Jabodetabek

BogorJabodetabek

Truk Pertamina Tergelincir, Tabrak Kendaraan dan Tembok Jalan

IMG-20160401-WA0001

BERIMBANG.COM, BOGOR – Sebuah kendaraan truk tangki Pertamina bernopol F 9844 F, yang bergerak dari arah Puncak menuju Ciawi tergelincir di Tanjakan Widuri, Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, sekitar pukul 14:40 WIB. Diduga truk mengalami selip ban karena jalan licin kemudian oleng ke kanan jalan hingga menabrak sepeda motor, satu angkutan kota, dan tembok ditepi jalan.

Menurut Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya beberapa kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan.

“Tidak ada korban jiwa. Sesaat setelah kejadian, TKP Laka Lantas di Tanjakan Widuri diberlakukan sistem buka tutup arus secara bergantian,” kata Asep kepada berimbang.com, Kamis (31/3).

Sementara itu, pengemudi truk tangki Pertamina, Saiman Sagiman (44) mengaku, saat mengemudi tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, namun karena kondisi jalan menurun dan licin sehingga truk mengalami selip ban.

“Truknya selip, sehingga membanting ke kanan,” singkat Saiman.

Terpisah, salah seorang saksi mata, Dedeng (29) mengatakan, truk Pertamina terlihat dari arah Puncak, dan terlihat melakukan pengereman mendadak, namun kendaraan tetap melaju hingga akhirnya menabrak tembok di tepi jalan.

“Dari jauh juga Saya udah ngerem tapi truk terus jalan, mungkin terlalu berat dan jalanannya licin jadi tidak tertahan remnya,” singkat Dedeng. (Raden)

BogorJabodetabek

Polres Bogor Musnahkan Ganja dan Sabu

IMG-20160324-WA0006

BERIMBANG.COM, BOGOR – Kepolisian Resort Bogor memusnahkan barang bukti narkoba jenis ganja dan sabu di halaman depan Mapolres Bogor, Kamis (24/3/16). Barang bukti tersebut merupakan hasil dari pengungkapan kasus narkoba di wilayah Kabupaten Bogor dalam tiga bulan terakhir.

Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil operasi selama bulan Januari-Maret 2016, dari 32 kasus narkoba dengan 13 tersangka, dengan barang bukti narkoba sebanyak 88,09 gram sabu dan 23,37 kilogram ganja. Ganja tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dalam dua tong,  sedangkan sabu dimusnahkan dengan cara direndam dalam air.

Tampak hadir juga dalam pemusnahan barang bukti Narkoba itu,  Sekda Kabupaten Bogor Adang Supandar, Ketua DPRD Ade Ruhandi, dan Kejati Lumumba Tambunan. (Raden)

BogorJabodetabek

Aktivitas Proyek Tol Cisuka Rugikan Warga

IMG-20160323-WA0002

BERIMBANG.COM, BOGOR – Aktivitas pekerjaan pembangunan jalan Tol Ciawi – Sukabumi (Cisuka) di wilayah Cigombong,  dikeluhkan warga. Pasalnya, para perusahaan pemberi layanan jasa kontruksi dalam pekerjaan tersebut, kurang memperhatikan dampak lingkugan akibat pekerjaannya. Sehingga, tidak sedikit warga yang merasa dirugikan.

Sejak proyek Tol Cisuka dimulai, gelombang protes warga sekitar yang terdampak, mulai bermunculan.

Kondisi itu dipicu oleh beberapa faktor. Seperti, dampak kemacetan akibat keluar masuknya kendaraan material dan alat berat, kerusakan dan licinnya jalan akibat lumpur tanah yang terbawa kendaraan proyek, serta polusi suara dan getaran.

“Katanya perusahaan sub kontraktor itu semua profesional, tapi buktinya mereka seperti tidak peduli dengan dampak yang ditimbulkan oleh pekerjaannya”, kata Risman, warga Cigombong kepada berimbang.com, yang mengaku dirugikan oleh sikap tidak profesional para pelaksana pekerjaan Tol, Rabu (23/3/16).

