Jabodetabek

BogorJabodetabek

Peringati Hari Air Sedunia, Bupati Bogor Adakan Penanaman Pohon

IMG-20170322-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor– Bupati Bogor Hj Nurhayanti dan Balai Besar Wilayah Sungai(BBWS) Ciliwung-Cisadane adakan kegiatan penanaman pohon, dalam rangka Peringati Hari Air Se-Dunia, acara yang berlokasi di Danau Lido, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Selasa (21/3/17)

Kegiatan tersebut merupakan pedulinya terhadap Lingkungan, dan di hadiri juga oleh unsur Muspida Kabupaten Bogor, Muspika Kecamtan Cigombong, perwakilan pejabat Direktorat Jenderal Air dan Sumber Daya Mineral Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PT. MNC Land, Kapolsek, Danramil Cijeruk-Cigombong, dan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan ini sesuai yang di instruksi oleh kementerian, karena kondisi Danau Lido mulai menyempit akibat sedimentasi. “Danau Lido akan dinormalisasikan kembali dan bekerja sama dengan pihak MNC Land. Soal pendangkalan akan dilakukan pengerukan dan di sekitaran danau dilakukan penanaman pohon agar konservasi alam tetap terus terjaga dan bersih,” ujar Kepala BBWS Ciliwung-Cisadane, Tengku Iskandar kapada wartawan

Sementara itu,  Bupati Bogor, Nurhayanti berharap kegiatan ini menjadi pusat perhatian untuk rehabilitasi dan konservasi air tanah serta jadi model pengelolaan lingkungan berdimensi pemberdayaan masyarakat.

“Saya himbaukan kepada semua lapisan masyarakat agar senantiasa bisa menjaga lingkungan sekitarnya, dan punya rasa memiliki dengan menjalin kerja sama yang kuat antara masyarakat dengan pihak pemerintah karena menjaga lingkungan merupakan  tanggung jawab bersama,” ucapnya

Camat Cigombong Basrowi,  menyambut baik dengan kegiatan tersebut, dalam rangka peringatan hari Air Se-Dunia ini Bupati Bogor hadir, dan BBWS adakan penanaman pohon di sekitar danau Lido itu semua merupakan peduli lingkungan." Dengan adanya penanaman pohon ini saya harap masyarakat Cigombong bisa menjaga dengan lebih baik lagi dan punya rasa memiliki, terutama menjaga lingkungannya," harapnya. (Na/Wan)

 

BogorJabodetabek

Angkot Jurusan leuwiliang Cipanas Lakukan Konvoi Tuntut Kebijakan Pemerintah

IMG-20170321-WA0073

BERIMBANG.COM, Bogor- Angkot Leuwiliang-Cipanas melakukan konvoi ke balai Kota Bogor, puluhan angkot tersebut untuk menuntut kebijakan pemerintah, dalam hal ini Dinas Perhubungan, yang lebih menguntungkan bagi mereka, khususnya dalam sengitnya kompetisi melawan angkutan ojek online.

Para sopir angkot mempertanyakan perizinan jasa transportasi online, dan mereka akan terus melakukan aksi mogok massal sebelum ada kebijakan yang menguntungkan bagi mereka sebagai sopir angkot.

“Kami tidak akan berhenti demo sebelum ada kebijakan yang menguntungkan pihak kami karena kami yang jelas-jelas memiliki jalur,” ungkap salah satu pendemo, Komeng, kepada wartawan. Selasa (21/3/17)

Sementara itu, salah satu petugas dinas perhubungan Muhammad mengatakan, iring-iringan angkot yang berangkat dari Bogor Barat untuk mendatang Kantor Balai Kota Bogor sempat membuat macet lalu lintas jalan yang dilalui rombongan tersebut. (Na/Wan)

 

BogorJabodetabek

Kasus Pungli Tol Bocimi Mandek, CBA Minta Polisi Serius Menanganinya

IMG-20170321-WA0036

BERIMBANG.COM, Bogor- Berlarut-larutnya proses penanganan kasus pungutan liar (pungli) pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Bocimi di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, yang ditangani Satreskrim Polres Bogor, menjadi bola liar yang memunculkan asumsi negatif dari berbagai kalangan.

Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Ucok Sky Khadafi kembali mendesak agar polisi serius dan bersikap profesional dalam mengungkap kasus tersebut sehingga para pelaku yang terlibat pungli bisa secepatnya diseret ke penjara.

