yang saat ini kebutuhannya cukup tinggi, terutama untuk negara Jepang. Kami mengajak kepada investor untuk bersama-sama membangun usaha ini. Dengan sistem usaha bersama, kita tidak harus mengeluarkan modal cukup tinggi dan tidak perlu repot untuk mengelola usaha tersebut. Usaha ini sudah berjalan dan memiliki pasar tetap yaitu negara Jepang dan negara maju lainnya”, kata Heri, kepada berimbang.com,  disela pelatihan.

Lebih lanjut Heri menjelaskan, perusahaannya didirikan pada 19 Agustus 2013 dengan satu jenis usaha, berlokasi di Jl. Raya KH. Abdul Hamid KM. 17, Kp. Purwabakti, Rt 03 Rw 02, Kabupaten Bogor. Saat ini telah memiliki anggota sebanyak 250 orang, dan telah mengekspor Sidat sebanyak 10 ton per bulan. “Usaha ini saya rintis dari nol. Saat ini kami memiliki kolam pembesaran seluas 500m2 dan rumah pendederan  seluas 100m2. Hari ini peserta akan kami beri pelatihan teori dan dilanjutkan besok untuk pelatihan praktek secara langsung di lapangan”, jelasnya.

Peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat ke 4 tahun 2016 dari berbagai kalangan ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya dari Bogor, Bekasi, Tanggerang, Bandung, Bengkulu, Makasar, Sidoarjo, dan sejumlah daerah lainnya. Para peserta diberikan materi pelatihan seputar pembudidayaan, pemberdayaan Budidaya Ikan Sidat, produk olahan, pelayanan turunan dan dan materi penunjang lainnya. Dengan tujuan utama memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan bagi pemilik, karyawan, mitra usaha dan masyarakat. Hadir juga dalam kesempatan ini narasumber dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI). (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

DBMP Minta Pemdes Waspada Dalam Melaksanakan Pembangunan

DBMP-KAB-BOGOR

BERIMBANG.COM, Bogor – Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor mewanti-wanti agar seluruh Pemerintah Desa (Pemdes) waspada dalam melaksanakan pembangunan. Pemdes diminta berhati-hati khususnya dalam membangun infrastruktur jalan, jembatan, drainase, tembok penahan tebing (TPT), dan saluran irigasi khususnya yang menggunakan anggaran dari pusat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknik Jalan dan Jembatan (TJJ) DBMP Wilayah II Ciawi, Eko Sulistyo, mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Pemdes memiliki kewenangan membangun Desanya sendiri menggunakan Dana Desa yang tercatat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Sehingga, jalan atau infrastruktur milik Desa tidak bisa lagi dibiayai oleh APBD.

“Nah, Pemdes harus hati-hati misalnya ketika melakukan pengaspalan jalan desa. Karena sampai sekarang juklak juknisnya belum jelas. Sedangkan anggaran Dana Desa kan dari APBN yang dipantau KPK dan BPK,” katanya kepada PAKAR (29/1)

Eko menegaskan, DBMP juga bakal menolak kalau diminta oleh Pemdes untuk melaksanakan pengaspalan jalan desa. “Maka solusinya pihak Pemdes harus rajin berkonsultasi dengan DBMP, kami selalu siap dan welcome. Kami sudah memiliki acuan harga satuan pekerjaan. Jadi bisa diketahui berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengaspal jalan dengan panjang 200 atau 300 meter kali lebar empat meter misalnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Tata usaha, Karlan Affendi sangat menyayangkan, dari  delapan Kecamatan di bawah kewenangan UPT TJJ Ciawi, baru Desa-desa di Kecamatan Caringin dan Cisarua yang sudah intens berkonsultasi.

Sekadar informasi, sejumlah desa sedang berupaya menyerahterimakan jalan desa agar menjadi milik Kabupaten Bogor sehingga bisa dibiayai oleh APBD.