Sementara itu, Weni, warga Lido Cigombong, terpaksa dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka dalam di bagian kepala, setelah mengalami kecelakaan bersama suaminya, lkarena tergelincir saat melintas di jalan beton berlumpur akibat aktivitas kendaraan proyek Tol, di Kampung Cijambu, Desa Cisalada, Rabu pagi tadi.

“Pihak sub kontraktor chungma memang tanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa saya dan istri saya. Tapi sebelumnya manajemen chungma sempat lempar batu ke perusahaan lain”, ungkap Suami Weni, korban kecelakaan.

Saat dikonfirmasi, pihak PT Chungma, mengakui bahwa aktivitas kendaraan yang keluar masuk ke lokasi proyek membawa material tanah ke jalan umum. Dimusim penguhujan saat ini, material tanah itu jadi lumpur yang mengakibatkan jalan menjadi licin.

“Ya, memang kami akui kondisi itu. Namun, kendaraan proyek itu bukan hanya milik kami, tapi milik beberapa Sub Kontraktor lain yang sedang melaksanakan pekerjaan di area kami”, kelah manajemen PT Chungma yang enggan menyebutkan namanya.

Sekedar informasi, pekerjaan proyek jalan Tol Cisuka ditangani oleh Main Kontraktor PT Posco. Perusahaan tersebut men Sub kan pekerjaannya kepada sejumlah perusahaan jasa kontruksi lain. Diantaranya, PT Chungma, PT Global, PT LMA dan beberapa perusahaan lainnya. Dampak terbesar yang ditimbulkan oleh pekerjaan proyek itu terjadi pekan lalu di wilayah Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin. Dimana,  sejumlah rumah warga hancur tergerus bajir yang membawa material lumpur dan tanah, yang berasal dari area proyek jalan Tol di area pekerjaan PT. Posko. Bencana serupapun melanda sawah milik warga di Kampung Ciletuh,  Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, akibat pekerjaan PT.  LMA. (Raden)

BogorJabodetabek

Anggota Fraksi ABR dan Komisi B Mangkir, Pengusaha Kontruksi : Ini Pelecehan !

IMG-20160322-WA0015

BERIMBANG.COM, BOGOR – Belasan pengusaha yang tergabung dalam Paguyuban Jasa Kontruksi dan Pengadaan Kota Bogor, merasa dilecehkan oleh Fraksi Amanat Bintang Restorasi (ABR) dan Komisi B DPRD Kota Bogor. Pasalnya, kedatangan para pengusaha ini ke gedung DPRD dalam rangka memenuhi undangan dari Fraksi ABR dan Komisi B untuk ber Audiens. Namun hingga lewat batas waktu yang telah ditetapkan dalam undangan tersebut, tidak satupun anggota Fraksi ABR maupun Komisi B yang menemui mereka.

“Terus terang saja kami merasa sangat dilecehkan! Mereka yang mengundang kami, tapi sampai sore ini tak ada satu batang hidungpun dari beliau beliau yang muncul. Ruangan merekapun kosong. Maksud mereka apa kalo bukan niat melecehkan kami”, kata Safei Aminata, salah seorang anggota paguyuban, kepada sejumlah wartawan, Selasa (22/3/16) sore.

Kekesalan para pengusaha itu sangat beralasan. Karena, sejak pukul 15:30 WIB para kontraktor sudah berkumpul di gedung dewan. Namun, hingga pukul 16:30 WIB, tak ada satupun anggota Fraksi maupun komisi B yang menemuinya. Padahal, sesuai jadwal dalam surat undangan pertemuan seharusnya berlangsung pukul 16:00 WIB.

Safei menjelaskan, undangan audiensi antara Komisi B dengan para pengusaha kontruksi ini berkaitan dengan penolakan isu tentang adanya anggota dewan yang ‘bermain’ soal pembangunan di Kota Bogor. Sehingga diagendakanlah forum diskusi yang rencananya akan berlangsung di ruang komisi B.

“Wakil rakyat itu harus jadi panutan dong.  Mereka yang meminta kami hadir, tapi justru mereka sendiri yang mangkir,” jelasnya dengan nada kesal.