" Polisi terkesan tidak serius dalam menangani kasus itu, buktinya sampai saat ini tidak ada satupun pelaku yang ditahan," kata dia saat dihubungi via selulernya, kemarin.

Menurut dia, lambannya penanganan kasus pungli tol Bocimi membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian, padahal pemberantasan praktik pungli berikut penanganan kasus secara optimal merupakan paket kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla dibidang hukum yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik.

" Belum dilakukannya penahanan terhadap IT selaku bendaraha Desa Wates Jaya dan ES yang menjabat sebagai Ketua RT, membuat masyarakat khususnya warga penerima Uang Ganti Rugi (UGR) yang jadi korban pungli semakin tidak percaya terhadap penegakan hukum," imbuhnya.

Ia juga meminta polisi untuk segera melakukan penahanan apalagi kedua orang tersebut (IT dan ES) disebut-sebut sudah menjadi tersangka dan penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta mengantongi alat bukti berupa buku tabungan milik para penerima UGR, sehingga tujuan dari program kebijakan pemerintah dibidang hukum tidak gagal.

Tak hanya itu, Ucok pun mendesak Divisi Propam Polda Jabar dan Mabes Polri turun tangan sebagai fungsi pengawasan diinternal kepolisian.

" Propam Polda Jabar dan Mabes Polri harus turun tangan untuk meyelidiki apakah ada keterlibatan oknum polisi dalam kasus pungli tol Bocimi, sehingga penanganannya terkesan lamban," pintanya.

ES Ketua RT03/03, Kampung Pangatian Desa Wates Jaya, mengakui jika dirinya sudah menerima uang dari para penerima UGR usai pencairan dalam proses pembebasan lahan. Uang yang terkumpul, kata dia lagi, diserahkan kepada IT selaku bendahara desa  untuk biaya koordinasi dengan sejumlah intansi. 

" Iya memang saya terima, tapi semua uang yang terkumpul diserahkan kepada IT. Katanya sih, dana itu juga digunakan untuk biaya koordinasi," ungkapnya.

Untuk diketahui, praktik pungli di Kabupaten Bogor terbilang sangat tinggi. Sejak November 2016 hingga Februari 2017 saja, Tim Saber Pungli telah berhasil mengungkap 44 kasus pungli dan menyita uang haram hasil pungli sebesar Rp7.985.000 sebagai barang bukti. Dalam pemberantasan pungli, Dinas Perhubungan (Dishub) menjadi intansi yang paling sering berhubungan dengan Tim Saber Pungli terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bumi Tegar Beriman. (Na)

 

BogorJabodetabek

Sopir Angkutan Umum Dan Ojek Online Bentrok Di Bogor

IMG-20170320-WA0204

BERIMBANG.COM,  Bogor –Bentrok antara sopir Angkutan Konvensional dan Driver Ojek Online di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, tepatnya depan RS Hermina Taman Yasmin sekitar pukul 18.30 WIB. Mengakibatkan mogoknya Angkutan Kota(Angkot) di Kota Bogor. Senin (20/3/17)

Hasil Keterangan yang di dapat di Tempat Kejadian Perkara(TKP) Irman, salah satu saksi mengatakan, terjadinya insiden saling serang antara para sopir angkot dengan driver ojek nonline mengakibatkan dua unit angkot trayek 32 jurusan Cibinong – Pagelaran yang di kemudikan Ujang dan Bacun mengalami rusak yang begitu parah.

" Saya lihat angkot yang sedang jalan dan membawa penumpang di berhentikan paksa oleh para driver ojek online, penumpangnya di turunkan lalu angkot tersebut di rusak dan sopirnya langsung lari menyelamatkan diri," ujar Irman saat di lokasi kejadian

Irman menambahkan, Informasi yang di dapat, kejadian ini adalah aksi balasan, karena pagi ada driver ojek online yang di berhentikan, ketika driver tersebut mau di pukuli berhasil melarikan diri. Suasana yang mencekam di Taman Yasmin membuat semua orang ketakutan, sehingga toko swalayan Giant Yasmin kota Bogor pun ditutup sementara.

" Pihak keamanan swalayan melarang pengendara roda dua dan roda empat masuk ke area Giant akses pintu msuk, pada saat itu di jaga sangat ketat," tutupnya.