Terkait hal ini, pihak UPT DBMP menegaskan bahwa hal ini bisa dilakukan, namun harus menempuh prosedur yang bisa diserahterimakan ke Pemkab Bogor

“Itu hanya jalan desa yang pernah dibangun dengan APBD. Kualifikasinya pun jalan yang kapasitas lebarnya minimal tujuh meter. Empat meter badan jalan, dua meter bahu jalan di kanan-kiri dan satu meter drainase di kanan-kiri,” ujarnya.

Usulan tersebut harus diusulkan oleh Pemdes ke Gubernur melalui Bupati dan ditembuskan melalui persetujuan dan rekomendasi UPT, DBMP, dan Bappeda.(Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Antisipasi Peredaran Obat Terlarang, Kalangan Pendidikan Perketat Pengawasan

IMG-20160129-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Menyikapi maraknya peredaran obat terlarang dikalangan pelajar, kalangan pendidikan di wilayah Selatan Kabupaten Bogor perketat pengawasan terhadap peserta didik. Menurut Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  Nuansa Cigombong, pengawasan terhadap peserta didik butuh peran serta aktif dari orang tua dan masyarakat.

Kepala SMK Nuansa Cigombong, Lean Munuk Soblely S.E, mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan penyuluhan kepada para peserta didik di sekolahnya. “Dalam setiap kesempatan,  kami selalu memberikan penyuluhan kepada para peserta didik tentang banyak hal.  Salah satunya tentang bahaya mengkonsumsi obat – obatan terlarang. Selain itu  kami juga melakukan pengawasan secara langsung melalui sikap para peserra didik”, kata Kepala SMK Nuansa yang juga menjabat selaku Sekretaris Komisariat 10 SMK Wilayah Caringin itu,  saat ditemui berimbang.com diruang kerjanya Jum’at (29/01/16) siang tadi.

Lean juga mengatakan, terkait rumor maraknya peredaran obat terlarang dikalangan pelajar akan menjadi bahasan dalam rapat komisariat. “Rumor itu akan kami bahas dalam rapat komisariat,  agar disikapi juga oleh para kepala sekolah lainya”, tambah Lean.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala SMP Negeri Caringin H Yusuf Maksudi mengatakan, bahwa dampak mengkonsumsi obat terlarang berpengaruh besar terhadap mental siswa, yang memicu terjadknya penyimpangan prilaku.  Sehingga perlu disikapi serius dengan berbagai upaya.

“Kami akan terus melakukan pengawasan bahkan pemeriksaan terhadap siswa. Termasuk isi dalam handphone yang dibawa siswa, sebagai antisipasi berbagai penyimpangan prilaku para siswa”, tandas Yusuf. (Raden Supriyadi/Nana Suryana)

BogorJabodetabek

FPI Dapatkan Bukti, Ketua MWC NU Caringin : “Tutup Toko Obat Sasaka 2 Si Penjual Obat Terlarang !!!”

IMG-20160129-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Belasan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) DPC Caringin, Kamis (28/01/16) sore, mendatangi toko Obat dan Kosmetik Sasaka 2 di kampung Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Menurut ketua FPI Wilayah Caringin,  aksi yang dilakukannya ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat akan adanya penjualan obat terlarang. Walhasil, ratusan butir berbagai jenis obat-obatan terlarang ditemukan di toko itu.

“Ternyata informasi yang kami dapatkan bukan hisapan jempol belaka.  Kami temukan berbagai jenis obat terlarang yang dijual bebas di toko ini”, kata Ketua DPC FPI Wilayah Caringin, Jamal, kepada wartawan.

Lebih lanjut Jamal mengatakan, obat terlarang yang didapati itu selanjutnya disita sebagai barang bukti untuk ditindak lanjut. FPI meminta kepada pengelola toko tersebut untuk tidak menjual lagi obat obatan yang sama.  “Kami minta kepada pengelola toko agar tidak menjual lagi obat terlarang. Jika masih melakukan,  jangan salahkan kami dan masyarakat jika terpaksa menutup paksa toko ini dengan tindakan tegas”, ujar Jamal dengan tegasnya.