Menanggapi hal itu, Pengamat Kontruksi Bangunan Kota Bogor Torik Nasution sangat menyayangkan dan kecewa terhadap prilaku para wakil rakyat tersebut.

“Paguyuban pengusaha kontruksi, merupakan wadah pengusaha lokal dibidang kontruksi, seharusnya dewan bisa menepati janjinya sesuai undangan. Ya, wajar saja kalau mereka merasa dilecehkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Toriq mengatakan, bicara soal pembangunan, banyak permainan yang dilakukan para legislatif. Toriq mencontohkan  banyaknya pembangunan melalui bantuan aspirasi dewan yang diperjual belikan. Toriq mendorong agar semua pihak turut andil ambil bagian dalam melakukan pengawasan bahkan dapat membongkarnya.

Seharusnya lanjut Torik, Dewan itu lebih memprioritaskan usulan di Musrenbang. “Musrenbang itu jelas ada payung hukumnya sesuai undang- undang Nomor 25 tahun 2004 tentang pembangunan nasional, dan itu harus prioritaskan,” pungkasnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Pelantikan Forum UMKM Caringin Dikritisi Pelaku Usaha

IMG-20160322-WA0013

BERIMBANG.COM, BOGOR – Peresmian dan Pelantikan Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kecamatan Caringin, yang diselenggarakan di Gor Caringin, Selasa (22/3/16) dikritisi pelaku usaha. Bubung Saiful Arsyad, pemilik usaha jaket Khe – khe Collection asal Kampung Cisalopa, Desa Pasir Buncir, menilai tidak ada tranparansi terkait pemilihan ketua dan pembentukan struktur Forum UMKM Kecamatan Caringin, serta perlombaan UMKM dalam acara yang digelar panitia.

Cawy, demikian sapaan akrab pemilik usaha jaket Khe – Khe Collection mengaku baru mengetahui adanya acara tersebut Selasa pagi. “Saya selaku pengurus Umkm Caringin sangat kecewa. Karena saya tidak mengetahui adanya pembentukan forum dan pembentukan pengurus umkm. Padahal saya sendiri pengurus forum lama dari umkm caringin. Saya diberitahu adanya acara ini tadi pagi jam 9 dari staf kecamatan yang telpon”, keluh Cawi.

Cawi menambahkan, sesi penilaian lomba dalam acara inipun dia tidak mengetahuinya. “Pantas saja pelaku ukm lain yang jadi juara karena penuh persiapan, sedangkan kami serba dadakan”, tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ukm pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Bogor, A. Aziz, mengatakan, di Kabupaten Bogor saat ini sudah terbentuk 30 Forum UMKM. “Kami menargetkan dalam waktu satu bulan ini forum UMKM sudah terbentuk di seluruh kecamatan”, katanya.

Ditanya soal konsistensi Pemerintah Daerah dalam mensuport para pelaku UMKM, Kabid Ukm menyatakan, para pelaku usaha harus pro aktif dan memperluas jaringan usahanya. “Pelaku usaha harus memperluas jaringan usahanya, dan harus pro aktif berkomunikasi dengan kami”, tandasnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Jalur Maseng Longsor, Perjalanan KRL Bogor – Sukabumi Dihentikan

IMG-20160322-WA0006

BERIMBANG.COM, BOGOR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dalam dua pekan terakhir, mengakibatkan tanah di perlintasan Kereta Api jurusan Bogor – Sukabumi amblas di KM 11+8/9 atau tepatnya, antara Stasiun Maseng – Bogor, Minggu (20/3/16) Malam. Akibatnya rel kereta menggantung sepanjang 15 meter dengan kedalaman 10 meter.

Longsoran dan tanah amblas di wilayah Cigombong, Cijeruk ini menyebabkan pelayanan KRL Bogor-Sukabumi dihentikan selama 3 (tiga) hari ke depan. “Untuk sementara, perjalanan kereta api Bogor – Sukabumi dibatalkan dan tidak ada perjalanan KA Pangrango selama tiga hari kedepan,” kata Kepala Stasiun Bogor, Darmin.