Untuk meredam aksi bentrokan dua kubu antara sopir angkot dan driver ojek online tersebut, pihak Polresta Bogor Kota menurunkan Anggotanya ke lokasi kejadian. (Na/Wan)

 

BogorJabodetabek

Rem Motor Blong, 2 Orang Terjatuh Di Jalur  Wisata Curug Ciherang

IMG-20170320-WA0158

BERIMBANG.COM, Bogor – Kecelakaan terjadi di turunan amsori tepatnya di jalan puncak 2 kampung cibitung rt 01/06 desa wargajaya kecamatan sukamakmur kabupaten bogor, 2 orang terjatuh karna kecelakaan motor yang ditumpanginya mengalami rem belakang blong.

Korban warga cengkareng jakarta yakni Dimas (23) mengalami luka ringan dan Kiki (19) mengalami luka serius karna terpental dan tertimpa motor yang ditumpanginya, korban tersebut langsung di bawa ke puskesmas (19/03/2017).

Kecelakaan bermula saat kedua korban yang berboncengan arah pulang dengan motor turun dari kawasan wisata curug ciherang setelah bermalam di kawasan wisata tersebut, saat berada dijalur turunan amsori, tiba-tiba rem belakang tidak berfungsi.

Laju motor makin kencang dan tidak terkendali, akhirnya korban mengerem motornya sekaligus pake rem depan dan terjatuhlah motor tersebut.
Turunan atau tanjakan ini sering terjadi kecelakaan, bahkan setiap hari sabtu atau minggu pasti aja ada korban,
Harapan kami aparat pemerintah desa dan pengusaha

Harapan kami pemerintah desa dan pengelola wisata untuk ikut memperhatikan jalan yang rawan kecelakaan. Ujar warga cibitung yang tidak mau disebutkan namanya kepada berimbang.com.
 
" Kami melihat kejadian kecelakaan ini saat kami mau melakukan acara simulasi pelantikan srikandi dan sapma pp kecamatan sukamakmur, pas kami mau berpapasan di tkp kecelakaan, kami langsung berhenti dan anggota pp lain langsung sigap untuk mengevakuasi   kedua korban tersebut kewarung warga yang berada disekitar itu, setelah itu kami langsung menghimbau ke rekan-rekan korban, korban tersebut harus secepatnya dibawa ke puskesmas dan kami mengingatkan ke yang lainnya untuk selalu berhati-hati dijalan karna banyak tikungan yang tajam, licin dan banyak jalan yang berlubang. Ujar H A Sadili yang merupakan Bendahara PP Sukamakmur. (Ahmad).

 

BogorJabodetabek

Seorang Pengendara Sepeda Motor Tewas Ditempat

IMG-20170314-WA0082

BERIMBANG.COM, Bogor- Seorang pengendara sepeda motor tewas ditempat setelah kendaraan yang ditungganginya bertabrakan dengan sebuah ambulance dengan arah berlawana di Jalan Veteran, tepatnya di Tanjakan Kujang, Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Selasa (14/3/2017) sekitar pukul 08.00 WIB. Pagi tadi

Berdasarkan hasil informasi yang dihimpun di Tempat Kejadian Perkara(TKP), korban bernama M. Musahidin, warga Kampung Pondok Menteng RT 002 Rw 003, Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Dudum salah satu saksi mata di tempat kejadian mengatakan, saat dirinya melintas menuju  arah Ciawi melihat korban sudah tergeletak dengan darah mengalir di bagian kepala. "Saya berhenti dan mencoba melihat korban untuk mengenali dan mencari identitas korban. Tenyata korban telah tewas di tempat dengan mengenaskan. Jenis sepeda motor yang di kendarai korban, Bajay Pulsar berwarna merah dengan nopol F 4466 VY," katanya

Informasi lain yang diperoleh di lokasi kejadian, korban melaju dari arah Ciawi menuju kawasan Tapos. Korban diduga bertabrakan dengan mobil ambulance dari arah berlawanan. "Kejadian persisnya saya tak melihat," ujar Dudum

Warga dan pengguna jalan yang saat itu melintas langsung melaporkan kejadian tersebut ke Unit Lakalantas Polres Bogor di Ciawi. Korban saat ini telah dibawa ke RSUD Ciawi oleh Unit Lakalantas.(Na/Wan)

 

BogorJabodetabek

Ormas Dan Debt Collector ( Matel) Bentrok Di Bogor

IMG-20170310-WA0047

BERIMBANG.COM, Bogor-  Bentrokan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Debt Collector (Matel) di Jalan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (9/3/2017) sekitar pukul 18:00 wib.