Nasir,  si penjaga toko, tidak bisa berbuat banyak ketika massa FPI dan LPI memintanya menunjukan obat – obatan terlarang yang selama ini diperjual belikan secara bebas di toko yang dijaganya. Satu persatu obat – obatan jenis penenang seperti alprazolam, hexymer dan trihexyphenidyl diserahkan Nasir kepada massa FPI dan LPI. Seperti saat dikonfirmasi wartawan, kepada FPI dan LPI juga, Nasir mengaku bahwa pemilik toko sudah berkoordinasi dengan aparat polsek, polres dan polda

“Ya saya cuma penjaga toko saja, soal koordinasi kata pemilik udah berkoordinasi dengan pihak aparat mulai dari kanit dan polsek, polres dan polda, ” ujar Nasir

Aktifitas toko obat itu pun memancing reaksi keras jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Caringin. Ketua MWC NU Caringin, Sarif Hidayat, S. Ag mendesak agar aparat berwenang segera bertindak dan menutup toko tersebut. “Sudah banyak Buktinya Klo memang toko obat itu menjual obat terlarang. sy dan kami sebagai masyarakat Cisempur Desa Cinagara meminta kepada aparat yg berwenang untuk segera menutup toko tersebut. Kami bersama masyarakat akan melakukan pengawasan terhadap toko itu,  jika masih ada aktifitas,  kami akan bertindak tegas”, tandas Ketua MWC NU Caringin,  yang akrab disapa Kang Endud ini. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Laskar Pembela Islam Caringin : Perang Untuk Narkoba dan Miras

 IMG-20160127-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Penjualan bebas obat terlarang di toko Obat dan Kosmetik Sasaka 2 yang berlokasi di pertokoan kawasan Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, memancing reaksi sejumlah pihak. Laskar Pembela Islam (Lpi) Wilayah Caringin dalam waktu dekat akan melakukan tindakan tegas.  Hal itu dikatakan oleh ketua Lpi (Qo’id) Wilayah Caringin, Deden, saat ditemui berimbang.com dikediamanya, Selasa (26/01/16) kemarin.

“Kami akan pantau dan mencari buktinya.  Kalau sudah terbukti,  kami akan berkoordinasi dengan muspika dan akan mengambil langkah tegas! “, kata Deden, Qo’id Lpi Wilayah Caringin, kemarin.

Lebih lanjut, Deden mengatakan, apa yang dilakukan oleh pengusaha Toko Obat Sasaka 2 sudah tidak dapat ditolerir.  Karena menurutnya,  secara langsung sudah merusak generasi bangsa. Dalam hal ini  masih kata Deden, aparat penegak hukum harus segera mengambil tindakan.

“Kondisi ini harus segera disikapi oleh aparat penegak hukum, karena mental generasi penerus bangsa sudah dirusak mentalnya.  Apalagi pelanggaran hukum yang dilakukan penjual sudah sangat jelas.  Jangan sampai publik beropini adanya pembiaran”, tandas Deden.

Seperti diberitakan sebelumnya, Toko Obat Sasaka 2 menjual bebas obat terlarang jenis alfazolam, trihexyphenidyl, hexymer dan megadon pada anak dibawah umur. Ironisnya, saat dikonfirmasi, penjaga toko yang diketahui bernama Nasir mengatakan bahwa usahanya itu sudah dikoordinasikan dengan Polsek, Polres hingga Polda Jabar. (Raden/Nana/Yosef)

BogorJabodetabek

Diduga Dibekingi Oknum Aparat, Toko Obat Sasaka 2 Jual Bebas Obat Terlarang

IMG-20160126-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Peredaran obat – obatan terlarang di kalangan anak dibawah umur di wilayah selatan Kabupaten Bogor kian mengkhawatirkan.  Betapa tidak, obat – obatan jenis penenang itu bisa diperoleh dengan mudah dan dijual bebas di sejumlah toko obat.