Dia mengatakan, longsor yang di sekitar rel tersebut terjadi pada Minggu 20 Maret 2016 malam setelah hujan mengguyur wilayah Bogor. “Saat ini ada 50 pekerja yang sedang melakukan perbaikan. Kami berharap, pengerjaan bisa lebih cepat selesai agar pelayanan bisa kembali dilakukan,” kata dia.

PT KAI juga mengerahkan alat berat untuk membantu percepatan perbaikan. “Untuk memaksimalkan pekerjaan perbaikan, kami menurunkan alat berat ke lokasi longsor. Mudah – mudahan dalam waktu tiga hari kedepan, jalur kereta sudah bisa difungsikan lagi”, katanya. (Raden)

BogorJabodetabek

Kepala BPMPTSP : Minggu Depan IMBG Ananda Fashion Cileungsi Kami Cabut

IMG-20160322-WA0005

BERIMBANG.COM, BOGOR – Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kabupaten Bogor menegaskan, Ijin Mendirikan Bangunan Gedung (IMBG) Pasar Modern atau Ananda Fashion Cileungsi akan segera dicabut.

“Kemungkinan minggu depan, kami lakukan pencabutan IMBG Pasar Modern Cileungsi,” kata Kepala BPMPTSP Kabupaten bogor, Yani Hasan, saat dihubungi melalui pesawat telepon selularnya, Senin (21/3/16).

Mengacu pada surat pembekuan IMBG dari BPMPTSP yang diterima manajemen Ananda Fashion pada tanggal 5 Maret 2016, seharusnya pada tanggal 18 Maret lalu BPMPTSP sudah mencabut IMBG Pasar Modern tersebut. Karena sesuai aturan, pencabutan dilakukan dengan jeda waktu selama 14 hari kalender, sejak surat itu diterima yang bersangkutan.

Menanggapi hal itu, Kepala BPMPTSP berdalih jika pihaknya terkendala oleh persoalan lain yang harus diselesaikan terlebih dahulu. “Kemarin kita banyak acara,  sehingga secara teknis personal yang menangani persoalan ijin Ananda Fashion terlibat pekerjaan yang sangat padat. Kami juga sudah menjelaskan kepada oumbudsman”, kelahnya.

Ketika ditanya kepastian waktu pencabutan IMBG Ananda Fashion, Yani Hasan menyatakan belum bisa mempubikasikannya. “Pokoknya minggu depan kami lakukan pencabutan,” janjinya.

Sementara itu, pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Cileungsi, H.Dudung, mengatakan pihaknya akan terus mengawal kinerja BPMPTSP.

“Intinya kami percaya dan menyerahkan semuanya kepada Pemda Bogor. Saya yakin Yani Hasan selaku kepala BPMPTSP tahu mana yang benar dan mana yang salah, dan beliau bisa menjalankan amanah sesuai tugas dan fungsinya,” tandas H.Dudung. (Raden)

BogorJabodetabek

Pakai dan Edarkan Narkoba, Oknum Anggota Polsek Leuwiliang Diciduk Sat Narkoba Polres

IMG-20160320-WA0011

BERIMBANG.COM, BOGOR – Satuan Narkoba Polres Bogor meringkus salah satu oknum anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Leuwiliang, yang diduga sebagai pemakai, sekaligus pengedar narkoba jenis sabu – sabu, Sabtu (19/3/16). Oknum aparat tersebut diamankan di Mapolres Bogor berikut barang bukti 20 paket sabu siap edar.

Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto, mengatakan, penangkapan berawal dari informasi unit intel Kodim 0621 Bogor dan Kodim 0508 Depok, yang memberikan informasi ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor.

“Berdasarkan laporan, Bripka Muhammad Isa, terindikasi sebagai pemakai sabu-sabu,”katanya, kepada awak media, Minggu (20/3/16).

Ia menjelaskan, setelah mendapatkan informasi itu, kasat narkoba dan provos Polres Bogor, langsung melakukan penangkapan terhadap oknum polisi tersebut.

“Tersangka ditangkap saat piket di Polsek Leuwiliang,”tambahnya.