Terjadinya bentrokan berawal dari salah satu warga yang diambil paksa kendaraanya oleh Debt Collector di jalanan, atas kejadian Tersebut kelompok Ormas Melakukan Sweeping Ke Sejumlah Jalan dimana Para Debt Collector sering mangkal, didalam perjalanan Sweeping Kelompok Ormas menjumpai para Debt Collector yang diduga sering merampas kendaraan secara paksa.

Salah satu anggota Ormas, Ajid menerangkan, Setelah mengetahui salah satu warga yang di ambil paksa kendaraannya oleh Debt Collector kami langsung melakukan sweeping sepanjang jalan dimana para Debt Collector tersebut mangkal, setelah menjumpai beberapa Debt Collector dan berniat untuk mengkonfirmasi atas kejadian penarikan kendaraan, namun para Debt Collector tersebut tidak menerimanya.

“ Saat kami mengkomfirmasi Salah satu Debt Collector tidak terima dan malah mereka menantang kami untuk berkelahi, adu mulutpun tak terhindarkan akhirnya bentrokpun terjadi di lokasi,” terangnya. Kamis(9/3/17) 

Kasat Reskrim Polresta Bogor, Kompol Condro Sasongko mengatakan, Pihaknya langsung mengamankan sembilan belas orang yang terlibat dalam bentrokan antara Ormas dengan Debt Collector. “kami sudah mengamankan Sekitar 19 orang untuk menjalani Pemeriksaan, selain itu kami juga mengamankan barang bukti yang disita berupa senjata tajam, telepon genggam, dan beberapa unit kendaraan yang rusak," ujarnya
(Na/Wan)

 

BogorJabodetabek

Kecamatan Caringin Mendata UMKM Sekaligus Pendataan Ijin

IMG-20170309-WA0110

BERIMBANG.COM, Bogor- Pemerintah Kecamatan Caringin adakan pendataaan Usaha mikro kecil menengah (UMKM) sekaligus pendataan izin, acara yang di laksanakan di gedung Kantor Kecamtan Caringin, Kabupaten Bogor.

Bagas jonathan, ketua UMKM kecamatan Caringin, menerangkan, bahwa kegiatan sekarang pembahasan izin umkm sekaligus pendataan. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman terhadap pengusaha mikro agar pemasaran lebih tumbuh pesat dengan baik.

Selain itu, setiap umkm harus memiliki izin usaha umkm. Dengan adanya kegiatan ini maka, semua koperasi untuk mengenai perizinannya akan diurus oleh pengurus koperasi kecamatan.

" Karena semua ini sudah aturan kementrian agar usaha umkm disarankan memiliki izin, maka izinnya semuanya akan kami urus", ungkap Bagas kepada berimbang.com, Kamis (9/3/17)

Bagas yang biasa disapa Joe, menjelaskan, untuk pemasaran setiap umkm tentunya akan lebih pesat, karena setiap produk umkm biasa dijual ke perorangan sekarang pemasarannya sudah ditambah melalui on line.
terhadap umkm khususnya diwilayah Caringin.

"Pemasarannya akan lebih pesat, karena sudah dibantu dengan pemasaran melalui on line, umkm kecamatan caringin sekarang sudah memiliki website pribadi untuk membantu market", jelasnya.

Sementara itu, Dedi sunardi kasie Ekbang kecamatan Caringin menambahkan, kegiatan ini semuanya untuk membantu pengusaha umkm atau usaha mikro. " pihak kecamatan hanya sebatas membantu pasilitas dan mengarahkan apa yang dibicarakan oleh orang dinas koperasi", imbuhnya.

Bubung, salah satu pengusaha jaket kye kye produk bogor, sangat bahagia dengan adanya kegiatan seperti sekarang, karena pemasaran produksi nya akan lebih bertambah.

" Pemasaran selain ke perorangan, namun setelah adanya website umkm tentunya kedepan pesanan jaket akan lebih bertambah", ucapnya. (Na/Wan)

 

BogorJabodetabek

Pelantikan PAC dan Pengurus Ranting PP Sukamakmur Berjalan Sukses

IMG-20170308-WA0068

BERIMBANG.COM, Bogor – Pelantikan PAC dan pengurus ranting Pemuda Pancasila Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor di lapangan bola pasir gadung tepatnya di Jalan Raya Sukamakmur, Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor berjalan sukses. Selasa (07/03/2017).