Berdasarkan hasil investigasi tim berimbang.com di wilayah Caringin, sebuah toko obat bernama Sasaka 2 yang berlokasi di pertokoan kawasan Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin,  menjual bebas obat – obatan yang masuk kategori psycotropica golongan empat, diantaranya alprazolam, trihexypenidil, hexymer dan megadon, kepada anak dibawah umur.

Berdasarkan pantauan berimbang.com di lokasi, dalam satu hari puluhan anak dibawah umur terlihat silih berganti mendatangi  toko obat tersebut. Awalnya, tim investigasi berimbang.com kesulitan saat mencoba mewawancarai bocah bocah belia yang diantaranya wanita itu, karena mereka ketakutan dan langsung melarikan diri dengan memacu sepeda motornya.

Namun setelah beberapa lama akhirnya tim berhasil mewawancarai diantaranya. Saat ditanya, bocah bocah belia itu mengaku sudah biasa membeli obat di toko Sasaka 2.

“Hampir setiap hari saya beli obat hexymer di toko obat ini, karena sudah langganan. Satu paket hexymer isinya 15butir, harganya 20 ribu”, ungkap bocah laki – laki,  yang mengaku masih bersekolah di kawasan Caringin itu, sambil menunjukan obat yang baru saja dibelinya di toko obat Sasaka 2, kepada berimbang.com, kemarin.

Ironisnya, saat awak media mengkonfirmasi ke toko obat Sasaka 2, penjaga toko yang diketahui bernama Nasir, menyangkal telah menjual bebas obat tersebut kepada anak dibawah umur.

Namun setelah wartawan menunjukan bukti, Nurdin pun mengakuinya. “Ya, memang kami menjual obat alprazolam, hexymer, trihexypenidil dan megadon. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Caringin melalui kanit reskrim, Polres Bogor bahkan Polda Jabar”, kata Nasir kepada sejumlah awak media, Senin (24/01/16) malam kemarin.

Nasir juga mengatakan, bahwa dirinya sudah diarahkan Kanit Reskrim Polsek Caringin untuk tidak menanggapi wartawan yang meminta keterangan kepadanya. “Barusan saya telpon Kanit, dan kata Kanit wartawan yang datang tidak usah ditanggapi”, ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Caringin, Iptu Suseno, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penggerebegan ke toko obat Sasaka 2. “O itu pernah kita gerebeg dan diarahkan untuk urus legalitasnya. Cuma kita belum cek lagi perkembangannya”, kata Kanit Reskrim Polsek Caringin dalam pesan singkatnya.

Ketika ditanya terkait pernyataan penjaga toko soal koordinasi,  Suseno menepisnya. “Kanit yang mana?”, jawab Suseno dengan singkatnya.

Hingga Senin (25/01/16) siang kemarin,  masih terpantau anak – anak dibawah umur yang hilir mudik ke toko obat dan kosmetik Sasaka 2.

Sebagai tambahan informasi, dilansir dalam pemberitaan sejumlah media, Jum’at (22/01/16) lalu, jajaran Satnarkoba Polres Bogor Kota berhasil membongkar peredaran pil alprazolam di wilayah Kota Bogor. Pil itu dijual bebas dari toko obat Intan di kawasan Cilebut, dimana sebelumnya Satnarkoba juga berhasil menangkap seorang pengedar di kios pasar. Hasilnya, ratusan butir pil alprazolam diamankan oleh Satnarkoba Polres Bogor Kota. (Raden Supriyadi/Nana)

BogorJabodetabek

Kinerja Camat Caringin Dikritisi Organisasi Kepemudaan

IMG-20160125-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Kinerja Camat Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rumambi,  mendapat kritikan pedas dari kalangan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di wilayahnya. Kritikan tersebut menyusul tidak ditanggapinya layangan surat dari OKP yang meminta audensi dengan camat Caringin beberapa waktu lalu.