Berikut ini, kronologis penangkapan Bripka Teguh isak yang berhasil dihimpun tim berimbang.com.

Pada hari Sabtu (19/3/16) pukul 17.00 WIB Sdr.Edo menginformasikan kepada pihak Kodim 0621/Bogor, adanya seorang anggota Polisi yang kediamannya sering dijadikan tempat pesta narkoba bersama teman – temannya.

2. Dari hasil laporan tersebut maka pihak Kodim 0621/Bogor berkoordinasi dengan pihak Kodim 0508/Depok, dikarenakan alamat tersebut berada di wilayah hukum Kota Depok.

3. Kemudian Pasi Intel Kodim 0508/Depok merapat ke Kodim 0621/Bogor beserta Pa Sandi, Serma Sutikno, Serka Anto.

4. Setelah sampai di Kodim, rombongan dari Polres Bogor dan BNN melaksanakan penjemputan ke Polsek Leuwiliang karena tersangka sedang melaksanakan piket.

Sementara itu,  anggota Unit Intel Kodim 0508/Depok menuju lokasi tempat tinggal tersangka di Desa Bojong Baru, menunggu perkembangan dari Leuwiliang untuk dilaksanakan penggeledahan di rumah tersangka di Bojong Baru, Bojong Gede.

Pukul 24.00 WIB rombongan Kasat Narkoba AKP Yuni tiba di rumah Bripka Teguh Isak.

Hasil yg didapat :

1) Di kontrakan tersangka di Leuwiliang Bogor :

– 4 Paket Sabu dalam plastik.

2) Hasil yang didapat di rumah RT.02/03 No.23 Kel.Bojong Baru Kec.Bojong Gede sbb :

a) Satu pucuk pistol Air Soft Gun

b) 16 paket sabu

c) Buku tabungan BRI 33 juta.

d) Buku tabungan Mandiri 5 jt.

e) Satu timbangan.

Jumlah total sabu2 yg dimiliki Bripka Teguh Isak sebanyak 20 paket sabu – sabu.

Pukul 01.30 WIB, penggeledahan di rumah tersangka Bojong Baru, Bojong Gede selesai dilaksanakan, kemudian tersangka dibawa ke Markas Polres Bogor.( Raden)

BogorJabodetabek

Langgar Lahan Fasos Fasum, 5 Unit Ruko Pasar Cileungsi Akan Dibongkar

IMG-20160320-WA0010

BERIMBANG.COM, BOGOR – Menindak lanjuti aspirasi para pedagang Pasar Cileungsi yang mempertanyakan Fasos-Fasum berupa Masjid,  Ombudsman Republik Indonesia (RI) Jakarta, menyarankan agar lima unit Rumah Toko (Ruko) yang berdiri didalam site plane Masjid untuk dibongkar.

Keberadaan lima unit ruko yang berdiri di lahan Fasos – Fasum itu disinyalir akibat ulah oknum nakal yang merubah gambar site plane dengan menghilangkan gambar rencana pembangunan mesjid.

“Hasil dari rapat pada Jumat (18/3) lalu, yang dihadiri Ombudsman RI, Sekda, PD Tohaga, PT Bangun Bina Persada selaku pengelola  Pasar Cileungsi, Camat, dan perwakilan PPPC, Ombudsman menyarankan agar Pemda Bogor segera menyiapkan Fasos/fasum tersebut,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cileungsi (PPPC), Ahmad Sunjaya, kepada berimbang.com, Sabtu (19/3/2016).

Alasannya, kata Sunjaya, sebelum kebakaran beberapa lalu, lahan Ruko tersebut adalah lahan Fasos – Fasum untuk pembangunan mesjid. Namun entah bagaimana ceritanya, lahan itu diperjual belikan oknum hingga akhirnya berdiri bangunan ruko.

“Itu kan tanah Pemda? Dari site pline yang ada itu seharusnya masjid tapi kenapa dihilangkan,” keluh Jaya sapaan akrabnya.

Menanggapi hal itu, Rudi (37), salah satu pemilik ruko yang masuk rencana pembongkaran, mengaku tidak keberatan jika semua itu memang sesuai aturan.