Instruktur Pelatih PP, Robi mengatakan, acara ini dihadiri oleh Ketua MPO, Ketua MPC, Ketua Srikandi, ketua Sapma, Kotimahatidana Kabupaten Bogor, Kapolsek, Danpos, Camat, Ketua KNPI Kabupaten Bogor, Kepala Desa, Ketua Apdesi, MUI, Tokoh Agama, serta pengurus PAC Pemuda Pancasila dari Jonggol, Gunung Putri, Kelapa Nunggal, Citeureup, Cibinong, Cariu, Tanjungsari, Darmaga, Jakarta Timur, Tangerang Selatan dan warga masyarakat Kecamatan Sukamakmur.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Sukamakmur masa bakti 2016-2019 terpilih, Ringgi Zaeni Ikbal mengatakan, acara berjalan sukses, meriah dan tidak ada kendala.

"Sungguh luar biasa, inilah yang diharapkan, ini momen yang tidak bisa dilupakan dan untuk bahan cerita generasi yang akan datang," ucap Ringgi.

" Dengan terpilihnya saya disini, saya menghimbau kepada seluruh anggota pemuda pancasila yang ada di kecamatan sukamakmur khususnya, untuk bekerja sama dan bahu membahu guna menjalankan organisasi agar tetap berputar demi mencapai target kesuksesan," ujar Ringgi.

" Mudah-mudahan kepemimpinan PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Sukamakmur yang baru ini, selalu berkarya dan selalu bersinergi baik dilingkungan masyarakat maupun aparatur pemeritah yang ada di wilayah kecamatan sukamakmur khususnya dan umumnya diluar wilayah, '' harapnya. ( Ahmad )

 

BogorJabodetabek

Dirut RSUD Ciawi Terancam Pidana

IMG-20170307-WA0100

BERIMBANG.COM, Bogor- Managemen RSUD Ciawi terancam dipidanakan lantaran salah seorang keluarga pasien bernama Marjuki merasa janggal dengan sistem pembayaran biaya berobat yang tidak sesuai antara jumlah tagihan dengan pemotongan BPJS. Upaya mediasi dengan pihak direksi rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu pun tidak membuahkan hasil karena Direktur RSUD Ciawi Dr Hesty tidak hadir dengan alasan sedang melangsungkan pertemuan dengan jajaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, padahal sehari sebelumnya Direktur RSUD mengundang dirinya untuk membahas persoalan tersebut.

" Kemarin saya diundang direktur RSUD Ciawi untuk bertemu dan membahas masalah ini, tapi nyatanya dia (Dr Hesty, red) tidak ada," kesalnya usai menyambangi RSUD Ciawi,  Selasa (07/03/2017).

Karena tidak hadir, kata dia lagi, maka akan dilakukan pertemuan kembali pada Sabtu mendatang. Namun apabila Direktur RSUD tetap tidak hadir, kata dia lagi, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.

" Direktur RSUD Ciawi juga telah melakukan pencemaran nama baik dengan mengatakan saya belum bayar tagihan biaya. Lah, ini bukti pembayarannya," imbuh dia.

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Ciawi bagian Administrasi, Dr Sri Wulantari menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Direktur RSUD karena ada tugas luar yakni melakukan pertemuan dengan jajaran Kemenkes. Ia juga mengaku, akan segera melakukan koreksi atas tagihan keluarga pasien.

"Mewakili Dirut, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Dirut disini. Beliau saat ini sedang ada pertemuan dengan Kemenkes hingga hari Kamis Besok. Saya selaku Wakil Direktur Administrasi akan segera melakukan koreksi atas Tagihan yang sudah dibuat" papar Sri Wulantari.

Kesalahan Dirut menyampaikan pasien belum membayar, jelasnya, ada pada anak buah karena sudah memberikan informasi yang salah Sehingga Dirut menyampaikan hal demikian.

" Ada kesalahan penyampaian informasi dari bawahan kepada Direktur, jadi terjadi salah persepsi," jelasnya.

Koordinator Pengawas Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor, Adi Prabowo merasa prihatin atas persoalan yang terjadi sehingga merugikan pasien. Ia menegaskan, selain berhak mendapat pelayanan medis, pasien pun memiliki hak mendapatkan pelayanan administrasi yang benar.

" Jangan sampai pasien merasa dirugikan, ini harus jadi pembelajaran bagi managemen RSUD Ciawi," tandasnya. (Na/Yos)