“Jujur saja kami kalangan pemuda Kecamatan Caringin merasa sangat kecewa dengan sikap camat yang tidak kooperatif. Padahal apa susahnya memenuhi permintaan kami selaku warga yang ingin mempertanyakan kinerjanya,” ujar Ipan Sopandi, Penasehat OKP wilayah Kecamatan Caringin, kepada sejumlah awak media, Jumat (22/01/2016).

Menurutnya, selama menjabat, Camat Rumambi dianggap tidak proaktif terhadap masyarakat, kalangan pemuda, Organisasi Sosial (Orsos) hingga Kepanduan (Pramuka) dan berbagai kalangan lainnya.

Salah satu yang dikritisi pihaknya yakni tentang kejelasan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) atau gedung serbagunan Caringin.

“Ya itu salah satu hal yang ingin kita pertanyakan. Kami ingin tahu seperti apa kejelasan tentang Gor,” tegasnya.

Mantan Kepala Desa Pancawati ini pun menilai, penempatan Rumambi menjadi Camat Caringin merupakan kesalahan  Sekretaris Daerah (Sekda) serta Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Bogor.

“Sebelum mendelegasikan, harusnya pertimbangkan dulu apa pantas orang tersebut memimpin wilayah, jangan asal menempatkan saja. Yang ada Caringin kini bukan makin berkembang, tapi sebaliknya malah stagnan setelah dipimpin camat itu,” cetusnya.

Seharusnya, lanjut Ipan, camat bisa membangun sinergitas dengan melibatkan peranan pemuda dalam berbagai program sebagai bentuk dukungan terhadap misi Kabupaten Bogor yang ingin menjadi kabupaten termaju di Indonesia. Tak hanya itu pihaknya juga mendesak para anggota legislatif daerah pemilihan (dapil) 3 turut mengevaluasi pendelegasian Rumambi sebagai Camat Caringin.

“Ya makanya jangan salahkan warga ataupun kami kalangan pemuda, jika berbagai program kecamatan tidak berjalan, karena camat tidak mau membangun sinergitas dengan masyarakat,” pungkasnya.

Dia menambahkan, karena tidak bisa menjalin sinergitas dengan berbagai kalangan, maka hal itu akan menjadi hambatan terhadap misi Kabupaten Bogor yang ingin menjadi kabupaten termaju.

“Kalau camatnya aja seperti itu, bisa-bisa yang ada harapan kabupaten termaju hanya jadi jargon belaka dan malah sebaliknya menjadi kabupaten termundur,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan,  Camat Rumambi belum bisa dimintai tanggapan terkait hal tersebut. (Raden Supriyadi)

JabodetabekJakarta

Konser Amal, GPS Al-Mawaddah Gandeng Group Musik Debu

imageContent

BERIMBANG.COM, Jakarta – Sejak muncul istilah GPS dari ponsel pintar (smartphone), alumni Pesantren Al-Mawaddah Ciganjur mendirikan organisasi dengan singkatan ini. GPS (global positioning system) merupakan sistem untuk melacak suatu letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan sinyal satelit. Namun, GPS ala santri ini merupakan singkatan “Gerakan Peduli Santri”.

Menurut Ketua GPS Al-Mawaddah Muhammad Haikal Haniful Fuad, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar Konser Amal bekerja sama dengan Grup Musik Debu. Acara bertema “Debu Peduli Pesantren” ini bakal digelar di Hotel Bumi Wiyata Depok, 6 Februari 2016 mendatang.

“Konser dimulai pukul 7 malam. Tiket masuk sebesar 500 ribu rupiah. Hasil konser amal tersebut 100 persen akan disumbangkan untuk pembangunan Pesantren Al-Mawaddah. Acara ini merupakan rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul KH Muhammad Saalih, pendiri Pesantren Al-Mawaddah,” ujarnya.

Pada saat hadir pada perayaan Maulid Nabi di Al-Mawaddah, lanjut Haikal, Mustafa Kumayl bersama grup nasyid Debu juga tampil di hadapan hadirin. Dalam kesempatan tersebut, Mustafa mengajak hadirin untuk menonton konser amal yang digelar hasil kerjasama Grup Debu dan Pesantren Al-Mawaddah. “Soal tiket nanti hubungi panitia,” ujar Haikal menirukan Mustafa.