“Kami ngikut saja yang benar dan  yang terpenting tidak dirugikan, toh nanti juga buat fasilitas bersama,” terang pemilik toko Sepatu Pasar Cileungsi, itu.

Seperti diketahui, pembongkaran 5 unit ruko  berukuran 4 x 12 meter persegi itu rencananya akan diselesaikan dalam waktu satu minggu kedepan. Untuk biaya pembongkaran ditanggung sepenuhnya oleh PT. Bangun Bina Persada, selaku pengelola pasar Cileungsi. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

DPD Perindo Kabupaten Bogor “Genjot” Militansi Kader se-Dapil 3

IMG-20160319-WA0011

BERIMBANG.COM, BOGOR – Ratusan kader Partai Persatuan Indonesia (Perindo) se-Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten Bogor mengikuti Latihan Kader Dasar (LKD) di GOR Kecamatan Tamansari, Sabtu (19/3/2016). Militansi dan profesionalisme mereka “digenjot” untuk membangun Kabupaten Bogor agar lebih sejahtera.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Bogor, Ade Wardhana Adinata,mengatakan, sejahtera itu masyarakat bisa mengakses semua fasilitas; pendidikan, kesehatan, dan mudah dapat modal untuk daya beli ekonomi.

Menurutnya, Kabupaten Bogor saat ini belum mencapai titik sejahtera dan memerlukan perbaikan disegala bidang. Hal itu dapat dilihat dari beberapa faktor. Diantaranya,  kekosongan Wakil Bupati, besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) APBD Kabupaten Bogor yang mencapai sekitar Rp1,1 triliun, dan masih banyaknya warga miskin yang belum tersejahterakan.

“Sudah saatnya kita berubah. LKD salah satu jalan demi perubahan nasib dan keadaan. Ada kepentingan yang lebih luas, yakni kesejahteraan masyarakat. Apakah kita mampu? Mampu. Karena APBD kita Rp6,7 triliun, sebanding dengan APBD Provinsi Sumatera Utara dan provinsi lain. Jangan hanya dinikmati segelintir golongan,” tegasnya.

Ade menjelaskan, sedikitnya ada tiga landasan utama untuk mengubah nasib Kabupaten Bogor. Pertama, pemimpinnya harus fighter dan peduli dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Jangan lagi sekadar seremonial yang dielu-elukan.

Kedua, perlu pembenahan sistem secara komprehensif dan transparan ditambah peningkatan kesejahteraan pegawai dan peningkatan pengawasan. Ketiga, penegakan hukum tanpa pandang bulu. “Funishment and reward dijalankan. Dan masyarakat harus berani menegur pemimpin yang salah,” ujarnya membakar semangat kader.

Terkait pencalonannya menjadi Bupati Bogor pada 2018 nanti, Ade mengaku akan bersikap realistis. “Saya tidak ingin memasaksakan kehendak harus saya yang jadi bupati. Jujur saja, kalau ada sosok yang lebih baik, saya siap mundur dan mendukungnya. Tapi faktanya sekarang saya melihat belum.Buktinya sampai sekarang kursi Wabup kosong,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ade juga menyampaikan bahwa dirinya mempersilahkan bagi siapa saja untuk bergabung dengan Perindo. “Kami tidak ingin memaksa. Siapa saja yang mau bergabung ke Perindo saya sarankan untuk sholat istikharah. Dan bagi yang simpati tetapi tidak ingin masuk ke Perindo seperti PNS, TNI, Polri atau pengusaha, kami menyediakan wadahnya yaitu sejenis ormas yang kami namakan Baladewa, Balad Ade Wahardana,” imbuhnya.

Selain mendapatkan arahan dari Ade Wardhana Adinata, ratusan kader digojlok oleh pengurus DPP dan DPW Perindo Jabar.

Acara LKD Kader Perindo pertama di Jawa Barat ini digagas Koordinator Perindo Dapil 3, Yudia. Acara ini dihadiri pula oleh Camat Tamansari Achmad Sofyan, Kapolsek Tamansari, dan Ketua Baladewa Yurizal. (Raden Supriyadi)