Menurut Haikal, organisasi yang dipimpinnya itu lahir atas keinginan alumni dan simpatisan Pesantren Al Mawaddah. Sebagai organisasi resmi, GPS berada di bawah naungan Yayasan Baitul Rahim Ciganjur. “GPS juga telah direstui kiai kembar, KH Abdullah Hasani dan KH Abdillah Hasani, selaku pengasuh Pesantren Al Mawaddah,” ungkapnya.

Maksud dan tujuan berdirinya GPS, lanjut Haikal, adalah membantu segala sesuatu yg bisa diupayakan demi perkembangan dan kemajuan Pesantren Al Mawaddah, antara lain di bidang kegiatan, bantuan sosial, dan pembangunan asrama pesantren.

Haikal menambahkan, alasan lainnya adalah karena di Al Mawaddah banyak memiliki santri yatim piatu dan dari keluarga kurang mampu secara ekonomi yang tentunya membutuhkan bantuan baik moril maupun materiil.

“GPS kini dikelola 35 pengurus yang siap kerja cepat, tepat dan tanggap demi kemajuan pesantren. Untuk kegiatan harian, saya dibantu Fajar Shodiq (sekretaris) dan Sapingudin (bendahara),” ujarnya.

Haikal berharap, ke depan pihaknya bisa merangkul dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama membantu pembanguna pesantren, baik dari kalangan pemerintah, pengusaha, pegawai, wiraswasta, dan berbagai pihak yang cinta pendidikan Islam. “Ini kami lakukan demi masa depan anak bangsa yang lebih cerah dan gemilang,” pungkasnya.

NU.online

BogorJabodetabek

Buruh VS Manajemen PT Deltapack Belum Sepakat

IMG-20160121-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Proses mediasi antara buruh dengan manajemen PT Deltapack, perusahaan yang memproduksi botol air minum merk Club di Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, masih belum menemui kesepakatan. Mediasi ini dilangsungkan pada Senin 18 Januari 2016 pukul 11.00 WIB di ruang rapat PT. Deltapack.

Manajemen PT Deltapack diwakili Hendarin Nurendra (manager), Ivan (HRD), Sabariman dan Bedjo (Disnakertrans Kabupaten Bogor), Kapolsek Cijeruk Kompol Suhartono dan jajaran, Ade (Ketua PUK PT. Deltapack), dan dua orang buruh perwakilan DPC FSPMI Kabupaten Bogor.

Dalam mediasi itu terungkap akan ada unjukrasa buruh pada Selasa 19 Januari 2016 lalu, terkait kebijakan yang diambil managemen.

Kapolsek Cijeruk Kompol Suhartono menjelaskan, dalam mediasi itu pihak manajemen menganggap bahwa perjanjian bersama pada 21 Oktober 2014 tidak sah karena adanya intimidasi dari pihak buruh yang menghentikan produksi selama satu jam. Apabila karyawan melaksanakan mogok kerja tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku maka menajemen akan memberikan sanksi.

“Sedangkan pihak buruh menuntut agar perusahaan menjalankan perjanjian bersama yang telah disepakati terhadap 11 orang karyawan. Buruh juga menuding adanya intimidasi dari pihak manajemen kepada karyawan yang akan melakukan demo akan di PHK,” jelasnya.

Sementara pihak Disnakertrans, menyarankan untuk melakukan perundingan terlebih dahulu dan tidak melakukan mogok kerja, selain itu agar permasalahan perjanjian bersama ini dilanjutkan ke PHI.Ketua PUK FSPMI, Ade, berharap 11 karyawan yang di-PHK agar bisa dipekerjakan kembali dan buruh siap ditempatkan di mana saja.

“Buruh tidak akan melaksanakan aksi unjuk rasa sampai dengan hari Kamis pukul 15.00 wib sore ini serta akan ada perundingan kembali,” ujarnya. (Raden Supriyadi)